Pelajaran 1
Menjadi Sempurna
Reaktor Baru dan Bersih
7 Juli 2012
1. Persiapan
A. Sumber
Filipi 3:12-14
1 Yoh 1:8
Kolose 1:28, 29
1 Tesalonika 5:23
Keluaran 23:4, 5
Mazmur 119:57-61
1 Korintus 6:7, 8
2 Korintus 13:7-9
Matius 5:38-48
(Lihat
ayat-ayat tambahan di materi siswa.)
B. Perihal “Menjadi Sempurna”
Pelajaran
pada minggu ini membahas standar yang tinggi yang dibuat oleh Kristus untuk
warga kerajaan Allah. Yesus memanggil anak-anak-Nya untuk merespons pembicaraan
agresif dengan sebuah “cara baru” yang tidak berasal dari dunia ini. Bukan
hanya respons saja terdengar asing, tapi kesimpulan akhir dari harapan-Nya
untuk pertumbuhan pribadi kita luar biasa. Pertama-tama, kita diminta untuk
menghindari pembalasan, membuang rencana kita untuk balas dendam, dan bahkan
melepaskan hak-hak kita jika hal tersebut menghalangi orang lain yang datang
mencari dan memahami kasih Allah. Perintah terakhir adalah perintah terpenting,
namun; “Karena itu, jadilah sempurna sama seperti Bapamu yang di surga juga
sempurna.” Mungkin Allah benar-benar aneh, atau kita yang tertinggal. Pelajaran
ini adalah mengenai kekuatan cara Kristus dibandingkan dengan cara dunia dan
bagaimana Allah mengharapkan umat-Nya untuk melakukan hal-hal yang nampaknya
tidak mungkin.
Jika seseorang menampar pipi
kananmu…
Jika seseorang mengadukan engkau
karena mengingini bajumu…
Jika seseorang memaksa engkau
berjalan sejauh satu mil…
Kita dapat membandingkan bagaimana
dunia menghadapi skenario “jika” di atas dengan bagaimana cara Yesus
memerintahkan kita untuk menghadapinya. Kita memerlukan “reaktor baru dan
bersih” untuk menghidupkan kehidupan yang demikian. Meskipun hal tersebut
bukanlah sebuah “ajaran baru”, sangatlah aneh karena terlihat baru. Dan sangat
tidak mungkin untuk melakukannya tanpa pemahaman sejernih kristal mengenai
mengapa hal ini mungkin dalam dunia yang dikehendaki oleh Allah.
C. Apa Tujuan “Emas Bagaikan Kaca”
Sebagai
hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
- Mendiskusikan efek kejahatan atau ketidakadilan dalam terang pandangan Alkitab mengenai hubungan manusia.
- Membuat respons alternatif terhadap sikap tidak menyenangkan atau tidak baik berdasarkan contoh Kristus dan yang lain sepanjang sejarah.
- Membuat formula tanggung jawab yang baik untuk emosi mereka, bahkan jika orang lain bersikap buruk.
- Memahami dan mengaplikasikan kasih yang tidk bersyarat dalam pengalaman pribadi mereka.
D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) spons,
batu lebar yang halus, pewarna makanan dengan beberapa warna berbeda;
(Aktivitas B) kertas, pena atau pensil.
Hubungan – Alkitab,
pelajaran siswa, materi (hal. 14), kertas, pena atau pensil.
2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa
baru datang untuk:
1. Menanyakan ayat mana yang
mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa
untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang
mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun,
kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat
pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai
respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song
Service
Ø Cerita Mision
(cari tautan untuk Adventist Mission for
Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan proyek
pelayanan
3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara
dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi, dan Penutupan.
Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi
(berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari
latihan ini adalah untuk menunjukkan betapa tidak sehatnya untuk menyerap sikap
buruk yang orang lain lakukan trehadap kita, dengan menunjukkan bagaimana
berabagai elemen (batu dan spons) bereaksi trehadap cairan yang berbahaya. Kamu
membutuhkan sebuah spons, sebuah batu lebar yang halus, dan beberapa warna dari
pewarna makanan atau cairan lainnya yang dapat menodai atau menghitamkan spons.
Siap-siap – Katakan: Ini ada
batu dan spons. Benda ini mewakili beragam pendekatan terhadap tingkah laku
yang beragam dan tidak baik.
Pergi – Beri beberapa
tetes warna warni pada spons. (Kamu dapat memberi nama setiap tetes dengan hal-hal
yang biasa terjadi kepada para remaja - tetes merah untuk ketika teman
mengkhianati kamu dan membicarakanmu di belakang; tetes hijau untuk ketika
orang-orang merendahkan kamu di muka umum dengan mengucapkan hal-hal jahat
kepadamu; tetes biru untuk ketika orang-orang menuduh kamu atau berusaha
menyakitimu secara fisik, dll.) Lakukan hal yang sama terhadap batu. Pastinya
tetesan air akan jatuh bergulir dari batu, sedangkan spons menyerap air. (Kamu
dapat mengingatkan siswa mengenai pelajaran triwulan pertama mengenai identitas
kita dalam Kristus.)
Tanya Jawab – Tanyakan: Realitas
atau pelajaran apa yang bisa kita ambil? Bagaimana memiliki hati seperti batu
merupakan hal yang baik? (Sebenarnya
hal tersebut bermakna jahat, tapi mungkin ada beberapa hal benar berdasarkan
sudut pandang bahwa kita tidak boleh mengizinkan hati kita diisi oleh
kepahitan, kemarahan, atau kebencian.) Apakah
persamaan atau perbedaan dari setiap benda ketika bereaksi terhadap tetes air? (Spons
menyrap air, dan air berubah warna. Spons berisi “hal-hal buruk”, dan ketika
kamu memerasnya, hal-hal buruk akan keluar. Batu juga akan memiliki noda, yang
daoat menggambarkan bahwa ketika orang menyakitimu, mereka akan meninggalkan
tanda, tapi hal tersebut tidak harus merubah kebenaran tentang kamu – siapa
sebenarnya kamu. Batu akan tetap menjadi batu meski sangat ternoda. Spons
cenderung mengembang atau menciut dengan benda-benda yang diserapnya. Dan
ketika diperas, spons akan mengeluarkan benda apapun yang membuatnya penuh. Air
juga tidak benar-benar hilang ketika kamu memerasnya – kamu harus
membersihkannya dengan jangka waktu yang lama agar spons bersih kembali. Ketika
kamu menyimpan amarah dan membalasnya, maka amarah tidak akan sepenuhnya
hilang.)
Katakan: Bagaimana kita
membalas atau bereaksi ketika orang salah memperlakukan kita dapat menodai atau
membentuk kita. Kita mempunyai kemampuan untuk memutuskan seberapa besar orang
lain mempengaruhi kehidupan kita.
B. Aktivitas Permulaan (2)
Persiapan – Berikan setiap
orang pena/pensil dan kertas.
Siap-siap – Tujuan dari
latihan ini adalah untuk membuat siswa berusaha menggambar bangun datar yang
sempurna. Hasilnya adalah menarik mereka dalam diskusi mengenai “kesempurnaan”
dan bagaimana ide kita mengenai sempurna mungkin berbeda dari Tuhan.
Pergi – Katakan: Hanya dengan
tangan, siapa yang dapat menggambar sebuah lingkaran, persegi, dan segitiga
dengan sempurna. Berikan
siswa beberapa menit untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kemudian taruh
bangun datar di meja dan minta siswa memilih yang paling sempurna. (Minta
mereka untuk memutuskan yang mana yang paling mendekati kesempurnaan.)
Tanya Jawab – Tanyakan: bangun
datar mana yang paling sulit digambar dan mengapa? Bangun datar mana yang
paling mudah digambar dan mengapa? Kriteria apa yang kita gunakan untuk
memutuskan bilamana sebuah bangun datar sempurna? Apakah ada kebingungan
mengenai bangun datar yang dimaksud? Menurut pendapatmu sejauh mana Tuhan
mengharapkan kesempurnaan dari kita? Kesempurnaan apakah itu? Yang paling
sempurnakah? Yang terbaik yang dapat kita lakukan? Lebih baik dari orang lain? (Ketika seorang
bayi mulai berjalan, apakah mereka diharapkan berjalan seperti orang tua mereka
berjalan?)
C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut
dengan kata-katamu sendiri.
Rubah dan Bangau. Pada suatu ketika Rubah dan
Bangau saling mengunjungi dan nampaknya benar-benar bersahabat. Jadi Rubah
mengundang Bangau untuk makan malam, dan sebagai lelucon tidak menaruh apapun
kecuali sup yang dihidangkan di piring datar. Tentu saja Rubah dapat
menghabiskannya dengan mudah, tapi Bangau hanya dapat membasahi ujung paruhnya,
dan menyelesaikan makan malam dengan rasa lapar yang sama sebelum makan malam
dimulai. “Saya minta maaf,” kata Rubah, “karena supnya tidak sesuai selera
kamu.” “Tidak perlu minta maaf,” kata Bangau. “Saya harap kamu mau menerima
undangan saya, dan datang dan makan malam bersama saya secepatnya.” Jadi satu
hari ditetapkan ketika RUbah akan mengunjungi Bangau; tapi ketika mereka makan
semua hidangan disajikan dalam kendi dengan leher panjang dan sempit, sehingga
Rubah tidak dapat memasukkan mulutnya, jadi dia hanya dapat menjilati bagian
luar kendi. “Saya tidak akan mengucapkan permohonan maaf untuk makan malam
ini,” kata Bangau. “Sesuatu yang buruk pantas mendapatkan hal yang sama.” – Diambil
dari Dongeng Aesop yang terdapat di http:// www.ozsermonillustrations.com.
Membangun Jembatan. Suatu waktu, dua bersaudara
berbagi ladang. Lebih dari 40 tahun mereka bekerja berdampingan, berbagi
peralatan dan saling membantu ketika dibuthkan. Kemudian suatu hari pertikaian
terjadi yang dimulai dari miskomunikasi kecil, yang berkembang menjadi masalah
yang besar, dan akhirnya meledak menjadi saling mengucapkan kata-kata jahat
yang diikuti dengan berbulan-bulan kemarahan yang diam.
Suatu hari, saudara tertua, Pete,
sedang di ladangnya ketika sebuah truk datang. Dan keluarlah seorang pria
mendekati Pete membawa kotak peralatan pertukangan. “Saya sedang mencari
pekerjaan untuk beberapa hari,” katanya. “Mungkin kamu memiliki sebuah pekerjaan
yang dapat saya bantu?”
“Ya, ada,” kata Pete. “Lihat aliran
air di sana? Itu adalah batas ladang antara ladang saya dan ladang saudara
saya. Saudara saya membuatnya dengan baik dan dalam untuk menghentikan saya
menginjakkan kaki di ladangnya. Jadi, saya akan membantunya. Saya mau kamu
mengambil kayu di dekat gudang dan membuat pagar baru, yang benar-benar tinggi,
sehingga saya tidak perlu lagi melihat saudara saya yang bau itu dan juga
ladangnya.”
Si Tukang Kayu senang karena
mempunyai sebuah pekerjaan. “Jangan khawatir, teman. Saya mengerti. Tunjukkan
saja penggali lubang untuk tiang, dan saya akan menyelesaikan pekerjaan membuat
pagar.”
Jadi Si Tukang Kayu mulai bekerja.
Sementara itu petani Pete pergi ke kota menghadiri lelang ternak lokal. Ketika
dia kembali pada senja hari, dia kaget melihat hasil kerja Si Tukang Kayu.
Tidak ada pagar. Si Tukang Kayu
malah membangun sebuah jembatan, dan sedang berjalan di atasnya adik Pete. Ia
memegang tangan Pete dan berkata kepadanya, “Saudaraku, setelah segala hal yang
telah kulakukan kepadamu beberapa bulan belakangan ini, aku tidak percaya bahwa
kamu masih mendekati aku. Kamu benar. Ini saatnya berdamai.”
Kedua bersaudara bertemu di
tengah-tengah jembatan dan berpelukan. Mereka berpaling melihat Si Tukang Kayu mengangkat
kotak peralatannya dan menaruhnya di pundak.
“Tidak,
tunggu! TInggallah beberapa hari lagi. Saya punya banyak pekerjaan untukmu,”
kata petani Pete.
“Saya senang untuk
tinggal,” kata Si Tukang Kayu, “tapi saya punya banyak jembatan yang harus dibangun.”
- Scott Higgins, ditulis ulang dati
sebuah cerita dari sumber yang tidak diketahui, ditampilkan pada http://www.ozsermonillusrations.com.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apa hubungan cerita ini dengan topik kita mengenai menjadi
sempurna? Jika menjadi adil adalah hal yang baik, mengapa bukanlah hal yang
baik untuk memastikan setiap orang mendapatkan apa yang berhak mereka terima?
Apakah Tuhan sedang memastikan setiap orang mendapatkan apa yang seharusnya
mereka terima? (Kunci
utama dari kasih karunia adalah memberikan kepada orang lain apa yang tidak
pantas mereka terima. Tidak seorangpun pantas menerima kasih karunia Tuhan dan
keselamatan-Nya. Manusia yang pada akhirnya “menerima yang sepantasnya” adalah
mereka yang tidak akan menerima dari Tuhan apa yang tidak sepatutnya, tapi
ditawarkan secara cuma-cuma. Tuhan meminta kita untuk berurusan dengan orang
lain sebagaimana Tuhan berurusan dengan kita.)
4. Hubungkan
A.
Hubungkan
dengan Kerajaan
Dengan kata-katamu sendiri,
bagikan hal berikut:
Meskipun benar bahwa semua kerajaan memiliki
peraturan, standar yang Yesus buat di dalam kerajaan-Nya sepertinya sulit untuk
dilakukan. Sepertinya mustahil. Biasanya ketika orang mengutip “mata ganti mata
dan gigi ganti gigi”, benarlah bahwa sebelumnya mereka akan membalas kembali.
Ada garis yang jelas antara memilih sebuah cara selain dari membalas dan
menyanggupkan orang-orang jahat terus melakukan hal yang jahat. Minta siswa
menemukan dan membaca Matius 5:38-48.
Tanyakan: Masalah apa yang
akan timbul jika seseorang secara sembrono mengaplikasikan kondisi yang ditulis
dalam Khotbah di Atas Bukit? Tantangan apa saja yang akan dihadapi setiap orang
yang berusaha mengaplikasikan peraturan ini dalam kehidupannya? Tantangan
spesifik apakah yang kamu lihat ketika mempraktekkan perintah ini? (Secara manusiawi,
perintah ini berlebihan.) Apakah masuk
akal ketika Yesus meminta umat-Nya menjadi seperti Dia?
Katakan: Sementara ada
beberapa orang yang akan mengakui menjadi sempurna – bahkan seperti Tuhan yang
sempurna – mungkin melihat arti dari sempurna akan membantu. Nuh, Abraham, dan
Ayub dipertimbangkan “tidak bercacat.”
Tanyakan: Apa arti “menjadi
sempurna” menurut kamu? Bantu
siswa memikirkannya dan daftarkan definisi dan sinonim “sempurna”. Pastikan
daftar mencakup konsep tidak bernoda,
tanpa cacat, sempurna, dll.
Minta siswa menemukan dan membaca
ayat-ayat berikut: kolose 1:28, 29; 1
Tesalonika 5:23; 2 korintus 13:7-9.
Tanyakan: Apakah mungkin
untuk mencapai kesempurnaan dengan definisi kita?
Katakan: Kata “sempurna” tidaklah
selalu bermakna “tidak bernoda, sempurna, atau tanpa cacat” tapi juga dapat
bermakna “dewasa, bertumbuh sepenuhnya, mencapai potensi seutuhnya.” Minta siswa
membaca kembali ayat-ayat yang memberitahukan makna lain kepada mereka.
Tanyakan jika ayat-ayat nampaknya lebih masuk akal dengan kumpulan definisi
kedua.
Simpulkan ide-ide berikut
dengan kata-kata anda sendiri:
Apakah kesempurnaan? Menurut Yesus,
kamu sempurna ketika kamu membalas kejahatan dengan kebaikan, kebencian dengan
kasih, dan ketidakadilan dengan melakukan hal yang benar. Ini tidak berarti
kamu tidak berdosa, tapi berarti kamu dengan sempurna mengikuti apa yang Yesus
minta untuk kamu lakukan. Dapatkah kita menjadi lebih seperti Allah ketika
bertelur berdoa dengan mata yang tertutup? Atau mungkin menyanyi dengan
sempurna dalam sebuah koor? Bagaimana jika kita menghapalkan seluruh isi buku
Mazmur? Setiap perbuatan baik tidak berarti jika dibandingkan dengan mengasihi
musuhmu karena sikap ini yang paling di luar kebiasaan dunia.
B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya
untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat. Tindak lanjuti
dengan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah respons lain yang dimiliki oleh ayah yang berduka?
- Kepastian, kepercayaan, atau pengalaman apa yang akan kamu butuhkan untuk menjernihkan pikiran sehingga dapat bersikap seperti yang dilakukan oleh ayah tersebut?
- Kualitas karakter apakah yang terdapat pada seseorang yang bereaksi demikian?
- Siapa yang menang ketika kamu membalas?
- Bagaimana balas dendam merupakan pengalaman yang manis dan pahit?
- Apakah keuntungan bereaksi sebagaimana Kristus memerintahkan kita untuk bereaksi?
C. Hubungan dengan Kehidupan
Ceritakan hal berikut:
Dua
pria sedang berbelanja hadiah untuk anak pertama mereka. Pria pertama adalah seorang Kristen yang takut akan
Tuhan dan pria kedua adalah seorang atheist yang tidak percaya yang membenci
pemikiran percaya kepada Tuhan.
Tanyakan: Menurut pendapatmu
siapa yang akan membeli hadiah yang lebih baik? Bagaimana kamu tahu? Ayah yang
mana yang kemungkinan akan bersikap sangat mengasihi kepada anaknya? (Bahkan seorang
atheist mengasihi anaknya dan akan melakukan yang terbaik untuk menemukan
hadiah terbaik, sebagaimana orang Kristen akan melakukannya.)
Ceritakan hal berikut:
Sekarang
bayangkan bila dua pria tadi berdiri di sudut keramaian jalan dengan anaknya.
Kedua anak mereka melangkah pada jalan di mana sebuah mobil berkecepatan penuh
melaju.
Tanyakan: Ayah mana yang akan
pergi dan mengambil resiko demi anaknya – pria Kristen atau pria atheist? (mungkin keduanya)
Mengapa? (Tuhan menciptakan mereka berdua
dengan kapasitas untuk mengasihi, dan bahkan orang yang sering menolak-Nya
tetap mengasihi anaknya sendiri.) Kemudian
perbedaan apa yang terjadi bila kamu percaya atau tidak percaya? Dapatkah
keduanya mengasihi tanpa bersyarat? (Ya, dan kita harus berterima kasih
kepada Allah yang menciptakan kita demikian.)Tapi apakah mengasihi anakmu sendiri menjadi indikator “orang yang
baik”? (Yesus akan berkata, “Bahkan seorang yang tidak percaya tahu
bagaimana melakukannya!”)
Katakan: Yang membuat
kerajaan Allah berdiri di atas dan di depan yang lainnya adalah fakta bahwa
kasih Allah dapat membuat kita mengasihi tiak hanya orang yang mudah untuk
dikassihi namun mereka yang nampaknya mustahil untuk dikasihi – musuh kita.
Tanyakan: Berapa lama
kebencian bertahan dalam kerajaan di mana orang-orang mengasihi mereka yang
jahat dan penuh kebencian? Berapa lama prasangka bertahan dalam kerajaan yang
orang-orang mengesampingkan hak-haknya untuk menilai orang lain? Berapa lama
ketidakadilan bertahan jika orang-orang mengasihi orang lain sebagaimana Tuhan
mengasihi? (Doa
Bapa Kami meminta kita untuk memiliki kuasa untuk hidup “di bumi seperti di
surga".)
D. Hubungan dengan Firman Tuhan
Ajak
siswa membuka cerita dalam materi (1
Samuel 24:1-22) pada halaman 14.
Diskusikan
pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah Daud orang yang sempurna?
- Kapan kamu memiliki kesempatan untuk membalas namun memilih untuk tidak melakukannya? Apa yang terjadi? Apa yang kamu rasakan?
- Apa bahaya dari sikap Daud?
- Janji apa yang terdapat dalam cerita ini bagi mereka yang diserang orang lain?
E. Hubungan dengan Dunia
Jika kamu belum melakukan aktivitas
pada halaman 14, bagikan atau minta siswa memperhatikan pelajarannya. Minta
siswa, dalam kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang, untuk membahas
ayat-ayat pada pelajaran hari Rabu dan kutipan-kutipan dari orang-orang
terkenal sepanjang sejarah pada pelajaran hari Senin.
Tanyakan/Katakan: Jika kamu memiliki
kesempatan untuk merubah dunia hanya dengan menulis 3 peraturan sederhana,
apakah yang akan kamu tuliskan? Tingkah laku apa yang menurutmu dapat mengubah
dunia? Ingat bahwa tingkah laku tersebut harus diaplikasikan kepada semua
orang, jadi pertimbangkan budaya yang beragam, orang-orang, dan lingkungan.
Minta
siswa menuliskan peraturannya dan membagikannya kepada kelas. Berikan komentar
pada peraturan yang mirip ataupun yang berbeda. Minta mereka untuk menjelaskan
mengapa mereka pikir peraturan tersebut dapat membuat perbedaan.
Katakana/Tanyakan: Beberapa
orang berkata, “Peraturan dibuat untuk dilanggar.” Agar peraturan bekerja
dengan baik, peraturan tersebut harus dilaksanakan. Bagaimana peraturanmu
dilaksanakan? Apakah dapat dilaksanakan? Dalam sksla 1 sampai 5 (1 untuk sangat
sulit, dan 5 untuk sangaat mudah), seberapasulitkah untuk mendapatkan 5 orang
di gereja yang memperlakukan musuhnya sebagaimana Yesus perintahkan dalam
Matius 5:38-48? Bagaimana dengan kamu? Menurut pendapatmu, apa yang perlu
dirubah dalam kehidupanmu agar kamu mampu bereaksi demikian?
5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Dengan kata-katamu sendiri,
bagikan hal berikut:
Bayangkan orang yang baru menjadi
Kristen dianiaya karena imannya kepada Kristus. Mereka bernyanyi ketika mereka
dilemparkan ke dalam arena di mana singa memangsa mereka. Para penonton
menikmati ketika ada perkelahian. Mereka bersorak sorai atas korban, berharap
umat Kristiani akan bereaksi. Kesaksian sejarawan menyatakan bahwa umat
Kristiani bernyanyi. Itu adalah sebuah kerajaan baru dengan peraturan baru yang
tidak sebanding dengan kekuasaan tirani Roma. Para penonton kecewa dan frustasi
melihat respons umat Kristiani. Kekuasaan Roma dikalahkan, bukan dengan
kemarahan atau balas dendam, tapi dengan kuasa kerajaan umat-umat percaya
membuktikan bahwa iman mereka lebih kuat daripada kematian itu sendiri.
Tanyakan/Katakan: Bagaimana
iman kita dalam Kristus menguatkan kita melawan singa-singa yang kita hadapi?
Pikirkan pernyataan berikut dan bagikan mengapa pernyataan ini mungkin benar:
“Setiap orang bodoh dapat membalas, tapi memerlukan kekuatan yang luar biasa
untuk pergi berlalu.”
B. Kegiatan Aplikasi
Dengan
menggunakan grafik dari pelajaran hari Jumat dari pelajaran siswa, putuskan
pertanyaan mana yang akan berlaku untuk pengalaman beberapa karakter dalam
cerita yang telah kamu baca atau ceritakan hari ini, atau dari cerita lain yang
siswa pilih.
Ketika selesai, minta siswa memilih
ayat-ayat dari pelajaran siswa yang paling menantang mereka, dan satu ayat yang
paling menguatkan mereka.
C. Pertanyaan Aplikasi
- Menurut pendapatmu apa yang Kristus maksudkan dnegan “jadilah sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga juga sempurna”?
- Apakah Tuhan memberikan perintah yang mustahil untuk dipatuhi? Apakah Tuhan membuat target yang mustahil untuk kita raih? Jelaskan.
- Setuju atau Tidak Setuju: Mengasihi musuh kita adalah hal tersulit yang Allah pernah minta untuk kita lakukan. (Jelaskan mengapa kamu setuju atau tidak setuju.)
- Apakah beberapa contoh kesalahan yang sepertinya tidak dapat dimaafkan? Adakah orang yang dapat memaafkan tindakan seperti itu?
- Apakah beberapa hal yang terjadi kepadamu sehingga kamu berpikir bahwa Tuhan memanggilmu untuk melepaskannya dan untuk lebih mengampuni?
- Menurut pendapatmu mengapa kebanyakan orang menganggap balas dendam sebagai reaksi yang wajar? Menurut pendapatmu apa alasan mereka untuk membalas?
- Dapatkah kamu memikirkan sebuah cerita yang pernah kamu dengar yang mana rencana balas dendam tidak seindah yang diperlihatkan?
6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri,
buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Ketika Tuhan memanggil kita tidaklah
selalu “menyenangkan” atau “mudah”. Tapi lebih dari sekedar menyenangkan; ini
asyik, membebaskan, dan merubah dunia! Bayangkan apa yang akan terjadi jika
Yesus bereaksi terhadap ketidakadilan sama seperti kebanyakan kita bereaksi.
Kita akan tersesat. Kristus tidak hanya membebaskan kita dengan reaksi
kasih-Nya yang tidak bersyarat, tapi Ia juga meminta dan memberikan kita
kekuatan untuk hidup dengan cara yang sama. Bayangkan betapa kamu akan lebih
menghargai kasih karunia dan pengampunan yang diberikan Allah kepadamu ketika
kamu membagikan kasih sempurna yang sama. Kita mungkin berpikir bahwa
kesempurnaan hanya mengenai tidak bernoda dan sempurna, tapi dalam kerajaan
Tuhan kamu akan menemukan kesempurnaan pada orang-orang yang membagikan kasih
tak bersyarat kepada mereka yang tidak pantas menerimanya. Itulah kesempurnaan!
Jika kamu ingin benar-benar sempurna – bersikaplah seperti Tuhan bersikap kepadamu
dan berikan kelepasan pada orang yang membencimu. Berikan kebaikan dan kasih
karunia pada mereka yang tidak pantas menerima persahabatan atau kasihmu.
Ketika kamu memaafkan kesalahan yang tidak pernah kamu bayangkan dapat
dimaafkan, kamu tidak dapat lebih sempurna dari keadaanmu pada saat itu.
PELAJARAN 1:
MATERI BERIKUT UNTUK MENGHUBUNGKAN AKTIVITAS
1 Samuel 24: 1-22
Pelajaran 1
Menjadi Sempurna
Reaktor Baru dan Bersih
7 Juli 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di
bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Biji Kepunyaan Kaisar
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Bud Welch kehilangan anak
perempuannya yang berusia 23 tahun, Julie, dalam ledakan yang menghancurkan Murrah Federal Building di Kota Oklahoma,
Oklahoma, yang menewaskan 168 orang. Welch menghitung perjalanan pribadi yang
luar biasa untuk memaafkan yang dimulai dari tanggal 19 April 1995. “Sejak saya
tahu kalau peristiwa itu karena bom,” Bud menulis, “Saya hidup dalam
kebencian.” Kemarahannya berfokus pada Timothy McVeigh dan Terry Nichols, dan
seperti yang lain, Bud berharap untuk kepastian hukuman dan eksekusi mereka.
Namun beberapa bulan setelah ledakan ketika dia melihat ayah McVeigh di
televisi, emosi Bud mulai menurun untuk pertama kalinya. Ya Tuhan, Bud mengingat berbicara kepada dirinya sendiri, pria ini juga telah kehilangan anaknya.
Poin menurun kedua dalam perjalanan
Bud tiba ketika dia mengunjungi lagi tempat kematian anaknya pada Januari 1996.
Bud memperhatikan sebuah pohon elm dekat
di mana Julie selalu memarkir mobilnya. Meskipun kerusakan terjadi karena
ledakan, pohon itu bertahan dan bahkan memiliki cabang baru. “Pemikiran yang
tiba-tiba muncul kemudian nampaknya tidak berhubungan dengan kehidupan baru,”
tulisnya. “Itu adalah pengetahuan baru yang pasti bahwa eksekusi McVeigh tidak
akan mengakhiri luka saya.” Tuntutan kematian dari Bud untuk McVeigh ditarik
dan tidak tanpa menarik perhatian orang-orang. Dia mulai menerima undangan
untuk berbicara mengenai perasaannya yang berubah, dan satu undangan berasal
dari Buffalo, New York, kediaman ayah McVeigh. Bud tahu bahwa itulah saatnya
mereka bertemu.
Pada 5 September 1998, Bud Welch
menemukan dirinya berada di rumah Bill McVeigh, seorang “pria pekerja buruh”
sepertinya. Dia juga menemui anak perempuan Bill, Jennifer, yang mengingatkan
Bud akan teman Julie. “Kita tidak bisa merubah masa lalu,” Bud berbicara kepada
Bill dan Jennifer, “tapi kita punya pilihan untuk masa depan.” Setelah
kunjungannya, Bud membuat sebuah kampanye untuk menyelamatkan pohon elm di luar Murrah Federal Building dari sebuah bulldozer, dan pohon itu
sekarang berdiri sebagai bagian dari peringatan terhadap korban 19 April. Pohon
itu juga menjadi peringatan untuk perjalanan luar biasa Bud Welch dari
kebencian menjadi pengampunan – dari seseorang yang dipenuhi kemarahan yang
meledak menjadi seorang “reaktor baru dan bersih”.
Minggu
Yang
Saya Pikirkan
Skenario
berikut berasal dari perkemahan musim panas.
Di kafetaria, Phil membuat sebuah
komentar mengenai Samantha yang nenbuatnya malu di depan semua orang. Banyak
anak perempuan dan laki-laki yang tertawa dengan keras sementara mereka yang
dekat dengan Samantha merasa malu. Yang membautnya lebih parah adalah Phi
benar-benar tidak sadar bahwa ia telah membuat Samantha malu. Dia melanjutkan
harinya seolah-olah tidak ada kejadian buruk yang telah terjadi. Samantha ingin
melakukan hal yang sama kepada Phil pada waktu yang tepat. Guru pembimbing
Samantha mengetahui dan mendukungnya untuk berbicara dengan Phil. Apa lagi
pilihan Samantha? Apa yang dapat membuatnya sangat puas? Apa yang dapat
membantu Phil merubah caranya memperlakukan orang lain? Apa yang akan kamu
sarankan untuk dilakukan oleh Samantha?
Masuk ke
www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa
yang Mereka Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah
untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø
“Mata
ganti mata hanya mengakibatkan seluruh orang buta.” – Mahatma Gandhi, pemimpin
nasionalis beragama Hindu pada abad 20.
Ø
“Jangan
marah, jangan membalas.” – Robert F. Kennedy, pengacara dan politisi A.S. pada
abad 20.
Ø
“Dia
(Eleanor Roosevelt) membalas dengan cara yang hampir paling kejam. Dia
memaafkan mereka.” – Ralph McGill, jurnalis A.S. pada abad 20.
Ø
“Balas
dendam tidak memiliki efek memuaskan yang lebih terhadap emosi dibandingkan
dengan air garam terhadap rasa dahaga.” Walter Weckler.
Ø
“Seorang
pemenang memperingatkan dan memaafkan; seorang pecundang terlalu pengecut untuk
memperingatkan dan terlalu kecil untuk mengampuni.” - Sidney J. Harris, jurnalis A.S. pada abad 20.
Ø
“Tuhan adalah kasih. Seperti sinar terang dari
matahari, kasih dan terang dan sukacita mengalir dari-Nya untuk semua
ciptaan-Nya…. Kehidupan-Nya adalah pancaran kasih yang tidak egois…. Ia
berpesan agar kita menjadi sempurna sebagaimana Ia sempurna…. Kita seharusnya
menjadi sumber terang dan berkat untuk lingkaran kecil kita, bahkan sebagaimana
Ia untuk dunia.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad
19.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Marilah jujur. Sementara
mudah megucapkan “Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan mengenai
saya,” kenyataannya tidaklah benar. Ketika orang lain memperlakukan kita tidak
adil atau merendahkan kita, kita akan terluka atau marah. Yesus menggunakan
ilustrasi mengenai seseorang yang menampar wajah kita atau mencuri barang
kepunyaan kita atau bahkan menggunakan kekuasaannya untuk merendahkan kita.
Tuhan tahu peristiwa yang menimpa kita tidak lebih sulit dari itu. Tetapi
tujuan-Nya bagi kita untuk mengalami kebebasan mengasihi orang lain tanpa
syarat, bahkan mereka yang peuh kebencian. Ia berjanji Ia akan memberikan kita
kuasa untuk melakukannya melalui kasih karunia-Nya.
Sifat alami ego manusia
adalah ketika seseorang memperlakukan kita dengan tidak adil, kita sangat
menginginkan untuk menyakiti mereka, paling tidak dengan perlakuan yang sama,
jika tidak lebih. Tuhan tahu jika kita tetap mengingat ketidakadilan yang
terjadi pada kita, itu akan menghancurkan kita. Ia juga tahu bahwa respons yang
paling efektif adalah respons yang mengasihi.
Yesus sedang tidak berpikir
jernih atau Ia memiliki rahasia sukacita kita. Ia memerintahkan kita untuk
“menjadi sempurna”. Tujuan-Nya adalah agar kita mencoba cara yang lain selain
dari cara dunia. Dapatkah kamu bayangkan apa yang akan terjadi pada dunia ini
jika setiap orang mencoba “cara yang lain”?
Rabu
Tuhan berkata…
Ø
Matius 5:38-48
Ø
Amsal 17:13
Ø
Imamat 19:17, 18
Ø
Amsal 20:22
Ø
Roma 12:14-21
Ø
(Tambahan:
1 Petrus 3:8-12; Amsal 24:29.)
Kamis
Apa Hubungan Semua
Ini Dengan Aku?
Sudah
dikatakan sebelumnya bahwa yang membuat Yesus sangat meminta kita adalah ia
percaya apa yang terbaik dari kita sementara mengetahui apa yang terburuk dari
kita. Yesus sebenarnya mempercayai adanya pahlwan yang tertidur di dalam diri
kita, meskipun terdapat sifat berdosa yang kita warisi. Melalui kuasa-Nya kita
sanggup mengsihi dengan sangat sempurna. Dan Tuhan meminta kita untuk
mempraktikkan kasih karunis seperti kerajaan Tuhan kepada mereka yang jahat.
Jika seseorang membencimu, kamu memiliki kepastian bahwa Tuhan mengasihimu.
Jika seseorang memperlakukanmu dengan tidak adil, kamu memiliki pilihan untuk
mengikat sirimu dengan peristiwa yang tidak baik atau hidup damai dan tidak
terikat dengan kemarahan.
Agar
dapat melakukannya, kita harus meminta Roh Kudus untuk membantu kita berpikir
seperti Allah. Tuhan melihat kesalahan dan kecenderungan kita yang buruk dan
melihat anak berharga yang bersikap bodoh, tapi memiliki potensi untuk hari
yang lebih baik. Tuhan melihat tingkah laku kita yang jahat dan berkata, “Ada
cara yang baik untuk mengatasi luka gantinya menyakiti orang lain.” Adakah
orang lain yang perlu kamu lepaskan dari amarahmu? Adakah peristiwa yang perlu
kamu lupakan? Minta kuasa untuk melakukannya.
Jumat
Bagaimana Cara Kerjanya?
Aplikasikan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam diagram
di bawah ini pada salah satu cerita yang diebutkan dalam pelajaran ini atau
satu cerita yang akrab bagimu untuk membahas topik balas dendam. Lihat jika
kamu dapat menemukan pertanyaan-pertanyaan ini bekerja, atau bagaimana
pertanyaan tersebut dapat membantu mengatasi keadaan dan mendapatkan sesuatu
yang baik dari sesuatu yang buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar