Pelajaran
3
PELAYANAN KRISTEN
Upah yang ditawarkan
3 November 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Filipi 2:5-11
Imamat
25:35
2
Timotius 1:16-18
Ibrani
13:1-3
Yakobus
2:15-17
Wahyu
14:13
1
Yohanes 3:16-18
Galatia
6:2
1 Petrus
5:5-7
(Lihat ayat-ayat
tambahan di materi murid)
B.
Apa yang dikatakan tentang “Pelayanan Kristen”
Pelayanan adalah baik.
Siapa yang mau berargumentasi terhadap pernyataan ini? Sangat sedikit. Bahkan
orang yang tidak percaya kepada Allah percaya bahwa menolong orang lain adalah
suatu perbuatan yang positif. Jadi, apa yang membuat pelayanan orang kristen
berbeda dengan yang bukan kristen dalam membersihkan hutan atau mengajar
anak-anak tentang matematika? Hal ini dimulai dengan “mengapa?” Jawabannya
adalah pelayanan. Aalasan kita melayani bertumbuh dari kepercayaan kita tentang
alam dan nilai manusia. Pelayanan kita kepada orang lain adalah sebuah
perluasan ucapan syukur melalui pelayanan yang Allah telah tunjukkan kepada
kita. Allah merespon kebutuhan kita akan seorang juruselamat dan menyediakan
seseorang yang tidak mementingkan diri. (Salah satu cara kita mengalami kasih
Allah adalah dengan mengikuti teladanNyadan memberikannya kepada orang lain.)
Alasan yang lain kita melayani adalah karena pelayanan kita adalah cap kerajaan
Allah. Menolong orang lain adalah suatu perkara alamiah bagi seluruh anggota
rumah Allah. Pelajaran ini menunjukkan pondasi pelayanan kepada orang lain
dengan mengajarkan murid berpikir dengan kreatif untuk merespon kebutuhan orang
lain. Dari semua disiplin dan latihan, pelayanan merupakan suatu hal yang
penting bagi para remaja karena mereka akan segera mengalami sukacita yang
tidak mementingkan diri dan buah kebaikan mereka.
C.
Kemanakah “Pelayanan Kristen” ini tertuju
Sebagai
hasil dari pelajaran ini kami menginginkan para pelajar untuk sanggup:
1.
Menemukan alasan yang rasional untuk melayani orang lain.
2.
Mengevaluasi dan mengembangkan pelayanan yang bermanfaat.
3.
Membuat hubungan antara kerajaan Allah dan menjadi
pelayan bagi orang lain.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Pembukaan
• (Kegiatan A) gagang sapu, tongkat atau kayu
lurus yang lain; (Kegiatan B) pena atau pensil, kertas.
Menghubungkan • Alkitab, pelajaran untuk murid,
kertas, papan tulis atau papan tulis lipat.
Penerapan • Kertas, pena atau pensil.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Tanyakan ayat mana
yang mereka pilih untuk dipelajari dari bagian hari Rabu pelajaran mereka. Beri
mereka kesempatan untuk menghafalkan ayat-ayat mereka.
2. Beri kesempatan
murid untuk membuat kutipan sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis dalam
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menjelaskan kepada mereka mengenai
kutipan-kutipan yang mungkin tidak mencerminkan dengan tepat kehidupan Kristen.
Namun, kutipan seperti ini tidak lazim terjadi pada setiap pelajaran.
3. Melihat kembali
berbagai tanggapan yang diberikan mereka dan orang lain terhadap skenario yang disajikan pada hari Minggu.
Diskusikan berbagai tanggapan, berakhir dengan pokok-pokok pikiran dari Apa
Yang Dikatakan Tentang … di penuntun guru.
Jika Anda memiliki kelompok yang sangat besar, pastikan ada beberapa
orang dewasa yang bersedia melakukan bagian ini dengan kelompok murid yang
lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Lagu
Pujian pendahuluan
Ø Penekanan
Missi (dapatkan bahan Berita Missi Advent untuk Pemuda dan Dewasa di
www.realtimefaith.net)
Ø Laporan-laporan
proyek pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Susun
program Anda sendiri dengan pilihan dari kategori di bawah ini—Pembukaan,
Mengaitkan, Penerapan, dan Penutupan. Perlu diingat, bahwa murid perlu memiliki
kesempatan untuk interaksi (berpartisipasi secara aktif satu sama lain) dan
belajar dari Firman Allah. Pada saat tertentu Anda harus mengarahkan atau
menarik perhatian mereka pada pelajaran mereka minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Bersedia
• Latihan atau demonstrasi ini bertujuan menunjukkan bahwa fokus anda
menentukan hasil.
Siap-siap • Ambillah tongkat yang lurus
(gagang sapu) sekitar 5 kaki panjangnya. Jika mungkin mintalah beberapa orang
murid mencoba eksperimen ini sekali. Katakan kepada para murid untuk
menyeimbangkan kayu itu diujung jari mereka dengan satu tangan. Tujuannya
adalah menyeimbangkan kayu itu di udara selama mungkin.
Lakukan• Mintalah seseorang untuk
mencobanya. Pertama, mintalah mereka untuk melihat pada kayu itu ketika mereka
berusaha untuk menyeimbangkannya. (Perhatikan, satu-satunya cara agar hal ini berhasil adalah jika
seseorang menjaga perhatiannya kepada ujung kayu yang ada di udara.) Kemudian
mintalah mereka mencoba lagi, menaruh perhatian mereka pada ujung kayu yang
berada dekat dengan jari mereka. (perhatikan, dengaqn cara ini engkau kehilangan sudut pandang dan
kesimbangan tidak terjaga dengan baik)
Tanya
Jawab
• Tanyakan: Pelajaran
rohani apakah yang engkau dapatkan dari kegiatan ini? Bagaimana melihat pada
sisi yang berbeda memberikanmu keseimbagan yang lebih baik? Dalam pengertian apa
engkau berpikir pelayanan kepada orang lain menolong kita untuk bertumbuh lebih
dekat kepada Kristus?
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
• Tulislah daftar berikut ini di sebuah papan tulis atau papan kertas.
____ Mereka
tidak memiliki waktu (tidak ada waktu)
____ Mereka
tidak memiliki apa-apa untuk menolong (tidak punya uang)
____ Mereka malu berpartisipasi melayani
karena orang lain mungkin mengejek mereka (rasa malu).
____
Mereka hanya tidak tahu kesempatan-kesempatan yang tersedia untuk mereka (tidak
ada petunjuk)
____ Mereka
tidak melihat keuntungan jangka panjangnya (tidak ada bedanya)
Bersedia • Bagikan kertas dan pensil atau pena. Mintalah para
murid menuliskan frase kata tersebut di dalam tanda kurung pada kertas mereka,
dan kemudian buat urutan dari yang paling sering menjadi penghalang bagi
orang-orang untuk melibatkan diri mereka melayani orang lain. Mereka harus
memberi angka 1 pada penghalang yang paling umum, angka 2 untuk yang umum,
semuanya sampai nomer 5 yang paling tidak menunjukan faktor penghalang.
Lakukan• Diskusikan tanggapan mereka dan buatlah urutan secara
konsensus di papan tulis. Mintalah para murid untuk berpikir tentang kesempatan
pelayanan kristen seperti apa yang telah mereka lakukan, dan apakah
“halangan-halangan”yang telah terjadi.
Tanya
Jawab • Tanyakan: Kesempatan pelayanan kristen apakah yang engkau pernah
lakukan? Apakah halangan-halangannya ketika engkau melayani orang lain?
Halangan apakah yang paling sering dialami oleh para remaja? Mengapa engkau
berpikir para remaja menaggapi cara ini? Alasan-alasan lain apakah yang engkau
pikirkan yang tidak ada pada daftar ini?
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Faye bersandar pada kursi
yang berada di dekatnya ketika ia sedang antri di tempat telepon. Dia sedang
sakit dan rasa sakit yang luar biasa saat menunggu giliran telepon untuk
menghubungi seseorang agar mendapatkan pertolongan. Orang yang sedang menelepon
tidak menyadari bahwa Faye sedang menunggu dengan penderitaannya. Siswa itu
sedang memesan pizza, berbicara dengan teman-temannya, meminta jemputan pulang,
tetapi tidak mengetahui bahwa wanita ini sedang dalam masalah. Akhirnya
seseorang yang lewat berhenti dan bertanya kepadanya apakah dia baik-baik saja
dan ia menjawab dengan lemah,” saya hanya perlu kendaraan ke rumah sakit.”
Kemudian pria itu berteriak, “Hai! Wanita ini sakit dan perlu menelepon.”
Dikejutkan oleh peristiwa ini, penelepon itu melihat sebentar dan menutup
teleponnya dan memberikan jalan baginya untuk menelepon. Orang banyak yang
berada pada antrian itu terbagi seperti ketika Musa membelah laut merah, dan
Faye bisa memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Banyak orang yang
mau menolong karena inilah respon dasar manusia kepada mereka yang membutuhkan.
Banyak orang hanya perlu dikejutkan sedikit dari rutinitas dan kesibukan
hariannya untuk diingatkan akan kebutuhan orang lain.
Tanya Jawab
• Tanyakan: Ketika engkau dihentikan
dengan kata “hai!” yang menunjukkan seseorang membutuhkan pertolongan? Apa yang
terjadi dan apa yang diperlukan serta bagaimana tanggapan terhadap hal itu?
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Ketika kita menemukan dari
minggu ke minggu apakah artinya masuk dalam kerajaan Allah, suatu tema tertentu
muncul: anak-anak Allah dikenal dengan cara bagaimana mereka berhubungan dengan
orang lain di sekitar mereka. Tanda kewarganegaraan itu tidak dapat
disembunyikan atau dirahasiakan, tanda itu adalah tindakan-tindakan kebaikan
yang menolong derajat dan kesehatan orang lain. Umat Allah dikenal oleh cara
mereka mengasihi satu dengan yang lain. Yohanes 13:35.
Melakukan pelayanan kepada orang lain menguatkan “otot” dalam pikiran dan
hati yang mengijinkan orang lain menjadi yang terdahulu dalam kerajaan Allah.
Kerajaan dunia ini adalah sebuah pergerakan “saya yang pertama”. Orang-orang
dikenal dan dihargai karena mendorong diri mereka ke depan dan “membuat sesuatu
bagi diri mereka.” Tetapi anak-anak Allah, memiliki cara yang berbeda. Baca
ayat-ayat berikut ini (mintalah seorang murid membacakannya).
Matius
7:9-12
Yohanes
13:35
1 Petrus
4:7-10
B.
Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Sebelumnya
mintalah seseorang untuk membaca atau menceritakan cerita dari pelajaran hari
Sabat.
Katakan: Yesus berkata kepada umatNya bahwa akan ada peristiwa
beberapa orang yang salah mengerti dan bahkan membenci mereka. Tetapi lebih sering, ciri-ciri yang paling
nampak dari pengikutNya adalah cara orang-orang ditolong dan diubahkan melalui
pelayanan umat Tuhan kepada orang lain. Cerita Florence Nightingale menggambarkan
seorang wanita yang menghabiskan waktunya bersama orang lain dan diupahi dengan
sukacita dalam pekerjaannya dan penghormatan serta pengakuan orang lain.
Tanyakan: Siapakah yang engkau kenal melakukan pelayanan
secara disiplin? Apakah yang mereka lakukan? Bagaimana sikap mereka? Apakah
yang dipikirkan orang lain tentang orang ini? Menurut pendapatmu, Bagaimanakah
karakter dari teladan pelayanan alkitab kepada orang lain? Jika engkau harus
memilih seseorang yang melayani orang lain, siapakah dia, dan mengapa?
C.
Hubungan dengan Kehidupan
Ceritakan
hal berikut:
Suatu hari Kenny memiliki suatu
pemikiaran yang baik ketika ia berkata,”Saya tidak dapat memberika makan
seluruh dunia. Saya tidak mempunyai uang untuk diberikan kepada orang miskin.
Saya ingin menolong tetapi saya tidak merasa dapat melakukan banyak hal. Saya
bahkan tidak tahu dari mana untuk memulai.” Kedengarannya biasa?” Saya terlalu
sibuk bahkan saya tidak mengerti siapa yang harus saya layani, apalagi
mengetahui bagaimana menolong mereka,” Kenny melanjutkan. Dan dengan dunia kita
sesibuk hari ini, jika kesempatan tidak ada dan secara relatif sukar,” karunia ini
jarang sekali terjadi.
Tanyakan:
Bagaimana engkau mengatakan bahwa orang percaya dapat mengembangkan otot
pelayanan kepada orang lain dalam kehidupan rohani mereka? Mintalah para murid
mendiskusikan dalam kelompok kecil prinsip-prinsip yang mereka dapat lihat di
pekerjaan dalam setiap tindakan pelayanan yang digambarkan dengan ayat-ayat
berikut: Markus 2:1-5; Lukas 7:11-17;
Lukas 13:10-13; Kisah Para Rasul 3:1-10.
Mintalah mereka membuat catatan dari apa yang mereka temukan dan bersiaplah
untuk mendiskusikannya dengan seluruh kelas. Mintalah para murid membagikan apa
yang mereka telah pelajari dari cerita tersebut.
Tanya Jawab • Tanyakan: Siapakah orang-orang yang nampaknya membutuhkan jika engkau melihat
mereka hari ini? (Ibu tunggal. Orang kesepian. Seseorang yang kecewa karena
masalah kesehatan. Seseorang yang selalu ada namun berlebihan. Seorang teman.
Seseorang yang sudah membuat kesalahan serius dalam hidup dan membuthkan
pengampunan dan penerimaan.) Bagaimana
orang itu datang menemukannya? (Yesus melihatnya. Dia disana dalam
perjalanan menuju bait suci—sama seperti hari-hari yang lain. Dia berada di
gereja setiap sabat. Empat temannya memutuskan untuk mengambil tindakan yang
serius. Dua kelompok orang ini lari ke arah yang berlawanan, satu menuju ke
pekuburan, yang lain ke arah jalan kota.) Apakah
ada cerita pelayanan yang lain dalam Alkitab yang menolong kita mengerti
bagaimana kita dapat melayani orang dengan lebih baik?
Tolonglah para murid merumuskan apa
yang engkau telah diskusikan.
Tanyakan: Dari apa yang kita telah lihat dan diskusikan,
dapatkah kita membuat proses dengan tiga sampai lima langkah yang akan menolong
kita melakukan otot-otot “pelayanan” kita? (Bersiaplah untuk menolong
setiap hari. Bukalah mata/telinga untuk mengetahui siapa saja orang yang
membutuhkan. Bentuklah tim dengan satu ataqu lebih orang lain untuk menolong
mereka. Jadilah cermat dan berkelimpahan dalam pelayananmu—lakukan lebih dari
seharusnya. Ucaplah syukur dan pujilah Allah untuk karunia melayani orang
lain.)
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Diskusikan
dengan seluruh kelas atau kelompok kecil sebuah daftar yang ekau dapat lakukan
untuk orang lain yaitu:
• Memenuhi
kebuthan mereka
• Feels
like grace and love
• Memberikan
kepada mereka harapan
• Membuat
mereka merasa bernilai/terhormat dan bermartabat
Berikan
kepada para murid ide-ide berikut dengan kata-katamu sendiri:
Pastikan engkau memilih proyek yang dapat dilakukan. Kreativitas itu baik,
tetapi praktis, bermanfaat, dan dapat dilakukan adalah tujuannya. Lebih penting
memiliki beberapa proyek dan memilihnya secara realistis daripada memiliki
banyak namun sulit untuk diselesaikan. Apaun caranya tentunya memerlukan waktu,
jadi pastikan engkau dapat melakukan dengan mengikuti semua petunjuk sampai
tugas ini dapat diselesaikan. Sementara pekerjaan pelayanan ini menyenangkan,
ini memerlukan waktu, tenaga, dan disiplin. Jadi sebelum siapapun melakukannya,
mari berpikir bagaimana menyelesaikannya! Disini ada beberapa ide di mana para
remaja dapat lakukan untuk memulainya:
• Menyediakan
makan pagi berupa pancake bagi petugas pemadam kebakaran dan polisi untuk
menghargai pelayanan mereka.
• Menjaga
bayi bagi ibu yang bekerja dan membersihkan rumahnya.
• Menulis
kata-kata yang menguatkan kepada seseorang yang kehilangan orang yang
dikasihinya.
• Mengirimkan
sebuah paket kepada seorang prajurit atau pelajar misionari.
• Mengunjungi
orang lanjut usia di rumah mereka.
• Membuat
video anggota gereja yang bersaksi memberikan dorongan dan membawanya kepada
seorang yang sedang bergumul atau sakit.
• Merencanakan
untuk mengajar sekolah sabat anak-anak dan memberikan kesempatan kepada para
gurunya untuk bersantai dan memperoleh penyegaran.
Bekerjalah
dengan anggota kelas untuk memilih beberapa hal dari daftar dan diskusikan
bagaimana engkau melakukannya. Buatlah rencana yang nyata dan membawa satu atau
lebih dari proyek-proyek ini sebagai tugas kelompok.
B.
Pertanyaan Aplikasi
1.
Kapankah seseorang membawa kepadamu sebuah tugas pelayanan dan perbedaan
apa yang dibuat dalam hari-harimu, atau hidupmu?
2.
Apakah momen pelayanan terbesarmu? Gambarkan bagaimana pelayanan itu
membentukmu.
3.
Kegiatan pelayanan seperti apa yang engkau rasa paling bermanfaat untuk
membagikan injil?
4.
Bagimu, Kapankah pelayanan menjadi sebuah disiplin? Kapankah pelayanan itu
merupakan sesuatu yang tidak terlalu banyak dipikirkan? Gambarkan kedua
skenario tersebut.
5.
Dapatkah engkau berpikir tentang seseorang yang secara alamiah melayani dan
mereka yang memilih menyatukan pelayanan itu sebagai suatu cara hidup mereka?
6.
Pertimbangkan apa yang beberapa orang katakan tentang melakukan pelayanan.
Kutipan atau kalimat mana yang berbicara kepadamu dengan begaitu keras ?
Mengapa? (Melihat beberapa kutipan dari pelajaran untuk murid.)
7.
Pengalaman pelayanan apakah yang engkau ingin lakukan dalam minggu ini?
Pemberian-pemberian apakah yang engkau ingin berikan kepada orang-orang dalam
pelayanan itu?
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Berbicara adalah baik, tetapi mudah.
Mudah untuk merencanakan tetapi susah untuk melaksanakan.Kita mengambangkan
otot rohani pelayanan dengan merencanakan dan mengikutinya. Kebanyakan
kesempatan pelayanan bukanlah suatu peristiwa yang besar tetapi
kesempatan-kesempatan kecil yang kelihatan setiap hari di depan matamu. Kita
benar-benar harus melihat kepada orang-orang yang membutuhkan bukan kepada diri
kita sendiri. Sama seperti latihan lainnya, kita bekerja secara konsisten dan
teratur agar menumbuhkan kesanggupan melihat kebutuhan orang lain. Bayangkan
wajah Sang Juruselamat setiap waktu engkau melakukan pelayanan dengan
pemberian-pemberian. Menurut Yesus, setiap kali engkau memberikan pemberian
kasih kepada orang lain engkau sedang memberikan hal itu kepadaNya. Apakah
engkau ingin bertumbuh semakin dekat kepadaNya? Mendekatlah kepada orang lain
dengan mendahulukannya sebagai yang pertama dan lakukanlah pelayanan itu kepada
mereka, dan engkau akan menemukan sukacita yang belum pernah engkau rasakan.
Tentunya, engkau tidak akan pernah mengetahuinya sampai engkau melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar