Selasa, 19 Juni 2012

Real Time Faith-II-12-2012-Murid


Pelajaran Siswa
Kompetisi dan Umat Kristiani, Bagian 1
Hal Terburuk dalam Kemampuan Terbaik Kita
23 Juni 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________

                  


(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab di halaman lain?)

            Pada pertengahan sampai akhir tahun 1980-an, ada persaingan yang besar dalam dunia bola basket Amerika, yaitu antara Boston Celtics dan Los Angeles Lakers. Salah satu pemain yang dianggap pemain terbaik Lakers dipanggil “Magic” oleh semua orang. Magic Johnson bermain sangat baik dengan kemampuannya dalam basket, dia jarang sekali berdebat dengan wasit, dan selalu mempunyai senyuman di wajahnya. Meskipun begitu, tidak ada yang menginginkan kemenangan lebih daripada Magic. Dia bermain sangat sengit, menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap permainan, dan mengangkat tingkat permainan anggota-anggota lain dalam lapangan. Pada saat ini kami tidak tahu apa kecerobohannya di luar lapangan, yang mengarah pada akhir karirnya. Namun tiap kali saya menonton Magic Johnson bermain basket, saya ingin menirunya. Saya ingin berjuang keras, saya  ingin membantu teman-teman di tim saya untuk menang, dan saya ingin untuk tetap tersenyum.
            Dalam tahun-tahun tersebut, penggemar klub basket Lakers diajarkan untuk bersaing dengan sikap yang positif. Kita dapat melihat bahwa artinya mencintai perlombaan ini, tanpa membiarkan tim lain menentukan bagaimana kita harus bersikap. Ini merupakan pelajaran yang indah tentang keunggulan dan sikap sportif dalam kompetisi. Alasan inilah yang membuat banyak orang-orang muda terlibat dalam permainan dan kompetisi olahraga.
            Sayangnya, hanya sedikit contoh yang dapat kita lihat saat berbicara tentang kompetisi. Sepertinya kompetisi mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan hal yang terbaik atau yang terburuk dari kita. Kompetisi dapat memanggil kita pada kesempurnaan, kualitas kerajaan Allah yang hanya bisa didapat saat kita berserah pada pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita; atau, dapat mengeluarkan kualitas yang dengan jelas terinspirasi dari kerajaan lain yang bukan kerajaan-Nya.  Mungkin, kompetisi menunjukkan lebih sedikit tentang permainannya, dan lebih kepada pemain-pemainnya.

            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Hari itu adalah Jumat sore, dan kamu, beserta beberapa teman baikmu sedang berkumpul untuk bermain.  Ada yang menyarankan untuk main bola (bisa American football atau sepak bola), dan semuanya setuju. Sewaktu permainan berlangsung, kamu mendapatkan dirimu semakin terdorong dalam keinginan untuk menang. Bukan hanya untuk menang, tapi juga untuk mengalahkan dan menghancurkan tim lawan. Orang-orang yang sebelumnya adalah teman-teman baikmu, menjadi menjengkelkan karena mereka menjawab ejekan-ejekanmu, dan setiap kali kamu mencetak skor, mereka pun membalas. Apa yang mulanya adalah pertandingan persahabatan telah menjadi ajang pertarungan, dengan dua tim yang mulai membenci satu sama lain.
            Bagaimana sikapmu mempengaruhi persahabatanmu? Apakah harga kemenangan setara dengan resiko yang ditimbulkan? Adakah cara lain untuk bertanding?
            Masuk ke website www.guidemagazine.org/rtf untuk mengirim respon Anda. Terbukalah dan jujur, katakan apa yang Anda pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø  “Janganlah kamu tertipu dengan pikiran bahwa kemajuanmu dicapai dengan cara menghancurkan orang lain.” – Marcus Tullius Cicero, negarawan, orator, dan penulis Roma abad pertama sebelum Masehi.
Ø  “Berfokus pada kompetisi selalu menjadi rumus untuk orang yang biasa-biasa saja.” - Daniel Burrus
Ø   “Lupakan lawanmu, bermainlah dengan orang yang setara denganmu.” - Sam Snead, pemain golf Amerika abad ke-20.
Ø  “Puji Tuhan untuk kompetisi. Di saat pesaing kita mengacak dan mengalahkan rencana kita, mereka membuka kesempatan yang terbatas untuk kita bekerja dengan kemampuan kita sendiri.” - Gil Atkinson, pencipta alat penyemprot otomastis, pengusaha Amerika abad ke-19.
Ø  “Bahkan di jaman dimana orang-orang berlomba untuk mendapatkan uang dengan persaingan yang tajam dan cara-cara yang tidak bermoral, masih diakui secara luas bahwa integritas, ketekunan, kesederhanaan, kemurnian, dan penghematan adalah modal yang lebih baik bagi seorang muda untuk memulai hidup daripada uang semata.”  -Ellen G. White, penulis abad ke-19 yang terinspirasi dari Tuhan, pendiri gereja.
Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Kompetisi adalah fakta hidup. Lalu apa artinya ini bagi umat Kristiani? Ini artinya kamu harus membuat keputusan mengenai bagaimana, jika, atau kapan kamu harus bersaing. Ada hal-hal dalam hidup yang dapat menuntun kita, yang disebut “prioritas”. Setiap orang harus memutuskan apa prioritas penuntun mereka masing-masing.
Contohnya, jika prioritas utamamu adalah untuk menang, maka kompetisi menjadi tantangan untukmu menjadi lebih baik dari orang lain. Jika prioritas utamamu untuk menang, bagaimanapun caranya, ini bisa berarti menyakiti orang lain, berbuat curang, dan hal-hal lain yang keliru.
Tetapi, apakah kompetisi selalu akan menjadi negatif? Beberapa percaya bahwa kita bisa memutuskan untuk berkompetisi, dan dalam proses tersebut kita akan bertumbuh dalam karakter. Mereka mempercayai bahwa kompetisi bisa menjadi pengaruh baik yang luar biasa dalam kehidupan kita, dan bukan membawa pengaruh yang menghancurkan. Namun hal ini membutuhkan hasrat untuk membuat keputusan yang baik, dan keinginan yang kuat untuk tidak terperangkap dalam aspek emosional dari situasi kompetitif, yang amatlah susah untuk dicapai. Hal ini berarti kita membutuhkan kekuatan Roh Kudus untuk membantu kita mengalahkan dorongan sifat alami manusia untuk menang dengan cara apapun.
Hanya Tuhan lah yang bisa memberikan kita sudut pandang kerajaan-Nya, untuk membantu kita mengerti apakah permainan ini, ujian ini, hasil akhir ini, lebih penting daripada hubungan kita satu sama lain. Apakah menang lebih penting daripada menjadi pemantul wajah Tuhan bagi orang yang sedang kita hadapi sebagai lawan kita? Apakah menang lebih penting daripada memenangkan jiwa bagi Kristus dan kerajaan-Nya? Inilah “permainan” kita yang sebenarnya di atas dunia ini. Kabar terbaiknya adalah, selalu ada tempat bagi setiap orang!

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Amsal 19:11
Ø Yakobus 1:19-20
Ø Efesus 6:11-17
Ø I Korintus 9:19-22
Ø Yesaya 54:15-17
Ø I Korintus 10:23
Ø Kolose 3:17
Ø Pengkotbah 9:10



 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?

Kita haruslah menjadi murid-murid yang memegang teguh Alkitab dan prinsip-prinsip yang telah Kristus contohkan selama hidupNya di dunia ini. Semakin kita mempelajari tentang Kristus, semakin kita sadar bahwa kerajaan Allah bukanlah tentang status, posisi, kemenangan, atau bahkan siapa yang lebih dahulu. KerajaanNya adalah tentang kesediaan untuk melihat bahwa semua orang itu sama, apapun talentanya, dan membangun kerjasama dengan orang-orang yang ada dalam kehidupan kita.
Kristus meminta kita untuk melihat semua orang, bahkan mereka yang ada di sisi lapangan seberang, sebagai saudara-saudari kita. Berjuanglah dengan keras, keluarkan seluruh kemampuan terbaikmu, namun selalu simpan dalam hatimu sudut pandang Tuhan dan rencanaNya untukmu dan kerajaanNya.




            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Bagaimana cara terbaik untuk menanggapi kompetisi? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut pada tempat yang telah disediakan, dan lihat apakah kamu bisa mendapatkan jawabanmu sendiri.


1.             Menurutmu, seberapa kompetitif kah dirimu? Tandai dengan X pada garis, dimana kira-kira posisimu berada.
Sangat kompetitif ----------------------------------------------------------------------------------------- Tidak sama sekali


2.             Bagaimanakah perasaanmu saat kalah?
Sangat tidak senang -------------------------------------------------------------------------------------------Baik-baik saja


3.             Mnurutmu, bagaimana kekalahan dapat mempengaruhimu sebagai seorang individu?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


4.             Apakah Yesus masih mencintaimu saat kamu kalah?                     􀀀 Ya   􀀀 Tidak

5.             Apakah kamu akan memanggil dirimu pemenang yang baik?􀀀 Ya     􀀀 Tidak

6.             Apakah kamu akan memanggil dirimu orang kalah yang baik?􀀀 Ya   􀀀 Tidak

7.             Manakah yang lebih penting bagimu: bersenang-senang atau menang?
Bersenang-senang -----------------------------------------------------------------------------------------------------Menang


8.             Apakah kamu pernah diberitahukan untuk tidak menanggapi situasi kompetitif dengan terlalu serius? 􀀀 Ya 􀀀 Tidak. Ceritakan sedikit tentang situasi tersebut.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


9.             Bagaimana kira-kira kamu bisa menangani situasi tersebut dengan lebih baik?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


10.        Menurutmu, bagaimana reaksimu jika kamu bersaing melawan Kristus?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


Kamis, 14 Juni 2012

Real Time Faith-II-12-2012-Guru


Pelajaran 12
Kompetisi dan Umat Kristiani, Bagian 1
Hal Terburuk dalam Kemampuan Terbaik Kita

23 Juni 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Matius 19:30
Lukas 13:30
I Korintus 10:23
Kolose 3:17
Pengkotbah 9:10
Perlombaan Dimana Semua Bisa Menang. (dikutip dari I Korintus 9:24-27) Kontes mulia ini ada di hadapan kita. Para rasul ingin menginspirasi kita masuk ke dalam kompetisi mulia ini, di mana tidak akan ada keegoisan, ketidakadilan, atau cara-cara curang. Kita harus menggunakan setiap keberanian dan “otot” spiritual kita dalam kompetisi untuk mahkota kehidupan.  Tidak ada orang yang telah melakukan yang terbaik akan gagal dalam kompetisi ini " (Komentar Alkitab Masehi Advent Hari Ketujuh, vol. 6, hal. 1089).

(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Kompetisi dan Umat Kristiani, Bagian 1”
            Apakah kata "kompetisi" memiliki konotasi negatif bagi Anda? Apakah kata "Kristen" dan "kompetisi" saling bertolak belakang? Dimanakah konsep menjadi wakil Kerajaan Allah bersinggungan dengan ide kompetisi, atau malah tidak sama sekali? Ini adalah pertanyaan yang semakin lama semakin penting berhubungan dengan terus meningkatnya jumlah orang muda kita yang terlibat dalam kompetisi permainan dan olahraga yang disponsori oleh lembaga pendidikan, Advent maupun non-Advent. Respon atas pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dengan hati-hati, disertai doa, dan terutama jawaban yang Alkitabiah. Banyak anak-anak yang baru menginjak remaja putus asa dalam pencarian jati diri, dan banyak dari mereka akan menemukan dirinya dalam kompetisi-kompetisi olahraga dan pendidikan. Posisi mereka dalam kompetisi-kompetisi ini mungkin sekali menentukan kecocokan dengan teman sebaya mereka, serta kecocokan teman dalam gereja. Kita perlu mempersiapkan anak-anak muda kita untuk tantangan dan persaingan bagi seorang Kristen. Demikian pula, kita perlu membekali mereka yang memilih untuk terlibat dalam kegiatan seperti ini dengan pemahaman Kristen dimana persaingan menjadi sesuai dengan interaksi kita dengan dunia.

C. Apa Tujuan dari “Kompetisi dan Umat Kristiani, Bagian 1”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kami ingin agar para siswa dapat:
1.         Memahami konsep persaingan berkaitan dengan gaya hidup orang Kristen.
2.         Menjawab dengan mudah pertanyaan-pertanyaan praktis yang ditanyakan pada diri sendiri dalam situasi kompetitif apapun.
3.         Memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hubungan menjadi wakil Kerajaan Allah dengan sifat alami untuk berkompetisi.

D. Alat-Alat yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) papan poster, pencatat angka (bisa Anda sendiri), permainan sederhana atau kuis Alkitab, kertas, pena atau pensil; (Aktivitas B) kursi, hadiah (diputuskan oleh pemimpin).
Hubungan – Buku pegangan/ materi siswa dan/atau Alkitab.
Penerapan – salinan pelajaran hari Jumat dari materi siswa, pena atau pensil.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Berikan kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan        
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.

B.   Aktivitas Permulaan
Persiapan – Siapkan kursi-kursi terpisah menjadi dua kelompok. Pastikan setiap kelompok ditandai dengan poster yang menunjukkan nama kelompok tersebut. Lebih baik jika menggunakan nama tim olahraga yang terkenal di daerahmu.
Siap-siap – Sewaktu siswa masuk, bagilah mereka secara acak dalam dua kelompok (laki-laki lawan perempuan selalu menjadi favorit, tapi tidak diharuskan). Jika mereka berteman, pisahkan mereka. Ini dapat meningkatkan rasa kompetitif dalam permainan.
Pergi – Saat waktunya mulai, minta setiap kelompok untuk membuat yel-yel atau slogan yang semua anggota ias sukai. Lihat bagaimana mereka segera akan mengambil ancang-ancang. Satu kelompok akan lebih keras dari yang lain, atau bahkan akan mencoba untuk menjatuhkan kelompok lain. Setelah itu, mainkanlah permainan sederhana (seperti X-O-X) atau lakukan kuis Alkitab. Permainan dan kuis ini tidak terlalu penting dibandingkan reaksi mereka dalam permainan tersebut.
Tanya Jawab – Tanyakan: Mengapa kamu ias menjadi begitu bersemangat dalam kelompok yang tidak kamu pilih sendiri? Apa yang berubah dalam beberapa menit antara ketika kamu masuk ruangan, masuk dalam satu kelompok, dan mulai bermain? Apakah permainan ini benar-benar penting? (Jika ada yang tampaknya sangat bersemangat tentang kelompok mereka, tanyakan mengapa mereka begitu senang/kesal jika mereka menang atau kalah.)

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Siapkan kursi-kursi dalam dua kelompok, saling berhadapan satu sama lain.
Siap-siap – Sewaktu siswa masuk, bagi mereka menjadi dua kelompok, arahkan pada kursinya masing-masing, dan minta mereka untuk menunggu instruksi selanjutnya. Setelah kamu mendapatkan anggota yang bervariasi dalam setiap kelompoknya, katakan pada mereka bahwa kalian akan mengadakan turnamen adu jempol (dalam situasi tertentu, adalah bijak untuk menginformasikan hal ini pada pendeta dan/atau orang tua para pemuda/i bahwa permainan ini hanyalah sebagai ilustrasi). Pastikan kamu memberitahu mereka bahwa ada hadiah yang akan diberikan pada sang pemenang. Ingat, semakin bagus hadiahnya, akan semakin keras situasi persaingan yang tercipta.
Pergi – Mulailah turnamen tersebut. Untuk menang, satu siswa harus menjatuhkan jari jempol lawan sebanyak tiga kali. Walaupun begitu, untuk mempercepat alur permainan ini, Anda bisa menerapkan aturan main “sudden death”, dimana satu siswa hanya harus menjatuhkan jempol lawan satu kali.  Untuk membuat ini lebih menarik, buatlah bagan turnamen dimana Anda bisa meletakkan nama-nama pemenang dalam golongan yang berbeda. Berikan hadiah pada pemenang utama pada turnamen ini.

Tanya Jawab – Tanyakan pada sang pemenang: Bagaimana rasanya menang? Tanyakan pada yang lain: Bagaimana rasanya kalah? Mengapa kemenangan sangat penting? Apakah menjadi pemenang benar-benar berharga? Apakah sang pemenang akan membagikan hadiahnya dengan teman-teman yang lain? Bagaimana dengan kata-kata klise yang mengatakan bahwa “ini bukanlah tentang apakah kamu menang atau kalah, tapi tentang bagaimana cara kamu bermain”?


C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Pada tahun 1986, pelatih basket Universitas Indiana, Bobby Knight, melemparkan kursi ke dalam lapangan untuk menunjukkan ketidaksenangannya dengan keputusan tertentu yang diambil.  Bobby Knight disebut sebagai orang yang “kompetitif”.
Januari 1994, Tonya Harding memukul lutut Nancy Kerrigan untuk mengeliminasi Kerrigan dari pertandingan. Tonya Harding juga disebut “kompetitif”. Seringkali, keinginan untuk menang berarti berperilaku buruk dan bertindak tidak bertanggung jawab. Namun apakah harus selalu demikian?

Tanya Jawab – Tanyakan: bagaimana seharusnya seorang Kristen melihat sebuah kompetisi? Apakah pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri sebelum memutuskan apakah kompetisi itu sehat dan produktif bagi kehidupan Kristen? Sampai seberapakah kompetisi itu bisa dianggap cukup, dan kapan saatnya itu menjadi berlebihan?

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan
Tanyakan: Kompetisi adalah bagian dari kehidupan, tapi bagaimanakah kita sebagai orang Kristen menanggapinya? Mari kita tanyakan dulu apakah kompetisi adalah sesuatu yang kamu pikir akan ada di surga? (Jawaban akan bervariasi). Bagaimana Yesus berurusan dengan orang-orang yang mempunyai sifat kompetitif? Minta salah satu siswa untuk membuka dan membaca Lukas 13:30. Jika sesuai, perhatikan bahwa ayat tersebut diartikan : “Ini adalah pembalikan besar-besaran. Yang terakhir dalam barisan akan menjadi yang pertama dan yang pertama akan menjadi yang terakhir.”
Tanyakan: Apakah menurutmu, adanya kompetisi dalam dunia adalah hasil dari dosa? Bagaimanakah hal ini mempengaruhimu secara pribadi? Kita tahu bahwa saat Kristus datang yang kedua kali, Ia akan memperlihatkan pada kita seperti apa surga sebenarnya; apakah kamu bertanya-tanya kalau kompetisi akan ada disana? Apakah mungkin kompetisi menjadi dosa saat naluri keberdosaan kita terlibat di dalamnya? Apakah ada tempat bagi kompetisi dalam kerajaan Allah? Dapatkah kamu menjadi wakil kerajaan Allah yang terpanggil untuk melayani, namun juga tetap berkompetisi?

B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Mintalah seseorang terlebih dahulu untuk membaca atau menceritakan bagian pelajaran hari Sabat.
Tanyakan: Mintalah siswa untuk memikirkan cerita ilustrasi dari pengalaman mereka sendiri. Bisa dari tim olahraga profesional manapun di dunia, atau dari sudut pandang yang lebih sempit, seperti di sekolah atau kegiatan klub mereka. Tanyakan: Bisakah kamu pikirkan seseorang yang sesuai dengan profil ini saat sekarang? Bagaimana dengan kompetitor yang bertolak belakang dengannya? (Jawaban akan bervariasi). Kompetitor seperti apakah kamu? Apakah kamu membawa pengaruh yang positif pada situasi kompetitif, atau sebaliknya?

C. Hubungan dengan Kehidupan
Katakan: Pikirkan satu hal dimana kamu ingin menjadi yang terbaik di dalamnya. Bisa dalam hal apapun, mulai dari bermain video game sampai lomba mengeja, dari rencana liburan sampai menjadi pembaca pidato perpisahan, kemana kamu akan melanjutkan SMA sampai berapa yang akan kamu keluarkan untuk baju yang akan kamu pakai di sekolah. Kompetisi merayap masuk dalam setiap aspek kehidupan kita. Berikan waktu beberapa detik untuk mereka berpikir dan mengambil keputusan.
Lalu tanyakan: Apakah ada yang cukup berani untuk maju ke depan dan membagikan jawabannya? (Kamu bisa menjadi yang pertama untuk menjawab dan mengakui sesuatu tentang dirimu sendiri). Sekarang, apakah ada yang cukup berani untuk membagikan, hal apa yang kamu tergoda untuk lakukan untuk mencapai keinginanmu?
Katakan: Coba kita ambil sekolah sebagai contoh. Selalu ada seseorang yang nomor satu di kelas, baik dalam ujian, proyek, atau tugas apapun. Mungkin orang tersebut adalah kamu, tapi kemungkinan besar juga bukan, karena hanya ada satu orang yang terbaik.
Tanyakan: Bagaimana perasaanmu tentang orang tersebut? Apakah kamu menemukan dirimu belajar lebih giat hanya untuk mengalahkannya? Ataukah kamu menyerah dan menerima untuk menjadi nomor dua, tiga, atau lima?
Apa yang kamu lakukan saat kamu punya kesempatan untuk menyontek? Apakah kamu akan melakukannya supaya bisa menjadi yang terbaik, walau hanya sekali saja? Adakah yang salah dengan keinginan untuk menjadi yang terbaik? Bagaimana ayat yang telah kita baca tadi, Lukas 13:30, dapat diaplikasikan dalam situasi ini?

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
            Pastikan para siswa mempunyai materi pelajaran minggu ini. Minta mereka untuk melihat pelajaran hari Jumat, bagian “Bagaimana Cara Kerjanya?”. Katakan bahwa kamu akan memberikan waktu beberapa saat untuk mereka merenungkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ingatkan mereka untuk tidak menulis nama pada kertas tersebut.
            Setelah mereka selesai, kumpulkan kertas-kertas tersebut dan bagikan secara acak dalam kelas. Mintalah siswa untuk membacakan dengan keras jawaban yang ada di kertas yang telah dibagikan kepada mereka.
            Jika memungkinkan dalam kelompok-kelompokmu, biarkan siswa menebak jawaban siapakah yang ada di tangan mereka. Hal ini bisa cukup menyenangkan dalam kelompok kecil, namun bisa juga memalukan dalam kelompok yang lebih besar.

Tanya-jawab. Tanyakan: Apakah benar bahwa kompetisi dapat mengeluarkan hal yang terbaik dan/atau yang terburuk dari setiap orang? Kalau benar begitu, bagaimana seharusnya kita merespons, sebagai umat Kristiani, dalam mengikuti kegiatan perlombaan atau kompetisi?

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Apakah ada pedoman Alkitab yang dapat menuntun kita dalam mempelajari topik ini? (Rujuk mereka pada bagian “Tuhan berkata …” pada materi siswa.)
2.         Bagaimana partisipasimu dalam kegiatan perlombaan menunjukkan siapa dirimu?
3.         Hal positif apakah yang dapat terjadi dalam persaingan?
4.         Apakah yang dapat kita lakukan saat kita tahu bahwa kita punya masalah dengan menjadi terlalu kompetitif?
5.         Bagaimana kita dapat berubah dalam menanggapi situasi yang kompetitif?

6. Penutup
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Jika kita adalah anggota kerajaan Allah, kita dipersatukan dengan hukum-hukumNya, bukan dengan apa yang diinginkan dunia ini. Oleh karena itu, kita harus membawa “sudut pandang kerajaan” dalam setiap hal yang kita lakukan dan kita putuskan. Kita tahu bahwa kita tidak bisa melakukan hal baik apapun tanpa pertolongan Tuhan, namun melalui Kristus, segala hal dapat kulakukan (Filipi 4:13), maka dari itu adalah penting untuk mengundang Tuhan untuk bermain (atau belajar, atau melakukan segala hal) bersama-sama dengan kita. Wakil kerajaan Allah yang terbaik adalah dia yang menunjukkan kesempurnaan, belas kasihan, dan kasih sayang.

Pelajaran Siswa
Kompetisi dan Umat Kristiani, Bagian 1
Hal Terburuk dalam Kemampuan Terbaik Kita
23 Juni 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________

                  


(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab di halaman lain?)

            Pada pertengahan sampai akhir tahun 1980-an, ada persaingan yang besar dalam dunia bola basket Amerika, yaitu antara Boston Celtics dan Los Angeles Lakers. Salah satu pemain yang dianggap pemain terbaik Lakers dipanggil “Magic” oleh semua orang. Magic Johnson bermain sangat baik dengan kemampuannya dalam basket, dia jarang sekali berdebat dengan wasit, dan selalu mempunyai senyuman di wajahnya. Meskipun begitu, tidak ada yang menginginkan kemenangan lebih daripada Magic. Dia bermain sangat sengit, menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap permainan, dan mengangkat tingkat permainan anggota-anggota lain dalam lapangan. Pada saat ini kami tidak tahu apa kecerobohannya di luar lapangan, yang mengarah pada akhir karirnya. Namun tiap kali saya menonton Magic Johnson bermain basket, saya ingin menirunya. Saya ingin berjuang keras, saya  ingin membantu teman-teman di tim saya untuk menang, dan saya ingin untuk tetap tersenyum.
            Dalam tahun-tahun tersebut, penggemar klub basket Lakers diajarkan untuk bersaing dengan sikap yang positif. Kita dapat melihat bahwa artinya mencintai perlombaan ini, tanpa membiarkan tim lain menentukan bagaimana kita harus bersikap. Ini merupakan pelajaran yang indah tentang keunggulan dan sikap sportif dalam kompetisi. Alasan inilah yang membuat banyak orang-orang muda terlibat dalam permainan dan kompetisi olahraga.
            Sayangnya, hanya sedikit contoh yang dapat kita lihat saat berbicara tentang kompetisi. Sepertinya kompetisi mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan hal yang terbaik atau yang terburuk dari kita. Kompetisi dapat memanggil kita pada kesempurnaan, kualitas kerajaan Allah yang hanya bisa didapat saat kita berserah pada pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita; atau, dapat mengeluarkan kualitas yang dengan jelas terinspirasi dari kerajaan lain yang bukan kerajaan-Nya.  Mungkin, kompetisi menunjukkan lebih sedikit tentang permainannya, dan lebih kepada pemain-pemainnya.

            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Hari itu adalah Jumat sore, dan kamu, beserta beberapa teman baikmu sedang berkumpul untuk bermain.  Ada yang menyarankan untuk main bola (bisa American football atau sepak bola), dan semuanya setuju. Sewaktu permainan berlangsung, kamu mendapatkan dirimu semakin terdorong dalam keinginan untuk menang. Bukan hanya untuk menang, tapi juga untuk mengalahkan dan menghancurkan tim lawan. Orang-orang yang sebelumnya adalah teman-teman baikmu, menjadi menjengkelkan karena mereka menjawab ejekan-ejekanmu, dan setiap kali kamu mencetak skor, mereka pun membalas. Apa yang mulanya adalah pertandingan persahabatan telah menjadi ajang pertarungan, dengan dua tim yang mulai membenci satu sama lain.
            Bagaimana sikapmu mempengaruhi persahabatanmu? Apakah harga kemenangan setara dengan resiko yang ditimbulkan? Adakah cara lain untuk bertanding?
            Masuk ke website www.guidemagazine.org/rtf untuk mengirim respon Anda. Terbukalah dan jujur, katakan apa yang Anda pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø  “Janganlah kamu tertipu dengan pikiran bahwa kemajuanmu dicapai dengan cara menghancurkan orang lain.” – Marcus Tullius Cicero, negarawan, orator, dan penulis Roma abad pertama sebelum Masehi.
Ø  “Berfokus pada kompetisi selalu menjadi rumus untuk orang yang biasa-biasa saja.” - Daniel Burrus
Ø   “Lupakan lawanmu, bermainlah dengan orang yang setara denganmu.” - Sam Snead, pemain golf Amerika abad ke-20.
Ø  “Puji Tuhan untuk kompetisi. Di saat pesaing kita mengacak dan mengalahkan rencana kita, mereka membuka kesempatan yang terbatas untuk kita bekerja dengan kemampuan kita sendiri.” - Gil Atkinson, pencipta alat penyemprot otomastis, pengusaha Amerika abad ke-19.
Ø  “Bahkan di jaman dimana orang-orang berlomba untuk mendapatkan uang dengan persaingan yang tajam dan cara-cara yang tidak bermoral, masih diakui secara luas bahwa integritas, ketekunan, kesederhanaan, kemurnian, dan penghematan adalah modal yang lebih baik bagi seorang muda untuk memulai hidup daripada uang semata.”  -Ellen G. White, penulis abad ke-19 yang terinspirasi dari Tuhan, pendiri gereja.
Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Kompetisi adalah fakta hidup. Lalu apa artinya ini bagi umat Kristiani? Ini artinya kamu harus membuat keputusan mengenai bagaimana, jika, atau kapan kamu harus bersaing. Ada hal-hal dalam hidup yang dapat menuntun kita, yang disebut “prioritas”. Setiap orang harus memutuskan apa prioritas penuntun mereka masing-masing.
Contohnya, jika prioritas utamamu adalah untuk menang, maka kompetisi menjadi tantangan untukmu menjadi lebih baik dari orang lain. Jika prioritas utamamu untuk menang, bagaimanapun caranya, ini bisa berarti menyakiti orang lain, berbuat curang, dan hal-hal lain yang keliru.
Tetapi, apakah kompetisi selalu akan menjadi negatif? Beberapa percaya bahwa kita bisa memutuskan untuk berkompetisi, dan dalam proses tersebut kita akan bertumbuh dalam karakter. Mereka mempercayai bahwa kompetisi bisa menjadi pengaruh baik yang luar biasa dalam kehidupan kita, dan bukan membawa pengaruh yang menghancurkan. Namun hal ini membutuhkan hasrat untuk membuat keputusan yang baik, dan keinginan yang kuat untuk tidak terperangkap dalam aspek emosional dari situasi kompetitif, yang amatlah susah untuk dicapai. Hal ini berarti kita membutuhkan kekuatan Roh Kudus untuk membantu kita mengalahkan dorongan sifat alami manusia untuk menang dengan cara apapun.
Hanya Tuhan lah yang bisa memberikan kita sudut pandang kerajaan-Nya, untuk membantu kita mengerti apakah permainan ini, ujian ini, hasil akhir ini, lebih penting daripada hubungan kita satu sama lain. Apakah menang lebih penting daripada menjadi pemantul wajah Tuhan bagi orang yang sedang kita hadapi sebagai lawan kita? Apakah menang lebih penting daripada memenangkan jiwa bagi Kristus dan kerajaan-Nya? Inilah “permainan” kita yang sebenarnya di atas dunia ini. Kabar terbaiknya adalah, selalu ada tempat bagi setiap orang!

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Amsal 19:11
Ø Yakobus 1:19-20
Ø Efesus 6:11-17
Ø I Korintus 9:19-22
Ø Yesaya 54:15-17
Ø I Korintus 10:23
Ø Kolose 3:17
Ø Pengkotbah 9:10



 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?

Kita haruslah menjadi murid-murid yang memegang teguh Alkitab dan prinsip-prinsip yang telah Kristus contohkan selama hidupNya di dunia ini. Semakin kita mempelajari tentang Kristus, semakin kita sadar bahwa kerajaan Allah bukanlah tentang status, posisi, kemenangan, atau bahkan siapa yang lebih dahulu. KerajaanNya adalah tentang kesediaan untuk melihat bahwa semua orang itu sama, apapun talentanya, dan membangun kerjasama dengan orang-orang yang ada dalam kehidupan kita.
Kristus meminta kita untuk melihat semua orang, bahkan mereka yang ada di sisi lapangan seberang, sebagai saudara-saudari kita. Berjuanglah dengan keras, keluarkan seluruh kemampuan terbaikmu, namun selalu simpan dalam hatimu sudut pandang Tuhan dan rencanaNya untukmu dan kerajaanNya.




            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Bagaimana cara terbaik untuk menanggapi kompetisi? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut pada tempat yang telah disediakan, dan lihat apakah kamu bisa mendapatkan jawabanmu sendiri.


1.             Menurutmu, seberapa kompetitif kah dirimu? Tandai dengan X pada garis, dimana kira-kira posisimu berada.
Sangat kompetitif ----------------------------------------------------------------------------------------- Tidak sama sekali


2.             Bagaimanakah perasaanmu saat kalah?
Sangat tidak senang -------------------------------------------------------------------------------------------Baik-baik saja


3.             Mnurutmu, bagaimana kekalahan dapat mempengaruhimu sebagai seorang individu?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


4.             Apakah Yesus masih mencintaimu saat kamu kalah?                     􀀀 Ya   􀀀 Tidak

5.             Apakah kamu akan memanggil dirimu pemenang yang baik?􀀀 Ya     􀀀 Tidak

6.             Apakah kamu akan memanggil dirimu orang kalah yang baik?􀀀 Ya   􀀀 Tidak

7.             Manakah yang lebih penting bagimu: bersenang-senang atau menang?
Bersenang-senang -----------------------------------------------------------------------------------------------------Menang


8.             Apakah kamu pernah diberitahukan untuk tidak menanggapi situasi kompetitif dengan terlalu serius? 􀀀 Ya 􀀀 Tidak. Ceritakan sedikit tentang situasi tersebut.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


9.             Bagaimana kira-kira kamu bisa menangani situasi tersebut dengan lebih baik?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


10.        Menurutmu, bagaimana reaksimu jika kamu bersaing melawan Kristus?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________