Selasa, 28 Agustus 2012

Real Time Faith-3-III-2012-Guru


Pelajaran 3
Meghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut
Terdiam Karena Rasa Takut
21 Juli 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Yesaya 44:8
Lukas 1:74
Filipi 1:14
1 Yohanes 4:18
Roma 8:15
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)
            “Saya sering mengunjungi saudara dan berdoa dengan sungguh-sungguh bersama mereka yang tertekan karena rasa takut dan putus asa. Iman saya sangat kuat sehingga saya tidak pernah ragu bila Tuhan akan menjawab doa saya, dan tanpa satu pengecualian pun, berkat dan damai dari Kristus turun atas kita ketika menjawab permohonan kita, dan hati yang putus asa menjadi bersukacita karena terang dan harapan.“ (Testimonies for the Church, pp 73, 74).

B. Perihal “Menghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut”
            Rasa takut dan rasa bersalah adalah perasaan yang paling melumpuhkan yang dapat dialami seseorang. Kita perlu membuang bayangan gelap atas kehidupan kita karena dapat mencegah pertumbuhan kita. Ketika di bawah beban rasa takut dan rasa bersalah, kamu menjadi tidak bergerak, tidak dapat melangkah maju dalam kehidupan. Manusia perlu merasakan kelegaan; manusia perlu merasa bahwa mereka bebas dari rasa takut dan rasa bersalah yang mereka miliki. Hal ini adalah benar khususnya untuk anak remaja yang sangat perlu bertumbuh dan melangkah ke depan. Secara terus menerus mereka mencari jalan untuk keluar dari perasaan ini. Mereka butuh dikuatkan. Mereka perlu diberitahukan bahwa Tuhan melakukan segala sesuatu demi kebaikan kita. Dan yang paling penting, mereka perlu tahu bahwa dengan Tuhan, mereka dapat memiliki hidup yang bebas dari rasa takut dan rasa bersalah.

C. Apa Tujuan “Menghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Memahami dampak dari rasa bersalah dan rasa takut dalam kehidupan mereka.
  2. Memahami penyebab dari perasaan ini.
  3. Mempercayai Yesus sepenuhnya untuk bebas dari rasa bersalah dan rasa takut.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) 8 kartu indeks, kertas dan pensil; (Aktivitas B) lembar latihan phobia, pensil, hadiah-hadiah kecil.
Hubungan – Alkitab, pelajaran siswa.
Aplikasi – 5 kartu indeks untuk setiap siswa, pena atau pensil, kotak, kantong sampah.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.

A. Aktivitas Permulaan – Setuju atau Tidak Setuju?
Persiapan – Bagi siswa menjadi 6 kelompok. Jika siswa terlalu sedikit untuk membentuk 6 kelompok, hapus beberapa pernyataan untuk diskusi.

Siap-siap – Buat meja untuk 6 kelompok dengan kartu indeks pada setiap meja dengan salah satu topik diskusi berikut.
            Meja 1
            Kamu sedang mengendarai wahana Space Mountain di Disney World. Kamu menyadari kalau kamu berteriak sekuat tenaga dalam rasa takut. Rasa takut ini bodoh. Kamu seharusnya berusaha sebaik mungkin untuk mengabaikan atau menekannya.
            Meja 2
            Kamu ketahuan bolos. Kamu bisa saja diskors. Kamu ketakutan. Kamu seharusnya merasa takut.
            Meja 3
            “Di dalam kasih tidak ada ketakutan; kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18)




            Meja 4
            Sebuah pengumuman mengenai tornado baru saja diberitahukan. Kamu tahu kalau badai bisa saja menyerangmu dalam perjalanan karena beberapa tornado sering melanda kotamu. Kamu ketakutan. Rasa takut ini kekanak-kanakan. Kamu harus mencoba untuk mengabaikan atau menekan rasa takutmu.
            Meja 5
            “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” (Mazmur 27:1). Berdasarkan ayat ini, umat Kristen seharusnya tidak takut apappun.
            Meja 6
            “Rasa takut itu bagus.” – Ben Sharpton.

Pergi – Minta setiap kelompok pergi ke setiap meja untuk membaca, kemudian mendiskusikan pernyataannya. Kemudian setiap kelompok memutuskan untuk setuju atau tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Minta setiap kelompok untuk mencatat setiap keputusan mereka. Setelah setiap diskusi kecil, setiap kelompok berotasi. Setelah semua kelompok mengunjungi semua meja jumlahkan semua keputusan untuk setiap pernyataan dan diskusikan hasilnya.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apakah ada rasa takut yang didiskusikan yang berhubungan denganmu? Apa yang membuatnya menakutkan? Ketakutan apa yang cenderung kita buat-buat? Bagaimana kamu merespons rasa takut?

B. Aktivitas Permulaan – Phobia
Persiapan – Berbincanglah mengenai rasa takut dan berbagai phobia yang kamu miliki. Tanya siswa mengenai beberapa ketakutan yang mereka miliki (takut ketinggian, takut berbicara di depan umum, atau yang lainnya).

Siap-siap – Bagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Kemudian bagikan lembaran mengenai phobia. Kemudian bagikan lembaran latihan phobia pada hal 8 , dan pensil. Berikan setiap kelompok 10 menit untuk menjodohkan nama phobia dan keterangan mengenai phobia tersebut.

Pergi – Berikan hadiah kepada kelompok dengan jawaban paling benar.

Tanya Jawab – Tanyakan: Ketakutan apa yang paling mengejutkan kamu yang terdapat dalam daftar? Menurut pendapatmu mengapa beberapa orang dengan benda-benda yang nampaknya sangat menggelikan? Mengapa kamu terkadang membiarkan rasa takut menyelimuti dirimu? Apakah penangkal rasa takut?

C. Ilustrasi Permulaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan cerita berikut:
            Hari ini adalah ujian tengah semester (UTS) untuk aljabar. Bob yang berusia 14 tahun banyak berkeringat. Dia tidak pernah dapat memahami pelajaran ini. Seberapa keras dia berusaha, seberapa banyak dia mendengarkan, seberapa banyak catatan yang dibuat, dia tidak mengerti. Tapi sekarang sedang UTS. Bob duduk di kursinya menunggu tes selesai. Setelah beberapa saat yang terasa berjam-jam, gurunya masuk dan seperti biasa mengumumkan bahwa ada hal darurat dan tes akan diadakan dengan dasar rasa percaya. Tidak akan ada yang mengawasi hari ini – dia mempercayai mereka. Bob tercengang; sepertinya doanya dijawab! Dia dapat bertanya kepada teman dengan mudahnya. Tidak ada kelas musim panas untuknya!
            Minggu berikutnya Bob menerima hasil tesnya dan hasilnya tentu saja sempurna dan gurunya memuji atas perkembangannya yang luar biasa. Tapi ada yang terasa tidak benar. Dia terus memikirkan apa yang telah dia lakukan dan bagaimana dia berhasil karenanya. Tiba-tiba dia menjadi paranoia (ketakutan yang amat sangat). Bagaimana jika ada yang melihatnya menyontek dan mengadukannya? Bagaimana kalau orang tuanya tahu? Semua pertanyaan ini, semua ketakutan ini terlalu berat baginya. Kemudian dia merasa bersalah – sangat bersalah. Dia mengingat semua kenangan yang mengingatkannya untuk tidak menyontek, setiap saat dia berjanji untuk tidak menyontek. Tapi apapun yang dia lakukan sekarang tidak dapat merubah apa yang telah dia lakukan. Dan itu membuatnya merasa lebih bersalah.
            Bob sekarang sangat bingung. Dia dapat mengaku bahwa dia menyontek dan bebas dari rasa takut dan rasa bersalah atau dia tetap mempertahankan nilai A+ dan menderita dengan perasaan bersalahnya. Apa yang harus dia lakukan?

Tanya Jawab – Tanyakan: Apa yang akan kamu lakukan jika kamu adalah Bob? Apakah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi rasa takut dan rasa bersalah? Menurut pendapatmu apa yang seharusnya Bob lakukan?

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Perasaan seperti rasa bersalah dan rasa takut telah ada dari dahulu kala. Kita dapat melihat tokoh-tokoh di Alkitab – Adam, Abraham, Yunus, dll – bergumul dengan perasaan terebut. Satu hal yang membuat tokoh-tokoh yang mengagumkan ini berbeda adalah kemampuan untuk mengatasi rasa beraslah dan rasa takut.
            Rasa bersalah dan rasa takut melanda kita; inilah kenyataannya. Yang penting adalah bagaimana kita mengalahkannya. Kegunaan kita sebagai wakil kerajaan Tuhan dipengaruhi oleh bagaimana kita menghadapi rasa bersalah dan rasa takut. Bagian penting menjadi bagian kerajaan adalah mewakili Allah dengan sebaik mungkin sementara memenangkan lebih banyak jiwa ke dalam kerajaan. Hal ini akan sulit dilakukan jika kamu diliputi rasa takut. Adalah sukar untuk mempercayai Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa ketika umat Kristen terlalu takut untuk mengakui Tuhan sebagai Allahnya. Sulit untuk mempercayai Allah yang Maha Pengampun bila umat yang mempercayai Allah tersebut diliputi rasa kasihan dan bersalah. Kita semua adalah wakil kerajaan Allah. Itu adalah pernyataan yang keras. Dengan adanya pernyataan tersebut, datang tanggung jawab, tanggung jawab untuk menjadi umat Kristen terbaik semampumu, perwakilan Allah yang terbaik. 1 Yohanes 4:18 memberikan kita beberapa ide bagaimana hal ini saling berhubungan.
            Minta siswa secara sukarela membuka dan membaca ayat-ayat dari pelajaran siswa dan juga ayat-ayat dari bagian awal penuntun guru. Setelah membaca setiap ayat, minta siswa memberikan masukan mengenai saran atau informasi yang harus diberitahukan kepada seorang umat surga bagaimana mereka seharusnya menghadapi rasa takut dan rasa bersalah.

B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau menceritakan cerita dari pelajaran hari Sabat. Ceritakan semuanya kecuali paragraph terakhir.
           
Tanyakan: Menurut kamu apakah masalah orang-orang tersebut? (Mungkin mereka terlalu berfokus pada diri mereka sendiri dan emosinya sehingga mereka tidak tersentuh oleh apapun, bahkan oleh pembunuhan.)
            Bacakan paragraph terakhir.

Tanyakan: Mengapa hidup dengan perasaan dan sikap seperti itu menghalangi menghidupkan kehidupan yang efektif sebagai umat kerajaan? (Dalam kasus Kiity Genovese, rasa takut menahan orang-orang, yang sebenarnya bisa menyelamatkannya, untuk datang menyelamatkannya. Ketakutan mereka bertindak mengambil nyawa Kitty.) Apakah ada saat untuk takut dan saat untuk tidak takut?

C. Hubungkan dengan Kehidupan
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Di dalam Alkitab, ada contoh-contoh yang mana rasa takut dan rasa bersalah menahan orang-orang mencapai puncak potensinya. Yang pertama adalah Adam. Dia merasa sanagt bersalah setelah melanggar perintah Allah sehingga dia lari dan bersembunyi ketika Allah memanggilnya. Ketakutan Yunus untuk pergi ke Niniwe mencegahnya untuk melakukan apa yang Tuhan minta dia lakukan. Kemudian, dalam kapal menuju Tarsus dia merasa bersalah dan tanggung jawab atas masalah badai laut. Hal yang sama masih terjadi sampai sekarang. Bertahan dalam rasa takut dan rasa bersalah adalah berbahaya bagi perkembangan kita sebagai orang Kristen.
            Minta siswa membuka dan membaca 1 Yohanes 4:18.

Tanyakan: Menurut pendapatmu bagaimana kasih, ketakutan, dan rasa bersalah berhubungan?
            Beralihlah terhadap daftar ayat Alkitab dari pelajaran siswa, atau tuliskan ayat-ayat tersebut di tempat di mana semua siswa dapat melihatnya. Minta agar setiap ayat dibacakan oleh seorang siswa. Bersama-sama, atau dalam kelompok kecil, minta siswa  mempresentasikan sebuah pengalaman yang mungkin terjadi dalam kehidupan para remaja dini yang mana janji tertentu mungkin bermakna spesial. Contohnya, Yohanes 16:33 mungkin bermakna khususnya bagi seseorang yang keluarganya berpisah.
            Jika memungkinkan, berikan siswa ayat-ayat dan buat sebuah daftar tentang semua yang mereka pelajarai mengenai pengampunan Allah: 1 Yohanes 1:9; Yesaya 43:25; Mazmur 103:11, 12; Ibrani 10:17; Matius 18:21-35; 1 Korintus 13:5; Roma 8:1-4.

Tanya Jawab – Tanyakan/Katakan: Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan Firman Tuhan sebagai penghiburan pada waktu kesusahan. Tanyakan: Apa yang membuat beberapa ayat yang telah kita baca spesial untukmu? Mengetahui janji-janji Alkitab dan mengetahui bahwa Allah bersama denganmu setiap waktu dapat memberikan sebuah pertolongan yang besar, khususnya ketika kamu sedang menghadapi rasa bersalah dan rasa takut.

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
            Bagikan 5 kartu indeks dan pena atau pensil kepada setiap siswa. Minta mereka untuk menulis satu rasa takut atau rasa bersalah (jangan terlalu pribadi) pada setiap kartu dan inisial mereka di sisi lainnya. Kemudian bawa sebuah kotak atau wadah yang lebih besar dan biarkan siswa secara bergiliran (atau bersama-sama) berusaha memasukkan kartu mereka ke dalam kotak tanpa menekuk atau melipatnya.
            Setelah waktu yang sudah ditentukan, keluarkan kartu dari kotak dan hitung pilihan yang mereka tulis untuk menemukan pemenangnya (jangan membacakannya terlalu keras). Kembalikan kartu kepada pemiliknya.
Katakan: Kita baru saja mempelajari bahwa untuk mengatasi rasa bersalah dan rasa takut kita harus menuntut janji-janji dalam Alkitab dan percaya bahwa Allah akan menggenapinya. Mari membaca satu ayat tambahan: 1 Petrus 5:7.
            Setelah membaca ayat tersebut, kumpulkan semua kartu dalam sebuha plastik, atau robekkan kartu, panjatkan sebuah doa untuk meminta apa yang dijanjikan dalam 1 Petrus 5:7.

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Ketakutan apa saja yang mengganggumu?
2.         Mengapa rasa takut dapat menghalangimu menjadi saksi yang baik?
3.         Apakah beberapa hal yang dapat dihalangi oleh rasa takut untuk diselesaikan?
4.         Bilakah, jika pernah, rasa bersalah menjadi hal yang baik?
5.         Apa yang menyebabkan seseorang merasa bersalah?
6.         Apakah beberapa cara biasa yang dilakukan orang-orang untuk menghadapi rasa bersalah?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Sekarang kamu seharusnya sudah diperlengkapi dengan semua senjata yang kamu perlukan untuk memerangi serangan sewaktu-waktu dari rasa bersalah dan rasa takut. Diperlengkapi dengan kuasa doa dan penghiburan dari Firman Tuhan, kamu berada di jalur yang benar untuk dapat menghadapi perasaan gila yang diberikan hidup kepadamu. Dan ingat senjata yang paling ampuh – Yesus. Ketika kamu merasa tersesat dansendirian, panggillah Dia. Percaya Yesus untuk mengangkat rasa takut dan membebaskanmu dari rasa bersalah.  

Kunci Jawab untuk “Phobia – Apa yang Membuatmu Takut? (halaman 8)
Ablutophobia, 18(takut mencuci atau mandi); Anablephobia, 7(takut melihat ke atas); Arachibutyrophobia, 14(takut selai kacang menempel di langit-langit mulut); Arithmophobia, 5(takut angka); Autodysomophobia, 19(takut akan seseorang yang bau badan); Cathisophobia, 8(takut duduk); Francophobia, 9(takut Prancis atau budayanya); Hippopotomonstrosesquippedaliophobia, 12(takut kata-kata yang panjang); Homilophobia, 17(takut terhadap khotbah-khotbah); Hydrophobia, 20(takut air atau rabies); Koinoniphobia, 2(takut akan ruangan); Linonophobia, 6(takut benang); Melophobia, 4(takut atau benci musik); microphobia, 10(takut benda-benda kecil); Optophobia, 11(takut membuka mata seseorang); phobophobia, 3(takut phobia); tyrannophobia, 16(takut terhadap orang-orang yang kejam); Venustraphobia, 1(takut wanita cantik); Xanthophobia, 13(takut warna kuning atau kata “kuning”); Zeusophobia, 15(takut Tuhan atau dewa-dewa).









Untuk Pelajaran 3:
Lembar Kerja ini adalah untuk Aktivitas Permulaan.
____________________________________________________________________________________________
Phobia – Apa Yang Membuatmu Takut?

            Berdasarkan www.phobialist.com, ada 530 phobia yang diidentifikasi di dunia. Coba jika kamu dapat menjodohkan nama phobia dengan ketakutannya. Tulis nomor keterangan rasa takut pada kolom nama phobia.


Ablutophobia ……………………………
1. Takut wanita cantik
Anablephobia …………………………….
2. Takut akan ruangan
Arachibutyrophobia ………………………….
3. Takut phobia
Arithmophobia …………………………………
4. Takut atau benci musik
Autodysomophobia …………………………..
5. Takut angka
Cathisophobia …………………………………
6. Takut benang
Francophobia ………………………………….
7. Takut melihat ke atas
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia...
8. Takut duduk
Homilophobia …………………………….
9. Takut Prancis atau budayanya
Hydrophobia ………………………………
10. Takut benda-benda kecil
Koinoniphobia ………………………………….
11. Takut membuka mata seseorang
Linonophobia …………………………………..
12.  Takut kata-kata yang panjang
Melophobia ……………………………………
Microphobia ……………………………….
13. Takut warna kuning atau kata “kuning”
Optophobia ……………………………….
Phobophobia …………………………………..
14. Takut selai kacang menempel di langit-langit mulut
Tyrannophobia …………………………………
15. Takut Tuhan atau dewa-dewa
Venustraphobia ………………………………..
Xanthophobia ………………………………….
16. Takut terhadap orang-orang yang kejam
Zeusophobia ……………………………………
17. Takut terhadap khotbah-khotbah 


18. Takut mencuci atau mandi


19. Takut akan seseorang yang bau badan


20. Takut air atau rabies



Pelajaran 3
Menghadapi Rasa Bersalah dan Rasa Takut
Terdiam Karena Rasa Takut
21 Juli 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                        Terdiam Karena Rasa Takut

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            13 Maret 1964. Sudah lewat dari tengah malam, beberapa jam sebelum subuh. Kitty Genovese pulang ke rumah setelah bekerja. Tepat sebelum memasuki apartemennya, dia diserang oleh seorang pria dengan sebuah pisau. “Saya ditusuk. Tolong saya! Tolong!” dia berteriak. Segera lampu-lampu dari apartemen sekitarnya menyala. Si pembunuh segera pergi. Tapi tidak ada seorangpun yang datang menolongnya. Beberapa menit kemudiaan, lampu-lampu padam. Si pembunuh kembali untuk meyelesaikan pekerjaannya. Ketika dia berteriak, ketika itu juga lampu-lampu kembali menyala dan si pembunuh lari. Hal ini terulang sampai tiga kali. Pada kesempatan yang ketiga, si pembunuh menyelesaikan pekerjaannya dan diam-diam menghilang.
            Selama serangan 35 menit, 38 orang menonton dari apartemennya yang aman. Tidak seorangpun yang datang menyelamatkannya. Dipenuhi dengan perasaan takut, mereka tidak memiliki tanggung jawab moral atau rasa peka. Mereka duduk diam sementara seseorang dibunuh secara brutal.
            Segera setelah kejadian Kitty Genovese, ahli sosial mulai menyelidiki perkara ini dengan harapan mereka dapat menjelaskan “fenomena” tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa kurangnya rasa kasihan dan empati dari saksi dikarenakan perasaan pribadi dan jauh dari orang lain.
            Para saksi, untuk membenarkan tindakannya, berkata, “Kami takut,” “Saya capek,” “Kami tidak mau terlibat.” – Diambil dari artikel New York Times, 27 Maret 1964.


 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Beberapa tahun kemudian, mudah untuk duduk dan menghakimi orang-orang yang ada di apartemen. Kita dapat duduk dengan aman di rumah dan mengatakan seseorang sedang melakukan sesuatu, berlari keluar dan menyelamatkan wanita itu, membantunya dengan beberapa cara. Tapi coba kamu berada pada posisi yang sama. Bayangkan kamu sedang duduk di rumah dan malammu yang damai terganggu oleh teriakan seorang wanita yang ditusuk sampai mati. Kamu berlari ke jendela untuk mengetahui apa yang terjadi. Pada saat serangan terjadi, kamu diliputi emosi, ketakutan, amarah, ketidakadilan, dan terkejut. Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu membantu wanita itu? Apakah kamu membiarkan ketakutan menghalangimu? Apakah rasa bersalah mempengaruhi tindakanmu? Kekuatan apa yang dimiliki rasa bersalah dan rasa takut dalam hidupmu?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Kamu harus langsung menatap matanya dan membuat mereka merasa bersalah.” – Elizabeth Brinton, anggota pramuka berusia 13 tahun, ketika menjelaskan bagaimana dia berhasil menjual 11.200 kotak kue.
Ø “Air mata pertobatan menghapuskan rasa bersalah.” – peribahasa Latin.
Ø “Keberanian adalah daya tahan terhadap rasa takut, menguasai rasa takut – bukan ketiadaan rasa takut.” – Mark Twain, penulis A.S. pada abad 19.
Ø “Survei membuktikan bahwa ketakutan no. 1 penduduk A.S. adalah berbicara di depan umum. No. 2 adalah kematian. Kematian adalah no 2! Hal ini membuktika bahwa orang Amerika lebih memilih berada dalam peti mati daripada melakukan pidato.”Jerry Seinfield, comedian A. S saat ini.
Ø “Orang dewasa takut mati sebagaimana anak kecil takut gelap.” -  Francis Bacon, filsuf Inggris pada abad 16.
Ø “Setiap manusia bersalah atas setiap hal baik yang tidak mereka lakukan.” – Voltaire,  filsuf Prancis pada abad 18.
Ø “Perasaan damai tidak ada pada pikiran yang bersalah.” – Juvenal, penulis puisi dan pengarang satire dari Roma pada abad 1.
Ø “Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu – tidak bernama, tidak beralasan, tidak dibenarkan, sebuah ancaman yang melumpuhkan yang membutuhkan suatu usaha untuk merubah kemunduran menjadi kemajuan yang pesat.” - Franklin Delano Roosevelt (1882-1945), president A.S. ke-32.
Ø “Emosi tertua dan terkuat dari manusia adalah rasa takut.” – H.P. Lovecraft, penulis A.S. pada abad 20.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Di dunia, ada 530 phobia yang teridentifikasi. Yang menjelaskan banyak ketakutan orang-orang. Manusia takut akan air hingga api hingga budaya Prancis. Mungkin kamu tidak memiliki rasa takut yang melumpuhkan, atau mungkin kamu memilikinya. Tapi sesuatu yang dimiliki setiap orang adalah rasa bersalah. Rasa bersalah membuat hidup kita seperti dibayang-bayangi.
Rasa bersalah dan rasa takut telah  yang ada di dunia sejak semula. Adam dan Hawa bersembunyi dari Tuhan di taman karena mereka merasa bersalah atas apa yang mereka telah lakukan. Abraham berbohong kepada Firaun karena dia takut dibunuh dan Sarah akan diambil.
Hanya ada satu cara untuk melawan dua emosi ini – percaya. Percayalah Allah sepenuhnya. Karena hanya Ia yang punya kuasa untuk mengampuni dan mengangkat rasa bersalah. Alkitab berkata, “Sebab Allah memberikankepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Gunakan roh itu; jangan bersembunyi di belakang awan rasa bersalah dan rasa takut. Percayalah Allah dan gunakan kekuatan yang Ia berikan kepadamu.

Rabu
Tuhan berkata…

Ayat-ayat berikut adalah beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang menghadapi emosi dengan baik dan beberapa yang tidak. Apakah kamu dapat menjelaskan perbedaannya?
Ø 2 Timotius 1:7
Ø Ulangan 20:3, 4
Ø Yosua 10:25
Ø Mazmur 27:1
Ø Mazmur 23:4
Ø Mazmur 56:3, 4
Ø Matius 10:31
Ø Yohanes 16:33
Ø 1 Yohanes 4:18
Ø (Ayat tambahan: Yesaya 43:25; Mazmur 103:11, 12; Matius 18:21-35; Yohanes 16:33; Roma 8:1-4; 1 Korintus 13:5; 2 Timotius 1:7; Ibrani 10:17; 1 Yohanes 1:9)

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini dengan Aku?
Sebagai seorang Kristen, kita tahu bahwa Allah memperhatikan kita setiap waktu. Kamu telah mendengar isi Mamur 23 dibaca dan dibaca lagi. Kita tahu bahwa pengampunan diberikan secara gratis bagi kita semua yang memintanya. Tetapi rasa bersalah dan rasa takut dapat menguasai kehidupanmu. Kamu mendengar berita tentang penembakan di televisi, dan tiba-tiba kamu takut meninggalkan rumah. Kamu melakukan kesalahan satu kali dan merasa bersalah selama berminggu-minggu. Bukankah jelas lebih mudah untuk mempercayai Allah yang akan melindungimu? Bukankah stress berkurang jika kita meminta pengampunan? Berharap bisa semudah ini? Tapi memang inilah kenyataannya.

           
            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?
           
            Sebuah produk baru yang disebut “Kantung rasa bersalah yang dapat dibuang” muncul di pasaran. Produk tersebut berisi satu set yangterdiri dari 10 kantung coklat biasa yang mana setiap kantung tertera instruksi berikut: “Tempatkan tas dengan tepat pada mulut,  tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan semua rasa bersalah, kemudian buang kantung secepatnya.” Ajaibnya, Associated Press melaporkan bahwa 2500 set terjual cepat dengan harga $2.50 per setnya. Betapa mudahnya jika kita dapat membuang rasa bersalah seperti itu! Tidak ada benda di dunia ini yang cukup kuat untuk membuang rasa bersalah. Kita tidak dapat menyembuhkan diri kita sendiri, yang mana setiap orang mencoba melakukannya. Yang membuat kita dapat diampuni, dibersihkan, disembuhkan, menerima kembali hidup yang segar, bersih dan baru adalah kuasa kasih karunia Allah di kayu salib melalui Yesus Kristus.
            Minggu ini, cobalah Kantung Rasa Bersalah. Tapi gantinya menggunakan kantung kertas, cobalah doa baik yang tua dan dapat dipercaya. Sungguh, mungkin kedengarannya seperti ide gila. Tapi cobalah dengan serius untuk satu minggu dan lihat jika kamu tidak merasa kurang bersalah.