Jumat, 13 Juli 2012

Real Time Faith-I-III-2012-GURU


Pelajaran 1
Menjadi Sempurna
Reaktor Baru dan Bersih
7 Juli 2012

1. Persiapan

A. Sumber

Filipi 3:12-14
1 Yoh 1:8
Kolose 1:28, 29
1 Tesalonika 5:23
Keluaran 23:4, 5
Mazmur 119:57-61
1 Korintus 6:7, 8
2 Korintus 13:7-9
Matius 5:38-48
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Menjadi Sempurna”
            Pelajaran pada minggu ini membahas standar yang tinggi yang dibuat oleh Kristus untuk warga kerajaan Allah. Yesus memanggil anak-anak-Nya untuk merespons pembicaraan agresif dengan sebuah “cara baru” yang tidak berasal dari dunia ini. Bukan hanya respons saja terdengar asing, tapi kesimpulan akhir dari harapan-Nya untuk pertumbuhan pribadi kita luar biasa. Pertama-tama, kita diminta untuk menghindari pembalasan, membuang rencana kita untuk balas dendam, dan bahkan melepaskan hak-hak kita jika hal tersebut menghalangi orang lain yang datang mencari dan memahami kasih Allah. Perintah terakhir adalah perintah terpenting, namun; “Karena itu, jadilah sempurna sama seperti Bapamu yang di surga juga sempurna.” Mungkin Allah benar-benar aneh, atau kita yang tertinggal. Pelajaran ini adalah mengenai kekuatan cara Kristus dibandingkan dengan cara dunia dan bagaimana Allah mengharapkan umat-Nya untuk melakukan hal-hal yang nampaknya tidak mungkin.
            Jika seseorang menampar pipi kananmu…
            Jika seseorang mengadukan engkau karena mengingini bajumu…
            Jika seseorang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil…
            Kita dapat membandingkan bagaimana dunia menghadapi skenario “jika” di atas dengan bagaimana cara Yesus memerintahkan kita untuk menghadapinya. Kita memerlukan “reaktor baru dan bersih” untuk menghidupkan kehidupan yang demikian. Meskipun hal tersebut bukanlah sebuah “ajaran baru”, sangatlah aneh karena terlihat baru. Dan sangat tidak mungkin untuk melakukannya tanpa pemahaman sejernih kristal mengenai mengapa hal ini mungkin dalam dunia yang dikehendaki oleh Allah.

C. Apa Tujuan “Emas Bagaikan Kaca”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Mendiskusikan efek kejahatan atau ketidakadilan dalam terang pandangan Alkitab mengenai hubungan manusia.
  2. Membuat respons alternatif terhadap sikap tidak menyenangkan atau tidak baik berdasarkan contoh Kristus dan yang lain sepanjang sejarah.
  3. Membuat formula tanggung jawab yang baik untuk emosi mereka, bahkan jika orang lain bersikap buruk.
  4. Memahami dan mengaplikasikan kasih yang tidk bersyarat dalam pengalaman pribadi mereka.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) spons, batu lebar yang halus, pewarna makanan dengan beberapa warna berbeda; (Aktivitas B) kertas, pena atau pensil.
Hubungan – Alkitab, pelajaran siswa, materi (hal. 14), kertas, pena atau pensil.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 


3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.

A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari latihan ini adalah untuk menunjukkan betapa tidak sehatnya untuk menyerap sikap buruk yang orang lain lakukan trehadap kita, dengan menunjukkan bagaimana berabagai elemen (batu dan spons) bereaksi trehadap cairan yang berbahaya. Kamu membutuhkan sebuah spons, sebuah batu lebar yang halus, dan beberapa warna dari pewarna makanan atau cairan lainnya yang dapat menodai atau menghitamkan spons.

Siap-siap – Katakan: Ini ada batu dan spons. Benda ini mewakili beragam pendekatan terhadap tingkah laku yang beragam dan tidak baik.

Pergi – Beri beberapa tetes warna warni pada spons. (Kamu dapat memberi nama setiap tetes dengan hal-hal yang biasa terjadi kepada para remaja - tetes merah untuk ketika teman mengkhianati kamu dan membicarakanmu di belakang; tetes hijau untuk ketika orang-orang merendahkan kamu di muka umum dengan mengucapkan hal-hal jahat kepadamu; tetes biru untuk ketika orang-orang menuduh kamu atau berusaha menyakitimu secara fisik, dll.) Lakukan hal yang sama terhadap batu. Pastinya tetesan air akan jatuh bergulir dari batu, sedangkan spons menyerap air. (Kamu dapat mengingatkan siswa mengenai pelajaran triwulan pertama mengenai identitas kita dalam Kristus.)

Tanya Jawab – Tanyakan: Realitas atau pelajaran apa yang bisa kita ambil? Bagaimana memiliki hati seperti batu merupakan hal yang baik? (Sebenarnya hal tersebut bermakna jahat, tapi mungkin ada beberapa hal benar berdasarkan sudut pandang bahwa kita tidak boleh mengizinkan hati kita diisi oleh kepahitan, kemarahan, atau kebencian.) Apakah persamaan atau perbedaan dari setiap benda ketika bereaksi terhadap tetes air? (Spons menyrap air, dan air berubah warna. Spons berisi “hal-hal buruk”, dan ketika kamu memerasnya, hal-hal buruk akan keluar. Batu juga akan memiliki noda, yang daoat menggambarkan bahwa ketika orang menyakitimu, mereka akan meninggalkan tanda, tapi hal tersebut tidak harus merubah kebenaran tentang kamu – siapa sebenarnya kamu. Batu akan tetap menjadi batu meski sangat ternoda. Spons cenderung mengembang atau menciut dengan benda-benda yang diserapnya. Dan ketika diperas, spons akan mengeluarkan benda apapun yang membuatnya penuh. Air juga tidak benar-benar hilang ketika kamu memerasnya – kamu harus membersihkannya dengan jangka waktu yang lama agar spons bersih kembali. Ketika kamu menyimpan amarah dan membalasnya, maka amarah tidak akan sepenuhnya hilang.)

Katakan: Bagaimana kita membalas atau bereaksi ketika orang salah memperlakukan kita dapat menodai atau membentuk kita. Kita mempunyai kemampuan untuk memutuskan seberapa besar orang lain mempengaruhi kehidupan kita.

B. Aktivitas Permulaan (2)
Persiapan – Berikan setiap orang pena/pensil dan kertas.

Siap-siap – Tujuan dari latihan ini adalah untuk membuat siswa berusaha menggambar bangun datar yang sempurna. Hasilnya adalah menarik mereka dalam diskusi mengenai “kesempurnaan” dan bagaimana ide kita mengenai sempurna mungkin berbeda dari Tuhan.

Pergi – Katakan: Hanya dengan tangan, siapa yang dapat menggambar sebuah lingkaran, persegi, dan segitiga dengan sempurna. Berikan siswa beberapa menit untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kemudian taruh bangun datar di meja dan minta siswa memilih yang paling sempurna. (Minta mereka untuk memutuskan yang mana yang paling mendekati kesempurnaan.)

Tanya Jawab – Tanyakan: bangun datar mana yang paling sulit digambar dan mengapa? Bangun datar mana yang paling mudah digambar dan mengapa? Kriteria apa yang kita gunakan untuk memutuskan bilamana sebuah bangun datar sempurna? Apakah ada kebingungan mengenai bangun datar yang dimaksud? Menurut pendapatmu sejauh mana Tuhan mengharapkan kesempurnaan dari kita? Kesempurnaan apakah itu? Yang paling sempurnakah? Yang terbaik yang dapat kita lakukan? Lebih baik dari orang lain? (Ketika seorang bayi mulai berjalan, apakah mereka diharapkan berjalan seperti orang tua mereka berjalan?)

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Rubah dan Bangau. Pada suatu ketika Rubah dan Bangau saling mengunjungi dan nampaknya benar-benar bersahabat. Jadi Rubah mengundang Bangau untuk makan malam, dan sebagai lelucon tidak menaruh apapun kecuali sup yang dihidangkan di piring datar. Tentu saja Rubah dapat menghabiskannya dengan mudah, tapi Bangau hanya dapat membasahi ujung paruhnya, dan menyelesaikan makan malam dengan rasa lapar yang sama sebelum makan malam dimulai. “Saya minta maaf,” kata Rubah, “karena supnya tidak sesuai selera kamu.” “Tidak perlu minta maaf,” kata Bangau. “Saya harap kamu mau menerima undangan saya, dan datang dan makan malam bersama saya secepatnya.” Jadi satu hari ditetapkan ketika RUbah akan mengunjungi Bangau; tapi ketika mereka makan semua hidangan disajikan dalam kendi dengan leher panjang dan sempit, sehingga Rubah tidak dapat memasukkan mulutnya, jadi dia hanya dapat menjilati bagian luar kendi. “Saya tidak akan mengucapkan permohonan maaf untuk makan malam ini,” kata Bangau. “Sesuatu yang buruk pantas mendapatkan hal yang sama.”  Diambil dari Dongeng Aesop yang terdapat di http:// www.ozsermonillustrations.com.
            Membangun Jembatan. Suatu waktu, dua bersaudara berbagi ladang. Lebih dari 40 tahun mereka bekerja berdampingan, berbagi peralatan dan saling membantu ketika dibuthkan. Kemudian suatu hari pertikaian terjadi yang dimulai dari miskomunikasi kecil, yang berkembang menjadi masalah yang besar, dan akhirnya meledak menjadi saling mengucapkan kata-kata jahat yang diikuti dengan berbulan-bulan kemarahan yang diam.
            Suatu hari, saudara tertua, Pete, sedang di ladangnya ketika sebuah truk datang. Dan keluarlah seorang pria mendekati Pete membawa kotak peralatan pertukangan. “Saya sedang mencari pekerjaan untuk beberapa hari,” katanya. “Mungkin kamu memiliki sebuah pekerjaan yang dapat saya bantu?”
            “Ya, ada,” kata Pete. “Lihat aliran air di sana? Itu adalah batas ladang antara ladang saya dan ladang saudara saya. Saudara saya membuatnya dengan baik dan dalam untuk menghentikan saya menginjakkan kaki di ladangnya. Jadi, saya akan membantunya. Saya mau kamu mengambil kayu di dekat gudang dan membuat pagar baru, yang benar-benar tinggi, sehingga saya tidak perlu lagi melihat saudara saya yang bau itu dan juga ladangnya.”
            Si Tukang Kayu senang karena mempunyai sebuah pekerjaan. “Jangan khawatir, teman. Saya mengerti. Tunjukkan saja penggali lubang untuk tiang, dan saya akan menyelesaikan pekerjaan membuat pagar.”
            Jadi Si Tukang Kayu mulai bekerja. Sementara itu petani Pete pergi ke kota menghadiri lelang ternak lokal. Ketika dia kembali pada senja hari, dia kaget melihat hasil kerja Si Tukang Kayu.
            Tidak ada pagar. Si Tukang Kayu malah membangun sebuah jembatan, dan sedang berjalan di atasnya adik Pete. Ia memegang tangan Pete dan berkata kepadanya, “Saudaraku, setelah segala hal yang telah kulakukan kepadamu beberapa bulan belakangan ini, aku tidak percaya bahwa kamu masih mendekati aku. Kamu benar. Ini saatnya berdamai.”
            Kedua bersaudara bertemu di tengah-tengah jembatan dan berpelukan. Mereka berpaling melihat Si Tukang Kayu mengangkat kotak peralatannya dan menaruhnya di pundak.
“Tidak, tunggu! TInggallah beberapa hari lagi. Saya punya banyak pekerjaan untukmu,” kata petani Pete.
“Saya senang untuk tinggal,” kata Si Tukang Kayu, “tapi saya punya banyak jembatan yang harus dibangun.” - Scott Higgins, ditulis ulang dati sebuah cerita dari sumber yang tidak diketahui, ditampilkan pada http://www.ozsermonillusrations.com.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apa hubungan cerita ini dengan topik kita mengenai menjadi sempurna? Jika menjadi adil adalah hal yang baik, mengapa bukanlah hal yang baik untuk memastikan setiap orang mendapatkan apa yang berhak mereka terima? Apakah Tuhan sedang memastikan setiap orang mendapatkan apa yang seharusnya mereka terima? (Kunci utama dari kasih karunia adalah memberikan kepada orang lain apa yang tidak pantas mereka terima. Tidak seorangpun pantas menerima kasih karunia Tuhan dan keselamatan-Nya. Manusia yang pada akhirnya “menerima yang sepantasnya” adalah mereka yang tidak akan menerima dari Tuhan apa yang tidak sepatutnya, tapi ditawarkan secara cuma-cuma. Tuhan meminta kita untuk berurusan dengan orang lain sebagaimana Tuhan berurusan dengan kita.)

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Meskipun benar bahwa semua kerajaan memiliki peraturan, standar yang Yesus buat di dalam kerajaan-Nya sepertinya sulit untuk dilakukan. Sepertinya mustahil. Biasanya ketika orang mengutip “mata ganti mata dan gigi ganti gigi”, benarlah bahwa sebelumnya mereka akan membalas kembali. Ada garis yang jelas antara memilih sebuah cara selain dari membalas dan menyanggupkan orang-orang jahat terus melakukan hal yang jahat. Minta siswa menemukan dan membaca Matius 5:38-48.

Tanyakan: Masalah apa yang akan timbul jika seseorang secara sembrono mengaplikasikan kondisi yang ditulis dalam Khotbah di Atas Bukit? Tantangan apa saja yang akan dihadapi setiap orang yang berusaha mengaplikasikan peraturan ini dalam kehidupannya? Tantangan spesifik apakah yang kamu lihat ketika mempraktekkan perintah ini? (Secara manusiawi, perintah ini berlebihan.) Apakah masuk akal ketika Yesus meminta umat-Nya menjadi seperti Dia?

Katakan: Sementara ada beberapa orang yang akan mengakui menjadi sempurna – bahkan seperti Tuhan yang sempurna – mungkin melihat arti dari sempurna akan membantu. Nuh, Abraham, dan Ayub dipertimbangkan “tidak bercacat.”

Tanyakan: Apa arti “menjadi sempurna” menurut kamu? Bantu siswa memikirkannya dan daftarkan definisi dan sinonim “sempurna”. Pastikan daftar mencakup konsep tidak bernoda, tanpa cacat, sempurna, dll.
            Minta siswa menemukan dan membaca ayat-ayat berikut: kolose 1:28, 29; 1 Tesalonika 5:23; 2 korintus 13:7-9.

Tanyakan: Apakah mungkin untuk mencapai kesempurnaan dengan definisi kita?

Katakan: Kata “sempurna” tidaklah selalu bermakna “tidak bernoda, sempurna, atau tanpa cacat” tapi juga dapat bermakna “dewasa, bertumbuh sepenuhnya, mencapai potensi seutuhnya.” Minta siswa membaca kembali ayat-ayat yang memberitahukan makna lain kepada mereka. Tanyakan jika ayat-ayat nampaknya lebih masuk akal dengan kumpulan definisi kedua.

Simpulkan ide-ide berikut dengan kata-kata anda sendiri:
            Apakah kesempurnaan? Menurut Yesus, kamu sempurna ketika kamu membalas kejahatan dengan kebaikan, kebencian dengan kasih, dan ketidakadilan dengan melakukan hal yang benar. Ini tidak berarti kamu tidak berdosa, tapi berarti kamu dengan sempurna mengikuti apa yang Yesus minta untuk kamu lakukan. Dapatkah kita menjadi lebih seperti Allah ketika bertelur berdoa dengan mata yang tertutup? Atau mungkin menyanyi dengan sempurna dalam sebuah koor? Bagaimana jika kita menghapalkan seluruh isi buku Mazmur? Setiap perbuatan baik tidak berarti jika dibandingkan dengan mengasihi musuhmu karena sikap ini yang paling di luar kebiasaan dunia.

B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat. Tindak lanjuti dengan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Apakah respons lain yang dimiliki oleh ayah yang berduka?
  2. Kepastian, kepercayaan, atau pengalaman apa yang akan kamu butuhkan untuk menjernihkan pikiran sehingga dapat bersikap seperti yang dilakukan oleh ayah tersebut?
  3. Kualitas karakter apakah yang terdapat pada seseorang yang bereaksi demikian?
  4. Siapa yang menang ketika kamu membalas?
  5. Bagaimana balas dendam merupakan pengalaman yang manis dan pahit?
  6. Apakah keuntungan bereaksi sebagaimana Kristus memerintahkan kita untuk bereaksi?

C. Hubungan dengan Kehidupan
Ceritakan hal berikut:
Dua pria sedang berbelanja hadiah untuk anak pertama mereka. Pria  pertama adalah seorang Kristen yang takut akan Tuhan dan pria kedua adalah seorang atheist yang tidak percaya yang membenci pemikiran percaya kepada Tuhan.

Tanyakan: Menurut pendapatmu siapa yang akan membeli hadiah yang lebih baik? Bagaimana kamu tahu? Ayah yang mana yang kemungkinan akan bersikap sangat mengasihi kepada anaknya? (Bahkan seorang atheist mengasihi anaknya dan akan melakukan yang terbaik untuk menemukan hadiah terbaik, sebagaimana orang Kristen akan melakukannya.)

Ceritakan hal berikut:
            Sekarang bayangkan bila dua pria tadi berdiri di sudut keramaian jalan dengan anaknya. Kedua anak mereka melangkah pada jalan di mana sebuah mobil berkecepatan penuh melaju.

Tanyakan: Ayah mana yang akan pergi dan mengambil resiko demi anaknya – pria Kristen atau pria atheist? (mungkin keduanya) Mengapa? (Tuhan menciptakan mereka berdua dengan kapasitas untuk mengasihi, dan bahkan orang yang sering menolak-Nya tetap mengasihi anaknya sendiri.) Kemudian perbedaan apa yang terjadi bila kamu percaya atau tidak percaya? Dapatkah keduanya mengasihi tanpa bersyarat? (Ya, dan kita harus berterima kasih kepada Allah yang menciptakan kita demikian.)Tapi apakah mengasihi anakmu sendiri menjadi indikator “orang yang baik”? (Yesus akan berkata, “Bahkan seorang yang tidak percaya tahu bagaimana melakukannya!”)

Katakan: Yang membuat kerajaan Allah berdiri di atas dan di depan yang lainnya adalah fakta bahwa kasih Allah dapat membuat kita mengasihi tiak hanya orang yang mudah untuk dikassihi namun mereka yang nampaknya mustahil untuk dikasihi – musuh kita.

Tanyakan: Berapa lama kebencian bertahan dalam kerajaan di mana orang-orang mengasihi mereka yang jahat dan penuh kebencian? Berapa lama prasangka bertahan dalam kerajaan yang orang-orang mengesampingkan hak-haknya untuk menilai orang lain? Berapa lama ketidakadilan bertahan jika orang-orang mengasihi orang lain sebagaimana Tuhan mengasihi? (Doa Bapa Kami meminta kita untuk memiliki kuasa untuk hidup “di bumi seperti di surga".)

D. Hubungan dengan Firman Tuhan
            Ajak siswa membuka cerita dalam materi (1 Samuel 24:1-22) pada halaman 14.
Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Apakah Daud orang yang sempurna?
  2. Kapan kamu memiliki kesempatan untuk membalas namun memilih untuk tidak melakukannya? Apa yang terjadi? Apa yang kamu rasakan?
  3. Apa bahaya dari sikap Daud?
  4. Janji apa yang terdapat dalam cerita ini bagi mereka yang diserang orang lain?

E. Hubungan dengan Dunia
            Jika kamu belum melakukan aktivitas pada halaman 14, bagikan atau minta siswa memperhatikan pelajarannya. Minta siswa, dalam kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang, untuk membahas ayat-ayat pada pelajaran hari Rabu dan kutipan-kutipan dari orang-orang terkenal sepanjang sejarah pada pelajaran hari Senin.

Tanyakan/Katakan: Jika kamu memiliki kesempatan untuk merubah dunia hanya dengan menulis 3 peraturan sederhana, apakah yang akan kamu tuliskan? Tingkah laku apa yang menurutmu dapat mengubah dunia? Ingat bahwa tingkah laku tersebut harus diaplikasikan kepada semua orang, jadi pertimbangkan budaya yang beragam, orang-orang, dan lingkungan.
            Minta siswa menuliskan peraturannya dan membagikannya kepada kelas. Berikan komentar pada peraturan yang mirip ataupun yang berbeda. Minta mereka untuk menjelaskan mengapa mereka pikir peraturan tersebut dapat membuat perbedaan.

Katakana/Tanyakan: Beberapa orang berkata, “Peraturan dibuat untuk dilanggar.” Agar peraturan bekerja dengan baik, peraturan tersebut harus dilaksanakan. Bagaimana peraturanmu dilaksanakan? Apakah dapat dilaksanakan? Dalam sksla 1 sampai 5 (1 untuk sangat sulit, dan 5 untuk sangaat mudah), seberapasulitkah untuk mendapatkan 5 orang di gereja yang memperlakukan musuhnya sebagaimana Yesus perintahkan dalam Matius 5:38-48? Bagaimana dengan kamu? Menurut pendapatmu, apa yang perlu dirubah dalam kehidupanmu agar kamu mampu bereaksi demikian?

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Bayangkan orang yang baru menjadi Kristen dianiaya karena imannya kepada Kristus. Mereka bernyanyi ketika mereka dilemparkan ke dalam arena di mana singa memangsa mereka. Para penonton menikmati ketika ada perkelahian. Mereka bersorak sorai atas korban, berharap umat Kristiani akan bereaksi. Kesaksian sejarawan menyatakan bahwa umat Kristiani bernyanyi. Itu adalah sebuah kerajaan baru dengan peraturan baru yang tidak sebanding dengan kekuasaan tirani Roma. Para penonton kecewa dan frustasi melihat respons umat Kristiani. Kekuasaan Roma dikalahkan, bukan dengan kemarahan atau balas dendam, tapi dengan kuasa kerajaan umat-umat percaya membuktikan bahwa iman mereka lebih kuat daripada kematian itu sendiri.

Tanyakan/Katakan: Bagaimana iman kita dalam Kristus menguatkan kita melawan singa-singa yang kita hadapi? Pikirkan pernyataan berikut dan bagikan mengapa pernyataan ini mungkin benar: “Setiap orang bodoh dapat membalas, tapi memerlukan kekuatan yang luar biasa untuk pergi berlalu.”

B. Kegiatan Aplikasi
Dengan menggunakan grafik dari pelajaran hari Jumat dari pelajaran siswa, putuskan pertanyaan mana yang akan berlaku untuk pengalaman beberapa karakter dalam cerita yang telah kamu baca atau ceritakan hari ini, atau dari cerita lain yang siswa pilih.
            Ketika selesai, minta siswa memilih ayat-ayat dari pelajaran siswa yang paling menantang mereka, dan satu ayat yang paling menguatkan mereka.

C. Pertanyaan Aplikasi
  1. Menurut pendapatmu apa yang Kristus maksudkan dnegan “jadilah sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga juga sempurna”?
  2. Apakah Tuhan memberikan perintah yang mustahil untuk dipatuhi? Apakah Tuhan membuat target yang mustahil untuk kita raih? Jelaskan.
  3. Setuju atau Tidak Setuju: Mengasihi musuh kita adalah hal tersulit yang Allah pernah minta untuk kita lakukan. (Jelaskan mengapa kamu setuju atau tidak setuju.)
  4. Apakah beberapa contoh kesalahan yang sepertinya tidak dapat dimaafkan? Adakah orang yang dapat memaafkan tindakan seperti itu?
  5. Apakah beberapa hal yang terjadi kepadamu sehingga kamu berpikir bahwa Tuhan memanggilmu untuk melepaskannya dan untuk lebih mengampuni?
  6. Menurut pendapatmu mengapa kebanyakan orang menganggap balas dendam sebagai reaksi yang wajar? Menurut pendapatmu apa alasan mereka untuk membalas?
  7. Dapatkah kamu memikirkan sebuah cerita yang pernah kamu dengar yang mana rencana balas dendam tidak seindah yang diperlihatkan?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Ketika Tuhan memanggil kita tidaklah selalu “menyenangkan” atau “mudah”. Tapi lebih dari sekedar menyenangkan; ini asyik, membebaskan, dan merubah dunia! Bayangkan apa yang akan terjadi jika Yesus bereaksi terhadap ketidakadilan sama seperti kebanyakan kita bereaksi. Kita akan tersesat. Kristus tidak hanya membebaskan kita dengan reaksi kasih-Nya yang tidak bersyarat, tapi Ia juga meminta dan memberikan kita kekuatan untuk hidup dengan cara yang sama. Bayangkan betapa kamu akan lebih menghargai kasih karunia dan pengampunan yang diberikan Allah kepadamu ketika kamu membagikan kasih sempurna yang sama. Kita mungkin berpikir bahwa kesempurnaan hanya mengenai tidak bernoda dan sempurna, tapi dalam kerajaan Tuhan kamu akan menemukan kesempurnaan pada orang-orang yang membagikan kasih tak bersyarat kepada mereka yang tidak pantas menerimanya. Itulah kesempurnaan! Jika kamu ingin benar-benar sempurna – bersikaplah seperti Tuhan bersikap kepadamu dan berikan kelepasan pada orang yang membencimu. Berikan kebaikan dan kasih karunia pada mereka yang tidak pantas menerima persahabatan atau kasihmu. Ketika kamu memaafkan kesalahan yang tidak pernah kamu bayangkan dapat dimaafkan, kamu tidak dapat lebih sempurna dari keadaanmu pada saat itu.

PELAJARAN 1:
MATERI BERIKUT UNTUK MENGHUBUNGKAN AKTIVITAS
1 Samuel 24: 1-22

Pelajaran 1
Menjadi Sempurna
Reaktor Baru dan Bersih
7 Juli 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                    Biji Kepunyaan Kaisar

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Bud Welch kehilangan anak perempuannya yang berusia 23 tahun, Julie, dalam ledakan yang menghancurkan Murrah Federal Building di Kota Oklahoma, Oklahoma, yang menewaskan 168 orang. Welch menghitung perjalanan pribadi yang luar biasa untuk memaafkan yang dimulai dari tanggal 19 April 1995. “Sejak saya tahu kalau peristiwa itu karena bom,” Bud menulis, “Saya hidup dalam kebencian.” Kemarahannya berfokus pada Timothy McVeigh dan Terry Nichols, dan seperti yang lain, Bud berharap untuk kepastian hukuman dan eksekusi mereka. Namun beberapa bulan setelah ledakan ketika dia melihat ayah McVeigh di televisi, emosi Bud mulai menurun untuk pertama kalinya. Ya Tuhan, Bud mengingat berbicara kepada dirinya sendiri, pria ini juga telah kehilangan anaknya.
            Poin menurun kedua dalam perjalanan Bud tiba ketika dia mengunjungi lagi tempat kematian anaknya pada Januari 1996. Bud memperhatikan sebuah pohon elm dekat di mana Julie selalu memarkir mobilnya. Meskipun kerusakan terjadi karena ledakan, pohon itu bertahan dan bahkan memiliki cabang baru. “Pemikiran yang tiba-tiba muncul kemudian nampaknya tidak berhubungan dengan kehidupan baru,” tulisnya. “Itu adalah pengetahuan baru yang pasti bahwa eksekusi McVeigh tidak akan mengakhiri luka saya.” Tuntutan kematian dari Bud untuk McVeigh ditarik dan tidak tanpa menarik perhatian orang-orang. Dia mulai menerima undangan untuk berbicara mengenai perasaannya yang berubah, dan satu undangan berasal dari Buffalo, New York, kediaman ayah McVeigh. Bud tahu bahwa itulah saatnya mereka bertemu.
            Pada 5 September 1998, Bud Welch menemukan dirinya berada di rumah Bill McVeigh, seorang “pria pekerja buruh” sepertinya. Dia juga menemui anak perempuan Bill, Jennifer, yang mengingatkan Bud akan teman Julie. “Kita tidak bisa merubah masa lalu,” Bud berbicara kepada Bill dan Jennifer, “tapi kita punya pilihan untuk masa depan.” Setelah kunjungannya, Bud membuat sebuah kampanye untuk menyelamatkan pohon elm di luar Murrah Federal Building dari sebuah bulldozer, dan pohon itu sekarang berdiri sebagai bagian dari peringatan terhadap korban 19 April. Pohon itu juga menjadi peringatan untuk perjalanan luar biasa Bud Welch dari kebencian menjadi pengampunan – dari seseorang yang dipenuhi kemarahan yang meledak menjadi seorang “reaktor baru dan bersih”.


 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
Skenario berikut berasal dari perkemahan musim panas.
            Di kafetaria, Phil membuat sebuah komentar mengenai Samantha yang nenbuatnya malu di depan semua orang. Banyak anak perempuan dan laki-laki yang tertawa dengan keras sementara mereka yang dekat dengan Samantha merasa malu. Yang membautnya lebih parah adalah Phi benar-benar tidak sadar bahwa ia telah membuat Samantha malu. Dia melanjutkan harinya seolah-olah tidak ada kejadian buruk yang telah terjadi. Samantha ingin melakukan hal yang sama kepada Phil pada waktu yang tepat. Guru pembimbing Samantha mengetahui dan mendukungnya untuk berbicara dengan Phil. Apa lagi pilihan Samantha? Apa yang dapat membuatnya sangat puas? Apa yang dapat membantu Phil merubah caranya memperlakukan orang lain? Apa yang akan kamu sarankan untuk dilakukan oleh Samantha?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?

Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Mata ganti mata hanya mengakibatkan seluruh orang buta.” – Mahatma Gandhi, pemimpin nasionalis beragama Hindu pada abad 20.
Ø “Jangan marah, jangan membalas.” – Robert F. Kennedy, pengacara dan politisi A.S. pada abad 20.
Ø “Dia (Eleanor Roosevelt) membalas dengan cara yang hampir paling kejam. Dia memaafkan mereka.” – Ralph McGill, jurnalis A.S. pada abad 20.
Ø “Balas dendam tidak memiliki efek memuaskan yang lebih terhadap emosi dibandingkan dengan air garam terhadap rasa dahaga.” Walter Weckler.
Ø “Seorang pemenang memperingatkan dan memaafkan; seorang pecundang terlalu pengecut untuk memperingatkan dan terlalu kecil untuk mengampuni.” -  Sidney J. Harris, jurnalis A.S. pada abad 20.
Ø  “Tuhan adalah kasih. Seperti sinar terang dari matahari, kasih dan terang dan sukacita mengalir dari-Nya untuk semua ciptaan-Nya…. Kehidupan-Nya adalah pancaran kasih yang tidak egois…. Ia berpesan agar kita menjadi sempurna sebagaimana Ia sempurna…. Kita seharusnya menjadi sumber terang dan berkat untuk lingkaran kecil kita, bahkan sebagaimana Ia untuk dunia.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  _______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Marilah jujur. Sementara mudah megucapkan “Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan mengenai saya,” kenyataannya tidaklah benar. Ketika orang lain memperlakukan kita tidak adil atau merendahkan kita, kita akan terluka atau marah. Yesus menggunakan ilustrasi mengenai seseorang yang menampar wajah kita atau mencuri barang kepunyaan kita atau bahkan menggunakan kekuasaannya untuk merendahkan kita. Tuhan tahu peristiwa yang menimpa kita tidak lebih sulit dari itu. Tetapi tujuan-Nya bagi kita untuk mengalami kebebasan mengasihi orang lain tanpa syarat, bahkan mereka yang peuh kebencian. Ia berjanji Ia akan memberikan kita kuasa untuk melakukannya melalui kasih karunia-Nya.
Sifat alami ego manusia adalah ketika seseorang memperlakukan kita dengan tidak adil, kita sangat menginginkan untuk menyakiti mereka, paling tidak dengan perlakuan yang sama, jika tidak lebih. Tuhan tahu jika kita tetap mengingat ketidakadilan yang terjadi pada kita, itu akan menghancurkan kita. Ia juga tahu bahwa respons yang paling efektif adalah respons yang mengasihi.
Yesus sedang tidak berpikir jernih atau Ia memiliki rahasia sukacita kita. Ia memerintahkan kita untuk “menjadi sempurna”. Tujuan-Nya adalah agar kita mencoba cara yang lain selain dari cara dunia. Dapatkah kamu bayangkan apa yang akan terjadi pada dunia ini jika setiap orang mencoba “cara yang lain”?

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Matius 5:38-48
Ø Amsal 17:13
Ø Imamat 19:17, 18
Ø Amsal 20:22
Ø Roma 12:14-21
Ø (Tambahan: 1 Petrus 3:8-12; Amsal 24:29.)

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Sudah dikatakan sebelumnya bahwa yang membuat Yesus sangat meminta kita adalah ia percaya apa yang terbaik dari kita sementara mengetahui apa yang terburuk dari kita. Yesus sebenarnya mempercayai adanya pahlwan yang tertidur di dalam diri kita, meskipun terdapat sifat berdosa yang kita warisi. Melalui kuasa-Nya kita sanggup mengsihi dengan sangat sempurna. Dan Tuhan meminta kita untuk mempraktikkan kasih karunis seperti kerajaan Tuhan kepada mereka yang jahat. Jika seseorang membencimu, kamu memiliki kepastian bahwa Tuhan mengasihimu. Jika seseorang memperlakukanmu dengan tidak adil, kamu memiliki pilihan untuk mengikat sirimu dengan peristiwa yang tidak baik atau hidup damai dan tidak terikat dengan kemarahan.
Agar dapat melakukannya, kita harus meminta Roh Kudus untuk membantu kita berpikir seperti Allah. Tuhan melihat kesalahan dan kecenderungan kita yang buruk dan melihat anak berharga yang bersikap bodoh, tapi memiliki potensi untuk hari yang lebih baik. Tuhan melihat tingkah laku kita yang jahat dan berkata, “Ada cara yang baik untuk mengatasi luka gantinya menyakiti orang lain.” Adakah orang lain yang perlu kamu lepaskan dari amarahmu? Adakah peristiwa yang perlu kamu lupakan? Minta kuasa untuk melakukannya.

           

            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?
            Aplikasikan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam diagram di bawah ini pada salah satu cerita yang diebutkan dalam pelajaran ini atau satu cerita yang akrab bagimu untuk membahas topik balas dendam. Lihat jika kamu dapat menemukan pertanyaan-pertanyaan ini bekerja, atau bagaimana pertanyaan tersebut dapat membantu mengatasi keadaan dan mendapatkan sesuatu yang baik dari sesuatu yang buruk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar