Pelajaran
10
Dibuat
Tanpa Lilin (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 2)
Pria
dengan Kostum Gorila
9
Juni 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Kisah
Para Rasul 24:16
2
Korintus 1:12
2
Korintus 2:17
2
Korintus 8:8,9
Efesus
4:14-16
Filipi
1:15-18
1
Tesalonika 3:12,13
1
Petrus 1:22
Filipi
2:19-23
Filipi
1:9-11
(Lihat ayat-ayat
tambahan di materi siswa.)
B.
Perihal “Dibuat Tanpa Lilin”
Dibuat tanpa lilin adalah
deskripsi seseorang yang tulus, apa adanya dan sungguh-sungguh. Di zaman
Perjanjian Baru, orang-orang yang tidak jujur akan membetulkan tembikar dan
patung yang rusak dengan lilin, kemudian mengapurinya atau mengecatnya agar
terlihat seperti yang asli dan bagus. Ketika tembikar dan patung tersebut
ditaruh di bawah matahari Timur Tengah, maka benda tersebut segera pecah. Benda
yang asli sibuat tanpa lilin. Pada pelajaran ini, kita akan berfokus untuk
menjadi tulus atau sungguh-sungguh kepada satu sama lain. Menjadi diri kita sendiri
di hadapan Tuhan mungkin lebih mudah daripada menjadi diri sendiri di hadapan
orang lain, karena Tuhan sudah tahu segala sesuatu. Ketika membicarakan
hubungan kita dengan orang lain di gereja, keluarga, atau sekolah, bersungguh-sungguh
menjadi salah satu tugas yang lebih sulit bagi warga Kerajaan Surga. Pelajaran
ini akan berfokus pada cerita dan perikop Alkitab yang membahas bagaimana
manusia berinteraksi dengan satu sama lain dengan tulus dan kasih.
C. Apa Tujuan “Dibuat Tanpa Lilin”
Sebagai hasil dari
pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
- Menemukan hubungan antara menjadi jujur kepada satu sama lain dan jujur kepada Tuhan.
- Memperdalam kepercayaan diri dalam suka cita dan kasih yang bertumbuh dari komunitas yang mempraktekkan kejujuran.
- Mengeksplorasi bagaimana hubungan pribadi dapat menjadi lebih asli.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas
A) 2 pengocok garam yang terbuat dari gelas yang serupa, satu diisi dengan
garam, satu lagi diisi dengan gula; (Aktivitas B) kartu-kartu indeks, bolpoin
atau pensil.
Hubungkan – Pelajaran siswa dan/atau
Alkitab.
Aplikasi
–
Alkitab.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Meminta mereka ayat mana yang
mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa
untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang
mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun,
kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat
pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai
respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song
Service
Ø Cerita Mision
(cari tautan untuk Adventist Mission for
Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan proyek
pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan
semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan
Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk
berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
Jika kamu memilih untuk melakukan
aktivitas yang sama seprti yang disarankan pada triwulan pertama, Kelas Sekolah
Sabat akan lebih efektif jika kamu memilih Permulaan (Aktivitas B).
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Tujuan
dari latihan ini adalah untuk memperlihatkan betapa sulitnya untuk saling
mengetahui orang lain jika melihat luarnya saja. Sebagaimana pakaian yang
dengan mudahya kita pakai, kita mungkin tidak tahu satu sama lain sebagaimana
kita seharusnya. Untuk melakukan hal ini, kita akan meminta siswa melihat jika
mereka dapat mengatakan perbedaan antara garam dan gula dalam pengocok garam.
Kamu membutuhkan dua pengocok garam yang terbuat dari kaca bening. Satu diisi
dengan garam dan satu diisi dengan gula pasir halus.
Siap-siap
– Katakan kepada
seluruh siswa sementara memegang pengocok garam: Ini adalah pengocok garam! Tapi salah satunya diisi dengan gula.
Tujuannya adalah agar dapat memperhatikan pengocok garam dan melihat jika kamu
dapat mengatakan yang mana yang garam. Apakah kamu siap? Saya akan lewat di
depanmu, memperlihatkan pengocok garam, dan kamu akan memilih tanpa
berlama-lama. Kemudian kamu akan membuka tangan, dan saya akan menaruh isinya
ke tanganmu. Jangan mencoba merasakannya, membauinya, atau bahkan mengatakannya
sampai saya memberi aba-aba.
Pergi
– Kelilingi
ruangan dan biarkan mereka memilih. Untuk setiap orang, ubah letak pengocok
garam di belakangmu karena beberapa akan dapat mengatakan apabila mereka telah
memilih dengan tepat ketika isinya ditaruh pada tangan mereka. Ketika setiap
orang telah memilih, biarkan mereka merasakan pilihan mereka. Tanyakan mereka
yang memilih dengan tepat untuk berdiri. (Biasanya sekitar 50%).
Tanya
Jawab – Tanyakan: Bagaimana kamu membuat pilihan? Kualitas apa yang kamu lihat?
Apakah kamu merasa percaya diri atau bimbang? Apa reaksimu ketika kamu
menjawabnya dengan benar atau salah? Pelajaran apa yang bisa kamu ambil
mengenai bagaimana berhubungan dengan orang lain?
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Tujuan
dari aktivitas ini adalah untuk mempersiapkan siswa memainkan permainan
“Berbicara Jujur”. Berikan setiap siswa kartu indeks dan pena atau pensil.
Siap-siap
– Setiap
siswa akan menulis pada kertas indeks 5 hal mengenai diri mereka sendiri yang
sesungguhnya tapi yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya, bahkan teman dekat
mereka sendiri. Kemudian mereka akan menulis pernyataan yang tidak benar, tapi
berpura-puralah sedemikian rupa agar yang lain ragu.
Kamu juga membuat daftar pernyataan
dan membacakannya untuk menunjukkan apa yang kamu minta mereka lakukan. Biarkan
mereka memilih pernyataan mengenai dirimu yang tidak benar. Kemudian minta
mereka melakukan daftar pernyataan.
Pergi
– Setelah
mereka membuat daftar pernyataan, mereka dapat memberikannya padamu atau
membacakannya dari tempat duduk mereka, dan siswa yang lain dapat memutuskan
pernyataan mana yang mereka percaya tidak benar.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Pikirkan sekelompok teman dekatmu, seberapa besar mereka
benar-benar mengenalmu? Dari skala 1 sampai 5, (1 untuk tidak sebesar yang
mereka pikirkan dan 5 untuk mungkin lebih dari yang kamu pikirkan) putuskan
seberapa baik teman-temanmu mengenal dirimu. Siapa yang paling mengetahui
dirimu? Namun, apakah ada hal-hal yang tidak mereka ketahui yang membuat mereka
terkejut? Meskipun jika kita tidak mengetahui segala sesuatu atau bahkan banyak
hal tentang seseorang, dapatkah kita tetap mengenal mereka? Bagaimana dan
dengan cara apa?
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Cerita ini mengenai seorang
pemuda yang diundang untuk berkhotbah di sebuah gereja di Nashville, Tennessee.
Berdasarkan bisikan hati, dia menggunakan ayat, “jangan mencuri”.
Keesokan paginya, dia naik bus kota
dan memberikan supirnya satu dolar. Supir bus memberikan kembaliannya, dan dia
berjalan ke bagian
belakang bus untuk berdiri karena sudah tidak ada kursi kosong lagi.
Ketika dia sudah menstabilkan posisi
berdirinya, dia menghitung uang kembaliannya. Ada kelebihan koin. Pikiran yang
pertama terlintas adalah perusahaan bus
tidak akan pernah kehilangan koin.
Kemudian bus berhenti lagi, dan gang
sempit antara dia dan supir dipenuhi satu barisan panjang penumpang. Kemudian
terlintas; dia tidak dapat menyimpan uang yang bukan miliknya.
Setelah beberapa kata “permisi” dan
melewati wajah-wajah cemberut, dia sampai ke depan dan berkata ke supir, “Uang
kembalian yang kamu berikan kelebihan.”
Jawab supir bus, “Ya, kelebihan satu
koin. Saya memberikannya dengan sengaja. Kamu tahu, saya mendengarkan khotbah
kamu kemarin, dan saya memperhatikan lewat kaca ketika kamu menghitung uang
kembalian. Jika kamu meyimpan uang kembalian tersebut, saya tidak akan pernah bisa
percaya akan khotbah
lagi. – Saat Teduh dengan Tuhan untuk Remaja (Quiet Moments With God for Teens:
Tulsa, Oklahoma: Honor Books, 2003) paragraf 288, 289.
4.
Hubungan
A.
Hubungan dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Kata “tulus” (atau apa adanya)
berarti “teruji di bawah matahari” dan berasal dari tindakan yang memastikan
bahwa tembikar atau patung yang
“dibuat tanpa lilin”. Pada zaman Perjanjian Baru, orang-orang yang tidak jujur
akan menjual artefak yang hanya penampilannya terlihat asli di pasar, tapi
kenyataannya ditambal dengan lilin dan cat. Jika ada satu kualitas yang
menandakan para warga Kerajaan Allah, maka itu adalah keinginan untuk menjadi
yang asli atau dibuat tanpa lilin. Bagian “teruji di bawah matahari” muncul
ketika artefak dipanaskan. Terlihat jelas apabila artefak tersebut asli atau
tidak. Sebagai anggota yang membawa kartu kerajaan Allah, apa yang kamu lakukan
dan perbuat berbicara sangat keras lebih dari apapun yang kamu katakan. Bahkan ketika
Yesus menegur orang-orang Farisi, Dia berkata, “Lakukan seperti yang mereka
katakan, tapi bukan seperti yang mereka lakukan, karena mereka tidak melakukan
apa yang mereka katakan.” Sebuah slogan yang baik mungkin adalah “berjanji
sedikit, lakukan lebih.”
Katakan:
Pikirkan beberapa skenario di Alkitab yang menunjukkan bagaimana peristiwa yang
panas menunjukkan keaslian karakter seseorang. (Contohnya: Daud dan Nathan, Yesus
dan Petrus, teman-teman Daniel dan dapur perapian, Yusuf dan istri Potifar,
Yesus dan Pilatus, Yesus dan pencobaan di padang gurun, dll). Berikan siswa
kesempatan untuk menyebutkan tokoh-tokoh tersebut. Kemudian Tanyakan: Siapakah mereka? Apa yang terjadi?
Apa hasilnya? Bagaimana mereka diingat?
Tanyakan:
Kapan kamu memiliki pengalaman yang merupakan “pengalaman teruji di bawah
matahari”? (Ini
adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk membentuk kelompok-kelompok kecil
dengan partisipasi orang dewasa.)
B.
Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta
seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari
Sabat.
Tanya
Jawab – Katakan: Sebagaimana yang ditunjukkan oleh ilustrasi berikut, kita
cenderung untuk berpura-pura pada saat-saat tertentu. Bagaimana orang lain
melihat ketulusan kita berdampak terhadap bagaimana mereka berhubungan dengan
kita dan kepada Bapa kita yang di surga. Orang-orang yang apa adanya memiliki
kuasa untuk mempengaruhi orang lain. Pertimbangkan mengapa Paulus mengirim
Timotius untuk melayani gereja di Filipi. Minta seorang sukarelawan
untuk membuka dan membaca Filipi
2:19-24. (Timotius telah membuktikan dia mencintai mereka dengan apa
adanya, kasih yang tulus. Dalam segala masalah yang dihadapi oleh gereja, satu
solusi pada daftar teratas: seorang muda bernama Timotius.)
Tulis daftar berikut pada papan
tulis atau flipchart. Katakan: Urutkan pernyataan berikut ini
berdasarkan kekuatan yang pernyataan ini berikan untuk mempengaruhi orang lain
bagi Kristus dengan skala 1 sebagai yang
paling kuat dan 6 yang paling kecil. Biarkan siswa mendiskusikan jawabannya
dan mendapatkan kesepakatan bersama.
____ Penerimaan dan kebaikan yang tak bersyarat
kepada tamu yang datang ke gereja.
____ Para guru dan pendeta yang dapat menyampaikan
pesan yang relevan dan menyenangkan.
____ Gereja-gereja yang sibuk melayani orang-orang
terluka di masyarakat.
____ Mendengarkan para remaja memberi kesaksian
mengenai komitmen mereka kepada Kristus gantinya
penghinaan-penghinaan yang berasal dari dunia.
____ Melihat seseorang menahan penyakit kronis yang
berakhir pada kematian dan berpegang teguh
terhadap imannya.
____ Para umat percaya kepada gereja yang
rendah hati dan siap menolong siapapun.
Tanyakan:
Pernyataan yang mana yang kamu lihat dapat membuat perbedaan yang sebenarnya di
dalam gerejamu? Peran apa yang dapat kamu lakukan untuk membuat hal tersebut
terjadi?
C.
Hubungan dengan Kehidupan
Tampilkan
skenario berikut:
Bayangkan jika seseorang dari
antara kamu memperhatikan seorang teman yang menjadi
semakin depresi. Suatu hari kamu mendengar mereka mengatakan hal-hal seperti,
“Apakah masalah jika saya menghilang? Tidak akan ada yang merindukan saya.”
Atau “Tidak ada yang cukup berharga untuk tetap mempertahankan hidup.” Kamu
melihat mereka mulai memisahkan diri dan membuat jarak dengaanmu. Semua tanda
depresi yang menuju keinginan untuk bunuh diri sudah terlihat, tetapi kamu takut
kehilangan hubungan dengan mereka bila beradu pendapat dengan mereka atau orang
lain yang merupakan salah satu dari mereka.
Tanyakan:
Bagaimana kamu akan bereaksi terhadap tingkah laku seperti di atas? Apa
beberapa contoh dari Alkitab yang dapat membantumu merespon situasi seperti
ini?
Katakan:
Sebelum kamu melangkah lebih jauh, perhatikan bagian cerita dan Tuhan berkata…
pada pelajaran siswa dan lihat jika kamu dapa menemukan beberapa prinsip yang
dapat membantu kamu menyelesaikan masalah di atas. (Galatia 2:11-14; Lukas
22:31-34; 2 Samuel 12:1-7)
Tanyakan:
Pada adegan di atas, tindakan apa yang dapat dilakukan untuk menolong orang
yang bergumul? Apakah salah untuk membantu orang lain dengan memaparkan
kesalahan mereka? Kapan dan dengan cara bagaimana kita harus melakukannya?
Katakan:
Pertimbangkan pernyataan yang dibuat dari ayat-ayat Alkitab yang diberikan dan
beberapa kutipan-kutipan dari Apa Yang Mereka Ingin Katakan?, dan berusaha
untuk membuat beberapa peraturan untuk menjadi yang sebenarnya dalam hubunganmu
dengan orang lain.
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Katakan:
Melihat gereja pada zaman Perjanjian Baru, kita mendapatkan sebuah kelompok
yang sebenarnya dari umat percaya yang “teruji di bawah matahari,
dibuat tanpa lilin”. Dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, perhatikan
secara seksama ayat-ayat yang diberikan dan diskusikan apa yang kamu lihat
sebagai fakta penting yang membuat mereka sebuah kelompok dari umat percaya
yang sebenarnya: Kisah 2:42-47; Kisah 4:32-35. Berikut ini adalah beberapa
pertanyaan yang dapat membantumu:
Tanyakan: Apa yang
kamu lihat mereka sedang lakukan? (berdoa, berbagi, jalan-jalan – ingat saat itu
masih waktu perayaan) Apa yang mereka
tidak lakukan? (mereka tidak mengucilkan dirinya – maksudnya, pergi ke
gereja lalu pulang ke rumah.) Jika kamu
hendak mengidentifikasi sebuah kualitas yang membuat mereka erat seperti lem,
apakah kualitas tersebut? (kasih, pelayanan, berbagi pengalaman) Akan seperti apa kualitas tersebut pada
hari ini? Adakah sedikit kemungkinan untuk melihat orang-orang menyerahkan
hartanya demi Kristus? (Akan terlihat aneh, tapi seharusnya mungkin saja.) Mengapa iya atau mengapa tidak? Menurut
pendapatmu apa yang perlu terjadi kepada kita sebagai individu-individu agar
sebuah kebangkitan dapat terjadi di dalam kehidupan kita sekarang? (Ada
100% yang pasti mengenai suatu hal. Kita dibagi-bagi dalam banyak hal.)
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Dalam hal apakah lebih mudah
untuk menjadi diri sendiri ketika bersama temanmu dibandingkan dengan orang
dewasa?
2. Bagaimana atau dalam skenario
apa menjadi sulit untuk menjadi diri sendiri?
3. Seberapa besar apa yang kita
lakukan untuk Tuhan adalah berdasarkan apa yang orang lain mungkin pikirkan
terhadap kita?
4. Siapa di dalam kehidupanmu
yang nampaknya benar-benar seperti apa yang terlihat?
5. Bagaimana pemahaman dan
pengalaman akan kasih karunia Allah membuat lebih mudah bagi kita untuk menjadi
yang sebenarnya terhadap orang lain?
6. Apakah beberapa resiko yang tercakup ketika menjadi seorang warga negara sebenarnya dari kerajaan Tuhan?
6. Apakah beberapa resiko yang tercakup ketika menjadi seorang warga negara sebenarnya dari kerajaan Tuhan?
7. Bagaimana menjadi tulus dan
jujur terhadap orang lain membantu hubunganmu dengan Tuhan?
8. Apakah menjadi diri sendiri
dapat dinegosiasi? Dapatkah kamu mengenakan topeng atau berpura-pura dan masih
hidup sebagai seorang warga negara dalam kerajaan Tuhan? Pada tahap apakah kita
semua sedang dalam perjalanan? (tidak sempurna atau bahkan tidak dekat, tapi tetap
melangkah ke depan)
6.
Penutupan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Titik ujung dari kehidupan Kristen
adalah tempat di mana kita memutuskan apakah kita akan memainkan permainan atau
teruji di bawah matahari. Ketika kita bergantung dalam kasih karunia Tuhan,
kita tidak takut terhadap apapun untuk diperlihatkan. Kebohongan kecil yang
menjebak yang mengambil keberanian untuk menjadi yang sebenarnya di hadapan
Tuhan dan orang lain berasal dari seekor ular yang adalah Setan. Tantangan
keaslian akan menjadi peperangan yang terus menerus sampai kepada akhirnya.
Ketika kita menjadi palsu di hadapan Tuhan dan orang lain, kita menyangkal
kebutuhan terhadap Tuhan dan orang lain pada saat itu. Kita diciptakan untuk
mengetahui satu sama lain dan diketahui oleh orang lain.
Jadilah benar. Berhubunganlah.
Teruslah mencari cara untuk memperdalam pengaruhmu terhadap orang lain dengan
iman yang nyata yang kamu hidupkan dari hari ke hari.
Pelajaran
Siswa
Dibuat
Tanpa Lilin (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 2)
Pria
dengan Kostum Gorila
9
Juni 2012
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Pria
dengan Kostum Gorila
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Seorang pria sedang mencari
pekerjaan, dan dia memperhatikan bahwa ada lowongan di kebun binatang setempat.
Dia bertanya tentang pekerjaan tersebut dan mendapati bahwa kebun binatang itu membuka posisi
yang tidak biasa. Ternyata gorila di kebun binatang telah mati, dan hingga
mereka mendapatkan seekor gorila yang baru mereka membutuhkan seseorang untuk
memakai kostum gorila dan berpura-pura seperti seekor gorila untuk beberapa
hari. Dia hanya akan duduk, makan dan tidur. Dan tentunya identitasnya akan
dirahasiakan. Terima kasih untuk kostum gorila yang sangat bagus, tidak
seorangpun yang akan mengetahuinya.
Kebun binatang menawarkan bayaran
yang bagus untuk pekerjaan ini, jadi pria ini memutuskan untuk mengambilnya.
Dia mencoba kostumnya, dan pastinya, dia terlihat persis seperti gorila. Staf
kebun binatang menuntunnya ke kandang; dia mengambil posisi di belakang di
belakang kandang dan berpura-pura tidur. Tapi setelah beberapa waktu dia lelah
dengan posisi duduk, jadi dia berjalan-jalan sebentar, melompat naik dan turun,
dan berusaha membuat suara-suara seperti gorila. Orang-orang yang menontonnya
terlihat sangat menyukainya. Kalau dia bergerak atau melompat-lompat, mereka
akan tepuk tangan dan bersorak dan melemparkan kacang untuknya. Dan pria tersebut
menyukai kacang. Jadi dia melompat-lompat lagi dan memanjat pohon. Hal itu
sepretinya membuat penonton sangat senang. Mereka melemparkan kacang yang lebih
banyak. Bermain bagi kerumunan, dia memegang sebuah dahan dan berayun dari satu
sisi kandang ke sisi kandang yang lain. Orang-orang menyukainya dan melemparkan
kacang yang lebih banyak lagi. Wow, ini
keren, pikirnya. Dia berayun lebih tinggi, dan kerumunan menjadi lebih padat.
Dia terus berayun pada dahan, semakin tinggi dan tinggi lagi-dan tiba-tiba,
dahannya patah! Dia terlempar ke luar kandang, mendarat di kandang singa,
kandang sebelah.
Dia panik. Ada seekor singa besar
dengan jarak tidak lebih dari 20 kaki, dan terlihat sangat lapar. Jadi pria
dengan kostum gorila mulai melompat-lompat, berteriak-teriak, ”Tolong, tolong!
”Keluarkan aku dari sini! Saya sebenarnya bukan seekor gorila! Saya seorang
pria dengan kostum gorila! Tolooooooong!”
Singa dengan cepat melompat ke atas
tubuh gorila, menahannya, dan berkata, “Bisakah kamu diam? Kamu akan membuat kita berdua dipecat!” - Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh
Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth
Specialties Inc. Digunakan dengan izin oleh The Zondervan Corporation.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Salah satu alasan terkenal
mengapa orang-orang menjauhi gereja adalah kemunafikan yang mereka lihat. Di
bandara, seorang pemuda mendapati seorang pelancong yang adalah seorang
Kristen; dia menyatakan: “Saya tidak mau berhubungan dengan orang-orang
Kristen; mereka semua kumpulan orang munafik. Saya lebih baik tanpa mereka.”
Menurut pendapatmu, apa respons atau jawaban yang tepat diberikan untuk
pemikiran seperti itu? (Mungkin merespons atau berargumen bukanlah yang
terbaik.) Bagaimana menurutmu?
- Bagaimana kamu akan merespons?
- Apakah kamu merasa tersinggung ketika seseorang mengatakan hal seperti itu?
- Sebarapa jauh kerusakan yang akan kamu buat terhadap reputasi orang Kristen untuk mengakui, “Kamu benar, saya seorang munafik. Bukankah kita semua begitu?”
Masuk ke
www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Pandang diriku
dengan jarang dan pandang Yesus dengan lebih sering. Kasih karunia telah menyelamatkan
saya dan kasih karuniaNya akan mencukupkan.” – Superstones, musisi A.S, saat
ini.
Ø “Teladan yang baik
adalah khotbah terbaik.” – Benyamin Franklin, juru bicara A.S. dan filsuf pada
abad 18.
Ø “Karakter adalah
dirimu ketika berada dalam kegelapan.” – D.L. Moody, evangelis A.S. pada abad
19.
Ø “Diberkatilah
mereka yang memiliki karunia menjalin persahabatan, karena itu adalah salah
satu karunia terbaik dari Tuhan. Karunia ini mencakup banyak hal, tapi yang
utama, kesanggupan menjangkau orang lain, dan menghargai apapun yang baik dan
mengasihi orang lain.” Thomas Hughes, ahli hukum, pembaharu, dan penulis
Inggris pada abad 19.
Ø “Khotbahkan Injil setiap waktu…
Jika perlu, gunakan kata-kata.” - Francis of Assisi (nama untuk sekelompok
biarawan), biarawan Italia pada abad 13, pendiri kelompok Francis of Assisi.
Ø “Tuhan percaya
saya; karena itu kondisi saya tidak pernah putus harapan. Tuhan berjalan dengan
saya; karena itu saya tidak pernah sendiri. Tuhan ada di samping saya karena
itu saya tidak pernah kalah.” – A. Philip Parham, imam dan konselor A.S. saat
ini.
Ø “Ada Kekristenan
palsu di dunia ini sebagaimana ada juga Kekristenan asli. Roh yang benar dari
seseorang terlihat dari caranya berhubungan dengan sesamanya.” – Ellen G.
White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
Tuliskan
Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
APA?
Mengapa
sangat sulit untuk mengasihi satu sama lain dengan tulus di gereja? Mengapa
sangat sulit untuk menjadi yang sebenarnya kepada satu sama lain? Dengan
temanmu-kamu yang memilih mereka. Di gereja, kita tidak perlu memilih siapa
yang seharusnya kita kasihi. Kita semua datang dari perjalanan hidup dengan
berbagai masalah dan isu, dan kita diharapkan
seperti satu tubuh, satu unit tubuh? Bagaimana mungkin? 1 Tesalonika 3:12,13 berkata, “Dan
kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih
seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi
kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan
Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang
kudus-Nya.”
Allah
adalah sumber kasih yang demikian. Kasih tersebut tidak terjadi dengan sekejap,
tapi bisa terlaksana. Manusia dari berbagai kelompok etnis dan jabatan politik
datang bersama-sama untuk bekerja sebagai perwakilan Allah. Bahkan di dunia di
luar gereja ada pergerakan untuk membangun komunitas yang memahami seorang
terhadap yang lain. Ini adalah bagian dari manusia. Bagian dari apa yang
dimaksud dengan diciptakan menurut rupa Allah.
Mungkin
itu bukan alasan yang cukup untuk mengesampingkan topengmu. Bagaimana dengan
yang satu ini? Di luar sana sepi. Kamu dan saya sama-sama tahu bagaimana
kesepian yang mencekam dapat kita rasakan. Kita semua perlu dikenal, bukan
dengan topeng kita tapi dengan wajah yang tidak berselubung.
Tuhan berkata…
Ø
FIlipi 1:15-18
Ø
1 Petrus 1:22
Ø
Galatia 2:11-14
Ø
Lukas 22:31-34
Ø
Kisah Para Rasul
2:42-47
Ø Kisah
Para Rasul 4:32-35
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Segala
sesuatu mengenai dirimu diketahui Allah: jumlah rambut di kepalamu, apa yang
kamu akan katakan hari ini, apa yang akan kamu rasakan besok, apa yang
membuatmu sangat marah, dan apa yang membuatmu bersukacita. Cobalah untuk
selalu dikuatkan oleh kerinduanmu menjadi “dibuat tanpa lilin” karena Tuhan
mulai dengan keinginanmu dan pilihanmu dan membimbingmu melaluinya. Ingatlah
janji ini, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan
biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu
Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu
dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat
menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Pikirkan mengenai orang-orang di
mana kamu menghadapi kesulitan untuk menjadi dirimu sendiri berada di antara
mereka. Siapa orang-orang di sekitarmu yang menurutmu kamu harus memakai topeng
atau berpura-pura? Pertama, berdoalah untuk mereka sepanjang minggu dan lihat
jika sikapmu sedikit berubah ketika kamu berpikir tentang mereka. Kedua,
Tuliskan beberapa cara untuk mempraktekkan keaslian di depan mereka dan lihat
bagaimana hal ini berlangsung. Pastikan untuk menulis beberapa ide ketika kamu
berdoa dan mempraktekkan kehidupan yang asli.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar