Pelajaran
12
Kompetisi
dan Umat Kristiani, Bagian 1
Hal
Terburuk dalam Kemampuan Terbaik Kita
23
Juni 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Matius 19:30
Lukas 13:30
I Korintus 10:23
Kolose 3:17
Pengkotbah 9:10
Perlombaan Dimana
Semua Bisa Menang. (dikutip dari I Korintus
9:24-27) Kontes mulia ini ada di hadapan kita. Para rasul ingin menginspirasi kita
masuk ke dalam kompetisi mulia ini, di mana tidak akan ada keegoisan,
ketidakadilan, atau cara-cara curang. Kita harus menggunakan setiap keberanian
dan “otot” spiritual kita dalam kompetisi untuk mahkota kehidupan. Tidak ada orang yang telah melakukan yang
terbaik akan gagal dalam kompetisi ini " (Komentar Alkitab Masehi Advent
Hari Ketujuh, vol. 6, hal. 1089).
(Lihat
ayat-ayat tambahan di materi siswa.)
B.
Perihal “Kompetisi dan Umat Kristiani, Bagian 1”
Apakah kata "kompetisi"
memiliki konotasi negatif bagi Anda? Apakah kata "Kristen" dan
"kompetisi" saling bertolak belakang? Dimanakah konsep menjadi wakil
Kerajaan Allah bersinggungan dengan ide kompetisi, atau malah tidak sama
sekali? Ini adalah pertanyaan yang semakin lama semakin penting berhubungan
dengan terus meningkatnya jumlah orang muda kita yang terlibat dalam kompetisi
permainan dan olahraga yang disponsori oleh lembaga pendidikan, Advent maupun
non-Advent. Respon atas pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dengan
hati-hati, disertai doa, dan terutama jawaban yang Alkitabiah. Banyak anak-anak
yang baru menginjak remaja putus asa dalam pencarian jati diri, dan banyak dari
mereka akan menemukan dirinya dalam kompetisi-kompetisi olahraga dan
pendidikan. Posisi mereka dalam kompetisi-kompetisi ini mungkin sekali
menentukan kecocokan dengan teman sebaya mereka, serta kecocokan teman dalam
gereja. Kita perlu mempersiapkan anak-anak muda kita untuk tantangan dan
persaingan bagi seorang Kristen. Demikian pula, kita perlu membekali mereka
yang memilih untuk terlibat dalam kegiatan seperti ini dengan pemahaman Kristen
dimana persaingan menjadi sesuai dengan interaksi kita dengan dunia.
C. Apa Tujuan dari “Kompetisi dan Umat
Kristiani, Bagian 1”
Sebagai
hasil dari pelajaran ini, kami ingin agar para siswa dapat:
1. Memahami
konsep persaingan berkaitan dengan gaya hidup orang Kristen.
2. Menjawab
dengan mudah pertanyaan-pertanyaan praktis yang ditanyakan pada diri sendiri
dalam situasi kompetitif apapun.
3. Memiliki
pemahaman yang lebih baik tentang hubungan menjadi wakil Kerajaan Allah dengan
sifat alami untuk berkompetisi.
D.
Alat-Alat yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas
A) papan poster, pencatat angka (bisa Anda sendiri), permainan sederhana atau
kuis Alkitab, kertas, pena atau pensil; (Aktivitas B) kursi, hadiah (diputuskan
oleh pemimpin).
Hubungan –
Buku pegangan/ materi siswa dan/atau Alkitab.
Penerapan –
salinan pelajaran hari Jumat dari materi siswa, pena atau pensil.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit
ketika siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan
mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu.
Berikan kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri
kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang
mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai
kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat.
Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas
respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari
Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu
lalu dari bagian Perihal pada materi
guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song Service
Ø Laporan
proyek pelayanan
3. Permulaan
Catatan untuk guru:
Gabungkan semua acara dengan pilihan
kategori berikut – Permulaan, Hubungkan,
Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan
kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada
kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa
minggu ini.
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan – Siapkan
kursi-kursi terpisah menjadi dua kelompok. Pastikan setiap kelompok ditandai
dengan poster yang menunjukkan nama kelompok tersebut. Lebih baik jika
menggunakan nama tim olahraga yang terkenal di daerahmu.
Siap-siap – Sewaktu
siswa masuk, bagilah mereka secara acak dalam dua kelompok (laki-laki lawan
perempuan selalu menjadi favorit, tapi tidak diharuskan). Jika mereka berteman,
pisahkan mereka. Ini dapat meningkatkan rasa kompetitif dalam permainan.
Pergi – Saat
waktunya mulai, minta setiap kelompok untuk membuat yel-yel atau slogan yang
semua anggota ias sukai. Lihat bagaimana mereka segera akan mengambil
ancang-ancang. Satu kelompok akan lebih keras dari yang lain, atau bahkan akan
mencoba untuk menjatuhkan kelompok lain. Setelah itu, mainkanlah permainan
sederhana (seperti X-O-X) atau lakukan kuis Alkitab. Permainan dan kuis ini
tidak terlalu penting dibandingkan reaksi mereka dalam permainan tersebut.
Tanya Jawab –
Tanyakan: Mengapa kamu ias menjadi begitu bersemangat dalam kelompok yang tidak
kamu pilih sendiri? Apa yang berubah dalam beberapa menit antara ketika kamu
masuk ruangan, masuk dalam satu kelompok, dan mulai bermain? Apakah permainan
ini benar-benar penting? (Jika ada yang
tampaknya sangat bersemangat tentang kelompok mereka, tanyakan mengapa mereka
begitu senang/kesal jika mereka menang atau kalah.)
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan –
Siapkan kursi-kursi dalam dua kelompok, saling berhadapan satu sama lain.
Siap-siap –
Sewaktu siswa masuk, bagi mereka menjadi dua kelompok, arahkan pada kursinya
masing-masing, dan minta mereka untuk menunggu instruksi selanjutnya. Setelah
kamu mendapatkan anggota yang bervariasi dalam setiap kelompoknya, katakan pada
mereka bahwa kalian akan mengadakan turnamen adu jempol (dalam situasi
tertentu, adalah bijak untuk menginformasikan hal ini pada pendeta dan/atau
orang tua para pemuda/i bahwa permainan ini hanyalah sebagai ilustrasi).
Pastikan kamu memberitahu mereka bahwa ada hadiah yang akan diberikan pada sang
pemenang. Ingat, semakin bagus hadiahnya, akan semakin keras situasi persaingan
yang tercipta.
Pergi –
Mulailah turnamen tersebut. Untuk menang, satu siswa harus menjatuhkan jari
jempol lawan sebanyak tiga kali. Walaupun begitu, untuk mempercepat alur
permainan ini, Anda bisa menerapkan aturan main “sudden death”, dimana satu siswa hanya harus menjatuhkan jempol
lawan satu kali. Untuk membuat ini lebih
menarik, buatlah bagan turnamen dimana Anda bisa meletakkan nama-nama pemenang
dalam golongan yang berbeda. Berikan hadiah pada pemenang utama pada turnamen
ini.
Tanya Jawab –
Tanyakan pada sang pemenang: Bagaimana rasanya menang? Tanyakan pada yang lain:
Bagaimana rasanya kalah? Mengapa kemenangan sangat penting? Apakah menjadi
pemenang benar-benar berharga? Apakah sang pemenang akan membagikan hadiahnya
dengan teman-teman yang lain? Bagaimana dengan kata-kata klise yang mengatakan
bahwa “ini bukanlah tentang apakah kamu menang atau kalah, tapi tentang
bagaimana cara kamu bermain”?
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi
berikut dengan kata-katamu sendiri.
Pada
tahun 1986, pelatih basket Universitas Indiana, Bobby Knight, melemparkan kursi
ke dalam lapangan untuk menunjukkan ketidaksenangannya dengan keputusan
tertentu yang diambil. Bobby Knight
disebut sebagai orang yang “kompetitif”.
Januari 1994, Tonya Harding memukul lutut Nancy
Kerrigan untuk mengeliminasi Kerrigan dari pertandingan. Tonya Harding juga
disebut “kompetitif”. Seringkali, keinginan untuk menang berarti berperilaku
buruk dan bertindak tidak bertanggung jawab. Namun apakah harus selalu
demikian?
Tanya Jawab –
Tanyakan: bagaimana seharusnya seorang Kristen melihat sebuah kompetisi? Apakah
pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri sebelum memutuskan
apakah kompetisi itu sehat dan produktif bagi kehidupan Kristen? Sampai
seberapakah kompetisi itu bisa dianggap cukup, dan kapan saatnya itu menjadi
berlebihan?
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan
dengan Kerajaan
Tanyakan: Kompetisi
adalah bagian dari kehidupan, tapi bagaimanakah kita sebagai orang Kristen menanggapinya?
Mari kita tanyakan dulu apakah kompetisi adalah sesuatu yang kamu pikir akan
ada di surga? (Jawaban akan bervariasi). Bagaimana Yesus berurusan dengan
orang-orang yang mempunyai sifat kompetitif? Minta salah satu siswa untuk
membuka dan membaca Lukas 13:30. Jika
sesuai, perhatikan bahwa ayat tersebut diartikan : “Ini adalah pembalikan
besar-besaran. Yang terakhir dalam barisan akan menjadi yang pertama dan yang
pertama akan menjadi yang terakhir.”
Tanyakan:
Apakah menurutmu, adanya kompetisi dalam dunia adalah hasil dari dosa?
Bagaimanakah hal ini mempengaruhimu secara pribadi? Kita tahu bahwa saat
Kristus datang yang kedua kali, Ia akan memperlihatkan pada kita seperti apa
surga sebenarnya; apakah kamu bertanya-tanya kalau kompetisi akan ada disana?
Apakah mungkin kompetisi menjadi dosa saat naluri keberdosaan kita terlibat di
dalamnya? Apakah ada tempat bagi kompetisi dalam kerajaan Allah? Dapatkah kamu
menjadi wakil kerajaan Allah yang terpanggil untuk melayani, namun juga tetap
berkompetisi?
B.
Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Mintalah seseorang
terlebih dahulu untuk membaca atau menceritakan bagian pelajaran hari Sabat.
Tanyakan: Mintalah siswa untuk memikirkan cerita ilustrasi
dari pengalaman mereka sendiri. Bisa dari tim olahraga profesional manapun di
dunia, atau dari sudut pandang yang lebih sempit, seperti di sekolah atau
kegiatan klub mereka. Tanyakan:
Bisakah kamu pikirkan seseorang
yang sesuai dengan profil ini saat sekarang? Bagaimana dengan kompetitor yang
bertolak belakang dengannya? (Jawaban akan bervariasi). Kompetitor
seperti apakah kamu? Apakah kamu membawa pengaruh yang positif
pada situasi kompetitif, atau sebaliknya?
C.
Hubungan dengan Kehidupan
Katakan: Pikirkan
satu hal dimana kamu ingin menjadi yang terbaik di dalamnya. Bisa dalam hal
apapun, mulai dari bermain video game sampai lomba mengeja,
dari rencana liburan sampai menjadi pembaca pidato perpisahan, kemana kamu akan
melanjutkan SMA sampai berapa yang akan kamu keluarkan untuk baju yang akan
kamu pakai di sekolah. Kompetisi merayap masuk dalam setiap aspek kehidupan
kita. Berikan
waktu beberapa detik untuk mereka berpikir dan mengambil keputusan.
Lalu tanyakan:
Apakah ada yang cukup berani untuk maju ke depan dan membagikan jawabannya? (Kamu bisa menjadi yang pertama untuk menjawab dan
mengakui sesuatu tentang dirimu sendiri). Sekarang, apakah ada yang cukup berani untuk
membagikan, hal apa yang kamu
tergoda untuk lakukan untuk mencapai keinginanmu?
Katakan: Coba kita
ambil sekolah sebagai contoh. Selalu ada seseorang yang nomor satu di kelas,
baik dalam ujian, proyek, atau tugas apapun. Mungkin orang tersebut adalah kamu, tapi kemungkinan besar juga
bukan, karena
hanya ada satu orang yang terbaik.
Tanyakan: Bagaimana
perasaanmu tentang orang tersebut? Apakah kamu menemukan dirimu belajar lebih giat hanya untuk
mengalahkannya? Ataukah kamu
menyerah dan menerima untuk menjadi nomor dua, tiga, atau lima?
Apa yang kamu lakukan saat kamu punya kesempatan untuk menyontek? Apakah kamu akan melakukannya supaya bisa
menjadi yang terbaik, walau hanya sekali saja? Adakah yang salah dengan
keinginan untuk menjadi yang terbaik? Bagaimana ayat yang telah kita baca tadi,
Lukas 13:30, dapat diaplikasikan dalam situasi ini?
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Pastikan
para siswa mempunyai materi pelajaran minggu ini. Minta mereka untuk melihat
pelajaran hari Jumat, bagian “Bagaimana Cara Kerjanya?”. Katakan bahwa kamu
akan memberikan waktu beberapa saat untuk mereka merenungkan dan menjawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ingatkan mereka untuk tidak menulis nama pada
kertas tersebut.
Setelah
mereka selesai, kumpulkan kertas-kertas tersebut dan bagikan secara acak dalam
kelas. Mintalah siswa untuk membacakan dengan keras jawaban yang ada di kertas
yang telah dibagikan kepada mereka.
Jika
memungkinkan dalam kelompok-kelompokmu, biarkan siswa menebak jawaban siapakah
yang ada di tangan mereka. Hal ini bisa cukup menyenangkan dalam kelompok
kecil, namun bisa juga memalukan dalam kelompok yang lebih besar.
Tanya-jawab.
Tanyakan: Apakah benar bahwa kompetisi dapat mengeluarkan hal yang terbaik
dan/atau yang terburuk dari setiap orang? Kalau benar begitu, bagaimana
seharusnya kita merespons, sebagai umat Kristiani, dalam mengikuti kegiatan
perlombaan atau kompetisi?
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Apakah
ada pedoman Alkitab yang dapat menuntun kita dalam mempelajari topik ini?
(Rujuk mereka pada bagian “Tuhan berkata …” pada materi siswa.)
2. Bagaimana
partisipasimu dalam kegiatan perlombaan menunjukkan siapa dirimu?
3. Hal
positif apakah yang dapat terjadi dalam persaingan?
4. Apakah
yang dapat kita lakukan saat kita tahu bahwa kita punya masalah dengan menjadi
terlalu kompetitif?
5. Bagaimana
kita dapat berubah dalam menanggapi situasi yang kompetitif?
6.
Penutup
Kesimpulan
Dengan kata-katamu
sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Jika kita adalah anggota kerajaan
Allah, kita dipersatukan dengan hukum-hukumNya, bukan dengan apa yang
diinginkan dunia ini. Oleh karena itu, kita harus membawa “sudut pandang
kerajaan” dalam setiap hal yang kita lakukan dan kita putuskan. Kita tahu bahwa
kita tidak bisa melakukan hal baik apapun tanpa pertolongan Tuhan, namun
melalui Kristus, segala hal dapat kulakukan (Filipi 4:13), maka dari itu adalah
penting untuk mengundang Tuhan untuk bermain (atau belajar, atau melakukan
segala hal) bersama-sama dengan kita. Wakil kerajaan Allah yang terbaik adalah
dia yang menunjukkan kesempurnaan, belas kasihan, dan kasih sayang.
Pelajaran
Siswa
Kompetisi
dan Umat Kristiani, Bagian 1
Hal Terburuk dalam
Kemampuan Terbaik Kita
23 Juni 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab di
halaman lain?)
Pada pertengahan sampai akhir tahun
1980-an, ada persaingan yang besar dalam dunia bola basket Amerika, yaitu antara Boston
Celtics dan Los Angeles Lakers. Salah satu pemain yang dianggap pemain terbaik
Lakers dipanggil “Magic” oleh semua orang. Magic Johnson bermain sangat baik
dengan kemampuannya dalam basket, dia jarang sekali berdebat dengan wasit, dan
selalu mempunyai senyuman di wajahnya. Meskipun begitu, tidak ada yang
menginginkan kemenangan lebih daripada Magic. Dia bermain sangat sengit,
menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap permainan, dan mengangkat tingkat
permainan anggota-anggota lain dalam lapangan. Pada saat ini kami tidak tahu
apa kecerobohannya di luar lapangan, yang mengarah pada akhir karirnya. Namun
tiap kali saya menonton Magic Johnson bermain basket, saya ingin menirunya.
Saya ingin berjuang keras, saya ingin
membantu teman-teman di tim
saya untuk menang, dan saya ingin untuk tetap tersenyum.
Dalam tahun-tahun tersebut,
penggemar klub basket Lakers diajarkan untuk bersaing dengan sikap yang
positif. Kita dapat melihat bahwa artinya
mencintai perlombaan ini, tanpa membiarkan tim lain menentukan bagaimana kita
harus bersikap. Ini merupakan pelajaran yang indah tentang keunggulan dan sikap
sportif dalam kompetisi. Alasan inilah yang membuat banyak orang-orang muda
terlibat dalam permainan dan kompetisi olahraga.
Sayangnya, hanya sedikit contoh yang
dapat kita lihat saat berbicara tentang kompetisi. Sepertinya kompetisi
mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan hal yang terbaik atau yang terburuk dari
kita. Kompetisi dapat memanggil kita pada kesempurnaan, kualitas kerajaan Allah
yang hanya bisa didapat saat kita berserah pada pekerjaan Roh Kudus dalam diri
kita; atau, dapat mengeluarkan kualitas yang dengan jelas terinspirasi dari
kerajaan lain yang bukan kerajaan-Nya.
Mungkin, kompetisi menunjukkan lebih sedikit tentang permainannya, dan lebih
kepada pemain-pemainnya.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Hari
itu adalah Jumat sore, dan kamu, beserta beberapa teman baikmu sedang berkumpul
untuk bermain. Ada yang menyarankan
untuk main bola (bisa American football
atau sepak bola), dan semuanya setuju. Sewaktu permainan berlangsung, kamu
mendapatkan dirimu semakin terdorong dalam keinginan untuk menang. Bukan hanya
untuk menang, tapi juga untuk mengalahkan dan menghancurkan tim lawan.
Orang-orang yang sebelumnya adalah teman-teman baikmu, menjadi menjengkelkan
karena mereka menjawab ejekan-ejekanmu, dan setiap kali kamu mencetak skor,
mereka pun membalas. Apa yang mulanya adalah pertandingan persahabatan telah
menjadi ajang pertarungan, dengan dua tim yang mulai membenci satu sama lain.
Bagaimana sikapmu mempengaruhi
persahabatanmu? Apakah harga kemenangan setara dengan resiko yang ditimbulkan?
Adakah cara lain untuk bertanding?
Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu.
Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Janganlah
kamu tertipu dengan pikiran bahwa kemajuanmu dicapai dengan cara menghancurkan
orang lain.” – Marcus Tullius Cicero,
negarawan, orator, dan penulis Roma abad pertama sebelum Masehi.
Ø “Berfokus
pada kompetisi selalu menjadi rumus untuk orang yang biasa-biasa saja.” - Daniel
Burrus
Ø “Lupakan lawanmu, bermainlah dengan orang yang
setara denganmu.” - Sam Snead, pemain golf Amerika
abad ke-20.
Ø “Puji
Tuhan untuk kompetisi. Di saat pesaing kita mengacak dan mengalahkan rencana
kita, mereka membuka kesempatan yang terbatas untuk kita bekerja dengan
kemampuan kita sendiri.” - Gil Atkinson,
pencipta alat penyemprot otomastis, pengusaha Amerika abad ke-19.
Ø “Bahkan
di jaman dimana orang-orang berlomba untuk mendapatkan uang dengan persaingan
yang tajam dan cara-cara yang tidak bermoral, masih diakui secara luas bahwa
integritas, ketekunan, kesederhanaan, kemurnian, dan penghematan adalah modal
yang lebih baik bagi seorang muda untuk memulai hidup daripada uang semata.” -Ellen G.
White, penulis abad ke-19 yang terinspirasi dari Tuhan, pendiri gereja.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Kompetisi adalah fakta hidup. Lalu
apa artinya ini bagi umat Kristiani? Ini artinya kamu harus membuat keputusan
mengenai bagaimana, jika, atau kapan kamu harus bersaing. Ada hal-hal dalam
hidup yang dapat menuntun kita, yang disebut “prioritas”. Setiap orang harus
memutuskan apa prioritas penuntun mereka masing-masing.
Contohnya, jika prioritas utamamu
adalah untuk menang, maka kompetisi menjadi tantangan untukmu menjadi lebih
baik dari orang lain. Jika prioritas utamamu untuk menang, bagaimanapun
caranya, ini bisa berarti menyakiti orang lain, berbuat curang, dan hal-hal
lain yang keliru.
Tetapi, apakah kompetisi selalu akan
menjadi negatif? Beberapa percaya bahwa kita bisa memutuskan untuk
berkompetisi, dan dalam proses tersebut kita akan bertumbuh dalam karakter.
Mereka mempercayai bahwa kompetisi bisa menjadi pengaruh baik yang luar biasa
dalam kehidupan kita, dan bukan membawa pengaruh yang menghancurkan. Namun hal
ini membutuhkan hasrat untuk membuat keputusan yang baik, dan keinginan yang
kuat untuk tidak terperangkap dalam aspek emosional dari situasi kompetitif,
yang amatlah susah untuk dicapai. Hal ini berarti kita membutuhkan kekuatan Roh
Kudus untuk membantu kita mengalahkan dorongan sifat alami manusia untuk menang
dengan cara apapun.
Hanya Tuhan lah yang bisa memberikan
kita sudut pandang kerajaan-Nya, untuk membantu kita mengerti apakah permainan
ini, ujian ini, hasil akhir ini, lebih penting daripada hubungan kita satu sama
lain. Apakah menang lebih penting daripada menjadi pemantul wajah Tuhan bagi
orang yang sedang kita hadapi sebagai lawan kita? Apakah menang lebih penting
daripada memenangkan jiwa bagi Kristus dan kerajaan-Nya? Inilah “permainan”
kita yang sebenarnya di atas dunia ini. Kabar terbaiknya adalah, selalu ada
tempat bagi setiap orang!
Rabu
Tuhan
berkata…
Ø Amsal 19:11
Ø Yakobus 1:19-20
Ø Efesus 6:11-17
Ø I Korintus 9:19-22
Ø Yesaya 54:15-17
Ø I Korintus 10:23
Ø Kolose 3:17
Ø Pengkotbah 9:10
Kamis
Apa
Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Kita haruslah
menjadi murid-murid yang memegang teguh Alkitab dan prinsip-prinsip yang telah
Kristus contohkan selama hidupNya di dunia ini. Semakin kita mempelajari
tentang Kristus, semakin kita sadar bahwa kerajaan Allah bukanlah tentang
status, posisi, kemenangan, atau bahkan siapa yang lebih dahulu. KerajaanNya
adalah tentang kesediaan untuk melihat bahwa semua orang itu sama, apapun
talentanya, dan membangun kerjasama dengan orang-orang yang ada dalam kehidupan
kita.
Kristus
meminta kita untuk melihat semua orang, bahkan mereka yang ada di sisi lapangan
seberang, sebagai saudara-saudari kita. Berjuanglah dengan keras, keluarkan
seluruh kemampuan terbaikmu, namun selalu simpan dalam hatimu sudut pandang
Tuhan dan rencanaNya untukmu dan kerajaanNya.
Jumat
Bagaimana Cara Kerjanya?
Bagaimana cara terbaik untuk
menanggapi kompetisi? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut pada tempat yang
telah disediakan, dan lihat apakah kamu bisa mendapatkan jawabanmu sendiri.
1.
Menurutmu, seberapa
kompetitif kah dirimu? Tandai dengan X pada garis, dimana kira-kira posisimu
berada.
Sangat
kompetitif
-----------------------------------------------------------------------------------------
Tidak sama sekali
2.
Bagaimanakah
perasaanmu saat kalah?
Sangat
tidak senang -------------------------------------------------------------------------------------------Baik-baik
saja
3.
Mnurutmu, bagaimana
kekalahan dapat mempengaruhimu sebagai seorang individu?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
4.
Apakah Yesus masih
mencintaimu saat kamu kalah?
Ya
Tidak
5.
Apakah kamu akan
memanggil dirimu pemenang yang baik? Ya Tidak
6.
Apakah kamu akan
memanggil dirimu orang kalah yang baik?
Ya
Tidak
7.
Manakah yang lebih
penting bagimu: bersenang-senang atau menang?
Bersenang-senang
-----------------------------------------------------------------------------------------------------Menang
8.
Apakah kamu pernah
diberitahukan untuk tidak menanggapi situasi kompetitif dengan terlalu serius?
Ya
Tidak. Ceritakan sedikit tentang situasi tersebut.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
9.
Bagaimana kira-kira
kamu bisa menangani situasi tersebut dengan lebih baik?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
10.
Menurutmu,
bagaimana reaksimu jika kamu bersaing melawan Kristus?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________