Senin, 04 Juni 2012

Real Time Faith-10-II-2012-Guru


Pelajaran 10
Dibuat Tanpa Lilin (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 2)
Pria dengan Kostum Gorila
9 Juni 2012

1. Persiapan
A. Sumber

Kisah Para Rasul 24:16
2 Korintus 1:12
2 Korintus 2:17
2 Korintus 8:8,9
Efesus 4:14-16
Filipi 1:15-18
1 Tesalonika 3:12,13
1 Petrus 1:22
Filipi 2:19-23

Filipi 1:9-11
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Dibuat Tanpa Lilin”
            Dibuat tanpa lilin adalah deskripsi seseorang yang tulus, apa adanya dan sungguh-sungguh. Di zaman Perjanjian Baru, orang-orang yang tidak jujur akan membetulkan tembikar dan patung yang rusak dengan lilin, kemudian mengapurinya atau mengecatnya agar terlihat seperti yang asli dan bagus. Ketika tembikar dan patung tersebut ditaruh di bawah matahari Timur Tengah, maka benda tersebut segera pecah. Benda yang asli sibuat tanpa lilin. Pada pelajaran ini, kita akan berfokus untuk menjadi tulus atau sungguh-sungguh kepada satu sama lain. Menjadi diri kita sendiri di hadapan Tuhan mungkin lebih mudah daripada menjadi diri sendiri di hadapan orang lain, karena Tuhan sudah tahu segala sesuatu. Ketika membicarakan hubungan kita dengan orang lain di gereja, keluarga, atau sekolah, bersungguh-sungguh menjadi salah satu tugas yang lebih sulit bagi warga Kerajaan Surga. Pelajaran ini akan berfokus pada cerita dan perikop Alkitab yang membahas bagaimana manusia berinteraksi dengan satu sama lain dengan tulus dan kasih.

C. Apa Tujuan “Dibuat Tanpa Lilin”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Menemukan hubungan antara menjadi jujur kepada satu sama lain dan jujur kepada Tuhan.
  2. Memperdalam kepercayaan diri dalam suka cita dan kasih yang bertumbuh dari komunitas yang mempraktekkan kejujuran.
  3. Mengeksplorasi bagaimana hubungan pribadi dapat menjadi lebih asli.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) 2 pengocok garam yang terbuat dari gelas yang serupa, satu diisi dengan garam, satu lagi diisi dengan gula; (Aktivitas B) kartu-kartu indeks, bolpoin atau pensil.
Hubungkan – Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi – Alkitab.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Meminta mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
            Jika kamu memilih untuk melakukan aktivitas yang sama seprti yang disarankan pada triwulan pertama, Kelas Sekolah Sabat akan lebih efektif jika kamu memilih Permulaan (Aktivitas B).

A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari latihan ini adalah untuk memperlihatkan betapa sulitnya untuk saling mengetahui orang lain jika melihat luarnya saja. Sebagaimana pakaian yang dengan mudahya kita pakai, kita mungkin tidak tahu satu sama lain sebagaimana kita seharusnya. Untuk melakukan hal ini, kita akan meminta siswa melihat jika mereka dapat mengatakan perbedaan antara garam dan gula dalam pengocok garam. Kamu membutuhkan dua pengocok garam yang terbuat dari kaca bening. Satu diisi dengan garam dan satu diisi dengan gula pasir halus.

Siap-siap – Katakan kepada seluruh siswa sementara memegang pengocok garam: Ini adalah pengocok garam! Tapi salah satunya diisi dengan gula. Tujuannya adalah agar dapat memperhatikan pengocok garam dan melihat jika kamu dapat mengatakan yang mana yang garam. Apakah kamu siap? Saya akan lewat di depanmu, memperlihatkan pengocok garam, dan kamu akan memilih tanpa berlama-lama. Kemudian kamu akan membuka tangan, dan saya akan menaruh isinya ke tanganmu. Jangan mencoba merasakannya, membauinya, atau bahkan mengatakannya sampai saya memberi aba-aba.

Pergi – Kelilingi ruangan dan biarkan mereka memilih. Untuk setiap orang, ubah letak pengocok garam di belakangmu karena beberapa akan dapat mengatakan apabila mereka telah memilih dengan tepat ketika isinya ditaruh pada tangan mereka. Ketika setiap orang telah memilih, biarkan mereka merasakan pilihan mereka. Tanyakan mereka yang memilih dengan tepat untuk berdiri. (Biasanya sekitar 50%).

Tanya Jawab – Tanyakan: Bagaimana kamu membuat pilihan? Kualitas apa yang kamu lihat? Apakah kamu merasa percaya diri atau bimbang? Apa reaksimu ketika kamu menjawabnya dengan benar atau salah? Pelajaran apa yang bisa kamu ambil mengenai bagaimana berhubungan dengan orang lain?

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mempersiapkan siswa memainkan permainan “Berbicara Jujur”. Berikan setiap siswa kartu indeks dan pena atau pensil.

Siap-siap – Setiap siswa akan menulis pada kertas indeks 5 hal mengenai diri mereka sendiri yang sesungguhnya tapi yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya, bahkan teman dekat mereka sendiri. Kemudian mereka akan menulis pernyataan yang tidak benar, tapi berpura-puralah sedemikian rupa agar yang lain ragu.
            Kamu juga membuat daftar pernyataan dan membacakannya untuk menunjukkan apa yang kamu minta mereka lakukan. Biarkan mereka memilih pernyataan mengenai dirimu yang tidak benar. Kemudian minta mereka melakukan daftar pernyataan.

Pergi – Setelah mereka membuat daftar pernyataan, mereka dapat memberikannya padamu atau membacakannya dari tempat duduk mereka, dan siswa yang lain dapat memutuskan pernyataan mana yang mereka percaya tidak benar.

Tanya Jawab – Tanyakan: Pikirkan sekelompok teman dekatmu, seberapa besar mereka benar-benar mengenalmu? Dari skala 1 sampai 5, (1 untuk tidak sebesar yang mereka pikirkan dan 5 untuk mungkin lebih dari yang kamu pikirkan) putuskan seberapa baik teman-temanmu mengenal dirimu. Siapa yang paling mengetahui dirimu? Namun, apakah ada hal-hal yang tidak mereka ketahui yang membuat mereka terkejut? Meskipun jika kita tidak mengetahui segala sesuatu atau bahkan banyak hal tentang seseorang, dapatkah kita tetap mengenal mereka? Bagaimana dan dengan cara apa?

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Cerita ini mengenai seorang pemuda yang diundang untuk berkhotbah di sebuah gereja di Nashville, Tennessee. Berdasarkan bisikan hati, dia menggunakan ayat, “jangan mencuri”.
            Keesokan paginya, dia naik bus kota dan memberikan supirnya satu dolar. Supir bus memberikan kembaliannya, dan dia berjalan ke bagian belakang bus untuk berdiri karena sudah tidak ada kursi kosong lagi.
            Ketika dia sudah menstabilkan posisi berdirinya, dia menghitung uang kembaliannya. Ada kelebihan koin. Pikiran yang pertama terlintas adalah perusahaan bus tidak akan pernah kehilangan koin.
            Kemudian bus berhenti lagi, dan gang sempit antara dia dan supir dipenuhi satu barisan panjang penumpang. Kemudian terlintas; dia tidak dapat menyimpan uang yang bukan miliknya.
            Setelah beberapa kata “permisi” dan melewati wajah-wajah cemberut, dia sampai ke depan dan berkata ke supir, “Uang kembalian yang kamu berikan kelebihan.”
            Jawab supir bus, “Ya, kelebihan satu koin. Saya memberikannya dengan sengaja. Kamu tahu, saya mendengarkan khotbah kamu kemarin, dan saya memperhatikan lewat kaca ketika kamu menghitung uang kembalian. Jika kamu meyimpan uang kembalian tersebut, saya tidak akan pernah bisa percaya akan khotbah lagi. – Saat Teduh dengan Tuhan untuk Remaja (Quiet Moments With God for Teens: Tulsa, Oklahoma: Honor Books, 2003) paragraf 288, 289.

4. Hubungan
A. Hubungan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Kata “tulus” (atau apa adanya) berarti “teruji di bawah matahari” dan berasal dari tindakan yang memastikan bahwa tembikar atau patung yang “dibuat tanpa lilin”. Pada zaman Perjanjian Baru, orang-orang yang tidak jujur akan menjual artefak yang hanya penampilannya terlihat asli di pasar, tapi kenyataannya ditambal dengan lilin dan cat. Jika ada satu kualitas yang menandakan para warga Kerajaan Allah, maka itu adalah keinginan untuk menjadi yang asli atau dibuat tanpa lilin. Bagian “teruji di bawah matahari” muncul ketika artefak dipanaskan. Terlihat jelas apabila artefak tersebut asli atau tidak. Sebagai anggota yang membawa kartu kerajaan Allah, apa yang kamu lakukan dan perbuat berbicara sangat keras lebih dari apapun yang kamu katakan. Bahkan ketika Yesus menegur orang-orang Farisi, Dia berkata, “Lakukan seperti yang mereka katakan, tapi bukan seperti yang mereka lakukan, karena mereka tidak melakukan apa yang mereka katakan.” Sebuah slogan yang baik mungkin adalah “berjanji sedikit, lakukan lebih.”

Katakan: Pikirkan beberapa skenario di Alkitab yang menunjukkan bagaimana peristiwa yang panas menunjukkan keaslian karakter seseorang. (Contohnya: Daud dan Nathan, Yesus dan Petrus, teman-teman Daniel dan dapur perapian, Yusuf dan istri Potifar, Yesus dan Pilatus, Yesus dan pencobaan di padang gurun, dll). Berikan siswa kesempatan untuk menyebutkan tokoh-tokoh tersebut. Kemudian Tanyakan: Siapakah mereka? Apa yang terjadi? Apa hasilnya? Bagaimana mereka diingat?

Tanyakan: Kapan kamu memiliki pengalaman yang merupakan “pengalaman teruji di bawah matahari”? (Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk membentuk kelompok-kelompok kecil dengan partisipasi orang dewasa.)

B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.
Tanya Jawab – Katakan: Sebagaimana yang ditunjukkan oleh ilustrasi berikut, kita cenderung untuk berpura-pura pada saat-saat tertentu. Bagaimana orang lain melihat ketulusan kita berdampak terhadap bagaimana mereka berhubungan dengan kita dan kepada Bapa kita yang di surga. Orang-orang yang apa adanya memiliki kuasa untuk mempengaruhi orang lain. Pertimbangkan mengapa Paulus mengirim Timotius untuk melayani gereja di Filipi. Minta seorang sukarelawan untuk membuka dan membaca Filipi 2:19-24. (Timotius telah membuktikan dia mencintai mereka dengan apa adanya, kasih yang tulus. Dalam segala masalah yang dihadapi oleh gereja, satu solusi pada daftar teratas: seorang muda bernama Timotius.)
            Tulis daftar berikut pada papan tulis atau flipchart. Katakan: Urutkan pernyataan berikut ini berdasarkan kekuatan yang pernyataan ini berikan untuk mempengaruhi orang lain bagi Kristus dengan  skala 1 sebagai yang paling kuat dan 6 yang paling kecil. Biarkan siswa mendiskusikan jawabannya dan mendapatkan kesepakatan bersama.
____    Penerimaan dan kebaikan yang tak bersyarat kepada tamu yang datang ke gereja.
____    Para guru dan pendeta yang dapat menyampaikan pesan yang relevan dan   menyenangkan.
____    Gereja-gereja yang sibuk melayani orang-orang terluka di masyarakat.
____    Mendengarkan para remaja memberi kesaksian mengenai komitmen mereka kepada    Kristus gantinya penghinaan-penghinaan yang berasal dari dunia.
____    Melihat seseorang menahan penyakit kronis yang berakhir pada kematian dan    berpegang teguh terhadap imannya.
____    Para umat percaya kepada gereja yang rendah hati dan siap menolong siapapun.

Tanyakan: Pernyataan yang mana yang kamu lihat dapat membuat perbedaan yang sebenarnya di dalam gerejamu? Peran apa yang dapat kamu lakukan untuk membuat hal tersebut terjadi?


C. Hubungan dengan Kehidupan
Tampilkan skenario berikut:
            Bayangkan jika seseorang dari antara kamu memperhatikan seorang teman yang menjadi semakin depresi. Suatu hari kamu mendengar mereka mengatakan hal-hal seperti, “Apakah masalah jika saya menghilang? Tidak akan ada yang merindukan saya.” Atau “Tidak ada yang cukup berharga untuk tetap mempertahankan hidup.” Kamu melihat mereka mulai memisahkan diri dan membuat jarak dengaanmu. Semua tanda depresi yang menuju keinginan untuk bunuh diri sudah terlihat, tetapi kamu takut kehilangan hubungan dengan mereka bila beradu pendapat dengan mereka atau orang lain yang merupakan salah satu dari mereka.
Tanyakan: Bagaimana kamu akan bereaksi terhadap tingkah laku seperti di atas? Apa beberapa contoh dari Alkitab yang dapat membantumu merespon situasi seperti ini?
Katakan: Sebelum kamu melangkah lebih jauh, perhatikan bagian cerita dan Tuhan berkata… pada pelajaran siswa dan lihat jika kamu dapa menemukan beberapa prinsip yang dapat membantu kamu menyelesaikan masalah di atas. (Galatia 2:11-14; Lukas 22:31-34; 2 Samuel 12:1-7)
Tanyakan: Pada adegan di atas, tindakan apa yang dapat dilakukan untuk menolong orang yang bergumul? Apakah salah untuk membantu orang lain dengan memaparkan kesalahan mereka? Kapan dan dengan cara bagaimana kita harus melakukannya?
Katakan: Pertimbangkan pernyataan yang dibuat dari ayat-ayat Alkitab yang diberikan dan beberapa kutipan-kutipan dari Apa Yang Mereka Ingin Katakan?, dan berusaha untuk membuat beberapa peraturan untuk menjadi yang sebenarnya dalam hubunganmu dengan orang lain.

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Katakan: Melihat gereja pada zaman Perjanjian Baru, kita mendapatkan sebuah kelompok yang sebenarnya dari umat percaya yangteruji di bawah matahari, dibuat tanpa lilin”. Dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, perhatikan secara seksama ayat-ayat yang diberikan dan diskusikan apa yang kamu lihat sebagai fakta penting yang membuat mereka sebuah kelompok dari umat percaya yang sebenarnya: Kisah 2:42-47; Kisah 4:32-35. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantumu:
Tanyakan: Apa yang kamu lihat mereka sedang lakukan? (berdoa, berbagi, jalan-jalan – ingat saat itu masih waktu perayaan) Apa yang mereka tidak lakukan? (mereka tidak mengucilkan dirinya – maksudnya, pergi ke gereja lalu pulang ke rumah.) Jika kamu hendak mengidentifikasi sebuah kualitas yang membuat mereka erat seperti lem, apakah kualitas tersebut? (kasih, pelayanan, berbagi pengalaman) Akan seperti apa kualitas tersebut pada hari ini? Adakah sedikit kemungkinan untuk melihat orang-orang menyerahkan hartanya demi Kristus? (Akan terlihat aneh, tapi seharusnya mungkin saja.) Mengapa iya atau mengapa tidak? Menurut pendapatmu apa yang perlu terjadi kepada kita sebagai individu-individu agar sebuah kebangkitan dapat terjadi di dalam kehidupan kita sekarang? (Ada 100% yang pasti mengenai suatu hal. Kita dibagi-bagi dalam banyak hal.)

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Dalam hal apakah lebih mudah untuk menjadi diri sendiri ketika bersama temanmu dibandingkan dengan orang dewasa?
2.         Bagaimana atau dalam skenario apa menjadi sulit untuk menjadi diri sendiri?
3.         Seberapa besar apa yang kita lakukan untuk Tuhan adalah berdasarkan apa yang orang lain mungkin pikirkan terhadap kita?
4.         Siapa di dalam kehidupanmu yang nampaknya benar-benar seperti apa yang terlihat?
5.         Bagaimana pemahaman dan pengalaman akan kasih karunia Allah membuat lebih mudah bagi kita untuk menjadi yang sebenarnya terhadap orang lain?
6.
         Apakah beberapa resiko yang tercakup ketika menjadi seorang warga negara sebenarnya dari kerajaan Tuhan?
7.         Bagaimana menjadi tulus dan jujur terhadap orang lain membantu hubunganmu dengan Tuhan?
8.         Apakah menjadi diri sendiri dapat dinegosiasi? Dapatkah kamu mengenakan topeng atau berpura-pura dan masih hidup sebagai seorang warga negara dalam kerajaan Tuhan? Pada tahap apakah kita semua sedang dalam perjalanan? (tidak sempurna atau bahkan tidak dekat, tapi tetap melangkah ke depan)

6. Penutupan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Titik ujung dari kehidupan Kristen adalah tempat di mana kita memutuskan apakah kita akan memainkan permainan atau teruji di bawah matahari. Ketika kita bergantung dalam kasih karunia Tuhan, kita tidak takut terhadap apapun untuk diperlihatkan. Kebohongan kecil yang menjebak yang mengambil keberanian untuk menjadi yang sebenarnya di hadapan Tuhan dan orang lain berasal dari seekor ular yang adalah Setan. Tantangan keaslian akan menjadi peperangan yang terus menerus sampai kepada akhirnya. Ketika kita menjadi palsu di hadapan Tuhan dan orang lain, kita menyangkal kebutuhan terhadap Tuhan dan orang lain pada saat itu. Kita diciptakan untuk mengetahui satu sama lain dan diketahui oleh orang lain.
            Jadilah benar. Berhubunganlah. Teruslah mencari cara untuk memperdalam pengaruhmu terhadap orang lain dengan iman yang nyata yang kamu hidupkan dari hari ke hari.
Pelajaran Siswa
Dibuat Tanpa Lilin (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 2)
Pria dengan Kostum Gorila
9 Juni 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________

Oval: awal 

                 Pria dengan Kostum Gorila

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Seorang pria sedang mencari pekerjaan, dan dia memperhatikan bahwa ada lowongan di kebun binatang setempat. Dia bertanya tentang pekerjaan tersebut dan mendapati bahwa kebun binatang itu membuka posisi yang tidak biasa. Ternyata gorila di kebun binatang telah mati, dan hingga mereka mendapatkan seekor gorila yang baru mereka membutuhkan seseorang untuk memakai kostum gorila dan berpura-pura seperti seekor gorila untuk beberapa hari. Dia hanya akan duduk, makan dan tidur. Dan tentunya identitasnya akan dirahasiakan. Terima kasih untuk kostum gorila yang sangat bagus, tidak seorangpun yang akan mengetahuinya.
            Kebun binatang menawarkan bayaran yang bagus untuk pekerjaan ini, jadi pria ini memutuskan untuk mengambilnya. Dia mencoba kostumnya, dan pastinya, dia terlihat persis seperti gorila. Staf kebun binatang menuntunnya ke kandang; dia mengambil posisi di belakang di belakang kandang dan berpura-pura tidur. Tapi setelah beberapa waktu dia lelah dengan posisi duduk, jadi dia berjalan-jalan sebentar, melompat naik dan turun, dan berusaha membuat suara-suara seperti gorila. Orang-orang yang menontonnya terlihat sangat menyukainya. Kalau dia bergerak atau melompat-lompat, mereka akan tepuk tangan dan bersorak dan melemparkan kacang untuknya. Dan pria tersebut menyukai kacang. Jadi dia melompat-lompat lagi dan memanjat pohon. Hal itu sepretinya membuat penonton sangat senang. Mereka melemparkan kacang yang lebih banyak. Bermain bagi kerumunan, dia memegang sebuah dahan dan berayun dari satu sisi kandang ke sisi kandang yang lain. Orang-orang menyukainya dan melemparkan kacang yang lebih banyak lagi. Wow, ini keren, pikirnya. Dia berayun lebih tinggi, dan kerumunan menjadi lebih padat. Dia terus berayun pada dahan, semakin tinggi dan tinggi lagi-dan tiba-tiba, dahannya patah! Dia terlempar ke luar kandang, mendarat di kandang singa, kandang sebelah.
            Dia panik. Ada seekor singa besar dengan jarak tidak lebih dari 20 kaki, dan terlihat sangat lapar. Jadi pria dengan kostum gorila mulai melompat-lompat, berteriak-teriak, ”Tolong, tolong! ”Keluarkan aku dari sini! Saya sebenarnya bukan seekor gorila! Saya seorang pria dengan kostum gorila! Tolooooooong!”
            Singa dengan cepat melompat ke atas tubuh gorila, menahannya, dan berkata, “Bisakah kamu diam? Kamu akan membuat kita berdua dipecat!” - Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan izin oleh The Zondervan Corporation.


Oval: 1
 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Salah satu alasan terkenal mengapa orang-orang menjauhi gereja adalah kemunafikan yang mereka lihat. Di bandara, seorang pemuda mendapati seorang pelancong yang adalah seorang Kristen; dia menyatakan: “Saya tidak mau berhubungan dengan orang-orang Kristen; mereka semua kumpulan orang munafik. Saya lebih baik tanpa mereka.” Menurut pendapatmu, apa respons atau jawaban yang tepat diberikan untuk pemikiran seperti itu? (Mungkin merespons atau berargumen bukanlah yang terbaik.) Bagaimana menurutmu?
  • Bagaimana kamu akan merespons?
  • Apakah kamu merasa tersinggung ketika seseorang mengatakan hal seperti itu?
  • Sebarapa jauh kerusakan yang akan kamu buat terhadap reputasi orang Kristen untuk mengakui, “Kamu benar, saya seorang munafik. Bukankah kita semua begitu?”
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.


Oval: 2Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Pandang diriku dengan jarang dan pandang Yesus dengan lebih sering. Kasih karunia telah menyelamatkan saya dan kasih karuniaNya akan mencukupkan.” – Superstones, musisi A.S, saat ini.
Ø “Teladan yang baik adalah khotbah terbaik.” – Benyamin Franklin, juru bicara A.S. dan filsuf pada abad 18.
Ø “Karakter adalah dirimu ketika berada dalam kegelapan.” – D.L. Moody, evangelis A.S. pada abad 19.
Ø “Diberkatilah mereka yang memiliki karunia menjalin persahabatan, karena itu adalah salah satu karunia terbaik dari Tuhan. Karunia ini mencakup banyak hal, tapi yang utama, kesanggupan menjangkau orang lain, dan menghargai apapun yang baik dan mengasihi orang lain.” Thomas Hughes, ahli hukum, pembaharu, dan penulis Inggris pada abad 19.
Ø “Khotbahkan Injil setiap waktu… Jika perlu, gunakan kata-kata.” -  Francis of Assisi (nama untuk sekelompok biarawan), biarawan Italia pada abad 13, pendiri kelompok Francis of Assisi.
Ø “Tuhan percaya saya; karena itu kondisi saya tidak pernah putus harapan. Tuhan berjalan dengan saya; karena itu saya tidak pernah sendiri. Tuhan ada di samping saya karena itu saya tidak pernah kalah.” – A. Philip Parham, imam dan konselor A.S. saat ini.
Ø “Ada Kekristenan palsu di dunia ini sebagaimana ada juga Kekristenan asli. Roh yang benar dari seseorang terlihat dari caranya berhubungan dengan sesamanya.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Oval: 3Selasa
APA?
Mengapa sangat sulit untuk mengasihi satu sama lain dengan tulus di gereja? Mengapa sangat sulit untuk menjadi yang sebenarnya kepada satu sama lain? Dengan temanmu-kamu yang memilih mereka. Di gereja, kita tidak perlu memilih siapa yang seharusnya kita kasihi. Kita semua datang dari perjalanan hidup dengan berbagai masalah dan isu, dan kita diharapkan  seperti satu tubuh, satu unit tubuh? Bagaimana mungkin? 1 Tesalonika 3:12,13 berkata, “Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.”
Allah adalah sumber kasih yang demikian. Kasih tersebut tidak terjadi dengan sekejap, tapi bisa terlaksana. Manusia dari berbagai kelompok etnis dan jabatan politik datang bersama-sama untuk bekerja sebagai perwakilan Allah. Bahkan di dunia di luar gereja ada pergerakan untuk membangun komunitas yang memahami seorang terhadap yang lain. Ini adalah bagian dari manusia. Bagian dari apa yang dimaksud dengan diciptakan menurut rupa Allah.
Mungkin itu bukan alasan yang cukup untuk mengesampingkan topengmu. Bagaimana dengan yang satu ini? Di luar sana sepi. Kamu dan saya sama-sama tahu bagaimana kesepian yang mencekam dapat kita rasakan. Kita semua perlu dikenal, bukan dengan topeng kita tapi dengan wajah yang tidak berselubung.



Oval: 4Rabu
Tuhan berkata…

Ø FIlipi 1:15-18
Ø 1 Petrus 1:22
Ø Galatia 2:11-14
Ø Lukas 22:31-34
Ø Kisah Para Rasul 2:42-47
Ø Kisah Para Rasul 4:32-35


Oval: 5
 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Segala sesuatu mengenai dirimu diketahui Allah: jumlah rambut di kepalamu, apa yang kamu akan katakan hari ini, apa yang akan kamu rasakan besok, apa yang membuatmu sangat marah, dan apa yang membuatmu bersukacita. Cobalah untuk selalu dikuatkan oleh kerinduanmu menjadi “dibuat tanpa lilin” karena Tuhan mulai dengan keinginanmu dan pilihanmu dan membimbingmu melaluinya. Ingatlah janji ini, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

           
Oval: 6            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?
            Pikirkan mengenai orang-orang di mana kamu menghadapi kesulitan untuk menjadi dirimu sendiri berada di antara mereka. Siapa orang-orang di sekitarmu yang menurutmu kamu harus memakai topeng atau berpura-pura? Pertama, berdoalah untuk mereka sepanjang minggu dan lihat jika sikapmu sedikit berubah ketika kamu berpikir tentang mereka. Kedua, Tuliskan beberapa cara untuk mempraktekkan keaslian di depan mereka dan lihat bagaimana hal ini berlangsung. Pastikan untuk menulis beberapa ide ketika kamu berdoa dan mempraktekkan kehidupan yang asli.
                
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar