Jumat, 13 Juli 2012

Real Time Faith-II-III-2012-Murid



Pelajaran 2
Menghadapi Emosi
Seorang Manusia Biasa
14 Juli 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                 Seorang Manusia Biasa

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)
            Suatu waktu ada seorang pria yang tumbuh di sebuah proyek, lingkungan terburuk untuk beberapa mil. Sebagai seorang anak, dia memiliki penampilan biasa meskipun dia tidak bertingkah laku seperti anak laki-laki seumurannya. Selalu ada sesuatu yng membuatnya terlihat berbeda. Nampaknya dia selalu mempunyai tujuan untuk apapun yang dia lakukan. Namun dia mengakhiri hidupnya dengan tidak membuat sesuatu yang membanggakan dirinya dibandingkan dengan orang-orang penting sepanjang masa. Dia mengerjakan pekerjaan yang biasa yang sama seperti ayahnya, dan generasi sebelumnya. Dia masih tinggal di lingkungan yang sama, dengan anak-anak yang sama yang beranjak dewasa dengannya. Namun ketika dia berusia tengah baya, sesuatu merubahnya.
            Suatu hari dia pergi, tanpa membereskan barang-barangnya. Dia meninggalkan semuanya – pekerjaan, rumah, keluarga – segalanya. Dan dia mulai berjalan keliling negeri. Dia menjadi pengajar keliling, pergi berkeliling untuk berbicara dengan segala jenis orang dan membantu mereka dengan masalah-masalahnya. Dan dalam satu malam, dia menjadi superstar. Orang-orang mengikutinya ke mana-mana! Mereka tidak pernah merasa cukup bersamanya. Dia tidak mendapatkan waktu tenang sendirian! Dia pergi mengunjungi temannya, dan terbentuklah keramaian. Dia mencoba untuk tidur siang, dan ada kerumunan yang mencoba membangunkannya. Dari seorang biasa dari lingkungan buruk, dia menjadi seorang selebriti.
            Dalam sekejap pemerintah setempat mulai merasa terancam dengan popularitas barunya. Mereka merasa bahwa dia bisa saja memulai revolusi dan menghancurkan semua usaha yang telah mereka lakukan. Jadi mereka mulai kampanye satu isu secara besar-besaran. Mereka menyerangnya secara langsung. Memfitnahnya sebagai seorang pembohong, pelangggar hukum bahkan setan itu sendiri. Mereka secara perlahan menghasut keramaian untuk menentangnya, bahkan menghasut orang-orang yang paling dekat dengannya. Mendekati akhir umurnya, salah satu sahabatnya menjual dia ke aparat keamanan. Dan ketika mereka menangkapnya, orang-orang disekitarnya berbalik darinya dan lari. Jadi dia menghadapi saat paling rendah, paling menakutkan, paling lemah dalam kehidupannya. Dan dia harus menghadapinya sendirian. Kemudian setelah itu, dalam satu malam, dia dicobai, dipenjara, dan dihukum.
            Selama waktu-Nya di dunia, Dia mengalami setiap emosi yang bisa kita bayangkan. Dia merasakan kasih, amarah, ketakutan, kebingungan, frustasi, dan tidak berdaya – semua yang kamu rasakan. Dia dihina dan diabaikan. Kemudian Dia dipuji dan digandrungi, hanya untuk dikhianati dan dibunuh. Dia bukanlah siapa-siapa di lingkungannya yang miskin. Dia adalah seorang pria terkenal di kota. Setiap perasaan yang kamu alami, Dia mengalaminya. Semua yang kamu rasakan, Dia rasakan juga.


 
            Minggu
          Yang Saya Pikirkan
            Kamu semua tahu bahwa Yesus telah merasakan setiap emosi yang kamu rasakan dan kamu dapat pergi kepadaNya dengan semua masalahmu. Kamu tidak perlu diberitahukan mengenai hal ini karena kamu telah mendengarnya sepanjang waktu. Tapi hal ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Berbicara dengan Yesus bisa saja sulit karena Dia tidak dapat dilihat atau didengarkan langsung. Idealnya kita tinggal datang membawa masalah kita, secara emosi dan lainnya, kepada-Nya dan hanya itu saja. Kita akan mendapatkan damai seutuhnya. Namun, kadang-kadang tidaklah mudah untuk merasa nyaman dengan seorangteman atau bahkan dengan sebuah lagu.
            Sejujurnya, apakah kamu merasa bahwa Yesus dapat berempati terhadap apa yang kamu rasakan? Mengapa iya atau mengapa tidak? Siapa yang kamu rasa sangat memahamimu? Apa yang membuat seseorang atau sesuatu lebih mudah untuk lebih nyaman dibandingkan dengan orang lain atau sesuatu yang lain?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Perasaan seharusnya adalah hamba, bukan tuan – setidaknya bukan raja lalim.” – Robert H. Benson, pengarang dan pendeta dari Inggris pada abad 19.
Ø “Emosi tanpa ibadah tidaklah lebih dari huru-hara.” – Croft M. Pentz, pendeta dan pengarang A.S  saat ini.
Ø “Jangan terlalu memikirkan perasaanmu. Ketika kamu merasa rendah hati, mengasihi, berani, berterimakasihlah; ketika kamu merasa sombong, egois, tidak bernyali, mintalah agar mereka pergi. Mungkin tidak semua perasaan kamu alami, tapi hanya satu hal yang terjadi padamu. Yang penting adalah tujuan dan sikapmu.” – C. S. Lewis, penulis dan akademisi Kristen dari Inggris pada abad 20.
Ø “Tubuh dan perasaan diberikan kepada saya, dan sia-sia jika saya menghukum diri sendiri dengan merasa takut, tidak aman, egois, atau dendam sama halnya jika saya marah kepada diri sendiri karena ukuran kaki saya. Saya tidak bertanggung jawab dengan perasaan saya tapi atas apa yang saya lakukan ketika mengalaminya.” Hugh Prather, pendeta, konselor, dan pengarang sari A. S saat ini.
Ø “Pemikiran terpenting kita adalah yang bertentangan dengan perasaan kita.” -  Paul Valery, penulis puisi dan filsuf Prancis pada abad 20.
Ø “Tidaklah bijak untuk menilai diri dan mempelajari perasaan kita. Jika kita melakukannya, musuh akan menimbulkan kesulitan dan pencobaan yang melemahkan iman dan menghancurkan keberanian. Untuk mempelajari perasaan kita dan memberi ruang untuk perasaan kita, akan meningkatkan keraguan dan mengikat diri kita dengan kebingungan. Gantinya mengandalkan diri, kita mengandalkan Yesus.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Kita semua dapat terbebani oleh perasaan. Pada menit sebelumnya semua baik-baik saja, harimu luar biasa. Pada menit berikutnya, kamu membuka kulkas dan mengetahui seseorang telah menghabiskan es krimmu. Harimu berubah. Kebahagiaan dan hati yang riang hilang. Yang kamu pikirkan sekarang adalah Siapa yang telah menghabiskan es krimku?
Kadang kita membiarkan emosi kita mengambil bagian terbaik dari diri kita. Dan untuk alasan yang tidak jelas, kita membiarkan sesuatu yang sepele seperti es krim menghancurkan suasana hati kita. Salah satu bagian tersulit dari kehidupan adalah menghadapi berbagai emosi yang kita rasakan. Sulit memahami perasaan ini dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Bahkan ketika kita tidak tahu apa yang kita rasakan, Alkitab berkata, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26). Betapa melegakan mengetahui bahwa ada Seseorang yang memahami perasaan kita – bahkan ketika kita tidak menyadarinya!


Rabu
Tuhan berkata…

Ayat-ayat berikut adalah beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan baik dan beberapa yang tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø Imamat 20:11
Ø 2 Samuel 11:2-4
Ø 2 Tawarik 32:26
Ø Keluaran 2:12
Ø Yohanes 18:10
Ø Markus 14:34
Ø Ayub 2:13

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pada minggu ini kamu telah mendengarkan berbagai pendapat mengenai perasaan. Kamu telah membaca mengenai tokoh-tokoh dari Alkitab yang telah mengalami perasaan yang sebenarnya. Kamu telah berhubungan di dunia maya dan berbicara mengenai kesulitan dalam berbicara dengan Kristus. Bagaimana sekarang? Apa yang harus kamu lakukan dengan semua informasi ini? Semoga, kamu memutuskan untuk mempercayai-Nya! Hal terpenting untuk diingat dari semua ini adalah Yesus telah merasakan semua yang kamu alami, dan Dia benar-benar mengerti. Ia hidup di dunia sebagai seorang manusia, seorang manusia dengan segala masalah, seorang manusia yang mengalami berbagai perasaan manusia.
Setiap tahun manusia menghabiskan jutaan dolar untuk terapi untuk membantu mereka menghadapi perasaannya. Terkadang terapi membantu. Tapi kamu juga memiliki Pencipta perasaan yang siap membantumu setiap saat – gratis. Yang kamu perlu lakukan adalah memberikan-Nya sebuah kesempatan. Serius, coba saja! Dengan tulus, datanglah kepada Yesus dan berdoa. Katakana semua perasaanmu dan biarkan Ia mengatasinya. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku kamu yang lemah dan berbeban berat, dan Aku akan member kelegaan padamu.” Matius 11:28. Berilah kesempatan.

           
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?
            Ketika kamu tidak dalam suasana hati yang senang, perasaan itu sepertinya akan bertahan selamanya. Sangat mudah untuk tinggal dalam hal negatif dalam kehidupan dan melupakan hal baik yang terjadi. Jadi minggu ini, cobalah untuk tetap mencatat suka dan duka. Ketika kamu merasa senang, tulislah. Ketika kamu merasa tidak perdaya dan tidak mau bangun, tulislah. Di penghujung minggu, lihatlah ke belakang dan ingat semua perasaan senang, karena hal positif dalam hiduplah yang membuat hidup layak dijalani. Berfokus pada hal negatif, meskipun mudah, mengambil semua kesenangan.

J
Senang!
L
Apa Gunanya?
Tanggal:
Waktu   :
Komentar:



Tanggal:
Waktu   :
Komentar:




Tanggal:
Waktu   :
Komentar:



Tanggal:
Waktu   :
Komentar:




Tanggal:
Waktu   :
Komentar:



Tanggal:
Waktu   :
Komentar:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar