Minggu, 29 April 2012

SSCQ -5-II-2012

APRIL—JUNI 2012

Evangelisasi dan Bersaksi
Pelajaran Ke-Lima Kwartal 2,
Evangelisasi dan Bersaksi:
Berkesinambungan
28 April—5 Mei 2012
Diterjemahkan Oleh: Joice dan Fritz Manurung
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang

“Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya” (I Korintus 3:2)
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 2
Sabbath 28` April
Yoh 6:54–66
Pendahuluan Makanlah TubuhKu: Kebenaran yang Hidup
Ayat yang kita pelajari pada hari ini tidak berakhir dengan catatan yang menggembirakan. Baiklah, anda mungkin berpikir mungkin Yohanes 6:54-56 sedang menceritakan kepada kita apa yang tidak dilakukan pada saat sedang bersaksi. Namun ayat-ayat ini membahas tentang evangelisasi dan kesaksian tentang Yesus. Lantas apa yang kurang dari kesaksianNya? Jika demikian berarti kita semua sedang berada dalam masalah yang serius. Apa yang Yesus katakan yang menyebabkan begitu banyak orang meninggalkanNya? Misi kita adalah . . . untuk menghidupkan Injil dalam kehidupan kita setiap hari Pertama, Yesus berkata bahwa siapa pun yang memakan tubuhNya akan memiliki hidup yang kekal. Jelas sekali bahwa Yesus tidak sedang mendukung kanibalisme. Menurut Andrew Fountain, darah adalah gambaran (metafora) untuk kematian dengan kekerasan. Ia menerangkan bahwa dalam Mazmur 27:2 ―Daud sedang membicarakan orang fasik yang sedang menyerang dirinya. „Ketika orang fasik datang menyerang aku untuk melumatkan tubuhku, musuh dan lawan-lawanku, mereka terjerembab dan jatuh.‟ . . . Mereka hendak membunuh Daud karena mereka ingin meraih satu keuntungan dari kematiannya. Contoh dari Perjanjian Lama ini memberikan kepada kita sebuah pandangan tentang apa yang dimaksud Yesus dengan memakan tubuhNya – ini artinya mendapatkan keuntungan dari kematianNya di kayu salib . . . Pada bagian ini orang-orang masih memandang Yesus sebagai raja mereka di dunia, sehingga Ia sedang mengatakan kepada mereka keuntungan dari kematianNya. Namun kematiannya, bukanlah bagian dari rencana mereka, sehingga mereka mulai mengeluh. Ia bertanya apakah misiNya yang sebenarnya adalah untuk melawan mereka (Yohanes 6:61). Kemudian Ia berkata bahwa beberapa dari mereka masih tidak percaya kepadaNya (ayat 64) dan mengikuti hal ini dengan mengatakan ― ‗tidak ada seorang pun yang datang kepadaKu kecuali telah dianugerahkan kepada di oleh BapaKu‘ ‖ (Yohanes 6:56, NKJV). Seperti itulah yang terjadi. Tidak hanya Yesus menolak menjadi mesias mereka di dunia, Ia juga mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak percaya. Oleh karena itu banyak orang yang berhenti untuk mengikut Dia. Yesus mengatakan kepada para pengikutNya bahwa hal yang paling kontroversial yang sedang dihadapi dalam budaya kita saat ini – kebenaran. Misi kita adalah untuk hidup dalam kebenaran itu, untuk menikmati keuntungan dari kematianNya, untuk menghidupkan Injil dalam kehidupan kita setiap hari, dan untuk membagikannya kepada orang lain saat kesempatan itu muncul. Ia menghabiskan hidupNya dengan hidup dalam kebenaran dan membagikannya kepada orang lain, dan itulah yang maksud dari panggilanNya kepada kita pada hari ini. ______________
*Andrew M. Fountain, Eating Christ‟s Flesh and Drinking His Blood, (http://loveintruth. com/amf-docs/flesh1.htm) retrieved November 17, 2010. Anna Bartlett, Collegedale, Tennessee, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 3
Minggu 29 April
Logos Yang Pertama yang Harus Didahulukan
Yesaya 58; Matius 25:35–40; Lukas 8:4–15; Yohanes 6:54–66, I Korintus 3:1–3; I Petrus 2:1, 2
Memakan Tubuh dan Meminum Darah? (Yohanes 3:11; 6:54-66) Evangelisasi yang berkesinambungan mulai dari dirimu sendiri. Apabila engkau tidak memiliki Yesus, tentunya engkau tidak akan dapat membagikanNya. Pertama engkau harus memakan tubuhNya dan meminum darahNya. Perkataan ini membuat murid-muridnya berpaling karena hal ini tidaklah mudah untuk diucapkan (ayat 60, 66). Mengapa? Hal ini membutuhkan dedikasi untuk menjadi seperti Yesus. Yesus sendiri menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdoa dan belajar Perjanjian Lama. Kita juga harus menghabiskan waktu untuk berdoa dan belajar Alkitab. Tubuh dan darah Yesus adalah firmanNya. Dengan menghabiskan waktu bersama Dia dengan belajar dan berdoa, kita menjadi seperti Dia dalam tabiat dan tindakan. Kita harus membagikan hal-hal ―yang kita tahu dan menyaksikan bahwa kita telah melihatnya‖ (Yohanes 3:11). Para imam dalam jaman Yesus tidak dapat menolong orang-orang karena mereka tidak mengenal Allah. Mereka memiliki begitu banyak tradisi, program, dan aktivitas untuk dilakukan, tetapi hal-hal ini tidak memenuhi kebutuhan orang banyak. Hal-hal tersebut tidak bermanfaat sama sekali jika kita tidak mengenal Allah secara pribadi, apabila Roh Kudus tidak berdiam di dalam hati kita. Bagaimana anda membagikan makanan dan minuman rohani ketika seorang “bayi” Kristen memuntahkannya kembali? Persiapkan Jalan (Lukas 8:4–15, I Korintus 3:1–3; I Petrus 2:1, 2) Bagaimana pengenalan akan Yesus membuat satu perbedaan dalam kehidupan kita? Perumpamaan sang penabur menggambarkan berbagai jenis tanah yang berbeda. Jenis tanah seperti apakah anda? Jika anda masih egois dengan uang anda ((penipuan dengan kekayaan) atau bingung dengan begitu banyak tanggung jawab (beban dalam kehidupan ini) anda memiliki penampian untuk dilakukan. Jika anda tidak mengerti mengapa atau bagaimana tentang apa yang anda percayai, maka anda memiliki beberapa hal yang harus dipelajari. Bagaimana anda dapat menceritakan tentang Yesus kepada orang lain jika anda tidak cukup mengerti tentang Dia untuk dikasihi dan untuk diikuti? Kita harus menjadi orang yang tidak mementingkan diri sendiri seperti Yesus. Untuk bersaksi, kita harus menyingkirkan cemburu, suka berdebat, dan menyakiti hati orang lain. Ketika kita melakukannya, mata kita akan terbuka terhadap hal-hal spiritual. Singkirkan hal-hal ini (I Petrus 2:1) dan bangunlah keinginan yang tak terpadamkan terhadap hal-hal yang suci (Matius 5:6). Kerinduan akan susu yang murni (kebenaran) sehingga anda akan bertumbuh. Kemundian dengan bertumbuh, Allah akan memberikan kepada anda hal-hal untuk dibagikan dan satu kerinduan untuk membagikan. Yang secara terus-menerus bekerja dalam tanah gembur di hati anda. Tarik semak belukar. Lemparkan batu-batunya. Maka ketika kata-kata Yesus tertanam dalam hati anda melalui belajar setiap hari, mereka akan menghasilkan buah.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 4
Kasihi Sesamamu sebagaimana Dirimu Sendiri (Yesaya 58; Matius 25: 35-40) Buah apakah ini yang kita semua rindu untuk menghasilkannya? Beberapa dari kita salah kaprah dengan jumlah orang yang kita tuntun untuk dibaptis. Akan tetapi, buah di mana kita bertanggung jawab untuk dihasilkan adalah tabiat dari perilaku yang kita tunjukkan dalam kehidupan kita sendiri. Yesus memerintahkan ―domba-dombaNya‖ untuk memberi makan yang lapar, memberi minum bagi yang haus, dan menampung yang miskin, memakaikan baju yang telanjang, merawat yang sakit, dan mengunjungi mereka yang berada di dalam penjara. Dalam Yesaya 58 buah tersebut didefinisikan sebagai membebaskan orang yang telah dimasukkan ke dalam penjara dengan cara yang tidak adil, menjadi adil, memelihara keluarga kita, tidak menggunakan bujuk rayu, berbicara dengan baik, tidak memberi tudingan kepada orang lain, dan memelira orang-orang yang sungguh-sungguh membutuhkan. Menciptakan Sebuah Kehausan (I Korintus 3:1; I Petrus 2:1, 2) Bagaimana anda membagikan makanan dan minuman rohani ketika seorang ―bayi‖ Kristen memuntahkannya kembali? Adalah dengan mengasihi sesamamu sebagaimana dirimu sendiri. Buah dari hubunganmu dengan Yesus mengawali fase berikut dari evangelisasi – kesaksian. Orang lain akan melihat keindahan kasih Yesus dalam kehidupan anda dan merindukan hal tersebut bagi kehidupan mereka juga. Orang-orang tidak hanya menginginkan doktrin. Mereka ingin tahu perbedaan apa yang akan dapat dilakukan doktrin dan Injil dalam kehidupan anda, dalam kehidupan keluarga anda, dan di dalam kehidupan gereja anda. Perbedaan tersebut merupakan satu kesaksian yang berharga untuk dibicarakan. Ajarkan Mereka Ketika Mereka sudah Siap (I Korintus 3:1, 3; I Petrus 2:1,2) Saat anda menjadi seorang penabur, ada dapat membagikan pengalaman anda yang sebenarnya. Anda dapat mendorong dan menunjukkan kepada orang lain bagaimana mengolah benih di dalam hati mereka karena anda telah mengalaminya dan berhasil. Anda tahu ujian dan pencobaannya, dan pengalaman anda merupakan hikmat yang tak ternilai yang anda dapat bagikan. Anda tahu bahwa mereka harus menghilangkan kesombongan, kebenciaan, dan mementingkan diri sendiri sebelum mereka siap untuk mendapatkan tanggung jawab yang lebih berat di dalam gereja. Di atas semuanya, anda memiliki satu kasih Yesus yang selalu ada setiap saat, yang mendalam, yang atraktif di dalam hati anda yang akan memberikan kesabaran ketika bersentuhan dengan ujian dan kesulitan-kesulitan mereka. Mulailah dengan kasih Yesus dan bagaimana untuk percaya kepada Dia dalam kehidupan sehari-hari. Ajarkan mereka bagaimana mempelajarinya sendiri. Pergunakan wkatu untuk berdoa bersama mereka dan bagi mereka. Pimpin mereka ke dalam pelayanan bagi orang lain sehingga mereka juga dapat mengalami suka cita dari rasa tidak mementingkan diri sendiri; dan ketika mereka siap, bagikan kebenaran yang lebih dalam, yang lebih menantang. REAKSI 1. Di manakah saya secara pribadi dalam urutan evangelisasi? 2. Apa yang saya butuhkan untuk mempersiapkannya secara pribadi? 3. Siapakah di sekeliling saya yang dapat saya pengaruhi? Judy Bartlett, Robersonville, North Carolina, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 5
Senin 30 April
Matius 25:35–40
Kesaksian Satu Contoh yang Tidak Mementingkan Diri Sendiri
―Pangeran surrga, Pemimpin para penghuni surga, turun dari tahtaNya yang tinggi, menanggalkan jubah dan mahkota kerajaanNya, dan memakaikan keilahianNya dengan kemanusiaan dimana Ia menjadi Guru yang suci bagi semua kelas manusia dan hidup di hadapan umat manusia satu kehidupan yang bebas dari mementingkan diri sendiri dan dosa, menunjukkan kepada mereka satu contoh seperti apa mereka nantinya melalui anugerahNya.‖1 Metode yang paling sederhana dan efektif dari evangelisasi melibatkan apa yang kita katakan dan bagaimana kita hidup ―Sebelum naik ke surga, Kristus memberikan perintah kepada para muridNya. Ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan menjadi pelaksana wasiat yang mana ia telah mewariskan kepada dunia harta karun mengenai hidup yang kekal. Engkau telah menjadi saksi hidupKu akan pengorbanan bagi dunia ini, kataNya kepada mereka. Engkau telah menyaksikan bahwa semua yang datang kepadaKu dengan mengaku dosa-dosa mereka, aku terima dengan tangan terbuka. Kepadamu, pengikutKu, Aku memerintahkan pesan belas kasihan ini.‖2 Seperti halnya para murid dalam Perjanjian Baru, kita juga terpanggil untuk menjadikan perintah Yesus sebagai satu jalan kehidupan. Yesus memberikan kepada kita satu kabar untuk dibagikan kepada dunia, dan dengan bagaimana kita hidup, kita dapat membagikan pesan itu dan menolongn dunia yang begitu membutuhkan belas kasihan Tuhan. Kita tidak perlu menunggu satu kesempatan besar atau satu perjalanan misi yang penting atau program jangkauan ke luar. Setiap waktu dalam kehidupan kita dan setiap interaksi dengan orang lain merupakan evangelisasi. ―Para murid bergerak maju membawa pekerjaan mereka dalam nama Kristus. Setiap kata dan tindakan adalah agar namaNya cepat diperhatikan. Semakin rendah kesombongan dan rasa pamer, semakin besarlah pengaruh mereka untuk selamanya. Para murid akan membicarakan kesederhanaan yang sama dengan yang Kristus telah katakan. Mereka akan menunjukkan kepada para pendengar mereka pelajaran-pelajaran yang Ia telah ajarkan kepada mereka.‖3 Yesus menunjukkan kepada kita melalui teladanNya sendiri bahwa metode yang paling sederhana dan efektif dari evangelisasi melibatkana apa yang kita katakan dan bagaimana kita hidup. ____________ 1. This Day With God, hal. 373. 2. The Acts of the Apostles, hal. 27, 28. 3. Ibid. REAKSI Bagaimana cara menolong seorang yang baru bertobat boleh dibimbing melalui teladan dari seorang yang bertabiat seperti Kristus, untuk terus bertumbuh di dalam Kristus? Amanda Ernst, Matthews, North Carolina, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 6
Selasa 1 Mei
Kesaksian Dari Langkah Bayi Menuju Langkah-langkah Dewasa
I Korintus 3:1-3
Ketika ia mengunjungi gereja-gereja, Paulus menemukan bahwa banyak anggota gereja tidak bertumbuh dalam perjalanan rohani mereka. Mereka tidak mengaplikasikan sendiri pelajaran Firman Tuhan untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam. Oleh karena itu, orang-orang Korintus menjadi orang-orang yang tidak dewasa dan tidak dapat menghargai dan mengerti hal-hal yang lebih mendalam dalam kehidupan spiritual mereka. I Korintus 3:13 ―secara langsung [menghubungkan] diet spiritual untuk bertumbuh dalam pengertian, tabiat, dan tingkah laku.‖1 Dalam ayat 2 kita melihat bahwa orang-orang yang baru percaya ini diberi makan ―dengan susu dan bukan dengan daging.‖ Diet seperti itu ―menghasilkan rasa lapar akan perselisihan dan pengelompokan yang lebih menyerupai keduniawian daripada pertobatan.‖2 “Satu diet spiritual yang tidak baik menghasilkan orang yang secara spiritual lemah dan berpenyakitan” Mengenai evangelisasi berkesinambungan, seseorang akan berkata bahwa Paulus belum berfokus pada kebutuhan dari tujuan kelompok-kelompok tersebut dalam wilayah-wilayah itu. Di sana ada beberapa orang yang mendengar kebenaran yang dinyatakan, menerimanya tetapi tidak ada seorang pun yang melanjutkan pengajaran tersebut kepada mereka setelah Paulus pergi. Dari pengalaman ini kita dapat melihat betapa pentingtidak hanya menemukan perasaan yang membutuhkan waktu yang tepat tetapi untuk melanjutkan perintah akan kebenaran dan kasih karunia. ―Alkitab menyediakan bukti-bukti yang cukup bahwa satu diet spiritual yang tidak baik menghasilkan orang yang secara spiritual lemah dan berpenyakitan, sama halnya dengan diet fisik yang tidak baik berfungsi untuk melemahkan dan pada akhirnya merusak vitalitas fisik seseorang. Sama halnya, kita dapat melihat bahwa seseorang dapat berada dalam kesehatan spiritual yang baik kemudian hilang karena malas atau berbagai bentuk penolakan. Sebagaimana seorang dewasa yang membutuhkan nutrisi yang baik dan kuat untuk mempertahankan vitalitasnya dan tetap menjauhkan dari penyakit, hal spiritual juga secara paralel mengikutinya. Bagi seseorang untuk bertumbuh menjadi dewasa dan sehat spiritual, seorang Kristen yang dewasa membutuhkan nutrisi yang padat, berasimilisi dan secara aktif diaplikasikan, untuk terus bertumbuh dan mencegah kemunduran, sebagai lawan dari bahasa Ibrani [‘] kemunduran spiritual yang melamban‖3 Sementara langkah-langkah kecil sesuai untuk para bayi, kita haruslah bertumbuh dan belajar untuk mengambil langkah yang lebih panjang dan lebih bertujuan. Sebagai orang Kristen, kita harus mempelajari firman Tuhan bagi diri kita sendiri dan untuk mendapatkan pemikiran yang lebih dalam yang Ia miliki bagi kita. REAKSI
1. Bagaimana Orang Kristen yang makan susu dan daging menjadi berbeda? Bagaimana mereka menjadi sama?
2. Buat rencana, identifikasi urutannya, dan persiapkan jadwal untuk tiga kelompok yang mengelilingi gerejamu.
____________
1. Bible Tools, 1 Corinthians 3:1, http://www.bibletools.org/index.cfm/fuseaction/Bible .show/sVerseID/28412/eVerseID/28414, (accessed on November 28, 2010). 2. Ibid. 3. Ibid. Kevin Pires, Lexington, South Carolina, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 7
Rabu 2 Mei
Lukas 8:4-15
Bagaimana Bertangan Dingin
Allah, Sang Ahli Pertamanan telah memberikan kepada kita, sebagai tukang kebunNya yang sedang dalam pelatihan, benih-benih kebenaran dalam satu paket yang berlebel ―Alkitab‖. Dalam Alkitab kita menemukan instruksi-instruksi tentang bagaimana mengolah tanah, menanam benih, dan memelihara tanaman yang bertumbuh. Ia juga memberikan kepada kita otobiografi-otobiograsi (Injil) PuteraNya sehingga kita dapat mengerti lebih baik bagaimana menjadi tukang kebun yang baik. Tugas anda adalah menanam benih Sebagai seorang Ahli Pembuat Taman, Allah mengetahui bahwa untuk berbicara dengan pembuat taman lainnya dan membagikan cara-cara tentang bagaimana membuat taman anda bertumbuh adalah satu kebiasaan yang baik. Oleh karena itu Ia telah mengatur kita ke dalam satu kelompok taman yang ia sebut gereja. Salah satu tujuan dari kelompok taman ini adalah untuk menanam benih-benih dari Alkitab di seluruh dunia. Dalam otobiografi Putera dari Guru kita tersebut, kita menemukan cara-cara yang mudah dan praktis untuk mencapai tujuan kita. Mempersiapkan tanah. Ketika anda hendak membagikan sesuatu kepada seseorang, biasanya anda tidak memberikan itu kepada sembarang orang di jalan. Sebaliknya anda memberikan itu kepada seseorang yang anda kenal dan peduli. Tidak hanya bahwa orang tersebut sepertinya akan menerima pemberian anda, tetapi ia sepertinya akan menggunakannya. Sama halnya ketika kita membagikan apa yang telah Allah lakukan kepada anda secara pribadi, adaalah dengan mudah dan efektif jika kita membagikan itu dengan orang-orang yang merupakan sahabat kita (Markus 5:18-19). Menyebarkan benih. Adalah bukan hal yang tidak bisa untuk mengundang teman-teman anda untuk datang ke pesta atau berkumpul bersama sahabat. Lantas mengapa tidak mengundang mereka untuk ikut dalam pendalaman Alkitab? Mengundang mereka untuk membawa satu orang teman dan makan dan minum. Berbicang-bincang dan bersenang-senang sementara membagikan beberapa hal yang Allah telah lakukan dalam kehidupan anda (Matius 9:10). Menanam Benih. Setelah menceritakan tentang Allah untuk beberapa saat dengan teman-teman anda, undanglah mereka untuk datang ke gereja. Dengan cara ini mereka akan melihat apa sebenarnya kelompok taman Allah, dan mungkin mereka akan segera memutuskan untuk ingin menjadi tukang kebunnya juga (Yohanes 1:40-42). Jangan putus asa apabila benih-benih yang anda tanam tidak segera bertunas. Benih membutuhkan waktu dan lingkungan yang tepat untuk bertumbuh. Beberapa benih tidak ada perubahan selama bertahun-tahun. Tugas anda adalah untuk menanam benih. Adalah tugas Roh Kudus untuk membuatnya bertumbuh. REAKSI 1. Apa yang anda dapat lakukan di masyarakat sekitar anda untuk membantu menanam benih firman Tuhan? 2. Berapa orang kawan anda yang perlu mengetahui Yesus sebagai Juruselamat pribadinya? 3. Apa yang Allah sedang lakukan melalui anda untuk menuntaskan amanat agung? Emily Bartlett, Robersonville, North Carolina, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 8
Kamis 3 Mei
Pendapat Bertumbuh . . .bertumbuh . . bertumbuh
1 Petrus 2:2
Bayi-bayi yang baru lahir harus mendapatkan makanan yang sesuai dengan usia mereka. Ketika mereka bertumbuh, tubuh mereka membutuhkan makanan yang berbeda. Ada seorang dewasa yang akan membantu mereka bertumbuh untuk menjadi orang dewasa yang seutuhnya. Dalam hidup orang Kristen, kita menemukan terdapat beberapa langkah untuk menjadi orang Kristen yang dewasa. Ketika gereja sedang mempertimbangkan untuk melakukan kesaksian, evangelisasi yang berkesinambungan akan menolong mereka menempatkan langkah-langkah berikut ini dengan benar. Setelah baptisan, berikan kepada anggota-anggota baru ini sesuatu untuk dilakukan Mulailah dengan seminar mengenai karunia-karunia roh. Bantulah gereja anggota gereja anda untuk mengerti karunia roh apa saja yang Allah telah berikan dan bagaimana mereka dapat membagikan karunia-karunia tersebut kepada orang lain. Mulailah membuat sekolah Alkitab. Mulai bagikan dengan orang laiin dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tentang Alkitab. Adakan program-program jangkauan ke luar. Bertemulah setiap minggu dan atur waktu untuk mengadakan kunjungan-kunjungan kepada orang-orang baru, berikan pelajaran Alkitab, dan berdoa. ―Pada dasarnya evangelisasi dengan doa adalah berbicara kepada Allah mengenai orang-orang sebelum anda berbicara kepada orang-orang tersebut mengenai Allah. Hal ini membiarkan Roh Kudus yang bertanggung jawab atas hasil-hasilnya.‖ ―Menurut Lukas 10, ada empat langkah sederhana dari evagelisasi dengandoa yang harus diikuti dalam langkah-langkah yang berkesinambungan untuk mengubah cuaca spiritual dari satu kota, satu negara bagian, atau satu bangsa; berkati mereka; bersekutu dengan mereka; gembalakan mereka untuk merasakan kebutuhan-kebutuhan tersebut; nyatakanlah‖1 Langkah lain yang harus diikuti adalah: Adakanlah satu program untuk masyarakat sekitar. Tunjukan kepada masyarakat sekitar anda bahwa anda peduli dengan mengadakan kelas memasak, atau bentuk lain dari kelas kesehatan.2 Undanglah kawan-kawan anda untuk datang ke kelas-kelas ini. Dengan ini anda akan mendapatkan satu kelompok orang yang ditarik untuk bergabung dalam seri evangelisasi anda. Tawarkan kepada mereka untuk makan malam sebelum pertemuan-pertemuan tersebut. Biarkan mereka tahu bahwa anda peduli kepada mereka. Bantulah dengan tugas-tugas dalam pertemuan-pertemuan tersebut, dan waktunya tepat, undang tamu-tamu ada untuk membantu juga. Ini akan membantu bahwa merek juga merasa dibutuhkan. Setelah baptisan, berikan kepada anggota-anggota baru ini sesuatu untuk dilakukan. Ketika kita turut ambil bagian dalam menciptakan acara perbaktian dalam gereja kita, kita mendapatkan lebih daripada itu. Jadi setelah baptisan berikanlah kepada para anggota baru ini sesuatu yang berguna untuk dilakukan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Bantulah ―bayi-bayi‖ anda yang baru untuk bertumbuh dalam Firman Tuhan dan dalam kehidupan Kekristenan mereka. REAKSI Apa karunia rohmu? ____________
1. Transformation Virginia, Prayer Evangelism, http://transformationvirginia.com/about-us/prayer-evangelism/ (accessed November 28, 2010).
2. Life Discovery Series, http://lifediscoveryministries.com/pre-series-preparation (accessed November 28, 2010). Karen Pires, Lexington, South Carolina, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQ-Indonesia .;
Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept.
Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda
dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Joice dan Fritz Manurung - 9
Jum‘at 4 Mei
Eksplorasi Formula Bertumbuh
1 Petrus 2:1, 2 Matius 5:6
SIMPULAN Memberikan seorang bayi tidak hanya sekedar memberikan susu dan makanan-makanan sehat. Hal ini juga membutuhkan satu hubungan yang sehat dengan seseorang yang memiliki waktu, kesabaran, dan satu kemampuan untuk bertoleransi atas cegukan, segala hal yang berantakan dan tangan-tangan yang lengket. Waktu-waktu makan menolong untuk menumbuhkan satu ikatan yang penting antara orang tua dan anak. Orang tua perlu untuk peka akan kebutuhan anak dan untuk menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan satu suapan wortel yang dihaluskan. Orang tua perlu untuk peduli, tidak mementingkan diri sendiri, mendorong dan dapat diandalkan. Dan satu hari nanti mereka akan bersama-sama merayakan ketika anak tersebut dengan bangga belajar bagaimana menyusun roti isi selai kacang dan jelly. PERTIMBANGKAN
 Buatlah sebuah patung, kolase atau sketsa yang menggambarkan hubungan antara seorang ibu dan bayinya yang sedang lapar, atau seseorang yang lapar dan haus akan Allah.
 Buat satu survei di antara anggota-anggota gereja anda mengenai ―makanan‖ rohani favorit mereka. Pengalaman apa yang membuat iman mereka bertumbuh dan menolong mereka bertumbuh seperti Yesus?
 Tuliskan sebuah surat ucapan terima kasih kepada tiga orang yang berbeda yang ―memberi makan‖ iman anda dalam tiga butir penting dalma pertumbuhan spiritual anda.
 Buatlah satu seri rekaman atau pertunjukan lagu-lagu himnal dan pujian/penyembahan yang menggambarkan pertumbuhan seorang dalam Kristus.
 Cobalah untuk bekerja sama dengan teman-teman yang lain untuk membuat sebuah pantomim atau gerakan-gerakan yang menggambarkan perjalanan dari seorang bayi yang diberi makan susu rohani sampai menjadi seorang yang melayani satu jamuan makan berkat kepada orang lain.
 Susunlah sebuah keranjang yang berisi ―makanan‖ rohani untuk orang-orang muda Kristen yang anda kenal. Termasuk di dalamnya adalah hal-hal yang akan membantu pertumbuhan rohani orang ini seperti buku-buku, kartu, CD, dan lain-lain.
 Buatlah sebuah peta makanan tentang perjalanan spiritualmu, tandai pengalaman-pengalaman penting dan temukan perbedaan makan untuk menggambarkan pertumbuhanmu (susu, buah pome, kacang-kacangan, dan lain-lain).
 Perhatikan seekor mamalia muda atau bayi yang sedang disusui ibunya, atau sedang diberi makanan bayi. Gambaran apa yang anda dapatkan untuk memberi makan orang-orang yang baru menjadi Kristen?
HUBUNGKAN Bridges 101, Ruthie Jacobsen (Review and Herald, 2008). Christ‟s Way to Spiritual Growth, Philip Samaan (Review and Herald, 1995). Karen Holford, Auchtermuchty, Scotland

SSCQ - 4-II-2012

APRIL—JUNI 2012

Evangelisasi dan Bersaksi
Pelajaran Ke-Empat Kwartal 2,
Evangelisasi dan Bersaksi:
Sebagai Gaya Hidup
21—28 April 2012
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang

Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah (Kisah 9:36)
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 2
Sabbath 21` April
Mat. 5:16
Pendahuluan Cahayaku ini Bersinarlah Tetap
Saya cukup malu. Ketika di ruangan yang penuh orang, terutama yang saya tidak kenal dengan baik, saya lebih memilih untuk hanya duduk, menonton, dan mendengarkan apa yang terjadi. Bila saya sedang mengadakan percakapan dengan seseorang, saya tidak akan memulai sebuah percakapan dengan orang lain. Bagi seseorang seperti saya, merupakan suatu tantangan bagiku untuk secara verbal berbagi iman dengan seseorang secara langsung kepada orang yagn saya tidak kenal. Bahkan, pikiran untuk mendatangi seseorang yang tidak ku kenal dan membagikan imanku merupakan suatu hal yang amat menakutkan! Tapi Allah tidak terima alasan kita. DIA meminta setiap kita untuk membagikan kabar baik kepada semua orang dan dunia, apakah kita pemalu atau tidak. Dunia terdiri sahabat dan keluarga, rekan kerja dan tetangga, atau siapapun yang kita temui. Dan walaupun DIA tidak memberikan talenta untuk semua orang untuk menemui seseorang dan mulai berbicara kepada mereka tentang Allah, kita mempunyai sesuatu yang dapat kita lakukan—bersaksi dengan hidup kita. Allah tidak terima alasan kita Saya bekerja di departemen fisika dari sebuah universitas negeri. Suatu lingkungan agak sekuler. Meskipun ada sedikit orang Kristen yang bekerja di departemen, masih saja merupakan lingkungan sekuler. Sebagian besar rekan-rekanku agnostik atau ateis. Mereka tahu saya seorang Kristen, dan mereka mengamati apa yang saya lakukan dan mendengar apa yang saya katakan. Mereka melihat bahwa saya tidak makan makanan yang sama yang mereka makan, minum minuman yang sama yang mereka minum, atau menggunakan bahasa yang sama yang banyak mereka gunakan. Saya menyadari bahwa kesaksian terbesarku bagi mereka adalah gaya hidup dan bagaimana saya memperlakukan orang lain. Sesekali, seseorang akan bertanya kenapa aku melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu, yang membuka pintu bagiku untuk berbagi dengan mereka apa yang saya percaya dan mengapa saya mempercayainya. Ya, gaya hidup kita adalah saksi yang hebat dan dapat menyebabkan kesempatan untuk membagikan iman kita dengan orang yang mungkin tidak merespon positif terhadap penginjilan secara langsung. Sementara anda mempelajari pelajaran pekan ini, pikirkan tentang siapa yang mungkin mengamati dan bagaimana anda bisa memperoleh kesempatan untuk berbicara dengan seseorang tentang Yesus karena melihat gaya hidupmu. Gary Case, Baton Rouge, Louisiana, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 3
Minggu 22 April
Bukti Gaya Hidupmu adalah Kesaksianmu
2 Kor. 5:15-20
Penginjilan mengacu memberitakan kabar baik keselamatan dalam Yesus Kristus dan memenangkan orang kepada-Nya. Bersaksi mencakup penyampaian langsung tetang apa yang telah dilakuka Kristus dalam hidupmu. Membuat orang lain tahu apa yang yang telah kita lihat, dengar, dan alami dalam persekutuan kita dengan Juruselamat. Gaya hidup seseorang melibatkan segala sesuatu yang dikatakan atau tidak dikatakan seseorang. Hal ini mencakup aspek publik dan pribadi seseorang yang menyimpulkan siap orang tersebut. Gaya hidup seseorang—kebiasaan seseorang, perilaku umum, dan perlakuan kepada orang lain, didasarkan pada nilai-nilai orang itu. Penginjilan dan kesaksian menjadi bagian utama hidupku ketika nilai-nilaiku didasarkan pada ajaran-ajaran Kristus. Akibatnya, apapun yang saya katakan atau tidak katakan, apapun yang saya lakukan atau tidak lakukan jelas akan mengungkapkan kasih Allah bagiku, kasihku kepada-Nya, dan kasihku kepada sesama manusia. Otentisitas menafikan kemunafikan dan ketidaktulusan Penginjilan dan kesaksian sebagai gaya hidup ditandai dengan penyerahan total kepada Kristus, konsistensi, dan keaslian. Tidak ada yang dapat diabaikan. Sebuah kata ceroboh yang sederhana, sebuah kelalaian yang tampaknya tidak berbahaya, satu menit ketidakpercayaan dapat menyebabkan jiwa hancur. Konsistensi menggarisbawahi pentingnya kontinuitas, daya tahan, dan prediktabilitas. Cinta seorang Kristen untuk orang berdosa dan upaya untuk memimpin orang berdosa kepada Allah harus tanpa syarat dan tanpa akhir. Otentisitas menafikan kemunafikan dan ketidaktulusan. Penginjilan dan kesaksian harus melibatkan pancaran jujur akan kasih karunia keselamatan Allah dan kasih dari kehidupan orang Kristen yang diubahkan. Dalam 2 Korintus 5:15-20, kelahiran baru kita dalam Kristus digambarkan sebagai dasar penginjilan dan kesaksian gaya hidup. Setelah mengalami kuasa transformasi dari Yesus Kristus dan menjadi sahabat Allah, orang Kristen diberi hak istimewa untuk membantu mendamaikan manusia lain dengan Allah, sehingga membantu mereka menjadi teman-Nya. Kesaksian seperti ini mengizinkan karya Kristus melalui setiap detail dari hidup saya, akibatnya mengundang orang lain untuk juga menjadi sahabat Allah. REAKSI: 1. Sampai sejauh mana gaya hidup seseorang bisa menjadi sarana memenangkan jiwa? 2. Apa aspek gaya hidup Anda yang mungkin membuat orang berpaling dari Allah? Apa yang dapat Anda lakukan tentang aspek itu? Francis G. Wokabi, Ruiru, Kenya
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 4
Senin 23 April
Matt. 9:36-38, Markus 5:1-19, Yohanes 17:11-19; 1 Kor. 9:20-23; 2 Kor. 3:2, 3
Logos Mengungkap Kesaksian
"Dalam Jalan" atau Dalam "Jalan"? (Markus 5:1-19) Orang-orang yang bertemu Yesus ketika Dia mendarat di pantai timur Galilea berasal dari gaya hidup yang sangat berbeda. Orang-orang yang kesurupan tak terkendali meneror pedesaan, ancaman konstan untuk dirinya sendiri dan kepada orang lain. Orang yang menggembalakan ternak dengan tenang melakukan pekerjaan mereka mencari nafkah. Namun semuanya ikut terkena, satu terang-terangan, yang lain diam-diam. Sementara bahkan setan dalam kerasukan setan mengakui siapa Yesus itu, para gembala dan penduduk desa yang datang melihat-Nya mengabaikan kesaksian di hadapan mereka dan meminta Juruselamat untuk pergi. Kehadiran-Nya tidak berarti apa-apa kepada mereka selain kehilangan keuntungan. Ketika Yesus pergi, dua jenis saksi tetap tinggal untuk mempengaruhi orang—orang Dekapolis. Keduanya berbicara tentang dampak Yesus pada kehidupan mereka. Keduanya berkontribusi pada hasil abadi orang lain. Hanya orang yang benar-benar menyerah kepada Yesus dapat membantu orang lain mengalami kasih, keselamatan Allah yang mengagumkan. Yesus meminta setiap kita untuk bekerja bagi-Nya dalam berbagai cara Masuk, Keluar, dan Ambil Semuanya (Mat. 9:36-38) Hanya satu orang yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Juruselamat (Matius 3). Dalam waktu dua tahun, 12 orang ditahbiskan untuk membantu membagikan pesan-Nya. Satu tahun lebih kemudian, mendekati waktu akhir pelayanan Yesus di dunia ini, kebutuhan akan pelayanan sedemikian besarnya sehingga diperlukan tambahan misionaris sebanyak tujuh puluh orang untuk bersaksi ke daerah yang akan dikunjungiNYA. (lihat Lukas 10:1-16.) Dengan semakin dekatnya kedatangan kedua kali Tuhan kita, dunia kita terus berkembang, tipuan Setan menjadi lebih sulit untuk dikenali dan lebih sukar untuk ditolak, dan orang-orang menjadi lebih banyak yang putus asa akan hari esok yang lebih baik. Allah membutuhkan lebih banyak saksi-saksi sekarang daripada waktu sebelumnya, orang-orang percaya yang hidupnya konsisten, dan berpengaruh positif. Kita perlu berselaras dengan Allah, keluar dari kepompong kita, dan bekerja untuk membagikan kesaksian tentang Juruselamat yang mengobahkan hidup kita dengan orang-orang yang kita temui. Ini Bukan "Semuanya kamu " (Yohanes 17:11-19) Yesus tahu kesulitan yang akan dihadapi murid-murid-Nya karena mereka tetap teguh bersaksi bagi-Nya. Sama seperti Dia telah terus-menerus mengandalkan pada kekuatan Bapa-Nya, Dia tahu murid-murid akan membutuhkan kuasa mendukung yang sama untuk tetap setia.
Yesus meminta setiap kita untuk bekerja bagi-Nya dalam berbagai cara, di beberapa tempat, di sini di bumi. Jika kita setia kepada panggilan kita, kita akan bekerja dengan tekun sampai tugas yang diberikan selesai. Tapi hal ini menciptakan sedikit masalah. Semakin
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 5
karakter kita menyerupai Kristus, semakin bertentangan kita dengan dunia dan Setan akan berusaha untuk mengendalikan kita. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, kita tidak akan memiliki kekuatan cukup dalam diri kita untuk memenangkan pertempuran itu. Hanya dengan melepaskan kekuasaan diri kita sendiri yang lemah kepada Allah dan mengijinkan Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup kita barulah kita bisa tetap di dunia tanpa dikalahkan. Adaptasi ≠ Kompromi (1 Kor. 9:20-23) Orang-orang yang melayani sebagai misionaris ke negara lain menyesuaikan cara hidup mereka sehingga orang lain akan lebih cenderung untuk mendengarkan Injil. Mereka belajar bahasa baru, merubah interaksi sosial mereka, memodifikasi pakaian mereka, dan menerima kondisi hidup yang berbeda. Namun Perintah kabar Injil (Mat. 28:19, 20) tidak hanya untuk misionaris ke negara asing. Bagaimana bangsamu, lingkunganmu? Di sekitar kita adalah orang-orang sama "asing"nya bagi kita seperti orang-orang di tempat-tempat yang jauh. Menggunakan "segala cara yang mungkin" (1 Kor 9:22,. NIV), kita perlu bertemu dengan mereka di mana mereka berada, kemudian menunjukkan kepada mereka di mana Kristus ada. Beberapa orang dewasa muda akan dijangkau dengan mengadakan Seminar Wahyu dalam lingkungan yang makmur. Orang yang terkungkung di rumah atau terbaring di tempat tidur tidak mungkin untuk menghadiri “gereja taman.” Kita tidak bisa berbagi kasih Yesus dengan para tunawisma melalui Hope Channel. Ikut tinggal dan mengunjungi setelah melayani makan di dapur umum lokal mungkin tidak akan menempatkan Anda dalam kontak dengan mereka yang jarang keluar dari lingkungan nyaman dan aman kelas menengah atas dunia mereka. Dan melayani mereka yang saat ini mengabaikan kebenaran yang pernah mereka sepenuhnya peluk sangat menantang. Sementara kita membahas bagaimana cara menjadi saksi bagi siapa pun dan semua orang, dimana saja dan kemana saja, kita harus selalu melindungi integritas dari Injil. Setiap kompromi dari kebenaran Allah merubah kesaksian kita—dari dan untuk DIA sampai ke melawan DIA. Ini Jelas untuk Semua (2 Kor 3:2,. 3) Anda tidak perlu mengumumkan kepada dunia bahwa anda adalah orang Kristen. Orang di sekitar Anda dapat mengetahui apakah Anda seorang Kristen dengan cara Anda bertindak seperti apa yang Anda katakan. "Dunia lebih membutuhkan orang Kristen yang sejati”. Perkataan seperti Kristus dimaksudkan bagi seluruh umat manusia. Hanya dengan demikian baru orang dapat memahami apa arti keKristenan, memahami kebenaran besarnya, dan belajar untuk mengasihi dan menuruti hukum Allah. "Setiap orang percaya dan setiap gereja harus haru menjadi surat dari Kristus kepada dunia. Penulis surat itu adalah Kristus. Tempat ditulisnya adalah hati setiap orang percaya, dan yang tertulis adalah hukum Allah, dan transkrip dari karakter-Nya "*. REAKSI 1. Jika "tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata," dapatkah seorang saksi yang setia tetap selamanya diam? Jelaskan jawaban Anda. 2. Apakah mungkin untuk "istirahat" dari menyaksikan tanpa benar-benar mengisolasi diri sendiri? 3. Mana yang lebih merusak karena Kristus: kata-kata negatif atau tindakan negatif? Mengapa? ____________ *The SDA Bible Commentary, vol. 6, pp. 843, 844. Dallas Estey, Firestone, Colorado, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 6
Selasa 24 April
Kesaksian Pengaruhmu adalah Kekuatan
Ef. 5:15-17
Sebelum Internet, e-mail, telepon selular, dan Facebook, orang-orang berkomunikasi dengan surat tulisan tangan dan mengirimkannya ke penerima melalui kantor pos. Butuh waktu sekitar seminggu untuk menerima surat atau kadang-kadang bahkan lebih lama. Surat yang hilang sudah umum. Namun teknologi telah benar-benar mengubah cara kita berkomunikasi. Satu hal, bagaimanapun, masih tetap—kita menulis dan membaca surat-surat dalam bentuk apapun datangnya. Pengaruh pribadi adalah kekuatan Seperti surat yang terbuka untuk diselidik pembaca yang dimaksudkan, kehidupan orang yang mengaku Kristen tunduk pada pengawasan dunia. Hidup kita harus seperti garam yang mengawetkan. "Garam harus berbaur dengan substansi yang ditambahkan, harus menembus, meresap, agar bisa mengawetkan. Jadi melalui kontak pribadi dan asosiasi orang dijangkau oleh kuasa keselamatan injil. Mereka tidak disimpan sebagai massa, tetapi sebagai individu. Pengaruh pribadi adalah kekuatan. Mesti bekerja dengan pengaruh Kristus, ditinggikan ketempat Kristus ditinggikan, memancarkan prinsip-prinsip yang benar, dan menghindarkan diri dari kemajuan korupsi dunia. Meresapkan kasih karunia yang hanya Kristus saja yang dapat memberikan. Hal ini untuk mengangkat, untuk mempermanis kehidupan dan karakter orang lain dengan kuasa teladan murni yang dipersatukan dengan iman yang sungguh-sungguh dan cinta "1. Kehadiran Allah dalam diri seseorang menanamkan karakter illahi yang mengubahkan dunia (Galatia 2:20;. Filipi 4:13). "Pelajaran terbesar untuk diberikan kepada orang muda adalah bahwa, sebagai penyembah Allah, mereka menghargai prinsip-prinsip Alkitab, dan membuat dunia sebagai yang kedua. Allah akan menginstruksikan semua tentang bagaimana mereka dapat melakukan pekerjaan Kristus, dan masuk melalui pintu gerbang ke dalam kota surgawi. Kita tidak boleh membiarkan dunia mengobahkan kita, kita mesti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengobahkan dunia. Kristus telah membuatnya menjadi hak istimewa dan kewajiban untuk berdiri baginya untuk semua keadaan"2. REAKSI 1. Apa yang membuat kehadiran Kristus begitu kuat, sehingga menyentuh dan mengubah hidup begitu banyak orang? 2. Bagaimana kita bisa mempengaruhi orang lain dalam cara yang akan menarik mereka kepada Kristus? ____________ 1. Prophets and Kings, p. 232. 2. Fundamentals of Christian Education, p. 470. Jared Bosire, Mombasa, Kenya
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 7
Rabu 25 April
2 Kor. 3:2, 3
Bagaimana Semuanya Dalam Surat!
Ketika Albin Schram pengacara Swiss meninggal pada 2005, ia meninggalkan sebuah koleksi surat yang ditulis oleh beberapa pemikir terbesar peradaban modern. Salah satu dari surat-surat ini adalah dari Albert Einstein yang ditujukan kepada teman masa kecilnya, Paul Habicht, yang sedang sakit. Surat itu tertanggal 5 Juli 1935. Dimulai dengan kata-kata, "Saya baru-baru mendengar bahwa Iblis—satu-satunya yang tidak pernah tidak punya kerja saat ini—cakarnya telah mencengkerammu dengan kuat." * bagaimana anda dapat menjadi sebuah surat yang efektif untuk bersaksi? Kata-kata ini sungguh-sungguh berlaku untuk semua umat manusia. Ketika Adam dan Hawa berdosa di Taman Eden, semua orang sejak itu dijual ke dalam dosa. Namun ada kabar baik dalam surat terbesar yang pernah ada, Alkitab. Dalam surat ini Allah menunjukkan kepada kita ada harapan bagi orang-orang yang menerima keselamatan melalui Anak-Nya. Keinginan Allah ialah seluruh umat manusia diselamatkan (Yohanes 3:16). Dan Dia sedang mencoba untuk menjangkau dunia dengan kabar baik melalui surat yang dapat dibaca oleh semua orang. Sedangkan bahasa manusia memiliki keterbatasan, bahasa kasih Allah dapat dipahami oleh semua. Keinginan Allah adalah agar umat-Nya dapat menjadi surat yang hidup, mengkomunikasikan kasih-Nya. Mengapa surat seperti itu dapat menjadi saksi yang efektif? Jawabannya adalah bahwa perubahan yang terjadi dalam dirimu ketika engkau menerima Kristus "ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup. . . ditulis pada tablet hati manusia "(2 Kor. 3:2, NIV). Pertanyaan besar adalah bagaimana anda dapat menjadi sebuah surat yang efektif untuk bersaksi? Anda harus tetap terhubung dengan Firman (Yohanes 15:4, 5). Tanpa dicangkokkan kepada Kristus, tidak akan ada pertumbuhan dan, karenanya, tidak akan ada kesaksian. Gaya hidup Anda harus mencerminkan Kristus (Filipi 2:5). Anda hanya dapat mencerminkan Kristus jika anda mengadopsi pola pikir-Nya. Orang-orang yang "membaca anda" akan tertarik kepada-Nya jika mereka melihat-Nya dalam hidupmu. Anda harus tetap relevan (1 Kor. 9:19, 20). Rasul Paulus menjadi seperti orang Yahudi ketika berada di antara orang Yahudi dan orang kafir ketika berada diantara orang-orang kafir agar dia bisa memenangkan banyak orang kepada Kristus. Namun, kita tidak harus bingung dengan tetap relevan dan kompromi. REAKSI 1. Mengapa Allah memilih untuk menggunakan manusia untuk penginjilan dan evangelisasi bukannya malaikat? 2. Bagaimana anda bisa menunjukkan relevansi dalam perjalanan Kristenmu tanpa mengkompromikan imanmu? ____________ *The Independent, “The Greatest Letters Ever Written,” Wednesday, 27 June, 2007, http://www .independent.co.uk/arts-entertainment/books/features/the-greatest-letters-ever-written-454857 .html (accessed April 18, 2011). Lawrence Kiage, Atlanta, Georgia, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 8
Kamis 26 April
Pendapat Saksi Yang Baik?
Matt. 9:36-38, Lukas 10:25-37; Rom. 13:8-11
"Aku akan terlambat," pikir pria itu saat ia bergegas menyusuri jalan tanah, jubahnya melambai di belakangnya. Apa yang akan terjadi bila ternak dengan tak terduga menyeberang dan pengemis buta yang meminta uangnya, perjalanannya telah berlangsung luar biasa lambat. Oh, dan juga janda yang menjual barang-barang tak-berharga di depan rumahnya telah menghambatnya juga. Tidak tahukan dia bahwa ini hari Sabat? "Dia butuh mendapatkan pekerjaan," pikirnya kesal. Dengan semua ketidaknyamanan, itu benar-benar sulit untuk mempertahankan suasana spiritualnya. Dan ia harus berkhotbah pagi ini! Untuk membantu mencerahkan suasana hatinya, ia mulai berdoa dengan suara keras. Tentu saja, dia berharap ini akan mencerahkan siapa pun yang mungkin mendengarnya ketika dia lewat. dia menyeberang jalan untuk menghindari kemungkinan kontak lebih lanjut dengan para bajingan Setengah jalan ke sinagog, ia melihat sesuatu di jalan di depannya. "Apa itu?" Pikirnya. Ada seorang pria, memar dan bekas dipukuli, mengerang pelan. Ini adalah bagian dari jalan di mana pencuri sering bersembunyi, menyergap wisatawan, mencuri harta benda mereka, dan sering meninggalkan mereka mati ditempat. Pendeta itu memandang ke sekitar dengan hati-hati, memegang jubahnya erat-erat membungkusnya. Pria ini pastilah ceroboh sedemikian rupa—memperlihatkan barang-barangnya, tidak memperhatikan lingkungannya. Kalau tidak begitu bagaimana dia bisa berada dalam kondisi seperti itu? Jadi dia menyeberang jalan untuk menghindari kemungkinan kontak lebih lanjut dengan para bajingan. Dia tiba di gereja tepat pada waktunya untuk lagu pembukaan. Musik sampai pada refrain saat ia melangkah ke mimbar. "Selamat Sabat!" Ucapnya dengan suara nyaring penuh dengan otoritas dan kenyamanan. "Selamat datang di rumah Tuhan. Saya minta maaf untuk keterlambatan saya. Aku bertemu dengan sedikit kesulitan di jalan pagi ini. Tapi tidak mengganggu betul. Mari kita mulai diskusi tentang pentingnya bersaksi. " REAKSI 1. Pernahkan anda ingat ketika kesaksianmu kurang dari optimal? 2. Bagaimana anda dapat melakukan hal-hal yang berbeda? 3. Jika Anda tidak bersaksi untuk Allah, untuk siapa anda bersaksi? Tanya L. Henry, Springfield, Massachusetts, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 9
Jum’at 27 April
Eksplorasi Garam dan Terang
Kisah 9:36
SIMPULAN Kehidupan sehari-hari kita memberikan kesempatan bagi Roh Kudus untuk menjangkau orang lain melalui kita. Sebuah kehidupan yang diubahkan oleh penyerahan kepada Kristus mempunyai banyak sifat yang secara alami menarik perhatian orang. Ketika kita mengijinkan Allah untuk mengubah dan membangun ulang kita, kita mengalami Kabar Baik untuk diri kita sendiri. Kemudian kita memiliki sesuatu yang layak untuk dibagikan. Dia membantu kita untuk mengkomunikasikan Injil dengan cara yang dapat dipahami oleh orang-orang di sekitar kita. PERTIMBANGKAN
 Menulis kutipan berikut pada kartu catatan dan menempatkannya pada tempat yang dapat anda lihat sepanjang minggu: "Argumen terkuat yang mendukung Injil adalah seorang Kristen yang mencintai dan dicintai." (Ellen G. White, Ministry of Healing, p 470)..
 Bacalah lirik "Suatu hati yang Rajin dan Bersyukur (The Seventh-day Adventist himnal, no. 639,. Atau "Say So" oleh Israel Houghton, http://www.chordie.com/chord.pere/www. Guitaretab. com/i/israel-houghton/97078.html). REnungkan kata-katanya dalam kontesk pelajaran minggu ini. Bagaimana fakta anda ditebus merobah hidupmu dan hubunganmu dengan orang lain?
 Makan kentang panggang atau sayuran favorit lainnya tanpa garam. Apa bedanya? Bagaimana hal itu mirip dengan perbedaan yang dimaksudkan Yesus yang mesti dibuat orang Kristen kepada dunia (Matius 5:13)?
 Duduk beberapa menit di ruang gelap, kemudian nyalakan lilin. Bagaimana penyalaan lilin merubah segalanya? Apakah ada perbedaan yang dihasilkan apabila lilin itu besar, kecil, penuh hiasan, atau mahal? Jika hidupmu seperti lilin di dunia yang gelap, bagaimana mungkin anda bisa memimpin orang lain kepada Kristus?
 Bacalah 2 Korintus 3:3 dan tuliskan apa yang anda pikir yang diinginkan Allah engkau lakukan kepada orang-orang disekitarmu melalui hidup dan pengaruhmu.
 Tanyai beberapa orang, "Bagaimana anda tahu jika salah satu teman anda sedang jatuh cinta?" Pikirkan tentang bagaimana jawaban mereka berhubungan dengan pelajaran pekan ini.
 Buatlah gambar untuk mengilustrasikan apa arti "Evangelisasi gaya hidup" bagimu.
HUBUNGKAN Luke 6:43‒45; Galatians 5:22, 23 The Ministry of Healing, pp. 469, 470. Lifestyle Evangelism: Learning to Open Your Life to Those Around You, by J. Aldrich (Multnomah, 2006). Sharon Wright, Silver Spring, Maryland, U.S.A.

Real Time Fait-5-II-2012-Guru


Pelajaran 5
Bertahan dalam Kehadiran Tuhan yang Tidak Nyata
Bertahan
5 Mei 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Roma 8:28                             Ibrani 2:17, 18
Matius 5:43-45                       2 Petrus 2:9
Matius 5:43-45                       Ayub 30:25, 26
Yakobus 1:2-4                       1 Korintus 10:13
Yakobus 1:12                         Wahyu 22:12
Matius 5:10

(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B.   Perihal “ Bertahan dalam ketidakhadiran Tuhan yang nyata“
Suatu kenyataan yang menyentuh umat manusia adalah tragedi. Beberapa orang berkata “hal buruk terjadi karena dosa“ atau “suatu hari Tuhan akan membuat semuanya baik,“ tapi tak ada banyak yang tertinggal untuk orang-orang percaya atau orang-orang yang tidak percaya untuk melindungi mereka melalui sebuah tragedi. Pelajaran ini mempunyai dua tujuan: (1) untuk menolong kita mengerti sifat dasar and tujuan dari cobaan dan masalah dan (2) untuk menolong  kita mengerti apa artinya mempercayai Tuhan di saat-saat seperti itu. Ketrampilan utama yang dibutuhkan untuk melakukan ini adalah untuk memperjelas tentang apa yang kita tahu mengenai Allah tanpa melepaskan apa yang membuat kita tidak tahu sehingga membingungkan kita. Pada akhirnya sewaktu tragedi itu datang, kita tidak mempunyai banyak waktu untuk mengistirahatkan beban kita, tapi apa yang kita punya sudah cukup. Pada akhirnya apa yang kita lihat adalah kabur dan tidak jelas, tapi kita masih bisa melihatnya.

C.  Kemana kita pergi dengan “ Bertahan dalam ketidak hadiran Tuhan yang nyata“
Sebagai hasil dari pelajaran ini kita ingin agar murid bisa:
  1. Menggali kenyataan dari perasaan sakit dan penderitaan dan pertanyaan yang orang-orang duga mengenai sumber mereka.
  2. Mengerti apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang pencobaan dan menerapkannya untuk setiap pertanyaan yang banyak orang miliki mengenai Tuhan
  3. Mengembangkan satu pendekatan pemikiran yang bijaksana untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan tetap percaya akan apa yang Allah katakan.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan

Permulaan – (Aktifitas A) seutas tali dengan panjang 6 sampai 8 meter untuk setiap kelompok yang terdiri dari tiga atau empat murid;
(Aktifitas B) beberapa batu yang muat di dalam telapak tangan (satu untuk setiap murid, jika memungkin kan).
Hubungan – Pelajaran murid dan/atau Alkitab;
Handout (hal 54)
Aplikasi – Kertas, bolpen atau pensil.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Meminta mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “memilih” bagi dirinya sendiri, dengan menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.

A. Aktivitas Permulaan
Persiapan –Tujuan dari pelatihan ini adalah supaya murid memperhatikan bagaimana bertahan dalam ujian dengan setia dapat meningkatkan kemampuan kita untuk lebih bertahan lagi. Mereka akan diberikan seutas tali kira-kira enam sampai delapan meter panjangnya. Tugas mereka adalah untuk melakukan apapun yang diperlukan dengan tali itu sehingga membuat mereka mudah untuk bisa berpegangan. Mereka akan mengetahui bahwa dengan membuat simpul, ikatan, ikat pinggang dan memanfaatkan sesuatu adalah cara untuk membagikan lagi beban yang ada sehingga membuat mereka bisa bertahan kepada tali itu
Siap-siap – Membagi para murid menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang dan berikan setiap kelompok seutas tali. (Latihan ini adalah sebagai contoh, sehingga anda tidak terlalu memerlukan tali pendakian. Hanya perlu diperhatikan supaya mereka tidak mencoba untuk mengukur bangunan dengan seutas tali sewaktu anda tidak melihat.)

Mulai – sewaktu setiap kelompok memiliki seutas tali,
Katakan: Bayangkan kamu tiba-tiba terperangkap sewaktu sedang mendaki gunung dan kamu hanya mempunyai tali ini untuk bertahan. Apa yang akan kamu lakukan dengan tali ini untuk mebuat tali ini mudah untuk dipegang? Jika kamu bisa melakukan sesuatu kepada tali ini sebelum kamu mengandalkannya, apa yang akan kamu lakukan? (Beberapa murid mungkin akan membuat ikatan dengan tali ini atau mungkin membuat simpul untuk menahan kan beban nya. Beberapa juga akan menghasilkan sesuatu untuk bisa menduduki nya.)

Tanya Jawab – berkeliling di sekitar kelas dan minta murid untuk melaporkan rencana mereka untuk bertahan.
Tanyakan: Apa yang kamu pilih untuk dilakukan dengan tali supaya mudah untuk bertahan? Kenapa kamu memilih untuk melakukan jalan itu? Apa kekuatan dan kelemahan dari setiap pilihan? Apa persamaan mengenai menahan setiap godaan yang bisa kamu buat dengan melihat ke simpul yang sudah terikat di tali untuk bertahan?

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Kumpulkan beberapa batu yang pas di telapak tangan (jika bisa, satu untuk setiap murid). Coba untuk mendapatkan berbagai bentuk yang kamu bisa. Tujuan dari latihan ini adalah supaya murid memilih batu yang mereka inginkan untuk bersandar. Buat batu ini sekecil mungkin untuk menggambarkan bahwa sewaktu kita melewati pencobaan, kita tidak selalu punya banyak hal untuk bertahan, tapi kita punya cukup. Murid harus bisa berdiri di batu itu, tanpa menyentuh tanah, untuk 30 detik. Semakin banyak macam bentuk dari batu itu, semakin banyak pilihan yang mereka buat mengenai batu mana yang harus mereka pilih

Siap-siap – Katakan: Berbarislah dari satu sudut kelas ke sudut yang lain sesuai dengan umur, yang paling tua di kiri dan yang paling muda di kanan. Dan satu hal lagi: “Kamu tidak bisa mengatakan apa-apa!” Tidak boleh berbicara. Kamu harus berkomuninkasi dengan cara yang lain.

Mulai – Sewaktu murid sudah berbaris, dari yang paling tua sampai yang paling muda, jalan sesuai garis dan suruh mereka untuk menutup mata mereka dan pilih satu batu dari kotakmu atau dari dalam tas. Mereka tidak akan merasakan semua batu, hanya mencoba meraih nya dan menangkap satu batu. Sewaktu semua orang mempunyai batu undang mereka untuk melihat apakah batu itu bisa menahan berat badan mereka.

Tanya Jawab – Tanyakan: Mengapa kamu memilih batu yang kamu pilih itu? (sebenarnya tidak  mempunya banyak pilihan) Apa yang kamu rsakan mengenai menumpu beban kepada sesuatu yang kecil? Bagaimana perasaanmu hidup dalam iman yang penuh dengan pergumulan dan trauma kehidupan? Kapankah waktu dari hidupmu, engkau merasakan bahwa tidak ada lagi yang bisa untuk menahan bebanmu? Apa sebenarnya arti dari melakukan urutan yang paling tua hingga yang paling muda? (sebenarnya tidak ada)

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Tiga ilustrasi yang bisa dipertimbangkan mengenai bertahan dalam pencobaan: “sebuah pohon anggur bergantung kepada sebuah pohon ek dan berusaha berlindung jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal buruk. Bila angin kencang datang dan pohon anggur berada di balik pohon ek maka pohon itu akan melindungi pohon anggur tersebut dari angin, pohon ini bertugas untuk menjaga pohon anggur dari angin, yang bisa saja membuatnya lepas dari pohon atau membuatnya menjadi serpihan-serpihan. Jika pohon anggur terbuka/kelihatan dari samping pohon, angin bertugas untuk membuat pohon anggur itu semakin menempel ke dalam pohon.
Michael Green, 1500 Illustrations for Biblical Preaching (Grand
Rapids: Baker Books, 1989),hal. 382

“Seorang pria sedang berbelanja di sebuah toko. Anak laki-lakinya selalu mengikutinya dari belakang, sambil memegang keranjang yang besar. Ayahnya selalu memasukkan barang satu dan barang yang lainnya ke dalam keranjang itu sampai seorang pelanggan yang lain merasa kasihan kepada anak ini. Seorang wanita berkata, “Barang-barang itu pasti sangat berat untukmu, kan anak muda?“ Anak itu berbalik ke arah wanita itu dan berkata, “Ah, tidak usah dipikirkan. Ayah saya mengetahui seberapa berat yang bisa saya bawa.“  Ibid., hal. 380.

“Seorang anak laki-laki membawa kepompong yang akan berubah menjadi kupu-kupu masuk ke dalam rumahnya untuk bisa melihat proses kejadian unik yang akan dibuat oleh kepompong itu berubah. Sewaktu kepompong itu sudah mulai membuka cangkangnya sedikit demi sedikit, anak laki-laki itu memperhatikan bahwa sangat susah untuk kupu-kupu itu keluar dan sangat membutuhkan usaha yang kuat. Proses itu sangat lama. Karena ingin menolong, dia mengambil kepompong itu dan membuka retakan nya dengan lebar. Beberapa waktu kemudian kupu-kupu itu keluar dari tempatnya. Tapi sewaktu anak ini memperhatikan kupu-kupu tersebut, sayap dari kupu-kupu ini tetap tidak bisa bergerak. Sesuatu yang salah telah terjadi. Apa yang sebenarnya anak laki-laki ini tidak sadari adalah usaha yang kuat dari kupu-kupu ini adalah sangat penting untuk kupu-kupu itu berlatih mengembangkan sistem otot nya. Dengan cara yang salah dalam membantu kupu-kupu yang sedang berusaha dengan keras, anak laki-laki ini telah menghancurkan masa depan dari makhluk ini. Pencobaan adalah sangat penting untuk bertumbuh.”  Ibid., hal. 384.

Tanya Jawab – Tanyakan: Ilustrasi mana kah yang paling mengena untuk mu? Siapakah yang telah melewati penderitaan yang sangat besar di dalam ruang lingkup kehidupanmu? Apakah pertanyaan untuk Tuhan atau masalah dengan Tuhan yang orang-orang punyai sewaktu mereka mengalami penderitaan?

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Setiap kerajaan mempunya sejarah nya masing-masing. Pengertian dari keseluruhan gambaran yang besar adalah petunjuk yang sangat penting dalam melewati kesakitan, penderitaan dan kehilangan. Tidak ada pengetahuan yang mengurangi rasa sakit kita atau frustrasi sewaktu “hidup berpaling dari kita“ atau “Setan menyerang kita“ atau “Tuhan mengijinkan ini untuk terjadi.“ Yang paling penting adalah untuk menyadari sebanyak yang kita tahu bahwa banyak juga yang tidak kita tahu.
Ini adalah masalah utama dalam pengertian mengapa hal buruk terjadi seperti itu, karena kita tidak mempunyai alasan untuk tragedi-tragedi itu—selain itu akan terjadi atau itu adalah hasil dari tinggal di dunia berdosa ini. Sewaktu kejadian buruk ini terjadi terhadap kita, kita mencari sebuah jawaban karena kita mau semua itu berhenti. Dan dalam pikiran kita, mengetahui mengapa itu semua terjadi membuat kita mencari jalan agar semua itu berhenti untuk terjadi. Tapi ternyata, kita tidak bisa menghindari masalah-masalah itu dan penderitaan itu, dan itu menyebabkan banyak menunjuk jari mereka kepada Allah atau memberikan kepalan tangan ke arah surga. Itu lah sebab nya kita harus mempunyai peraturan yang bisa menuntun dan membantu kita.
            Cobalah: Jangan biarkan hal yang tidak kamu tahu membingungkanmu tentang apa yang kamu tahu. Bagikan handout (hal.54). Katakan: Kita akan mengadakan kuis sederhana. Tolong jawab sendiri benar atau salah untuk pernyataan berikut, setelah itu kita akan mendiskusi kan jawaban nya. Sewaktu mereka selesai, liat lah jawaban nya dengan cepat. (Semua jawaban adalah benar—beberapa mungkin ingin berargumentasi dengan pendapat mereka—tapi kita akan mendapat kesempatan untuk menjelaskan nya lebih dalam beberapa saat nanti.)
Tanya: Manakah dari pernyataan ini yang sangat mudah untuk dijelaskan? Manakah dari pernyataan benar-salah ini yang sangat susah untuk dibenarkan daripada yang lain? Mengapa?
            Bagikan atau panggil perhatian murid kepada Tuhan Berkata… bagian dari pelajaran murid. Katakan: Perhatikan ayat-ayat yang terdapat dalam pelajaran murid dan liat jika dari antara mereka memberikan pemikiran mereka mengenai pernyataan itu benar atau tidak. Kembali lah sekarang dan tulis ayat yang menghubungkan pernyataan itu dalam handout.
            Sewaktu murid-murid sudah menghubungkan pernyataan dengan ayat-ayat, minta seorang sukarelawan untuk melengkapi pernyataan yang “benar” dengan “dan” atau “tapi” dihubungkan di akhir kalimat. Sebagai contoh; “Surga adalah nyata, tapi itu belum ada disini.” Atau “Tuhan tidak pernah mengingkari janji-janji nya, dan dalam waktu yang tidak bisa di pertanyakan.”

B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran

Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.

Tanya Jawab – Katakan: Sewaktu sebuah tragedi menimpa seseorang, sangat mudah untuk kita ketimbang mereka untuk melihat sisi positifnya. Untuk orang yang sedang dalam penderitaan, itu sangat sulit untuk “melepaskan penderitaan dan berpikir tentang apa yang sedang terjadi.” Jadi bagaimana kita bertahan sewaktu dunia kita sedang runtuh? Pikirkan tentang cerita yang tadi di singung sebelum nya.

C. Hubungan dengan Kehidupan
Tanya: Haruskah kita mencoba untuk menjelaskan setiap masalah yang membuat orang menderita? Bagaimana kita harus menjawab atau menanggapi penderitaan yang orang lain rasakan dalam hidup? Apakah yang seharus nya kamu tidak katakan?
            Minta murid anda untuk memperhatikan ayat-ayat yang terlihat dalam bagian  Tuhan Berkata... bagian dari pelajaran murid dan yang lainnya yang bisa mereka pikirkan dari dalam Alkitab, dan memilih ayat mana yang mereka bisa gunakan untuk menanggapi setiap orang yang mengalami penderitaan yang telah di catat di bawah. Kamu mungkin mau untuk mencatat situasi di papan tulis atau di flipchart.
·         Sebuah keluarga muda harus mengurus kebangkrutan mereka dan mengulang semua dari awal
·         Seorang anak perempuan diperkosa oleh pamannya
·         Beribu-ribu anak-anak menderita kelaparan sampai mati sedangkan sapi-sapi di negara lain tidak pernah merasa kelaparan.
·         Dua anak remaja laki-laki kehilangan kedua orang tuanya.
·         Seorang ibu yang baru saja melahirkan anaknya yang cantik dan lima hari kemudian meninggal dengan tidak ada kejelasan
·         Seluruh kampung dibunuh dengan alasan perselisihan politik.

Tanya: Bagaimana kita sebagai anak-anak kerajaan Allah memberikan tanggapan untuk kejadian ini? Apa yang akan kita katakan mengenai Tuhan? Apa yang bisa kita jelaskan? Apa yang tidak akan kita katakan? Bagaimana kita mendukung orang lain untuk bertahan? Ayat atau janji apa yang masuk akal untuk kamu sendiri?

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi

Dengan kata-kata mu sendiri, bagikan pelajaran berikut ini:
            Jalan yang lain untuk melihat bagaimana untuk bertahan adalah dengan cara olahraga mendaki gunung. Pernah tidak kamu memperhatikan bagaimana kecilnya sebuah batu bisa menahan berat yang sangat luar biasa? Dalam waktu kesusahan kita harus menaruh semua tenaga kita dalam sesuatu yang kuat. Sering, apa yang kita punya tidak kelihatan banyak membantu, tapi itu sudah cukup. Apakah kamu menggunakan ide untuk mengikat kaki atau simpul dalam tali, kita semua harus tahu apa yang kita percayai dan tahu untuk menjadi benar—apa pun yang terjadi. Tanya murid mu untuk membuat dua kolum dalam selembar kertas. Di sisi kiri, tulis “Apa Yang Aku tahu Menjadi Benar“ dan di kolum yang lain, “Apa Yang Saya Tidak Tahu.“ (Pergi ke bagian Bagaimana Itu Bekerja dalam pelajaran murid.)

Katakan: Gunakan ayat-ayat Alkitab dan pernyataan yang dibuat oleh orang lain dalam kelas juga dari dirimu sendiri, pilih lima kebenaran yang kamu pikir bisa membuat kamu bertahan dari apa pun yang datang ke jalanmu. Tulis kebenaran itu dalam kotak yang sudah di buat dekat simpul tali itu.

Tanya: apa yang kamu pertahan kan dalam situaasi apa pun? Apa kah simpul pilihanmu? Apa kah ikat kaki pilihanmu? Mengapa kamu memilih apa yang barusan kamu pilih?

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Kapankah dirimu dipermainkan oleh keadaan?
2.         Kapankah kamu merasakan bahwa hidupmu di pelihara atau berjalan baik-baik saja?
3.         Siapakah yang kamu tahu yang bisa bertahan dalam waktu kesusahan dan berhasil untuk tetap setia?
4.         Bagaimana mereka melakukannya? Apa kualitas karakter yang mereka punya? Apa bantuan yang mereka dapat?
5.         Bagaimana melewati setiap cobaan bisa membantu kita melayani orang lain sebagai salalh satu anggota dari kerajaan Allah?
6.         Apa karakter di Alkitab yang bisa kamu pikirkan yang bisa bertahan apa pun yang terjadi? Bagaimana mereka melakukannya?
7.         Apa kepribadian dalam sejarah yang keliatannya bisa untuk bertahan apa pun yang terjadi?

6. Penutupan
Kesimpulan

Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Yesus sudah berjanji buat kita: “Semua nya itu kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkan lah hati mu, Aku telah mengalah kan dunia“ (Yohanes 16:33). Ambillah hati mu! Yang paling penting yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa perkataan Allah adalah benar.
Apa yang dikatakan Allah tentang penciptaan, cinta Nya kepada kita, pengampunan kita, kasih karunia sebagai hadiah yang cuma-cuma, kekuatan untuk melewati segalanya, kedatang yang kedua kali, surga dan seterusnya. Kita tidak akan bisa kuat selain sewaktu kita percaya sepenuh nya kepada perkataan Allah. Dan sewaktu kita tidak tahu mengapa semua itu terjadi, kita sudah cukup tahu untuk bertahan.

__________________________________________________________________________________________
UNTUK PELAJARAN KELIMA
LAMPIRAN INI ADALAH UNTUK KEGIATAN YANG BERHUBUNGAN

            KUIS BENAR ATAU SALAH

Tunjukkan apakah pernyataan dibawah benar atau salah:
____ Allah kita adalah Allah yang pengasih

____ Allah membiarkan kita untuk membuat keputusan sendiri mengenai apakah perlu mengikutiNya

____ Allah adalah adil

____ Dosa adalah penyebab dari kesusahan dan pencobaan

____ Setan mempunyai kekuatan untuk menyakiti orang

____ Allah kadang-kadang suka menghukum orang

____ Allah kadang-kadang menurunkan berkat nya kepada beberapa orang

____ Allah tidak pernah mengingkari janji-janji nya

____ Allah bertanggung jawab kepada kejahatan

____ Allah menggunakan cobaan untuk membuat kita kuat

____ Surga adalah nyata


Materi Siswa
Bertahan Dalam Ketidakhadiran Tuhan yang Nyata (5 Mei 2012)
Bertahan

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.

__________________________________________________________________________________________


                   Bertahan

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Dahulu, di hari-hari kapal berlayar, sebuah angin kencang yang buruk datang yang membuat sebuah kapal hilang di daerah yang tidak di ketahui. Hanya satu petugas kapal yang berhasil bertahan, ia terdampar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Dalam kesengsaraannya petugas yang selamat ini setiap hari berdoa kepada Tuhan untuk selamat dan dapat ditemukan sehingga dia tidak sendiri lagi. Setiap hari dia menunggu sebuah kapal melewati pulau itu tetapi tidak pernah ada yang lewat. Untungnya dia bisa membuat sebuah tempat tinggal kecil (pondok) untuk menaruh beberapa barang yang tersisa dan barang yang dia buat sendiri.
            Satu hari, sewaktu petugas ini kembali dari mencari makanan, dia melihat segempul asap. Dia lalu berlari menuju asap itu dan melihat pondoknya sudah terbakar dengan api. Semuanya hilang. Sekarang bukan hanya dia sendiri tinggal di sana, tapi dia tidak mempunyai apa-apa untuk membantunya bertahan di dalam pulau ini. Terdiam dan hampir melewati masa sengsaranya, dia kembali jatuh ke dalam depresi dan melewati malam kelam itu dengan berpikir mengapa ini semua terjadi kepadanya dan apakah hidup ini pantas untuk dipertahankan. Hari berikutnya dia bangun pagi-pagi dan pergi ke arah pantai. Di sana, dengan perasaan yang campur aduk, dia melihat sebuah kapal melewati pulau ini dan sebuah kapal kecil sedang berlayar ke arahnya. Sewaktu petugas ini bertemu dengan kapten kapal ini, dia bertanya bagaimana dia tahu untuk datang dan menyelamatkan dirinya. Kapten itu menjawab, “Karena, kami melihat sinyal dari asap yang kamu buat kemarin, tetapi sewaktu kami ingin mendekati pulau ini datang angin yang menghalangi kami. Jadi, kami harus menunggu sampai angin itu lewat dan menjemputmu disini.” --Michael Green, 1500 Illustrations for Biblical Preaching (Grand Rapids: Baker Books, 1989), hal 381, 382.

            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Dominic kembali ke rumah dari acara pemakaman ibunya hari ini. Ibunya baru berumur 34 tahun dan meninggal karena virus yang jarang ada. Duduk di kamarnya sambil menyesali penderitaan dan perasaan kehilangan, dia merasa terganggu dengan perkataan orang-orang kepadanya di acara pemakaman. Satu orang memberikannya ayat dalam Roma 8:28, berkata “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”. Perkataan yang lain adalah bahwa kematian dari ibunya adalah bagian dari kehendak Allah. Selain ada beberapa perkataan untuk memberikan simpatik, ada pernyataan yang membuatnya resah. Bagaimana ini terjadi untuk kebaikan? Bagaimana bisa ini kehendak Allah? Jika seperti ini Allah dan ini adalah kehendak Nya, saya tidak mau berurusan dengan Nya! Apa yang akan kamu katakan kepada nya jika kamu bisa menulis surat sewaktu dia duduk dalam ruang nya?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø   “Keberanian akan sangat mustahil di dalam dunia tanpa rasa sakit.“ – Lee Strobel, penulis Kristen U.S.
Ø  Jika kamu menderita, berterima kasih kepada Tuhan! Itu pastinya adalah tanda bahwa kamu masih tetap hidup.” –Elbert Hubbard, penulis 19th-century U.S.
Ø  “Penderitaan tidak dapat dihindari; kesengsaraan adalah sebuah pilihan.” – Tom Blossom, sekarang pendeta di U.S
Ø  “Penderitaan adalah bukan pilihan, ini adalah mata pelajaran inti dari Universitas Kehidupan.” – Steven J. Lawson, sekarang penulis buku Kristen di U.S
Ø  “Saya tidak pernah mendengar seseorang berkata tentang pelajaran dalam hidupnya sewaktu dalam ketenangan dan kenyamanan. Tapi, saya sering mendengar banyak orang suci mengatakan setiap kelanjutan yang penting saya pernah buat dalam mencapai kedalaman kasih Allah dan bertumbuh semakin dalam terhadapNya, telah berjalan melalui penderitaan.” – John Piper, sekarang penulis buku Kristen U.S
Ø  “Untuk hidup adalah penderitaan, untuk bisa hidup harus mendapatkan arti dalam sebuah penderitaan.” – Roberta Flack, sekarang seorang pemusik di U.S
Ø  “Kemalangan kadang-kadang menghasilkan sebuah kesempatan yang tak terduga. Carilah! Hargai dan manfaatkan! Ini sangat sulit untuk dilakukan jika kamu merasa bersalah terhadap dirimu sendiri karena kamu berhadapan dengan kesulitan.” -- John Wooden, anggota dari Hall of Fame sebagai seorang pemain dan pelatih.
Ø  Sewaktu anak-anak dicobai, digoda, dan putus asa, … tuntun mereka dengan lembut untuk memberikan kepercayaannya kepada Tuhan.” – Ellen G. White, penulis dan salah satu penemu gereja.

Tuliskan Kutipanmu

 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  _______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


Selasa
APA?

            Kita bisa membuat sebuah rasa dari semua hal yang mebuat kita yakin mengenai Allah:  Dia adalah pencipta. Dia mencintai orang-orang. Dia percaya dengan kebebasan untuk memilih. Dia mendengar semua doa dan kita bisa melihat beberapa yang dijawab oleh Nya. Dia hidup dan mati untuk kita. Dia akan datang kembali dan surga akan bersama Nya. Itu akan menjadi sempurna. Kita akan mengetahui segala sesuatu mengenai dosa dan sangat membencinya sehingga kita tidak akan melakukannya lagi.
Sedikit yang kita tahu, ada banyak pula yang kita tidak tahu: Sangat sulit untuk mengerti bagaimana Allah memilih untuk melindungi beberapa oranng dari penderitaan dan memilih untuk membiarkan beberapa orang untuk merasakan penderitaan yang sangat.
Pikirkanlah. Perkataan “Biarpun saya percaya bahwa Allah mencintai saya dan mati untuk saya, saya tidak bisa memberikan hidup saya kepadaNya karena Dia telah membiarkan ibu saya meninggal” adalah membiarkan sesuatu yang kamu tidak mengerti untuk menghilangkan sesuatu yang kamu percayai. Apakah kamu mengetahui dengan jelas bagaimana internet bekerja? Apakah itu akan membuatmu untuk tidak menggunakannya?
Kita tidak akan membiarkan apa yang kita tidak ketahui membingungkan apa yang kita ketahui. Pikirkan mengenai betapa bingungnya Yusuf pada waktu muda. Sewaktu hidupnya semakin membaik, Yusuf kembali jatuh dengan keras. Kejadian 39:2, 20, 21 mengatakan bahwa sewaktu kehidupan Yusuf jatuh lagi dan lagi, Allah masih terus menyertai nya.  Allah yang sama yang memberikan janji untuk selalu bersama denganmu.

_________________________________________________________________________________________


Rabu
Tuhan berkata…

Ø  Roma 8:28
Ø  Matius 5:43-45
Ø  Yakobus 1:2-4
Ø  1 Korintus 10:13
Ø  Ayub 34: 10-12
Ø  setelah Ayub bertahan. Ayub 42: 1-5
Ø  Yohanes 16:33
(Selanjutnya: Wahyu 21: 2-5)

Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
            Pemilihan waktu adalah segalanya! Ketika bahagia dan saat tenang adalah waktu di mana untuk mengikatkan talimu sehingga kamu bisa bertahan. Ketika kamu  merasa bahwa Allah dekat dan bekerja itulah waktunya kamu segera menyimpulkan talimu, atau belajar menjaga keseimbangan dengan batumu sehingga kamu mempunyai sesuatu untuk berdiri dan sesuatu untuk bertahan sewaktu masalah datang, karena masalah pasti akan datang.
            Dan dalam waktu kamu sakit, marah, frustrasi, dan bingung, ketahuilah bahwa Allah akan selalu berada di samping mu melalui apa pun yang telah menjadi skenariomu. Kamu bisa bertanya kepadaNya, tapi tetap bertahan kepadaNya. Kamu bahkan bisa marah kepadaNya karena kamu tidak mengerti mengapa kamu melewati semuanya ini, tapi Dia bisa menghadapinya—hanya perlu bertahan.
            Kamu bisa membenci apa yang sedang kamu hadapi, dan tidak melepaskan pegangannmu kepada Raja. Yesus sendiri menangis, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dia tidak mendengar jawabannya. Tapi sebenarnya ada jawabannya. Muncul pada 3 hari berikutnya sewaktu Yesus bangkit. Dalam waktu yang paling berat kamu bisa bertaruh dengan kehidupanmu: Yesus akan bangkit kembali untukmu, dan kamu akan menjadi semakin kuat, bernyanyi semakin kuat, dan percaya dengan sepenuhnya, dan mengetahui bahwa Bapamu tidak akan pernah meninggalkanmu sewaktu kamu memilih untuk bertahan.

            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Tulislah apa yang kamu tahu mengenai kebenaran dan apa yang masih belum bisa kamu pastikan. Di bawah, pilih 5 hal mengenai apa yang kamu percayai mengenai Allah yang adalah benar yang akan kamu pilih untuk bisa bertahan dalam waktu kesusahan dengan muka yang pasti.
1.       
1.       
2.       
3.       
3.

4.       


  1.