Pelajaran
untuk Murid
STUDENT LESSON
IBADAH YANG
BENAR--- Apakah Dia
Berharga Untukmu?
27 Oktober 2012
Apakah Dia Berharga Untukmu?
(Apa kira-kira hubungan
ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)
Sesekali
orang dewasa merasa perlu untuk membersihkan rumahnya. Banyak pertimbangan
untuk memutuskan mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang. Dan
kemudian hampir selalu menjual barang-barang itu di halaman untuk barang yang
terlalu baik untuk dibuang.
Baru-baru ini seluruh cerita ini terjadi di rumahku.
Istriku bekerja dengan cepat di atas tangga dan menutup kardus-kardus yang
perlu di jual di halaman.
“Jtaruh saja kardus-kardus itu di garasi, dan saya akan
menjualnya,” dia berkata dengan acuh tak acuh.
Dia adalah wanita yang sangat luar biasa dan berharga,
namun adalah seorang artis yang tidak berbakat, dan caranya memintaku untuk
mengangkat kardus itu membuatku curiga.
“Apa yang ada di kardus yang dia tidak ingin saya temukan?”
Saya berpikir sendiri.
Dia memperhatikan kecurigaan saya dan dengan cepat
berkata,“Jika engkau tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan, saya dapat
memikirkan beberapa hal untuk . . . “
Mengerti akan ultimatum itu, saya dengan bijaksana
memilih untuk membawa kardus-kardus ke bawah menuju garasi.
Ketika saya sendirian dengan kardus-kardus itu, saya
membuka satu diantaranya dan menggeledah isinya. Secara keseluruhan, saya
senang bahwa barang-barang ini keluar dari rumah. Namun, di bagian bawah, kaos
hijau yang saya miliki sejak di universitas. Lima belas tahun kaos itu
mendampingiku melewati musim pertandingan bisbol, perjalanan misi, dan liburan.
Nampak jelas, bahwa itu adalah hari-hari yang indah, namun itulah intinya. Kaos
itu telah begitu setia mendampingiku pada waktu baik ataupun buruk.
“Mengapa ia menyembunyikan benda ini di bagian bawah?” Saya
bertanya-tanya. Ini pasti ada maksudnya. Sesuatu yang sangat berharga bagiku
dipandang sebagai sampah dan akan dibuang oleh istriku. Saya harus menyimpannya
dan berjuang untuk barang itu. Saya membuang label harga dan kembali ke rumah
untuk bertengkar.
Namun sedihnya, saya tidak jadi bertengkar untuk kaos
itu. Nampaknya cinta saya kepada istri lebih besar daripada kepada kaos tua
yang sudah usang itu. Reaksi saya menunjukkan, adalah, penilaian kita bersifat
sangat pribadi. Cerita-cerita, kenangan-kenangan, pengalaman-pengalaman hidup
kita, semuanya terikat pada simbol yang sederhana setua kaos usang itu.
Bertelut untuk berdoa nampaknya kuno dan tidak sesuai bagi sebagain orang saat
ini, tetapi mengapa? Mengembalikan perpuluhan dan memberi bagi pekerjaan gereja
nampaknya semakin bukan menjadi prioritas bagi banyak orang saat ini
dibandingkan dengan 100 tahun yang lalu. Mengapa? Mendengar seorang pengkhotbah
berbicara tentang firman Tuhan nampaknya tidak cocok bagi dunia kita yang
bergerak cepat. Mengapa ini terjadi? Apa yang terjadi dengan kita sehingga
sulit untuk menyembah Allah kita? — Pendeta Troy
|
1
|
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Kurt telah datang berbakti di gereja yang sama
bertahun-tahun lamanya. Nampaknya ibadahnya tidak hidup dan biasa dan dia
mengalami kesukaran untuk berfokus atau memberikan perhatian terhadap apa yang
terjadi di sekitarnya. Kemudian beberapa perubahan terjadi. Pelayanan ibadah
berubah menjadi sesuatu yang baru. Alat musik baru. Lagu baru. Orang baru.
Tetapi setelah setahun dia temukan dirinya merasakan hal yang sama. Dia merasa
tidak terlibat dan bosan. Apa menurutmu yang hilang? Apa yang dia perlu lakukan
untuk mengubah dilemanya? Apa masalahnya, dan bagaimana engkau mendorongnya
untuk berubah?
Kunjungi www.guidemagazine.org/rtf untuk posting
tanggapan Anda. Terus terang dan jujur. Katakanlah apa yang Anda pikirkan.
|
2
|
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda
orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan
dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak. Bisakah anda
membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini dibandingkan
dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya? Setelah meninjau ayat-ayat
dalam bagian pelajaran Allah Berfirman. . ., tulislah pernyataan yang cocok
dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah membuat “kutipan
sendiri” di Sekolah Sabat.
Ø “Saya tidak pernah mengetahui bagaimana beribadah sampai
saya mengetahui bagaimana mengasihi.”—Henry Ward Beecher,
Pendeta Amerika abad-19.
Ø “Beribadah kepada Allah haruslah bersifat rohani, suapaya
bisa berkomunikasi dengan sifat-Nya.”—John Calvin, ahli
teologia Perancis abad ke-16 .
Ø “Kebutuhan
ibadah masyarakat adalah kesengsaraan semua manusia...yang utama. Agar ibadah
yang biasa berlangsung mereka membantai sesamanya dengan pedang.”—Fyodor
Mikhaiylovich Dostoyevsky, Penulis novel Rusia abad ke-19.
Ø “Pelayanan
gereja yang sempurna akan menjadi salah satu yang kita kurang perhatikan;
perhatian kita harusnya pada Allah. Tetapi
kesenangan yang baru mencegah hal ini. Perhatian kita hanya kepada pelayanan
itu; dan berpikir tentang ibadah adalah sesuatu yang berbeda dengan menyembah.”—C.
S. Lewis, Penulis dan sarjana kristen abad-20.
Ø “Beberapa
orang menyembah jabatan, beberapa yang lain para pahlawan, beberapa orang
lainnya kekuasaan, sementara yang lain Allah, dan untuk semuanya itu mereka
bertengkar, tetapi semuanya beribadah kepada uang.”—Mark Twain, Penulis Amerika
abad ke-19.
Ø “Yesus’ . . . mengatakan . . . ’Allah adalah
Roh, dan para penyembahnya harus menyembah dalam roh dan kebenaran’ (John 4:24)
. . . katakan bahwa kita harus menyembah Allah sebagai makhluk rohani (bukan
hanya secara fisik), dengan memikirkan hal-hal rohani (dengan hati, hubungan
kita dengan Dia). Ini juga berarti bahwa kita harus menyembah Dia dalam
kebenaran (Allah orang Yahudi), ketika kita mempertimbangkan bahwa pengertian
dan teologi adalah penting untuk ibadah yang benar.”—Kim Anthony Gentes, Pemimpin
ibadah dan musik kristen abad ke-20.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø _______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
|
3
|
LALU
APA?
Seringkali
ketika Yesus membahas masalah penyembahan, perbincangan tentang uang muncul.
Bukan musik, Bukan gaya. Bukan berapa lama ibadah ini berakhir. Uang. Sesuatu
yang khusus. Alkitab jelas menyatakan tentang perpuluhan dan persembahan.
Perpuluhan (sepersepulu dari pendapatan) di kembalikan ke rumah perbendaharaan
(gereja) untuk pekerjaan kerajaan Allah di seluruh dunia. Persembahan kita
(pemberian tambahan di luar perpuluhan) diberikan untuk mendukung gereja lokal
dan misinya di tengah masyarakat.
Sementara
Alkitab jelas menyatakan tentang apa yang harus dilakukan dan berapa banyak
untuk memberi, Yesus membuatnya bersifat pribadi. Sang Juruselamat membuatnya
berhubungan dengan hati. Yesus menyatakan bahwa engkau dapat mengatakan tentang
hati seseorang dari sifat pemberiannya. Memberi dengan penuh sukacita yang
keluar dari hati yang penuh pujian adalah ibadah. Bahkan memberikan dengan cara
demikian menunjukkan bahwa Kerajaan itu berharga dalam hidupmu. Ingatlah janda
yang memberikan secara berkelimpahan dari kemiskinannya? Yesus tidak
menggambarkan jumlah uang yang dia jatuhkan di tempat persembahan. Dia
menghitung ukuran hati dan kedermawanannya dan menempelak orang kaya yang
menunjukkan jumlah besar uang yang dijatuhkan di tempat persembahan.
Hati
seorang pemberi itulah yang dilihat Allah. Seorang gadis menabung semua uangnya
untuk melakukan perjalanan misi selama beberapa minggu. Seorang ayah menyetir
sebuah mobil tua agar uangnya dapat disumbangkan bagi gerejanya. Sebuah
keluarga memutuskan untuk membatalkan liburan mereka untuk seorang anak
laki-laki kecil di sekolah gereja. Seorang mahasiswa menjual gitarnya untuk
membeli Alkitab bagi sebuah gereja di belahan bumi lain. Apakah itu lagu yang
kita nyanyikan atau doa yang kita layangkan, engkau dapat mengatakan bahwa
Allah adalah berharga bagi orang itu melalui cara mereka memberi di dalam
ibadah.
|
4
|
Tuhan berkata…
Ø
Yesaya
29:13
Ø
Yohanes
2:13-17
Ø
Ibarani
10:23-25
Ø
Kolose
3:15-17
(Tambahan:
Kisah Para Rasul 2:42-47; Kisah Para Rasul 4:31-37; Acts 16:22-26; Matius
21:12-14; Efesus 5:15-20)
|
5
|
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Kadang-kadang membayangkan
wajah Bapa adalah sesuatu yang penting dalam ibadah. Bagi Allah, hal ini adalah
tentang melihatmu muka dengan muka. Perhatikan orang tua dengan anak-anak
mereka---mereka nampak di depan mata. Orang muda yang kaya datang kepada Yesus
untuk mencari jalan pintas ke sorga. Alkitab berkata, “Yesus melihat kepadanya
dan mengasihinya” (Markus 10:21, NIV). Meskipun orang muda yang kaya ini
menjauh dari Yesus, Tuhan tidak pernah memalingkan pandangan darinya. Setiap
orang yang meninggalkan rumah Allah tanpa memandang wajahNya dikasihi dengan
cara yang sama. Menyakitkan bagi Bapa ketika anakNya menolak perhatiannya atau
mengabaikan hadiratNya. Tetapi kasihNya tetap sama kepada mereka.
Ibadah adalah suatu
peristiwa untuk melihat Allah tepat di wajah dan mendengarkanNya. Inilah
saatnya ketika setiap orang dapat menyanyi dan memuji Allah karena Ia sangat
berharga bagi mereka. Kadang-kadang berada di sana dalam kesunyian cukup untuk
melihatNya muka dengan muka. Lagi pula, ini bukanlah perkara magis. Sama
seperti perkara lainnya, hal ini membutuhkan langkah-langkah kecil secara
tetap. Cobalah itu. Jika engkau lupa atau terganggu atau bahkan bosan, jangan
lemahkan dirimu. Kembali fokus dan temukan cara untuk mengatakan kepada Allah
apa yang engkau pikirkan tentang Dia. Harapannya adalah bahwa engkau akan
berjalan sebagai orang yang berbeda oleh sebab hal itu.
|
6
|
Bagaimana Cara Kerjanya?
Bagian-bagian pelayanan ibadah yang paling berarti bagiku
adalah:
Paling
tidak berarti Paling berarti
Musik dan menyanyi
1 2 3 4
5
Persekutuan dan komunitas 1 2 3 4
5
Berdoa
1 2 3 4 5
Berkhotbah/Mengajar
1 2 3
4 5
Memberi 1 2 3 4
5
Melayani dan menolong 1 2 3
4
5
Penerapan dan menghidupkan 1 2 3
4
5
Ketika
engkau melihat hasil dari inventaris ini, pikirkan beberapa cara yang engkau
dapat tingkatkan dari bagian ibadah yang paling tidak berarti saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar