Jumat, 09 November 2012

Real Time Faith-IX-IV-2012-Murid


Pelajaran untuk Murid
STUDENT LESSON
ORANG KRISTEN DAN UANG
(Semuanya tentang Uang)

1 Desember 2012
 


SEMUANYA TENTANG UANG
(Apa kira-kira hubungan ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)
            Tim Forneris. Kepada setiap orang yang mengenal nama itu, dia adalah seorang yang beruntung yang menjadi sangat bodoh begitulah anggapan orang. Beruntung karena dia menangkap home-run Mark McGwire yang ke-62, memecahkan rekor yang diperkirakan sebesar $1 juta dollar. (Bola Home-run McGwire yang ke-70 terjual $3 juta dolar.) Bodoh karena, gantinya menerima uang itu untuk dirinya, dia memberikannya kembali kepada McGwire.
            Sementara mengakui ini sebagai “sebuah tindakan yang terhormat,”  majalah Time menggunakan Forneris sebagai sebuah contoh kemampuan manajemen uang yang buruk (“Personal Time: Your Money,” Time, February 8,1999).  Oleh standar dunia dia dianggap sebagai orang yang menurutkan kata hati dan bodoh. Setelah itu, dia mempunyai hak untuk menyimpan bola itu untuk dirinya. Dan siapa yang tidak akan menggunakan satu juta dollar?
            Respons Forneris terhadap artikel tersebut termasuk pernyataan ini: “Hidup adalah lebih dari sekedar tentang uang. . . . Beberapa kepemilikan adalah tak ternilai harganya” (“Letter” Time, March 22, 1999).
Uang adalah sebuah unit pengkuran diri dalam dunia kita—Betapa pentingnya kita menentukan siapa diri kita sebenarnya. Semuanya adalah tentang uang atau benarkah demikian?
 

            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
Pernahkah engkau mendengar orang berkata, “Uang bukanlah segalanya”? Dan reaksi alamiahmu adalah sama seperti banyak orang lain (Siapa yang akan mengakuinya): Yah. Tentu saja.” Pikirkan banyak kali engkau meminta sesuatu dari orang tuamu dan mereka berkata, “Kami tidak mampu membelinya.” Pernahkah engkau mengharapkan dapat mempunyai cukup uang untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan, apa yang engkau perlukan, apa yang membuat hidup benar-benar menyenangkan?
Uang tidaklah jahat. Cinta akan uang itulah yang jahat. Apa perbedaannya? Pada titik apa engkau berpikir uang melewati garis batas dari sebuah berkat? Apakah hubungan yang engkau pikirkan antara uang dan kebahagiaan?  Dapatkah engkau memiliki keduanya? Apakah yang satu menjadi ancaman bagi yang lainnyar?
Kunjungi www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur. Katakanlah apa yang Anda pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?

Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak. Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya? Setelah meninjau ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman. . ., tulislah pernyataan yang cocok dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah membuat kutipan sendiri di Sekolah Sabat.

Ø  “Ukuran kekayaan bukanlah kepada sesuatu yang anda miliki, tetapi oleh sesuatu yang engkau miliki yang engkau tidak bisa tukarkan dengan uang.”—Sumber tak dikenal.
Ø  “Ada dua cara orang kristen melihat uangnya—‘Berapa banyak uang yang saya gunakan bagi Allah?’ atau ‘Berapa banyak uang Allah yang saya gunakan untuk diriku sendiri?’”—W. Graham Scroggie, Sarjana Alkitab dan pengarang inggris abad ke-20.
Ø   Ukuran sejati kekayaan kita adalah seberapa besar harga kita jika kita kehilangan semua uang kita.”—J. H. Jowett,  Pendeta dan pengarang Inggris abad ke-20.
Ø  Allah membagi tangan menjadi jari-jari sehingga uang dapat melewatinya.”—Martin Luther, Pemimpin reformasi Jerman abad ke-16.
Ø  Ketika memberi kepada Allah, kita hanya membawa tangan kosong karena semuanya adalah milik Allah.”—Croft M. Pentz, Pengarang dan pendeta di AS saat ini.
Ø  Uang adalah seperti pupuk, tidak berguna sampai engakau menyebarkannya.”—Corey Granville, dalami Bull, 2000.
Ø  Orang yang memiliki uang tidak memerlukan orang.”—Alex P. Keaton, dalam Family Ties, 1982.
Ø  Engkau melatih seekor anjing dengan makanan. Engkau dapat membeli seseorang dengan uang.”—Hajime Saitoh, dalam Rurouni Kenshin, 2000.

Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  _______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________

Selasa
LALU APA?
Bagaimana engkau mengatur uang adalah pantulan hubunganmu dengan Allah.  Itu mungkin tidak nampak sebagai sesuatu yang besar saat ini karena engkau tidak mempunyai banyak uang atau apapun yang adalah milikmu sendiri. Dan itu bukan seperti engkau memiliki sebuah pekerjaan atau tagihan, benarkan? Jadi mengapa belajar tentang uang? Baik, alasannya sangat sederhana: pada awalnya engkau diberikan suatu masalah yang banyak orang dewasa miliki—sebuah pergumulan dengan pengaturan uang yang mempengaruhi hubungan mereka dengan Yesus.
Jadi berikan pelajaran ini sebuah kesempatan. Jika tidak, paling sedikit lakukanlah dengan pikiran terbuka dan cobalah latihan hari Jumat selama enam bulan sebelum engkau berpikir bahwa hal ini benar-benar tidak relevan. OK?

Rabu
Tuhan berkata…

Ø 1 Tawarikh 29:11
Ø Ulangan 10:14
Ø 2 Korintus 8:12
Ø Amsal 28:27
Ø Roma 12:6-8
Ø Pengkhotbah 5:19
Ø 1 Tawarikh 29:12
Ø Filipi 4:19
Ø Lukas 16:11

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Kehidupan dalam kerajaan Allah adalah kehidupan dalam hadiratNya (lihat Ibrani 4:13). Tidakkah ini memotivasimu untuk ingin mengubah caramu bertindak dan menggunakan uang? Ketika engkau menyadari bahwa Allah memiliki semuanya, setiap keputusan menggunakannya menjadi sebuah keputusan rohani. Sikapmu bukanlah tentang nilai uang yang dapat lakukan bagimu; sebaliknya, engkau akan melihat uang sebagai sebuah berkat –kepada orang lain, gereja Allah, dan dirimu sendiri.

            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?
Ok, Jadi engkau telah belajar banyak tentang uang pekan ini. Dan engkau mungkin berpikir hal ini akan menjadi ide yang baik untuk melakukannya dalam latihan.  Tetapi engkau hanyalah seorang anak dan engkau mungkin tidak memiliki sebuah pekerjaan atau apapun. Jadi tempat terbaik untuk memulainya adalah sumber uangmu---dan itu kemungkinan orang tuamu, kakek nenek, paman, bibi, dll. Sekarang duduklah dengan sumber keuanganmu dan pikirkan sebuah rencana permainan—sebuah cara engkau dapat belajar untuk bertanggung jawab dengan uang mulailah sekarang sehingga engkau tidak akan dikacaukan dengan kartu kredit dan perangkap keuangan lainnya ketika engkau bertambah besar.
Contoh rencana berikut ini engkau dapat bagikan dengan sumber keuanganmu. Gunakan rencana Sarah caranya demikian, atau ubah rencana itu dan temukan seseorang yang dapat bekerjasama denganmu. Apapun yang engkau lakukan, buatlah janji kepada dirimu sendiri bahwa engkau akan mengikuti rencana tersebut.
Rencana Keuangan Sarah
Sarah adalah anak berusia 12 tahun, dan sumber keuangannya memberikannya uang mingguan  sesuai dengan usianya. Sehingga, sejak dia berusia 12 tahun, dia mendapatkan $12 seminggu yang berarti $48 sebulan. Sarah dan sumber keuangannya telah menentukan sebelumnya uang itu akan berguna untuk pakaiannya, pendidikan, dan makanan, dan mempunyai batas pada berapa banyak mereka akan gunakan untuk masing-masing keperluan tersebut.
Dengan tunjangannya itu, mereka telah memutuskan bahwa dia akan menggunakannya dengan cara berikut dan uang itu dimasukkan ke dalam setiap amplop secara spesifik setiap bulannya. uang itu dibuat  terpisah di mana Sarah tidak boleh “meminjam” dari amplop satu untuk mengisi yang lainnya. Setiap beberapa bulan, sumber keuangannya akan memberikan deposit TABUNGAN ke dalam buku bank. Ketika amplop KELUARGAnya bertambah sejumlah tertentu, dia mentraktir keluarganya---  ice cream atau pizza! Sarah menyimpan isi amplop MISSION-nya selama dua tahun dan sanggup untuk mengirimkan kepada seorang anak di Bosnia untuk bersekolah selama setahun melalui ADRA!
Perpuluhan                           10%
Misi                                             5%
Persembahan                          5%
Tabungan                              10%
Keluarga                                 20%
Berikan untuk orang lain     10%
Pengeluaran pribadi           40%

            Ketika engkau dan sumber keuanganmu telah membuat perencanaan yang serupa di mana engkau juga senang dengan hal ini, cobalah selama enam bulan. Engkau pasti mempunyai suatu perasaan yang baik tentang berpartner dengan Allah yang memberikanmu semua yang engkau miliki dan lebih lagi dari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar