PELAJARAN 1:
MATERI BERIKUT UNTUK MENGHUBUNGKAN AKTIVITAS
1 Samuel 24: 1-22
Pelajaran 1
Menjadi Sempurna
Reaktor Baru dan Bersih
7 Juli 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di
bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Biji Kepunyaan Kaisar
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Bud Welch kehilangan anak
perempuannya yang berusia 23 tahun, Julie, dalam ledakan yang menghancurkan Murrah Federal Building di Kota
Oklahoma, Oklahoma, yang menewaskan 168 orang. Welch menghitung perjalanan
pribadi yang luar biasa untuk memaafkan yang dimulai dari tanggal 19 April
1995. “Sejak saya tahu kalau peristiwa itu karena bom,” Bud menulis, “Saya
hidup dalam kebencian.” Kemarahannya berfokus pada Timothy McVeigh dan Terry
Nichols, dan seperti yang lain, Bud berharap untuk kepastian hukuman dan
eksekusi mereka. Namun beberapa bulan setelah ledakan ketika dia melihat ayah
McVeigh di televisi, emosi Bud mulai menurun untuk pertama kalinya. Ya Tuhan, Bud mengingat berbicara kepada
dirinya sendiri, pria ini juga telah
kehilangan anaknya.
Poin menurun kedua dalam perjalanan
Bud tiba ketika dia mengunjungi lagi tempat kematian anaknya pada Januari 1996.
Bud memperhatikan sebuah pohon elm
dekat di mana Julie selalu memarkir mobilnya. Meskipun kerusakan terjadi karena
ledakan, pohon itu bertahan dan bahkan memiliki cabang baru. “Pemikiran yang
tiba-tiba muncul kemudian nampaknya tidak berhubungan dengan kehidupan baru,”
tulisnya. “Itu adalah pengetahuan baru yang pasti bahwa eksekusi McVeigh tidak
akan mengakhiri luka saya.” Tuntutan kematian dari Bud untuk McVeigh ditarik
dan tidak tanpa menarik perhatian orang-orang. Dia mulai menerima undangan
untuk berbicara mengenai perasaannya yang berubah, dan satu undangan berasal
dari Buffalo, New York, kediaman ayah McVeigh. Bud tahu bahwa itulah saatnya
mereka bertemu.
Pada 5 September 1998, Bud Welch
menemukan dirinya berada di rumah Bill McVeigh, seorang “pria pekerja buruh”
sepertinya. Dia juga menemui anak perempuan Bill, Jennifer, yang mengingatkan
Bud akan teman Julie. “Kita tidak bisa merubah masa lalu,” Bud berbicara kepada
Bill dan Jennifer, “tapi kita punya pilihan untuk masa depan.” Setelah
kunjungannya, Bud membuat sebuah kampanye untuk menyelamatkan pohon elm di luar Murrah Federal Building dari sebuah bulldozer, dan pohon itu
sekarang berdiri sebagai bagian dari peringatan terhadap korban 19 April. Pohon
itu juga menjadi peringatan untuk perjalanan luar biasa Bud Welch dari
kebencian menjadi pengampunan – dari seseorang yang dipenuhi kemarahan yang
meledak menjadi seorang “reaktor baru dan bersih”.
Minggu
Yang
Saya Pikirkan
Skenario
berikut berasal dari perkemahan musim panas.
Di kafetaria, Phil membuat sebuah
komentar mengenai Samantha yang nenbuatnya malu di depan semua orang. Banyak
anak perempuan dan laki-laki yang tertawa dengan keras sementara mereka yang
dekat dengan Samantha merasa malu. Yang membautnya lebih parah adalah Phi
benar-benar tidak sadar bahwa ia telah membuat Samantha malu. Dia melanjutkan
harinya seolah-olah tidak ada kejadian buruk yang telah terjadi. Samantha ingin
melakukan hal yang sama kepada Phil pada waktu yang tepat. Guru pembimbing
Samantha mengetahui dan mendukungnya untuk berbicara dengan Phil. Apa lagi
pilihan Samantha? Apa yang dapat membuatnya sangat puas? Apa yang dapat
membantu Phil merubah caranya memperlakukan orang lain? Apa yang akan kamu
sarankan untuk dilakukan oleh Samantha?
Masuk ke
www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa
yang Mereka Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah
untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø
“Mata
ganti mata hanya mengakibatkan seluruh orang buta.” – Mahatma Gandhi, pemimpin
nasionalis beragama Hindu pada abad 20.
Ø
“Jangan
marah, jangan membalas.” – Robert F. Kennedy, pengacara dan politisi A.S. pada
abad 20.
Ø
“Dia
(Eleanor Roosevelt) membalas dengan cara yang hampir paling kejam. Dia
memaafkan mereka.” – Ralph McGill, jurnalis A.S. pada abad 20.
Ø
“Balas
dendam tidak memiliki efek memuaskan yang lebih terhadap emosi dibandingkan
dengan air garam terhadap rasa dahaga.” Walter Weckler.
Ø
“Seorang
pemenang memperingatkan dan memaafkan; seorang pecundang terlalu pengecut untuk
memperingatkan dan terlalu kecil untuk mengampuni.” - Sidney J. Harris, jurnalis A.S. pada abad 20.
Ø
“Tuhan adalah kasih. Seperti sinar terang dari
matahari, kasih dan terang dan sukacita mengalir dari-Nya untuk semua
ciptaan-Nya…. Kehidupan-Nya adalah pancaran kasih yang tidak egois…. Ia
berpesan agar kita menjadi sempurna sebagaimana Ia sempurna…. Kita seharusnya
menjadi sumber terang dan berkat untuk lingkaran kecil kita, bahkan sebagaimana
Ia untuk dunia.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad
19.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Marilah jujur. Sementara
mudah megucapkan “Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan mengenai
saya,” kenyataannya tidaklah benar. Ketika orang lain memperlakukan kita tidak
adil atau merendahkan kita, kita akan terluka atau marah. Yesus menggunakan
ilustrasi mengenai seseorang yang menampar wajah kita atau mencuri barang
kepunyaan kita atau bahkan menggunakan kekuasaannya untuk merendahkan kita.
Tuhan tahu peristiwa yang menimpa kita tidak lebih sulit dari itu. Tetapi
tujuan-Nya bagi kita untuk mengalami kebebasan mengasihi orang lain tanpa
syarat, bahkan mereka yang peuh kebencian. Ia berjanji Ia akan memberikan kita
kuasa untuk melakukannya melalui kasih karunia-Nya.
Sifat alami ego manusia
adalah ketika seseorang memperlakukan kita dengan tidak adil, kita sangat
menginginkan untuk menyakiti mereka, paling tidak dengan perlakuan yang sama,
jika tidak lebih. Tuhan tahu jika kita tetap mengingat ketidakadilan yang
terjadi pada kita, itu akan menghancurkan kita. Ia juga tahu bahwa respons yang
paling efektif adalah respons yang mengasihi.
Yesus sedang tidak berpikir
jernih atau Ia memiliki rahasia sukacita kita. Ia memerintahkan kita untuk
“menjadi sempurna”. Tujuan-Nya adalah agar kita mencoba cara yang lain selain
dari cara dunia. Dapatkah kamu bayangkan apa yang akan terjadi pada dunia ini
jika setiap orang mencoba “cara yang lain”?
Rabu
Tuhan berkata…
Ø
Matius 5:38-48
Ø
Amsal 17:13
Ø
Imamat 19:17, 18
Ø
Amsal 20:22
Ø
Roma 12:14-21
Ø
(Tambahan:
1 Petrus 3:8-12; Amsal 24:29.)
Kamis
Apa Hubungan Semua
Ini Dengan Aku?
Sudah
dikatakan sebelumnya bahwa yang membuat Yesus sangat meminta kita adalah ia
percaya apa yang terbaik dari kita sementara mengetahui apa yang terburuk dari
kita. Yesus sebenarnya mempercayai adanya pahlwan yang tertidur di dalam diri
kita, meskipun terdapat sifat berdosa yang kita warisi. Melalui kuasa-Nya kita
sanggup mengsihi dengan sangat sempurna. Dan Tuhan meminta kita untuk
mempraktikkan kasih karunis seperti kerajaan Tuhan kepada mereka yang jahat.
Jika seseorang membencimu, kamu memiliki kepastian bahwa Tuhan mengasihimu.
Jika seseorang memperlakukanmu dengan tidak adil, kamu memiliki pilihan untuk
mengikat sirimu dengan peristiwa yang tidak baik atau hidup damai dan tidak
terikat dengan kemarahan.
Agar
dapat melakukannya, kita harus meminta Roh Kudus untuk membantu kita berpikir
seperti Allah. Tuhan melihat kesalahan dan kecenderungan kita yang buruk dan
melihat anak berharga yang bersikap bodoh, tapi memiliki potensi untuk hari
yang lebih baik. Tuhan melihat tingkah laku kita yang jahat dan berkata, “Ada cara
yang baik untuk mengatasi luka gantinya menyakiti orang lain.” Adakah orang
lain yang perlu kamu lepaskan dari amarahmu? Adakah peristiwa yang perlu kamu
lupakan? Minta kuasa untuk melakukannya.
Jumat
Bagaimana Cara Kerjanya?
Aplikasikan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam diagram
di bawah ini pada salah satu cerita yang diebutkan dalam pelajaran ini atau
satu cerita yang akrab bagimu untuk membahas topik balas dendam. Lihat jika
kamu dapat menemukan pertanyaan-pertanyaan ini bekerja, atau bagaimana
pertanyaan tersebut dapat membantu mengatasi keadaan dan mendapatkan sesuatu
yang baik dari sesuatu yang buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar