Pelajaran
2
Menghadapi
Emosi
Seorang
Manusia Biasa
14
Juli 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Seorang
Manusia Biasa
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Suatu waktu ada seorang pria yang
tumbuh di sebuah proyek, lingkungan terburuk untuk beberapa mil. Sebagai
seorang anak, dia memiliki penampilan biasa meskipun dia tidak bertingkah laku
seperti anak laki-laki seumurannya. Selalu ada sesuatu yng membuatnya terlihat
berbeda. Nampaknya dia selalu mempunyai tujuan untuk apapun yang dia lakukan.
Namun dia mengakhiri hidupnya dengan tidak membuat sesuatu yang membanggakan dirinya
dibandingkan dengan orang-orang penting sepanjang masa. Dia mengerjakan
pekerjaan yang biasa yang sama seperti ayahnya, dan generasi sebelumnya. Dia
masih tinggal di lingkungan yang sama, dengan anak-anak yang sama yang beranjak
dewasa dengannya. Namun ketika dia berusia tengah baya, sesuatu merubahnya.
Suatu hari dia pergi, tanpa
membereskan barang-barangnya. Dia meninggalkan semuanya – pekerjaan, rumah,
keluarga – segalanya. Dan dia mulai berjalan keliling negeri. Dia menjadi
pengajar keliling, pergi berkeliling untuk berbicara dengan segala jenis orang
dan membantu mereka dengan masalah-masalahnya. Dan dalam satu malam, dia
menjadi superstar. Orang-orang mengikutinya ke mana-mana! Mereka tidak pernah
merasa cukup bersamanya. Dia tidak mendapatkan waktu tenang sendirian! Dia
pergi mengunjungi temannya, dan terbentuklah keramaian. Dia mencoba untuk tidur
siang, dan ada kerumunan yang mencoba membangunkannya. Dari seorang biasa dari
lingkungan buruk, dia menjadi seorang selebriti.
Dalam sekejap pemerintah setempat mulai merasa
terancam dengan popularitas barunya. Mereka merasa bahwa dia bisa saja memulai
revolusi dan menghancurkan semua usaha yang telah mereka lakukan. Jadi mereka
mulai kampanye satu isu secara
besar-besaran. Mereka menyerangnya secara langsung. Memfitnahnya sebagai
seorang pembohong, pelangggar hukum bahkan setan itu sendiri. Mereka secara
perlahan menghasut keramaian untuk menentangnya, bahkan menghasut orang-orang
yang paling dekat dengannya. Mendekati akhir umurnya, salah satu sahabatnya
menjual dia ke aparat keamanan. Dan ketika mereka menangkapnya, orang-orang
disekitarnya berbalik darinya dan lari. Jadi dia menghadapi saat paling rendah,
paling menakutkan, paling lemah dalam kehidupannya. Dan dia harus menghadapinya
sendirian. Kemudian setelah itu, dalam satu malam, dia dicobai, dipenjara, dan
dihukum.
Selama waktu-Nya di dunia, Dia
mengalami setiap emosi yang bisa kita bayangkan. Dia merasakan kasih, amarah,
ketakutan, kebingungan, frustasi, dan tidak berdaya – semua yang kamu rasakan.
Dia dihina dan diabaikan. Kemudian Dia dipuji dan digandrungi, hanya untuk
dikhianati dan dibunuh. Dia bukanlah siapa-siapa di lingkungannya yang miskin.
Dia adalah seorang pria terkenal di kota. Setiap perasaan yang kamu alami, Dia
mengalaminya. Semua yang kamu rasakan, Dia rasakan juga.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Kamu
semua tahu bahwa Yesus telah merasakan setiap emosi yang kamu rasakan dan kamu
dapat pergi kepadaNya dengan semua masalahmu. Kamu tidak perlu diberitahukan
mengenai hal ini karena kamu telah mendengarnya sepanjang waktu. Tapi hal ini tidaklah
sesederhana yang dibayangkan. Berbicara dengan Yesus bisa saja sulit karena Dia
tidak dapat dilihat atau didengarkan langsung. Idealnya kita tinggal datang
membawa masalah kita, secara emosi dan lainnya, kepada-Nya dan hanya itu saja.
Kita akan mendapatkan damai seutuhnya. Namun, kadang-kadang tidaklah mudah
untuk merasa nyaman dengan seorangteman atau bahkan dengan sebuah lagu.
Sejujurnya, apakah kamu merasa bahwa
Yesus dapat berempati
terhadap apa yang kamu rasakan? Mengapa iya atau mengapa tidak? Siapa yang kamu
rasa sangat memahamimu? Apa yang membuat seseorang atau sesuatu lebih mudah
untuk lebih nyaman dibandingkan dengan orang lain atau sesuatu yang lain?
Masuk ke
www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah
untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Perasaan
seharusnya adalah hamba, bukan tuan – setidaknya bukan raja lalim.” – Robert H.
Benson, pengarang dan pendeta dari Inggris pada abad 19.
Ø “Emosi
tanpa ibadah tidaklah lebih dari huru-hara.” – Croft M. Pentz, pendeta dan
pengarang A.S saat ini.
Ø “Jangan
terlalu memikirkan perasaanmu. Ketika kamu merasa rendah hati, mengasihi,
berani, berterimakasihlah; ketika kamu merasa sombong, egois, tidak bernyali,
mintalah agar mereka pergi. Mungkin tidak semua perasaan kamu alami, tapi hanya
satu hal yang terjadi padamu. Yang penting adalah tujuan dan sikapmu.” – C. S.
Lewis, penulis dan akademisi
Kristen dari Inggris pada abad 20.
Ø “Tubuh
dan perasaan diberikan kepada saya, dan sia-sia jika saya menghukum diri
sendiri dengan merasa takut, tidak aman, egois, atau dendam sama halnya jika
saya marah kepada diri sendiri karena ukuran kaki saya. Saya tidak bertanggung
jawab dengan perasaan saya tapi atas apa yang saya lakukan ketika mengalaminya.”
Hugh Prather, pendeta, konselor, dan pengarang sari A. S saat ini.
Ø “Pemikiran
terpenting kita adalah yang bertentangan dengan perasaan kita.” - Paul Valery, penulis puisi dan filsuf Prancis
pada abad 20.
Ø “Tidaklah
bijak untuk menilai diri dan mempelajari perasaan kita. Jika kita melakukannya,
musuh akan menimbulkan kesulitan dan pencobaan yang melemahkan iman dan
menghancurkan keberanian. Untuk mempelajari perasaan kita dan memberi ruang
untuk perasaan kita, akan meningkatkan keraguan dan mengikat diri kita dengan
kebingungan. Gantinya mengandalkan diri, kita mengandalkan Yesus.” – Ellen G.
White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Kita semua dapat
terbebani oleh perasaan. Pada menit sebelumnya semua baik-baik saja, harimu
luar biasa. Pada menit berikutnya, kamu membuka kulkas dan mengetahui seseorang
telah menghabiskan es krimmu.
Harimu berubah. Kebahagiaan dan hati yang riang hilang. Yang kamu pikirkan
sekarang adalah Siapa yang telah menghabiskan
es krimku?
Kadang kita
membiarkan emosi kita mengambil bagian terbaik dari diri kita. Dan untuk alasan
yang tidak jelas, kita membiarkan sesuatu yang sepele seperti es krim
menghancurkan suasana hati kita. Salah satu bagian tersulit dari kehidupan
adalah menghadapi berbagai emosi yang kita rasakan. Sulit memahami perasaan ini
dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Bahkan ketika kita
tidak tahu apa yang kita rasakan, Alkitab berkata, “Demikian juga Roh membantu
kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus
berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan
keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma
8:26). Betapa melegakan mengetahui bahwa ada Seseorang yang memahami
perasaan kita – bahkan ketika kita tidak menyadarinya!
Rabu
Tuhan berkata…
Ayat-ayat
berikut adalah beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan
baik dan beberapa yang tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø Imamat 20:11
Ø 2 Samuel 11:2-4
Ø 2 Tawarik 32:26
Ø Keluaran 2:12
Ø Yohanes 18:10
Ø Markus 14:34
Ø Ayub 2:13
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pada minggu ini kamu telah mendengarkan berbagai
pendapat mengenai perasaan. Kamu telah membaca mengenai tokoh-tokoh dari
Alkitab yang telah mengalami perasaan yang sebenarnya. Kamu telah berhubungan
di dunia maya dan berbicara mengenai kesulitan dalam berbicara dengan Kristus. Bagaimana
sekarang? Apa yang harus kamu lakukan dengan semua informasi ini? Semoga, kamu
memutuskan untuk mempercayai-Nya! Hal terpenting untuk diingat dari semua ini
adalah Yesus telah merasakan semua yang kamu alami, dan Dia benar-benar mengerti. Ia hidup di dunia
sebagai seorang manusia, seorang manusia dengan segala masalah, seorang manusia
yang mengalami berbagai perasaan manusia.
Setiap tahun manusia menghabiskan jutaan dolar
untuk terapi untuk membantu mereka menghadapi perasaannya. Terkadang terapi
membantu. Tapi kamu juga memiliki Pencipta perasaan yang siap membantumu setiap
saat – gratis. Yang kamu perlu lakukan adalah memberikan-Nya sebuah kesempatan.
Serius, coba saja! Dengan tulus, datanglah kepada Yesus dan berdoa. Katakana
semua perasaanmu dan biarkan Ia mengatasinya. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku
kamu yang lemah dan berbeban berat, dan Aku akan member kelegaan padamu.” Matius 11:28. Berilah kesempatan.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Ketika
kamu tidak dalam suasana hati yang senang, perasaan itu sepertinya akan
bertahan selamanya. Sangat mudah untuk tinggal dalam hal negatif dalam
kehidupan dan melupakan hal baik yang terjadi. Jadi minggu ini, cobalah untuk
tetap mencatat suka dan duka. Ketika kamu merasa senang, tulislah. Ketika kamu
merasa tidak perdaya dan tidak mau bangun, tulislah. Di penghujung minggu,
lihatlah ke belakang dan ingat semua perasaan senang, karena hal positif dalam
hiduplah yang membuat hidup layak dijalani. Berfokus pada hal negatif, meskipun
mudah, mengambil semua kesenangan.
|
J
Senang!
|
L
Apa Gunanya?
|
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tanggal:
Waktu :
Komentar:
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar