Pelajaran
3
Meghadapi
Rasa Bersalah dan Rasa Takut
Terdiam
Karena Rasa Takut
21
Juli 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Yesaya
44:8
Lukas
1:74
Filipi
1:14
1
Yohanes 4:18
Roma
8:15
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi
siswa.)
“Saya
sering mengunjungi saudara dan berdoa dengan sungguh-sungguh bersama mereka
yang tertekan karena rasa takut dan putus asa. Iman saya sangat kuat sehingga
saya tidak pernah ragu bila Tuhan akan menjawab doa saya, dan tanpa satu
pengecualian pun, berkat dan
damai dari Kristus turun atas kita ketika menjawab permohonan kita, dan hati
yang putus asa menjadi bersukacita karena terang dan harapan.“ (Testimonies for the Church, pp 73, 74).
B.
Perihal “Menghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut”
Rasa takut dan rasa bersalah adalah perasaan
yang paling melumpuhkan yang dapat dialami seseorang. Kita perlu membuang
bayangan gelap atas kehidupan kita karena dapat mencegah pertumbuhan kita.
Ketika di bawah beban rasa takut dan rasa bersalah, kamu menjadi tidak bergerak,
tidak dapat melangkah maju dalam kehidupan. Manusia perlu merasakan kelegaan; manusia perlu merasa bahwa mereka
bebas dari rasa takut dan rasa bersalah yang mereka miliki. Hal ini adalah
benar khususnya untuk anak remaja yang sangat perlu bertumbuh dan melangkah ke
depan. Secara terus menerus mereka mencari jalan untuk keluar dari perasaan
ini. Mereka butuh dikuatkan. Mereka
perlu diberitahukan bahwa Tuhan melakukan segala sesuatu demi kebaikan kita.
Dan yang paling penting, mereka perlu tahu bahwa dengan Tuhan, mereka dapat
memiliki hidup yang bebas dari rasa takut dan rasa bersalah.
C.
Apa Tujuan “Menghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut”
Sebagai hasil dari pelajaran ini,
kita ingin agar para siswa dapat:
- Memahami dampak dari rasa bersalah dan rasa takut dalam kehidupan mereka.
- Memahami penyebab dari perasaan ini.
- Mempercayai Yesus sepenuhnya untuk bebas dari rasa bersalah dan rasa takut.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas A) 8
kartu indeks, kertas dan pensil; (Aktivitas B) lembar latihan phobia, pensil, hadiah-hadiah
kecil.
Hubungan
– Alkitab,
pelajaran siswa.
Aplikasi
– 5 kartu indeks
untuk setiap siswa, pena atau pensil, kotak, kantong sampah.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan ayat mana yang mereka
pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa untuk
“mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran
hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak
mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan
seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat pada skenario
yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri
dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika
kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia
untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø
Song Service
Ø
Laporan
proyek pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan semua
acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun,
perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi
(berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan – Setuju atau Tidak Setuju?
Persiapan
– Bagi siswa menjadi
6 kelompok. Jika siswa terlalu sedikit untuk membentuk 6 kelompok, hapus
beberapa pernyataan untuk diskusi.
Siap-siap
– Buat meja untuk 6
kelompok dengan kartu indeks pada setiap meja dengan salah satu topik diskusi
berikut.
Meja 1
Kamu
sedang mengendarai wahana Space Mountain di
Disney World. Kamu menyadari kalau kamu berteriak sekuat tenaga dalam rasa
takut. Rasa takut ini bodoh. Kamu seharusnya berusaha sebaik mungkin untuk
mengabaikan atau menekannya.
Meja 2
Kamu
ketahuan bolos. Kamu bisa saja diskors. Kamu ketakutan. Kamu seharusnya merasa
takut.
Meja 3
“Di
dalam kasih tidak ada ketakutan; kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;
sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di
dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18)
Meja 4
Sebuah pengumuman
mengenai tornado baru saja diberitahukan. Kamu tahu kalau badai bisa saja
menyerangmu dalam perjalanan karena beberapa tornado sering melanda kotamu.
Kamu ketakutan. Rasa takut ini kekanak-kanakan. Kamu harus mencoba untuk
mengabaikan atau menekan rasa takutmu.
Meja 5
“Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada
siapakah aku harus takut?” (Mazmur 27:1).
Berdasarkan ayat ini, umat Kristen seharusnya tidak takut apappun.
Meja 6
“Rasa
takut itu bagus.” – Ben Sharpton.
Pergi
– Minta setiap
kelompok pergi ke setiap meja untuk membaca, kemudian mendiskusikan pernyataannya.
Kemudian setiap kelompok memutuskan untuk setuju atau tidak setuju dengan pernyataan
tersebut. Minta setiap kelompok untuk mencatat setiap keputusan mereka. Setelah
setiap diskusi kecil, setiap kelompok berotasi. Setelah semua kelompok
mengunjungi semua meja jumlahkan semua keputusan untuk setiap pernyataan dan
diskusikan hasilnya.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apakah ada rasa takut yang didiskusikan yang berhubungan
denganmu? Apa yang membuatnya menakutkan? Ketakutan apa yang cenderung kita
buat-buat? Bagaimana kamu merespons rasa takut?
B.
Aktivitas Permulaan – Phobia
Persiapan
– Berbincanglah
mengenai rasa takut dan berbagai phobia yang kamu miliki. Tanya siswa mengenai
beberapa ketakutan yang mereka miliki (takut ketinggian, takut berbicara di
depan umum, atau yang lainnya).
Siap-siap
– Bagi siswa ke dalam
beberapa kelompok. Kemudian bagikan lembaran mengenai phobia. Kemudian bagikan
lembaran latihan phobia pada hal 8 ,
dan pensil. Berikan setiap kelompok 10 menit untuk menjodohkan nama phobia dan
keterangan mengenai phobia tersebut.
Pergi
– Berikan hadiah
kepada kelompok dengan jawaban paling benar.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Ketakutan apa yang paling mengejutkan kamu yang terdapat
dalam daftar? Menurut pendapatmu mengapa beberapa orang dengan benda-benda yang
nampaknya sangat menggelikan? Mengapa kamu terkadang membiarkan rasa takut
menyelimuti dirimu? Apakah penangkal rasa takut?
C.
Ilustrasi Permulaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan cerita berikut:
Hari ini adalah ujian tengah semester (UTS)
untuk aljabar. Bob yang
berusia 14 tahun banyak berkeringat. Dia tidak pernah dapat memahami pelajaran
ini. Seberapa keras dia berusaha, seberapa banyak dia mendengarkan, seberapa
banyak catatan yang dibuat, dia tidak mengerti. Tapi sekarang sedang UTS. Bob
duduk di kursinya menunggu tes selesai. Setelah beberapa saat yang terasa
berjam-jam, gurunya masuk dan seperti biasa mengumumkan bahwa ada hal darurat
dan tes akan diadakan dengan dasar rasa percaya. Tidak akan ada yang mengawasi hari ini – dia mempercayai mereka. Bob tercengang;
sepertinya doanya dijawab! Dia dapat bertanya kepada teman dengan mudahnya.
Tidak ada kelas musim panas untuknya!
Minggu
berikutnya Bob menerima hasil tesnya dan hasilnya tentu saja sempurna dan
gurunya memuji atas perkembangannya yang luar biasa. Tapi ada yang terasa tidak
benar. Dia terus memikirkan apa yang telah dia lakukan dan bagaimana dia
berhasil karenanya. Tiba-tiba dia menjadi paranoia (ketakutan yang amat sangat). Bagaimana jika ada yang melihatnya
menyontek dan mengadukannya? Bagaimana kalau orang tuanya tahu? Semua
pertanyaan ini, semua ketakutan ini terlalu berat baginya. Kemudian dia merasa
bersalah – sangat bersalah. Dia mengingat semua kenangan yang mengingatkannya
untuk tidak menyontek, setiap saat dia berjanji untuk tidak menyontek. Tapi
apapun yang dia lakukan sekarang tidak dapat merubah apa yang telah dia lakukan.
Dan itu membuatnya merasa lebih bersalah.
Bob
sekarang sangat bingung. Dia dapat mengaku bahwa dia menyontek dan bebas dari
rasa takut dan rasa bersalah atau dia tetap mempertahankan nilai A+ dan
menderita dengan perasaan bersalahnya. Apa yang harus dia lakukan?
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apa yang akan kamu lakukan jika kamu adalah Bob? Apakah
beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi rasa takut dan rasa
bersalah? Menurut pendapatmu apa yang seharusnya Bob lakukan?
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan
dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Perasaan
seperti rasa bersalah dan rasa takut telah ada dari dahulu kala. Kita dapat
melihat tokoh-tokoh di Alkitab – Adam, Abraham, Yunus, dll – bergumul dengan
perasaan terebut. Satu hal yang membuat tokoh-tokoh yang mengagumkan ini
berbeda adalah kemampuan untuk mengatasi rasa beraslah dan rasa takut.
Rasa
bersalah dan rasa takut melanda kita; inilah kenyataannya. Yang penting adalah
bagaimana kita mengalahkannya. Kegunaan kita sebagai wakil kerajaan Tuhan
dipengaruhi oleh bagaimana kita menghadapi rasa bersalah dan rasa takut. Bagian
penting menjadi bagian kerajaan adalah mewakili Allah dengan sebaik mungkin
sementara memenangkan lebih banyak jiwa ke dalam kerajaan. Hal ini akan sulit
dilakukan jika kamu diliputi rasa takut. Adalah sukar untuk mempercayai Allah
yang Maha Tahu dan Maha Kuasa ketika umat Kristen terlalu takut untuk mengakui
Tuhan sebagai Allahnya. Sulit untuk mempercayai Allah yang Maha Pengampun bila
umat yang mempercayai Allah tersebut diliputi rasa kasihan dan bersalah. Kita
semua adalah wakil kerajaan Allah. Itu adalah pernyataan yang keras. Dengan
adanya pernyataan tersebut, datang tanggung jawab, tanggung jawab untuk menjadi
umat Kristen terbaik semampumu, perwakilan Allah yang terbaik. 1 Yohanes 4:18
memberikan kita beberapa ide bagaimana hal ini saling berhubungan.
Minta
siswa secara sukarela membuka dan membaca ayat-ayat dari pelajaran siswa dan
juga ayat-ayat dari bagian awal penuntun guru. Setelah membaca setiap ayat,
minta siswa memberikan masukan mengenai saran atau informasi yang harus
diberitahukan kepada seorang umat surga bagaimana mereka seharusnya menghadapi
rasa takut dan rasa bersalah.
B.
Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta
seseorang sebelumnya untuk membaca atau menceritakan cerita dari pelajaran hari
Sabat. Ceritakan semuanya kecuali paragraph terakhir.
Tanyakan:
Menurut kamu apakah masalah orang-orang tersebut? (Mungkin mereka terlalu berfokus pada diri
mereka sendiri dan emosinya sehingga mereka tidak tersentuh oleh apapun, bahkan
oleh pembunuhan.)
Bacakan paragraph terakhir.
Tanyakan:
Mengapa hidup dengan perasaan dan sikap seperti itu menghalangi menghidupkan
kehidupan yang efektif sebagai umat kerajaan? (Dalam kasus Kiity Genovese, rasa takut menahan
orang-orang, yang sebenarnya bisa menyelamatkannya, untuk datang
menyelamatkannya. Ketakutan mereka bertindak mengambil nyawa Kitty.) Apakah ada saat untuk takut dan saat untuk
tidak takut?
C.
Hubungkan dengan Kehidupan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Di dalam Alkitab, ada contoh-contoh yang mana
rasa takut dan rasa bersalah menahan orang-orang mencapai puncak potensinya.
Yang pertama adalah Adam. Dia merasa sanagt bersalah setelah melanggar perintah
Allah sehingga dia lari dan bersembunyi ketika Allah memanggilnya. Ketakutan
Yunus untuk pergi ke Niniwe mencegahnya untuk melakukan apa yang Tuhan minta
dia lakukan. Kemudian, dalam kapal menuju Tarsus dia merasa bersalah dan
tanggung jawab atas masalah badai laut. Hal yang sama masih terjadi sampai
sekarang. Bertahan dalam rasa takut dan rasa bersalah adalah berbahaya bagi
perkembangan kita sebagai orang Kristen.
Minta
siswa membuka dan membaca 1 Yohanes
4:18.
Tanyakan:
Menurut pendapatmu bagaimana kasih, ketakutan, dan rasa bersalah berhubungan?
Beralihlah
terhadap daftar ayat Alkitab dari pelajaran siswa, atau tuliskan ayat-ayat
tersebut di tempat di mana semua siswa dapat melihatnya. Minta agar setiap ayat
dibacakan oleh seorang siswa. Bersama-sama, atau dalam kelompok kecil, minta
siswa mempresentasikan sebuah pengalaman
yang mungkin terjadi dalam kehidupan para remaja dini yang mana janji tertentu
mungkin bermakna spesial. Contohnya, Yohanes
16:33 mungkin bermakna khususnya bagi seseorang yang keluarganya berpisah.
Jika
memungkinkan, berikan siswa ayat-ayat dan buat sebuah daftar tentang semua yang
mereka pelajarai mengenai pengampunan Allah: 1 Yohanes 1:9; Yesaya 43:25; Mazmur 103:11, 12; Ibrani 10:17; Matius
18:21-35; 1 Korintus 13:5; Roma 8:1-4.
Tanya
Jawab – Tanyakan/Katakan: Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan Firman
Tuhan sebagai penghiburan pada waktu kesusahan. Tanyakan: Apa yang membuat
beberapa ayat yang telah kita baca spesial untukmu? Mengetahui janji-janji
Alkitab dan mengetahui bahwa Allah bersama denganmu setiap waktu dapat
memberikan sebuah pertolongan yang besar, khususnya ketika kamu sedang
menghadapi rasa bersalah dan rasa takut.
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Bagikan 5 kartu indeks dan pena atau pensil
kepada setiap siswa. Minta mereka untuk menulis satu rasa takut atau rasa
bersalah (jangan terlalu pribadi) pada setiap kartu dan inisial mereka di sisi
lainnya. Kemudian bawa sebuah kotak atau wadah yang lebih besar dan biarkan
siswa secara bergiliran (atau bersama-sama) berusaha memasukkan kartu mereka ke
dalam kotak tanpa menekuk atau melipatnya.
Setelah
waktu yang sudah ditentukan, keluarkan kartu dari kotak dan hitung pilihan yang
mereka tulis untuk menemukan pemenangnya (jangan membacakannya terlalu keras).
Kembalikan kartu kepada pemiliknya.
Katakan: Kita baru saja mempelajari
bahwa untuk mengatasi rasa bersalah dan rasa takut kita harus menuntut
janji-janji dalam Alkitab dan percaya bahwa Allah akan menggenapinya. Mari
membaca satu ayat tambahan: 1 Petrus 5:7.
Setelah membaca ayat tersebut,
kumpulkan semua kartu dalam sebuha plastik, atau robekkan kartu, panjatkan
sebuah doa untuk meminta apa yang dijanjikan dalam 1 Petrus 5:7.
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Ketakutan apa saja yang
mengganggumu?
2. Mengapa rasa takut dapat
menghalangimu menjadi saksi yang baik?
3. Apakah beberapa hal yang dapat
dihalangi oleh rasa takut untuk diselesaikan?
4. Bilakah, jika pernah, rasa bersalah
menjadi hal yang baik?
5. Apa yang menyebabkan seseorang
merasa bersalah?
6. Apakah beberapa cara biasa yang
dilakukan orang-orang untuk menghadapi rasa bersalah?
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Sekarang
kamu seharusnya sudah diperlengkapi dengan semua senjata yang kamu perlukan
untuk memerangi serangan sewaktu-waktu dari rasa bersalah dan rasa takut.
Diperlengkapi dengan kuasa doa dan penghiburan dari Firman Tuhan, kamu berada
di jalur yang benar untuk dapat menghadapi perasaan gila yang diberikan hidup
kepadamu. Dan ingat senjata yang paling ampuh – Yesus. Ketika kamu merasa
tersesat dansendirian, panggillah Dia. Percaya Yesus untuk mengangkat rasa
takut dan membebaskanmu dari rasa bersalah.
Kunci
Jawab untuk “Phobia – Apa yang Membuatmu Takut? (halaman 8)
Ablutophobia,
18(takut mencuci atau mandi); Anablephobia, 7(takut melihat ke atas);
Arachibutyrophobia, 14(takut selai kacang menempel di langit-langit mulut);
Arithmophobia, 5(takut angka); Autodysomophobia, 19(takut akan seseorang yang
bau badan); Cathisophobia, 8(takut duduk); Francophobia, 9(takut Prancis atau
budayanya); Hippopotomonstrosesquippedaliophobia, 12(takut kata-kata yang
panjang); Homilophobia, 17(takut terhadap khotbah-khotbah); Hydrophobia,
20(takut air atau rabies); Koinoniphobia, 2(takut akan ruangan);
Linonophobia, 6(takut benang); Melophobia, 4(takut atau benci musik);
microphobia, 10(takut benda-benda kecil); Optophobia, 11(takut membuka mata
seseorang); phobophobia, 3(takut phobia); tyrannophobia, 16(takut terhadap
orang-orang yang kejam); Venustraphobia, 1(takut wanita cantik);
Xanthophobia, 13(takut warna kuning atau kata “kuning”); Zeusophobia,
15(takut Tuhan atau dewa-dewa).
|
Untuk
Pelajaran 3:
Lembar
Kerja ini adalah untuk Aktivitas Permulaan.
____________________________________________________________________________________________
Phobia
– Apa Yang Membuatmu Takut?
Berdasarkan www.phobialist.com, ada
530 phobia yang diidentifikasi di dunia. Coba jika kamu dapat menjodohkan nama
phobia dengan ketakutannya. Tulis nomor keterangan rasa takut pada kolom nama
phobia.
Ablutophobia
……………………………
|
1. Takut
wanita cantik
|
|
Anablephobia
…………………………….
|
2. Takut
akan ruangan
|
|
Arachibutyrophobia
………………………….
|
3. Takut phobia
|
|
Arithmophobia …………………………………
|
4. Takut
atau benci musik
|
|
Autodysomophobia …………………………..
|
5. Takut angka
|
|
Cathisophobia …………………………………
|
6. Takut benang
|
|
Francophobia ………………………………….
|
7. Takut
melihat ke atas
|
|
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia...
|
8. Takut duduk
|
|
Homilophobia …………………………….
|
9. Takut
Prancis atau budayanya
|
|
Hydrophobia
………………………………
|
10. Takut benda-benda kecil
|
|
Koinoniphobia ………………………………….
|
11. Takut
membuka mata seseorang
|
|
Linonophobia …………………………………..
|
12. Takut
kata-kata yang panjang
|
|
Melophobia ……………………………………
Microphobia
……………………………….
|
13. Takut
warna kuning atau kata “kuning”
|
|
Optophobia
……………………………….
Phobophobia …………………………………..
|
14. Takut
selai kacang menempel di langit-langit mulut
|
|
Tyrannophobia …………………………………
|
15. Takut Tuhan atau dewa-dewa
|
|
Venustraphobia ………………………………..
Xanthophobia ………………………………….
|
16. Takut terhadap orang-orang yang kejam
|
|
Zeusophobia ……………………………………
|
17. Takut terhadap
khotbah-khotbah
|
|
18. Takut mencuci atau mandi
|
||
19. Takut akan seseorang yang bau
badan
|
||
20. Takut air atau rabies
|
Pelajaran
3
Menghadapi
Rasa Bersalah dan Rasa Takut
Terdiam
Karena Rasa Takut
21
Juli 2012
Ø Ayat
hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan
hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Terdiam Karena Rasa
Takut
(Menurut pendapatmu, apa hubungan
antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)
13
Maret 1964. Sudah lewat dari tengah malam, beberapa jam sebelum subuh. Kitty
Genovese pulang ke rumah setelah bekerja. Tepat sebelum memasuki apartemennya,
dia diserang oleh seorang pria dengan sebuah pisau. “Saya ditusuk. Tolong saya!
Tolong!” dia berteriak. Segera lampu-lampu dari apartemen sekitarnya menyala.
Si pembunuh segera pergi. Tapi tidak ada seorangpun yang datang menolongnya.
Beberapa menit kemudiaan, lampu-lampu padam. Si pembunuh kembali untuk
meyelesaikan pekerjaannya. Ketika dia berteriak, ketika itu juga lampu-lampu
kembali menyala dan si pembunuh lari. Hal ini terulang sampai tiga kali. Pada
kesempatan yang ketiga, si pembunuh menyelesaikan pekerjaannya dan diam-diam
menghilang.
Selama
serangan 35 menit, 38 orang menonton dari apartemennya yang aman. Tidak
seorangpun yang datang menyelamatkannya. Dipenuhi dengan perasaan takut, mereka
tidak memiliki tanggung jawab moral atau rasa
peka. Mereka duduk diam sementara seseorang dibunuh secara brutal.
Segera
setelah kejadian Kitty Genovese, ahli sosial mulai menyelidiki perkara ini
dengan harapan mereka dapat menjelaskan “fenomena” tersebut. Mereka
menyimpulkan bahwa kurangnya rasa kasihan dan empati dari saksi dikarenakan
perasaan pribadi dan jauh dari orang lain.
Para
saksi, untuk membenarkan tindakannya, berkata, “Kami takut,” “Saya capek,”
“Kami tidak mau terlibat.” – Diambil dari artikel New York Times, 27 Maret 1964.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Beberapa
tahun kemudian, mudah untuk duduk dan menghakimi orang-orang yang ada di
apartemen. Kita dapat duduk dengan aman di rumah dan mengatakan seseorang
sedang melakukan sesuatu, berlari keluar dan menyelamatkan wanita itu,
membantunya dengan beberapa cara. Tapi coba kamu berada pada posisi yang sama.
Bayangkan kamu sedang duduk di rumah dan malammu yang damai terganggu oleh
teriakan seorang wanita yang ditusuk sampai mati. Kamu berlari ke jendela untuk
mengetahui apa yang terjadi. Pada saat serangan terjadi, kamu diliputi emosi,
ketakutan, amarah, ketidakadilan, dan terkejut. Apa yang kamu lakukan? Apakah
kamu membantu wanita itu? Apakah kamu membiarkan ketakutan menghalangimu?
Apakah rasa bersalah mempengaruhi tindakanmu? Kekuatan apa yang dimiliki rasa
bersalah dan rasa takut dalam hidupmu?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa
kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang
lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana
pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya?
Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah
sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan
pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø
“Kamu
harus langsung menatap matanya dan membuat mereka merasa bersalah.” – Elizabeth
Brinton, anggota pramuka berusia 13 tahun, ketika menjelaskan bagaimana dia
berhasil menjual 11.200 kotak kue.
Ø
“Air
mata pertobatan menghapuskan rasa bersalah.” – peribahasa Latin.
Ø
“Keberanian
adalah daya tahan terhadap rasa takut, menguasai rasa takut – bukan ketiadaan
rasa takut.” – Mark Twain, penulis A.S. pada abad 19.
Ø
“Survei
membuktikan bahwa ketakutan no. 1 penduduk A.S. adalah berbicara di depan umum.
No. 2 adalah kematian. Kematian adalah no 2! Hal ini membuktika bahwa orang
Amerika lebih memilih berada dalam peti mati daripada melakukan pidato.”Jerry
Seinfield, comedian A. S saat ini.
Ø
“Orang
dewasa takut mati sebagaimana anak kecil takut gelap.” - Francis Bacon, filsuf Inggris pada abad 16.
Ø
“Setiap
manusia bersalah atas setiap hal baik yang tidak mereka lakukan.” – Voltaire, filsuf Prancis pada abad 18.
Ø
“Perasaan
damai tidak ada pada pikiran yang bersalah.” – Juvenal, penulis puisi dan
pengarang satire dari Roma pada abad 1.
Ø
“Satu-satunya
hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu – tidak bernama, tidak beralasan,
tidak dibenarkan, sebuah ancaman yang melumpuhkan yang membutuhkan suatu usaha
untuk merubah kemunduran menjadi kemajuan yang pesat.” - Franklin Delano
Roosevelt (1882-1945), president A.S. ke-32.
Ø
“Emosi
tertua dan terkuat dari manusia adalah rasa takut.” – H.P. Lovecraft, penulis
A.S. pada abad 20.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Di
dunia, ada 530 phobia yang teridentifikasi. Yang menjelaskan banyak ketakutan
orang-orang. Manusia takut akan air hingga api hingga budaya Prancis. Mungkin
kamu tidak memiliki rasa takut yang melumpuhkan, atau mungkin kamu memilikinya.
Tapi sesuatu yang dimiliki setiap orang adalah rasa bersalah. Rasa bersalah membuat
hidup kita seperti dibayang-bayangi.
Rasa
bersalah dan rasa takut telah yang ada
di dunia sejak semula. Adam dan Hawa bersembunyi dari Tuhan di taman karena
mereka merasa bersalah atas apa yang mereka telah lakukan. Abraham berbohong
kepada Firaun karena dia takut dibunuh dan Sarah akan diambil.
Hanya
ada satu cara untuk melawan dua emosi ini – percaya. Percayalah Allah
sepenuhnya. Karena hanya Ia yang punya kuasa untuk mengampuni dan mengangkat
rasa bersalah. Alkitab berkata, “Sebab Allah memberikankepada kita bukan roh
ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Gunakan roh itu;
jangan bersembunyi di belakang awan rasa bersalah dan rasa takut. Percayalah Allah
dan gunakan kekuatan yang Ia berikan kepadamu.
Rabu
Tuhan berkata…
Ayat-ayat berikut adalah beberapa
contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan baik dan beberapa yang
tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø
2 Timotius 1:7
Ø
Ulangan 20:3, 4
Ø
Yosua 10:25
Ø
Mazmur 27:1
Ø
Mazmur 23:4
Ø
Mazmur 56:3, 4
Ø
Matius 10:31
Ø
Yohanes 16:33
Ø
1 Yohanes 4:18
Ø
(Ayat
tambahan: Yesaya 43:25; Mazmur 103:11, 12; Matius 18:21-35; Yohanes 16:33; Roma
8:1-4; 1 Korintus 13:5; 2 Timotius 1:7; Ibrani 10:17; 1 Yohanes 1:9)
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini dengan Aku?
Sebagai seorang
Kristen, kita tahu bahwa Allah memperhatikan kita setiap waktu. Kamu telah
mendengar isi Mamur 23 dibaca dan
dibaca lagi. Kita tahu bahwa pengampunan diberikan secara gratis bagi kita
semua yang memintanya. Tetapi rasa bersalah dan rasa takut dapat menguasai
kehidupanmu. Kamu mendengar berita tentang penembakan di televisi, dan tiba-tiba kamu takut
meninggalkan rumah. Kamu melakukan kesalahan satu kali dan merasa bersalah
selama berminggu-minggu. Bukankah jelas lebih mudah untuk mempercayai Allah yang akan melindungimu? Bukankah stress
berkurang jika kita meminta pengampunan? Berharap bisa semudah ini? Tapi memang
inilah kenyataannya.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Sebuah
produk baru yang disebut “Kantung rasa bersalah yang dapat dibuang” muncul di
pasaran. Produk tersebut berisi satu set yangterdiri dari 10 kantung coklat
biasa yang mana setiap kantung tertera instruksi berikut: “Tempatkan tas dengan
tepat pada mulut, tarik nafas
dalam-dalam dan hembuskan semua rasa bersalah, kemudian buang kantung
secepatnya.” Ajaibnya, Associated Press melaporkan
bahwa 2500 set terjual cepat dengan harga $2.50 per setnya. Betapa mudahnya
jika kita dapat membuang rasa bersalah seperti itu! Tidak ada benda di dunia
ini yang cukup kuat untuk membuang rasa bersalah. Kita tidak dapat menyembuhkan
diri kita sendiri, yang mana setiap orang mencoba melakukannya. Yang membuat
kita dapat diampuni, dibersihkan, disembuhkan, menerima kembali hidup yang
segar, bersih dan baru adalah kuasa kasih karunia Allah di kayu salib melalui
Yesus Kristus.