Kamis, 20 September 2012

Real Time Faith-XI-III-2012-Guru



Pelajaran 11
Perbuatan Baik yang Spontan
Berbuat Baiklah
15 September 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Kejadian 39:20-23
1 Samuel 20:12-15
Kisah 4:8-10
Roma 2:1-4
Efesus 2:6-9
Titus 3:3-7
Lukas 6:35
Efesus 4:32
2 Timotius 2:24
(Lihat ayat-ayat tambahan pada pelajaran siswa.)
           
B. Perihal “Perbuatan Baik yang Spontan”
            Perbuatan baik dapat menyampaikan sesuatu yang tidak dapat disampaikan dengan kata-kata. Inilah kekuatan di balik perbuatan baik. Terkadang kita mengelompokkan ide seperti “kasih dalam perbuatan” atau “iman yang bekerja” untuk menunjukkan lebih jelas konsep perbuatan baik. Kebaikan adalah tindakannya. Kamu tidak dapat dikatakan sebagai orang yang “baik” tanpa menunjukkan tindakan belas kasihan, kasih karunia dan pertolongan. Kebaikan menyebabkan seseorang merasa berharga. Kebaikan cukup jarang terjadi dan terlihat aneh di mata orang lain yang menyaksikannya karena kebaikan bertolak belakang dengan sisi manusia yang mementingkan diri sendiri. Karena alasan ini, umat kerajaan Allah yang melakukan kebaikan melalui kuasa Roh Kudus terkadang disalahmengerti.
            Pelajaran minggu ini berhubungan dengan melakukan perbuatan baik yang  spontan namun dengan hati-hati kepada orang lain. Bagaimana dapat melakukannya dengan hati-hati dan spontan pada saat yang bersamaan? Memilih untuk mempraktekkan kebaikan adalah salah satu cara mendisiplinkan diri untuk melakukan kepada orang lain apa yang mereka butuhkan ketika mereka membutuhkannya, daripada ketika kamu nyaman melakukannya. Kita berhati-hati dalam arti kita dengan pamrih mencari kesempatan untuk berbuat baik. Maksud dari spontan adalah siapapun, di manapun, dalam kondisi apapun pada suatu hari mungkin merupakan sebuah kesempatan untuk melakukan perbuatan baik.
            Jadi bagian dari tugas kita adalah memberi jalan untuk mengingatkan orang lain dan diri kita sendiri mengenai perbuatan baik yang mana Allah memanggil kita untuk melakukannya dan memberikan kita kuasa untuk melakukannya.

C. Apa Tujuan “Perbuatan Baik yang Spontan”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar siswa dapat:
  1. Memahami peran kebaikan dalam hidup umat Kristen dan hubungannya dengan Tuhan.
  2. Memperdalam pengertian siswa terhadap nilai dalam melakukan perbuatan baik kepada orang lain.
  3. Membangun sebuah gaya hidup yang penuh kebaikan daripada berbagai proyek pelayanan.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) pena, kertas; (Aktivitas B) gelas, air, alat penetes atau sedotan, koran.
Hubungan –Alkitab, pelajaran siswa.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.

A. Aktivitas Permulaan - Berikan

Persiapan – Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa mendapatkan pengalaman mengenai bagaimana kebaikan yang spontan terus memberikan dampak bahkan setelah kebaikan itu telah selesai dilakukan. Yang kamu butuhkan hanya sebuah pena dan selembar kertas. Bagi kelas menjadi kelompok yang terdiri dari 5-10 siswa dan minta mereka duduk dalam lingkaran.

Siap-siap – Di bagian atas kertas, tuliskan sebuah perbuatan baik – tulis dengan detail (contohnya: Aku akan mencuci piring ketika tiba pada giliranmu dan kamu memiliki banyak pekerjaan rumah). Kemudian siswa yang ditunjuk akan memberikan kertas kepada seseorang dalam lingkaran. Tanyakan: Jika seseorang melakukan ini terhadap dirimu, apa yang mungkin terinspirasi untuk kamu lakukan kepada orang lain? Kemudian, siswa yang telah diberikan kertas akan menuliskan sebuah perbuatan baik yang mungkin mereka akan lakukan kepada orang di sebelah kanan mereka. Peraturannya: Ketika tiba pada giliran setiap siswa, setiap orang harus memikirkan sebuah perbautan baik yang belum disebutkan, dan perbuatan tersebut harus masuk akal dan berada pada kemampuan dan lingkungan pengaruh mereka.

Pergi – Minta setiap kelompok untuk mulai, dan sementara setiap siswa membaca perbuatan baik yang telah ditulis dan diberikan kepada mereka, mereka menambahka perbuatan baik mereka sendiri dan berikan kepada orang di sebelah kanan mereka. Ketika daftarnya telah ditulis lengkap hingga akhir lingkaran, biarkan siswa untuk melihat daftarnya bersama-sama.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apa reaksimu terhadap daftar yang kamu lihat? Apakah perbuatan tersebut masuk akal? Ketika seseorang melakukan yang baik kepadamu, apakah reaksimu? (Saya berterima kasih. Saya merasa akan melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain. Saya memikirkan apa yang mereka sedang butuhkan.) Menurut pendapatmu mengapa perbuatan baik memiliki kekuatan besar untuk kebaikan dalam dunia kita?

B. Aktivitas Permulaan

Persiapan – Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menunjukkan 2 hal: (1) membutuhkan banyak kebaikan kecil untuk mengisi kehidupan seseorang dalam dunia yang tidak baik; (2) hanya membutuhkan setetes air untuk membuat air tertumpah dari gelas yang penuh. Kamu membutuhkan gelas-gelas, air, dan alat tetes (atau sedotan, apapun yang membuat meneteskan setetes air) dan beberapa tumpukan tebal koran untuk ditaruh di bawah setiap gelas untuk menyerap tumpahan air.

Siap-siap – Minta siswa untuk berpasangan atau membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. Setiap pasang/kelompok memiliki sebuah gelas. Isi gelas hingga setengah, kemudian isi lagi hingga gelas hanya kurang 1atau 2 mm supaya penuh. Usahakan agar setiap gelas memiliki level air yang sama.

Pergi – Kemudian minta siswa untuk bergiliran menambahkan setetes air ke dalam gelas. Pastikan mereka menghitung berapa tetes air yang diperlukan untuk mencapai suatu titik yang mana air dari gelas akan tumpah. Ketika merea mencapai titik tersebut, satu tetes akan membuatnya tumpah. Pastikan mereka mencatat tetesan ke berapa yang membuat air tumpah.

Tanya Jawab – Tanyakan: Berapa banyak tetes air yang diperlukan? Dapatkah kamu membuat hubungan antara tetesan air dan perbuatan baik dalam kehidupan seseorang? Biasanya, apakah penting untuk mengetahui tetesan yang mana yang membuat air tumpah?

C. Ilustrasi Permulaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan cerita berikut:
            Pertimbangkan perbuatan baik spontan berikut dan akhir dari kebaikan tersebut:
            Dalam sebuah pelayaran dari Meksiko menuju hawaii pada tahun 1979, pengacara dari Los Angeles John Peckham dan istrinya, Dottie menaruh sebuah pesan dalam sebuah botol dan melemparkannya ke Lautan Pasifik. Tiga tahun dan 9000 mil kemudian, pengungsi dari Vietnam Nguyen Van Hoa bersandar pada kapal kecil yang penuh dan mengambil botol dari Laut Cina Selatan – merasa takjub menemukan nama dan alamat, satu dolar untuk perangko, dan sebuah janji untuk hadiah. “Botol tersebut memberikan saya pengharapan,” kata Hoa, yang melarikan diri dari perkemahan penjara di Vietnam. Aman dalam perkemahan pengungsi PBB di Thailand, Hoa menulis surat kepada Peckhams yang terkejut. Selama 2 tahun mereka saling berkoresponden; Hoa menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Kemudian keluarga Peckham setuju untuk mensponsori emigrasi Hoa, sekarang 31 tahun, dan keluarganya. Mereka akhirnya tiba pada pertemuan yang mengharukan dengan keluarga Peckham – dan tiba pada sebuah kehidupan baru yang dimulai dari sebuah botol tua. - James S. Hewett, Illustrations Unlimited (Wheaton, Ill.: Tyndale House Publishers, Inc., 1988), halaman. 114, 115.
           
Tanya Jawab – Katakan/Tanyakan: Bayangkan jika keluarga Peckham dalam pelayarannya hanya memikirkan untuk berbagi pesan dalam sebuah botol. Berapa kali kita hanya memikirkan hal yang baik namun gagal untuk melakukannya? Melakukan adalah keharusan, karena mempraktekkan perbuatan baik yang spontan adalah sebuah cara untuk menumbuhkan otot kebaikan. Jika kamu ingin menghidupkan kehidupan yang baik, kamu harus mulai mempraktekkan perbuatan-perbuatan baik sepanjang hari. Kemampuan lain apa yang kamu dapat pikirkan yang membutuhkan pembelajaran/praktek kecil pada satu waktu?

4. Hubungan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Tampilkan ide berikut dengan kata-katamu sendiri:     
Seorang pendeta muda merespons sebuah undangan untuk menghadiri ucapan syukur atas kelahiran seorang bayi. Istrinya tidak bisa datang, jadi dia pergi sendiri untuk mengantarkan hadiah mereka, dan berharap ada kue-kue dan minuman. Ketika dia memasuki tempat pesta diadakan, dia segera menyadari bahwa dia satu-satunya pria yang hadir. Dia langsung merasa bahwa pesta ini adalah “urusan perempuan”.
Bukankah mengesankan ketika kamu segera menyadari “perilaku” beberapa kelompok dengan cepat? Bukankah seharusnya sudah jelas siapa diri kita dalam kerajaan Allah? Apakah kesan pertama yang orang-orang lihat dan rasakan ketika mereka mengunjungi gerejamu? Kebaikan dalah kerajaan memiliki dua bagian: (1) kebaikan menumbuhkan sebuah kepercayaan secara alami bahwa setiap orang berharga, dan (2) kebaikan harus dipraktekkan, kalau tidak itu bukanlah kebaikan. Dengan kata lain dapat dikatakan: “Kamu tidak bisa hanya memiliki hati yang baik; kamu juga harus memiliki tangan yang suka menolong.”

B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau menceritakan cerita dari pelajaran hari Sabat.
           
Tanyakan: Apakah ada perbuatan baik yang spontan yang kamu amati atau yang mana kamu berperan di dalamnya yang dapat kamu kamu ingat selama beberapa minggu yang lewat? Dukung setiap siswa untuk memikirkan sesuatu untuk dibagikan. Ini akan membantu mereka mengaitkan ide pelajaran minggu ini dengan kemungkinan-kemungkinan dalam kehidupan mereka sehari-hari.


C. Hubungan dengan Kehidupan

Berikan skenario berikut:
            Kebaikan mengorbankan beberapa hal. Bisa saja mengorbankan waktu, reputasi, uang, perhatian, bahkan harga dirimu. Belinda sedang bersiap-siap untuk pergi ke sungai bersama teman-temannya. Ketika dia melihat ke luar jendela, dia memperhatikan seorang nenek yang dengan sabar mencabuti rumput di depan halaman rumahnya. Halaman rumahnya telah tertutup tumbuh-tumbuhan karena si nenek telah sakit selama beberapa minggu. Belinda merasa terharu. Dia tahu bahwa nenek di sebeberang jalan sangat membutuhkan pertolongan, tapi temannya mungkin akan salah paham jika dia tinggal untuk membantu. Dia akhirnya menelepon temannya dan memberitahukan kalau dia akan membantu tetangganya gantinya pergi ke sungai.

Tanya-jawab-Tanyakan: Berdasarkan nasihat raja bijaksana dalam Buku Amsal, apa yang Belinda dapat harapkan sebagai keuntungan karena mengutamakan kebaikan di atas kepentingan pribadinya? Baca janji-janji dalam Amsal dari pelajaran siswa dan diskusikan apa yang kamu temukan mengenai keuntungan dari kebaikan dan peringatan karena tidak mempraktekkan kebaikan. Tanyakan: Bagaimana kamu melihat janji-janji ini terwujud dalam kehidupan nyata?

D. Hubungkan dengan Dunia

            Minta siswa untuk melihat sisa ayat mengenai “kebaikan” pada pelajaran siswa, dan juga melihat kutipan-kutipan. Kemudian tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Bagaimana kebaikan terlihat, terdengar dan terasa?
  2. Apakah sumber kebaikan seseorang? Dimanakah awalnya? (Ingatkan siswa bahwa kita dilahirkan berdosa dan bersifat mementingkan diri sendiri, dan hanya dengan kasih karunia Allah, diberikan melalui Roh Kudus, dapat mendorong kita melakukan perbuatan baik gantinya memiliki motif yang berpusat pada diri sendiri.)
  3. Bagaimana kita mengetahui kapan untuk bersikap secara agresif dengan kebaikan? (Ingatkan siswa bahwa tidaklah baik untuk melakukan sesuatu untuk seseorang ketika mereka dapat melakukannya dan seharusnya melakukannya sendiri.  Hikmat dan tuntunan Roh Kudus diperlukan pada situasi seperti ini.)
  4. Apakah kamu harus merasakan kebaikan terhadap seseorang sebelum melakukannya? Atau apakah kebaikan bekerja dengan sebaliknya? Apakah keduanya benar? Mengapa?

E. Hubungkan dengan Firman Allah
            Bagikan berbagai referensi yang ditemukan dalam bagian Persiapan pada penuntun guru. Berikan sebuah referensi kepada setiap siswa atau kelompok. Katakan: Setiap cerita atau ayat ini menggambarkan sebuah pandangan mengenai kebaikan. Bacalah ayat yang diberikan dengan seksama dan diskusikan apa yang diajarkan mengenai kebaikan. Kemudian saya akan menanyakan beberapa pertanyaan dan kamu putuskan jika jawabannya adalah ayat yang kamu miliki. Ketika kamu merasa bahwa jawabannya ada pada ayat yang kamu miliki, berdirilah dan bacakan ayatnya dengan keras.
  1. Ayat mana yang menunjukkan orang-orang akan salah memahami kamu dan menyiksa karena kebaikanmu? (Kisah 4:8-10)
  2. Ayat mana yang menceritakan seseorang memohon kebaikan seperti yang ditunjukkan oleh Allah? (1 Samuel 20:12-15)
  3. Ayat mana yang menggambarkan kebaikan yang berasal dari Allah dalam hal prelindungan dan kesejahteraan? (Kejadian 39:20-23)
  4. Ayat mana yang menunjukkan bagaimana kebaaikan melembutkan hati menuju pertobatan? (Roma 2:1-4)
  5. Apa lagi yang Alkitab katakan mengenai kebaikan? (Baca ayat lain yang berhubungan)

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Tanyakan: Kita telah berbicara mengenai kebaikan, tetapi mengapa “perbuatan baik yang spontan”? Mengapa penting untuk spontan? Apa pendapatmu? Biarkan siswa memberikan beberapa pendapat.
Bagikan pembahasan berikut dengan kata-katamu sendiri:
Setiap orang taruh tanganmu pada otot lengan atas. (Milikmu sendiri!) Bagaimana agar otot lengan dapat menjadi lebih kuat? Membaca mengenai angkat beban? Memperhatikan bagaimana orang lain melakukannya dan menjadi seorang ahli dalam teori? Bagaimana mengenai pola makan? Apakah menjadi vegetarian dapat membuat otot lengan menjadi lebih besar dan kuat – seperti Popeye? Bagaimana jika seminggu sekali kamu mengangkat satu kotak berat dengan otot lengan, apakah otot akan menjadi lebih kuat dan besar? Tentu saja tidak. Kita semua tahu bagaimana otot kita bertumbuh dan bertambah besar – latihan (baca: olahraga). Tapi sebelum kita melatih kebaikan, satu hal harus ada: pemikiran bahwa seseorang berharga. Jika kita tidak menyukai atau tidak mengenal seseorang, akankah ada kesempatan untuk merasa terdorong menunjukkan kebaikan kepada mereka dalam sekejap?  Salah satu cara mempersiapkan diri untuk melakukan kebaikan yang spontan adalah dengan mempraktekkan menghargai seseorang, bahkan terhadap orang asing.
Tanyakan: Menurut pendapatmu terhadap siapakah kita merasa lebih sulit untuk melakukan kebaikan secara spontan: keluarga, teman, orang asing, musuh? Mengapa? Apakah spontan berarti “tanpa dipikirkan”? Dapatkah kamu merencanakan sekaligus spontan? (Jelaskan arti kedua kata.)
Bagikan informasi berikut dengan kata-katamu sendiri:
            Ada organisasi global yang tujuannya membagikan kebaikan dimanapun. (Coba kunjungi http://www.actsofkindness.org.) Misi mereka adalah: Lembaga Perbuatan Baik yang Spontan menginspirasi orang-orang untuk mempraktekkan kebaikan dan untuk “membagikannya” kepada orang lain. RAOK (Random Act of Kindness: Perbuatan Baik yang Spontan) bukanlah sesuatu hal yang langsung terjadi – RAOK direncanakan. Para pendiri merencanakan dalam kehidupan mereka untuk melayani orang lain dengan berbuat baik ketika ada kesempatan.

Katakan: Pertimbangkan cerita pendek pada bagian pelajaran hari Sabat pada materi siswa dan pikirkan mengenai satu hari biasa milikmu. Dalam kelompok yang terdiri dari tiga atau empat siswa, berdiskusilah mengenai kesempatan untuk melakukan perbuatan baik yang spontan yang data kamu lakukan ketika terdapat kesempatan.

Tanya-Jawab: Minta siswa untuk membagikan pendapatnya. Tanyakan: Mengapa sangat penting bertekad untuk menemukan kesempatan?

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Contoh kebaikan apa yang kamu ingat dari kehidupan Kristus?
2.         Pengalaman apa yang kamu miliki yang berkembang menjadi kebiasaan baik? Apa yang kamu lakukan?
3.         Bagaimanakah sifat alamian kita yang mementingkan diri sendiri bereaksi terhadap perbuatan baik yang membutuhkan waktu lama, menimbulkan masalah, atau membutuhkan usaha? Dari manakah kita mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan kecenderungan menjadi malas?
4.         Jika Tuhan meminta kamu pada saat ini untuk pergi keluar dan mencari sebuah kesempatan untuk melakukan kebaikan, apakah yang mungkin akan kamu dapatkan? Apakah kamu harus mencarinya di tempat yang sangat jauh?
5.         Menurut pendapatmu apakah nilai keseluruhan dari kebaikan?
6.         Menurut pendapatmu, dampak apa yang akan diberikan oleh RAOK terhadap kalangan pelajar?
7.         Bagaimana RAOK mempengaruhi kehidupan gereja jika seluruh anggota sebuah gereja mempraktekkannya?
8.         Menurut pendapatmu kepada siapa Allah memanggilmu untuk melakukan perbuatan baik?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Inti dari pelajaran ini adalah contoh Allah dalam memberikan upah kasih karunia kepada kita. Kebaikan adalah salah satu warna dari keribadian Allah yang mulia dan salah satu elemen yang sangat jarang terjadi dalam dunia sekarang ini. Pikirkan mengenai semua orang yang menghabiskan banyak energi untuk tidak berbuat baik. Pikirkan mengenai orang-orang yang hidup untuk berbuat baik kepada orang lain dan tanyakan dirimu, “Kehidupan mana yang saya inginkan?” pergerakan RAOK tidak dimulai sebagai sebuah organisasi religious. Tetapi, untuk melakukan perbuatan baik yang tulus, pastilah Roh Kudus yang menguatkan manusia yang memiliki hati yang cederung untuk egois untuk menjadi baik bahkan ketika kebaikan tidak mendatangkan keuntungan bagi mereka.
            Inilah yang seharusnya menjadi misi utama dari gereja – melakukan kebaikan dengan bebas. Sabat dan Kedatangan Yang Kedua adalah pengajaran utama yang kita hidupkan dan alami sebagai umat Advent. Namun, ketika kita membuat kesan pertama kepada orang lain, apakah kepercayaan tersebut yang akan mereka perhatikan terlebih dahulu? Daptkah ketika orang-orang memperhatikan kebaikan kita mereka akan mempertanyakan sumber kebaikan tersebut? “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jika kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35).








Pelajaran 11
Perbuatan Baik yangSpontan
Berbuat Baiklah
15 September 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
awal
 
                    Bagian yang Hilang

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Pada laman The Random Acts of Kindness™ Foundation, seseorang bernama Cheryl melaporkan peristiwa berikut:
            “Sebuah hadiah kebaikan yang luar biasa diberikan kepada anak-anak lelaki saya (yang berusia 1 dan 4 tahun pada waktu itu) dan saya ketika kami terbang menggunakan pesawat dari Baltimore menuju Boston pada bulan Maret tahun 2001. Setelah mengemudi berkeliling mencari parkir selama satu jam, kami mendapatkan parkir di area bus – lelah, dengan tas-tas yang sangat berat, dan khawatir kami akan ketinggalan pesawat.
”Seorang gadis luar biasa yang duduk di dekat kami melihat perjuangan kami ketika keluar dari lapangan parkir bus, di bandara, dan di pesawat, dan menawarkan untuk membantu kami karena penerbangannya ditunda beberapa jam. Kemudian dia membantu kami untuk membawa tas, mengambil kereta untuk barang-barang, membantu kami di pemeriksaan, dll – membantu dengan canda tawa dan keceriaan yang mengurangi rasa stress kami, dan saya tahu bahwa anak-anak merasa lebih baik karena mendapatkan batuan!
“Dia adalah malaikat yang dikirim pada saat yang tepat. Saya harap dia akan tahu betapa saya sangat menghargai pertolongannya, dan perbuatannya yang tidak mementingkan diri sendiri!”
Orang lain, Kelly, menuliskan ceritanya:
“Minggu lalu … sebuah truk datang untuk mengantarkan makanan untuk kakek saya. Supir bus memperhatikan melalui jendela kalau kakek saya memotong rumput menggunakan pemotong rumput manual.
“Dia berkata kepada kakek bahwa cuaca sedang sangat panas untuk merumput. Kakek saya tahu tapi terlalu keras kepala untuk berhenti.
“Jadi pria itu keluar, mengambil alat pemotong rumput dan menyelesaikan memotong rumput.”

1
            Minggu
          Yang Saya Pikirkan
            Paul telah menjadi Kristen seumur hidupnya. Yang bisa dia ingat adalah dia telah terlibat dalam kegiatan gereja. Belakangan ini dia merasa bosan dan sedikit kecewa dengan “pengalaman di gereja”. Ketika dia mendengar RAOK, dia ingin mencobanya. Dia memberitahukan idenya kepada teman-temannya, tapi sepertinya tidak ada yang menanggapi. “Bagaimana bisa melakukan hal seperti itu?, dia bertanya. “Sangat sulit untuk memotivasi orang lain untuk mencoba hal yang baru.”
            Apa yang akan kamu sarankan? Apakah cara terbaik untuk menyebarkan pergerakan kebaikan? Apakah dia bisa sendiri atau haruskah dia mencari seorang partner? Menurut pendapatmu, bagaimana RAOK akan mempengaruhi gerejanya jika mereka mempraktekkannya?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.


2
Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu.Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.

Ø  “Betapapun kecilnya, tidak ada perbuatan baik yang sia-sia ." - Aesop, penulis dongeng dari Yunani pada abad ke-6 S.M.
Ø  "Perkataan baik bisa saja pendek dan mudah dikatakan tapi gemanya tidak pernah berakhir." – Bunda Teresa, pemenang Nobel Kedamaian, humanitarian Kristen pada abad ke- 20.
Ø  "Saya hanya satu; tapi saya tetap satu. Saya tidak bisa melakukan segalanya, tapi saya tetap bisa melakukan sesuatu. Saya tidak akan menolak melakukan sesuatu yang saya bisa lakukan." – Helen Keller, dosen yang buta dan tuli dari A.S. pada abad ke-20.
Ø  "Jika ada kebaikan yang bisa saya tunjukkan, atau hal baik apapun yang dapat saya lakukan untuk sesama, biarkan saya melakukannya sekarang, dan jangan halangi atau menolaknya, karena saya mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan yang sama." – William Penn, seorang Quaker dan pendiri Pennsylvania dari Inggris pada abad ke-17.
Ø  "Ingatlah bahwa tidak ada hal seperti perbuatan baik yang kecil. Setiap perbuatan menciptakan reaksi dengan tidak ada akhir yang logis." -  Scott Adams, seniman kartun A.S. pada saat ini.
Ø  "Kekayaan sebenarnya dari seseorang adalah kebaikan yang dia lakukan selama di dunia." – Muhammad, nabi dari Arab pada abad ke 6 dan pendiri Islam.
Ø  "Pertanyaan yang selalu sama dan paling penting dari hidup adalah ‘Apa yang kamu lakukan untuk orang lain?’" – Martin Luther King Jr., pendeta dan aktivis hak asasi manusia pada abad ke-20.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


3
Selasa
APA?
Apakah kamu tahu organisasi gereja apa yang paling diminati oleh para remaja dan mahasiswa pada awal abad ke-20? Bala Keselamatan. Bahkan banyak orang yang tidak tahu bahwa Bala Keselamatan adalah sebuah geeja – organisasi yang hanya melakukan hal-hal untuk membantu orang lain dan hal tersebut cukup membuat banyak orang muda yang masuk mendaftar. Di seluruh bumi, ada perasaan bahwa melakukan perbuatan baik untuk orang lain adalah bermakna – bahkan orang-orang yang percaya bahwa tidak ada Tuhan. Mereka percaya akan nilai seseorang.
Kita tahu bahwa sumber kasih sejati dan kebaikan berasal dari Allah. Jadi, siapakah rang terbaik yang ada di bumi?
Beberapa orang benar-benar menginginkan menjadi siswa terbaik, musisi terbaik, penampilan terbaik, atlit terbaik, anak lelaki ternakal. Mereka yang berpotensi dalam bidangnya mendapatkan upah. Tapi tanyakan setiap orang yang menyebarkan kebaikan apakah upah itu. Mereka tidak ragu-ragu akan mengatakan bahwa upah adalah pengalaman terhebat di bumi. Satu-satunya cara untuk mengetahui betapa mengagumkannya menyebarkan kebaikan adalah dengan melakukannya. Dan siapa yang memberikanmu keinginan dan kekuatan untuk berbuat baik? Roh Allah.
Apakah yang dikatakan Yohanes 13:35? Apakah mengenai bagaimana mengatakan kepada orang lain jika kita adalah murid-murid Yesus?


4
Rabu
Tuhan berkata…

Ø Amsal 11:7
Ø Amsal 12:25
Ø Amsal 14:21
Ø Amsal 14:31
Ø Amsal 19:17
Ø 1 Korintus 13:4
Ø 1 Tesalonika 5:15
Ø 2 Petrus 1:5-8
Ø (Ayat-ayat tambahan: Amsal 14:31; Galatia 5:22-24; Efesus 4:32; Kolose 3:12-14; 2 Timotius 2:24.)

5
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?

            “Hebat!” adalah salah satu frase yang paling menyentuh yang kita pernah dengarkan. Frase tersebut dikatakan oleh Yesus setelah Ia membayar harga tertinggi untuk membebaskan kita di Kalvari. “Bapa, ampuni mereka” adalah frase paling indah dari antaranya. Bagaimana dengan janji “Kamu akan bersama-Ku di surga"? Itulah keindahan! Ketika beban dosa akhirnya menghancurkan hati Kristus di salib, Ia berteriak, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
            Satu pertanyaan. Ini adalah pertanyaan terbesar sepanjang sejarah, dan mereka menggambarkan hati terdalam Allah terhadap manusia. Kamu dapat memasukkan kasih yang besar dalam pernyataan yang pendek. Pernyataan pendek tersebut tidak bermakna tanpa tindakan dibaliknya. Yang kita bisa pastikan adalah: Tuhan sangat mengasihi manusia sehingga Ia tidak puas hanya dengan mengatakannya, Ia bertekad untuk menunjukkan kasih-Nya. Sekarang kesukaan keilahian yang sama menunggumu untuk mengalaminya ketika kamu berbagi kebaikan kepada orang lain. Kamu bisa saja langsung mengatakan kepada mereka mengenai Allah. Tetapi mereka akan lebih percaya lagi jika kamu menunjukkannya.     

           
6
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?

Kunci untuk meningkatkan RAOK sebagai sebuah cara hidup untuk kamu dan temanmu merupakan sebuah proses dengan tiga bagian. Kita harus memiliki pikiran, tangan dan hati yang baik. Terkadang begitulah proses kerjanya. Seringkali, melakukan kebaikan kepada seseorang yang tidak  kita sukai adalah keinginan yang berdasarkan pengetahuan (pikiran yang baik) bahwa Yesus mengasihi mereka. Tetapi mintalah kuasa kasih karunia Allah dan lakukan sesuatu yang baik untuk mereka (tangan yang baik). Hati yang diubahkan tidak terjadi dalam waktu satu malam, namun akan diubahkan seiring berlalunya waktu. Kamu akan mengalami kebaikan yang berbeda-beda (kasih Allah yang agape) dan kamu pun diubahkan (hati yang baik). Pikirkan orang-orang yang sulit kamu jangkau untuk berbuat baik. Kamu tidak harus memulai dari mereka, tetapi melakukan perbuatan baik yang spontan adalah siap untuk segala sesuatu. Setelah mempraktekkan beberapa RAOK, ambil beberapa menit dan melakukan refleksi akan pengalaman dan apa yang dapat kamu pelajari dari pengalaman tersebut.

*Kindhearted = hati yang baik
  Kindheaded= pikiran yang baik atau positif
  Kindhanded= tangan yang baik atau penolong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar