Kamis, 05 Juli 2012

SSCQ-K III-2012


Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Pertama Kwartal 3,
Injil Datang Ke Tesalonika
30 Juni—6 Juli 2012
Diterjemahkan Oleh: Michael H. Sihombing
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang

Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya”. (1 Tesalonika 2 : 13)
cq312_01.jpg


Sabbath
30 JUNI
Kisah Para Rasul 17 : 1-3; 1 Tesalonika 2 : 13
Pendahuluan
Menyambut Kebenaran

Membayangkan kehidupan yang sangat sibuk di pelabuhan Laut Aegean, Ibu kota Roma propinsi Makedonia sepanjang abad pertama AD. Tesalonika adalah tempat tinggal orang Yahudi dan Kafir. Pada perjalanan misionari yang kedua, Paulus tiba untuk membagikan kabar injil kepada pendengar yang sangat rindu akan pekabaran. Kabar baik dia bagikan seperti kamu bernafas di udara Laut yang asin. Dia memberikan perhatian yang khusus kepada kebangkitan anak Allah. Alkitab mencatat tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu." (Kis 17 : 2,3, NKJV).

Firman Allah telah membuktikan dirinya sendiri lagi dan lagi di dalamnya ada kuasa untuk mengobah kehidupan manusia

Ketika mereka mendengar kabar baik ini, orang-orang Tesalonika menerimanya sebagai Firman Tuhan yang sejati (1Tesalonika 2: 13). Kekristenan mereka yang masih muda bertumbuh dengan subur, mengingatkan kembali perumpamaan tentang Penabur yang Yesus sampaikan pada waktu pelayananNya di dunia ini. Dalam perumpamaan ini. Seorang petani menaburkan benih di ladangnya dengan harapan panen yang melimpah. “Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat." (Markus 4 : 20, NKJV)
Mengapa Orang Tesalonika begitu yakin akan pekabaran Paulus? Mereka mengetahui bahwa Paulus tidak hanya menceritakan sebuah cerita! Dia menundukung pekabaran menlalui alasan yang cerdas. Banyak yang mengunjungi Sinagog seperti yang dikatakan para rasul sudah femiliar  dengan nabi-nabi seperti Yesaya,  meramalkan dengan jelas akan kedatangan Juruselamat. Paulus dengan jelas berbicara tentang kebangkitan Yesus. Dia melihat dengan jelas hubungan antara kehidupan Yesus dan nubuatan Mesias, Meninggalkan orang Tesalonika yang sudah diyakinkan dengan kebenaran dan bersukacita membagikan pekabaran pengharapan.
Firman Tuhan membuktikan dirinya sendiri dalam kuasa mengobah kehidupan mereka yang menerimanya. Pelajaran minggu ini, berdoalah supaya hati anda terbuka kepada firman Allah dan kehadiran Roh Kudus. Yakinlah bahwa Kitab Suci  hari ini dapat dipercaya sebagaimana pada abad pertama.

Julie Keaton, Silver Spring, Maryland, USA

Minggu
1 JULI

Logos
Injil Menjadi Pribadi
Yesaya 9 : 1-7; Yesaya 53; Jeremia 23 : 1-6; Kisah 16 : 9-40; 17 : 1-4, 12; Roma 1 : 16; 1 Tesalonika 2

Sebuah tempat permainan yang mantap. (Kisah 16:9-40; 17:14)
Dengan kedatangan dan penerimaan akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang dijanjikan datanglah sebuah pengharapan yang menggentarkan. Kesombongan rohani dari keyakinan orang Yahudi. Dengan kesombongan pengikut-pengikut Yahudi, Injil datang kepada orang bukan Yahudi. Dengan Kasih karunia Injil dan keselamatan telah ditemukan oleh orang bukan Yahudi mendatangkan kegentaran dan kehidupan yang memberikan pengharapan kepada dunia.

Paulus gigih dan bangga, di dorong oleh keyakinan akan kebangkitan Juruselamat dan Kedatangan Yesus kembali.

Orang bukan Yahudi mulai bertambah-tambah menerima injil diberbagai tempat seperti di Tesalonika. Beberapa orang Yahudi mulai menyadari bahwa semua orang pada dasarnya adalah sama. Injil menyatakan bahwa Yesus mengasihi semua orang. Ini adalah ladang keselamatan yang sangat bagus. Tidak lebih lama kesombongan rohani orang Yahudi menjadi kutuk bagi orang lain.
Kepada Paulus telah ditunjukkan dalam penglihatan bahwa menyampaikan Injil di Tesalonika. Hal ini menolongnya dan orang yahudi yang lain bahwa Allah memanggil mereka untuk menyampaikan Injil kepada orang bukan Yahudi (kisah 16 : 9). Itu juga mengingatkan kesamaan hak sesama orang percaya. Allah mengutus banyak Penginjil untuk memimpin dan menuntun orang-orang yang bukan Yahudi memiliki hubungan yang menyelamatkan dengan Yesus. Bukan hanya orang Yahudi yang menerima ajaran baru ini, tetapi orang Yunani pria dan wanita juga menerimanya (Kisah 17 : 1-4, 12). Ini adalah penegasan lebih lanjut bahwa  Allah mengarahkan pekabaran  Paulus.
Ada banyak yang perlu dipelajari dari teladan Paulus. Dia adalah pengkhotbah kabar keselamatan yang terbuka dan bersahabat kepada yang hilang, yang kurang perhatian, yang hidup serba keterbatasan, atau sebuah sistem kepercayaan yang dianut beberapa orang.

Janji akan seorang juruselamat (Yesaya 53)
Keturunan orang Yahudi telah mengantisipasi akan kedatangan Juruselamat mereka. Tidak pernah mereka membayangkan bahwa Yesus menawarkan keselamatan tidak hanya kepada mereka sendiri tetapi juga kepada semua manusia.
Yesaya 53 dibaca seperti dokumenter kehidupan Yesus, “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya”. (Yesaya 53 : 2, NIV). Ayat ini menggambarkan Yesus dan bagaimana Dia mengambil umat manusia dan memikul dosa-dosa kita. Hal yang tersembunyi dari janji ini adalah penderitaan dan penyiksaan yang dialamiNya. Sangat banyak orang percaya pada saat itu tidak mau menerima seorang Juruselamat yang menderita, hanya Seorang Juruselamat yang paling berkuasa.
Janji ini muncul lama sebelum Yesus lahir. Orang Yahudi telah belajar dan percaya bagian-bagian yang sangat banyak dalam Kitab Suci mereka menunjuk kepadaNya. Kemudian di Tesalonika, pekabaran janji keselamatan akan diterima dan siap untuk dipercaya. Orang-orang ini tidak memiliki pengetahuan dan pengertian sebelumnya sampai mereka menerima kebenaran itu dengan segera.

Domba yang tercerai-berai (Jeremia 23 : 1-6)
Jeremia 23 : 1-6 mengingatkan “Gembala-gembala” bahwa domba-domba mereka tercerai-berai. Apakah Allah menyiapkan orang Yahudi menginjil kepada orang yang bukan Yahudi? Disini Allah berjanji  tidak hanya menyediakan Juruselamat tetapi juga mengumpulkan domba-dombaNya. Ada juga sebuah janji pertumbuhan : “Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun”. (Jeremia 23 : 4, NIV). Sebagaimana Allah memampukan para misionari yang mula-mula untuk membagikan Injil. Dia meyakinkan mereka bahwa orang-orang percaya akan dikumpulkan bersama melalui keyakinan dan iman mereka. Persamaan hak sesama orang percaya. Hal ini telah dihidupkan di Tesalonika.
Ada satu keinginan yang besar untuk menerima Injil. Paulus menunjukkan keinginannya mengambil risiko kehidupannya dalam pelayanan yang patut dikenang, “ Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani”. (Roma 1 : 16, NIV). Adakah keraguan bagi kita bahwa Paulus telah bernafsu mengkhotbahkan Injil tanpa memperhatikan tanggapan orang lain?

Keras dan Bangga (1 Tesalonika 2)
Kita merasakan satu kepastian yang pasti dari paulus ketika kita membaca kata-katanya dalam 1 Tesalonika 2 : 4 “ Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”. Dia tidak takut. Malahan dia gigih dan bangga, di dorong oleh keyakinan akan kebangkitan Juruselamat dan Kedatangan Yesus kembali.
Surat kepada orang-orang Tesalonika mengingatkan kita bahwa Paulus dan para misionari yang mula-mula memiliki kasih yang besar kepada jiwa-jiwa yang hilang. Pada saat kasih tidak dihidupkankan, banyak orang kristen hari ini harus diingatkan. Ada satu kehausan dan kelaparan akan kebenaran Allah. “Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya”. (1 Tesalonika 2 : 13, NIV).
Ya, pendirian Paulus yang gigih dan bangga sebagaimana dia menyampaikan kasih, pengampunan, dan keselamatan dari Juruselamat yang hidup. Ada banyak yang perlu kita pelajari darinya, yang kita boleh pergunakan dalam hidup kita. Dari kesamaan umat manusia kepada Juruselamat, Paulus mendorong kita untuk berdiri tegak, untuk tidak malu, dan membawa keasih kepada Yesus.

REAKSI
1.   Secara pribadi apa yang dapat anda pelajari dari kepedulian Paulus kepada jiwa-jiwa yang hilang? Apa yang boleh anda ikuti dari tindakannya?
2.   Bagaimana anda memikirkan Allah menyatakan kepada bangsa Yahudi bahwa bukan hanya mereka yang diselamatkan?
3.   Dalam cara-cara apa anda boleh menjadi misionari kepada “Tesalonika”?
_____________
1.     Kisah Para Rasul, hal 221
2.     Ibid., hal 228, 229
3.     Ibid., hal 230

Nathan Brown, melbourne, Australi

Senin
2 JULI

Kisah 17 : 1-10
Kesaksian
Suatu Pekabaran Yang Meminta Tanggapan

            Dalam buku Kisah Para Rasul, Perjalanan misi Paulus ke Tesalonika dimulai dengan fokus pekabarannya : “Pekabaran kepada orang Tesalonika : “Pekabaran kepada orang Tesalonika, Paulus menyerukan kepada nubuatan Perjanjian Lama mengenai Mesias.”1 Ini menceritakan kembali nubuatan-nubuatan yang menunjuk kepada Yesus.

Jurukabar-jurukabar Salib harus... bekerja dengan berani dan beriman, dan selalu bekerja dalam nama Yesus

            “Dengan keberanian yang suci Paulus membagikan Injil di Sinagog di Tesalonika, terang telah sampaikan diatas pengertian yang benar akan tata cara dan upacara yang dihubungkan dengan pelayanan Kaabah.” Tetapi dia juga melihat ke depan : Paulus adalah seorang yang percaya akan kedatangan Yesus yang kedua kali; begitu jelas dan setengah memaksa dia menyatakan  kebenaran-kebenaran mengenai peristiwa ini, bahwa diatas banyak pemikiran yang mendengar ada yang menjadikan satu kesan  yang tidak pernah digunakan... sebagaimana Injil dinyatakan di Tesalonika dengan kuasa yang besar, perhatian dari kumpulan orang banyak telah didapatkan : “Beberapa dari antara mereka percaya, dan bersahabat dengan Paulus dan Silas; dan orang-orang Yunani yang beriman dalam jumlah yang besar, dan pemimpin wanita tidak sedikit.”2
            Tetapi ada juga dari antara mereka yang bertindak negati- dan kasar. Ya, pekabaran mereka menerima perhatian, tetapi tidak selalu seperti yang mereka doakan dan harapkan.
            “Mereka yang hari ini disentuh dengan kebenaran yang tidak pupolar tidak perlu tawar hati jika saat mereka tidak lagi menerima penerimaan yang menyenangkan, bahkan dari mereka yang mengaku kristen, daripada yang dilakukan Paulus dan teman-teman kerjanya dari orang-orang diantara kepada siapa mereka bekerja. Jurukabar-jurukabar salib harus menghangatkan diri mereka dengan doa dan perhatian yang sungguh-sungguh, bekerja dengan berani dan beriman, selalu bekerja dalam nama Yesus. Mereka harus memuliakan Kristus sebagai mediator manusia kepada kaabah surga, Seorang dari semua pusat pengorbanan di Perjanjian Lama, melalui korban pendamaian pelanggar-pelanggar hukum Allah boleh mendapatkan pengampunan dan kedamaian.”3

REAKSI
1.      Dalam pengalaman anda, apakah manusia lebih cenderung bertindak lebih positip atau negatip kepada kabar baik tentang Yesus? Mengapa anda memikirkan ini?
2.      Bagaimana kita mempermulus jalan bagi Injil? Dengan kata lain, apakah semata-mata itu pekerjaan Roh Kudus?
---------------------------------------
1.     Kisah Para Rasul, hal 221
2.     Ibid., hal 228, 229
3.     Ibid., hal 230

Nathan Brown, melbourne, Australi

Selasa
3 JULI

Bukti
Penglihatan Akan Makedonia
Yesaya 9 : 1-7; 53; Yer 23 ; 1-6; Kisah 16 : 9-40; 17 : 1-4,12; Roma 1:16

            Paulus berada pada misi, yakin akan tuntunan Allah. Setelah rencana perjalanannya yang pertama di hadang, dia menerima “sebuah penglihatan orang Makedonia” memohon pertolongan (Kisah 16 : 9). Menyesuaikan diri kepada Roh Kudus dan penurutan kepada panggilan, Paulus dan yang lain dengan segera bersiap untuk berangkat. Makedonia pada saat itu adalah wilayah propinsi Roma dekat dengan Balkan Peninsula, memiliki pengaruh yang kuat di Pilipi. Disana, Lydia dan keluarganya menerima pekabaran dan menyerahkan diri mereka dibaptis. Mereka juga adalah meramalkan roh yang keluar dari seorang gadis budak dan dimasukkan ke Penjara. Hal yang baik datang dari sini ketika penjaga penjara dan keluarganya percaya kepada Yesus dan dibaptiskan (Kis 16 : 11 – 40).

Walaupun ditengah banyak penderitaan  mereka tetap setia kepada Tuhan

            Ketika Paulus dan teman sekerjanya tiba di Makedonia, pemipin Yahudi gelisah dan memprovokasi banyak orang untuk menindas mereka (Kisah 17 : 1-9). Para pelancong memasuki Ibu kota Tesalonika sekitar tahun 50 AD. ( saat ini Yunani utara, pelabuhan sekarang di diami kurang lebih satu juta penduduk, secara kultural sangat terkemuka). Di Sinagog, Paulus  membuktikan kepada mereka bahwa Yesus adalah Mesias. Beberapa orang Yahudi dan banyak orang Yunani-termasuk wanita-wanita terkumuka bergabung bersama mereka. Sebelumnya, ketika orang banyak menindas mereka, Paulus mengantarkan ke Berea dimana keduanya Orang Yahudi dan Yunani menerima pekabaran (Kisah 17 : 1-4,12). Bagaimanapun orang Yahudi Tesalonika mengikuti dan menggerakkan banyak pertentangan, sehingga orang-orang percaya sekali lagi memindahkan Paulus.
            Seperti Yesus dan Jurukabar-jurukabar sebelum mereka, orang-orang Tesalonika menahan saat-saat sulit oleh karena Injil. Ditengah penderitaan mereka tetap setia (1 Tesalonika 1 : 6). Paulus memikiul banyak penderitaan dalam pelayanannya, meskipun demikian dia menyatakan, “  Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya”. (Roma 1 : 16, TNIV)
            Orang-orang Tesalonika sungguh-sungguh diobah oleh Injil. Paulus menyatakan kedekatan, semangat, iman, dan ketekunan mereka. Mereka menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Nama baik mereka tersebar dan menjadi teladan di seluruh daerah Tesalonika. Lebih dulu Paulus membenarkan beberapa kekurangan dan mendorong mereka untuk tetap berbuat baik, para rasul bangga dan besukacita karena mereka ( 1 Tesalonika 2 : 19).

REAKSI
1.      Apkakah anda memperhatikan tuntunan allah melalui Alkitab dan Roh Kudus untuk menjangkau jiwa-jiwa baru melalui Injil?
2.      Apakah anda bergembira karena Injil dan percaya kepada Allah meskipun ada penolakan atau mendapat fitnahan?

Colin MacLaurin, Brisbane, Australia

Rabu
4 JULI

Roma 12; 15: 4; 1 Tesalonila 1:3,8-10; 2 Tim 3:14-16
Bagaimana
Firman Yang Hidup

            Umat manusia telah jatuh dalam dosa, tetapi tidak semua hilang, Seorang telah datang untuk menebus umat manusia melalui kematianNya. Yang “Satu” itu adalah Yesus, dan kita dapat menemukan catatan tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitanNya di Perjanjian Baru. Johanes 3 : 16,17 : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia”(NIV). Setelah memperhatikan pembuktian Paulus dalam Alkitab tentang Yesus, orang-orang percaya di Tesalonika menerima pekabaran itu dengan sungguh-sungguh. Kemudian sukacita dan pengharapan memenuhi kehidupan mereka. Mereka menjadi hidup yang suka berkorban (Roma 12) dan sebuah kuasa yang dijanjikan untuk menyatakan kasih Allah.

Roh kudus adalah oknum yang mesti lebih banyak anda kenal

            Kita juga dapat menghidupkan kehidupan yang berguna dan membagikan sukacita yang kita miliki dalam kristus kepada orang-orang disekitar kita. Disini caranya :
            Belajar Alkitab. Paulus mengatakan, “ Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci” (Roma 15 : 4,NIV). Ketika kita belajar Alkitab, kita belajar tentang rencana Allah untuk keselamatan dan memperoleh pengertian yang baru tentang dunia disekitar kita. Kita melihat peran Allah dalam sejarah. Menggenapi nubuatan Allkitab menunjukkan firmanNya adalah kebenaran dan menguatkan iman kita.
            Ingat bahwa kegembiraan adalah menjalar. Paulus begitu bergairah tentang apa yang dia percayai bahwa banyak orang yang memperhatikannya dan tidak gagal di jamah oleh pekabaran itu.
            Katakan “salam” kepada Roh Kudus. Berdoalah untuk kehadiran Roh Kudus dalam hidup anda. Dia memiliki kuasa untuk mengubahkannya. Sahabat, Konselor, pendorong pernah hadir pada masa-masa sulit—Roh kudus adalah oknum yang mesti lebih banyak anda kenal.
            Ambil tindakan. Temui orang, tolong mereka yang membutuhkannya. Anda tidak perlu menunggu sampai anda mahir dalam menyampaikan pelajaran Alkitab yang lebih mendalam. Tunjukkan kepada semua orang bagaimana
Yesus telah mengubah kehidupanmu.

REAKSI
1.      Apa janji-janji kesukaan anda dalam Alkitab?
2.      Bagaimana janji-janji ini dan penggenapan Firman Tuhan mengilhami anda?

Monique Owen, Perth, Western Australia

Kamis
5 JULI
Pendapat
Injil Datang Ke Tesalonika
Matius 28 : 19,20

            Kurang lebih 2000 tahun yang lalu sejak Yesus menyampaikan amanat agungNya dalam buku matius 28 : 19,20. Pada saat Dia melakukannya, tugas itu nampaknya mustahil, saya yakin paling tidak satu orang dari murid-murid berpikir seperti itu, “seluruh dunia? Kita hanya beberapa orang?
            Pada saat Paulus datang pada pandangan ini, misi telah mendengung dan dia telah bersedia menyampaikan Injil ini ke dunia ini, tidak ada batas tempat untuk membagikan firman Tuhan. Paling sulit bagian dari membagikan kabar baik ini telah di dapatkan disana, (yaitu, jika kamu diabaikan penganiayaan).

Dia sangat mencintai pekerjaannya. Itulah yang ingin dilakukannya diseluruh hidupnya

            Sebagaimana waktu telah berjalan, ada banyak tempat dimana Yesus belum pernah menyampaikan pekabaran disana. Untuk beberapa tahun kita telah mengirim para misionari, bukan untuk mengajrkan agama baru, tapi untuk mendorong orang-orang dalam iman.
            Pada tahun 1948, Hugh Dickins tiba di Papua Nugini salah seorang dari para Misionari. Misinya adalah untuk menyampaikan brosur-brosur Sekolah Sabat ke desa-desa dan untuk mendidik orang-orang muda. Dia bekerja keras untuk memenuhi misinya. Beberapa tahun dia menerjemahkan pelajaran Sekolah Sabat ke bahasa Inggris yang sederhana supaya dapat lebih mudah dimengerti bagi mereka yang dia kunjungi.
            Dickins menghabiskan minggu-minggunya menjalani desa-desa, berbulan-bulan berada disana jauh dari istri dan anak-anaknya. Tantangan-tantangannya yang paling besar adalah sangat melelahkan. Ada masa-masa pada saat dia begitu lelah dia tertidur ditengah satu percakapan dimana matanya harus terbuka. Dia sangat mencintai pekerjaannya. Itulah yang ingin dilakukannya diseluruh hidupnya. Dia menarik kekuatan dari pekerjaannya, keluarganya dan dari semuanya. Dari Allah yang dia layani.
            Pada hari ini, kita juga memiliki kesempatan mendorong orang lain dalam iman mereka. Amanat agung tidak diakhiri dengan baptisan. Kita sedang melanjutkan mengajar orang lain. Seperti surat Paulus atau seperti Dickins menerjemahkan pelajaran-pelajaran Sekolah sabat. Pekerjaan kita adalah sebuah misi yang tetap berjalan. Pekerjaan kita untuk mendorong boleh melalui perkataan yang baik, suka menolong, atau memberikan hadiah. Apakah kecil atau besar, tindakan kita memberikan dorongan adalah membangun orang menghormati perintah Kristus menjadi seluruh dunia murid-murid kristus.

REAKSI
1.      Apa tantangan yang paling besar yang kamu hadapi dalam membagikan imanmu?
2.      Apa tangungjawab kita kepada mereka yang masih “baru” kepada iman?
3.      Apa tanggungjawab kita kepada mereka yang “lama” dalam iman?

Kristin Thiele, Cooranbong, Australia

Jum’at
6 JULI
Eksplorasi
Naik dan Turunnya Pelayanan
1 Tesalonika 2 : 11-13; Kisah 17 : 1-5

SIMPULAN
            Walaupun Roh Kudus telah mengirimkan Paulus dan Silas ke Makedonia, mereka yang mendengarkan pekabaran tidak selalu memberikan tanggapan yang baik dan bersukacita. Di Tesalonika, orang-orang Yahudi yang cemburu menciptakan sebuah keributan, penggugatan pekabaran Paulus dan Silas bahwa Yesus adalah  raja saingan Kaisar. Bagaimanapun mereka dipaksa untuk meninggalkan kota, banyak orang Yahudi dan yunani, termasuk wanita dalam jumlah besar, menerima pekabaran mereka sebagai Firman Allah. Paulus dan Silas bekerja dengan lemah lebut dan penuh kasih sayang kepada gereja Tesalonika yang masih baru, dan gereja ini menjadi terkenal oleh karena iman mereka, penerimaan akan Injil, kesetiaan mereka kepada Tuhan-menjadi teladan kepada gereja-gereja lain yang masih dalam pertumbuhan.

PERTIMBANGKAN
·   Buat daftar doa yang akan kamu injili dan yang bekerja di rumah, di tempat pekerjaanmu, atau selama kamu terlibat dalam pelayanan. Bawakan mereka setiap hari dalam doa.
·   Tulis sebuah surat dorongan kepada seseorang yang kamu doakan, gunakan beberapa aspek dari 1 Tesalonika 1 dan 2 sebagai contoh.
·   Ciptakan sebuah kegiatan yang mengillustrasikan naik tutunnya sukacita dan tantangan-tantangan, dari sebuah pelayanan bahwa Allah telah memanggil anda untuk melakukannya. Bagaimana sukacita seimbang atau lebih berat daripada kesulitan-kesulitan?
·   Pelajari perbedaan-perbedaan keluarga di gereja anda. Pikirkan satu rencana dengan jalan mana anda dapat mengetahui dan mendukung sesorang yang berbeda dari anda dalam budaya, latar belakang, atau jenis kelamin.
·   Rancang sebuah poster untuk mempromosikan beberapa aspek program pelayanan wanita di daerahmu.
·   Rencanakan sebuah perlawatan misionari lokal, atau satu Makedonia moderen, ikuti langkah-langkah Paulus.
·   Tulis sebuah nyanyian yang didasarkan pada 1 Tesalonika 2 : 12 bahwa orang tua, kakek dan nenek, bibi, paman, atau babysitter yang dapat dinyanyikan kepada seorang anak  untuk didorong, dihibur, dan mengundang anak itu untuk menghidupkan kehidupan yang saleh.

HUBUNGKAN
Kisah Para Rasul, hal 221-230.Cheril Des Jarlais,




Ringgold, Georgia, U.S.A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar