Pelajaran
9
Emas
Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji
Kepunyaan Kaisar
2
Juni 2012
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Biji Kepunyaan
Kaisar
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Suatu waktu, ada seorang kaisar di
Asia Timur yang semakin tua dan tahu bahwa waktu memilih penggantinya sudah
semakin dekat. Gantinya memilih salah satu anaknya, dia memutuskan untuk
melakukan hal berbeda. Dia memanggil semua pemuda di kerajaan pada suatu hari.
Dia berkata, “Sudah tiba saatnya saya turun dari takhta dan memilih kaisar
berikutnya. Saya telah memutuskan salah satu dari antara kalian.” Anak-anaknya
kaget! Namun kaisar melanjutkan. “Saya akan memberikan setiap orang sebuah biji
pada hari ini. Satu biji. Biji ini sangat spesial. Saya ingin kamu pergi ke
rumah, tanam biji ini, sirami, dan datang kembali ke tempat ini satu tahun dari
sekarang dengan apa yang telah kamu tumbuhkan dari satu biji ini. Saya akan
memeriksa tanaman yang kamu bawa, dan pemuda yang saya pilih akan menjadi
kaisar berikutnya di kerajaan!”
Ada seorang pemuda bernama Ling yang
berada di tempat itu pada hari itu, dan dia, seperti yang lain, menerima sebuah
biji. Dia pulang ke rumah dan dengan gembira menceritakan semuanya kepada ibunya. Ibunya membantu dia mendapatkan sebuah pot
dan tanah untuk bertanam, dan dia menanam biji dan menyiraminya dengan
hati-hati. Setiap hari dia akan menyirami dan memperhatikan jika mulai
bertumbuh. Setelah sekitar 3 minggu, beberapa pemuda mulai membicarakan biji
dan tanaman yang mulai bertumbuh. Ling tetap pulang ke rumah dan memeriksa
bijinya, tapi tidak bertumbuh. Pada saat itu pemuda lain membicarakan tanaman
mereka, tapi Ling tidak memiliki sebuah tanaman, dan dia merasa gagal.
Bagaimanapun, Ling tidak mengatakan apapun kepada temannya. Dia tetap menunggu
bijinya untuk bertumbuh.
Akhirnya setahun berlalu, dan semua
pemuda di kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling
mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak akan pergi membawa pot yang kosong.
Tapi ibunya mendukung dia untuk pergi dan jujur mengenai apa yang terjadi. Ling
merasa mual, tapi dia tahu ibunya benar. Dia membawa potnya yang kosong ke
istana.
Ketika Ling tiba, dia terkejut melihat
berbagai tanaman yang tumbuh milik pemuda yang lain. Tanamannya cantik-cantik dalam
bentuk dan ukurannya. Ketika kaisar tiba, dia memperhatikan ruangan dan menyapa
para pemuda. Ling berusaha bersembunyi di belakang. “Betapa indahnya tanaman,
pohon, dan bunga yang kalian tumbuhkan,” kata kaisar. “Hari ini satu dari
antara kalian akan menjadi kaisar berikutnya!”
Tiba-tiba kaisar melihat Ling di
belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Dia memerintahkan pengawalnya untuk
membawa dia ke depan. Ling ketakutan. “Kaisar tahu kegagalan saya! Mungkin dia
akan membunuh saya!” Ketika Ling tiba di depan, kaisar menanyakan namanya.
“Nama saya Ling,” jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan membuat lelucon
mengenai dirinya. Kaisar meminta setiap orang untuk diam. Dia melihat Ling dan
berbicara kepada kerumunan, “Lihat kaisar baru kalian! Namanya adalah Ling!”
Ling tidak dapat mempercayainya.
Bagaimana mungkin dia menjadi kaisar yang baru?
Kemudian kaisar berkata, “Setahun
yang lalu pada hari ini, saya memberikan setiap orang yang hadir satu biji.
Saya meminta kalian membawa biji tersebut, menanamnya, menyiraminya, dan
membawanya kembali kepada saya pada hari ini. Tapi saya memberikan kepada
kalian semua biji yang sudah direbus, yang tidak akan bertumbuh. Kalian semua,
kecuali Ling, telah membawa pohon dan tanaman dan bunga. Ketika kalian
mendapati bahwa biji tidak bertumbuh, kalian mengganti biji yang saya berikan
dengan biji yang lain. Ling adalah satu-satunya yang dengan berani dan jujur
membawa sebuah pot dengan biji saya di dalamnya. Karena itu, dia akan menjadi
kaisar yang baru!” – Diambil dari More
Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan
izin oleh The Zondervan Corporation.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Kim menulis pertanyaan ini:
“Ketika saya berdoa kepada Tuhan, saya ingin terbuka dan jujur, tapi saya tidak
tahu mulai dari mana. Saya merasa meskipun banyak hal yang ingin dikatakan
kepada-Nya, saya merasa bodoh mengulangi apa yang Dia sudah ketahui dengan
jelas. Bagaimana kamu berbicara dengan seseorang yang tahu apa yang kamu akan
katakan? Saya telah membuat banyak janji kepada-Nya yang telah saya langgar.
Saya lelah meminta pengampunan kepada-Nya setiap waktu. Apa intinya? Adakah
cara yang lain? Saya benar-benar tipe orang yang terbuka terhadap saran.”
- Apa yang akan kamu katakan kepada Kim?
- Adakah sesuatu yang kamu alami yang dapat membantunya?
- Kapan kamu merasakan hal yang sama? Bagaimana kamu melaluinya?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dia yang tidak
percaya adalah dia yang tidak hidup berdasarkan apa yang dia percayai.” – Thomas
Fuller, penulis dan pendeta Inffris pada abad 17.
Ø “Betapa jarangnya
kita mengukur tetangga kita dengan ukuran yang sama kepada diri kita.” – Thomas
à Kempls, pendeta, biawaran, dan penulis Jerman pada abad ke-15.
Ø “Hidupkan
kebenaran ganti mengakuinya.” – Elbert Hubbart, penulis A.S. pada abad ke-19.
Ø “Cara terbaik
untuk hidup dengan kehormatan di dunia ini adalah dengan menjadi apa yang kita
perankan.” Sokrates, filsuf Yunani pada abad 5 SM.
Ø “Apa yang kamu
lakukan berbunyi sangat kuat sehingga saya tidak dapat mendengarkan apa yang
kamu katakan.” - Ralph Waldo Emerson,
penulis esai dan puisi A.S. pada abad ke-19.
Ø “Pada akhirnya,
apa yang akan kita ingat bukanlah kata-kata dari musuh kita, tapi keheningan
dari teman kita.” – Martin Luther King, Jr, pendeta A.S. pada abad ke-20.
Ø “Hal terbaik dari
kehidupan-kesederhanaan, kejujuran, kebenaran, kesucian, integritas-tidak dapat
dibeli atau dijual.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif
abad 19.
Tuliskan
Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Memiliki
iman “yang kelihatan”
adalah apa yang Tuhan inginkan dari para orang muda. Apakah kamu memperhatikan
betapa sulitnya mempercayai orang berdasarkan apa yang mereka katakan mengenai
diri mereka pada saat ini? Manusia yang baik bisa menjadi pembunuh berantai.
Para politisi menuduh lawannya sebagi penipu. Para atlit mengatakan suatu hal
namun melakukan yang lain. Betapa menyenangkan jika menjadi yang “nyata”.
Alkitab
mengacu kepada iman kita sebagai “emas yang murni” (1 Petrus 1:6-8; Wahyu
3:14-18). Ketika emas benar-benar dimurnikan, maka emas menjadi
transparan-warna kuning pada emas berasal dari ketidakmurnian tetap melekat
pada logam. Ketika Yohanes menggambarkan jalan–jalan dari emas, mereka nampak
“bagaikan kaca”. Harapan Tuhan untukmu adalah agar kamu dapat dilihat.
Bukan
seolah-olah Tuhan tidak dapat membaca pikiran dan mengetahui pikiranmu. Dia
tidak menggaruk-garuk
kepalaNya dan mengira apa yang kamu pikirkan atau apakah kamu benar-benar
mengasihiNya. Dia tahu. Dia juga tahu bahwa sebuah hubungan adalah jalan dua
arah, dan meskipun tiketmu ke surga tidak didapat karena melakukan yang baik,
namun itu semua berhubungan
erat dengan mengenal
siapakah Tuhan. (Yohanes 17:3)
Satu
hal yang pasti: tidak seorangpun akan sembunyi-sembunyi masuk melalui pintu
gerbang mutiara dengan sebuah topeng dan berpura-pura menjadi seorang anak
Raja. Anak-anak Allah dengan bangga memperlihatkan warna mereka di bumi,
sebagaimana mereka bangga di surga nanti. Apakah warnamu jelas?
Rabu
Tuhan berkata…
Ø
Mazmur 139:1-4
Ø
1 Timotius 1:5
Ø
2 Korintus 6:2-10
Ø
2 Korintus 11:3
Ø
Ibrani 10:22
Ø
Yakobus 3:17
Ø
2 Timotius 3:1-5
Ø 1
Petrus 1:6,7
Kamis
Apa
Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Ketika
berbelanja dengan ayahnya, seorang anak laki-laki berusaha menakut-nakuti ayahnya dengan memakai sebuah
topeng dan mengikutinya diam-diam dari belakang. Dia memakai rupa makhluk yang aneh,
tapi ayahnya melihat rambut berwarna merah kekuningan anak laki-laki tersebut menyembul
keluar.
Sepatunya, yang telah dibelikan ayahnya seminggu yang lalu seperti biasanya
tidak terikat.
Tangan yang dibengkokkan menyerupai cakar mengerikan nampak tidak
asing baginya.
Sang
ayah telah memegang tangan tersebut ketika gemetar karena ketakutan ketika anak
laki-laki tersebut mendapat suntikan pertama dari dokter. Sang ayah telah
menempelkan pembalut luka yang tidak terhitung
banyaknya pada jari-jari selama 5 tahun belakangan. Suaranya, meskipun tidak
jelas karena bibir plastik dari topeng, sudah pasti tidak salah adalah suara
anaknya. Meskipun anaknya berpura-pura, ayah tidak dapat membayangkan anaknya,
betapa gila atau menakutkan kostumnya, menjadi sesesorang yang bukanlah seperti
anaknya.
Anak
laki-laki itu melepaskan topengnya dan berkata, “Ini aku!” Tuhan sedang
menunggu kamu untuk mengatakan hal yang sama. Mungkin tempat teraman untuk
melepaskan topeng adalah dengan bertelut di hadapan Yesus.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Buatlah sebuah daftar dari 3 hal
yang kamu ingin doakan selama satu minggu ini untuk berlatih menjadi yang
sebenarnya.
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
________________________________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
________________________________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar