Rabu, 05 September 2012

Real Time Faith-III-X-2012-Guru



Pelajaran 10
ORANG KRISTEN DAN HOMOSEKSUALITAS
Ujian Anak Panah
8 September 2012

1. Persiapan

A. Sumber
Kejadian 1:26, 27
Matius 5:45-48
Matius 7:12
Matius 25: 40
Lukas 15:1, 2
Yohanes 8:10, 11
2 Korintus 1:3, 4

“Kecenderungan jahat dari umat manusia sangat sulit untuk dilawan. Peperangan tersebut sangat membosankan. Setiap jiwa di dalam pergumulan mengetahui betapa beratnya, betapa pahitnya peperangan ini. Segala sesuatu yang berhubungan dengan bertumbuh dalam kasih karunia sangat sulit, karena standar dan kebenaran dunia telah ditempatkan di antara jiwa-jiwa dan standar suci Allah. Tuhan kita dapat meninggikan kita, memuliakan kita, menyucikan kita jika kita menjalankan hukum-hukumnya yang menyiratkan Standar MoralNya, di mana Standar ini menguji setiap karakter pada hari besar saat penghakiman terakhir.”

Kita harus menang atas diri kita sendiri, menyalibkan keinginan dan nafsu; lalu memulai persatuan jiwa dengan Kristus … setelah persatuan ini terbentuk, persatuan ini dapat dipertahankan hanya melalui usaha yang berkelanjutan, bersungguh-sungguh, dan berhati-hati.” (The Faith I Live By, hal. 135)

B. Perihal “Orang Kristen dan Homoseksualitas”
            Masa remaja adalah masa yang sulit; itu adalah masa transisi di antara masa anak-anak dan dewasa muda. Masa remaja memiliki pertanyaan-pertanyaan mengenai seks, dan mereka berhadapan dengan tambahan informasi dan nasihat yang saling bertentangan dari orangtua, teman sebaya, media, dan gereja.
            Sering sekali masalah orientasi seksual tidak dihiraukan atau diselesaikan dengan memberikan penjelasan yang penuh kritikan dan tidak mendengarkan argumen mereka. Minggu ini akan menekankan pada penciptaan Allah yang sempurna akan pria dan wanita sebagai makhluk seksual, tetapi kita juga akan menyorot kebutuhan untuk berhadapan dengan akibat-akibat dosa yang terkadang mempengaruhi orientasi seksual dan menggunakan cara yang positif dan menyelamatkan.
            Para remaja mudah diyakinkan dan mudah dipengaruhi; mereka juga sangat sensitif. Sebuah kata yang sembarangan atau kritikan dapat menghasilkan sebuah sikap menghakimi atau kasar pada beberapa remaja, atau menghasilkan rasa bersalah yang dalam, tidak ada harapan, atau ketidaklayakan bagi dia yang berjuang dengan masalah pada orientasi seksualnya. Ketika kita mendiskusikan homoseksual, pelajaran utama yang ingin kita sampaikan kepada para remaja adalah Allah mencintai mereka tidak peduli apa kecenderungan mereka.
(sebagai tambahan perspektif pada topik ini: James Dobson, Focus on the Family, Maret 1991).
           
C. Apa Tujuan “Orang Kristen dan Homoseksualitas”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Mengidentifikasi keinginan ideal Allah bagi para pria dan para wanita dalam hubungan pernikahan.
  2. Menyadari bahwa dalam dunia penuh dosa ada banyak yang kita tidak dapat mengerti yang membuat kita jauh dari menghidupkan keinginan Allah atas kita.
  3. Memahami bahwa meskipun berada dalam dunia yang tidak sempurna, kasih Allah bagi kita tidak pernah berubah.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) kursi-kursi diatur dalam lingkaran; (Aktivitas B) bell, alat pengatur waktu, spidol, papan tulis. (Aktivitas C) kartu indeks (lihat aktivitas).
Hubungan – Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi – Alkitab

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.

A. Aktivitas Permulaan

Persiapan – katakan: siapa yang mempengaruhi kalian, dan bagaimana? Ambillah waktu untuk mengidentifikasi beberapa pengaruh yang membentuk opini-opinimu.

Siap-siap – kirimkan 3 atau 4 sukarelawan keluar dari ruangan, dan mintalah siswa yang tersisa untuk memindahkan kursi-kursi mereka dan membuat lingkaran. Jelaskan bahwa satu orang akan menjadi “pemimpin”, dan yang lainnya akan meniru apa yang orang itu lakukan (menyilangkan kaki, lipat tangan, menggaruk kepala, dll).

Pergi – bawalah sukarelawan kembali ke ruangan satu per satu. Ketika ia masuk ke dalam lingkaran, jelaskan bahwa pekerjaan mereka adalah untuk mengidentifikasikan siapa “pemimpin” di lingkaran itu, orang yang mengatur gerakan-gerakan mereka. Berikan satu atau dua menit bagi sukarelawan untuk mencari siapa pemimpin dalam lingkaran. Gantilah pemimpin dan sukarelawan sampai semua sukarelawan mendapat gilirannya.

Tanya Jawab – Bagaimana rasanya berada di luar dari lelucon yang ada di dalam? Bagaimana rasanya menjadi di dalam? Bagi mereka yang berada di dalam, bagaimana rasanya menjadi pengikut? Pernahkah engkau merasa “di luar” dari sebuah kelompok atau aktivitas? Pernahkan engkau menjadi bagian dari kelompok yang meniadakan orang lain?

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – mulailah dengan membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari dua orang, yang merefleksikan kebalikan dari teman mereka (laki-laki/perempuan, kulit hitam/kulit terang, pendek/tinggi, muda/tua, berkacamata/tidak berkacamata, berkawat gigi/tidak berkawat gigi.

Siap-siap – Berikan setiap pasang 30 detik (masing-masing 15 detik) untuk menemukan sebanyak mungkin fakta-fakta tentang “pasangan” mereka sebisa mereka (di mana mereka tinggal, berapa banyak saudara laki-laki dan saudara perempuan, binatang peliharaan, hobi, mata pelajaran favorit, musik, makanan, dll). Diakhir 30 detik, mintalah mereka membentuk kelompok baru (terdiri dari 2 orang) dan mengulang kembali proses di atas. Lakukan hal tersebut sampai paling kurang 8 kali, atau sampai semua kombinasi pasangan telah habis.

Pergi – pada papan tulis, tulislah nama siswa satu per satu. Mintalah kelas untuk memberikan fakta yang menarik mengenai orang tersebut. Pada kesimpulannya, pungutlah suara yang menentukan siapa yang paling menarik di kelas.

Tanya jawab – Tanyakan: apakah engkau menemukan seseorang persis seperti dirimu? Apakah ada orang yang engkau ingin kenali lebih baik lagi? Dalam hal apa kita semua sama? Dalam hal apa kita semua berbeda?
Pastikan untuk menanyakan dengan standar apa mereka mempertimbangkan orang yang paling menarik itu “menarik”. Di samping perbedaan kita semua, Allah menginginkan kita untuk mengetahui bahwa kita semua memiliki nilai, tidak peduli bagaimanapun kita sama atau berbeda dari mereka yang ada di sekeliling kita.

C. Aktivitas Permulaan
Ketika siswa-siswa tiba, berikan setiap orang kecuali yang keriting (atau beberapa ciri khas yang lain) sebuah kartu kecil bertuliskan: “rendahkan semua yang keriting.” Berikan kepada yang keriting sebuah kartu kecil bertuliskan: “ramahlah kepada setiap orang.” Biarkan siswa-siswa berbaur dan mengikuti instruksi untuk waktu yang singkat.

Tanya jawab – Tanyakan: Bagaimana rasanya direndahkan? Bagaimana rasanya terus merendahkan seseorang meskipun mereka berusaha tetap ramah kepada kita? Apakah tindakanmu dipengaruhi oleh orang lain? Apa yang membuatmu memutuskan untuk mengikuti instruksi? Apa dampak perilakumu terhadap mereka disekelilingmu – entah itu keriting atau bukan?

4. Hubungan
A. Hubungan dengan Kerajaan
Berikan ide-ide berikut dengan kata-katamu sendiri:
            Mintalah seseorang membaca Lukas 15:1,2 dan bacalah dengan keras. Tanyakan: siapakah orang-orang yang merasa nyaman dengan kehadiran Yesus? (mereka yang direndahkan atau ditiadakan oleh orang lain) siapakah mereka yang siap menyalahkan mereka yang bersahabat dengan Yesus? (orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat) jenis orang seperti apakah mereka? (pemimpin agama, tokoh masyarakat) bagaimana Yesus menjawab tuduhan mereka? (Dia menceritakan cerita domba yang hilang, koin yang hilang, dan anak yang hilang.) Apa pesan moral dari masing-masing cerita ini? (benda-benda yang hilang tidak pernah kehilangan nilainya.)

B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat. Buatlah beberapa observasi berikut ini:
Akan selalu ada orang-orang yang berbeda dari kita. Mungkin mereka pergi ke gereja yang berbeda, mungkin mereka lahir di Negara yang berbeda, mungkin mereka berpakaian aneh atau memakan makanan yang berbeda dengan yang biasa kita makan.

Ada juga mereka yang memikul beban yang tidak mereka minta: anak-anak yang orangtuanya bercerai, anak-anak dengan ketidakmampuan dalam belajar atau secara fisik, anak-anak dengan orientasi seksual yang berbeda. Tetapi Yesus selalu memperlakukan orang-orang dengan hormat, bahkan orang-orang yang tidak menerima hormat dari orang-orang beragama.

C. Hubungan dengan Kehidupan
Dengan kata-katamu sendiri, berikan observasi di bawah ini dan juga cerita:
Banyak orang, sekali mereka menyadari mereka memiliki orientasi seksual yang berbeda, menghabiskan waktu bertahun-tahun mencoba untuk menghilangkannya, untuk berubah, untuk menjadi normal. Beberapa bahkan bunuh diri ketika usaha mereka untuk bebas dari orientasi ini tidak sukses. Banyak yang tenggelam ke dalam perilaku yang membahayakan dan merusak diri.

Identitas seksual yang berbeda bukanlah apa yang Allah inginkan (begitu juga perceraian, Disleksia, atau kanker). Bagaimanapun ketika seseorang sakit, kita tidak menyalahkannya karena sakit. Kita mencoba membantu mereka. Kebanyakan orang Kristen mencoba membantu mereka yang mengalami kecenderungan homoseksual dengan mencoba merubah mereka. Mungkin cara terbaik untuk melayani mereka adalah dengan mengasihi mereka dengan cara Allah mengasihi mereka, memberikan suasana menguatkan dan tidak menghakimi bagi mereka agar dapat bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Allah. Dan biarkan Dia menyelesaikan setiap perubahan.
Cerita; “Saya pikir saya dilahirkan di planet yang berbeda.” Itulah cara Ken Roberts menjelaskan kehidupannya sebagai seorang pria homoseksual. Dia dilahirkan di tengah 5 anak dalam sebuah “keluarga Advent pada umumnya”. Dia menyukai musik; dia menyanyi dan bermain piano.
Pada saat akhir sekolah dasar, Ken menjadi semakin takut karena kemungkinan bahwa dia mungkin menjadi “berbeda”. Dia mulai “tertarik” pada beberapa anak laki-laki di sekolah. “Aku ingin memegang tangan mereka pada saat pasar malam. Tetapi aku tahu aku tidak akan pernah bisa melakukan hal itu.”
Selama sekolah dan kuliah, Ken unggul dalam apapun yang ia lakukan. Dia berpacaran dengan anak perempuan, tetapi tidak ada ketertarikan secara fisik. Dia berdoa agar Allah akan merubahnya, tetapi doanya tidak dijawab. Dia belajar untuk pelayanan, berpikir bahwa hal itu akan menghilangkan ketertarikan kepada pria lain. “Aku terkadang berjalan di jalan yang gelap di kota tempatku berkuliah pada larut malam, menangis dan meminta Allah melalui tangisanku, “Tidak bisakah Engkau merubahku? Tidak maukah Engkau merubahku? Aku telah dilahirkan di planet yang salah.”
Akhirnya, Ken bekerja sebagai dekan dan seorang pendeta. Dia terus berdoa, dia berkonseling, dia bahkan menikah. “Konseling itu tidak merubahku, doa tidak merubahku, pernikahan tidak merubahku, Allah tidak merubahku.”
“Mungkin,” Ken menyimpulkan, “[Allah] mencintaiku sebagaimana aku adanya.”- diadaptasi dari www.tagnet.org/someone-to-talk-to/new_page_24.htm
(Ada pendapat yang berbeda mengenai apakah orientasi seksual yang berbeda itu “dapat diperbaiki”. Sungguh benar, bagaimanapun, banyak yang merasa bahwa kecenderungan homoseksual bukanlah pilihan yang dibuat secara sadar. Tetapi hal itu penting bagi orang tersebut, Allah, dan seorang psikolog atau psikiater Kristen yang setia. Seorang dengan kecenderungan homoseksual adalah sama seperti orang dewasa lajang lainnya yang Allah berikan keinginan seksualnya.)

Tanya jawab – tanyakan: apakah engkau tahu seseorang yang memiliki kecenderungan homoseksual? Bagaimana engkau tahu? Tepatnya, apa itu homoseksual? Bagaimana dosa yang dilakukan oleh seorang homoseksual berbeda dengan dosa yang dilakukan oleh seorang heteroseksual?

Katakan – mari kita baca Roma 1;26,27. Ayat Alkitab menjelaskan bahwa perilaku homoseksual bukanlah pilihan gaya hidup, itu salah. Tetapi mengkritik dan mengucilkan seseorang karena sebuah perjuangan dengan dosa tertentu juga salah.

Katakan/tanyakan – mari kita baca 1 korintus 6:9-11. Bagaimana dosa homoseksual dibandingkan dengan dosa lainnya? (semua dosa memisahkan kita dari Allah. Homoseksual seperti semua orang lainnya, dapat diampuni).

Katakan. Tanyakan – mari kita baca  1 Korintus 10;13. Apa yang ayat ini katakan kepada kita mengenai cobaan? (setiap orang dicobai. Pencobaan bukanlah dosa, tetapi menyerah terhadap pencobaan adalah dosa; Allah dapat menolong kita menghadapi pencobaan.) Semua kita memiliki daerah dalam hidup kita dimana kita mengalami cobaan yang sangat kuat untuk berbuat yang salah. (cobaan seperti mengambil barang yang bukan milik kita, berbuat curang agar menghindari malu karena gagal, atau bahkan cobaan untuk menyewa video yang kita tahu tidak akan menjadi alat hiburan yang sehat.) Kita menyadari, bagaimanapun, bahwa kita tidak benar-benar berada dalam masalah sampai kita mulai untuk dikontrol oleh keinginan itu dan bertindak.

Tanyakan – di mana kita dapat menemukan harapan? Baca 1 korintus 6:11 lagi.

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Katakan: mari kita melihat beberapa ayat yang biasa digunakan orang-orang untuk menyalahkan mereka dengan kecenderungan homoseksual, dan membaca mereka lewat lensa “kacamata injil”.
            Kejadian 19:1-9
            Imamat 18:22

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Peran siapakah yang berguna dalam menolongmu mengembangkan identitasmu sebagai mahkluk seksual?
2.         Apakah menurutmu kelihatannya orang-orang Kristen lebih khawatir mengenai seks dibandingkan orang-orang lain? Jika demikian, mengapa seperti itu?
3.         Apakah engkau setuju atau tidak setuju dengan pernyataan ini: semua orang –homoseksual atau heteroseksual – adalah orang berdosa yang membutuhkan kasih karunia Allah. Mengapa?
4.         Mana yang engkau pilih, dihakimi oleh orang lain atau dihakimi oleh Allah? Mengapa?
5.         Menurutmu apa yang akan dikatakan oleh Yesus kepada seseorang yang bergumul dengan orientasi seksualnya?
6.         Apa yang menjadi hal tersulit jika memiliki teman yang cenderung homoseksual?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Ada dua dorongan yang kuat di dunia ini: satu yang mencoba menarik kita dekat kepada Allah, yang lainnya mencoba mendorong kita menjauh dariNya. Allah menggunakan kasih, pemahaman, belas kasihan, kemurahan, keadilan, kebenaran, dll untuk menarik kita lebih dekat kepadaNya. Setan menggunakan kebencian, keraguan, sikap menghakimi, kesalahan, dan kebohongan untuk menarik kita jauh dari Allah dan umatNya.
Ada banyak orang yang merasa tidak berguna atau disalahkan melalui cara mereka diperlakukan oleh orang-orang yang menyebut mereka Kristen. Undangan Yesus kepada mereka (dan kepada kita) adalah, dan akan selalu mengundang, “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:28,29).


Pelajaran 10
ORANG KRISTEN DAN HOMOSEKSUALITAS
Ujian Anak Panah
8 September 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________



                   Warisan Terbesar

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

           
Cerita satu. Suatu hari Sally berjalan ke dalam kelas dan menyadari bahwa pelajaran hari ini akan sangat menyenangkan. Gurunya, Pak Smith, selalu muncul dengan cara yang baru dan kreatif untuk mengemukakan inti pelajarannya. Hari ini ada sebuah papan sasaran besar di tembok, dan Pak Smith mengundang siswa-siswa untuk menggambar wajah seseorang yang membuat mereka marah dan menaruh gambar itu di papan sasaran, lalu mereka melempar anak panah pada gambar yang sudah mereka gambar.
Salah satu teman Sally menggambar seseorang yang telah “mencuri” pacarnya. Yang lain menggambar adik laki-lakinya. Sally menggambar seseorang yang pernah menjadi sahabatnya, dia menggambar sangat jelas dan menaruh jerawat di gambar wajah tersebut.
Kemudian, anggota kelas berbaris dan mulai melemparkan anak panah ke papan sasaran. Ketika Sally berjalan mendekati garis depan, Pak Smith mengumumkan bahwa mereka sudah kehabisan waktu dan setiap orang kembali ke kursinya masing-masing, Sally sedih karena tidak mendapat kesempatan melempar anak panah ke gambar “sahabatnya”.
Ketika setiap siswa kembali duduk, Pak Smith memindahkan papan sasaran dari tembok, dan dibaliknya terdapat gambar Yesus. Keheningan meliputi ruang kelas, ketika setiap siswa menatap gambar Yesus yang terobek-robek.
Kemudian Pak Smith membaca dari Alkitab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40)
Cerita dua. Suatu hari setelah pulang sekolah, Chris, siswa kelas 5, pulang ke rumah dan bertanya kepada ibunya, “Ibu apa artinya ‘fag’?
“Ibu tidak tahu,” ibunya menjawab dengan jujur.
“Itu pasti hal yang buruk, “Chris menjawab, “Aku tahu dari cara anak-anak mengatakannya.”
Ibu Chris pergi ke kepala sekolah dan meminta penjelasan. “Baiklah, “kata kepala sekolah itu, “Saya malu mengatakannya,tetapi … itu adalah bahasa gaul untuk mengatakan seseorang adalah homoseksual.”
Beberapa waktu kemudian, saat tim pathfinder berpergian di akhir pekan, ketika mereka menyiapkan pasokan makanan di sekolah tempat mereka akan tinggal, seseorang telah menuliskan di papan tulis dengan huruf berukuran besar, “Chris itu fag (homoseksual)!
Kita semua tahu bahwa hal seperti itu adalah kasar dan tidak pantas disebut Kristen, tetapi ketika hal seperti itu muncul di lingkungan anak-anak yang ‘berbeda’ karena mereka terlihat seperti memiliki orientasi seksual yang berbeda, beberapa orang mengasumsikan bahwa itu tidak masalah. Lagipula, bukankah Allah membenci seorang homoseksual?
Jawabannya adalah “Tidak, Ia tidak membencinya”. Allah mengasihi setiap orang dan setiap tindakan atau ucapan yang tidak baik, tidak peduli disampaikan kepada siapapun, adalah penyerangan terhadap Kristus sendiri. Yesus tidak pernah menggabungkan seorang yang berbuat dengan dosa!
Membuatmu berhenti dan berpikir, bukan?

        Minggu
          Yang Saya Pikirkan
           
            “Lihatlah acara televisi saat ini,” kata seorang pengkhotbah di radio. “Kelihatannya semua acara komedi memiliki karakter homoseksual; seolah-olah kita perlu menerima mereka sebagai orang yang normal. Jadi, Alkitab mengatakan bahwa Allah membenci para homoseksual! Hollywood dan semua karakter homoseksualnya akan dibakar di neraka.”
            Menurutmu apakah Allah membedakan orang yang homoseksual dengan orang yang heteroseksual? Ayat apa yang mampu mendukungmu dalam kepercayaanmu? Ayat apa yang menyatakan perasaanNya terhadap gaya hidup homoseksual?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.


Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” – Yesus (Lukas 4:18, 19).
Ø “Kata-kata yang jahat menyakitkan hati, tetapi kata-kata yang menyenangkan menyembuhkan dengan cepat.” – anonim.
Ø “Sangat mudah untuk menyarankan solusi ketika engkau tidak terlalu tahu mengenai masalahnya.” –Malcolm Forbes, penerbit AS abad ke-20.
Ø “Terlalu sering kita menikmati betapa nyamannya sebuah pendapat tanpa ketidaknyamanan pikiran.” – John F. Kennedy (1917 – 1963), Presiden AS ke-35.
Ø “Aku menghancurkan musuh-musuhku ketika Aku membuat mereka menjadi temanku.” –Abraham Lincoln (1809 – 1865), Presiden AS ke-16.
Ø “Satu-satunya cara membuat seseorang layak dicintai adalah dengan mencintai mereka.” – Thomas Merton, penulis, biarawan AS abad ke-20.
Ø “Anak-anak membutuhkan lebih banyak tokoh panutan dibandingan kritik.” – peribahasa Perancis.
Ø “Semua hal ini dibawa bersama-sama, dengan kesalahan mereka yang berbeda-beda, semua dengan kecenderungan terhadap jahat, baik yang diwariskan ataupun yang dibangun sendiri; tetapi di dalam dan melalui Kristus mereka tinggal dalam keluarga Allah, belajar untuk menjadi satu dalam iman, dalam doktrin, dalam roh …. Kristus adalah pusat yang besar, dan mereka saling mendekati satu sama lain sama seperti mereka semakin dengan dengan pusat.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis abad ke-19.
Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Engkau telah mendengar ungkapan “Allah membenci dosa, tetapi mencintai orang yang berdosa”; lebih mudah mengatakannya daripada melakukannya – khususnya ketika berhubungan dengan homoseksualitas.
Sering sekali orang Kristen berasumsi bahwa homoseksualitas adalah sesuatu yang dapat “dihilangkan”, seperti seorang yang kelebihan berat badan yang kehilangan beratnya jika dia berhenti makan kue-kue. Tetapi homoseksualitas (kira-kira 1 sampai 10 % dari populasi) menghadapi sebuah pergumulan seumur hidup dengan orientasi seksual mereka. Beberapa orang menerimanya dan mengatakan, “inilah saya.” Yang lain terus berdoa untuk pembebasan dari perasaan mereka.
Beberapa orang Kristen mengadopsi perilaku, “tetaplah jauh daripadaku sampai engkau berubah.” Sulit sekali membayangkan kalau Yesus mengatakan hal seperti itu. Dia selalu menerima orang-orang, tidak peduli usia, jenis kelamin, latar belakang budaya, atau orientasi seksual. Diapun masih seperti itu saat ini.
Yang anehnya adalah engkau bukan seorang homoseksual, tetapi engkau mungkin berhubungan dengan salah satu dari mereka (dan tidak menyadarinya); engkau mungkin ke sekolah bersama salah satu dari mereka (dan tidak menyadarinya). Banyak orang Kristen melihat homoseksual sebagai sebuah kerusakan moral masyarakat dan mengasumsikan bahwa tugas merekalah untuk membersihkan masyarakat dari pengaruhnya – untuk mendorong para homoseksual kembali ke tempat tertutup.
Tetapi orang Kristen memiliki lebih banyak peran penting dalam masalah ini: yaitu untuk mefleksikan sikap Yesus terhadap homoseksual. Homoseksualitas tidaklah menular; engkau tidak akan terkena. Engkau bisa menyalahkan dan mengkritik mereka yang homoseksual dan lesbian – dan engkau akan sulit merefleksikan Yesus Kristus, yang berkata,”dan barangsiapa yang datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6;37).


Rabu
Tuhan berkata…

Ø Matius 7:12
Ø Matius 25:40
Ø Lukas 15:1, 2
Ø Roma 9:15
Ø 2 Korintus 1:3,4
Ø Kolose 3:12, 13
Ø Yakobus 5:11
Dan…
Ø God’s Amazing Grace, halaman 254
Mereka yang menaruh kepercayaannya dalam Kristus tidak akan diperhamba oleh kebiasaan atau kecenderungan yang terwariskan atau yang dilatih. Di samping berada dalam ikatan alam yang rendah, mereka harus mengontrol selera dan nafsu. Allah tidak meninggalkan kita berperang melawan kejahatan dengan kekuatan kita sendiri. Apapun yang mungkin menjadi kecenderungan kita untuk berbuat salah baik yang terwariskan atau yang dilatih, kita dapat mengalahkannya melalui kuasa yang Allah siap untuk bagikan.”

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Seks itu baik. Itu benar; Allah menciptakan kita untuk menjadi bahagia, dan bagian dari itu adalah untuk tertarik kepada orang dengan lawan jenis. Tetapi terkadang, untuk alasan yang tidak ada satupun mampu menjelaskan sepenuhnya, orang-orang menemukan diri mereka sendiri tertarik kepada seseorang yang jenis kelaminya sama.
Jika engkau tahu seseorang yang bergumul dengan masalah ini, jangan mengejek mereka atau memanggil namanya; jangan memulai gosip atau membicarakan mengenai mereka dibelakang mereka; mintalah mereka berbicara kepada seseorang yang bersedia menolong tanpa menghakimi. Dan ingatkan mereka bahwa mereka bisa selalu bergantung padamu sebagai sahabat. Ingatlah: “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, teapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24)
Lebih dari semuanya, bantulah temanmu mengerti bahwa Allah tidak pernah meminta sesuatu dari kita yang Dia tidak berikan kekuatan bagi kita untuk mengatasinya.

           
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?
           
Tulislah sebuah surat kepada seseorang yang homoseksual (jika engkau tidak mengenalnya, engkau bisa membayangkan orang yang terkenal seperti Elton John, Melissa Etheridge, atau Ellen DeGeneres). Andaikan bahwa engkau menulis mewakili Allah, engkau memiliki pesan yang mereka perlu baca.

Setelah engkau menulis surat tersebut, taruhlah di amplop, alamatkan bagi dirimu sendiri, dan kirimlah. (jangan mengirimkan ke orang tersebut). Dalam waktu satu hari atau dua hari, ketika engkau mendapat surat tersebut, andaikan bahwa engkau adalah orang yang dikirimkan surat tersebut. Tanyakan dirimu: apakah pesan ini menolong? Apakah membuat saya dekat dengan Allah, atau mendorong saya lebih jauh? Apa yang mungkin saya katakan?

_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar