Rabu, 18 Juli 2012

Real Time Faith-3-III-2012-Murid


Pelajaran 3
Menghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut
Terdiam Karena Rasa Takut
21 Juli 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                        Terdiam Karena Rasa Takut

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            13 Maret 1964. Sudah lewat dari tengah malam, beberapa jam sebelum subuh. Kitty Genovese pulang ke rumah setelah bekerja. Tepat sebelum memasuki apartemennya, dia diserang oleh seorang pria dengan sebuah pisau. “Saya ditusuk. Tolong saya! Tolong!” dia berteriak. Segera lampu-lampu dari apartemen sekitarnya menyala. Si pembunuh segera pergi. Tapi tidak ada seorangpun yang datang menolongnya. Beberapa menit kemudiaan, lampu-lampu padam. Si pembunuh kembali untuk meyelesaikan pekerjaannya. Ketika dia berteriak, ketika itu juga lampu-lampu kembali menyala dan si pembunuh lari. Hal ini terulang sampai tiga kali. Pada kesempatan yang ketiga, si pembunuh menyelesaikan pekerjaannya dan diam-diam menghilang.
            Selama serangan 35 menit, 38 orang menonton dari apartemennya yang aman. Tidak seorangpun yang datang menyelamatkannya. Dipenuhi dengan perasaan takut, mereka tidak memiliki tanggung jawab moral atau rasa peka. Mereka duduk diam sementara seseorang dibunuh secara brutal.
            Segera setelah kejadian Kitty Genovese, ahli sosial mulai menyelidiki perkara ini dengan harapan mereka dapat menjelaskan “fenomena” tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa kurangnya rasa kasihan dan empati dari saksi dikarenakan perasaan pribadi dan jauh dari orang lain.
            Para saksi, untuk membenarkan tindakannya, berkata, “Kami takut,” “Saya capek,” “Kami tidak mau terlibat.” – Diambil dari artikel New York Times, 27 Maret 1964.


 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Beberapa tahun kemudian, mudah untuk duduk dan menghakimi orang-orang yang ada di apartemen. Kita dapat duduk dengan aman di rumah dan mengatakan seseorang sedang melakukan sesuatu, berlari keluar dan menyelamatkan wanita itu, membantunya dengan beberapa cara. Tapi coba kamu berada pada posisi yang sama. Bayangkan kamu sedang duduk di rumah dan malammu yang damai terganggu oleh teriakan seorang wanita yang ditusuk sampai mati. Kamu berlari ke jendela untuk mengetahui apa yang terjadi. Pada saat serangan terjadi, kamu diliputi emosi, ketakutan, amarah, ketidakadilan, dan terkejut. Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu membantu wanita itu? Apakah kamu membiarkan ketakutan menghalangimu? Apakah rasa bersalah mempengaruhi tindakanmu? Kekuatan apa yang dimiliki rasa bersalah dan rasa takut dalam hidupmu?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Kamu harus langsung menatap matanya dan membuat mereka merasa bersalah.” – Elizabeth Brinton, anggota pramuka berusia 13 tahun, ketika menjelaskan bagaimana dia berhasil menjual 11.200 kotak kue.
Ø “Air mata pertobatan menghapuskan rasa bersalah.” – peribahasa Latin.
Ø “Keberanian adalah daya tahan terhadap rasa takut, menguasai rasa takut – bukan ketiadaan rasa takut.” – Mark Twain, penulis A.S. pada abad 19.
Ø “Survei membuktikan bahwa ketakutan no. 1 penduduk A.S. adalah berbicara di depan umum. No. 2 adalah kematian. Kematian adalah no 2! Hal ini membuktika bahwa orang Amerika lebih memilih berada dalam peti mati daripada melakukan pidato.”Jerry Seinfield, comedian A. S saat ini.
Ø “Orang dewasa takut mati sebagaimana anak kecil takut gelap.” -  Francis Bacon, filsuf Inggris pada abad 16.
Ø “Setiap manusia bersalah atas setiap hal baik yang tidak mereka lakukan.” – Voltaire,  filsuf Prancis pada abad 18.
Ø “Perasaan damai tidak ada pada pikiran yang bersalah.” – Juvenal, penulis puisi dan pengarang satire dari Roma pada abad 1.
Ø “Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu – tidak bernama, tidak beralasan, tidak dibenarkan, sebuah ancaman yang melumpuhkan yang membutuhkan suatu usaha untuk merubah kemunduran menjadi kemajuan yang pesat.” - Franklin Delano Roosevelt (1882-1945), president A.S. ke-32.
Ø “Emosi tertua dan terkuat dari manusia adalah rasa takut.” – H.P. Lovecraft, penulis A.S. pada abad 20.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Di dunia, ada 530 phobia yang teridentifikasi. Yang menjelaskan banyak ketakutan orang-orang. Manusia takut akan air hingga api hingga budaya Prancis. Mungkin kamu tidak memiliki rasa takut yang melumpuhkan, atau mungkin kamu memilikinya. Tapi sesuatu yang dimiliki setiap orang adalah rasa bersalah. Rasa bersalah membuat hidup kita seperti dibayang-bayangi.
Rasa bersalah dan rasa takut telah  yang ada di dunia sejak semula. Adam dan Hawa bersembunyi dari Tuhan di taman karena mereka merasa bersalah atas apa yang mereka telah lakukan. Abraham berbohong kepada Firaun karena dia takut dibunuh dan Sarah akan diambil.
Hanya ada satu cara untuk melawan dua emosi ini – percaya. Percayalah Allah sepenuhnya. Karena hanya Ia yang punya kuasa untuk mengampuni dan mengangkat rasa bersalah. Alkitab berkata, “Sebab Allah memberikankepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Gunakan roh itu; jangan bersembunyi di belakang awan rasa bersalah dan rasa takut. Percayalah Allah dan gunakan kekuatan yang Ia berikan kepadamu.

Rabu
Tuhan berkata…

Ayat-ayat berikut adalah beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan baik dan beberapa yang tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø 2 Timotius 1:7
Ø Ulangan 20:3, 4
Ø Yosua 10:25
Ø Mazmur 27:1
Ø Mazmur 23:4
Ø Mazmur 56:3, 4
Ø Matius 10:31
Ø Yohanes 16:33
Ø 1 Yohanes 4:18
Ø (Ayat tambahan: Yesaya 43:25; Mazmur 103:11, 12; Matius 18:21-35; Yohanes 16:33; Roma 8:1-4; 1 Korintus 13:5; 2 Timotius 1:7; Ibrani 10:17; 1 Yohanes 1:9)

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini dengan Aku?
Sebagai seorang Kristen, kita tahu bahwa Allah memperhatikan kita setiap waktu. Kamu telah mendengar isi Mamur 23 dibaca dan dibaca lagi. Kita tahu bahwa pengampunan diberikan secara gratis bagi kita semua yang memintanya. Tetapi rasa bersalah dan rasa takut dapat menguasai kehidupanmu. Kamu mendengar berita tentang penembakan di televisi, dan tiba-tiba kamu takut meninggalkan rumah. Kamu melakukan kesalahan satu kali dan merasa bersalah selama berminggu-minggu. Bukankah jelas lebih mudah untuk mempercayai Allah yang akan melindungimu? Bukankah stress berkurang jika kita meminta pengampunan? Berharap bisa semudah ini? Tapi memang inilah kenyataannya.

           
            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?
           
            Sebuah produk baru yang disebut “Kantung rasa bersalah yang dapat dibuang” muncul di pasaran. Produk tersebut berisi satu set yangterdiri dari 10 kantung coklat biasa yang mana setiap kantung tertera instruksi berikut: “Tempatkan tas dengan tepat pada mulut,  tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan semua rasa bersalah, kemudian buang kantung secepatnya.” Ajaibnya, Associated Press melaporkan bahwa 2500 set terjual cepat dengan harga $2.50 per setnya. Betapa mudahnya jika kita dapat membuang rasa bersalah seperti itu! Tidak ada benda di dunia ini yang cukup kuat untuk membuang rasa bersalah. Kita tidak dapat menyembuhkan diri kita sendiri, yang mana setiap orang mencoba melakukannya. Yang membuat kita dapat diampuni, dibersihkan, disembuhkan, menerima kembali hidup yang segar, bersih dan baru adalah kuasa kasih karunia Allah di kayu salib melalui Yesus Kristus.
            Minggu ini, cobalah Kantung Rasa Bersalah. Tapi gantinya menggunakan kantung kertas, cobalah doa baik yang tua dan dapat dipercaya. Sungguh, mungkin kedengarannya seperti ide gila. Tapi cobalah dengan serius untuk satu minggu dan lihat jika kamu tidak merasa kurang bersalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar