Jumat, 17 Agustus 2012

Real Time Faith-III-VIII-2012-Guru


Pelajaran 8
DIUBAHKAN OLEH BAPTISAN
Sebelum dan Sesudah
25 Agustus 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Efesus 1:3 -14
Markus 1:4-5
Kisah Para Rasul 19:1-5
Matius 3:13-17
Kisah para rasul 2:38, 39

(Selebihnya baca: Kisah Para Rasul 8:9-13; Kisah Para Rasul 8:26-40; Kisah Para Rasul 16:13-15, Kisah Para Rasul 16:25-34; bacaan selengkapnya ada di materi siswa)

B. Perihal “Diubahkan oleh Baptisan”
            Apa yang berubah pada saat baptisan? Tidak ada? Segala sesuatu? Jika orang berpikir bahwa dengan menjadi basah tiba-tiba nasibmu selamanya berubah, maka setiap orang yang dibaptiskan menjadi bebas. Tidak ada air ajaib yang menghapuskan kesalahan manusia. Tidak ada permandian bagi seorang berdosa yang hidupnya penuh noda. Bagaimanapun, berdasarkan Alkitab, saat baptisan adalah seperti sebuah titik permulaan dari kematian menuju kepada kehidupan. Baptisan adalah saat terpenting dalam kehidupan seseorang. Bagaimana itu bisa terjadi?
Sering dirujuk sebagai “lahir kembali” atau “hidup baru”, baptisan menjadi sebuah titik awal memasuki sebuah hubungan baru dengan Allah. Sementara Allah mencintai semua anak-anak-Nya, tidak semua anak-anak-Nya mengakui-Nya sebagai Bapanya. Baptisan menjadi sebuah simbol yang penuh kuasa, sebuah pernyataan iman, sebuah bendera di pasir, sebuah
spanduk raksasa di tembok hidupmu yang bertuliskan,”Inilah Juruselamatku dan Tuhanku, dan aku adalah milik-Nya”.
Juruselamat dan Tuhan: dua gelar dan dua cara pandang yang berbeda ketika melihat hubungan kita dengan Allah dalam baptisan. Dalam pelajaran ini kita akan melihat bagaimana baptisan melambangkan proses kita mengalami keselamatan dan pemerintahan Sang Raja dalam hidup kita. Kita secara resmi diadopsi. Kita terdaftar dalam bisnis keluarga dari anggota keluarga.

C. Apa Tujuan “Diubahkan Oleh Baptisan”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Mempertimbangkan tuntutan baptisan dari Alkitab.
  2. Mendiskusikan indahnya pengertian sebagaimana bahayanya kesalahpahaman tentang baptisan.
  3. Bergantung sepenuhnya pada Allah dalam baptisan, atau memperbaharui keputusan-keputusan yang telah dibuat dengan hidup sepenuhnya bagi Kristus.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) fotokopi akta kelahiran dan/atau akta pengangkatan anak, kertas, pena, atau pensil.
Hubungkan – Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi – papan tulis atau kertas, pena atau pensil, potongan kertas yang berisi referensi Alkitab.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
           
A. Aktivitas Permulaan

Persiapan – bawalah fotokopi akta kelahiran. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengajak sisiwa dalam berpikir tentang kualitas ikatan kekeluargaan yang mengikat anak-anak dengan orangtuanya. Kita ingin agar mereka mengerti keadaan alamiah dari hubungan kita dengan Allah lewat baptisan dan dasar yang membuat perayaan itu sebuah momen perubahan yang penting dalam kehidupan setiap orang percaya.

Siap-siap – Siswa-siswi akan mengambarkan dua dokumen- akta kelahiran dan akte pengangkatan anak. Mereka akan mendisain tampilan dan isinya sehingga menjadi sebuah dokumen yang sah secara hukum. Dalam membuat dua dokumen tersebut, engkau dapat membuat 4 orang dalam sebuah kelompok, atau mereka dapat bekerja berpasang-pasangan. Mintalah mereka untuk bekerjasama dalam menentukan informasi yang harus mereka cantumkan. (Milikilah akta kelahiran yang akan ditujukkan kepada mereka nantinya, dan jika mungkin juga sebuah akta pengangkatan anak. Bisa juga yang diunduh dari internet. Jika engkau tidak dapat menemukannya, pertimbangkan hal-hal berikut ini untuk dicantumkan: nama mereka yang mengadopsi anak, nama anak dan informasi pribadi lainnya, yang berwenang yang memiliki kuasa hukum di daerah tersebut, sebuah pernyataan adopsi yang mengatakan bahwa: Saya yang bertanda tangan di bawah ini setuju dengan Negara __________________ dan dengan anak yang bernama__________________ bahwa anak tersebut akan diadopsi dan diperlakukan dengan rasa hormat sebagai anak di bawah hukum dan akan menikmati semua hak-hak seorang anak kandung, termasuk hak warisan.)

Pergi – mintalah siswa memulai dengan apa yang mereka ketahui harus ada di dokumen tersebut. Mintalah mereka melaporkan dan menunjukkan akta tersebut. Lalu bagikan dengan mereka hal-hal yang harus mereka cantumkan sebagai bagian dari perjanjian hukum.

Tanya Jawab – seberapa penting dokumen ini bagi orang-orang? Apa perbedaan akta kelahiran dan akta pengangkatan anak? Bagaimana kedua akta tersebut terlihat sama? Mari kita lihat dalam Efesus 1:3-14. Mintalah siswa-siswa membaca ayat ini bersama-sama. Bagaimana engkau melihat dasar-dasar dari perjanjian hukum dalam ayat tersebut?

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari diskusi ini adalah untuk membuat siswa mendalami pengalaman mereka akan baptisan. Ketika merefleksikan kejadian baptisan, mereka disentuh dengan cerita-cerita pertobatan dan pembaruan. Pada akhirnya, diskusi harus mengarah kepada,”sebenarnya apa yang terjadi ketika baptisan terjadi?”

Siap-siap – aturlah siswa-siswi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lebih baik setiap kelompok dengan seorang dewasa.

Pergi – mintalah siswa membagikan cerita-cerita baptisan yang hadir di ingatan mereka: (1) baptisan yang paling diingat, (2) hal yang paling lucu yang terjadi saat baptisan, (3) baptisan yang paling bermakna.

Tanya jawab – Tanyakan: berikan pendapatmu terhadap pernyataan di bawah ini: beberapa orang memberikan usaha yang lebih dalam merencanakan pernikahan daripada menjalankan pernikahan tersebut. Menurutmu, bagaimana pernyataan itu berkaitan dengan baptisan?

C. Ilustrasi Permulaan

Dengan kata-katamu sendiri, ceritakan cerita di bawah ini:
Cerita ini mengenai Ivan yang Agung. Selama abad 15 Ivan menunjukkan kemampuan militernya yang hebat dengan menyatukan semua Rusia dan mengusir kekuatan musuh. Apa yang membuat Ivan menjadi pemimpin yang hebat adalah kemampuan yang terfokus pada satu hal dalam usaha militernya. Tetapi suatu waktu datang ketika dia harus mempertimbangkan usaha-usaha lain, seperti menikah dan memberikan keturunan untuk tahtanya. Maka mulailah pencarian mencari pendamping hidup. Pencarian penasihat Ivan berakhir dengan seorang keponakan Raja Yunani. Semua orang setuju bahwa itu adalah pernikahan yang sempurna.
Bahkan Raja Yunani dengan senang hati menyetujui. Satu-satunya syarat dari Raja Grika adalah Ivan dibaptiskan menjadi anggota gereja ortodoks Yunani. Ivan merasa ini bukan masalah, kemudian seorang pastor pun dikirim untuk menjelaskan kepada Ivan apa artinya dibaptiskan ke dalam gereja. Setelah mempelajari semua doktrin-doktrin gereja, dengan seorang pastor, Ivan, didampingi oleh rombongan 500 tentara terbaiknya, mereka berangkat ke Yunani untuk dibaptis. Pada saat mereka sampai di Atena, tentara-tentaranya yang setia memutuskan untuk dibaptiskan bersama dengan pimpinan yang mereka kagumi. Setelah mereka mempelajari pelajaran Gereja Ortodoks dengan sangat cepat, Ivan dan tentaranya dibaptiskan dengan ditonton oleh orang banyak dari seluruh Yunani.
            Di gereja Ortodoks mereka mempraktekkan baptisan dengan dicelupkan, yaitu panggilan untuk setiap orang untuk dibenamkan seluruhnya di bawah air. Para tentara menggunakan pakaian perang lengkap dengan 500 pendeta dengan jubah hitam memimpin mereka ke laut Mediterania untuk dibaptis. Hanya ada satu halangan dalam hal ini. Untuk menjadi bagian dari Gereja Ortodoks seseorang harus berhenti menjadi tentara, karena tentara tidak boleh menjadi anggota gereja. Dengan jelas ini menjadi pertanyaan Ivan dan tentara-tentaranya, jadi mereka mengadakan perjanjian dengan gereja. Ketika pastor membaptiskan Ivan dan tentara-tentaranya di dalam air, mereka akan mengangkat lengan mereka dengan pedang ditangannya tinggi-tinggi sehingga tidak ikut menjadi basah. Jadi Ivan dan tentara-tentaranya dibaptiskan dengan tangan yang membawa pedang terangkat menentang langit.

Tanya jawab – tanyakan: berdasarkan ilustrasi ini, terlihat bahwa ada beberapa yang tidak sepenuhnya bersandar kepada Kristus dalam baptisan. Tetapi bagaimana engkau tahu bahwa engkau membuat “penyerahan sepenuhnya”?
Engkau mungkin ingin mencoba mempertimbangkan pertanyaan tersebut dalam lirik dari lagu “Aku berserah”:
“Berserah kepada Yesus/ Seg’nap badan dan hati/ Ialah yang aku sembah/harap dan mengasihi/ berserah kepada Yesus/ aku turut hendak-Mu/ aku buangkan nafsu dunia/ Oh Tuhan terima aku/ berserah kepada Yesus / aku jadi milik-Mu/ Brikanlah padaku kuasa/ sucikanlah hatiku/ berserah kepada Yesus /aku rasa kasih-Nya/ karena slamat yang diberi-Nya/ aku puji nama-Nya.

4. Hubungkan
A. Hubungan dengan Kerajaan
Berikan ide-ide berikut dengan kata-katamu sendiri:
            Salah satu fakta yang paling menarik mengenai menjadi bagian kerajaan Allah adalah dalam baptisan kita menjadi terhubung dengan Kristus dan pada saat yang sama tunduk pada hukum Kristus. Ada banyak kerajaan di dunia yang tentu saja mengatakan berkuasa atasmu ketika engkau memasuki daerah mereka. Tetapi seberapa banyak kerajaan-kerajaan yang dapat engkau hitung yang dapat membuatmu pewaris kerajaan ketika engkau memasuki daerahnya? Saya hanya dapat menemukan satu kerajaan seperti itu.

B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.
Tanyakan: apakah hal-hal yang sama antara pengalaman diadopsi dan pengalaman dibaptiskan? (anak tersebut ingin menjadi bagian dari sebuah keluarga tetapi tidak tahu bagaimana tepatnya. Bahkan setelah adopsi tersebut sah, dia masih belajar sedikit demi sedikit bagaimana mempercayai, dan bagaimana hidup sebagai anggota keluarga tersebut.) apa hal-hal yang berbeda? (gali lebih dalam jawaban-jawaban yang serius.)

C. Hubungkan dengan Kehidupan

Pimpinlah kelas untuk mempelajari apa yang terjadi dan yang tidak terjadi ketika baptisan. Ayat Alkitab di bawah adalah yang ditulis di hari rabu di pelajaran siswa.
1.         Kelahiran. Mintalah Yohanes 3:1-8 untuk dibacakan dengan keras. Katakan: Ketika berbicara mengenai kerajaan Allah, setiap orang harus dilahirkan kembali. Siswa mungkin bertanya: apakah baptisan adalah suatu “kewajiban” untuk keselamatan, atau sebuah simbol dari pengalaman lahir kembali? (contoh-contoh Alkitab mengindikasikan bahwa baptisan dengan dicelupkan sangat penting bagi kita yang mungkin mengalaminya. Secara jelas, ada beberapa keadaan ekstrim yang tidak memungkinkan dicelupkan sepenuhnya – orang sekarat, penjara. Yakinlah bahwa Yesus lebih memperhatikan perubahan hati)
2.         Kematian. Mintalah Roma 6:3-7 untuk dibacakan. Tanyakan: apa yang sedang engkau katakan kepada Allah melalui baptisanmu? (saya telah mati secara simbolis sehingga saya tidak harus mengalami kematian kekal. Kita mengijinkan kematian Kristus menjadi pembayaran atas kita dan dalam baptisan kita menunjukkan bukti pembayaran tersebut. Kita keluar dari air sebagai orang baru dengan iman, karena Kristus telah bangkit dari kematian untuk kita.)
3.         Hidup Baru. Mintalah Yohanes 1:10-13 dibacakan dengan keras. Tanyakan/katakan: apakah hasil dari lahir kembali melalui baptisan? (sebuah hidup baru dengan nama baru dan sebuah peran baru untuk dimainkan sebagai salah satu anak-anak Allah) Ingatlah apa yang dikatakan Bapa pada saat baptisan Yesus (Matius 3;13-17), “Inilah Anak-Ku.”
Pada dasarnya, inilah yang dikatakan Bapa pada setiap baptisan. Dalam pikiran-Nya kita selalu menjadi anak-anak-Nya, tetapi kita semua tahu agar dapat kesana dan menjadi sebuah keluarga, kita harus membuat pilihan.
Bagaimana peran baru ini merubah seseorang? (hal itu tidak mengubahnya dalam waktu semalam. Engkau bertumbuh sebagaimana seorang anak kecil bertumbuh; engkau belajar selangkah demi langkah. Tetapi ketika engkau jatuh, orangtuamu mengangkatmu dan mengajarimu cara yang benar untuk melakukannya. itulah yang Allah lakukan, jika engkau membiarkan-Nya membantumu.)
4.         Kehidupan “tubuh/sistem”. Mintalah agar 1 Korintus 12:12,13 dibacakan dengan suara keras. Katakan: apa yang disarankan oleh ayat ini? (bahwa baptisan membawamu ke dalam sebuah tubuh/sistem yang bekerja sama untuk kemuliaan kerajaan Allah.) bagaimana kehidupan “tubuh/sistem” menolongmu terus berlanjut bertumbuh sebagai seorang Kristen? Bagaimana hal itu berjalan? Menurutmu, cara apa yang membantu pertumbuhan seseorang setelah baptisan? (kelompok kecil. Perjalanan misi. Menetapkan tujuan dan memiliki teman yang menolongmu. Mengembangkan/mencari partner doa. Mintalah seseorang untuk menjadi mentor untuk pertumbuhanmu. Pelajari dan gunakan pemberian talenta dari Allah.)
(Note untuk guru: orang-orang muda melaporkan bahwa ada sebuah saat di mana setelah baptisan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak ada yang terjadi, dan mereka meragukan keputusan mereka dan mempertanyakan ketulusan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang terjadi setelah baptisan sangat penting sebagaimana juga apa yang terjadi sebelumnya – pendalaman Alkitab, kelas-kelas, dll.)

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Berikanlah kepada sepasang siswa atau kelompok kecil (dengan seorang anggota dewasa) sebuah potongan kertas yang telah tercantum referensi berikut mengenai baptisan dalam Alkitab: Matius 3;13-17; Markus 1:4,5; Kisah Para Rasul 2:38, 39; Kisah Para Rasul 8:9-13; Kisah Para Rasul 8:26-40; Kisah Para Rasul 16:13-15; Kisah Para Rasul 16:25-34; v19:1-5.
Ketika mereka membaca cerita mereka, mintalah mereka untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut (yang paling dapat diaplikasi terhadap kasus mereka), yang telah dituliskan di tempat dimana semua orang dapat melihat.
1.         Apa yang membuat orang-orang di dalam cerita ini siap untuk dibaptiskan?
2.         Apakah mereka berserah sepenuhnya? Bagaimana kita tahu?
3.         Dalam kasus-kasus ini, apakah engkau menemukan sesuatu yang luar biasa, atau apa yang memberikanmu ide baru tentang apa itu baptisan atau apa arti baptisan?
4.         Apa yang orang-orang tahu sebelumnya dan apa yang mereka tahu sesudahnya?
(Beberapa dari kasus ini terfokus kepada hasil dari baptisan, seperti pertemuan-pertemuan gereja, dianiaya, melakukan mujizat; yang lain terfokus kepada apa yang orang-orang dengarkan yang menyebabkan mereka bertobat, dan yang lainpun terfokus kepada baptisan itu sendiri.)
Setelah engkau meminta kelompok kecil membagikan apa yang mereka dapat di depan seluruh kelas, kumpulkan 10 daftar saran yang mereka rasa dapat menolong untuk membuat baptisan lebih bermakna. Pertimbangkan untuk membagikan daftar tersebut dengan seorang pendeta (tidak sebagai kritik, tetapi sebagai hasil penelitian remaja terhadap topik tersebut). Engkau mungkin mempertimbangkan untuk menambahkan tulisan seperti: Yth. Pak pendeta, kami (para remaja) ingin membagikan beberapa pengetahuan kami mengenai “sebelum” dan ‘sesudah” baptisan. Tolong beritahu kami apa yang pendapatmu mengenai hal-hal tersebut.

Tanya-Jawab. Bagaimana persepsimu berubah ketika mempelajari hal ini? Bagaimana engkau dapat membantu orang lain yang membuat keputusan untuk dibaptis agar selalu bertumbuh sesudahnya?

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Bagaimana engkau mendefinisikan baptisan dalam tujuh kata atau kurang?
2.         Menurutmu hal-hal mendasar apa yang harus dapat dikatakan oleh seserang mengenai tentang Allah dan hidup mereka sendiri sebelum baptisan?
3.         Apa hal-hal yang engkau dapat lakukan pada saat baptisan agar membuat hal itu menjadi mudah diingat dan menjadi titik jangkar dalam kehidupan rohani seseorang?
4.         Menurutmu, apakah harapan yang Allah miliki terhadap orang-orang saat sebelum dan sesudah dibaptis?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Kelahiran. Adopsi. Kematian. Kebangkitan. Pernikahan. Pertumbuhan. Ada banyak jendela yang dapat dilalui ketika kita ingin melihat baptisan. Baptisan adalah pelayanan perayaan akan banyak hal yang dapat kita pikirkan, rasakan, dan percaya tentang diri kita dan Allah. Penting bagi kita untuk tahu akan menjadi siapa kita pada saat baptisan. Kita tidak hanya menjadi basah—kita menjadi anggota keluarga dari keluarga di seluruh dunia sebagaimana kita juga menjadi anggota keluarga di daerah. Kita dimeterai di surga sebagai anak Allah. Sementara beberapa memilih dibaptis pada usia yang muda, dan beberapa memilih dibaptis pada usia lanjut, faktanya adalah iman dari mereka yang memasuki air untuk baptisan adalah iman yang menyelamatkan.
Sebagaimana engkau mulai bertumbuh, engkau belajar dan berkembang. Jangan pernah lupa cara seperti anak-anak untuk datang kepada Allah, karena sepanjang sisa hidupmu engkau tetap seorang anak bagi Allah. Mungkin engkau bertanya-tanya apakah keputusan-keputusanmu di masa lalu dihitung. Hal itu dihitungkan kepada Allah, engkau harus yakin akan hal itu. Tetapi perhatian-Nya saat ini adalah dalam prosesmu bertumbuh sebagai seorang anak. Jika keputusan baptisan ada di depanmu, tanyakan apa yang orang Etiopia itu tanyakan kepada Filipus, ‘apa yang menghalangiku dibaptiskan?”

Pelajaran 8
DIUBAHKAN OLEH BAPTISAN
Sebelum dan sesudah
25 Agustus 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________



                 Warisan Terbesar

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

Benjamin duduk dengan tenang di kursi belakang mobil dengan orang tua barunya saat mereka akan menuju ke rumah barunya. Dia telah memimpikan saat-saat seperti ini sangat lama, dan saat itu bukanlah salah satu dari apa yang dia telah impikan. Orang tua angkat yang ia tinggali selama ini hanya sementara, dengan penuh ketidakpastian ia berpindah dari rumah ke rumah, mengepak barang-barang yang ia miliki di dalam sebuah tas ransel, menjadi sebuah rutinitas yang tidak nyaman baginya. Kali ini semuanya berbeda, dia tidak yakin jika keadaan dari hubungan ini akan menjadi baik atau tidak baik.
            Ketika mereka keluar dari jalan raya, ibunya berkata, “kita sudah sampai di rumah.” Kata-kata itu sangat asing bagi Ben. Ketika ibunya mengucapkan kata-kata itu rasanya seperti ia sedang mengucapkan bahasa asing kepada Ben. Ben melihat sebuah rumah sederhana dengan tulisan selamat datang di depan rumah dan menelan ludah. Dia ingin agar semua berjalan baik, tetapi dia bertanya-tanya apakah dia mampu menjadi anggota keluarga yang baik.
            Ben menarik napas panjang, dengan berani dia keluar dari mobil dan mengikuti ayah dan ibu barunya ke dalam rumah. Dengan cepat dia merasa bahwa segala sesuatu akan menjadi berbeda dengan rumah ini; dia tidak yakin bagaimana atau mengapa, tetapi dia yakin segala sesuatu akan berubah. Benjamin diadopsi pada usia 13 tahun, dan ia berjuang selama 2 tahun dengan orangtua barunya. Dia mendorong orangtuanya dengan berbagai cara, tetapi akhirnya cinta dan komitmen yang konsisten dari orangtuanya memenangkan dirinya.
“Semua emosi yang engkau rasakan”, dia laporkan hampir setelah 10 tahun kemudian. “Kecemasan bahwa saya akan membuat kesalahan dan bahwa orangtua barumu akan menyesali pilihan mereka untuk mengadopsimu terlalu berlebihan. Engkau ingin menguji komitmen mereka padamu dan mengecek dalamnya cinta mereka. Yang mengejutkan adalah ketika orangtua saya terus mencintai saya melalui pemberontakan saya, saya menjadi marah. Saya berpikir, engkau tidak bisa mencintai saya sebanyak ini! Tetapi itulah yang mereka lakukan, dan akhirnya saya menjadi terbiasa dengan kelemah-lembutan ayah baru saya dan kebahagiaan serta pengharapan dari ibu baru saya yang kemudian saya menemukan diri saya tertawa, berpelukan, mempercayai, dan mencintai – emosi dan tindakan yang belum pernah saya alami sebelumnya dalam hidup saya. Kenyataan yang paling luar biasa dari adopsi adalah: Mereka memilih saya! Dan kemudian, ketika saya sudah mampu – saya memilih mereka.”

        Minggu
          Yang Saya Pikirkan
           
            Shelly yang berusia 15 tahun dududk di gereja pada satu sabat ketika gereja memimpin satu seri baptisan. Orang-orang muda sebagaimana juga orang tua memberikan dirinya untuk dibaptiskan. Ketika saat itu menjadi saat bahagia bagi hampir semua orang, hatinya sakit akan keinginannya untuk membuat komitmen kepada Kristus dan ketakutan bahwa dia mungkin tidak akan menjadi setia. Dia tidak mau hanya melakukannya (baptisan) dan memilikinya tanpa memiliki arti dalam hidupnya, seperti beberapa temannya yang dibaptiskan beberapa tahun lalu. Pendeta sedang membuat panggilan bagi yang lain yang mau mempersiapkan dirinya untuk baptisan. Dia merasa hatinya yang mendorongnya. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus dia minta kepada dirinya sendiri? Jika engkau salah satu teman sejatinya, apa yang akan engkau katakan kepadanya?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dalam baptisan, kita diresmikan, dinobatkan, dipilih, dirangkul, dibersihkan, diadopsi, dikaruniai, dilahirkan kembali, dimatikan, dan dengan demikian diutus untuk seterusnya dan diselamatkan. Kita dikenal sebagai milik Allah, dan ditugaskan tempat dan pekerjaan kita dalam kerajaan Allah.” – William Willimon, pengkhotbah di AS saat ini.
Ø “Pohon Oak yang lebat tidak dihasilkan hanya dalam 3 tahun, begitu juga dengan pelayan-pelayan Tuhan.” – Douglas Rumford, pendeta AS saat ini.
Ø “Kasih karunia yang murah adalah Kasih karunia yang kita berikan bagi kita sendiri. Kasih karunia yang murah adalah ketika mengkhotbahkan pengampunan tanpa membutuhkan pertobatan, baptisan tanpa disiplin gereja, perjamuan tanpa pengakuan. Kasih karunia yang murah adalah Kasih karunia tanpa pemuridan, Kasih karunia tanpa salib, Kasih karunia tanpa Yesus Kristus, yang hidup dan berinkarnasi.” – Dietrich Bonhoeffer, Teologis Jerman abad ke-20.
Ø “Dalam injil, kita menemukan bahwa kita sangat jauh dari apa yang kita pikirkan, dan jauh lebih dicintai daripada apa yang pernah kita impikan.” –Steven Curtis Chapman, Musisi Kristen AS saat ini.
Ø “Allah akan melangkah 9 langkah menuju kita, tetapi Ia tidak akan melangkah untuk kesepuluh langkah. Ia akan mendorong kita untuk bertobat, tetapi Ia tidak bisa melakukan pertobatan untuk kita.” – A. W. Tozer, pengkhotbah dan penulis AS saat ini.
Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 90 % dari semua pertobatan kepada Kristus muncul sebelum usia 20 tahun. Semakin engkau bertambah tua, jumlah orang yang memberikan hidupnya bagi Kristus menurun drastis. Beberapa orang berpikir bahwa orang-orang muda harus menunggu sampai mereka “mengetahui lebih banyak” atau “memahami lebih baik” iman Kristen sebelum mereka membuat keputusan mengikut Kristus. Tetapi pikirkanlah hal ini: kemarahan Yesus yang paling keras adalah kepada mereka yang menyulitkan orang-orang muda untuk mengikuti Dia. Ambillah waktu dan bacalah Matius 18:4-6.
Jadi sekarang, menurutmu bagaimanakah iman seperti anak-anak itu? Jika engkau belum dibaptiskan dan menanyakan apakah engkau sudah siap, tanyakan dirimu, ‘mengapa aku tidak boleh dibaptiskan?” dan dengarkan jawabanmu. Baptisan adalah langkah penting tetapi langkah-langkah setelah baptisan adalah sama pentingnya, atau malah lebih penting. Langkah-langkah yang engkau ambil ketika berhenti dan pergi ke sekolah pada senin berikutnya adalah langkah penting. Tantangan bagi mereka yang telah memilih Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan adalah untuk “melanjutkan” langkah iman anak-anak mereka menuju Bapa mereka.


Rabu
Tuhan berkata…

Ø Yohanes 3:1-7
Ø Roma 6:3-7
Ø Yohanes 1:10-13
Ø 1 Korintus 12:12-13
Ø (lebih lanjut baca: Lukas 3:7-14, 1 Petrus 3:18-22, Galatia 3;26-29, Matius 28:16-20.)

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Beberapa remaja memilih untuk dibaptiskan pada saat iman kanak-kanak mereka. Terkadang mereka merasa jika mereka mungkin tidak mengerti “segalanya” seperti yang mereka mengerti sekarang. Mungkin hal itu benar, sebagai seorang remaja engkau tidak mengerti sebanyak yang akan engkau mengerti di bangku kuliah. Bagaimana dengan ketika engkau menikah dan memiliki anak-anak – apakah engkau akan mengetahui lebih banyak lagi? Mungkin.
Kehidupan sebagai seorang anak Allah adalah sebuah perjalanan. Baptisan adalah bagian penting dalam perjalanan tersebut, dan hal itu harus menjadi hasil dari sebuah keputusan yang dipikirkan matang-matang. Baptisan adalah seperti mengancingkan sebuah kemeja. Iman dalam kasih karunia Allah dan janji dari kuasa-Nya untuk menyelamatkanmu adalah kancing yang pertama. Jika engkau dapat berkonsentrasi dan mengancingkannya dengan benar, mengancingkan kancing selanjutnya akan lebih mudah.
Baptisanmu mungkin akan (atau telah) dilakukan di air yang dingin, atau kakek/nenekmu akan (atau telah) berhalangan hadir, atau pendeta favoritmu mungkin akan (atau telah) mengalami kecelakaan patah kaki. Hal-hal di atas bukanlah masalah. Apa yang penting adalah dimana engkau memulainya. Pikirkan bahwa baptisan adalah sebuah perayaan. Ketika engkau semakin dewasa engkau akan menemui tantangan-tantangan yang akan mengingatkan engkau bahwa engkau perlu untuk berserah setiap hari. Gunakan setiap saat untuk menyerahkan kembali hatimu kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan baptisanmu akan menjadi semakin dan semakin bermakna setiap hari.  

           
Oval: 6            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?
            Foto-foto sebelum dan sesudah dapat memperdaya kita. Sebuah kualitas yang dapat engkau temukan dalam foto-foto “sebelum” adalah biasanya orang di foto tersebut sedih, tidak tersenyum, atau membungkuk.  Adapun dalam foto-foto “sesudah” mereka terlihat bahagia dan penuh pengharapan. Dalam beberapa kasus, itulah satu-satunya perbedaan. Dalam bingkai “sebelum” di bawah, tuliskan bagian dari dirimu yang engkau tidak akan rindukan. Dalam dalam bingkai “sesudah” tuliskan hal-hal yang engkau ingin agar bertumbuh di dalammu ketika engkau berjalan bersama Kristus.

Sebelum
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________


Sesudah
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________



Tidak ada komentar:

Posting Komentar