Jumat, 10 Agustus 2012

Cornerstone-III-VI-2012


CORNERSTONECONNECTION - Teacher
11 AGUSTUS 2012

Allah bahkan memberikan mimpi

Cerita Alkitab                    : Daniel 2
Tafsiran                                : Para Nabi dan Raja, pasal 40


PERSIAPAN MENGAJAR
I.                    RINGKASAN
Bagian dari Kitab Suci ini merupakan kisah Daniel dan ketergantungannya kepada Allah untuk memberikan kepadanya tidak hanya kemampuan untuk memberikan arti mimpi, tetapi juga apa mimpi tersebut.  Hal ini menjadi penting karena beberapa alasan berikut: 1. Itu menunjukan bahwa para orang bijak dari kerajaan itu tidaklah lebih dari pada penipu.  2. Itu merupakan pertunjukan kuasa Allah dihadapan Raja Nebukadnezar.  3. Itu menunjukan bahwa Allah adalah Allah yang penuh kuasa, kebijaksanaan dan rahmat.  Hal ini memberikan kepada kita banyak peluang untuk mengajar.  Khususnya untuk pemahaman lebih baik akan ketergantungan kepada Allah untuk memenuhi segala kebutuhan kita.  Ini menunjukan kepada kita apa iman itu sebenarnya.
Sungguh Allah yang kita sembah adalah Allah yang penuh kuasa!  Hal ini secara terus menerus menunjukan kepada kita bahwa Allah adalah Tuhan yang bukan hanya memberikan umat-umatNya jalan keluar dari situasi tertentu, tetapi juga mengijinkan situasi itu menghampiri kita. 
Ini memberikan kepada kita peluang yang besar untuk membicarakan tentang kedaulatan Allah, kuasa dari rahmatNya, dan kekuatan yang didapat dari iman.

II.                  TUJUAN
Para murid akan:
·         Menyadari bahwa Allah adalah Allah yang menentukan situasi dan juga memberikan jalan keluarnya. (Mengetahui)
·         Memahami bahwa ketergantungan yang sepenuh atas iman adalah apa yang allah minta dari kita. (Merasakan)
·         Belajar untuk mencari segala jalan untuk sepenuhnya bergantung kepada kasih karunia Allah. (Sambutan)

III.                BELAJAR
·         Iman
·         Kedaulatan Allah
·         Keterkaitan Allah dengan umat-umatNya

MENGAJAR
I.      MEMULAI
Aktifitas
Ajak muridmu untuk mengacu pada bagian What Do You Think? pada pelajarannya. Setelah mereka menyelesaikan bagian mereka, diskusikan jawaban-jawaban mereka.
Undang murid-muridmu untuk membagikan apa yang mereka pikiran akan rasakan jika mereka adalah orang-orang bijak Babilon yang ada dalam cerita ini.  Apakah mereka akan merasa terancam? Apakah mereka akan mencoba untuk meyakinkan raja bahwa permintaan adalah sangat tidak masuk akal?  Apakah mereka akan mencoba untuk melarikan diri? Apakah mereka juga memberikan gagasan bagaimana mereka akan dibunuh nantinya?
Apakah murid-muridmu berpikir bahwa para orang bijak tersebut mungkin saja berdoa kepada Allah yang mereka tidak kenal sama sekali sebagai usaha terakhir mereka?  Apakah mereka berpikir bahwa doa-doa tersebut diperhitungkan?
Ilustrasi
Bagikan cerita ini dalam kata-katamu sendiri:
Pada tahun 1853, saat seorang muda bernana Hudson Taylor melakukan pelayaran pertama ke Cina, kapalnya harus tertunda dekat New Guinea oleh karena angina berhenti bertiup.  Arus yang kuat telah mendorong kapal itu kea rah karang, dan situasinya berubah menjadi berbahaya.  Bahkan usaha para pelaut yang menggunakan perahu dayung tidak mampu menarik kapal itu melawan arus.  “Kita telah melakukan semua hal yang bisa kita lakukan,” ucap kapten Taylor.  Tetapi dia kemudia berkata, “belum, masih ada satu hal yang belum kita lakukan.”  Ada tiga orang percaya lain yang ada di atas kapal, dan Taylor meminta supaya ketiganya untuk masuk kedalam kamar mereka masing-masing dan berdoa untuk meminta hembusan angina.  Hal itu mereka lakukan, dan saat Taylor sedang berdoa, dia menerima keyakinan diri dari Allah bahwa angin yang mereka sangat harapkan akan diterima.  Dia naik keatas dek dan menyarankan kepada mualim satu-nya, seorang bukan percaya, untuk menurunkan layar utama karena angin sedang berhembus ke arah mereka.  Mualim itu menolak, tetapi kemudian dia melihat ujung layar itu mulai berkibar.  Angin datang!  Mereka menurunkan layar kapal itu dan dalam waktu singkat melanjutkan perjalanan mereka! (Diambil dari tulisan W. Wiersbe, Wycliffe Handbook of Preaching and Preacher, hal. 240).
II.    MENGAJARKAN CERITA
Penghubung Cerita
Bagikan tulisan berikut dalam kata-katamu sendiri:
Pada saat kita percaya kepada Allah, seringkali hal-hal yang biasa menjadi luar biasa.  Apakah kita memiliki kearifan atau tidak, memiliki kebijaksanaan atau tidak, tetapi selalu menjadi perjalanan yang menggairahkan untuk berada ditengah-tengah pekerjaan Allah.  Hal itu adalah sesuatu yang iman mampukan untuk kita lakukan, untuk melihat Allah dalam seluruh kuasaNya, bekerja melalui kita!
Dari cerita ini bagi para guru
Setelah engkau membaca bagian Into The Story diskusikan dengan muridmu, gunakan poin berikut ini dengan menggunakan kata-katamu sendiri untuk mengolahnya bersama mereka.
·         Apakah engkau akan merasa takut jika menjadi salah satu dari orang bijak ini?
·         Pernahkan engkau berbicara dengan Allah seakan-akan Dia sedang berbicara balik dengan engkau?  Bagaimana rasanya?
·         Seberapa sering engkau bergantung sepenuhnya kepada Allah sebagaimana yang dilakukan oleh Daniel?
·         Maukan engkau menjadi seseorang yang mendapatkan kebijaksanaan dari apa yang Allah katakan kepadamu?
·         Bagaimana caranya Daniel menyerahkan kemuliaan itu kepada Allah dan bukan untuk dirinya sendiri?
·         Dalam situasi bagaimana engkau dapat menemukan dirimu memberikan kemuliaan kepada Allah, bahkan saat engkau telah melakukan sesuatu yang sangat baik?
Gunakan hal tersebut diatas sebagai bagian-bagian yang berhubungan dengan cerita hari ini: Kejadian 41.
Berbagi Konteks dan Latar Belakang
Gunakan informasi berikut ini untuk memberikan terang yang lebih kepada murid-muridmu.  Bagikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri.
Sejak Nebukadnezar menjadi raja selama dua tahun sementara ayahnya masih hidup, cerita ini sebenarnya terjadi pada tahun kelima dari pemerintahannya atas Babilon.  Demikian pula, diperkirakan Daniel telah berada didalam penawannya selama empat tahun.
Beberapa ahli menyarankan kata “Kasdim” untuk digunakan bagi para ilmuwan, ahli nujum, ahli perbintangan dan tukang sihir sebagai sebutan yang lebih pantas.  Sejak dari Kerajaan Neo-Babilonia para orang Kasdim ini mengisi jabatan tinggi di pemerintahan, termasuk jabatan ke-imam-an, nama panggilan yang pantas bagi “Kasdim” sepertinya telah digunakan untuk menunjuk kepada pekerjaan ke-imam-an dan yang bekerja di kantor, yang mana termasuk didalamnya pekerjaan yang berhubungan dengan meramal.  Istilah “orang bijak” asalnya diberikan kepada imam tinggi kuno pada masa pemerintahan dari Media dan Parsi, tetapi bisa juga berarti “seorang yang ahli dalam ilmu perbintangan dan lainnya.”
Sangat penting untuk mengingat bahwa sejak Daniel dan sahabat-sahabatnya juga telah dianggap sebagai sebagai orang bijak, maka kita bisa berasumsi dengan pasti bahwa mereka juga terkena dampak hukuman mati bersama-sama dengan orang bijak yang lain.  Pada saat Tuhan memberikan kepada Daniel mimpi raja dan arti mimpi tersebut, Dia tidak hanya menyelamatkan Daniel dan sahabat-sahabatnya, tetapi juga semua orang bijak yang ada dikerjaan itu.
Sangat menarik untuk memperhatikan bagaimana para orang bijak itu tidak meminta tambahan waktu.  Mungkin saja mereka tidak meminta tambahan waktu oleh karena mereka tahu bahwa tambahan waktu tidak akan memberikan jawaban atas apa yang diharapkan raja.  Daniel, betapapun juga, meminta tambahan waktu supaya Allah dapat membuka rahasia mimpi sang raja.  Daniel, bahakan saat meminta waktu tambahan tersebut, menunjukan iman yang besar bahwa Allah akan menyediakan apa yang sangat dicari oleh raja.
Daniel dengan sangat berani mengajarkan kepada Nebukadnezar ramalan tersebut.  Mengapa? Karena apa yang akan didengar oleh raja tidak semuanya kabar baik.  Melainkan, itu merupakan sebuah pekabaran tentang sebuah kuasa dari Allah yang benar.  Akan tetapi, pekabaran tersebut dibuka sangat jelas sehingga raja penyembah berhala ini menjadi yakin bahwa Allah adalah Allah diatas segala allah yang lain.  Dia diyakinkan bahwa tidak ada hal lain didunia ini yang dapat dibandingkan dengan kuasa dari Allah Daniel.
Apakah kita sampai pada pengenalan akan Allah yang luar biasa dan menggemparkan dunia sama seperti halnya sang raja?  Apakah kita menemukan bahwa kuasa Allah itu berlimpah dan kuasa itu berpusat untuk mengubah hidup kita saat kita mengenal betapa luar biasanya kedaulatan Allah itu diatas dunia?  Raja Nebukadnezar mengerti bahwa Daniel berkata-kata berdasarkan interpretasi dari mimpinya.  Pesannya jelas.  Nebukadnezar menyadari bahwa tempatnya hanya diatas dunia ini, dan untuk sementara dia menjadi terpesona oleh kuasa dan kebesasran Tuhan dan Juru Selamat kita.

III.  PENUTUP
Aktifias
Akhiri dengan sebuah aktifitas dan jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
Mintalah semua murid untuk membentuk sebuah lingkaran dengan saling berpegangan tangan.  Hal ini mungkin sedikit agak canggung, tetapi ini akan membentuk rasa kebersamaan.  Minta mereka untuk memikirkan saat-saat dimana mereka harus mengandalkan Allah sepenuhnya.  Kemudia, saat engkau berdoa bersama mereka, mintalah mereka masing-masing untuk mendoakan teman yang lain untuk mendapat kesempatan untuk mengandalkan Allah sepenuhnya.
Kesempulan
Bagikan pemikiran berikut dengan kata-katamu sendiri:
Pada saat Daniel belajar untuk bergantung kepada Allah sepenuhnya, ini sering kali menjadi suatu proses yang pajang bagi kita untuk tiba ditempat yang sama dalam hal ketergantungan itu.  Apa yang bisa kita lakukan untuk lebih bergantung kepada Allah? Sepertinya saat-saat kritis adalah satu cara untuk bergantung kepada Allah.  Akan tetapi, pelajaran ini mengajarkan kepada murid untuk menyadari kebutuhan mereka akan Allah dan untuk bersandar pada iman mereka telepas dari masalah yang dihadapi.  Apa yang dapat kita lakukan, sebagai guru dan mentor, untuk membantu memberikan teladan bagi para orang muda ini kepada suatu situasi dimana mereka dapat lebih siap untuk melihat kuasa Allah didalam kehidupan mereka, bahkan dimasa-masa damai sekalipun?  Kita bisa selalu mengenalkan kepada mereka karakter-karakter yang ada didalam Alkitab yang telah belajar untuk percara walau apapun yang terjadi.


Tips for Top-notch Teaching
“Melakukan” Belajar Alkitab
Para murid belajar melalui metode melakukan; ini merupakan pengetahuan yang sangat sederhana.  Akan tetapi, bagaimana caranya meminta murid-murid untuk “melakukan” hal tersebut dari Alkitab?  Ada banyak sekali cara bagi mereka untuk mengaitkan cerita yang ada kedalam kehidupan mereka.  Melalui metode pertunjukan, lagu, membaca Alkitab, sampai drama akan membolehkan para murid untuk merasakan bahwa mereka berada didalam cerita tersebut.  Bahkan dengan sesuatu yang agak aneh dengan meminta mereka berdiri saat mereka terbiasa duduk dapat membuat mereka dapat mengingat dengan lebih baik.  Hal ini adalah sangat penting pada saat mereka mulai mendalami Alkitab dan menerapkannya didalam kehidupan mereka.

Teaching From…
Ajak murid-muridmu untuk melihat bagian lain dari pelajaran mereka.
·         Other Eyes
Mintalah pendapat mereka bagaimana ungkapan-ungkapan yang terdapat di Other Eyes menyampaikan poin-poin cerita dalam pelajaran ini.
·         Flashlight
Bacalah pernyataan yang terdapat di Flashlight dan tunjukan sesering mungkin apa yang tertulis dari tafsiran buku Para Nabi dan Raja mengenai cerita pada minggu ini.  Tanyakan apa hubungan yang mereka lihat antara peryataannya dan apa yang mereka diskusikan dari bagian Out of the Story.
·         Punch Lines
Tunjukan kepada murid-muridmu daftar ayat-ayat didalam pelajaran ini yang berhubungan dengan cerita minggu ini.  Minta mereka untuk membacanya dan tanyakan semua murid untuk memilih ayat yang paling berbicara paling mengena kepada mereka hari ini.  Kemudia tanyakan kepada mereka kenapa mereka memilih ayat tersebut.
Atau engkau mungkin menentukan ayatnya kepada sepasang murid untuk membaca dengan keras dan kemudian mendiskusikannya.







CORNERSTONECONNECTION – Student Lesson
11 AGUSTUS 2012

Allah bahkan memberikan mimpi

Cerita Alkitab                    : Daniel 2
Tafsiran                                : Para Nabi dan Raja, pasal 40

Key Text:
Daniel 2:46, 47

Flashlight:
Para Nabi dan Raja, hal. 499

What do you think:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1.       Mengapa menurutmu Nebukadnezar harus menguji para orang bijak dan para juru ramal dalam cerita ini?
2.       Bukankah dengan memenggal dan menghancurkan rumah mereka seperti sebuah hukuman yang sangat mengerikan?
3.       Apakah menurutmu sang raja bermasalah dalam mengingat mimpinya dan itulah alasannya mengapa dia meminta para orang bijak untuk tidak hanya mengartikan mimpinya tetapi juga menceritakan apa mimpinya itu?
4.       Bukankah mereka bisa saja mengarang sebuah cerita lain bagi raja? Mengapa bisa dan mengapa tidak mereka dilakukan?

Did you know?
Tahukan kamu bahwa Nebukadnezar, raja Babilon, adalah mungkin raja yang paling berkuasa pada masanya?  Babilon dianggal sebagai salah satu tempat terkaya di dunia.  Taman Gantung Babilon dibuat oleh Nebukadnezar sekitar tahun 600 SM bagi istrinya, taman ini dihormati sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia.  Demikian juga, jika engkau ingat nama Nimrod dari buku Kejadian pasal 10, maka engkau akan menemukan siapa yang mendirikan Babilon.


Into the Story
Daniel 2:1-9, 24-29

Out of the Story
Bagaimana perasaanmu jika engkau adalah salah satu dari orang bijak ini? Takut? Marah?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Pernahkan engkau melakukan perbincangan dengan Allah saat dimana engkau merasa Dia sedang balik berbicara kepadamu?  Bagaimana rasanya?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Berapa sering engkau merasa dirimu sepenuhnya bergantung kepada Allah sama seperti Daniel?
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 
Maukan engkau menjadi seseorang yang mendapatkan kebijaksanaan dari apa yang Allah katakan kepadamu?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Bagaimana caranya Daniel menyerahkan kemuliaan itu kepada Allah dan bukan untuk dirinya sendiri?
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Dalam situasi bagaimana engkau dapat menemukan dirimu memberikan kemuliaan kepada Allah, bahkan saat engkau telah melakukan sesuatu yang sangat baik?
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Punch Lines:
Habakuk 3:17, 18
Mazmur 20:7
Ibrani 11:1
1 Yohanes 5:4

Other Eyes:
“Iman adalah untuk mempercayai apa yang tidak engkau lihat; imbalan dari iman ini adalah akan melihat apa yang engkau percayai” – Augustine, pendeta gereja dan bishop Hippo abad ke 4 – 5.
“Demikianlah dengan iman.  Jika engkau tidak memilikinya maka engkau tidak akan memahaminya.  Dan jika engkau memilikinya, maka tidak diperlukan penjelasan sama sekali” – Kira Nerys, dalam film Star Trek: Deep Space Nine.
“Hidup adalah pertentangan dari iman dan akal sehat yang mana memberi makan kepada yang lainnya, menggambarkan kemakmuran dari padanya dan kemudian menghancurkannya” – Reinhold Niebuhr, seorang ahli teologia Protestan dari Amerika.

Making it real:
Daniel sekali lagi didapati bergantung sepenuhnya kepada kebijakan yang diberikan oleh Allah kepadanya. Sangat menakjubkan saat engkau memikirkan tentang apapun yang Daniel dapat lakukan sepanjang kehidupannya dengan memiliki ketergantungan yang penuh kepada Allah.  Saya rasa pertanyaannya adalah: “Apakah kita menghidupkan kehidupan kita dengan ketergantungan yang sama?”  Saya tahu bahwa saya merasa saya cukup sanggung, sebagaimana engkau berpikir bahwa engkau juga sanggup.  Bahkan terkadang saya berpikir bahwa saya sangat sanggup sehingga saya tidak perlu bergantung kepada Allah untuk menuntun kehidupan saya.  Saya rasa sebagai manusia kita bergumul dengan perasaan-perasaan yang demikian.  Mengapakah kita mengalami kesulitan untuk bergantung kepada Allah atas segala sesuatunya?  Ingat, Daniel tidak hanya bergantung kepada Allah untuk arti mimpi itu saja; dia bergantung kepada Allah untuk mimpi itu sendiri juga. 
Sabat
Daniel menjawa, ‘Tidak ada orang bijak, ahli nujum, ahli sihir atau tukang ramal yang dapat menjelaskan misteri yang tuan raja tanyakan, tetapi ada satu Allah di dalam surga yang dapat mengungkap misteri.  Dia telah menunjukan kepada raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi dimasa-masa akan datang’ (Daniel 2:27,28).
Pernahkan engkau mengambil keuntungan dari sesuatu yang bukan sepenuhnya hasil perbuatanmu? Pernahkan engkau menjadi bagian dari sesuatu yang besar yang mana peranmu tidak sebesar peran dari anggota kelompok yang lain, tetapi engkau merasa engkau layak menerima kemuliaannya? Daniel sangat jelas menyebutkan siapa yang harus ditinggikan atas terungkapnya mimpi dan arti mimpi dari Nebukadnezar.  Caranya itu telah menjadi contoh bagaimana memberikan penghargaan kepada allah atas apa yang Dia buat dan tunjukan kepada kita.  Danniel mulai memproklamirkan kuasa Ilahi dari Allah dan tanggung jawabNya atas hal-hal besar yang terjadi.
Minggu
Pada saat raja Nebukadnezar bertanya kepada orang bijaknya tentang apa mimpinya, mereka sangat terkejut.  Dugaan saya mereka pasti sangat terkejut.  Raja telah menempatkan mereka pada keadaan yang sulit dengan tidak menceritakan apa isi dari mimpinya, sehingga mereka tidak bisa mengarang cerita apappun yang masuk kedalam pikiran mereka saat itu.  Hal ini tentunya membuat kegelisahan dari para orang kasdim yang menyebut diri mereka sebagai orang bijak!  Mereka harus membuktikan bahwa mereka layak dihadapan raja.  Yang mana tidak bisa mereka lakukan.
Akan tetapi Daniel, tidak tertarik untuk membuktikan bahwa dia layak dihadapan raja; dia lebih tertarik untuk membuktikan bahwa dirinya layak dihadapan Allah.  Dan dia membiarkan Allah melakukan yang terbaik bagi dirinya, yaitu: menjaga umat-umatNya.
Bagaimana kita sering terjebak untuk “membuktikan diri kita” dihadapan orang lain?  Apa yang cerita tentang Daniel ini dapat ajarkan kepada kita?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Senin
Bacalah Key Text kita.  Saat kita membiarkan Allah untuk menunjukan sia Dia kepada kita, dalam seluruh kemulianNya, bahkan orang yang paling sinispun kepada kita akan melihat bahwa Allah adalah Allah atas segalanya.  Nebukadnezar mengenal dengan segera kuasa Allah saat Dia bekerja melalui hambaNya, Daniel.
Gambarkan suatu ketika saat Allah dapat bekerja melalui engkau dalam cara yang sama sehingga orang lain dapat melihat betapa berkuasanya Allah itu.
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
Mengapa Allah mambu memberikan kepada Daniel mimpi yang dialami oleh Nebukadnezar? Sebagaimana ungkapan di bagian Flashlight mengatakan kepada kita, Allah memmiliki segalanya dalam tanganNya.  Daniel percaya kepada bahwa Allah yang dia kenal memiliki kuasa untuk  melihat apa yang bisa terlihat.  Ini memberikan kepada kita kenyamanan yang sangat besar untuk mengetahui bahwa apapun yang terjadi, Allah yang telah mengaturnya!
Rabu
Jadi apakah iman itu? (Baca kembali Punch Lines dan Other Eyes untuk perenungan tentang iman).
Iman adalah :
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Itu adalah terkadang percaya bahwa Allah memiliki segala sesuatunya dibawah pengaturanNya.  Sudah cukup dengan memberikan kepada Daniel mimpi itu sendiri, juga arti dari mimpi raja diberikanNya.  Jika allah dapat melakukan hal tersebut, bayangkan apa yang Dia dapat lakukan bagi engkau?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Kamis
Bagaimana kita menguji iman kita kepada Allah?  Terkadang hal itu sesederhana kita percaya kepada Allah walaupun kita merasa tidak harus percaya.  Terkadang adalah percaya kepada Dia saat yang engkau miliki hanyalah percaya.  Terkadang adalah untuk terus maju walaupun engkau tidak yakin akah hal itu.  Allah tidak akan pernah gagal.  Yakin dan percayalah akan hal litu.
Jumat
Apa yang dapat engkau lakukan pada minggu ini yang dapat memberikan kesempatan untuk hidup dengan iman?
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Saya percaya jika engkau meminta dari Allah kesempatan untuk percaya kepada Dia, maka kesempatan itu akan muncul dengan sendirinya.





Bacaan minggu ini:
Para Nabi dan Raja, pasal 40.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar