Pelajaran 9
ORANG KRISTEN DAN UANG
Semuanya tentang Uang
1 Desember 2012
1. Persiapan
A. Sumber
Matius 6:24
Hagai
2:8
Pengkhotbah
5:10
Amsal
3:9
(Lihat
ayat tambahan pada pelajaran untuk murid)
"Ketika
cinta akan dunia mengambil tempat di hati dan menjadi kerinduan yang menguasai,
sesungguhnya tidak ada ruang untuk pemujaan pada Allah; sebab kekuatan pikiran
yang lebih tinggi tunduk kepada perbudakan mammon, dan tidak dapat
mempertahankan pikiran akan Allah dan surga. Pikiran kehilangan ingatannya akan
Allah dan menyempit serta mengerdil untuk menumpuk uang."(Testimonies,
vol.3, p. 385 ).
B. Apa yang dikatakan tentang “Orang
Kristen dan Uang”
Apakah anda tahu bahwa di amerika
serikat saja anak-anak mengendalikanl
100 milyar dolar kemampuan negara dalam membeli? Namun 60 persen dari
pra-remaja di amerika serikat tidak dapat menjelaskan perbedaan antara tunai,
cek, dan kartu kredit. Orang dewasa memiliki kewajiban untuk mengajar
orang-orang muda tentang manajemen keuangan. Manajemen keuangan kristen bukan
hanya tentang hidup bebas dari hutang;
hal ini didasarkan pada pondasi sebagai makhluk ciptaan, dari mana kita berasal
dan semua yang kita miliki bermula pada Allah. Karena itu hal ini penting bahwa
anak-anak, saat masih muda, memahami bahwa ada kebutuhan untuk tidak merasa
bersalah terkait dengan memiliki kekayaan, dan tidak ada penyesalan dengan
tidak memiliki kekayaan. Apa yang penting adalah satu sikap terhadap uang
apakah memilikinya atau tidak.
C. Apa Tujuan “Orang
Kristen dan Uang”
Sebagai hasil dari pelajaran ini kita ingin para murid dapat:
1.
Mengerti bahwa semua aset mereka, termasuk uang, datang dari Allah dan adalah
milik Allah.
2. Periksa sikap mereka terhadap uang.
3. Belajar dasar keterampilan pengelolaan keuangan .
D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan. (kegiatan A) kertas, pena; (Kegiatan B) papan tulis atau
lembaran kertas yang besar.
Menghubungkan. Alkitab, pelajaran untuk Murid.
Menerapkan. Salinan dari "Ide Menabung Uang" Latihan (hal
100), pena.
2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Tanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk dipelajari dari bagian hari Rabu
pelajaran mereka. Beri
mereka kesempatan untuk menghafalkan ayat-ayat mereka.
2.
Beri
kesempatan murid untuk membuat kutipan sendiri, menggunakan apa yang mereka
tulis dalam pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menjelaskan kepada mereka mengenai
kutipan-kutipan yang mungkin tidak mencerminkan dengan tepat kehidupan Kristen.
Namun, kutipan seperti ini tidak lazim terjadi pada setiap pelajaran.
3.
Melihat kembali berbagai tanggapan yang diberikan mereka
dan orang lain terhadap skenario yang disajikan pada Minggu. Diskusikan berbagai tanggapan,
berakhir dengan pokok-pokok pikiran dari Apa Yang Dikatakan Tentang … di
penuntun guru.
Jika Anda
memiliki kelompok yang sangat besar, pastikan ada beberapa orang dewasa yang
bersedia melakukan bagian ini dengan kelompok murid yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Lagu
Pujian pendahuluan
Ø
Penekanan Missi (dapatkan bahan Berita Missi Advent untuk Pemuda dan Dewasa
di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan-laporan
proyek pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Susun
program Anda sendiri dengan pilihan dari kategori di bawah ini—Pembukaan,
Mengaitkan, Penerapan, dan Penutupan. Perlu diingat, bahwa murid perlu memiliki
kesempatan untuk interaksi (berpartisipasi secara aktif satu sama lain) dan
belajar dari Firman Allah. Pada saat tertentu Anda harus mengarahkan atau menarik
perhatian mereka pada pelajaran mereka minggu ini.
A. Aktivitas Permulaan
Bersedia • Bagikan lembaran kosong
untuk masing-masing murid.
Siap-siap – Katakan: pikirkan satu
orang yang anda kagumi dan hormati.
Hal ini bisa saja seseorang yang anda tahu secara pribadi atau selebriti
atau hanyalah sebuah karakter dari film atau sebuah buku.
Lakukan – Katakan: Tulislah nama orang di atas kertas. Di
bawah nama daftarkan hal-hal yang paling
anda sukai tentang orang tersebut. Berikan mereka sekitar 5
Menit untuk menyelesaikan sebuah daftar. Katakan: sekarang lihat pada daftar anda dan tulis sebuah huruf a
("a") kecil haldisamping untuk hal-hal yang orang itu ( 1 ) capai (prestasi dalam pekerjaan, ketenaran, uang, dll. ), ( 2 )
karunia yang dituntut (hal-hal yang Allah berikan seperti kecantikan,
kepandaian, dll. ), atau ( 3 ) kemampuan ( sesuatu yang mereka telah pelajari
untuk dilakukan dengan baik seperti mengatur, membangun, menemukan, dll. ).
Selanjutnya, tulislah sebuah huruf besar A ("A") di samping sesuatu
yang menggambarkan sikap pribadi (kualitas
seperti suka menolong, baik, murah hati, dermawan,optimis dll.).
Catatan: Kebanyakan dari daftar terdiri dari pencapaian, karunia
yang diperoleh, dan kemampuan. Daftar ini memiliki sangat sedikit sikap. Katakan: ketika orang dewasa diberikan
latihan ini mereka biasanya membuat daftar lebih kepada "kualitas-kualitas
sikap."
Tanya Jawab – Tanyakan: Tanyakan: mengapa anda pikir
orang dewasa melihat lebih kepada sikap seseorang dan anak-anak melihat lebih
kepada apa yang orang itu miliki? (perubahan penting apa yang terjadi ketika anda bertambah
tua secara fisik maupun rohani) Apa
sikap itu? (perasaan di dalam
hatimu yang menunjukkan tindakan luar anda.) Bagaimana anda mengekspresikan sikap? (terutama oleh bahasa tubuh
dan perilaku anda) Apa sikap keuangan
anda? (bagaimana anda berperilaku dengan uang yang anda miliki. Bagaimana
orang menggambarkan hubungan anda dengan uang: pelit, shopaholic, serakah,
dll.)
Katakan: Bahkan Yesus menekankan bahwa uang itu sendiri
tidak buruk; anda harus terus memperhatikan "sikap" anda tentang
uang. Mintalah seseorang untuk menemukan dan membaca 1 timothy
6: 10.
B. Aktivitas Permulaan
Bersiap-siap. Pada sebuah lembaran kertas atau di papan tulis atau
flipchart, buat daftar berikut:
- Hanya
kebutuhan , bukan kemewahan .
- Hanya apa saja yang orang tidak bisa usahakan
- Tidak
lebih dari $ 10
- Tidak
ada kecuali yang terbaik
- Sama dengan apa yang saya harapkan untuk dapatkan
dari orang itu
- Apapun yang saya rasa benar tidak peduli berapa biayanya
Bersedia. Bagi kelas ke dalam kelompok-kelompok paling banyak lima
orang. Katakan: bayangkan anda sedang
membantu orang tua membeli hadiah natal. Bersama-sama anda memiliki akses untuk
pengeluaran keluarga anda, tabungan, dan kartu kredit. Yang manakah dari
kriteria yang terdaftar di papan akan menuntun keputusanmu untuk membeli
hadiah? Dalam kelompok anda, diskusikan situasi dan datanglah dengan alasan
untuk pilihan yang anda buat. Mintalah kelompok untuk membagikan kriteria
yang mereka pilih.
Lakukan. Tanyakan: Apakah pertimbangan terbesar anda ketika membuat keputusan? (uang
dan hubungan; untuk orang yang kau sukai, anda ingin memberikan yang terbaik.) Katakan: seseorang (Alexis de
Tocqueville ) mengatakan bahwa
"cinta kekayaan adalah. .. dasar dari segala yang orang Amerika
lakukan." Kapan anda pikir pernyataan ini dibuat-- sekitar tahun berapa? (1830!) Tanyakan: mengapa hal ini mengejutkan
anda? Katakan: uang telah merebut perhatian untuk waktu yang sangat lama -- di
mana-mana, tidak hanya di Amerika. Sayangnya, uang telah menjadi ukuran banyak
hal di dunia kita. Tanyakan: Sebutkan beberapa hal yang diukur dengan uang (ketenaran,
pendidikan, rumah, pengaruh, otoritas, rasa hormat, dll.)
Tanya jawab. Mintalah seseorang membaca Yakobus 5: 1-6.
Tanyakan: Bagaimana perasaan anda membaca ayat ini?
Apakah ayat ini membuat anda ingin melakukan sesuatu? Mengapa Yakobus
menempelak orang kaya? Apakah Yakobus menyalahkan kekayaan atau penyalahgunaan
kekayaan? Bagaimana seseorang menghindari penyalahgunaan kekayaan? Apakah yang
Yakobus pikir seharusnya menjadi sikap dan prioritas anda ketika berurusan
dengan uang?
C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Dalam dunia mitologi India hiduplah seorang tukang cukur. Dia bukan tukang
cukur biasa; ia adalah tukang cukur pribadi raja. Setiap pekan ia berjalan dari
pondoknya ke istana untuk memotong dan mengatur gaya rambut raja. Dia adalah
seorang tukang cukur yang setia; ia bekerja hanya untuk raja. Setiap minggu ia
menerima gaji yang cukup dari raja.
Satu hari, kembali pulang dari istana, tukang cukur itu mendengar suatu
suara yang bertanya padanya, "Apakah anda mau pot-pot yang berisi
emas?" Dia mengabaikan apa yang dia pikir imajinasinya yang berlebihan.
Tapi, berulang-ulang lagi, lebih dan lebih sering, suara tersebut bertanya
padanya, "Apakah anda mau pot-pot yang berisi emas?" Akhirnya si
tukang cukur tidak bisa tahan lagi. Penglihatannya
tentang uang dan semua yang bisa dibeli memenuhi pikirannya, dan dia menjawab
kepada suara yang tak dikenal,"Ya!Ya! Saya mau pot-pot
yang berisi emas!"
Dengan
bersemangat, tukang cukur ini berlari sepanjalang jalan pulang. Tujuh bejana
besar telah menunggunya di rumah. Bejana pertama terisi dengan emas demikian
juga yang kedua, yang ketiga, yang keempat, kelima, keenam tetapi tidak yang
ketujuh. Bejana terakhir itu kosong!
"Jika saya tidak berlari sepanjang jalan," Si tukang cukur bergumam
sendiri. "Saya memberikan lebih banyak waktu agar semua bejana ini terisi.
Saya berlari untuk mengantisipasi dan sekarang saya memiliki sebuah bejana yang
kosong. Saya harus mengisi bejana yang ketujuh juga."
Jadi si
tukang cukur mengambil lebih banyak pelanggan. Ia bekerja dan bekerja sepanjang
hari, tapi bejana tersebut tidak pernah penuh.
Dia
bahkan meminta raja untuk memberikan sumbangan, raja dengan murah hati
memberinya. Tapi bejana itu masih tidak mendapatkan penuh.Beberapa bulan
kemudian, dia meminta bantuan untuk kedua kalinya kepada raja.Kali ini sang
raja menjawab, "apakah engkau masih berusaha untuk mengisi bejana ketujuh
itu?" Terkejut oleh karena raja mengetahui masalah keuangannya, namun lega
bahwa dia tidak lagi harus menanggung rahasianya sendirian, ia mengatakan
kepada rajanya hari-hari panjang dan malam tanpa tidur yang dilewatinya.
"Itu
adalah keserakahan yang engkau dengar hari itu," kata sang raja.
"Bukankah Saya selalu memenuhi kebutuhanmu? Engkau tidak butuh orang lain
ketika engkau memilikiku. Sekarang, pergi, hadapi makhluk itu. Kembalikan
bejana berisi emas itu, dan engkau akan memiliki kehidupanmu kembali."
Tanya Jawab. Tanyakan: Sikap apakah dalam cerita ini yang
membuat si tukang cukur salah bertindak? (keserakahan, keegoisan,
tertutup, tidak setia, dll.) Katakan:
segalanya yang membuat cerita ini kurang benar berakar dari sikap si tukang cukur. Tidak ada yang salah
dengan bejana emas itu. Yang salah adalah hubungan antara si tukang cukur dan
uang itu. Bayangkan bagaimana ceritanya akan berakhir jika si tukang cukur
bersyukur untuk enam pot emas dan berfokus pada berkat emas kepada dirinya,
keluarganya, komunitasnya, pelayanannya kepada raja! Alangkah sebuah kehidupan
yang menyenangkan dia miliki sebagai seorang kaya kecuali sebagai orang benar.
Bahkan sampai hari ini ada jutawan yang hidup dengan nyaman, bahagia, dan
hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Tidak ada aturan yang berkata anda tidak
dapat menjadi kaya dan bahagia dan diselamatkan pada waktu yang sama. Yang
semestinya adalah, serahkan sifat kemanusiaan yang mementingkan diri, meskipun
sifat alamiah itu melawannya.
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Tanyakan:
Apakah anda punya ide berapa banyak teks di dalam Alkitab tentang uang? (ada lebih dari
1.000.) Katakan: bahwa dua kali lebih banyak
dibandingkan doa yang tercatat 500, dan kurang 500 ayat dibandingkan dengan
iman. Enam belas dari 38 perumpamaan berkaitan dengan uang. Dalam Matius,
Markus, Lukas, dan Yohanes saja, satu
dari 10 ayat adalah tentang uang! Tanyakan: mengapa anda berpikir Yesus
berbicara begitu banyak tentang uang dan sikap kita tentang hal itu? (dua
alasan: bagaimana menangani uang mempengaruhi hubungan anda dengan Allah, dan
engkau hanya melayani satu tuan.)
Katakan: Misi Yesus adalah semuanya tentang turun ke bumi
untuk menyelamatkan anda dan saya. Jadi secara alamiah, Dia benar-benar
menekankan hal-hal yang menghalangi-Nya mampu menyelamatkan kita. Dan cinta
akan uang adalah daftar teratas. Yesus tahu bahwa hidup kita berputar di
sekitar mendapatkan uang,
menghabiskannya, menyimpannya, memberikannya, berpikir tentang hal itu! Dia
tahu bahwa intinya adalah apa pun yang mengambil begitu banyak waktu kita
dariNya berarti membuat persaingan denganNya. Yesus menaruh perhatian tentang
sikap kita terhadap uang.
B.
Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Sebelumnya
mintalah seseorang untuk membaca atau menceritakan cerita dari pelajaran hari
Sabat.
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut.
Kutipan-kutipan di bawah ini berasal dari orang-orang
kaya di dunia.
Ø "Saya
mempunyai jutaan uang, tapi uang itu tidak membuatku bahagia."-- John w.
Rockefeller.
Ø "Perhatian
kepada 200 juta dollar cukup untuk membunuh siapapun. Tetapi Tidak ada
kesenangan di dalamnya."-- W.H. Vanderbilt.
Ø "Saya
adalah orang yang paling miskin di bumi."-- John Jacob Astor.
Ø "Saya
lebih bahagia ketika melakukan pekerjaan seorang montir."-- Henry Ford.
Ø "Jutawan
jarang tersenyum."-- Andrew Carnegie.
Bandingkan kutipan-kutipan tersebut dengan apa yang
Tim Forneris (illustrasi dari pelajaran untuk murid) katakan ketika dunia
berpikir bahwa ia gila ketika ia menyerahkan jutaan dollar:
Ø “Kehidupan lebih dari sekedar tentang uang. . . . Beberapa kepemilikan yang kita miliki tak
ternilai harganya.”
C.
Hubungkan dengan Kehidupan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut.
Katakan apa yang engkau inginkan, setiap orang membutuhkan uang. Sebuah
kehidupan yang normal di atas bumi membutuhkan uang. Sayangnya, uang yang sama
yang dibutuhkan untuk keperluan hidup dapat mengeringkan kerohanianmu jika
engkau tidak mempunyai sebuah pegangan pada sikapmu terhadapnya. Engkau perlu
mengembangkan keterampilan dan sikap sekarang ini—ketika engkau masih muda—
memastikan bahwa uang tidak menawanmu.
Bagaimana engkau melakukannya? Sebenarnya, hal ini mudah.Pertama, sadari
bahwa segala sesuatu adalah milik Allah. Jadi
itu bukanlah uangmu atau TV- mu atau rumahmu. Itu semuanya adalah milik
Allah. Kedua, biarlah Allah mengendalikan segala sesuatu dalam hidupmu.
Serahkan semuanya itu kepada-Nya. Mintalah nasehat-Nya. Lihatlah jika
firman-Nya berkata bahwa rencanamu setuju dengan kehendak-Nya. Dan akhirnya,
serahkan segala sesuatunya termasuk dirimu kepada Allah.
Satu ilustasi terakhir: Cerita ini diceritakan oleh orang-orang yang
meninggalkan rumahnya pada abad ke-12 untuk melakukan perang kudus untuk Allah
dan negara mereka. Untuk menjadi orang yang rohani mereka “dibaptis” di dalam
air sebelum mereka dikirim ke medan pertempuran. Ketika mereka turun ke air,
banyak dari mereka mengangkat tangannya ke atas sambil memegang pedang di atas
air yang menunjukkan bahwa Yesus tidak mengendalikan pedang mereka. Mereka
merasa bahwa tindakan ini memberikan kepada mereka suatu kebebasan untuk
menggunakan pedang sesuka hati mereka. Kadang-kadang kita seperti itu dengan
uang kita atau sesuatu yang penting bagi kita. Kita mau mendedikasikan segala
sesuatu bahkan hidup kita kepada Allah, kecuali beberapa hal yang khusus.
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Mintalah
para murid melengkapi latihan “Ide-ide menabung uang” dari halaman 100.
Tanya Jawab • Mintalah murid membagikan perubahan dalam kehidupan
dalam rumah tangganya ketika mereka mengharapkan ide-ide menabung uang
diterapkan.
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Hak-hak apa yang engkau miliki dengan uang yang engkau?
Apa beberapa tanggung jawabnya?
2. Jika engkau dibayar untuk setiap hal yang baik engkau
lakukan untuk seseorang minggu lalu, dan jika engkau membayar upah kepada siapa
saja yang berbuat baik kepadamu, Apakah engkau mau melakukannya didepan atau di
belakang?
3. Dalam cara apa engkau berpikir bahwa Allah mengharapkan
engkau untuk lebih dermawan dengan uang, waktu dan energimu?
4. Gambarkan kehidupan-Nya akan seperti apa—pekerjaan-Nya,
rumahNya, mobilNya dan lain-lain.
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Pengertian dan pembelajaran untuk mempraktekan manajemen uang yang
alkitabiah bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari dalam satu pekan pelajaran
sekolah sabat. Jika engkau tertarik mintalah pendeta atau orang tuamu mencari
beberapa materi yang dapat menolong.
Tapi langkah pertama engkau dapat melakukannya untuk dirimu sendiri. Engkau
dapat membaca apa yang Alkitab telah katakan tentang hubunganmu dengan Allah
dan uang dan engkau dapat melakukannya pada sikap terhadap keuanganmu sendiri.
Sikap ditentukan pada pilihan-pilihan pribadimu sendiri. Dalam setiap situasi,
tempatkan Allah sebagai yang pertama dan gunakan uang—dan segala
sesuatunya—ketahuilah bahwa segala sesuatu berasal dan merupakan milikNya.
T Take inventory of all your assets (things you
consider valuable). Buatlah daftar kepemilikanmu (sesuatu yang engkau pikir
berharga)
R Recognize
that God is the source of everything. Sadari bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu
U Understand
the biblical principles of money.
Mengerti prinsip-prinsip Alkitabiah tentang uang.
S Surrender
everything to God. Serahkan segala sesuatunya kepada Allah.
T Test
God’s promise to take care of you. Uji janji Allah untuk memeliharamu
UNTUK
PELAJARAN SEMBILAN:
Pelajaran
ini adalah untuk kegiatan penghubungan
Ide-Ide
Menabung Uang
Ketika
engkau mencoba untuk menabung uang atau merencanakan sebuah anggaran—untuk hal
tersebut ketika engkau mencoba melakukan apapun sehubungan dengan uang—pikirkan
jangka panjangnya. Itu berarti engkau butuh fokus pada keuntungan ketika ketat
terhadap rencana jangka panjangmu. Apakah engkau tahu bahwa membutuhkan 80
persen lebih biaya untuk makan di tempat yang “memadai” daripada makan di
rumah? Sebagai contoh, $3.00 untuk makan siang di sekolah tampaknya tidak
banyak. Tetapi jika engkau makan $3.00 di kafetaria lima hari dalam satu
minggu, engkau akan $780 setahun! Dan mungkin pengeluaranmu hanya seperempat
dari jumlah itu jika engkau makan siang di rumah.
Dengan
ide keuntungan jangka panjang ini dalam pikiran, datanglah dengan ide yang
engkau dapat bagikan dan diskusikan dengan orang tuamu. Mungkin, secara
bersama, engkau dapat membuat beberapa keputusan keuangan yang positif. Daftar ini telah dimulai untuk menolongmu.
- Belilah
sebuah mobil yang lebih kecil daripada sebuah van.
- Hindari
baju-baju dari para perancang dan belilah baju bukan keluaran mode
terbaru.
- Bermain
bola basket lebih sering dan menonton film lebih sedikit.
- Kurangi
pembelian sejumlah majalah.
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
- ____________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar