Pelajaran
2
Menghadapi
Emosi
Seorang
Manusia Biasa
14
Juli 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Filipi
4:13
Yohanes
16:33
2
Timotius 1:7
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi
siswa.)
“Pada
setiap pengajaran benar, elemen personal adalah penting. Kristus dalam pengajaran-Nya
berhadapan dengan manusia secara perorangan. Dengan komunikasi dan hubungan personal,
Yesus melatih kedua belas muridNya. Secara pribadi, seringkali kepada seorang
pendengar, Ia memberikan instruksi yang sangt berharga. Kepada Rabi yang
dihormati pada pertemuan malam hari di Bukit Zaitun, kepada wanita sundal di
sumur Sikhar, Ia menyingkapkan hartaNya yang paling
bernilai; karena kepada para pendengar
inilah Yesus melihat hati yang dapat dimenangkan, pikiran yang terbuka, roh
yang menerima. Bahkan terhadap orang banyak yang sering memperlambat langkahNya
Yesus
tidak memandang latar belakang kerumunan tersebut. Ia berbicara langsung kepada
setiap pikiran dan menyentuh setiap hati. Ia melihat setiap muka pendengarNya,
menandai sinar muka, pandangan terhadap reaksi yang cepat,
yang menandakan bahwa kebenaran telah menyentuh jiwa; dan di dalam hatiNya bergetar
harmoni sukacita simpati.“ (Counsels on
Sabbath School Work, pp 73, 74).
B.
Perihal “Menghadapi Emosi”
Mungkin hal tersulit menjadi seorang remaja
adalah mengalami emosi yang baru. Tiba-tiba para remaja
merasakan perasaan yang tidak pernah mereka alami sebelumnya. Seluruh dunia
mulai melihat dan merasa berbeda. Pertanyaan-pertanyaan berserakan di kepala,
dan mereka tidak tahu harus bagaimana
dengan perasaan baru ini. Mereka membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak
sendiri, bahwa mereka tidaklah kacau dan tanpa pengharapan. Jadi mereka terus
menerus mencari seseorang untuk mengidentifikasi dan berempati. Seringkali
mereka melarikan diri ke teman,
musik, atau fantasi khayalan.
Berhubungan dengan Tuhan mungkin adalah hal terakhir yang muncul di benak
mereka. Tuhan dan agama nampaknya tidak terjangkau oleh para remaja. Tuhan
sepertinya hal yang baik, tapi tidak praktikal dan aplikatif. Namun, Yesus adalah
bahu terakhir untuk menangis. Ia adalah pendengar terbaik yang pernah ada.
Ketika para remaja memahami hal ini, mereka akan diperlengkapi dengan lebih
baik untuk mengatasi emosi yang terus menerus menyerang mereka. Pelajaran ini
menunjukkan bagaimana Yesus dapat lebih terjangkau dan mendorong para remaja
untuk mempercayai-Nya atas segala masalah yang mereka miliki.
C.
Apa Tujuan “Menghadapi Emosi”
Sebagai hasil dari pelajaran ini,
kita ingin agar para siswa dapat:
- Memahami bahwa mereka bukan satu-satunya yang mengalami hal yang mereka rasakan.
- Menghadapi emosi mereka dengan cara yang efektif dan positif.
- Membangun hubungan yang lebih percaya dan terbuka dengan Yesus.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas A)
berbagai emosi yang ditulis di sticker; (Aktivitas B) pena atau pensil, kertas,
spidol, satu lembar papan poster, sebuah koin, sebuah meja.
Hubungan
– Alkitab,
pelajaran siswa, secarik kertas dengan ayat Alkitab.
Aplikasi
– Kertas, pena atau
pensil.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan ayat mana yang mereka
pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa untuk
“mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran
hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak
mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan
seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat pada skenario
yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri
dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika
kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia
untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø
Song Service
Ø
Cerita
Mision (cari tautan untuk Adventist
Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø
Laporan
proyek pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan semua
acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun,
perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi
(berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Minta siswa menyebutkan
berbagai emosi/perasaan (lihat chart pada halaman 8). Bila sudah terbentuk
sebuah daftar dengan 10 emosi/perasaan, pilih 2 sukarelawan yang mau untuk bermain peran.
Siap-siap
– Minta 2 sukarelawan
untuk bermain peran dengan skenario yang kamu berikan (seorang ibu yang yang
menasehati anaknya karena kamarnya yang berantakan, dua orang sahabat yang
berargumentasi tentang seorang lawan jenis, seorang ayah yang diberitahukan
oleh anaknya kalau dia menghancurkan mobil keluarga, dll). Berikan setiap
pemeran sebuah emosi dari daftarmu supaya digunakan ketika memainkan perannya.
Pergi
– Ketika mereka
memerankan skenario, meminta mereka untuk berganti-ganti emosi akan membuat
tertawa dan juga menekankan bagaimana emosi dapat berganti dengan mudah, khususnya
ketika masa remaja.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apakah beberapa cara yang kamu gunakan untuk mengekpresikan
perasaanmu? Mengapa iya atau mengapa tidak?
B.
Aktivitas Permulaan – Apa yang Saya Rasakan?
Persiapan
– Tuliskan berbagai
emosi pada sticker. (Lihat chart pada halaman 8)
Siap-siap
– Ketika setiap siswa
datang ke kelas, tempelkan tiga sticker di punggung mereka tanpa mereka tahu
isinya.
Pergi
– Biarkan siswa
berkeliling dan bertanya kepada siswa lain, “Apa yang saya rasakan?”
Satu-satunya respons yang diperbolehkan adalah memperagakan salah satu emosi
yang ada di punggung penanya tanpa bersuara. Bila penanya dapat menebak dengan
tepat salah satu emosi, maka sticker dapat dipindahkan ke depan depan mereka.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apakah beberapa cara untuk mengekspresikan perasaanmu? Apakah
penting untuk memahami perasaanmu? Mengapa iya atau mengapa tidak?
C.
Aktivitas Permulaan - Yesus Juga Mempunyai Perasaan
Persiapan
– Tujuan aktivitas
ini adalah untuk membantu siswa menyadari bahwa Yesus manusia seutuhnya dan
memiliki perasaan seperti mereka. Selama aktivitas, papan permainan dibuat dan
digunakan. Jika waktu tidak cukup, papan permainan dapat dibuat terlebih
dahulu. Pertama-tama, perkenalkan topik emosi, tekankan bahwa emosi adalah
wajar dan kita semua memilikinya.
Siap-siap
– Bagikan kertas dan
pensil dan minta siswa membuat daftar berbagai emosi yang mereka pernah alami.
Kemudian minta mereka menuliskan emosi yang Yesus alami ketika di bumi. Buat
sebuah daftar utama dengan dua kolom: Emosi yang siswa alami; emosi yang Yesus
alami. Jika daftar perasaan atau emosi Yesus lebih pendek dari daftar yang satu
lagi, gunakan kesempatan untuk membahas lebih jauh mengenai sifat manusia Yesus dan mungkin tambahkan
beberapa ide lain. Sekarang pindahkan daftar lengkap mengenai emosi ke papan
poster seperti yang terdapat pada diagram.
Pergi
– Gunakan papan
dengan menaruhnya di meja yang menempel ke tembok. Setiap siswa bergantian
melemparkan sebuah koin ke papan dari jarak yang cukup. Di emosi manapun koin
mendarat, pemain harus memikirkan sebuah situasi dari Alkitab dimana Yesus
mungkin merasakan perasaan tersebut. Siswa juga harus menjelaskan bagaimana
Yesus mengekspresikannya.
Bahkan
untuk membuat permainan lebih personal, minta siswa untuk menjelaskan sebuah
peristiwa ketika mereka mengalami emosi tertentu, dan bagaimana mereka
mengekpresikannya. Jika memungkinkan mereka juga harus mengatakan bagaimana
mereka dapat mengekpresikannya dengan lebih baik.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apakah pentingnya ketika Yesus benar-benar melalui pengalaman
manusia? Bagaimanakah mengetahui bahwa Yesus merasakan perasaan yang sama
dengan kamu, mempengaruhi hubunganmu dengan Yesus? Jika Yesus tidak pernah
merasakan emosi manusia, bagaimana hal tersebut mempengaruhi cara-Nya
berhubungan dengan orang lain?
D.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Pada tahun 1991, kelompok musik Pearl Jam
menulis sebuah lagu berjudul “Jeremy”. Lagu tersebut menceritakan seorang remaja
yang memiliki masalah emosi. Dia diejek di sekolah. Ketika di rumah, dia
menemukan dirinya berada dalam keluarga
yang menyedihkan. Bagian lirik lagu ada yang berbunyi, “Ayah tidak
memperdulikan kenyataan bahwa mama tidak peduli…” Dan suatu hari, Jeremy bertindak.
Dia tidak tahan lagi. Diasingkan, diejek, orang tua yang bermasalah – semuanya
terlalu menyakitkan. Jadi keesokan harinya dia pergi ke sekolah dengan membawa
sebuah senapan dan menembaki seisi kelas.
Video yang dibuat terlalu detail, terlalu mirip dengan keadaan keluarga orang
banyak, sehingga dilarang oleh MTV.
Tanya-jawab –
Katakan: Lagu ini sangat mengganggu karena menjelaskan bagaimana emosi dapat
mengambil alih kita kecuali kita belajar untuk menghadapinya.
Tanyakan: Apa yang
dapat dilakukan untuk mencegah
cerita berakhir seperti itu? Apa yang akan terjadi jika Jeremy memiliki
seseorang untuk berbicara, seseorang yang mengerti masalahnya?
Katakan: Penting
untuk memiliki seseorang untuk membicarakan masalahmu. Menyimpan semua emosimu
dapat berbahaya. Untungnya, ada orang lain yang siap mendengarkan engkau dan
membantu untuk lebih memahami emosimu: pendeta, pembimbing (konselor), guru,
orang tua, teman, dan yang paling penting – Yesus.
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan
dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Kamu
mungkin pernah mendengar ucapan “Pekerja yang bergembira adalah seorang pekerja
yang baik.” Hal ini nyata dalam kerajaan Allah. Kita menjadi agen kerajaan yang
lebih efektif ketika kita bergembira. Ketika kita memiliki control atas emosi
kita, kita menjadi saksi yang efektif di hadapan Allah. Hal ini mungkin lebih
mudah diucapkan daripada dilakukan.
Katakan
/ Tanyakan: Apa yang membantumu mengendallikan emosi lebih baik? Kita semua
memiliki cara yang berbeda dalam menghadapai emosi. Beberapa orang mungkin
membaca, beberapa mungkin berolahraga, beberapa mungkin mendengarkan music.
Tidak ada satu carapun yang sangat ampuh untuk mengendalikan emosi. Namun, hari
ini kita akan membahas salah satu cara yang paling efektif berdasarkan Alkitab.
B.
Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Katakan
kepada siswa bahwa ilustrasi dalam pelajaran siswa menceritakan pengalaman
seorang pria dari masa kanak-kanak sampai ajalnya. Dia memulai hidupnya sebagai
seorang lelaki biasa dari lingkungan yang buruk. Dia bertumbuh dan mengambil
alih bisnis keluarganya. Setelah beberapa waktu dia meninggalkan semuanya untuk
pergi berkeliling berbicara kepada orang-orang. Segera setelah itu, tersebar
berita bahwa dia adalah raksasa; sepertinya kemanapun dia pergi, akan timbul
keramaian. Dan di puncak ketenarannya, dia dikhianati oleh orang-orang
terdekatnya dan dieksekusi oleh pemerintah yang korup.
Tanyakan/Katakan:
Apakah menurutmu pria ini telah memerankan peranannya
dengan baik? Jelaskan. Pria ini sepertinya telah menjalani hidup dari berbagai sudut pandang. Dia memiliki kualitas seperti
seorang superstar, namun tetap cukup rendah hati untuk mau berhubungan dengan
orang-orang biasa. Dia memahami dan menolong orang-orang kaya dan miskin.
Tanyakan:
Apakah menurutmu kamu bisa berhubungan dengan pria ini? Mengapa iya dan mengapa
tidak?
C.
Hubungkan dengan Kehidupan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Yesus benar-benar memerankan perannya dengan
sangat baik. Ia menjalani peran sebagai seorang anak, remaja, pria pekerja,
pengkhotbah, guru, selebriti, dan yang lainnya di sela-sela menjalani tahap
tersebut. Setiap perasaan yang kamu rasakan telah Ia alami. Itu dapat
menghibur. Khususnya ketika kamu bingung dengan perasaan yang kamu rasakan.
Sangat melegakan mengetahui ada seseorang yang memahami perasaantersebut. Suatu
kepastian bahwa kamu tidak sendiri. Yesus, mengalami setia perasaan manusia,
dapat menjadi sumber utama. Siapakah manusia yang lebih berkualitas yang pernah
hidup dibandingkan dengan Ia yang diciptakan tidak hanya secara emosi tapi
mengalami-Nya juga?
Tanyakan:
Tapi dapatkah kamu melakukannya? Apakah kamu memiliki keberanian untuk
mempercayakan Yesus membantumu setiap hari menghadapi berbagai emosi yang
seringkali membingungkanmu?
D.
Hubungkan dengan Firman Tuhan
Bersama-sama
dengan seluruh siswa, atau dengan kelompok kecil, bagikan secarik kertas kecil
dengan menuliskan ayat berikut. Minta mereka untuk membaca ayat(ayat-ayat) yang
mereka dapat dan diskusikan apa yang dikatakan bagi warga surga yang dapat
membantu mereka memahami emosinya. Ketika waktu untuk diskusi berakhir, minta
setiap kelompok membagikan ayat mereka dan kesimpulannya.
- Filipi 4:4, 7
- Efesus 4:25-27
- 1 Yohanes 4:18-21
- Matius 5:4
- Matius 5:22-24
- Matius 5:43-48
- Lukas 7:32; 19:41; Yohanes 11:35
- Mazmur 126:5, 6
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Katakan: Sebagai manusia, kita
cenderung mencari seseorang yang mirip dengan kita, seseorang yang memahami
kita. Seperti berpacaran; kamu mencari seseorang dengan ketertarikan yang sama.
Pola yang sama juga terjadi ketika kita membutuhkan seseorang untuk
menceritakan perasaan kita. Menceritakan dan mengekspresikan perasaan kita
adalah cara yang sehat untuk menghadapinya. Seringkali ketika kamu mendengar
seseorang memiliki perasaan yang sama denganmu, kamu merasa lebih baik. Hal ini
membuktikan bahwa kamu tidak sendirian dalam menghadapi pikiran dan perasaanmu.
Tanyakan: Perasaan apa yang kamu
alami ketika kamu mendengar sebuah lagu yang menceritakan hal yang sama dengan
perasaan yang kamu rasakan? Kamu merasa baik bukan? Sekarang bukankah lebih
baik jika ada teman sejati yang akan menyatakan hal seperti itu selalu?
Seseorang yang selalu ada untuk semua masalah yang kamu alami, dan mereka akan
memahaminya? Mereka akan merespons dengan cara yang benar. Seseorang yang
mengenalmu sangat baik, yang mengetahui dengan pasti apa yang kamu butuhkan
ketika kamu membutuhkannya. Tanyakan: Kualitas-kualitas apakah yang seharusnya
dimiliki oleh orang tersebut?
Bentuk kelompok kecil yang terdiri dari tiga
atau empat siswa dan berikan kertas dan pena/pensil.
Katakan: Gunakan 5 menit atau lebih
untuk menciptakan sahabat sejati yang baru saja kita bicarakan. Buatlah sejelas
dan sekreatif mungkin. Tuliskan pekerjaan, latar belakang, kualitas yang
membuatnya sahabat yang luar biasa. Buatlah teman ini untuk memenuhi gagasanmu
mengenai sahabat yang sempurna.
Minta kelompok membagikan ide mereka ketika
mereka selesai.
Tanya
Jawab-Tanyakan: Siapa orang yang kamu tahu yang paling memenuhi kriteria tersebut?
Apakah menurutmu Yesus memenuhi kriteria sahabat sejati ini? Jelaskan.
Bagaimana Yesus dibandingkan dengan sahabat sejatimu?
Katakan:
Sadar atau tidak sadar, Yesus dapat menjadi sahabat sejati itu. Sebagai
Penciptamu, Ia mengetahui kamu lebih baik dari kamu mengetahui dirimu sendiri.
Yang dapat kamu lakukan adalah untuk member-Nya kesempatan. Percayai Yesus
dengan perasaanmu yang paling dalam dan
biarkan Ia membantumu.
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Apakah kamu merasa dapat pergi
kepada Yesus dengan seluruh masalah, emosimu atau sebaliknya? Mengapa iya atau
mengapa tidak?
2. Apa yang membuat sulit untuk
mendekati Yesus dengan masalahmu sehari-hari?
3. Siapakah beberapa orang yang
kepadanya kamu dapat bercerita? Apa yang membuatnya mudah untuk berbicara
kepada mereka?
4. Seberapa pentingkah untuk seseorang
mengalami hal yang sama sebelum membagikannya kepada orang lain? Apakah
mengalami suatu peristiwa cukup atau apakah kamu perlu untuk menghidupkan
sesuatu untuk memahaminya?
5. Apakah menurut pendapatmu penting
untuk menghadapi emosi daripada menyangkalnya? Mengapa iya atau mengapa tidak?
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Perasaan.
Kita semua memilikinya. Perasaan bisa menyenangkan pada suatu waktu dan
membingungkan pada kesempatan yang lain. Untuk benar-benar menghadapi
perasaanmu kamu perlu untuk memahaminya. Dan hal ini mungkin sulit dilakukan,
khususnya ketika kamu tidak tahu apa yang terjadi di benakmu.
Tapi
hari ini kita telah berbicara mengenai Yesus dan kesanggupan-Nya untuk
mengenali kita, karena Ia adalah salah satu dari kita. Kita telah melihat
kehidupan-Nya dan menemukan bahwa Ia adalah seorang manusia dengan perasaan
yang luar biasa. Ia pergi ke pesta. Ia merubah air menjadi anggur. Ia tertawa
dan menangis dengan teman-temanNya. Ia marah terhadap orang-orang Farisi dan
membubarkan transaksi bisnis di Kaabah.
Ia merasa dikhianati. Ia merasakan sukacita karena berkumpul kembali
dengan Bapa-Nya. Mungkin sekarang kamu benar-benar dapat berbicara dengan Yesus
dan merasa kamu telah menemukan orang yang kamu cari selama ini. Seseorang yang
memahamimu. Mungkin kamu merasa agak tidak percaya. Kamu mungkin berpikir ini
hal yang menarik, tapi berpikir jika akan berhasil. Yang mana saja tidak apa-apa,
tapi mengapa tidak mencobanya? Cobalah. Dengan sepenuh hati berikan Yesus
sebuah kesempatan sebagai seorang sahabatmu. Ketika kamu merasa senang,
ceritakan kepada-Nya. Katakan, “Terima kasih, Tuhan; hari ini luar biasa!”
Ketika kamu marah, ceritakan kepada-Nya. Ketika kamu merasa tidak sanggup untuk
melanjutkannya dan perlu beristirahat, beritahukan kepada-Nya. Ia ingin kamu
berbicara kepada-Nya. Ia sedang menunggu dan mendengarkan. Berikan kepada-Nya
sebuah kesempatan.
Marah
|
Sedih (Terluka)
|
Senang (Gembira)
|
Buruk (malu)
|
Takut
|
Marah
Tersinggung
Terluka
Berontak
Tidak sabar
Merasa jijik
Sangat marah
Terprovokasi
Terluka
Frustasi
Depresi
Kecewa
Benci
Sebal
|
Direndahkan
Terluka
Tersinggung
Disakiti
Kepedihan
Kecewa
Kedukaan
Terkucil
Berduka
Kesepian
Tak berpengharapan
Depresi
Sendirian
Ditolak
Cemburu
Iri
Tidak dicintai
Tidak bahagia
Kasihan
Hancur
Kacau
Hancur
Dikhianati
|
Sukacita
Kebanggaan
Gembira
Suka
Tertawa
Sangat senang
Perayaan
Damai
Puas
Tenang
Percaya diri
Lucu
Lelucon
Relaks
Konyol
Senang
Bebas
Dicintai
Dihargai
Berterima kasih
Baik
Nyaman
Antusias
Optimis
Riang
Energik
Didukung
|
Malu
Rendah diri
Hancur
Tidak sempurna
Dibenci
Terasing
Ditolak
Abnormal
Bersalah
Kecil
Tidak berharga
Direndahkan
|
Paranoid
Khawatir
Takut
Terintimidasi
Ketakutan
Tidak dipercaya
Kesulitan
Terancam
Tidak aman
Nervous
Panic
Waspada
Berbeban berat
Lemah
|
Pelajaran
2
Menghadapi
Emosi
Seorang
Manusia Biasa
14
Juli 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Seorang
Manusia Biasa
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Suatu waktu ada seorang pria yang
tumbuh di sebuah proyek, lingkungan terburuk untuk beberapa mil. Sebagai
seorang anak, dia memiliki penampilan biasa meskipun dia tidak bertingkah laku
seperti anak laki-laki seumurannya. Selalu ada sesuatu yng membuatnya terlihat
berbeda. Nampaknya dia selalu mempunyai tujuan untuk apapun yang dia lakukan.
Namun dia mengakhiri hidupnya dengan tidak membuat sesuatu yang membanggakan dirinya
dibandingkan dengan orang-orang penting sepanjang masa. Dia mengerjakan
pekerjaan yang biasa yang sama seperti ayahnya, dan generasi sebelumnya. Dia
masih tinggal di lingkungan yang sama, dengan anak-anak yang sama yang beranjak
dewasa dengannya. Namun ketika dia berusia tengah baya, sesuatu merubahnya.
Suatu hari dia pergi, tanpa
membereskan barang-barangnya. Dia meninggalkan semuanya – pekerjaan, rumah,
keluarga – segalanya. Dan dia mulai berjalan keliling negeri. Dia menjadi
pengajar keliling, pergi berkeliling untuk berbicara dengan segala jenis orang
dan membantu mereka dengan masalah-masalahnya. Dan dalam satu malam, dia
menjadi superstar. Orang-orang mengikutinya ke mana-mana! Mereka tidak pernah
merasa cukup bersamanya. Dia tidak mendapatkan waktu tenang sendirian! Dia
pergi mengunjungi temannya, dan terbentuklah keramaian. Dia mencoba untuk tidur
siang, dan ada kerumunan yang mencoba membangunkannya. Dari seorang biasa dari
lingkungan buruk, dia menjadi seorang selebriti.
Dalam sekejap pemerintah setempat mulai merasa
terancam dengan popularitas barunya. Mereka merasa bahwa dia bisa saja memulai
revolusi dan menghancurkan semua usaha yang telah mereka lakukan. Jadi mereka
mulai kampanye satu isu secara
besar-besaran. Mereka menyerangnya secara langsung. Memfitnahnya sebagai
seorang pembohong, pelangggar hukum bahkan setan itu sendiri. Mereka secara
perlahan menghasut keramaian untuk menentangnya, bahkan menghasut orang-orang
yang paling dekat dengannya. Mendekati akhir umurnya, salah satu sahabatnya menjual
dia ke aparat keamanan. Dan ketika mereka menangkapnya, orang-orang
disekitarnya berbalik darinya dan lari. Jadi dia menghadapi saat paling rendah,
paling menakutkan, paling lemah dalam kehidupannya. Dan dia harus menghadapinya
sendirian. Kemudian setelah itu, dalam satu malam, dia dicobai, dipenjara, dan
dihukum.
Selama waktu-Nya di dunia, Dia
mengalami setiap emosi yang bisa kita bayangkan. Dia merasakan kasih, amarah,
ketakutan, kebingungan, frustasi, dan tidak berdaya – semua yang kamu rasakan.
Dia dihina dan diabaikan. Kemudian Dia dipuji dan digandrungi, hanya untuk
dikhianati dan dibunuh. Dia bukanlah siapa-siapa di lingkungannya yang miskin.
Dia adalah seorang pria terkenal di kota. Setiap perasaan yang kamu alami, Dia
mengalaminya. Semua yang kamu rasakan, Dia rasakan juga.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Kamu
semua tahu bahwa Yesus telah merasakan setiap emosi yang kamu rasakan dan kamu
dapat pergi kepadaNya dengan semua masalahmu. Kamu tidak perlu diberitahukan
mengenai hal ini karena kamu telah mendengarnya sepanjang waktu. Tapi hal ini tidaklah
sesederhana yang dibayangkan. Berbicara dengan Yesus bisa saja sulit karena Dia
tidak dapat dilihat atau didengarkan langsung. Idealnya kita tinggal datang
membawa masalah kita, secara emosi dan lainnya, kepada-Nya dan hanya itu saja.
Kita akan mendapatkan damai seutuhnya. Namun, kadang-kadang tidaklah mudah
untuk merasa nyaman dengan seorangteman atau bahkan dengan sebuah lagu.
Sejujurnya, apakah kamu merasa bahwa
Yesus dapat berempati
terhadap apa yang kamu rasakan? Mengapa iya atau mengapa tidak? Siapa yang kamu
rasa sangat memahamimu? Apa yang membuat seseorang atau sesuatu lebih mudah
untuk lebih nyaman dibandingkan dengan orang lain atau sesuatu yang lain?
Masuk ke
www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah
untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Perasaan
seharusnya adalah hamba, bukan tuan – setidaknya bukan raja lalim.” – Robert H.
Benson, pengarang dan pendeta dari Inggris pada abad 19.
Ø “Emosi
tanpa ibadah tidaklah lebih dari huru-hara.” – Croft M. Pentz, pendeta dan
pengarang A.S saat ini.
Ø “Jangan
terlalu memikirkan perasaanmu. Ketika kamu merasa rendah hati, mengasihi,
berani, berterimakasihlah; ketika kamu merasa sombong, egois, tidak bernyali,
mintalah agar mereka pergi. Mungkin tidak semua perasaan kamu alami, tapi hanya
satu hal yang terjadi padamu. Yang penting adalah tujuan dan sikapmu.” – C. S.
Lewis, penulis dan akademisi
Kristen dari Inggris pada abad 20.
Ø “Tubuh
dan perasaan diberikan kepada saya, dan sia-sia jika saya menghukum diri
sendiri dengan merasa takut, tidak aman, egois, atau dendam sama halnya jika
saya marah kepada diri sendiri karena ukuran kaki saya. Saya tidak bertanggung
jawab dengan perasaan saya tapi atas apa yang saya lakukan ketika mengalaminya.”
Hugh Prather, pendeta, konselor, dan pengarang sari A. S saat ini.
Ø “Pemikiran
terpenting kita adalah yang bertentangan dengan perasaan kita.” - Paul Valery, penulis puisi dan filsuf Prancis
pada abad 20.
Ø “Tidaklah
bijak untuk menilai diri dan mempelajari perasaan kita. Jika kita melakukannya,
musuh akan menimbulkan kesulitan dan pencobaan yang melemahkan iman dan
menghancurkan keberanian. Untuk mempelajari perasaan kita dan memberi ruang
untuk perasaan kita, akan meningkatkan keraguan dan mengikat diri kita dengan
kebingungan. Gantinya mengandalkan diri, kita mengandalkan Yesus.” – Ellen G.
White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Kita semua dapat
terbebani oleh perasaan. Pada menit sebelumnya semua baik-baik saja, harimu
luar biasa. Pada menit berikutnya, kamu membuka kulkas dan mengetahui seseorang
telah menghabiskan es krimmu.
Harimu berubah. Kebahagiaan dan hati yang riang hilang. Yang kamu pikirkan
sekarang adalah Siapa yang telah
menghabiskan es krimku?
Kadang kita
membiarkan emosi kita mengambil bagian terbaik dari diri kita. Dan untuk alasan
yang tidak jelas, kita membiarkan sesuatu yang sepele seperti es krim
menghancurkan suasana hati kita. Salah satu bagian tersulit dari kehidupan
adalah menghadapi berbagai emosi yang kita rasakan. Sulit memahami perasaan ini
dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Bahkan ketika kita
tidak tahu apa yang kita rasakan, Alkitab berkata, “Demikian juga Roh membantu
kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus
berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan
keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma
8:26). Betapa melegakan mengetahui bahwa ada Seseorang yang memahami
perasaan kita – bahkan ketika kita tidak menyadarinya!
Rabu
Tuhan berkata…
Ayat-ayat
berikut adalah beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan
baik dan beberapa yang tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø Imamat 20:11
Ø 2 Samuel 11:2-4
Ø 2 Tawarik 32:26
Ø Keluaran 2:12
Ø Yohanes 18:10
Ø Markus 14:34
Ø Ayub 2:13
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pada minggu ini kamu telah mendengarkan berbagai
pendapat mengenai perasaan. Kamu telah membaca mengenai tokoh-tokoh dari
Alkitab yang telah mengalami perasaan yang sebenarnya. Kamu telah berhubungan
di dunia maya dan berbicara mengenai kesulitan dalam berbicara dengan Kristus. Bagaimana
sekarang? Apa yang harus kamu lakukan dengan semua informasi ini? Semoga, kamu
memutuskan untuk mempercayai-Nya! Hal terpenting untuk diingat dari semua ini
adalah Yesus telah merasakan semua yang kamu alami, dan Dia benar-benar mengerti. Ia hidup di dunia
sebagai seorang manusia, seorang manusia dengan segala masalah, seorang manusia
yang mengalami berbagai perasaan manusia.
Setiap tahun manusia menghabiskan jutaan dolar
untuk terapi untuk membantu mereka menghadapi perasaannya. Terkadang terapi
membantu. Tapi kamu juga memiliki Pencipta perasaan yang siap membantumu setiap
saat – gratis. Yang kamu perlu lakukan adalah memberikan-Nya sebuah kesempatan.
Serius, coba saja! Dengan tulus, datanglah kepada Yesus dan berdoa. Katakana
semua perasaanmu dan biarkan Ia mengatasinya. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku
kamu yang lemah dan berbeban berat, dan Aku akan member kelegaan padamu.” Matius 11:28. Berilah kesempatan.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Ketika
kamu tidak dalam suasana hati yang senang, perasaan itu sepertinya akan
bertahan selamanya. Sangat mudah untuk tinggal dalam hal negatif dalam
kehidupan dan melupakan hal baik yang terjadi. Jadi minggu ini, cobalah untuk
tetap mencatat suka dan duka. Ketika kamu merasa senang, tulislah. Ketika kamu
merasa tidak perdaya dan tidak mau bangun, tulislah. Di penghujung minggu,
lihatlah ke belakang dan ingat semua perasaan senang, karena hal positif dalam
hiduplah yang membuat hidup layak dijalani. Berfokus pada hal negatif, meskipun
mudah, mengambil semua kesenangan.
J
Senang!
|
L
Apa Gunanya?
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar