Pelajaran
Siswa
Kompetisi
dan Umat Kristiani, Bagian 1
Hal Terburuk dalam
Kemampuan Terbaik Kita
23 Juni 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab di
halaman lain?)
Pada pertengahan sampai akhir tahun
1980-an, ada persaingan yang besar dalam dunia bola basket Amerika, yaitu antara Boston
Celtics dan Los Angeles Lakers. Salah satu pemain yang dianggap pemain terbaik
Lakers dipanggil “Magic” oleh semua orang. Magic Johnson bermain sangat baik dengan
kemampuannya dalam basket, dia jarang sekali berdebat dengan wasit, dan selalu
mempunyai senyuman di wajahnya. Meskipun begitu, tidak ada yang menginginkan
kemenangan lebih daripada Magic. Dia bermain sangat sengit, menunjukkan
kemampuan terbaik dalam setiap permainan, dan mengangkat tingkat permainan
anggota-anggota lain dalam lapangan. Pada saat ini kami tidak tahu apa
kecerobohannya di luar lapangan, yang mengarah pada akhir karirnya. Namun tiap
kali saya menonton Magic Johnson bermain basket, saya ingin menirunya. Saya
ingin berjuang keras, saya ingin
membantu teman-teman di tim
saya untuk menang, dan saya ingin untuk tetap tersenyum.
Dalam tahun-tahun tersebut,
penggemar klub basket Lakers diajarkan untuk bersaing dengan sikap yang
positif. Kita dapat melihat bahwa artinya
mencintai perlombaan ini, tanpa membiarkan tim lain menentukan bagaimana kita
harus bersikap. Ini merupakan pelajaran yang indah tentang keunggulan dan sikap
sportif dalam kompetisi. Alasan inilah yang membuat banyak orang-orang muda
terlibat dalam permainan dan kompetisi olahraga.
Sayangnya, hanya sedikit contoh yang
dapat kita lihat saat berbicara tentang kompetisi. Sepertinya kompetisi
mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan hal yang terbaik atau yang terburuk dari
kita. Kompetisi dapat memanggil kita pada kesempurnaan, kualitas kerajaan Allah
yang hanya bisa didapat saat kita berserah pada pekerjaan Roh Kudus dalam diri
kita; atau, dapat mengeluarkan kualitas yang dengan jelas terinspirasi dari
kerajaan lain yang bukan kerajaan-Nya.
Mungkin, kompetisi menunjukkan lebih sedikit tentang permainannya, dan
lebih kepada pemain-pemainnya.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Hari
itu adalah Jumat sore, dan kamu, beserta beberapa teman baikmu sedang berkumpul
untuk bermain. Ada yang menyarankan
untuk main bola (bisa American football
atau sepak bola), dan semuanya setuju. Sewaktu permainan berlangsung, kamu
mendapatkan dirimu semakin terdorong dalam keinginan untuk menang. Bukan hanya
untuk menang, tapi juga untuk mengalahkan dan menghancurkan tim lawan.
Orang-orang yang sebelumnya adalah teman-teman baikmu, menjadi menjengkelkan
karena mereka menjawab ejekan-ejekanmu, dan setiap kali kamu mencetak skor,
mereka pun membalas. Apa yang mulanya adalah pertandingan persahabatan telah
menjadi ajang pertarungan, dengan dua tim yang mulai membenci satu sama lain.
Bagaimana sikapmu mempengaruhi
persahabatanmu? Apakah harga kemenangan setara dengan resiko yang ditimbulkan?
Adakah cara lain untuk bertanding?
Masuk ke website www.guidemagazine.org/rtf untuk
mengirim respon Anda. Terbukalah dan jujur, katakan apa yang Anda pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu.
Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Janganlah
kamu tertipu dengan pikiran bahwa kemajuanmu dicapai dengan cara menghancurkan
orang lain.” – Marcus Tullius Cicero,
negarawan, orator, dan penulis Roma abad pertama sebelum Masehi.
Ø “Berfokus
pada kompetisi selalu menjadi rumus untuk orang yang biasa-biasa saja.” - Daniel
Burrus
Ø “Lupakan lawanmu, bermainlah dengan orang yang
setara denganmu.” - Sam Snead, pemain golf Amerika
abad ke-20.
Ø “Puji
Tuhan untuk kompetisi. Di saat pesaing kita mengacak dan mengalahkan rencana
kita, mereka membuka kesempatan yang terbatas untuk kita bekerja dengan
kemampuan kita sendiri.” - Gil Atkinson,
pencipta alat penyemprot otomastis, pengusaha Amerika abad ke-19.
Ø “Bahkan
di jaman dimana orang-orang berlomba untuk mendapatkan uang dengan persaingan
yang tajam dan cara-cara yang tidak bermoral, masih diakui secara luas bahwa
integritas, ketekunan, kesederhanaan, kemurnian, dan penghematan adalah modal yang
lebih baik bagi seorang muda untuk memulai hidup daripada uang semata.” -Ellen G.
White, penulis abad ke-19 yang terinspirasi dari Tuhan, pendiri gereja.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Kompetisi adalah fakta hidup. Lalu
apa artinya ini bagi umat Kristiani? Ini artinya kamu harus membuat keputusan
mengenai bagaimana, jika, atau kapan kamu harus bersaing. Ada hal-hal dalam
hidup yang dapat menuntun kita, yang disebut “prioritas”. Setiap orang harus
memutuskan apa prioritas penuntun mereka masing-masing.
Contohnya, jika prioritas utamamu
adalah untuk menang, maka kompetisi menjadi tantangan untukmu menjadi lebih
baik dari orang lain. Jika prioritas utamamu untuk menang, bagaimanapun
caranya, ini bisa berarti menyakiti orang lain, berbuat curang, dan hal-hal
lain yang keliru.
Tetapi, apakah kompetisi selalu akan
menjadi negatif? Beberapa percaya bahwa kita bisa memutuskan untuk
berkompetisi, dan dalam proses tersebut kita akan bertumbuh dalam karakter.
Mereka mempercayai bahwa kompetisi bisa menjadi pengaruh baik yang luar biasa
dalam kehidupan kita, dan bukan membawa pengaruh yang menghancurkan. Namun hal
ini membutuhkan hasrat untuk membuat keputusan yang baik, dan keinginan yang
kuat untuk tidak terperangkap dalam aspek emosional dari situasi kompetitif,
yang amatlah susah untuk dicapai. Hal ini berarti kita membutuhkan kekuatan Roh
Kudus untuk membantu kita mengalahkan dorongan sifat alami manusia untuk menang
dengan cara apapun.
Hanya Tuhan lah yang bisa memberikan
kita sudut pandang kerajaan-Nya, untuk membantu kita mengerti apakah permainan
ini, ujian ini, hasil akhir ini, lebih penting daripada hubungan kita satu sama
lain. Apakah menang lebih penting daripada menjadi pemantul wajah Tuhan bagi
orang yang sedang kita hadapi sebagai lawan kita? Apakah menang lebih penting
daripada memenangkan jiwa bagi Kristus dan kerajaan-Nya? Inilah “permainan”
kita yang sebenarnya di atas dunia ini. Kabar terbaiknya adalah, selalu ada
tempat bagi setiap orang!
Rabu
Tuhan
berkata…
Ø Amsal 19:11
Ø Yakobus 1:19-20
Ø Efesus 6:11-17
Ø I Korintus 9:19-22
Ø Yesaya 54:15-17
Ø I Korintus 10:23
Ø Kolose 3:17
Ø Pengkotbah 9:10
Kamis
Apa
Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Kita
haruslah menjadi murid-murid yang memegang teguh Alkitab dan prinsip-prinsip yang
telah Kristus contohkan selama hidupNya di dunia ini. Semakin kita mempelajari
tentang Kristus, semakin kita sadar bahwa kerajaan Allah bukanlah tentang
status, posisi, kemenangan, atau bahkan siapa yang lebih dahulu. KerajaanNya
adalah tentang kesediaan untuk melihat bahwa semua orang itu sama, apapun
talentanya, dan membangun kerjasama dengan orang-orang yang ada dalam kehidupan
kita.
Kristus
meminta kita untuk melihat semua orang, bahkan mereka yang ada di sisi lapangan
seberang, sebagai saudara-saudari kita. Berjuanglah dengan keras, keluarkan
seluruh kemampuan terbaikmu, namun selalu simpan dalam hatimu sudut pandang
Tuhan dan rencanaNya untukmu dan kerajaanNya.
Jumat
Bagaimana Cara Kerjanya?
Bagaimana cara terbaik untuk
menanggapi kompetisi? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut pada tempat yang
telah disediakan, dan lihat apakah kamu bisa mendapatkan jawabanmu sendiri.
1.
Menurutmu, seberapa
kompetitif kah dirimu? Tandai dengan X pada garis, dimana kira-kira posisimu
berada.
Sangat
kompetitif
-----------------------------------------------------------------------------------------
Tidak sama sekali
2.
Bagaimanakah
perasaanmu saat kalah?
Sangat
tidak senang
-------------------------------------------------------------------------------------------Baik-baik
saja
3.
Mnurutmu, bagaimana
kekalahan dapat mempengaruhimu sebagai seorang individu?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
4.
Apakah Yesus masih
mencintaimu saat kamu kalah?
Ya
Tidak
5.
Apakah kamu akan
memanggil dirimu pemenang yang baik? Ya Tidak
6.
Apakah kamu akan
memanggil dirimu orang kalah yang baik?
Ya
Tidak
7.
Manakah yang lebih
penting bagimu: bersenang-senang atau menang?
Bersenang-senang
-----------------------------------------------------------------------------------------------------Menang
8.
Apakah kamu pernah
diberitahukan untuk tidak menanggapi situasi kompetitif dengan terlalu serius?
Ya
Tidak. Ceritakan sedikit tentang situasi tersebut.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
9.
Bagaimana kira-kira
kamu bisa menangani situasi tersebut dengan lebih baik?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
10.
Menurutmu,
bagaimana reaksimu jika kamu bersaing melawan Kristus?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar