Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Pertama
Kwartal 3,
Injil Datang Ke Tesalonika
30 Juni—6
Juli 2012
Diterjemahkan
Oleh: Michael H. Sihombing
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
|
“Dan
karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah,
sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai
perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai
firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya”. (1 Tesalonika 2 :
13)

Sabbath
30 JUNI
Kisah Para Rasul 17 : 1-3; 1
Tesalonika 2 : 13
|
Pendahuluan
Menyambut
Kebenaran
|
Membayangkan kehidupan yang sangat sibuk di
pelabuhan Laut Aegean, Ibu kota Roma propinsi Makedonia sepanjang abad pertama
AD. Tesalonika adalah tempat tinggal orang Yahudi dan Kafir. Pada perjalanan
misionari yang kedua, Paulus tiba untuk membagikan kabar injil kepada pendengar
yang sangat rindu akan pekabaran. Kabar baik dia bagikan seperti kamu bernafas
di udara Laut yang asin. Dia memberikan perhatian yang khusus kepada
kebangkitan anak Allah. Alkitab mencatat tiga hari Sabat berturut-turut ia
membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. Ia menerangkannya
kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari
antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang
kuberitakan kepadamu." (Kis 17 : 2,3, NKJV).
Firman Allah telah
membuktikan dirinya sendiri lagi dan lagi di dalamnya ada kuasa untuk mengobah
kehidupan manusia
Ketika mereka mendengar kabar baik ini, orang-orang
Tesalonika menerimanya sebagai Firman Tuhan yang sejati (1Tesalonika 2: 13).
Kekristenan mereka yang masih muda bertumbuh dengan subur, mengingatkan kembali
perumpamaan tentang Penabur yang Yesus sampaikan pada waktu pelayananNya di
dunia ini. Dalam perumpamaan ini. Seorang petani menaburkan benih di ladangnya
dengan harapan panen yang melimpah. “Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang
baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada
yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang
seratus kali lipat." (Markus 4 : 20, NKJV)
Mengapa Orang Tesalonika begitu yakin akan pekabaran
Paulus? Mereka mengetahui bahwa Paulus tidak hanya menceritakan sebuah cerita!
Dia menundukung pekabaran menlalui alasan yang cerdas. Banyak yang mengunjungi
Sinagog seperti yang dikatakan para rasul sudah femiliar dengan nabi-nabi seperti Yesaya, meramalkan dengan jelas akan kedatangan
Juruselamat. Paulus dengan jelas berbicara tentang kebangkitan Yesus. Dia
melihat dengan jelas hubungan antara kehidupan Yesus dan nubuatan Mesias,
Meninggalkan orang Tesalonika yang sudah diyakinkan dengan kebenaran dan
bersukacita membagikan pekabaran pengharapan.
Firman Tuhan membuktikan dirinya sendiri dalam kuasa
mengobah kehidupan mereka yang menerimanya. Pelajaran minggu ini, berdoalah
supaya hati anda terbuka kepada firman Allah dan kehadiran Roh Kudus. Yakinlah
bahwa Kitab Suci hari ini dapat
dipercaya sebagaimana pada abad pertama.
Julie Keaton, Silver Spring,
Maryland, USA
Minggu
1 JULI
Logos
Injil Menjadi Pribadi
|
Yesaya 9 : 1-7; Yesaya 53; Jeremia 23 : 1-6; Kisah
16 : 9-40; 17 : 1-4, 12; Roma 1 : 16; 1 Tesalonika 2
|
Sebuah tempat
permainan yang mantap. (Kisah 16:9-40; 17:14)
Dengan kedatangan dan penerimaan akan Yesus
Kristus sebagai Juruselamat yang dijanjikan datanglah sebuah pengharapan yang
menggentarkan. Kesombongan rohani dari keyakinan orang Yahudi. Dengan
kesombongan pengikut-pengikut Yahudi, Injil datang kepada orang bukan Yahudi.
Dengan Kasih karunia Injil dan keselamatan telah ditemukan oleh orang bukan
Yahudi mendatangkan kegentaran dan kehidupan yang memberikan pengharapan kepada
dunia.
Paulus gigih dan bangga, di dorong oleh keyakinan akan kebangkitan
Juruselamat dan Kedatangan Yesus kembali.
Orang bukan Yahudi mulai bertambah-tambah
menerima injil diberbagai tempat seperti di Tesalonika. Beberapa orang Yahudi
mulai menyadari bahwa semua orang pada dasarnya adalah sama. Injil menyatakan
bahwa Yesus mengasihi semua orang. Ini adalah ladang keselamatan yang sangat
bagus. Tidak lebih lama kesombongan rohani orang Yahudi menjadi kutuk bagi
orang lain.
Kepada Paulus telah ditunjukkan dalam penglihatan
bahwa menyampaikan Injil di Tesalonika. Hal ini menolongnya dan orang yahudi
yang lain bahwa Allah memanggil mereka untuk menyampaikan Injil kepada orang
bukan Yahudi (kisah 16 : 9). Itu juga mengingatkan kesamaan hak sesama orang
percaya. Allah mengutus banyak Penginjil untuk memimpin dan menuntun
orang-orang yang bukan Yahudi memiliki hubungan yang menyelamatkan dengan
Yesus. Bukan hanya orang Yahudi yang menerima ajaran baru ini, tetapi orang
Yunani pria dan wanita juga menerimanya (Kisah 17 : 1-4, 12). Ini adalah penegasan
lebih lanjut bahwa Allah mengarahkan
pekabaran Paulus.
Ada banyak yang perlu dipelajari dari teladan
Paulus. Dia adalah pengkhotbah kabar keselamatan yang terbuka dan bersahabat
kepada yang hilang, yang kurang perhatian, yang hidup serba keterbatasan, atau
sebuah sistem kepercayaan yang dianut beberapa orang.
Janji akan seorang
juruselamat (Yesaya 53)
Keturunan orang Yahudi telah mengantisipasi akan
kedatangan Juruselamat mereka. Tidak pernah mereka membayangkan bahwa Yesus
menawarkan keselamatan tidak hanya kepada mereka sendiri tetapi juga kepada
semua manusia.
Yesaya 53 dibaca seperti dokumenter kehidupan
Yesus, “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang
dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya”. (Yesaya
53 : 2, NIV). Ayat ini menggambarkan Yesus dan bagaimana Dia mengambil umat
manusia dan memikul dosa-dosa kita. Hal yang tersembunyi dari janji ini adalah
penderitaan dan penyiksaan yang dialamiNya. Sangat banyak orang percaya pada
saat itu tidak mau menerima seorang Juruselamat yang menderita, hanya Seorang
Juruselamat yang paling berkuasa.
Janji ini muncul lama sebelum Yesus lahir. Orang
Yahudi telah belajar dan percaya bagian-bagian yang sangat banyak dalam Kitab
Suci mereka menunjuk kepadaNya. Kemudian di Tesalonika, pekabaran janji
keselamatan akan diterima dan siap untuk dipercaya. Orang-orang ini tidak
memiliki pengetahuan dan pengertian sebelumnya sampai mereka menerima kebenaran
itu dengan segera.
Domba yang
tercerai-berai (Jeremia 23 : 1-6)
Jeremia 23 : 1-6 mengingatkan “Gembala-gembala”
bahwa domba-domba mereka tercerai-berai. Apakah Allah menyiapkan orang Yahudi
menginjil kepada orang yang bukan Yahudi? Disini Allah berjanji tidak hanya menyediakan Juruselamat tetapi
juga mengumpulkan domba-dombaNya. Ada juga sebuah janji pertumbuhan : “Aku akan
mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka,
sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun”.
(Jeremia 23 : 4, NIV). Sebagaimana Allah memampukan para misionari yang
mula-mula untuk membagikan Injil. Dia meyakinkan mereka bahwa orang-orang
percaya akan dikumpulkan bersama melalui keyakinan dan iman mereka. Persamaan
hak sesama orang percaya. Hal ini telah dihidupkan di Tesalonika.
Ada satu keinginan yang besar untuk menerima
Injil. Paulus menunjukkan keinginannya mengambil risiko kehidupannya dalam
pelayanan yang patut dikenang, “ Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam
Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang
percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani”. (Roma 1 : 16,
NIV). Adakah keraguan bagi kita bahwa Paulus telah bernafsu mengkhotbahkan
Injil tanpa memperhatikan tanggapan orang lain?
Keras dan Bangga (1 Tesalonika 2)
Kita merasakan satu kepastian yang pasti dari
paulus ketika kita membaca kata-katanya dalam 1 Tesalonika 2 : 4 “ Sebaliknya,
karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami,
karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk
menyukakan Allah yang menguji hati kita”. Dia tidak takut. Malahan dia gigih dan
bangga, di dorong oleh keyakinan akan kebangkitan Juruselamat dan Kedatangan
Yesus kembali.
Surat kepada orang-orang Tesalonika mengingatkan
kita bahwa Paulus dan para misionari yang mula-mula memiliki kasih yang besar
kepada jiwa-jiwa yang hilang. Pada saat kasih tidak dihidupkankan, banyak orang
kristen hari ini harus diingatkan. Ada satu kehausan dan kelaparan akan
kebenaran Allah. “Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur
juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan
itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh
demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang
percaya”. (1 Tesalonika 2 : 13, NIV).
Ya, pendirian Paulus yang gigih dan bangga
sebagaimana dia menyampaikan kasih, pengampunan, dan keselamatan dari
Juruselamat yang hidup. Ada banyak yang perlu kita pelajari darinya, yang kita
boleh pergunakan dalam hidup kita. Dari kesamaan umat manusia kepada
Juruselamat, Paulus mendorong kita untuk berdiri tegak, untuk tidak malu, dan
membawa keasih kepada Yesus.
REAKSI
1. Secara pribadi apa yang dapat anda pelajari dari
kepedulian Paulus kepada jiwa-jiwa yang hilang? Apa yang boleh anda ikuti dari
tindakannya?
2. Bagaimana anda memikirkan Allah menyatakan kepada
bangsa Yahudi bahwa bukan hanya mereka yang diselamatkan?
3. Dalam cara-cara apa anda boleh menjadi misionari
kepada “Tesalonika”?
_____________
1. Kisah Para Rasul, hal 221
2. Ibid., hal 228, 229
3. Ibid., hal 230
Nathan Brown, melbourne, Australi
Senin
2 JULI
Kisah 17 : 1-10
|
Kesaksian
Suatu Pekabaran Yang
Meminta Tanggapan
|
Dalam
buku Kisah Para Rasul, Perjalanan
misi Paulus ke Tesalonika dimulai dengan fokus pekabarannya : “Pekabaran kepada
orang Tesalonika : “Pekabaran kepada orang Tesalonika, Paulus menyerukan kepada
nubuatan Perjanjian Lama mengenai Mesias.”1 Ini menceritakan kembali
nubuatan-nubuatan yang menunjuk kepada Yesus.
Jurukabar-jurukabar Salib harus... bekerja dengan berani dan beriman, dan
selalu bekerja dalam nama Yesus
“Dengan
keberanian yang suci Paulus membagikan Injil di Sinagog di Tesalonika, terang
telah sampaikan diatas pengertian yang benar akan tata cara dan upacara yang
dihubungkan dengan pelayanan Kaabah.” Tetapi dia juga melihat ke depan : Paulus
adalah seorang yang percaya akan kedatangan Yesus yang kedua kali; begitu jelas
dan setengah memaksa dia menyatakan
kebenaran-kebenaran mengenai peristiwa ini, bahwa diatas banyak
pemikiran yang mendengar ada yang menjadikan satu kesan yang tidak pernah digunakan... sebagaimana Injil
dinyatakan di Tesalonika dengan kuasa yang besar, perhatian dari kumpulan orang
banyak telah didapatkan : “Beberapa dari antara mereka percaya, dan bersahabat
dengan Paulus dan Silas; dan orang-orang Yunani yang beriman dalam jumlah yang
besar, dan pemimpin wanita tidak sedikit.”2
Tetapi
ada juga dari antara mereka yang bertindak negati- dan kasar. Ya, pekabaran
mereka menerima perhatian, tetapi tidak selalu seperti yang mereka doakan dan
harapkan.
“Mereka
yang hari ini disentuh dengan kebenaran yang tidak pupolar tidak perlu tawar
hati jika saat mereka tidak lagi menerima penerimaan yang menyenangkan, bahkan
dari mereka yang mengaku kristen, daripada yang dilakukan Paulus dan
teman-teman kerjanya dari orang-orang diantara kepada siapa mereka bekerja. Jurukabar-jurukabar
salib harus menghangatkan diri mereka dengan doa dan perhatian yang
sungguh-sungguh, bekerja dengan berani dan beriman, selalu bekerja dalam nama
Yesus. Mereka harus memuliakan Kristus sebagai mediator manusia kepada kaabah
surga, Seorang dari semua pusat pengorbanan di Perjanjian Lama, melalui korban
pendamaian pelanggar-pelanggar hukum Allah boleh mendapatkan pengampunan dan
kedamaian.”3
REAKSI
1.
Dalam pengalaman anda, apakah manusia lebih
cenderung bertindak lebih positip atau negatip kepada kabar baik tentang Yesus?
Mengapa anda memikirkan ini?
2.
Bagaimana kita mempermulus jalan bagi Injil?
Dengan kata lain, apakah semata-mata itu pekerjaan Roh Kudus?
---------------------------------------
1. Kisah Para Rasul, hal 221
2. Ibid., hal 228, 229
3. Ibid., hal 230
Nathan Brown, melbourne, Australi
Selasa
3 JULI
Bukti
Penglihatan
Akan Makedonia
|
Yesaya 9 : 1-7; 53; Yer 23 ; 1-6; Kisah 16 : 9-40;
17 : 1-4,12; Roma 1:16
|
Paulus
berada pada misi, yakin akan tuntunan Allah. Setelah rencana perjalanannya yang
pertama di hadang, dia menerima “sebuah penglihatan orang Makedonia” memohon
pertolongan (Kisah 16 : 9). Menyesuaikan diri kepada Roh Kudus dan penurutan
kepada panggilan, Paulus dan yang lain dengan segera bersiap untuk berangkat.
Makedonia pada saat itu adalah wilayah propinsi Roma dekat dengan Balkan
Peninsula, memiliki pengaruh yang kuat di Pilipi. Disana, Lydia dan keluarganya
menerima pekabaran dan menyerahkan diri mereka dibaptis. Mereka juga adalah
meramalkan roh yang keluar dari seorang gadis budak dan dimasukkan ke Penjara.
Hal yang baik datang dari sini ketika penjaga penjara dan keluarganya percaya
kepada Yesus dan dibaptiskan (Kis 16 : 11 – 40).
Walaupun ditengah banyak penderitaan mereka tetap setia kepada Tuhan
Ketika
Paulus dan teman sekerjanya tiba di Makedonia, pemipin Yahudi gelisah dan
memprovokasi banyak orang untuk menindas mereka (Kisah 17 : 1-9). Para
pelancong memasuki Ibu kota Tesalonika sekitar tahun 50 AD. ( saat ini Yunani
utara, pelabuhan sekarang di diami kurang lebih satu juta penduduk, secara
kultural sangat terkemuka). Di Sinagog, Paulus
membuktikan kepada mereka bahwa Yesus adalah Mesias. Beberapa orang
Yahudi dan banyak orang Yunani-termasuk wanita-wanita terkumuka bergabung
bersama mereka. Sebelumnya, ketika orang banyak menindas mereka, Paulus
mengantarkan ke Berea dimana keduanya Orang Yahudi dan Yunani menerima
pekabaran (Kisah 17 : 1-4,12). Bagaimanapun orang Yahudi Tesalonika mengikuti
dan menggerakkan banyak pertentangan, sehingga orang-orang percaya sekali lagi
memindahkan Paulus.
Seperti Yesus dan
Jurukabar-jurukabar sebelum mereka, orang-orang Tesalonika menahan saat-saat
sulit oleh karena Injil. Ditengah penderitaan mereka tetap setia (1 Tesalonika
1 : 6). Paulus memikiul banyak penderitaan dalam pelayanannya, meskipun
demikian dia menyatakan, “ Sebab aku
mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah
yang menyelamatkan setiap orang yang percaya”. (Roma 1 : 16, TNIV)
Orang-orang
Tesalonika sungguh-sungguh diobah oleh Injil. Paulus menyatakan kedekatan,
semangat, iman, dan ketekunan mereka. Mereka menunggu kedatangan Tuhan yang
kedua kali. Nama baik mereka tersebar dan menjadi teladan di seluruh daerah
Tesalonika. Lebih dulu Paulus membenarkan beberapa kekurangan dan mendorong
mereka untuk tetap berbuat baik, para rasul bangga dan besukacita karena mereka
( 1 Tesalonika 2 : 19).
REAKSI
1.
Apkakah anda memperhatikan tuntunan allah melalui
Alkitab dan Roh Kudus untuk menjangkau jiwa-jiwa baru melalui Injil?
2.
Apakah anda bergembira karena Injil dan percaya
kepada Allah meskipun ada penolakan atau mendapat fitnahan?
Colin
MacLaurin, Brisbane, Australia
Rabu
4 JULI
Roma 12; 15: 4; 1
Tesalonila 1:3,8-10; 2 Tim 3:14-16
|
Bagaimana
Firman Yang Hidup
|
Umat manusia telah jatuh dalam dosa,
tetapi tidak semua hilang, Seorang telah datang untuk menebus umat manusia
melalui kematianNya. Yang “Satu” itu adalah Yesus, dan kita dapat menemukan
catatan tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitanNya di Perjanjian Baru.
Johanes 3 : 16,17 : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga
Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah
mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk
menyelamatkannya oleh Dia”(NIV). Setelah memperhatikan pembuktian Paulus dalam
Alkitab tentang Yesus, orang-orang percaya di Tesalonika menerima pekabaran itu
dengan sungguh-sungguh. Kemudian sukacita dan pengharapan memenuhi kehidupan
mereka. Mereka menjadi hidup yang suka berkorban (Roma 12) dan sebuah kuasa
yang dijanjikan untuk menyatakan kasih Allah.
Roh kudus adalah oknum yang mesti lebih banyak anda kenal
Kita juga dapat menghidupkan kehidupan yang berguna dan
membagikan sukacita yang kita miliki dalam kristus kepada orang-orang disekitar
kita. Disini caranya :
Belajar
Alkitab. Paulus mengatakan, “ Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu,
telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang
pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci” (Roma 15 :
4,NIV). Ketika kita belajar Alkitab, kita belajar tentang rencana Allah untuk
keselamatan dan memperoleh pengertian yang baru tentang dunia disekitar kita.
Kita melihat peran Allah dalam sejarah. Menggenapi nubuatan Allkitab
menunjukkan firmanNya adalah kebenaran dan menguatkan iman kita.
Ingat
bahwa kegembiraan adalah menjalar. Paulus begitu bergairah tentang apa yang dia
percayai bahwa banyak orang yang memperhatikannya dan tidak gagal di jamah oleh
pekabaran itu.
Katakan “salam”
kepada Roh Kudus. Berdoalah untuk kehadiran Roh Kudus dalam hidup anda. Dia
memiliki kuasa untuk mengubahkannya. Sahabat, Konselor, pendorong pernah hadir
pada masa-masa sulit—Roh kudus adalah oknum yang mesti lebih banyak anda kenal.
Ambil
tindakan. Temui orang, tolong mereka yang membutuhkannya. Anda tidak perlu
menunggu sampai anda mahir dalam menyampaikan pelajaran Alkitab yang lebih
mendalam. Tunjukkan kepada semua orang bagaimana
Yesus
telah mengubah kehidupanmu.
REAKSI
1.
Apa janji-janji kesukaan anda dalam Alkitab?
2.
Bagaimana janji-janji ini dan penggenapan Firman Tuhan mengilhami anda?
Monique Owen, Perth, Western Australia
Kamis
5 JULI
Pendapat
Injil Datang Ke Tesalonika
|
Matius 28 : 19,20
|
Kurang lebih 2000 tahun yang lalu
sejak Yesus menyampaikan amanat agungNya dalam buku matius 28 : 19,20. Pada
saat Dia melakukannya, tugas itu nampaknya mustahil, saya yakin paling tidak
satu orang dari murid-murid berpikir seperti itu, “seluruh dunia? Kita hanya
beberapa orang?
Pada saat Paulus datang pada
pandangan ini, misi telah mendengung dan dia telah bersedia menyampaikan Injil
ini ke dunia ini, tidak ada batas tempat untuk membagikan firman Tuhan. Paling
sulit bagian dari membagikan kabar baik ini telah di dapatkan disana, (yaitu,
jika kamu diabaikan penganiayaan).
Dia sangat mencintai
pekerjaannya. Itulah yang ingin dilakukannya diseluruh hidupnya
Sebagaimana waktu telah berjalan,
ada banyak tempat dimana Yesus belum pernah menyampaikan pekabaran disana.
Untuk beberapa tahun kita telah mengirim para misionari, bukan untuk mengajrkan
agama baru, tapi untuk mendorong orang-orang dalam iman.
Pada tahun 1948, Hugh Dickins tiba
di Papua Nugini salah seorang dari para Misionari. Misinya adalah untuk
menyampaikan brosur-brosur Sekolah Sabat ke desa-desa dan untuk mendidik
orang-orang muda. Dia bekerja keras untuk memenuhi misinya. Beberapa tahun dia
menerjemahkan pelajaran Sekolah Sabat ke bahasa Inggris yang sederhana supaya dapat
lebih mudah dimengerti bagi mereka yang dia kunjungi.
Dickins menghabiskan
minggu-minggunya menjalani desa-desa, berbulan-bulan berada disana jauh dari
istri dan anak-anaknya. Tantangan-tantangannya yang paling besar adalah sangat
melelahkan. Ada masa-masa pada saat dia begitu lelah dia tertidur ditengah satu
percakapan dimana matanya harus terbuka. Dia sangat mencintai pekerjaannya.
Itulah yang ingin dilakukannya diseluruh hidupnya. Dia menarik kekuatan dari
pekerjaannya, keluarganya dan dari semuanya. Dari Allah yang dia layani.
Pada hari ini, kita juga memiliki
kesempatan mendorong orang lain dalam iman mereka. Amanat agung tidak diakhiri
dengan baptisan. Kita sedang melanjutkan mengajar orang lain. Seperti surat
Paulus atau seperti Dickins menerjemahkan pelajaran-pelajaran Sekolah sabat.
Pekerjaan kita adalah sebuah misi yang tetap berjalan. Pekerjaan kita untuk
mendorong boleh melalui perkataan yang baik, suka menolong, atau memberikan
hadiah. Apakah kecil atau besar, tindakan kita memberikan dorongan adalah
membangun orang menghormati perintah Kristus menjadi seluruh dunia murid-murid
kristus.
REAKSI
1.
Apa tantangan yang paling besar yang kamu hadapi dalam membagikan imanmu?
2.
Apa tangungjawab kita kepada mereka yang masih “baru” kepada iman?
3.
Apa tanggungjawab kita kepada mereka yang “lama” dalam iman?
Kristin Thiele, Cooranbong, Australia
Jum’at
6
JULI
Eksplorasi
Naik dan Turunnya Pelayanan
|
1 Tesalonika 2 : 11-13; Kisah 17 : 1-5
|
SIMPULAN
Walaupun Roh Kudus telah mengirimkan
Paulus dan Silas ke Makedonia, mereka yang mendengarkan pekabaran tidak selalu
memberikan tanggapan yang baik dan bersukacita. Di Tesalonika, orang-orang
Yahudi yang cemburu menciptakan sebuah keributan, penggugatan pekabaran Paulus
dan Silas bahwa Yesus adalah raja saingan
Kaisar. Bagaimanapun mereka dipaksa untuk meninggalkan kota, banyak orang
Yahudi dan yunani, termasuk wanita dalam jumlah besar, menerima pekabaran
mereka sebagai Firman Allah. Paulus dan Silas bekerja dengan lemah lebut dan
penuh kasih sayang kepada gereja Tesalonika yang masih baru, dan gereja ini
menjadi terkenal oleh karena iman mereka, penerimaan akan Injil, kesetiaan
mereka kepada Tuhan-menjadi teladan kepada gereja-gereja lain yang masih dalam
pertumbuhan.
PERTIMBANGKAN
· Buat daftar doa yang
akan kamu injili dan yang bekerja di rumah, di tempat pekerjaanmu, atau selama
kamu terlibat dalam pelayanan. Bawakan mereka setiap hari dalam doa.
· Tulis sebuah surat
dorongan kepada seseorang yang kamu doakan, gunakan beberapa aspek dari 1
Tesalonika 1 dan 2 sebagai contoh.
· Ciptakan sebuah kegiatan
yang mengillustrasikan naik tutunnya sukacita dan tantangan-tantangan, dari
sebuah pelayanan bahwa Allah telah memanggil anda untuk melakukannya. Bagaimana
sukacita seimbang atau lebih berat daripada kesulitan-kesulitan?
· Pelajari
perbedaan-perbedaan keluarga di gereja anda. Pikirkan satu rencana dengan jalan
mana anda dapat mengetahui dan mendukung sesorang yang berbeda dari anda dalam
budaya, latar belakang, atau jenis kelamin.
· Rancang sebuah poster
untuk mempromosikan beberapa aspek program pelayanan wanita di daerahmu.
· Rencanakan sebuah
perlawatan misionari lokal, atau satu Makedonia moderen, ikuti langkah-langkah
Paulus.
· Tulis sebuah nyanyian
yang didasarkan pada 1 Tesalonika 2 : 12 bahwa orang tua, kakek dan nenek,
bibi, paman, atau babysitter yang dapat dinyanyikan kepada seorang anak untuk didorong, dihibur, dan mengundang anak
itu untuk menghidupkan kehidupan yang saleh.
HUBUNGKAN
Kisah
Para Rasul, hal 221-230.Cheril Des Jarlais,
Ringgold, Georgia, U.S.A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar