Pelajaran
10
ORANG
KRISTEN DAN HOMOSEKSUALITAS
Ujian
Anak Panah
8 September 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Kejadian 1:26, 27
Matius 5:45-48
Matius 7:12
Matius 25: 40
Lukas 15:1, 2
Yohanes 8:10, 11
2 Korintus 1:3, 4
“Kecenderungan
jahat dari umat manusia sangat sulit untuk dilawan. Peperangan tersebut sangat
membosankan. Setiap jiwa di dalam pergumulan mengetahui betapa beratnya, betapa
pahitnya peperangan ini. Segala sesuatu yang berhubungan dengan bertumbuh dalam
kasih karunia sangat sulit, karena standar dan kebenaran dunia telah
ditempatkan di antara jiwa-jiwa dan standar suci Allah. Tuhan kita dapat
meninggikan kita, memuliakan kita, menyucikan kita jika kita menjalankan
hukum-hukumnya yang menyiratkan Standar MoralNya, di mana Standar ini menguji
setiap karakter pada hari besar saat penghakiman terakhir.”
“Kita
harus menang atas diri kita sendiri, menyalibkan keinginan dan nafsu; lalu
memulai persatuan jiwa dengan Kristus … setelah persatuan ini terbentuk, persatuan
ini dapat dipertahankan hanya melalui usaha yang berkelanjutan,
bersungguh-sungguh, dan berhati-hati.” (The Faith I Live By, hal. 135)
B.
Perihal “Orang Kristen dan Homoseksualitas”
Masa
remaja adalah masa yang sulit; itu adalah masa transisi di antara masa
anak-anak dan dewasa muda. Masa remaja memiliki pertanyaan-pertanyaan mengenai
seks, dan mereka berhadapan dengan tambahan informasi dan nasihat yang saling bertentangan
dari orangtua, teman sebaya, media, dan gereja.
Sering sekali masalah orientasi
seksual tidak dihiraukan atau diselesaikan dengan memberikan penjelasan yang
penuh kritikan dan tidak mendengarkan argumen mereka. Minggu ini akan
menekankan pada penciptaan Allah yang sempurna akan pria dan wanita sebagai
makhluk seksual, tetapi kita juga akan menyorot kebutuhan untuk berhadapan
dengan akibat-akibat dosa yang terkadang mempengaruhi orientasi seksual dan
menggunakan cara yang positif dan menyelamatkan.
Para remaja mudah diyakinkan dan
mudah dipengaruhi; mereka juga sangat sensitif. Sebuah kata yang sembarangan
atau kritikan dapat menghasilkan sebuah sikap menghakimi atau kasar pada
beberapa remaja, atau menghasilkan rasa bersalah yang dalam, tidak ada harapan,
atau ketidaklayakan bagi dia yang berjuang dengan masalah pada orientasi
seksualnya. Ketika kita mendiskusikan homoseksual, pelajaran utama yang ingin
kita sampaikan kepada para remaja adalah Allah mencintai mereka tidak peduli
apa kecenderungan mereka.
(sebagai
tambahan perspektif pada topik ini: James Dobson, Focus on the Family, Maret
1991).
C.
Apa Tujuan “Orang Kristen dan Homoseksualitas”
Sebagai
hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
- Mengidentifikasi keinginan ideal Allah bagi para pria dan para wanita dalam hubungan pernikahan.
- Menyadari bahwa dalam dunia penuh dosa ada banyak yang kita tidak dapat mengerti yang membuat kita jauh dari menghidupkan keinginan Allah atas kita.
- Memahami bahwa meskipun berada dalam dunia yang tidak sempurna, kasih Allah bagi kita tidak pernah berubah.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas
A) kursi-kursi diatur dalam lingkaran; (Aktivitas B) bell, alat pengatur waktu,
spidol, papan tulis. (Aktivitas C) kartu indeks (lihat aktivitas).
Hubungan –
Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi
– Alkitab
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika
siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan ayat mana yang mereka pilih
untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat
hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa untuk
“mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran
hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak
mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan
seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat pada skenario
yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri
dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song Service
Ø Cerita
Mision (cari tautan untuk Adventist
Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan
proyek pelayanan
3.
Permulaan
Catatan untuk guru:
Gabungkan semua acara dengan pilihan
kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun,
perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi
(berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan – katakan:
siapa yang mempengaruhi kalian, dan
bagaimana? Ambillah waktu untuk mengidentifikasi beberapa pengaruh yang
membentuk opini-opinimu.
Siap-siap – kirimkan
3 atau 4 sukarelawan keluar dari ruangan, dan mintalah siswa yang tersisa untuk
memindahkan kursi-kursi mereka dan membuat lingkaran. Jelaskan bahwa satu orang
akan menjadi “pemimpin”, dan yang lainnya akan meniru apa yang orang itu
lakukan (menyilangkan kaki, lipat tangan, menggaruk kepala, dll).
Pergi – bawalah
sukarelawan kembali ke ruangan satu per satu. Ketika ia masuk ke dalam
lingkaran, jelaskan bahwa pekerjaan mereka adalah untuk mengidentifikasikan
siapa “pemimpin” di lingkaran itu, orang yang mengatur gerakan-gerakan mereka.
Berikan satu atau dua menit bagi sukarelawan untuk mencari siapa pemimpin dalam
lingkaran. Gantilah pemimpin dan sukarelawan sampai semua sukarelawan mendapat
gilirannya.
Tanya Jawab – Bagaimana
rasanya berada di luar dari lelucon yang ada di dalam? Bagaimana rasanya
menjadi di dalam? Bagi mereka yang berada di dalam, bagaimana rasanya menjadi
pengikut? Pernahkah engkau merasa “di luar” dari sebuah kelompok atau
aktivitas? Pernahkan engkau menjadi bagian dari kelompok yang meniadakan orang
lain?
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan – mulailah
dengan membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari dua orang, yang merefleksikan
kebalikan dari teman mereka (laki-laki/perempuan, kulit hitam/kulit terang,
pendek/tinggi, muda/tua, berkacamata/tidak berkacamata, berkawat gigi/tidak
berkawat gigi.
Siap-siap – Berikan
setiap pasang 30 detik (masing-masing 15 detik) untuk menemukan sebanyak
mungkin fakta-fakta tentang “pasangan” mereka sebisa mereka (di mana mereka
tinggal, berapa banyak saudara laki-laki dan saudara perempuan, binatang
peliharaan, hobi, mata pelajaran favorit, musik, makanan, dll). Diakhir 30
detik, mintalah mereka membentuk kelompok baru (terdiri dari 2 orang) dan
mengulang kembali proses di atas. Lakukan hal tersebut sampai paling kurang 8
kali, atau sampai semua kombinasi pasangan telah habis.
Pergi – pada
papan tulis, tulislah nama siswa satu per satu. Mintalah kelas untuk memberikan
fakta yang menarik mengenai orang tersebut. Pada kesimpulannya, pungutlah suara
yang menentukan siapa yang paling menarik di kelas.
Tanya jawab –
Tanyakan: apakah engkau menemukan seseorang persis seperti dirimu? Apakah ada
orang yang engkau ingin kenali lebih baik lagi? Dalam hal apa kita semua sama?
Dalam hal apa kita semua berbeda?
Pastikan
untuk menanyakan dengan standar apa mereka mempertimbangkan orang yang paling
menarik itu “menarik”. Di samping perbedaan kita semua, Allah menginginkan kita
untuk mengetahui bahwa kita semua memiliki nilai, tidak peduli bagaimanapun
kita sama atau berbeda dari mereka yang ada di sekeliling kita.
C.
Aktivitas Permulaan
Ketika siswa-siswa tiba, berikan setiap orang
kecuali yang keriting (atau beberapa ciri khas yang lain) sebuah kartu kecil
bertuliskan: “rendahkan semua yang keriting.” Berikan kepada yang keriting
sebuah kartu kecil bertuliskan: “ramahlah kepada setiap orang.” Biarkan
siswa-siswa berbaur dan mengikuti instruksi untuk waktu yang singkat.
Tanya jawab –
Tanyakan: Bagaimana rasanya direndahkan? Bagaimana rasanya terus merendahkan
seseorang meskipun mereka berusaha tetap ramah kepada kita? Apakah tindakanmu
dipengaruhi oleh orang lain? Apa yang membuatmu memutuskan untuk mengikuti
instruksi? Apa dampak perilakumu terhadap mereka disekelilingmu – entah itu
keriting atau bukan?
4.
Hubungan
A.
Hubungan dengan Kerajaan
Berikan ide-ide
berikut dengan kata-katamu sendiri:
Mintalah seseorang membaca Lukas
15:1,2 dan bacalah dengan keras. Tanyakan:
siapakah orang-orang yang merasa nyaman dengan kehadiran Yesus? (mereka
yang direndahkan atau ditiadakan oleh orang lain) siapakah mereka yang siap menyalahkan mereka yang bersahabat dengan
Yesus? (orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat) jenis orang seperti apakah mereka? (pemimpin agama, tokoh
masyarakat) bagaimana Yesus menjawab
tuduhan mereka? (Dia menceritakan cerita domba yang hilang, koin yang
hilang, dan anak yang hilang.) Apa pesan
moral dari masing-masing cerita ini? (benda-benda yang hilang tidak pernah
kehilangan nilainya.)
B.
Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang
sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat. Buatlah
beberapa observasi berikut ini:
Akan
selalu ada orang-orang yang berbeda dari kita. Mungkin mereka pergi ke gereja
yang berbeda, mungkin mereka lahir di Negara yang berbeda, mungkin mereka
berpakaian aneh atau memakan makanan yang berbeda dengan yang biasa kita makan.
Ada
juga mereka yang memikul beban yang tidak mereka minta: anak-anak yang
orangtuanya bercerai, anak-anak dengan ketidakmampuan dalam belajar atau secara
fisik, anak-anak dengan orientasi seksual yang berbeda. Tetapi Yesus selalu
memperlakukan orang-orang dengan hormat, bahkan orang-orang yang tidak menerima
hormat dari orang-orang beragama.
C.
Hubungan dengan Kehidupan
Dengan kata-katamu
sendiri, berikan observasi di bawah ini dan juga cerita:
Banyak
orang, sekali mereka menyadari mereka memiliki orientasi seksual yang berbeda,
menghabiskan waktu bertahun-tahun mencoba untuk menghilangkannya, untuk
berubah, untuk menjadi normal. Beberapa bahkan bunuh diri ketika usaha mereka untuk
bebas dari orientasi ini tidak sukses. Banyak yang tenggelam ke dalam perilaku
yang membahayakan dan merusak diri.
Identitas
seksual yang berbeda bukanlah apa yang Allah inginkan (begitu juga perceraian,
Disleksia, atau kanker). Bagaimanapun ketika seseorang sakit, kita tidak
menyalahkannya karena sakit. Kita mencoba membantu mereka. Kebanyakan orang
Kristen mencoba membantu mereka yang mengalami kecenderungan homoseksual dengan
mencoba merubah mereka. Mungkin cara terbaik untuk melayani mereka adalah
dengan mengasihi mereka dengan cara Allah mengasihi mereka, memberikan suasana
menguatkan dan tidak menghakimi bagi mereka agar dapat bertumbuh dalam hubungan
mereka dengan Allah. Dan biarkan Dia menyelesaikan setiap perubahan.
Cerita; “Saya
pikir saya dilahirkan di planet yang berbeda.” Itulah cara Ken Roberts
menjelaskan kehidupannya sebagai seorang pria homoseksual. Dia dilahirkan di
tengah 5 anak dalam sebuah “keluarga Advent pada umumnya”. Dia menyukai musik;
dia menyanyi dan bermain piano.
Pada
saat akhir sekolah dasar, Ken menjadi semakin takut karena kemungkinan bahwa
dia mungkin menjadi “berbeda”. Dia mulai “tertarik” pada beberapa anak
laki-laki di sekolah. “Aku ingin memegang tangan mereka pada saat pasar malam.
Tetapi aku tahu aku tidak akan pernah bisa melakukan hal itu.”
Selama
sekolah dan kuliah, Ken unggul dalam apapun yang ia lakukan. Dia berpacaran
dengan anak perempuan, tetapi tidak ada ketertarikan secara fisik. Dia berdoa
agar Allah akan merubahnya, tetapi doanya tidak dijawab. Dia belajar untuk
pelayanan, berpikir bahwa hal itu akan menghilangkan ketertarikan kepada pria
lain. “Aku terkadang berjalan di jalan yang gelap di kota tempatku berkuliah
pada larut malam, menangis dan meminta Allah melalui tangisanku, “Tidak bisakah
Engkau merubahku? Tidak maukah Engkau merubahku? Aku telah dilahirkan di planet
yang salah.”
Akhirnya,
Ken bekerja sebagai dekan dan seorang pendeta. Dia terus berdoa, dia berkonseling,
dia bahkan menikah. “Konseling itu tidak merubahku, doa tidak merubahku,
pernikahan tidak merubahku, Allah tidak merubahku.”
“Mungkin,”
Ken menyimpulkan, “[Allah] mencintaiku sebagaimana aku adanya.”- diadaptasi
dari www.tagnet.org/someone-to-talk-to/new_page_24.htm
(Ada
pendapat yang berbeda mengenai apakah orientasi seksual yang berbeda itu “dapat
diperbaiki”. Sungguh benar, bagaimanapun, banyak yang merasa bahwa
kecenderungan homoseksual bukanlah pilihan yang dibuat secara sadar. Tetapi hal
itu penting bagi orang tersebut, Allah, dan seorang psikolog atau psikiater
Kristen yang setia. Seorang dengan kecenderungan homoseksual adalah sama
seperti orang dewasa lajang lainnya yang Allah berikan keinginan seksualnya.)
Tanya jawab –
tanyakan: apakah engkau tahu seseorang yang memiliki kecenderungan homoseksual?
Bagaimana engkau tahu? Tepatnya, apa itu homoseksual? Bagaimana dosa yang
dilakukan oleh seorang homoseksual berbeda dengan dosa yang dilakukan oleh
seorang heteroseksual?
Katakan – mari kita
baca Roma 1;26,27. Ayat Alkitab menjelaskan bahwa perilaku homoseksual bukanlah
pilihan gaya hidup, itu salah. Tetapi mengkritik dan mengucilkan seseorang
karena sebuah perjuangan dengan dosa tertentu juga salah.
Katakan/tanyakan –
mari kita baca 1 korintus 6:9-11. Bagaimana dosa homoseksual dibandingkan
dengan dosa lainnya? (semua dosa
memisahkan kita dari Allah. Homoseksual seperti semua orang lainnya, dapat diampuni).
Katakan. Tanyakan –
mari kita baca 1 Korintus 10;13. Apa
yang ayat ini katakan kepada kita mengenai cobaan? (setiap
orang dicobai. Pencobaan bukanlah dosa, tetapi menyerah terhadap pencobaan
adalah dosa; Allah dapat menolong kita menghadapi pencobaan.) Semua kita memiliki daerah dalam hidup kita
dimana kita mengalami cobaan yang sangat kuat untuk berbuat yang salah. (cobaan
seperti mengambil barang yang bukan milik kita, berbuat curang agar menghindari
malu karena gagal, atau bahkan cobaan untuk menyewa video yang kita tahu tidak
akan menjadi alat hiburan yang sehat.) Kita
menyadari, bagaimanapun, bahwa kita tidak benar-benar berada dalam masalah
sampai kita mulai untuk dikontrol oleh keinginan itu dan bertindak.
Tanyakan – di mana
kita dapat menemukan harapan? Baca 1
korintus 6:11 lagi.
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Katakan: mari kita
melihat beberapa ayat yang biasa digunakan orang-orang untuk menyalahkan mereka
dengan kecenderungan homoseksual, dan membaca mereka lewat lensa “kacamata injil”.
Kejadian 19:1-9
Imamat 18:22
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Peran siapakah yang berguna dalam
menolongmu mengembangkan identitasmu sebagai mahkluk seksual?
2. Apakah menurutmu kelihatannya
orang-orang Kristen lebih khawatir mengenai seks dibandingkan orang-orang lain?
Jika demikian, mengapa seperti itu?
3. Apakah engkau setuju atau tidak setuju
dengan pernyataan ini: semua orang –homoseksual atau heteroseksual – adalah orang
berdosa yang membutuhkan kasih karunia Allah. Mengapa?
4. Mana yang engkau pilih, dihakimi oleh
orang lain atau dihakimi oleh Allah? Mengapa?
5. Menurutmu apa yang akan dikatakan oleh
Yesus kepada seseorang yang bergumul dengan orientasi seksualnya?
6. Apa yang menjadi hal tersulit jika
memiliki teman yang cenderung homoseksual?
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu
sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Ada
dua dorongan yang kuat di dunia ini: satu yang mencoba menarik kita dekat
kepada Allah, yang lainnya mencoba mendorong kita menjauh dariNya. Allah
menggunakan kasih, pemahaman, belas kasihan, kemurahan, keadilan, kebenaran,
dll untuk menarik kita lebih dekat kepadaNya. Setan menggunakan kebencian,
keraguan, sikap menghakimi, kesalahan, dan kebohongan untuk menarik kita jauh
dari Allah dan umatNya.
Ada
banyak orang yang merasa tidak berguna atau disalahkan melalui cara mereka
diperlakukan oleh orang-orang yang menyebut mereka Kristen. Undangan Yesus
kepada mereka (dan kepada kita) adalah, dan akan selalu mengundang, “Marilah
kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah
lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:28,29).
Pelajaran
10
ORANG
KRISTEN DAN HOMOSEKSUALITAS
Ujian
Anak Panah
8 September 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Warisan Terbesar
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Cerita satu. Suatu
hari Sally berjalan ke dalam kelas dan menyadari bahwa pelajaran hari ini akan
sangat menyenangkan. Gurunya, Pak Smith, selalu muncul dengan cara yang baru
dan kreatif untuk mengemukakan inti pelajarannya. Hari ini ada sebuah papan
sasaran besar di tembok, dan Pak Smith mengundang siswa-siswa untuk menggambar wajah
seseorang yang membuat mereka marah dan menaruh gambar itu di papan sasaran,
lalu mereka melempar anak panah pada gambar yang sudah mereka gambar.
Salah
satu teman Sally menggambar seseorang yang telah “mencuri” pacarnya. Yang lain
menggambar adik laki-lakinya. Sally menggambar seseorang yang pernah menjadi
sahabatnya, dia menggambar sangat jelas dan menaruh jerawat di gambar wajah
tersebut.
Kemudian,
anggota kelas berbaris dan mulai melemparkan anak panah ke papan sasaran.
Ketika Sally berjalan mendekati garis depan, Pak Smith mengumumkan bahwa mereka
sudah kehabisan waktu dan setiap orang kembali ke kursinya masing-masing, Sally
sedih karena tidak mendapat kesempatan melempar anak panah ke gambar
“sahabatnya”.
Ketika
setiap siswa kembali duduk, Pak Smith memindahkan papan sasaran dari tembok,
dan dibaliknya terdapat gambar Yesus. Keheningan meliputi ruang kelas, ketika
setiap siswa menatap gambar Yesus yang terobek-robek.
Kemudian
Pak Smith membaca dari Alkitab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala
sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina
ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40)
Cerita dua. Suatu
hari setelah pulang sekolah, Chris, siswa kelas 5, pulang ke rumah dan bertanya
kepada ibunya, “Ibu apa artinya ‘fag’?
“Ibu
tidak tahu,” ibunya menjawab dengan jujur.
“Itu
pasti hal yang buruk, “Chris menjawab, “Aku tahu dari cara anak-anak
mengatakannya.”
Ibu
Chris pergi ke kepala sekolah dan meminta penjelasan. “Baiklah, “kata kepala
sekolah itu, “Saya malu mengatakannya,tetapi … itu adalah bahasa gaul untuk
mengatakan seseorang adalah homoseksual.”
Beberapa
waktu kemudian, saat tim pathfinder berpergian di akhir pekan, ketika mereka
menyiapkan pasokan makanan di sekolah tempat mereka akan tinggal, seseorang
telah menuliskan di papan tulis dengan huruf berukuran besar, “Chris itu fag (homoseksual)!”
Kita
semua tahu bahwa hal seperti itu adalah kasar dan tidak pantas disebut Kristen,
tetapi ketika hal seperti itu muncul di lingkungan anak-anak yang ‘berbeda’
karena mereka terlihat seperti memiliki orientasi seksual yang berbeda,
beberapa orang mengasumsikan bahwa itu tidak masalah. Lagipula, bukankah Allah
membenci seorang homoseksual?
Jawabannya
adalah “Tidak, Ia tidak membencinya”. Allah mengasihi setiap orang dan setiap
tindakan atau ucapan yang tidak baik, tidak peduli disampaikan kepada siapapun,
adalah penyerangan terhadap Kristus sendiri. Yesus tidak pernah menggabungkan
seorang yang berbuat dengan dosa!
Membuatmu
berhenti dan berpikir, bukan?
Minggu
Yang Saya Pikirkan
“Lihatlah
acara televisi saat ini,” kata seorang pengkhotbah di radio. “Kelihatannya
semua acara komedi memiliki karakter homoseksual; seolah-olah kita perlu
menerima mereka sebagai orang yang normal. Jadi, Alkitab mengatakan bahwa Allah
membenci para homoseksual! Hollywood dan semua karakter homoseksualnya akan
dibakar di neraka.”
Menurutmu apakah Allah membedakan
orang yang homoseksual dengan orang yang heteroseksual? Ayat apa yang mampu
mendukungmu dalam kepercayaanmu? Ayat apa yang menyatakan perasaanNya terhadap
gaya hidup homoseksual?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah
untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Roh
Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar
baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat
Tuhan telah datang.” – Yesus (Lukas 4:18, 19).
Ø “Kata-kata
yang jahat menyakitkan hati, tetapi kata-kata yang menyenangkan menyembuhkan
dengan cepat.” – anonim.
Ø “Sangat
mudah untuk menyarankan solusi ketika engkau tidak terlalu tahu mengenai
masalahnya.” –Malcolm Forbes, penerbit AS abad ke-20.
Ø “Terlalu
sering kita menikmati betapa nyamannya sebuah pendapat tanpa ketidaknyamanan
pikiran.” – John F. Kennedy (1917 – 1963), Presiden AS ke-35.
Ø “Aku
menghancurkan musuh-musuhku ketika Aku membuat mereka menjadi temanku.” –Abraham
Lincoln (1809 – 1865), Presiden AS ke-16.
Ø “Satu-satunya
cara membuat seseorang layak dicintai adalah dengan mencintai mereka.” – Thomas
Merton, penulis, biarawan AS abad ke-20.
Ø “Anak-anak
membutuhkan lebih banyak tokoh panutan dibandingan kritik.” – peribahasa
Perancis.
Ø “Semua
hal ini dibawa bersama-sama, dengan kesalahan mereka yang berbeda-beda, semua
dengan kecenderungan terhadap jahat, baik yang diwariskan ataupun yang dibangun
sendiri; tetapi di dalam dan melalui Kristus mereka tinggal dalam keluarga
Allah, belajar untuk menjadi satu dalam iman, dalam doktrin, dalam roh ….
Kristus adalah pusat yang besar, dan mereka saling mendekati satu sama lain
sama seperti mereka semakin dengan dengan pusat.” – Ellen G. White, pendiri
gereja dan penulis abad ke-19.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Engkau telah
mendengar ungkapan “Allah membenci dosa, tetapi mencintai orang yang berdosa”; lebih
mudah mengatakannya daripada melakukannya – khususnya ketika berhubungan dengan
homoseksualitas.
Sering sekali orang
Kristen berasumsi bahwa homoseksualitas adalah sesuatu yang dapat
“dihilangkan”, seperti seorang yang kelebihan berat badan yang kehilangan
beratnya jika dia berhenti makan kue-kue. Tetapi homoseksualitas (kira-kira 1
sampai 10 % dari populasi) menghadapi sebuah pergumulan seumur hidup dengan
orientasi seksual mereka. Beberapa orang menerimanya dan mengatakan, “inilah
saya.” Yang lain terus berdoa untuk pembebasan dari perasaan mereka.
Beberapa orang
Kristen mengadopsi perilaku, “tetaplah jauh daripadaku sampai engkau berubah.”
Sulit sekali membayangkan kalau Yesus mengatakan hal seperti itu. Dia selalu
menerima orang-orang, tidak peduli usia, jenis kelamin, latar belakang budaya,
atau orientasi seksual. Diapun masih seperti itu saat ini.
Yang anehnya adalah
engkau bukan seorang homoseksual, tetapi engkau mungkin berhubungan dengan
salah satu dari mereka (dan tidak menyadarinya); engkau mungkin ke sekolah
bersama salah satu dari mereka (dan tidak menyadarinya). Banyak orang Kristen
melihat homoseksual sebagai sebuah kerusakan moral masyarakat dan mengasumsikan
bahwa tugas merekalah untuk membersihkan masyarakat dari pengaruhnya – untuk
mendorong para homoseksual kembali ke tempat tertutup.
Tetapi orang
Kristen memiliki lebih banyak peran penting dalam masalah ini: yaitu untuk
mefleksikan sikap Yesus terhadap homoseksual. Homoseksualitas tidaklah menular;
engkau tidak akan terkena. Engkau bisa menyalahkan dan mengkritik mereka yang
homoseksual dan lesbian – dan engkau akan sulit merefleksikan Yesus Kristus,
yang berkata,”dan barangsiapa yang datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang”
(Yohanes 6;37).
Rabu
Tuhan berkata…
Ø Matius 7:12
Ø Matius 25:40
Ø Lukas 15:1, 2
Ø Roma 9:15
Ø 2 Korintus 1:3,4
Ø Kolose 3:12, 13
Ø Yakobus 5:11
Dan…
Ø God’s Amazing
Grace, halaman 254
“Mereka
yang menaruh kepercayaannya dalam Kristus tidak akan diperhamba oleh kebiasaan
atau kecenderungan yang terwariskan atau yang dilatih. Di samping berada dalam
ikatan alam yang rendah, mereka harus mengontrol selera dan nafsu. Allah tidak
meninggalkan kita berperang melawan kejahatan dengan kekuatan kita sendiri.
Apapun yang mungkin menjadi kecenderungan kita untuk berbuat salah baik yang
terwariskan atau yang dilatih, kita dapat mengalahkannya melalui kuasa yang
Allah siap untuk bagikan.”
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Seks itu baik. Itu benar; Allah menciptakan kita
untuk menjadi bahagia, dan bagian dari itu adalah untuk tertarik kepada orang
dengan lawan jenis. Tetapi terkadang, untuk alasan yang tidak ada satupun mampu
menjelaskan sepenuhnya, orang-orang menemukan diri mereka sendiri tertarik
kepada seseorang yang jenis kelaminya sama.
Jika engkau tahu seseorang yang bergumul dengan
masalah ini, jangan mengejek mereka atau memanggil namanya; jangan memulai gosip
atau membicarakan mengenai mereka dibelakang mereka; mintalah mereka berbicara
kepada seseorang yang bersedia menolong tanpa menghakimi. Dan ingatkan mereka
bahwa mereka bisa selalu bergantung padamu sebagai sahabat. Ingatlah: “Ada
teman yang mendatangkan kecelakaan, teapi ada juga sahabat yang lebih karib
dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24)
Lebih dari semuanya, bantulah temanmu mengerti
bahwa Allah tidak pernah meminta sesuatu dari kita yang Dia tidak berikan
kekuatan bagi kita untuk mengatasinya.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Tulislah sebuah surat kepada
seseorang yang homoseksual (jika engkau tidak mengenalnya, engkau bisa
membayangkan orang yang terkenal seperti Elton John, Melissa Etheridge, atau
Ellen DeGeneres). Andaikan bahwa engkau menulis mewakili Allah, engkau memiliki
pesan yang mereka perlu baca.
Setelah engkau menulis surat
tersebut, taruhlah di amplop, alamatkan
bagi dirimu sendiri, dan kirimlah. (jangan mengirimkan ke orang tersebut).
Dalam waktu satu hari atau dua hari, ketika engkau mendapat surat tersebut,
andaikan bahwa engkau adalah orang yang dikirimkan surat tersebut. Tanyakan
dirimu: apakah pesan ini menolong? Apakah membuat saya dekat dengan Allah, atau
mendorong saya lebih jauh? Apa yang mungkin saya katakan?
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar