Jumat, 13 Juli 2012


Pelajaran 2
Menghadapi Emosi
Seorang Manusia Biasa
14 Juli 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Filipi 4:13
Yohanes 16:33
2 Timotius 1:7
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)
            “Pada setiap pengajaran benar, elemen personal adalah penting. Kristus dalam pengajaran-Nya berhadapan dengan manusia secara perorangan. Dengan komunikasi dan hubungan personal, Yesus melatih kedua belas muridNya. Secara pribadi, seringkali kepada seorang pendengar, Ia memberikan instruksi yang sangt berharga. Kepada Rabi yang dihormati pada pertemuan malam hari di Bukit Zaitun, kepada wanita sundal di sumur Sikhar, Ia menyingkapkan hartaNya yang paling bernilai; karena kepada para pendengar inilah Yesus melihat hati yang dapat dimenangkan, pikiran yang terbuka, roh yang menerima. Bahkan terhadap orang banyak yang sering memperlambat langkahNya                                                                                                                                                                                                                                                                                Yesus tidak memandang latar belakang kerumunan tersebut. Ia berbicara langsung kepada setiap pikiran dan menyentuh setiap hati. Ia melihat setiap muka pendengarNya, menandai sinar muka, pandangan terhadap reaksi yang cepat, yang menandakan bahwa kebenaran telah menyentuh jiwa; dan di dalam hatiNya bergetar harmoni sukacita simpati.“ (Counsels on Sabbath School Work, pp 73, 74).

B. Perihal “Menghadapi Emosi”
            Mungkin hal tersulit menjadi seorang remaja adalah mengalami emosi yang baru. Tiba-tiba para remaja merasakan perasaan yang tidak pernah mereka alami sebelumnya. Seluruh dunia mulai melihat dan merasa berbeda. Pertanyaan-pertanyaan berserakan di kepala, dan mereka tidak tahu harus bagaimana dengan perasaan baru ini. Mereka membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak sendiri, bahwa mereka tidaklah kacau dan tanpa pengharapan. Jadi mereka terus menerus mencari seseorang untuk mengidentifikasi dan berempati. Seringkali mereka melarikan diri ke teman, musik, atau fantasi khayalan. Berhubungan dengan Tuhan mungkin adalah hal terakhir yang muncul di benak mereka. Tuhan dan agama nampaknya tidak terjangkau oleh para remaja. Tuhan sepertinya hal yang baik, tapi tidak praktikal dan aplikatif. Namun, Yesus adalah bahu terakhir untuk menangis. Ia adalah pendengar terbaik yang pernah ada. Ketika para remaja memahami hal ini, mereka akan diperlengkapi dengan lebih baik untuk mengatasi emosi yang terus menerus menyerang mereka. Pelajaran ini menunjukkan bagaimana Yesus dapat lebih terjangkau dan mendorong para remaja untuk mempercayai-Nya atas segala masalah yang mereka miliki.

C. Apa Tujuan “Menghadapi Emosi”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Memahami bahwa mereka bukan satu-satunya yang mengalami hal yang mereka rasakan.
  2. Menghadapi emosi mereka dengan cara yang efektif dan positif.
  3. Membangun hubungan yang lebih percaya dan terbuka dengan Yesus.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) berbagai emosi yang ditulis di sticker; (Aktivitas B) pena atau pensil, kertas, spidol, satu lembar papan poster, sebuah koin, sebuah meja.
Hubungan – Alkitab, pelajaran siswa, secarik kertas dengan ayat Alkitab.
Aplikasi – Kertas, pena atau pensil.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
           
A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Minta siswa menyebutkan berbagai emosi/perasaan (lihat chart pada halaman 8). Bila sudah terbentuk sebuah daftar dengan 10 emosi/perasaan, pilih 2 sukarelawan yang  mau untuk bermain peran.

Siap-siap – Minta 2 sukarelawan untuk bermain peran dengan skenario yang kamu berikan (seorang ibu yang yang menasehati anaknya karena kamarnya yang berantakan, dua orang sahabat yang berargumentasi tentang seorang lawan jenis, seorang ayah yang diberitahukan oleh anaknya kalau dia menghancurkan mobil keluarga, dll). Berikan setiap pemeran sebuah emosi dari daftarmu supaya digunakan ketika memainkan perannya.

Pergi – Ketika mereka memerankan skenario, meminta mereka untuk berganti-ganti emosi akan membuat tertawa dan juga menekankan bagaimana emosi dapat berganti dengan mudah, khususnya ketika masa remaja.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apakah beberapa cara yang kamu gunakan untuk mengekpresikan perasaanmu? Mengapa iya atau mengapa tidak?

B. Aktivitas Permulaan – Apa yang Saya Rasakan?
Persiapan – Tuliskan berbagai emosi pada sticker. (Lihat chart pada halaman 8)

Siap-siap – Ketika setiap siswa datang ke kelas, tempelkan tiga sticker di punggung mereka tanpa mereka tahu isinya.

Pergi – Biarkan siswa berkeliling dan bertanya kepada siswa lain, “Apa yang saya rasakan?” Satu-satunya respons yang diperbolehkan adalah memperagakan salah satu emosi yang ada di punggung penanya tanpa bersuara. Bila penanya dapat menebak dengan tepat salah satu emosi, maka sticker dapat dipindahkan ke depan depan mereka.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apakah beberapa cara untuk mengekspresikan perasaanmu? Apakah penting untuk memahami perasaanmu? Mengapa iya atau mengapa tidak?

C. Aktivitas Permulaan - Yesus Juga Mempunyai Perasaan
Persiapan – Tujuan aktivitas ini adalah untuk membantu siswa menyadari bahwa Yesus manusia seutuhnya dan memiliki perasaan seperti mereka. Selama aktivitas, papan permainan dibuat dan digunakan. Jika waktu tidak cukup, papan permainan dapat dibuat terlebih dahulu. Pertama-tama, perkenalkan topik emosi, tekankan bahwa emosi adalah wajar dan kita semua memilikinya.

Siap-siap – Bagikan kertas dan pensil dan minta siswa membuat daftar berbagai emosi yang mereka pernah alami. Kemudian minta mereka menuliskan emosi yang Yesus alami ketika di bumi. Buat sebuah daftar utama dengan dua kolom: Emosi yang siswa alami; emosi yang Yesus alami. Jika daftar perasaan atau emosi Yesus lebih pendek dari daftar yang satu lagi, gunakan kesempatan untuk membahas lebih jauh mengenai sifat manusia Yesus dan mungkin tambahkan beberapa ide lain. Sekarang pindahkan daftar lengkap mengenai emosi ke papan poster seperti yang terdapat pada diagram.

























Pergi – Gunakan papan dengan menaruhnya di meja yang menempel ke tembok. Setiap siswa bergantian melemparkan sebuah koin ke papan dari jarak yang cukup. Di emosi manapun koin mendarat, pemain harus memikirkan sebuah situasi dari Alkitab dimana Yesus mungkin merasakan perasaan tersebut. Siswa juga harus menjelaskan bagaimana Yesus mengekspresikannya.
            Bahkan untuk membuat permainan lebih personal, minta siswa untuk menjelaskan sebuah peristiwa ketika mereka mengalami emosi tertentu, dan bagaimana mereka mengekpresikannya. Jika memungkinkan mereka juga harus mengatakan bagaimana mereka dapat mengekpresikannya dengan lebih baik.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apakah pentingnya ketika Yesus benar-benar melalui pengalaman manusia? Bagaimanakah mengetahui bahwa Yesus merasakan perasaan yang sama dengan kamu, mempengaruhi hubunganmu dengan Yesus? Jika Yesus tidak pernah merasakan emosi manusia, bagaimana hal tersebut mempengaruhi cara-Nya berhubungan dengan orang lain?

D. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Pada tahun 1991, kelompok musik Pearl Jam menulis sebuah lagu berjudul “Jeremy”. Lagu tersebut menceritakan seorang remaja yang memiliki masalah emosi. Dia diejek di sekolah. Ketika di rumah, dia menemukan dirinya berada dalam keluarga yang menyedihkan. Bagian lirik lagu ada yang berbunyi, “Ayah tidak memperdulikan kenyataan bahwa mama tidak peduli…” Dan suatu hari, Jeremy bertindak. Dia tidak tahan lagi. Diasingkan, diejek, orang tua yang bermasalah – semuanya terlalu menyakitkan. Jadi keesokan harinya dia pergi ke sekolah dengan membawa sebuah senapan dan menembaki seisi kelas. Video yang dibuat terlalu detail, terlalu mirip dengan keadaan keluarga orang banyak, sehingga dilarang oleh MTV.

Tanya-jawab – Katakan: Lagu ini sangat mengganggu karena menjelaskan bagaimana emosi dapat mengambil alih kita kecuali kita belajar untuk menghadapinya.

Tanyakan: Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah cerita berakhir seperti itu? Apa yang akan terjadi jika Jeremy memiliki seseorang untuk berbicara, seseorang yang mengerti masalahnya?

Katakan: Penting untuk memiliki seseorang untuk membicarakan masalahmu. Menyimpan semua emosimu dapat berbahaya. Untungnya, ada orang lain yang siap mendengarkan engkau dan membantu untuk lebih memahami emosimu: pendeta, pembimbing (konselor), guru, orang tua, teman, dan yang paling penting – Yesus.

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Kamu mungkin pernah mendengar ucapan “Pekerja yang bergembira adalah seorang pekerja yang baik.” Hal ini nyata dalam kerajaan Allah. Kita menjadi agen kerajaan yang lebih efektif ketika kita bergembira. Ketika kita memiliki control atas emosi kita, kita menjadi saksi yang efektif di hadapan Allah. Hal ini mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Katakan / Tanyakan: Apa yang membantumu mengendallikan emosi lebih baik? Kita semua memiliki cara yang berbeda dalam menghadapai emosi. Beberapa orang mungkin membaca, beberapa mungkin berolahraga, beberapa mungkin mendengarkan music. Tidak ada satu carapun yang sangat ampuh untuk mengendalikan emosi. Namun, hari ini kita akan membahas salah satu cara yang paling efektif berdasarkan Alkitab.


B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
            Katakan kepada siswa bahwa ilustrasi dalam pelajaran siswa menceritakan pengalaman seorang pria dari masa kanak-kanak sampai ajalnya. Dia memulai hidupnya sebagai seorang lelaki biasa dari lingkungan yang buruk. Dia bertumbuh dan mengambil alih bisnis keluarganya. Setelah beberapa waktu dia meninggalkan semuanya untuk pergi berkeliling berbicara kepada orang-orang. Segera setelah itu, tersebar berita bahwa dia adalah raksasa; sepertinya kemanapun dia pergi, akan timbul keramaian. Dan di puncak ketenarannya, dia dikhianati oleh orang-orang terdekatnya dan dieksekusi oleh pemerintah yang korup.

Tanyakan/Katakan: Apakah menurutmu pria ini telah memerankan peranannya dengan baik? Jelaskan. Pria ini sepertinya telah menjalani hidup dari berbagai sudut pandang. Dia memiliki kualitas seperti seorang superstar, namun tetap cukup rendah hati untuk mau berhubungan dengan orang-orang biasa. Dia memahami dan menolong orang-orang kaya dan miskin.

Tanyakan: Apakah menurutmu kamu bisa berhubungan dengan pria ini? Mengapa iya dan mengapa tidak?

C. Hubungkan dengan Kehidupan
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Yesus benar-benar memerankan perannya dengan sangat baik. Ia menjalani peran sebagai seorang anak, remaja, pria pekerja, pengkhotbah, guru, selebriti, dan yang lainnya di sela-sela menjalani tahap tersebut. Setiap perasaan yang kamu rasakan telah Ia alami. Itu dapat menghibur. Khususnya ketika kamu bingung dengan perasaan yang kamu rasakan. Sangat melegakan mengetahui ada seseorang yang memahami perasaantersebut. Suatu kepastian bahwa kamu tidak sendiri. Yesus, mengalami setia perasaan manusia, dapat menjadi sumber utama. Siapakah manusia yang lebih berkualitas yang pernah hidup dibandingkan dengan Ia yang diciptakan tidak hanya secara emosi tapi mengalami-Nya juga?

Tanyakan: Tapi dapatkah kamu melakukannya? Apakah kamu memiliki keberanian untuk mempercayakan Yesus membantumu setiap hari menghadapi berbagai emosi yang seringkali membingungkanmu?

D. Hubungkan dengan Firman Tuhan
            Bersama-sama dengan seluruh siswa, atau dengan kelompok kecil, bagikan secarik kertas kecil dengan menuliskan ayat berikut. Minta mereka untuk membaca ayat(ayat-ayat) yang mereka dapat dan diskusikan apa yang dikatakan bagi warga surga yang dapat membantu mereka memahami emosinya. Ketika waktu untuk diskusi berakhir, minta setiap kelompok membagikan ayat mereka dan kesimpulannya.
  • Filipi 4:4, 7
  • Efesus 4:25-27
  • 1 Yohanes 4:18-21
  • Matius 5:4
  • Matius 5:22-24
  • Matius 5:43-48
  • Lukas 7:32; 19:41; Yohanes 11:35
  • Mazmur 126:5, 6

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Katakan: Sebagai manusia, kita cenderung mencari seseorang yang mirip dengan kita, seseorang yang memahami kita. Seperti berpacaran; kamu mencari seseorang dengan ketertarikan yang sama. Pola yang sama juga terjadi ketika kita membutuhkan seseorang untuk menceritakan perasaan kita. Menceritakan dan mengekspresikan perasaan kita adalah cara yang sehat untuk menghadapinya. Seringkali ketika kamu mendengar seseorang memiliki perasaan yang sama denganmu, kamu merasa lebih baik. Hal ini membuktikan bahwa kamu tidak sendirian dalam menghadapi pikiran dan perasaanmu.
Tanyakan: Perasaan apa yang kamu alami ketika kamu mendengar sebuah lagu yang menceritakan hal yang sama dengan perasaan yang kamu rasakan? Kamu merasa baik bukan? Sekarang bukankah lebih baik jika ada teman sejati yang akan menyatakan hal seperti itu selalu? Seseorang yang selalu ada untuk semua masalah yang kamu alami, dan mereka akan memahaminya? Mereka akan merespons dengan cara yang benar. Seseorang yang mengenalmu sangat baik, yang mengetahui dengan pasti apa yang kamu butuhkan ketika kamu membutuhkannya. Tanyakan: Kualitas-kualitas apakah yang seharusnya dimiliki oleh orang tersebut?
            Bentuk kelompok kecil yang terdiri dari tiga atau empat siswa dan berikan kertas dan pena/pensil.
Katakan: Gunakan 5 menit atau lebih untuk menciptakan sahabat sejati yang baru saja kita bicarakan. Buatlah sejelas dan sekreatif mungkin. Tuliskan pekerjaan, latar belakang, kualitas yang membuatnya sahabat yang luar biasa. Buatlah teman ini untuk memenuhi gagasanmu mengenai sahabat yang sempurna.
             Minta kelompok membagikan ide mereka ketika mereka selesai.
Tanya Jawab-Tanyakan: Siapa orang yang kamu tahu yang paling memenuhi kriteria tersebut? Apakah menurutmu Yesus memenuhi kriteria sahabat sejati ini? Jelaskan. Bagaimana Yesus dibandingkan dengan sahabat sejatimu?
Katakan: Sadar atau tidak sadar, Yesus dapat menjadi sahabat sejati itu. Sebagai Penciptamu, Ia mengetahui kamu lebih baik dari kamu mengetahui dirimu sendiri. Yang dapat kamu lakukan adalah untuk member-Nya kesempatan. Percayai Yesus dengan perasaanmu yang paling dalam dan  biarkan Ia membantumu.

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Apakah kamu merasa dapat pergi kepada Yesus dengan seluruh masalah, emosimu atau sebaliknya? Mengapa iya atau mengapa tidak?
2.         Apa yang membuat sulit untuk mendekati Yesus dengan masalahmu sehari-hari?
3.         Siapakah beberapa orang yang kepadanya kamu dapat bercerita? Apa yang membuatnya mudah untuk berbicara kepada mereka?
4.         Seberapa pentingkah untuk seseorang mengalami hal yang sama sebelum membagikannya kepada orang lain? Apakah mengalami suatu peristiwa cukup atau apakah kamu perlu untuk menghidupkan sesuatu untuk memahaminya?
5.         Apakah menurut pendapatmu penting untuk menghadapi emosi daripada menyangkalnya? Mengapa iya atau mengapa tidak?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Perasaan. Kita semua memilikinya. Perasaan bisa menyenangkan pada suatu waktu dan membingungkan pada kesempatan yang lain. Untuk benar-benar menghadapi perasaanmu kamu perlu untuk memahaminya. Dan hal ini mungkin sulit dilakukan, khususnya ketika kamu tidak tahu apa yang terjadi di benakmu.
            Tapi hari ini kita telah berbicara mengenai Yesus dan kesanggupan-Nya untuk mengenali kita, karena Ia adalah salah satu dari kita. Kita telah melihat kehidupan-Nya dan menemukan bahwa Ia adalah seorang manusia dengan perasaan yang luar biasa. Ia pergi ke pesta. Ia merubah air menjadi anggur. Ia tertawa dan menangis dengan teman-temanNya. Ia marah terhadap orang-orang Farisi dan membubarkan transaksi bisnis di Kaabah.  Ia merasa dikhianati. Ia merasakan sukacita karena berkumpul kembali dengan Bapa-Nya. Mungkin sekarang kamu benar-benar dapat berbicara dengan Yesus dan merasa kamu telah menemukan orang yang kamu cari selama ini. Seseorang yang memahamimu. Mungkin kamu merasa agak tidak percaya. Kamu mungkin berpikir ini hal yang menarik, tapi berpikir jika akan berhasil. Yang mana saja tidak apa-apa, tapi mengapa tidak mencobanya? Cobalah. Dengan sepenuh hati berikan Yesus sebuah kesempatan sebagai seorang sahabatmu. Ketika kamu merasa senang, ceritakan kepada-Nya. Katakan, “Terima kasih, Tuhan; hari ini luar biasa!” Ketika kamu marah, ceritakan kepada-Nya. Ketika kamu merasa tidak sanggup untuk melanjutkannya dan perlu beristirahat, beritahukan kepada-Nya. Ia ingin kamu berbicara kepada-Nya. Ia sedang menunggu dan mendengarkan. Berikan kepada-Nya sebuah kesempatan.


Marah
Sedih (Terluka)
Senang (Gembira)
Buruk (malu)
Takut
Marah
Tersinggung
Terluka
Berontak
Tidak sabar
Merasa jijik
Sangat marah
Terprovokasi
Terluka
Frustasi
Depresi
Kecewa
Benci
Sebal

Direndahkan
Terluka
Tersinggung
Disakiti
Kepedihan
Kecewa
Kedukaan
Terkucil
Berduka
Kesepian
Tak berpengharapan
Depresi
Sendirian
Ditolak
Cemburu
Iri
Tidak dicintai
Tidak bahagia
Kasihan
Hancur
Kacau
Hancur
Dikhianati

Sukacita
Kebanggaan
Gembira
Suka
Tertawa
Sangat senang
Perayaan
Damai
Puas
Tenang
Percaya diri
Lucu
Lelucon
Relaks
Konyol
Senang
Bebas
Dicintai
Dihargai
Berterima kasih
Baik
Nyaman
Antusias
Optimis
Riang
Energik
Didukung
Malu
Rendah diri
Hancur
Tidak sempurna
Dibenci
Terasing
Ditolak
Abnormal
Bersalah
Kecil
Tidak berharga
Direndahkan
Paranoid
Khawatir
Takut
Terintimidasi
Ketakutan
Tidak dipercaya
Kesulitan
Terancam
Tidak aman
Nervous
Panic
Waspada
Berbeban berat
Lemah



Pelajaran 2
Menghadapi Emosi
Seorang Manusia Biasa
14 Juli 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                 Seorang Manusia Biasa

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)
            Suatu waktu ada seorang pria yang tumbuh di sebuah proyek, lingkungan terburuk untuk beberapa mil. Sebagai seorang anak, dia memiliki penampilan biasa meskipun dia tidak bertingkah laku seperti anak laki-laki seumurannya. Selalu ada sesuatu yng membuatnya terlihat berbeda. Nampaknya dia selalu mempunyai tujuan untuk apapun yang dia lakukan. Namun dia mengakhiri hidupnya dengan tidak membuat sesuatu yang membanggakan dirinya dibandingkan dengan orang-orang penting sepanjang masa. Dia mengerjakan pekerjaan yang biasa yang sama seperti ayahnya, dan generasi sebelumnya. Dia masih tinggal di lingkungan yang sama, dengan anak-anak yang sama yang beranjak dewasa dengannya. Namun ketika dia berusia tengah baya, sesuatu merubahnya.
            Suatu hari dia pergi, tanpa membereskan barang-barangnya. Dia meninggalkan semuanya – pekerjaan, rumah, keluarga – segalanya. Dan dia mulai berjalan keliling negeri. Dia menjadi pengajar keliling, pergi berkeliling untuk berbicara dengan segala jenis orang dan membantu mereka dengan masalah-masalahnya. Dan dalam satu malam, dia menjadi superstar. Orang-orang mengikutinya ke mana-mana! Mereka tidak pernah merasa cukup bersamanya. Dia tidak mendapatkan waktu tenang sendirian! Dia pergi mengunjungi temannya, dan terbentuklah keramaian. Dia mencoba untuk tidur siang, dan ada kerumunan yang mencoba membangunkannya. Dari seorang biasa dari lingkungan buruk, dia menjadi seorang selebriti.
            Dalam sekejap pemerintah setempat mulai merasa terancam dengan popularitas barunya. Mereka merasa bahwa dia bisa saja memulai revolusi dan menghancurkan semua usaha yang telah mereka lakukan. Jadi mereka mulai kampanye satu isu secara besar-besaran. Mereka menyerangnya secara langsung. Memfitnahnya sebagai seorang pembohong, pelangggar hukum bahkan setan itu sendiri. Mereka secara perlahan menghasut keramaian untuk menentangnya, bahkan menghasut orang-orang yang paling dekat dengannya. Mendekati akhir umurnya, salah satu sahabatnya menjual dia ke aparat keamanan. Dan ketika mereka menangkapnya, orang-orang disekitarnya berbalik darinya dan lari. Jadi dia menghadapi saat paling rendah, paling menakutkan, paling lemah dalam kehidupannya. Dan dia harus menghadapinya sendirian. Kemudian setelah itu, dalam satu malam, dia dicobai, dipenjara, dan dihukum.
            Selama waktu-Nya di dunia, Dia mengalami setiap emosi yang bisa kita bayangkan. Dia merasakan kasih, amarah, ketakutan, kebingungan, frustasi, dan tidak berdaya – semua yang kamu rasakan. Dia dihina dan diabaikan. Kemudian Dia dipuji dan digandrungi, hanya untuk dikhianati dan dibunuh. Dia bukanlah siapa-siapa di lingkungannya yang miskin. Dia adalah seorang pria terkenal di kota. Setiap perasaan yang kamu alami, Dia mengalaminya. Semua yang kamu rasakan, Dia rasakan juga.


 
            Minggu
          Yang Saya Pikirkan
            Kamu semua tahu bahwa Yesus telah merasakan setiap emosi yang kamu rasakan dan kamu dapat pergi kepadaNya dengan semua masalahmu. Kamu tidak perlu diberitahukan mengenai hal ini karena kamu telah mendengarnya sepanjang waktu. Tapi hal ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Berbicara dengan Yesus bisa saja sulit karena Dia tidak dapat dilihat atau didengarkan langsung. Idealnya kita tinggal datang membawa masalah kita, secara emosi dan lainnya, kepada-Nya dan hanya itu saja. Kita akan mendapatkan damai seutuhnya. Namun, kadang-kadang tidaklah mudah untuk merasa nyaman dengan seorangteman atau bahkan dengan sebuah lagu.
            Sejujurnya, apakah kamu merasa bahwa Yesus dapat berempati terhadap apa yang kamu rasakan? Mengapa iya atau mengapa tidak? Siapa yang kamu rasa sangat memahamimu? Apa yang membuat seseorang atau sesuatu lebih mudah untuk lebih nyaman dibandingkan dengan orang lain atau sesuatu yang lain?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Perasaan seharusnya adalah hamba, bukan tuan – setidaknya bukan raja lalim.” – Robert H. Benson, pengarang dan pendeta dari Inggris pada abad 19.
Ø “Emosi tanpa ibadah tidaklah lebih dari huru-hara.” – Croft M. Pentz, pendeta dan pengarang A.S  saat ini.
Ø “Jangan terlalu memikirkan perasaanmu. Ketika kamu merasa rendah hati, mengasihi, berani, berterimakasihlah; ketika kamu merasa sombong, egois, tidak bernyali, mintalah agar mereka pergi. Mungkin tidak semua perasaan kamu alami, tapi hanya satu hal yang terjadi padamu. Yang penting adalah tujuan dan sikapmu.” – C. S. Lewis, penulis dan akademisi Kristen dari Inggris pada abad 20.
Ø “Tubuh dan perasaan diberikan kepada saya, dan sia-sia jika saya menghukum diri sendiri dengan merasa takut, tidak aman, egois, atau dendam sama halnya jika saya marah kepada diri sendiri karena ukuran kaki saya. Saya tidak bertanggung jawab dengan perasaan saya tapi atas apa yang saya lakukan ketika mengalaminya.” Hugh Prather, pendeta, konselor, dan pengarang sari A. S saat ini.
Ø “Pemikiran terpenting kita adalah yang bertentangan dengan perasaan kita.” -  Paul Valery, penulis puisi dan filsuf Prancis pada abad 20.
Ø “Tidaklah bijak untuk menilai diri dan mempelajari perasaan kita. Jika kita melakukannya, musuh akan menimbulkan kesulitan dan pencobaan yang melemahkan iman dan menghancurkan keberanian. Untuk mempelajari perasaan kita dan memberi ruang untuk perasaan kita, akan meningkatkan keraguan dan mengikat diri kita dengan kebingungan. Gantinya mengandalkan diri, kita mengandalkan Yesus.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Kita semua dapat terbebani oleh perasaan. Pada menit sebelumnya semua baik-baik saja, harimu luar biasa. Pada menit berikutnya, kamu membuka kulkas dan mengetahui seseorang telah menghabiskan es krimmu. Harimu berubah. Kebahagiaan dan hati yang riang hilang. Yang kamu pikirkan sekarang adalah Siapa yang telah menghabiskan es krimku?
Kadang kita membiarkan emosi kita mengambil bagian terbaik dari diri kita. Dan untuk alasan yang tidak jelas, kita membiarkan sesuatu yang sepele seperti es krim menghancurkan suasana hati kita. Salah satu bagian tersulit dari kehidupan adalah menghadapi berbagai emosi yang kita rasakan. Sulit memahami perasaan ini dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Bahkan ketika kita tidak tahu apa yang kita rasakan, Alkitab berkata, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26). Betapa melegakan mengetahui bahwa ada Seseorang yang memahami perasaan kita – bahkan ketika kita tidak menyadarinya!



Rabu
Tuhan berkata…

Ayat-ayat berikut adalah beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan baik dan beberapa yang tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø Imamat 20:11
Ø 2 Samuel 11:2-4
Ø 2 Tawarik 32:26
Ø Keluaran 2:12
Ø Yohanes 18:10
Ø Markus 14:34
Ø Ayub 2:13

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pada minggu ini kamu telah mendengarkan berbagai pendapat mengenai perasaan. Kamu telah membaca mengenai tokoh-tokoh dari Alkitab yang telah mengalami perasaan yang sebenarnya. Kamu telah berhubungan di dunia maya dan berbicara mengenai kesulitan dalam berbicara dengan Kristus. Bagaimana sekarang? Apa yang harus kamu lakukan dengan semua informasi ini? Semoga, kamu memutuskan untuk mempercayai-Nya! Hal terpenting untuk diingat dari semua ini adalah Yesus telah merasakan semua yang kamu alami, dan Dia benar-benar mengerti. Ia hidup di dunia sebagai seorang manusia, seorang manusia dengan segala masalah, seorang manusia yang mengalami berbagai perasaan manusia.
Setiap tahun manusia menghabiskan jutaan dolar untuk terapi untuk membantu mereka menghadapi perasaannya. Terkadang terapi membantu. Tapi kamu juga memiliki Pencipta perasaan yang siap membantumu setiap saat – gratis. Yang kamu perlu lakukan adalah memberikan-Nya sebuah kesempatan. Serius, coba saja! Dengan tulus, datanglah kepada Yesus dan berdoa. Katakana semua perasaanmu dan biarkan Ia mengatasinya. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku kamu yang lemah dan berbeban berat, dan Aku akan member kelegaan padamu.” Matius 11:28. Berilah kesempatan.

           
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?
            Ketika kamu tidak dalam suasana hati yang senang, perasaan itu sepertinya akan bertahan selamanya. Sangat mudah untuk tinggal dalam hal negatif dalam kehidupan dan melupakan hal baik yang terjadi. Jadi minggu ini, cobalah untuk tetap mencatat suka dan duka. Ketika kamu merasa senang, tulislah. Ketika kamu merasa tidak perdaya dan tidak mau bangun, tulislah. Di penghujung minggu, lihatlah ke belakang dan ingat semua perasaan senang, karena hal positif dalam hiduplah yang membuat hidup layak dijalani. Berfokus pada hal negatif, meskipun mudah, mengambil semua kesenangan.

J
Senang!
L
Apa Gunanya?
Tanggal:
Waktu   :
Komentar:



Tanggal:
Waktu   :
Komentar:




Tanggal:
Waktu   :
Komentar:



Tanggal:
Waktu   :
Komentar:




Tanggal:
Waktu   :
Komentar:



Tanggal:
Waktu   :
Komentar:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar