Pelajaran 8
DIUBAHKAN OLEH
BAPTISAN
Sebelum dan Sesudah
25 Agustus 2012
1. Persiapan
A. Sumber
Efesus 1:3 -14
Markus 1:4-5
Kisah Para Rasul 19:1-5
Matius 3:13-17
Kisah para rasul 2:38, 39
(Selebihnya
baca: Kisah Para Rasul 8:9-13; Kisah Para Rasul 8:26-40; Kisah Para Rasul
16:13-15, Kisah Para Rasul 16:25-34; bacaan selengkapnya ada di materi siswa)
B. Perihal “Diubahkan
oleh Baptisan”
Apa
yang berubah pada saat baptisan? Tidak ada? Segala sesuatu? Jika orang berpikir
bahwa dengan menjadi basah tiba-tiba nasibmu selamanya berubah, maka setiap
orang yang dibaptiskan menjadi bebas. Tidak ada air ajaib yang menghapuskan
kesalahan manusia. Tidak ada permandian bagi seorang berdosa yang hidupnya
penuh noda. Bagaimanapun, berdasarkan Alkitab, saat baptisan adalah seperti
sebuah titik permulaan dari kematian menuju kepada kehidupan. Baptisan adalah
saat terpenting dalam kehidupan seseorang. Bagaimana itu bisa terjadi?
Sering
dirujuk sebagai “lahir kembali” atau “hidup baru”, baptisan menjadi sebuah
titik awal memasuki sebuah hubungan baru dengan Allah. Sementara Allah
mencintai semua anak-anak-Nya, tidak semua anak-anak-Nya mengakui-Nya sebagai
Bapanya. Baptisan menjadi sebuah simbol yang penuh kuasa, sebuah pernyataan iman,
sebuah bendera di pasir, sebuah
spanduk
raksasa di tembok hidupmu yang bertuliskan,”Inilah Juruselamatku dan Tuhanku, dan
aku adalah milik-Nya”.
Juruselamat
dan Tuhan: dua gelar dan dua cara pandang yang berbeda ketika melihat hubungan
kita dengan Allah dalam baptisan. Dalam pelajaran ini kita akan melihat
bagaimana baptisan melambangkan proses kita mengalami keselamatan dan
pemerintahan Sang Raja dalam hidup kita. Kita secara resmi diadopsi. Kita
terdaftar dalam bisnis keluarga dari anggota keluarga.
C. Apa Tujuan “Diubahkan
Oleh Baptisan”
Sebagai
hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
- Mempertimbangkan tuntutan baptisan dari Alkitab.
- Mendiskusikan indahnya pengertian sebagaimana bahayanya kesalahpahaman tentang baptisan.
- Bergantung sepenuhnya pada Allah dalam baptisan, atau memperbaharui keputusan-keputusan yang telah dibuat dengan hidup sepenuhnya bagi Kristus.
D. Benda-benda yang
Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas
A) fotokopi akta kelahiran dan/atau akta pengangkatan anak, kertas, pena, atau
pensil.
Hubungkan –
Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi –
papan tulis atau kertas, pena atau pensil, potongan kertas yang berisi
referensi Alkitab.
2. Jembatan
A. Di Mana Kita
Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan ayat mana yang mereka pilih
untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat
hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa untuk
“mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran
hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak
mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan
seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat pada skenario
yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri
dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B. Komponen Sekolah
Sabat Lainnya
Ø Song Service
Ø Cerita
Mision (cari tautan untuk Adventist
Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan
proyek pelayanan
3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan
semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi,
dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk
berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
A. Aktivitas
Permulaan
Persiapan – bawalah
fotokopi akta kelahiran. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengajak sisiwa
dalam berpikir tentang kualitas ikatan kekeluargaan yang mengikat anak-anak
dengan orangtuanya. Kita ingin agar mereka mengerti keadaan alamiah dari
hubungan kita dengan Allah lewat baptisan dan dasar yang membuat perayaan itu
sebuah momen perubahan yang penting dalam kehidupan setiap orang percaya.
Siap-siap – Siswa-siswi
akan mengambarkan dua dokumen- akta kelahiran dan akte pengangkatan anak.
Mereka akan mendisain tampilan dan isinya sehingga menjadi sebuah dokumen yang
sah secara hukum. Dalam membuat dua dokumen tersebut, engkau dapat membuat 4
orang dalam sebuah kelompok, atau mereka dapat bekerja berpasang-pasangan.
Mintalah mereka untuk bekerjasama dalam menentukan informasi yang harus mereka
cantumkan. (Milikilah akta kelahiran yang akan ditujukkan kepada mereka
nantinya, dan jika mungkin juga sebuah akta pengangkatan anak. Bisa juga yang
diunduh dari internet. Jika engkau tidak dapat menemukannya, pertimbangkan
hal-hal berikut ini untuk dicantumkan: nama mereka yang mengadopsi anak, nama anak dan
informasi pribadi lainnya, yang berwenang yang memiliki kuasa hukum di daerah
tersebut, sebuah pernyataan adopsi yang mengatakan bahwa: Saya yang bertanda
tangan di bawah ini setuju dengan Negara __________________ dan dengan anak
yang bernama__________________ bahwa anak tersebut akan diadopsi dan
diperlakukan dengan rasa hormat sebagai anak di bawah hukum dan akan menikmati
semua hak-hak seorang anak kandung, termasuk hak warisan.)
Pergi – mintalah
siswa memulai dengan apa yang mereka ketahui harus ada di dokumen tersebut.
Mintalah mereka melaporkan dan menunjukkan akta tersebut. Lalu bagikan dengan
mereka hal-hal yang harus mereka cantumkan sebagai bagian dari perjanjian
hukum.
Tanya Jawab – seberapa penting dokumen ini bagi
orang-orang? Apa perbedaan akta kelahiran dan akta pengangkatan anak? Bagaimana
kedua akta tersebut terlihat sama? Mari kita lihat dalam Efesus 1:3-14. Mintalah
siswa-siswa membaca ayat ini bersama-sama. Bagaimana
engkau melihat dasar-dasar dari perjanjian hukum dalam ayat tersebut?
B. Aktivitas
Permulaan
Persiapan – Tujuan
dari diskusi ini adalah untuk membuat siswa mendalami pengalaman mereka akan
baptisan. Ketika merefleksikan kejadian baptisan, mereka disentuh dengan
cerita-cerita pertobatan dan pembaruan. Pada akhirnya, diskusi harus mengarah
kepada,”sebenarnya apa yang terjadi ketika baptisan terjadi?”
Siap-siap – aturlah
siswa-siswi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lebih baik setiap kelompok dengan
seorang dewasa.
Pergi – mintalah
siswa membagikan cerita-cerita baptisan yang hadir di ingatan mereka: (1)
baptisan yang paling diingat, (2) hal yang paling lucu yang terjadi saat
baptisan, (3) baptisan yang paling bermakna.
Tanya jawab – Tanyakan: berikan pendapatmu
terhadap pernyataan di bawah ini: beberapa orang memberikan usaha yang lebih
dalam merencanakan pernikahan daripada menjalankan pernikahan tersebut.
Menurutmu, bagaimana pernyataan itu berkaitan dengan baptisan?
C. Ilustrasi
Permulaan
Dengan
kata-katamu sendiri, ceritakan cerita di bawah ini:
Cerita
ini mengenai Ivan yang Agung. Selama abad 15 Ivan menunjukkan kemampuan
militernya yang hebat dengan menyatukan semua Rusia dan mengusir kekuatan
musuh. Apa yang membuat Ivan menjadi pemimpin yang hebat adalah kemampuan yang terfokus
pada satu hal dalam usaha militernya. Tetapi suatu waktu datang ketika dia harus
mempertimbangkan usaha-usaha lain, seperti menikah dan memberikan keturunan
untuk tahtanya. Maka mulailah pencarian mencari pendamping hidup. Pencarian penasihat
Ivan berakhir dengan seorang keponakan Raja Yunani. Semua orang setuju bahwa
itu adalah pernikahan yang sempurna.
Bahkan
Raja Yunani dengan senang hati menyetujui. Satu-satunya syarat dari Raja Grika
adalah Ivan dibaptiskan menjadi anggota gereja ortodoks Yunani. Ivan merasa ini
bukan masalah, kemudian seorang pastor pun dikirim untuk menjelaskan kepada
Ivan apa artinya dibaptiskan ke dalam gereja. Setelah mempelajari semua
doktrin-doktrin gereja, dengan seorang pastor, Ivan, didampingi oleh rombongan
500 tentara terbaiknya, mereka berangkat ke Yunani untuk dibaptis. Pada saat
mereka sampai di Atena, tentara-tentaranya yang setia memutuskan untuk
dibaptiskan bersama dengan pimpinan yang mereka kagumi. Setelah mereka mempelajari
pelajaran Gereja Ortodoks dengan sangat cepat, Ivan dan tentaranya dibaptiskan
dengan ditonton oleh orang banyak dari seluruh Yunani.
Di gereja Ortodoks mereka
mempraktekkan baptisan dengan dicelupkan, yaitu panggilan untuk setiap orang
untuk dibenamkan seluruhnya di bawah air. Para tentara menggunakan pakaian
perang lengkap dengan 500 pendeta dengan jubah hitam memimpin mereka ke laut
Mediterania untuk dibaptis. Hanya ada satu halangan dalam hal ini. Untuk
menjadi bagian dari Gereja Ortodoks seseorang harus berhenti menjadi tentara,
karena tentara tidak boleh menjadi anggota gereja. Dengan jelas ini menjadi
pertanyaan Ivan dan tentara-tentaranya, jadi mereka mengadakan perjanjian
dengan gereja. Ketika pastor membaptiskan Ivan dan tentara-tentaranya di dalam
air, mereka akan mengangkat lengan mereka dengan pedang ditangannya
tinggi-tinggi sehingga tidak ikut menjadi basah. Jadi Ivan dan
tentara-tentaranya dibaptiskan dengan tangan yang membawa pedang terangkat
menentang langit.
Tanya jawab – tanyakan: berdasarkan ilustrasi
ini, terlihat bahwa ada beberapa yang tidak sepenuhnya bersandar kepada Kristus
dalam baptisan. Tetapi bagaimana engkau tahu bahwa engkau membuat “penyerahan
sepenuhnya”?
Engkau
mungkin ingin mencoba mempertimbangkan pertanyaan tersebut dalam lirik dari
lagu “Aku berserah”:
“Berserah
kepada Yesus/ Seg’nap badan dan hati/ Ialah yang aku sembah/harap dan mengasihi/
berserah kepada Yesus/ aku turut hendak-Mu/ aku buangkan nafsu dunia/ Oh Tuhan
terima aku/ berserah kepada Yesus / aku jadi milik-Mu/ Brikanlah padaku kuasa/ sucikanlah
hatiku/ berserah kepada Yesus /aku rasa kasih-Nya/ karena slamat yang diberi-Nya/
aku puji nama-Nya.
4. Hubungkan
A. Hubungan
dengan Kerajaan
Berikan ide-ide berikut dengan kata-katamu
sendiri:
Salah satu fakta yang paling menarik
mengenai menjadi bagian kerajaan Allah adalah dalam baptisan kita menjadi
terhubung dengan Kristus dan pada saat yang sama tunduk pada hukum Kristus. Ada
banyak kerajaan di dunia yang tentu saja mengatakan berkuasa atasmu ketika
engkau memasuki daerah mereka. Tetapi seberapa banyak kerajaan-kerajaan yang
dapat engkau hitung yang dapat membuatmu pewaris kerajaan ketika engkau
memasuki daerahnya? Saya hanya dapat menemukan satu kerajaan seperti itu.
B. Hubungkan dengan
Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau
mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.
Tanyakan: apakah hal-hal yang sama antara
pengalaman diadopsi dan pengalaman dibaptiskan? (anak
tersebut ingin menjadi bagian dari sebuah keluarga tetapi tidak tahu bagaimana
tepatnya. Bahkan setelah adopsi tersebut sah, dia masih belajar sedikit demi
sedikit bagaimana mempercayai, dan bagaimana hidup sebagai anggota keluarga
tersebut.) apa hal-hal yang berbeda? (gali
lebih dalam jawaban-jawaban yang serius.)
C. Hubungkan dengan
Kehidupan
Pimpinlah
kelas untuk mempelajari apa yang terjadi dan yang tidak terjadi ketika
baptisan. Ayat Alkitab di bawah adalah yang ditulis di hari rabu di pelajaran
siswa.
1. Kelahiran. Mintalah Yohanes 3:1-8 untuk
dibacakan dengan keras. Katakan: Ketika berbicara
mengenai kerajaan Allah, setiap orang harus dilahirkan kembali. Siswa
mungkin bertanya: apakah baptisan adalah suatu “kewajiban” untuk keselamatan,
atau sebuah simbol dari pengalaman lahir kembali? (contoh-contoh Alkitab
mengindikasikan bahwa baptisan dengan dicelupkan sangat penting bagi kita yang
mungkin mengalaminya. Secara jelas, ada beberapa keadaan ekstrim yang tidak
memungkinkan dicelupkan sepenuhnya – orang sekarat, penjara. Yakinlah bahwa
Yesus lebih memperhatikan perubahan hati)
2. Kematian. Mintalah Roma 6:3-7 untuk
dibacakan. Tanyakan: apa yang sedang
engkau katakan kepada Allah melalui baptisanmu? (saya telah mati secara
simbolis sehingga saya tidak harus mengalami kematian kekal. Kita mengijinkan
kematian Kristus menjadi pembayaran atas kita dan dalam baptisan kita
menunjukkan bukti pembayaran tersebut. Kita keluar dari air sebagai orang baru
dengan iman, karena Kristus telah bangkit dari kematian untuk kita.)
3. Hidup Baru. Mintalah Yohanes 1:10-13
dibacakan dengan keras. Tanyakan/katakan:
apakah hasil dari lahir kembali melalui baptisan? (sebuah hidup baru dengan
nama baru dan sebuah peran baru untuk dimainkan sebagai salah satu anak-anak
Allah) Ingatlah apa yang dikatakan Bapa
pada saat baptisan Yesus (Matius 3;13-17), “Inilah Anak-Ku.”
Pada dasarnya, inilah yang dikatakan Bapa pada
setiap baptisan. Dalam pikiran-Nya kita selalu menjadi anak-anak-Nya, tetapi
kita semua tahu agar dapat kesana dan menjadi sebuah keluarga, kita harus
membuat pilihan.
Bagaimana peran baru ini merubah seseorang? (hal
itu tidak mengubahnya dalam waktu semalam. Engkau bertumbuh sebagaimana seorang
anak kecil bertumbuh; engkau belajar selangkah demi langkah. Tetapi ketika
engkau jatuh, orangtuamu mengangkatmu dan mengajarimu cara yang benar untuk
melakukannya. itulah yang Allah lakukan, jika engkau membiarkan-Nya
membantumu.)
4. Kehidupan “tubuh/sistem”. Mintalah agar
1 Korintus 12:12,13 dibacakan dengan suara keras. Katakan: apa yang disarankan oleh ayat ini? (bahwa baptisan
membawamu ke dalam sebuah tubuh/sistem yang bekerja sama untuk kemuliaan
kerajaan Allah.) bagaimana kehidupan
“tubuh/sistem” menolongmu terus berlanjut bertumbuh sebagai seorang Kristen?
Bagaimana hal itu berjalan? Menurutmu, cara apa yang membantu pertumbuhan
seseorang setelah baptisan? (kelompok kecil. Perjalanan misi. Menetapkan
tujuan dan memiliki teman yang menolongmu. Mengembangkan/mencari partner doa.
Mintalah seseorang untuk menjadi mentor untuk pertumbuhanmu. Pelajari dan
gunakan pemberian talenta dari Allah.)
(Note untuk guru: orang-orang muda
melaporkan bahwa ada sebuah saat di mana setelah baptisan mereka tidak tahu apa
yang harus dilakukan. Tidak ada yang terjadi, dan mereka meragukan keputusan
mereka dan mempertanyakan ketulusan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang
terjadi setelah baptisan sangat penting sebagaimana juga apa yang terjadi
sebelumnya – pendalaman Alkitab, kelas-kelas, dll.)
5. Aplikasi
A. Aktivitas
Aplikasi
Berikanlah
kepada sepasang siswa atau kelompok kecil (dengan seorang anggota dewasa)
sebuah potongan kertas yang telah tercantum referensi berikut mengenai baptisan
dalam Alkitab: Matius 3;13-17; Markus 1:4,5;
Kisah Para Rasul 2:38, 39; Kisah Para Rasul 8:9-13; Kisah Para Rasul 8:26-40;
Kisah Para Rasul 16:13-15; Kisah Para Rasul 16:25-34; v19:1-5.
Ketika
mereka membaca cerita mereka, mintalah mereka untuk mendiskusikan
pertanyaan-pertanyaan berikut (yang paling dapat diaplikasi terhadap kasus
mereka), yang telah dituliskan di tempat dimana semua orang dapat melihat.
1. Apa yang membuat orang-orang di dalam
cerita ini siap untuk dibaptiskan?
2. Apakah mereka berserah sepenuhnya?
Bagaimana kita tahu?
3. Dalam kasus-kasus ini, apakah engkau
menemukan sesuatu yang luar biasa, atau apa yang memberikanmu ide baru tentang
apa itu baptisan atau apa arti baptisan?
4. Apa yang orang-orang tahu sebelumnya
dan apa yang mereka tahu sesudahnya?
(Beberapa
dari kasus ini terfokus kepada hasil dari baptisan, seperti pertemuan-pertemuan
gereja, dianiaya, melakukan mujizat; yang lain terfokus kepada apa yang
orang-orang dengarkan yang menyebabkan mereka bertobat, dan yang lainpun
terfokus kepada baptisan itu sendiri.)
Setelah
engkau meminta kelompok kecil membagikan apa yang mereka dapat di depan seluruh
kelas, kumpulkan 10 daftar saran yang mereka rasa dapat menolong untuk membuat
baptisan lebih bermakna. Pertimbangkan untuk membagikan daftar tersebut dengan
seorang pendeta (tidak sebagai kritik, tetapi sebagai hasil penelitian remaja
terhadap topik tersebut). Engkau mungkin mempertimbangkan untuk menambahkan
tulisan seperti: Yth. Pak pendeta, kami (para remaja) ingin membagikan beberapa
pengetahuan kami mengenai “sebelum” dan ‘sesudah” baptisan. Tolong beritahu
kami apa yang pendapatmu mengenai hal-hal tersebut.
Tanya-Jawab. Bagaimana
persepsimu berubah ketika mempelajari hal ini? Bagaimana engkau dapat membantu
orang lain yang membuat keputusan untuk dibaptis agar selalu bertumbuh
sesudahnya?
B. Pertanyaan
Aplikasi
1. Bagaimana engkau mendefinisikan
baptisan dalam tujuh kata atau kurang?
2. Menurutmu hal-hal mendasar apa yang harus
dapat dikatakan oleh seserang mengenai tentang Allah dan hidup mereka sendiri
sebelum baptisan?
3. Apa hal-hal yang engkau dapat lakukan
pada saat baptisan agar membuat hal itu menjadi mudah diingat dan menjadi titik
jangkar dalam kehidupan rohani seseorang?
4. Menurutmu, apakah harapan yang Allah
miliki terhadap orang-orang saat sebelum dan sesudah dibaptis?
6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan
dengan ide-ide berikut:
Kelahiran.
Adopsi. Kematian. Kebangkitan. Pernikahan. Pertumbuhan. Ada banyak jendela yang
dapat dilalui ketika kita ingin melihat baptisan. Baptisan adalah pelayanan
perayaan akan banyak hal yang dapat kita pikirkan, rasakan, dan percaya tentang
diri kita dan Allah. Penting bagi kita untuk tahu akan menjadi siapa kita pada
saat baptisan. Kita tidak hanya menjadi basah—kita menjadi anggota keluarga
dari keluarga di seluruh dunia sebagaimana kita juga menjadi anggota keluarga
di daerah. Kita dimeterai di surga sebagai anak Allah. Sementara beberapa
memilih dibaptis pada usia yang muda, dan beberapa memilih dibaptis pada usia
lanjut, faktanya adalah iman dari mereka yang memasuki air untuk baptisan
adalah iman yang menyelamatkan.
Sebagaimana
engkau mulai bertumbuh, engkau belajar dan berkembang. Jangan pernah lupa cara
seperti anak-anak untuk datang kepada Allah, karena sepanjang sisa hidupmu
engkau tetap seorang anak bagi Allah. Mungkin engkau bertanya-tanya apakah
keputusan-keputusanmu di masa lalu dihitung. Hal itu dihitungkan kepada Allah,
engkau harus yakin akan hal itu. Tetapi perhatian-Nya saat ini adalah dalam
prosesmu bertumbuh sebagai seorang anak. Jika keputusan baptisan ada di
depanmu, tanyakan apa yang orang Etiopia itu tanyakan kepada Filipus, ‘apa yang
menghalangiku dibaptiskan?”
Pelajaran 8
DIUBAHKAN OLEH
BAPTISAN
Sebelum dan sesudah
25 Agustus 2012
Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Warisan
Terbesar
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Benjamin
duduk dengan tenang di kursi belakang mobil dengan orang tua barunya saat
mereka akan menuju ke rumah barunya. Dia telah memimpikan saat-saat seperti ini
sangat lama, dan saat itu bukanlah salah satu dari apa yang dia telah impikan.
Orang tua angkat yang ia tinggali selama ini hanya sementara, dengan penuh
ketidakpastian ia berpindah dari rumah ke rumah, mengepak barang-barang yang ia
miliki di dalam sebuah tas ransel, menjadi sebuah rutinitas yang tidak nyaman
baginya. Kali ini semuanya berbeda, dia tidak yakin jika keadaan dari hubungan
ini akan menjadi baik atau tidak baik.
Ketika mereka keluar dari jalan
raya, ibunya berkata, “kita sudah sampai di rumah.” Kata-kata itu sangat asing
bagi Ben. Ketika ibunya mengucapkan kata-kata itu rasanya seperti ia sedang
mengucapkan bahasa asing kepada Ben. Ben melihat sebuah rumah sederhana dengan
tulisan selamat datang di depan rumah dan menelan ludah. Dia ingin agar semua
berjalan baik, tetapi dia bertanya-tanya apakah dia mampu menjadi anggota
keluarga yang baik.
Ben menarik napas panjang, dengan
berani dia keluar dari mobil dan mengikuti ayah dan ibu barunya ke dalam rumah.
Dengan cepat dia merasa bahwa segala sesuatu akan menjadi berbeda dengan rumah
ini; dia tidak yakin bagaimana atau mengapa, tetapi dia yakin segala sesuatu
akan berubah. Benjamin diadopsi pada usia 13 tahun, dan ia berjuang selama 2
tahun dengan orangtua barunya. Dia mendorong orangtuanya dengan berbagai cara,
tetapi akhirnya cinta dan komitmen yang konsisten dari orangtuanya memenangkan
dirinya.
“Semua
emosi yang engkau rasakan”, dia laporkan hampir setelah 10 tahun kemudian. “Kecemasan
bahwa saya akan membuat kesalahan dan bahwa orangtua barumu akan menyesali
pilihan mereka untuk mengadopsimu terlalu berlebihan. Engkau ingin menguji
komitmen mereka padamu dan mengecek dalamnya cinta mereka. Yang mengejutkan
adalah ketika orangtua saya terus mencintai saya melalui pemberontakan saya,
saya menjadi marah. Saya berpikir, engkau
tidak bisa mencintai saya sebanyak ini! Tetapi itulah yang mereka lakukan,
dan akhirnya saya menjadi terbiasa dengan kelemah-lembutan ayah baru saya dan
kebahagiaan serta pengharapan dari ibu baru saya yang kemudian saya menemukan
diri saya tertawa, berpelukan, mempercayai, dan mencintai – emosi dan tindakan
yang belum pernah saya alami sebelumnya dalam hidup saya. Kenyataan yang paling
luar biasa dari adopsi adalah: Mereka memilih saya! Dan kemudian, ketika saya
sudah mampu – saya memilih mereka.”
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Shelly
yang berusia 15 tahun dududk di gereja pada satu sabat ketika gereja memimpin
satu seri baptisan. Orang-orang muda sebagaimana juga orang tua memberikan
dirinya untuk dibaptiskan. Ketika saat itu menjadi saat bahagia bagi hampir
semua orang, hatinya sakit akan keinginannya untuk membuat komitmen kepada
Kristus dan ketakutan bahwa dia mungkin tidak akan menjadi setia. Dia tidak mau
hanya melakukannya (baptisan) dan memilikinya tanpa memiliki arti dalam
hidupnya, seperti beberapa temannya yang dibaptiskan beberapa tahun lalu.
Pendeta sedang membuat panggilan bagi yang lain yang mau mempersiapkan dirinya
untuk baptisan. Dia merasa hatinya yang mendorongnya. Apa yang harus ia
lakukan? Apa yang harus dia minta kepada dirinya sendiri? Jika engkau salah
satu teman sejatinya, apa yang akan engkau katakan kepadanya?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda
orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga
kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan
perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan
katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran
Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah
untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dalam
baptisan, kita diresmikan, dinobatkan, dipilih, dirangkul, dibersihkan,
diadopsi, dikaruniai, dilahirkan kembali, dimatikan, dan dengan demikian diutus
untuk seterusnya dan diselamatkan. Kita dikenal sebagai milik Allah, dan
ditugaskan tempat dan pekerjaan kita dalam kerajaan Allah.” – William Willimon,
pengkhotbah di AS saat ini.
Ø “Pohon
Oak yang lebat tidak dihasilkan hanya dalam 3 tahun, begitu juga dengan
pelayan-pelayan Tuhan.” – Douglas Rumford, pendeta AS saat ini.
Ø “Kasih
karunia yang murah adalah Kasih karunia yang kita berikan bagi kita sendiri. Kasih
karunia yang murah adalah ketika mengkhotbahkan pengampunan tanpa membutuhkan pertobatan,
baptisan tanpa disiplin gereja, perjamuan tanpa pengakuan. Kasih karunia yang
murah adalah Kasih karunia tanpa pemuridan, Kasih karunia tanpa salib, Kasih
karunia tanpa Yesus Kristus, yang hidup dan berinkarnasi.” – Dietrich
Bonhoeffer, Teologis Jerman abad ke-20.
Ø “Dalam
injil, kita menemukan bahwa kita sangat jauh dari apa yang kita pikirkan, dan
jauh lebih dicintai daripada apa yang pernah kita impikan.” –Steven Curtis
Chapman, Musisi Kristen AS saat ini.
Ø “Allah
akan melangkah 9 langkah menuju kita, tetapi Ia tidak akan melangkah untuk
kesepuluh langkah. Ia akan mendorong kita untuk bertobat, tetapi Ia tidak bisa
melakukan pertobatan untuk kita.” – A. W. Tozer, pengkhotbah dan penulis AS
saat ini.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang
saya katakan adalah …
Ø ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Sebuah
penelitian menunjukkan bahwa 90 % dari semua pertobatan kepada Kristus muncul
sebelum usia 20 tahun. Semakin engkau bertambah tua, jumlah orang yang
memberikan hidupnya bagi Kristus menurun drastis. Beberapa orang berpikir bahwa
orang-orang muda harus menunggu sampai mereka “mengetahui lebih banyak” atau
“memahami lebih baik” iman Kristen sebelum mereka membuat keputusan mengikut
Kristus. Tetapi pikirkanlah hal ini: kemarahan Yesus yang paling keras adalah
kepada mereka yang menyulitkan orang-orang muda untuk mengikuti Dia. Ambillah
waktu dan bacalah Matius 18:4-6.
Jadi
sekarang, menurutmu bagaimanakah iman seperti anak-anak itu? Jika engkau belum
dibaptiskan dan menanyakan apakah engkau sudah siap, tanyakan dirimu, ‘mengapa
aku tidak boleh dibaptiskan?” dan dengarkan jawabanmu. Baptisan adalah langkah
penting tetapi langkah-langkah setelah baptisan adalah sama pentingnya, atau
malah lebih penting. Langkah-langkah yang engkau ambil ketika berhenti dan
pergi ke sekolah pada senin berikutnya adalah langkah penting. Tantangan bagi
mereka yang telah memilih Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan adalah untuk
“melanjutkan” langkah iman anak-anak mereka menuju Bapa mereka.
Rabu
Tuhan
berkata…
Ø Yohanes 3:1-7
Ø Roma 6:3-7
Ø Yohanes 1:10-13
Ø 1 Korintus 12:12-13
Ø (lebih
lanjut baca: Lukas 3:7-14, 1 Petrus 3:18-22, Galatia 3;26-29, Matius 28:16-20.)
Kamis
Apa
Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Beberapa
remaja memilih untuk dibaptiskan pada saat iman kanak-kanak mereka. Terkadang
mereka merasa jika mereka mungkin tidak mengerti “segalanya” seperti yang
mereka mengerti sekarang. Mungkin hal itu benar, sebagai seorang remaja engkau
tidak mengerti sebanyak yang akan engkau mengerti di bangku kuliah. Bagaimana
dengan ketika engkau menikah dan memiliki anak-anak – apakah engkau akan
mengetahui lebih banyak lagi? Mungkin.
Kehidupan
sebagai seorang anak Allah adalah sebuah perjalanan. Baptisan adalah bagian
penting dalam perjalanan tersebut, dan hal itu harus menjadi hasil dari sebuah
keputusan yang dipikirkan matang-matang. Baptisan adalah seperti mengancingkan
sebuah kemeja. Iman dalam kasih karunia Allah dan janji dari kuasa-Nya untuk
menyelamatkanmu adalah kancing yang pertama. Jika engkau dapat berkonsentrasi
dan mengancingkannya dengan benar, mengancingkan kancing selanjutnya akan lebih
mudah.
Baptisanmu
mungkin akan (atau telah) dilakukan di air yang dingin, atau kakek/nenekmu akan
(atau telah) berhalangan hadir, atau pendeta favoritmu mungkin akan (atau
telah) mengalami kecelakaan patah kaki. Hal-hal di atas bukanlah masalah. Apa
yang penting adalah dimana engkau memulainya. Pikirkan bahwa baptisan adalah
sebuah perayaan. Ketika engkau semakin dewasa engkau akan menemui
tantangan-tantangan yang akan mengingatkan engkau bahwa engkau perlu untuk
berserah setiap hari. Gunakan setiap saat untuk menyerahkan kembali hatimu
kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan baptisanmu akan menjadi
semakin dan semakin bermakna setiap hari.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Foto-foto
sebelum dan sesudah dapat memperdaya kita. Sebuah kualitas yang dapat engkau
temukan dalam foto-foto “sebelum” adalah biasanya orang di foto tersebut sedih,
tidak tersenyum, atau membungkuk. Adapun
dalam foto-foto “sesudah” mereka terlihat bahagia dan penuh pengharapan. Dalam
beberapa kasus, itulah satu-satunya perbedaan. Dalam bingkai “sebelum” di
bawah, tuliskan bagian dari dirimu yang engkau tidak akan rindukan. Dalam dalam
bingkai “sesudah” tuliskan hal-hal yang engkau ingin agar bertumbuh di dalammu
ketika engkau berjalan bersama Kristus.
|
Sebelum
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
|
Sesudah
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar