Minggu, 27 Mei 2012

Real Time Faith-9-II-2012-Murid


Pelajaran 9
Emas Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji Kepunyaan Kaisar
2 Juni 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                   Biji Kepunyaan Kaisar

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Suatu waktu, ada seorang kaisar di Asia Timur yang semakin tua dan tahu bahwa waktu memilih penggantinya sudah semakin dekat. Gantinya memilih salah satu anaknya, dia memutuskan untuk melakukan hal berbeda. Dia memanggil semua pemuda di kerajaan pada suatu hari. Dia berkata, “Sudah tiba saatnya saya turun dari takhta dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan salah satu dari antara kalian.” Anak-anaknya kaget! Namun kaisar melanjutkan. “Saya akan memberikan setiap orang sebuah biji pada hari ini. Satu biji. Biji ini sangat spesial. Saya ingin kamu pergi ke rumah, tanam biji ini, sirami, dan datang kembali ke tempat ini satu tahun dari sekarang dengan apa yang telah kamu tumbuhkan dari satu biji ini. Saya akan memeriksa tanaman yang kamu bawa, dan pemuda yang saya pilih akan menjadi kaisar berikutnya di kerajaan!”
            Ada seorang pemuda bernama Ling yang berada di tempat itu pada hari itu, dan dia, seperti yang lain, menerima sebuah biji. Dia pulang ke rumah dan dengan gembira menceritakan semuanya kepada ibunya.  Ibunya membantu dia mendapatkan sebuah pot dan tanah untuk bertanam, dan dia menanam biji dan menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari dia akan menyirami dan memperhatikan jika mulai bertumbuh. Setelah sekitar 3 minggu, beberapa pemuda mulai membicarakan biji dan tanaman yang mulai bertumbuh. Ling tetap pulang ke rumah dan memeriksa bijinya, tapi tidak bertumbuh. Pada saat itu pemuda lain membicarakan tanaman mereka, tapi Ling tidak memiliki sebuah tanaman, dan dia merasa gagal. Bagaimanapun, Ling tidak mengatakan apapun kepada temannya. Dia tetap menunggu bijinya untuk bertumbuh.
            Akhirnya setahun berlalu, dan semua pemuda di kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak akan pergi membawa pot yang kosong. Tapi ibunya mendukung dia untuk pergi dan jujur mengenai apa yang terjadi. Ling merasa mual, tapi dia tahu ibunya benar. Dia membawa potnya yang kosong ke istana.
            Ketika Ling tiba, dia terkejut melihat berbagai tanaman yang tumbuh milik pemuda yang lain. Tanamannya cantik-cantik dalam bentuk dan ukurannya. Ketika kaisar tiba, dia memperhatikan ruangan dan menyapa para pemuda. Ling berusaha bersembunyi di belakang. “Betapa indahnya tanaman, pohon, dan bunga yang kalian tumbuhkan,” kata kaisar. “Hari ini satu dari antara kalian akan menjadi kaisar berikutnya!”
            Tiba-tiba kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Dia memerintahkan pengawalnya untuk membawa dia ke depan. Ling ketakutan. “Kaisar tahu kegagalan saya! Mungkin dia akan membunuh saya!” Ketika Ling tiba di depan, kaisar menanyakan namanya. “Nama saya Ling,” jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan membuat lelucon mengenai dirinya. Kaisar meminta setiap orang untuk diam. Dia melihat Ling dan berbicara kepada kerumunan, “Lihat kaisar baru kalian! Namanya adalah Ling!”
            Ling tidak dapat mempercayainya. Bagaimana mungkin dia menjadi kaisar yang baru?
            Kemudian kaisar berkata, “Setahun yang lalu pada hari ini, saya memberikan setiap orang yang hadir satu biji. Saya meminta kalian membawa biji tersebut, menanamnya, menyiraminya, dan membawanya kembali kepada saya pada hari ini. Tapi saya memberikan kepada kalian semua biji yang sudah direbus, yang tidak akan bertumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa pohon dan tanaman dan bunga. Ketika kalian mendapati bahwa biji tidak bertumbuh, kalian mengganti biji yang saya berikan dengan biji yang lain. Ling adalah satu-satunya yang dengan berani dan jujur membawa sebuah pot dengan biji saya di dalamnya. Karena itu, dia akan menjadi kaisar yang baru!” – Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan izin oleh The Zondervan Corporation.


 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Kim menulis pertanyaan ini: “Ketika saya berdoa kepada Tuhan, saya ingin terbuka dan jujur, tapi saya tidak tahu mulai dari mana. Saya merasa meskipun banyak hal yang ingin dikatakan kepada-Nya, saya merasa bodoh mengulangi apa yang Dia sudah ketahui dengan jelas. Bagaimana kamu berbicara dengan seseorang yang tahu apa yang kamu akan katakan? Saya telah membuat banyak janji kepada-Nya yang telah saya langgar. Saya lelah meminta pengampunan kepada-Nya setiap waktu. Apa intinya? Adakah cara yang lain? Saya benar-benar tipe orang yang terbuka terhadap saran.”
  • Apa yang akan kamu katakan kepada Kim?
  • Adakah sesuatu yang kamu alami yang dapat membantunya?
  • Kapan kamu merasakan hal yang sama? Bagaimana kamu melaluinya?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dia yang tidak percaya adalah dia yang tidak hidup berdasarkan apa yang dia percayai.” – Thomas Fuller, penulis dan pendeta Inffris pada abad 17.
Ø “Betapa jarangnya kita mengukur tetangga kita dengan ukuran yang sama kepada diri kita.” – Thomas à Kempls, pendeta, biawaran, dan penulis Jerman pada abad ke-15.
Ø “Hidupkan kebenaran ganti mengakuinya.” – Elbert Hubbart, penulis A.S. pada abad ke-19.
Ø “Cara terbaik untuk hidup dengan kehormatan di dunia ini adalah dengan menjadi apa yang kita perankan.” Sokrates, filsuf Yunani pada abad 5 SM.
Ø “Apa yang kamu lakukan berbunyi sangat kuat sehingga saya tidak dapat mendengarkan apa yang kamu katakan.” -  Ralph Waldo Emerson, penulis esai dan puisi A.S. pada abad ke-19.
Ø “Pada akhirnya, apa yang akan kita ingat bukanlah kata-kata dari musuh kita, tapi keheningan dari teman kita.” – Martin Luther King, Jr, pendeta A.S. pada abad ke-20.
Ø “Hal terbaik dari kehidupan-kesederhanaan, kejujuran, kebenaran, kesucian, integritas-tidak dapat dibeli atau dijual.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Memiliki iman “yang kelihatan” adalah apa yang Tuhan inginkan dari para orang muda. Apakah kamu memperhatikan betapa sulitnya mempercayai orang berdasarkan apa yang mereka katakan mengenai diri mereka pada saat ini? Manusia yang baik bisa menjadi pembunuh berantai. Para politisi menuduh lawannya sebagi penipu. Para atlit mengatakan suatu hal namun melakukan yang lain. Betapa menyenangkan jika menjadi yang “nyata”.
Alkitab mengacu kepada iman kita sebagai “emas yang murni” (1 Petrus 1:6-8; Wahyu 3:14-18). Ketika emas benar-benar dimurnikan, maka emas menjadi transparan-warna kuning pada emas berasal dari ketidakmurnian tetap melekat pada logam. Ketika Yohanes menggambarkan jalan–jalan dari emas, mereka nampak “bagaikan kaca”. Harapan Tuhan untukmu adalah agar kamu dapat dilihat.
Bukan seolah-olah Tuhan tidak dapat membaca pikiran dan mengetahui pikiranmu. Dia tidak menggaruk-garuk kepalaNya dan mengira apa yang kamu pikirkan atau apakah kamu benar-benar mengasihiNya. Dia tahu. Dia juga tahu bahwa sebuah hubungan adalah jalan dua arah, dan meskipun tiketmu ke surga tidak didapat karena melakukan yang baik, namun itu semua berhubungan erat dengan mengenal siapakah Tuhan. (Yohanes 17:3)
Satu hal yang pasti: tidak seorangpun akan sembunyi-sembunyi masuk melalui pintu gerbang mutiara dengan sebuah topeng dan berpura-pura menjadi seorang anak Raja. Anak-anak Allah dengan bangga memperlihatkan warna mereka di bumi, sebagaimana mereka bangga di surga nanti. Apakah warnamu jelas?

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Mazmur 139:1-4
Ø 1 Timotius 1:5
Ø 2 Korintus 6:2-10
Ø 2 Korintus 11:3
Ø Ibrani 10:22
Ø Yakobus 3:17
Ø 2 Timotius 3:1-5
Ø 1 Petrus 1:6,7

     Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Ketika berbelanja dengan ayahnya, seorang anak laki-laki berusaha menakut-nakuti ayahnya dengan memakai sebuah topeng dan mengikutinya diam-diam dari belakang. Dia memakai rupa makhluk yang aneh, tapi ayahnya melihat rambut berwarna merah kekuningan anak laki-laki tersebut menyembul keluar. Sepatunya, yang telah dibelikan ayahnya seminggu yang lalu seperti biasanya tidak terikat. Tangan yang dibengkokkan menyerupai cakar mengerikan nampak tidak asing baginya.
Sang ayah telah memegang tangan tersebut ketika gemetar karena ketakutan ketika anak laki-laki tersebut mendapat suntikan pertama dari dokter. Sang ayah telah menempelkan pembalut luka yang tidak terhitung banyaknya pada jari-jari selama 5 tahun belakangan. Suaranya, meskipun tidak jelas karena bibir plastik dari topeng, sudah pasti tidak salah adalah suara anaknya. Meskipun anaknya berpura-pura, ayah tidak dapat membayangkan anaknya, betapa gila atau menakutkan kostumnya, menjadi sesesorang yang bukanlah seperti anaknya.
Anak laki-laki itu melepaskan topengnya dan berkata, “Ini aku!” Tuhan sedang menunggu kamu untuk mengatakan hal yang sama. Mungkin tempat teraman untuk melepaskan topeng adalah dengan bertelut di hadapan Yesus.
           
            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Buatlah sebuah daftar dari 3 hal yang kamu ingin doakan selama satu minggu ini untuk berlatih menjadi yang sebenarnya.
     
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________

                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar