Pelajaran
3
Menghadapi
Rasa Bersalah dan Rasa Takut
Terdiam
Karena Rasa Takut
21
Juli 2012
Ø Ayat
hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan
hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Terdiam Karena Rasa
Takut
(Menurut pendapatmu, apa hubungan
antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)
13
Maret 1964. Sudah lewat dari tengah malam, beberapa jam sebelum subuh. Kitty
Genovese pulang ke rumah setelah bekerja. Tepat sebelum memasuki apartemennya,
dia diserang oleh seorang pria dengan sebuah pisau. “Saya ditusuk. Tolong saya!
Tolong!” dia berteriak. Segera lampu-lampu dari apartemen sekitarnya menyala.
Si pembunuh segera pergi. Tapi tidak ada seorangpun yang datang menolongnya.
Beberapa menit kemudiaan, lampu-lampu padam. Si pembunuh kembali untuk
meyelesaikan pekerjaannya. Ketika dia berteriak, ketika itu juga lampu-lampu
kembali menyala dan si pembunuh lari. Hal ini terulang sampai tiga kali. Pada
kesempatan yang ketiga, si pembunuh menyelesaikan pekerjaannya dan diam-diam
menghilang.
Selama
serangan 35 menit, 38 orang menonton dari apartemennya yang aman. Tidak
seorangpun yang datang menyelamatkannya. Dipenuhi dengan perasaan takut, mereka
tidak memiliki tanggung jawab moral atau rasa
peka. Mereka duduk diam sementara seseorang dibunuh secara brutal.
Segera
setelah kejadian Kitty Genovese, ahli sosial mulai menyelidiki perkara ini
dengan harapan mereka dapat menjelaskan “fenomena” tersebut. Mereka
menyimpulkan bahwa kurangnya rasa kasihan dan empati dari saksi dikarenakan
perasaan pribadi dan jauh dari orang lain.
Para
saksi, untuk membenarkan tindakannya, berkata, “Kami takut,” “Saya capek,”
“Kami tidak mau terlibat.” – Diambil dari artikel New York Times, 27 Maret 1964.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Beberapa
tahun kemudian, mudah untuk duduk dan menghakimi orang-orang yang ada di apartemen.
Kita dapat duduk dengan aman di rumah dan mengatakan seseorang sedang melakukan
sesuatu, berlari keluar dan menyelamatkan wanita itu, membantunya dengan
beberapa cara. Tapi coba kamu berada pada posisi yang sama. Bayangkan kamu
sedang duduk di rumah dan malammu yang damai terganggu oleh teriakan seorang
wanita yang ditusuk sampai mati. Kamu berlari ke jendela untuk mengetahui apa
yang terjadi. Pada saat serangan terjadi, kamu diliputi emosi, ketakutan,
amarah, ketidakadilan, dan terkejut. Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu
membantu wanita itu? Apakah kamu membiarkan ketakutan menghalangimu? Apakah
rasa bersalah mempengaruhi tindakanmu? Kekuatan apa yang dimiliki rasa bersalah
dan rasa takut dalam hidupmu?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa
kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang
lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana
pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya?
Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah
sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan
pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø
“Kamu
harus langsung menatap matanya dan membuat mereka merasa bersalah.” – Elizabeth
Brinton, anggota pramuka berusia 13 tahun, ketika menjelaskan bagaimana dia
berhasil menjual 11.200 kotak kue.
Ø
“Air
mata pertobatan menghapuskan rasa bersalah.” – peribahasa Latin.
Ø
“Keberanian
adalah daya tahan terhadap rasa takut, menguasai rasa takut – bukan ketiadaan
rasa takut.” – Mark Twain, penulis A.S. pada abad 19.
Ø
“Survei
membuktikan bahwa ketakutan no. 1 penduduk A.S. adalah berbicara di depan umum.
No. 2 adalah kematian. Kematian adalah no 2! Hal ini membuktika bahwa orang
Amerika lebih memilih berada dalam peti mati daripada melakukan pidato.”Jerry
Seinfield, comedian A. S saat ini.
Ø
“Orang
dewasa takut mati sebagaimana anak kecil takut gelap.” - Francis Bacon, filsuf Inggris pada abad 16.
Ø
“Setiap
manusia bersalah atas setiap hal baik yang tidak mereka lakukan.” – Voltaire, filsuf Prancis pada abad 18.
Ø
“Perasaan
damai tidak ada pada pikiran yang bersalah.” – Juvenal, penulis puisi dan
pengarang satire dari Roma pada abad 1.
Ø
“Satu-satunya
hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu – tidak bernama, tidak beralasan,
tidak dibenarkan, sebuah ancaman yang melumpuhkan yang membutuhkan suatu usaha
untuk merubah kemunduran menjadi kemajuan yang pesat.” - Franklin Delano
Roosevelt (1882-1945), president A.S. ke-32.
Ø
“Emosi
tertua dan terkuat dari manusia adalah rasa takut.” – H.P. Lovecraft, penulis
A.S. pada abad 20.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Di
dunia, ada 530 phobia yang teridentifikasi. Yang menjelaskan banyak ketakutan
orang-orang. Manusia takut akan air hingga api hingga budaya Prancis. Mungkin
kamu tidak memiliki rasa takut yang melumpuhkan, atau mungkin kamu memilikinya.
Tapi sesuatu yang dimiliki setiap orang adalah rasa bersalah. Rasa bersalah membuat
hidup kita seperti dibayang-bayangi.
Rasa
bersalah dan rasa takut telah yang ada
di dunia sejak semula. Adam dan Hawa bersembunyi dari Tuhan di taman karena
mereka merasa bersalah atas apa yang mereka telah lakukan. Abraham berbohong
kepada Firaun karena dia takut dibunuh dan Sarah akan diambil.
Hanya
ada satu cara untuk melawan dua emosi ini – percaya. Percayalah Allah
sepenuhnya. Karena hanya Ia yang punya kuasa untuk mengampuni dan mengangkat
rasa bersalah. Alkitab berkata, “Sebab Allah memberikankepada kita bukan roh
ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Gunakan roh itu;
jangan bersembunyi di belakang awan rasa bersalah dan rasa takut. Percayalah
Allah dan gunakan kekuatan yang Ia berikan kepadamu.
Rabu
Tuhan berkata…
Ayat-ayat berikut adalah beberapa
contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan baik dan beberapa yang
tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø
2 Timotius 1:7
Ø
Ulangan 20:3, 4
Ø
Yosua 10:25
Ø
Mazmur 27:1
Ø
Mazmur 23:4
Ø
Mazmur 56:3, 4
Ø
Matius 10:31
Ø
Yohanes 16:33
Ø
1 Yohanes 4:18
Ø
(Ayat
tambahan: Yesaya 43:25; Mazmur 103:11, 12; Matius 18:21-35; Yohanes 16:33; Roma
8:1-4; 1 Korintus 13:5; 2 Timotius 1:7; Ibrani 10:17; 1 Yohanes 1:9)
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini dengan Aku?
Sebagai seorang
Kristen, kita tahu bahwa Allah memperhatikan kita setiap waktu. Kamu telah
mendengar isi Mamur 23 dibaca dan
dibaca lagi. Kita tahu bahwa pengampunan diberikan secara gratis bagi kita
semua yang memintanya. Tetapi rasa bersalah dan rasa takut dapat menguasai
kehidupanmu. Kamu mendengar berita tentang penembakan di televisi, dan tiba-tiba kamu takut
meninggalkan rumah. Kamu melakukan kesalahan satu kali dan merasa bersalah
selama berminggu-minggu. Bukankah jelas lebih mudah untuk mempercayai Allah yang akan melindungimu? Bukankah stress
berkurang jika kita meminta pengampunan? Berharap bisa semudah ini? Tapi memang
inilah kenyataannya.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Sebuah produk baru yang disebut
“Kantung rasa bersalah yang dapat dibuang” muncul di pasaran. Produk tersebut
berisi satu set yangterdiri dari 10 kantung coklat biasa yang mana setiap
kantung tertera instruksi berikut: “Tempatkan tas dengan tepat pada mulut, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan semua
rasa bersalah, kemudian buang kantung secepatnya.” Ajaibnya, Associated Press melaporkan bahwa 2500
set terjual cepat dengan harga $2.50 per setnya. Betapa mudahnya jika kita
dapat membuang rasa bersalah seperti itu! Tidak ada benda di dunia ini yang
cukup kuat untuk membuang rasa bersalah. Kita tidak dapat menyembuhkan diri
kita sendiri, yang mana setiap orang mencoba melakukannya. Yang membuat kita
dapat diampuni, dibersihkan, disembuhkan, menerima kembali hidup yang segar,
bersih dan baru adalah kuasa kasih karunia Allah di kayu salib melalui Yesus
Kristus.
Minggu ini, cobalah Kantung Rasa
Bersalah. Tapi gantinya menggunakan kantung kertas, cobalah doa baik yang tua
dan dapat dipercaya. Sungguh, mungkin kedengarannya seperti ide gila. Tapi
cobalah dengan serius untuk satu minggu dan lihat jika kamu tidak merasa kurang
bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar