Kamis, 19 April 2012

Real Time Faith -4-II-2012- Guru


Pelajaran 4
Berjalan Bersama Allah, Bagian 2
Berlomba
28 April 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Markus 3:13, 14
Yohanes 7:37
Kisah Para Rasul 20:24
1 Korintus 9:24, 25
Ibrani 12:11
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Berjalan Bersama Allah, Bagian 2”
            Berjalan bersama Allah sebenarnya adalah cara lain untuk mengatakan menghidupkan kehidupan yang berjalan bersama Allah. Meningkatkan sebuah hubungan bersama Allah adalah buah dari pilihan kita dan lebih lanjut ditingkatkan melalui keputusan yang bulat, komitmen terhadap waktu dan prioritas untuk memiliki hubungan dengan Allah, dan membuka hati akan Roh Kudus. Hal ini bukan berarti bahwa Allah bersembunyi dari kita, tapi kita sebagai manusia lemah dan berdosa mudah beralih dari kesempatan untuk berhubungan dengan Allah.
            Ketika kita melihat kehidupan umat Tuhan sepanjang sejarah – dan khususnya di dalam Alkitab – kita mendapati bagaimana manusia biasa dapat memilih untuk menghidupkan kehidupan yang luar biasa karena menumbuhkan persahabatan dengan Allah. Hal ini bukan berarti bahwa mereka adalah manusia sempurna; sebaliknya Alkitab sering mencatat kegagalan mereka. Bagaimanapun, kita sekilas diberitahukan mengenai hubungan dengan Allah yang membuat perbedaan di dalam kehidupan mereka dan untuk orang-orang di sekitar mereka.
            Dengan mempelajari cerita-cerita tersebut, kita mendapatkan contoh dan dorongan untuk “berlomba dalam perlombaan” persahabatan seumur hidup bersama Allah dan menjadi manusia yang membuat Allah memanggil kita sebagai temannya, selamanya.



C. Apa Tujuan “Berjalan Bersama Allah, Bagian 2”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
1.         Mengetahui bahwa Allah menginginkan sebuah persahabatan dengan kita, yang berdampak terhadap kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita.
2.         Menghargai beberapa cara yang berbeda di mana Tuhan bekerja dengan umat-Nya zaman ini dan telah bekerja dengan umat-Nya di sepanjang sejarah Alkitab.
3.         Menunjukkan komitmen yang diperbaharui untuk berlomba dalam perlombaan di hadapan kita bersama dengan Allah.
D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) kertas, bolpoin dan pensil; (Aktivitas B) DVD “Chariots of Fire”, DVD Player, televise atau proyektor.
Hubungan – materi siswa dan/atau Alkitab; kertas, bolpoin atau pensil, papan tulis atau flipchart.
Aplikasi – Kertas, bolpoin atau pensil.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru  saja datang untuk:
1.         Meminta mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu.           Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “memilih” sendiri, menggunakan apa yang         mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai            kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat.           Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari   Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari    bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.
A. Aktivitas Permulaan
Persiapan Aktivitas ini dibuat agar siswa mengenal jejak kaki yang mereka tinggalkan ke manapun mereka pergi dan berharap agar mereka meninggalkan kesan yang positif.
Siap-siapBagikan kertas dan bolpon atau pensil yang tersedia kepada seluruh siswa.
Mulai Minta siswa untuk berbaris sesuai dengan urutan ukuran kaki. Berikan beberapa menit agar mereka berinteraksi ketika mereka mengatur barisan sesuai dengan instruksi. Kemudian minta setiap orang menyebutkan nomor sepatu mereka. Bagikan kertas dan bolpoin atau pensil kepada setiap siswa. Minta mereka untuk menjiplak sepatu atau kaki mereka – untuk menunjukkan besarnya jejak kaki mereka.
Tanyakan: Apa yang ingin kamu ingat? Pengaruh atau jejak kaki abadi seperti apa yang ingin kamu buat untuk daerah sekitarmu dan orang-orang yang memiliki hubungan denganmu? Instruksikan siswa untuk menulis harapan untuk memberikan pengaruh di dalam “jejak kaki” mereka pada selembar kertas dan menyimpannya, mungkin di Alkitab, untuk mengingatkan mereka akan jejak kaki yang mereka buat setiap hari.
Tanya Jawab – Tanyakan: Seberapa besar pengaruh yang dapat kita buat untuk orang-orang di sekitar kita? (Kita dapat memberikan pengaruh yang sangat besar, mungkin hanya untuk kehidupan seseorang, mungkin untuk kehidupan orang-orang lain yang tak terhitung jumlahnya.) Bagaimana kita yakin telah meninggalkan pengaruh yang positif di dalam kehidupan kita? (Berjalan dengan Allah adalah kepastian berjalan dengan baik di setiap aspek kehidupan kita. Jika kita benar di hadapan Tuhan, kita melakukan yang terbaik untuk setiap orang yang memiliki hubungan dengan kita.)

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan Aktivitas ini akan memperkenalkan siswa akan perlombaan lari bersama Allah dalam sekuel film yang sangat berpengaruh.
Siap-siap Beritahu siswa sekilas deskripsi mengenai latar belakang peserta Olimpiade dari Skotlandia, Eric Liddell. (Beritahukan bahwa Ilustrasi Pendahuluan pada Pelajaran 2 adalah orang yang sama.) Dia dipilih untuk berlomba pada lomba lari 100 m di Olimpiade di Paris pada tahun 1924. Bagaimanapun, pertandingan ini dijadwalkan pada hari Minggu, dan sebagai seorang penganut Kristen yang setia dan menyucikan hari Minggu, dia menolak untuk berlari. Berdasarkan cerita nyata ini, film klasik Chariots of Fire menceritakan hari tersebut dalam sekuel yang menarik.
Pergi Menonton film Chariots of Fire, yang mana kutipan-kutipan dari Yesaya 40 banyak ditampilkan pada adegan lari.
Tanya Jawab – Tanyakan: Perbandingan apa yang terdapat dalam film? (Bandingkan para pelari dengan seseorang yang memilih untuk tidak berlari; bandingkan seseorang yang puas dengan dirinya dan keyakinannya dengan orang lain yang berjuang untuk sukses; bandingkan kemuliaan dunia di perlombaan dengan kemuliaan abadi karena berdiri dengan Tuhan.) Apa artinya berlomba dalam perlombaan dalam konteks kehidupan Kristen kita? (Hal ini menyarankan perlunya untuk terus berusaha dan berlatih untuk menjadi teman yang lebih baik dengan Allah. Sebagaimana layaknya persahabatan, untuk bertumbuh sepenuhnya dalam hubungan bersama Allah membutuhkan waktu dan perhatian.)

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Ada kuasa dalam berjalan. Mungkin peristiwa seseorang berjalan bukanlah peristiwa yang penting, namun ketika beribu-ribu orang melakukannya bersama-sama, mereka dapat merubah dunia. Umumnya di negara-negara Barat, pawai protes  adalah hal yang biasa. Pawai protes tersebut adalah sebuah cara dari sekelompok orang agar pemerintah mengetahui aspirasi mereka yang tidak satu suara dengan pemerintahan. Contohnya, pertimbangkan beberapa demonstrasi besar mengenai pergerakan Hak Asasi Manusia Amerika Serikat pada tahun 1960-an, yang dipimpin oleh Martin Luther King Junior dan lain-lain. Masyarakat dengan kesempatan dan hak yang terbatas dapat membuat sebuah perbedaan di sekitarnya hanya dengan berjalan bersama dengan tujuan yang sama. Perbedaan seperti ini dapat terjadi dengan dahsyat bila kita memilih berjalan bersama Allah. Ketika kita berjalan bersama Allah, kita akan diubahkan dan kita akan diberi kekuatan untuk mempengaruhi dunia sekitar kita.

Tanya Jawab – Tanyakan: Mengapa manusia lebih berpengaruh ketika mereka berjalan bersama-sama? (Dalam demokrasi, pernyataan gabungan lebih kuat dari suara satu orang. Mereka juga dapat mendukung satu sama lain untuk melanjutkan protes mereka-dan mereka berpawai.) Apakah satu kelompok besar menandakan bahwa mereka benar? (Tidak, mayoritas tidak selalu benar – namun sejauh mungkin kita harus berusaha untuk mengerti pertimbangan orang lain.) Bagaimana kita dapat menggunakan pengaruh kita untuk membuat perbedaan mengenai suatu hal yang berhubungan dengan kita atau pihak yang tidak memiliki hak suara? (Terlibatlah dengan kelompok yang memiliki pertimbangan yang sama dengan kita, tulislah surat, bahkan hadiri protes damai yang berhubungan dengan masalah yang sangat kita peduli.)

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Sepanjang sejarah, Allah memiliki umat spesial yang mana Dia bangga untuk menyebut mereka sebagai teman-Nya. Mereka telah menjadi “warga kerajaan,” yang tetap setia kepada Tuhan apapun yang terjadi. Terkadang mereka terkenal; terkadang mereka dianiaya.
            Seringkali mereka yang memiliki tanggung jawab kepemimpinan khusus telah diberikan waktu tambahan untuk lebih dekat dengan Tuhan. Tanyakan: Dapatkah kamu memikirkan teman spesial yang Yesus miliki? Mungkin salah satu contoh terbaik dari hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan adalah murid-murid Yesus. Dari beribu-ribu orang yang mengikuti-Nya, Yesus memilih 12 orang “sehingga mereka dapat bersama-Nya dan Dia dapat mengutus mereka untuk memberitakan Injil” (Markus 3:14). Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa di dalam kelompok ini, ada kelompok lain – Petrus, Yakobus dan Yohanes (murid-murid yang Yesus kasihi) – yang menikmati persahabatan yang lebih dekat lagi dengan Yesus.
            Namun di dalam kelompok teman dekat ini – 12 murid dan 3 murid – terdapat orang-orang yang mengkhianati, menyangkal, dan meragukan Yesus. Berada dalam kelompok ini bukanlah jalan pintas menuju kehidupan yang sempurna atau hubungan yang sempurna dengan Tuhan.
Tanyakan: Apakah ini menandakan bahwa Tuhan eksklusif dalam persahabatan, karena mengucilkan beberapa orang? Tuhan tidak eksklusif. Dia tidak memiliki teman spesial dengan tujuan mengucilkan yang lain. Yesus berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37).
            Lihat “bagian untuk orang-orang yang terkenal karena iman“ dalam Ibrani 11 bersama-sama. Beritahukan bahwa tokoh-tokoh tersebut adalah orang sebenarnya yang menghidupkan kehidupan yang sesungguhnya. Kita tidak seharusnya terintimidasi oleh cerita mereka; malah kita seharusnya terinspirasi untuk memilih dan mencari hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.

B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.
            Beritahukan bahwa cerita ini mengingatkan kita bahwa adalah mudah untuk memulai sebuah pertandingan dengan baik, tapi hidup dengan Tuhan adalah sebuah pertandingan tanpa garis finish. Sebuah permulaan yang baik adalah bagus, dan mungkin dapat tercipta dengan lahir ke sebuah keluarga Kristen dan diajak ke Sekolah Sabat sejauh yang kamu ingat; atau mungkin dengan rasa antusias yang dimiliki seorang anggota jemaat baru dalam memeluk iman yang baru ditemukannya dan mulai “berlomba dalam perlombaan”. Tapi permulaan yang baik hanyalah sebuah awal. Ada kalanya, menghidupkan kehidupan iman yang berkelanjutan lebih menyerupai berlari marathon.
            Bagi kelas dalam kelompok kecil dan tugaskan setiap kelompok salah satu karakter Alkitab berikut. Berikan mereka daftar ayat-ayat dan minta setiap kelompok untuk melaporkan di depan kelas pengalaman iman dari setiap orang yang hidup dengan sebenarnya.
Ø  Henokh: Kejadian 5: 18-24; Ibrani 11:5; Yudas 14 (Lihat juga kutipan dalam materi siswa pada bagian Tuhan Berkata).
Ø  Nuh: Kejadian 6:9-14, 22; Kejadian 9:8-17; Ibrani 11:7.
Ø  Abraham: Yesaya 41:8; Ibrani 11:8-13, 17-19; Yakobus 2:23.
Ø  Daniel: Daniel 1:18-20; 2:19-23; 6:1-5; 12:13.
Ø  Petrus: Markus 8:27-30; Lukas 9:28-36; Matius 26:69-75; Yohanes 21:15-23; Kisah Para Rasul 2: 38, 39.
Ø  Yohanes: Lukas 5: 9,10; Markus 9:2-8; 1 Yohanes 1:1-3; Wahyu 22: 8,9.
Ø  Paulus: Kisah Para Rasul 9: 4-9; 26:12-18; 20:24; Efesus 3:17.
Diskusikan persamaan dan perbedaan pengalaman karakter-karakter di atas.
Setiap karakter tersebut memiliki pengalaman berbeda dengan Tuhan, namun semuanya adalah pahlawan iman dan sahabat Allah. Mereka memilih untuk berlomba dalam perlombaan bersama Allah.

C. Hubungkan dengan Kehidupan
Katakan: Sangat disayangkan bahwa Alkitab menuliskan sangat sedikit cerita mengenai Henokh. Meskipun dia hidup ketika sejarah mengatakan banyak orang yang berbuat jahat, dia berhubungan sangat karib dengan Tuhan sehingga Alkitab secara sederhana mengatakan, “Tuhan mengangkatnya (Kejadian 5:24).            Henokh sepertinya menjadi teman yang baik kepada Allah sehingga Ia mengizinkan Henokh datang ke tempat-Nya dan mereka dapat bersama-sama selamanya. Sangatlah menakjubkan bila kita mendapatkan detail yang lengkap bagaimana Henokh menghabiskan 300 tahun hidupnya di bumi.
Di papan tulis atau flipchart, buatlah dafar saran-saran dari siswa tentang bagaimana “Henokh” pada zaman modern dapat menghabiskan kehidupannya sehari-hari. Tanyakan: Apa yang mungkin dia lakukan? Apakah dia mempunyai pekerjaan tertentu? Di mana dia akan tinggal? Dapatkah dia menjadi seorang misionaris di negara yang sulit atau dapatkah dia menjadi orang biasa yang kamu lewati setiap hari di persimpangan jalan? Buatlah perencanaan setiap hari bagi seseorang yang berjalan bersama Allah dengan gaya Henokh.
Minta siswa membacakan Ulangan 10:12, 13 dan Mikha 6:8. Tanyakan: Apa yang dikatakan ayat ini mengenai berjalan bersama Allah? Apakah ada perubahan atau tambahan yang perlu dibuat pada “catatan harian Henok”? Beritahukan siswa hubungan antara mengasihi Allah, “berjalan bersama Allah,” dan melakukan yang benar dengan mencoba menolong orang-orang di sekitar kita, khususnya mereka yang membutuhkan keadilan dan belas kasihan.

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Katakan: Dalam tahap personal, keKristenan digambarkan dengan jelas sebagai hubungan antara Allah dan satu individu. Namun, dari sudut pandang manusia, pada prakteknya meningkatkan hubungan - dan dipertahankan - dengan Allah yang seringkali tidak terlihat, tidak dapat disentuh, dan nampak seperti mitos, adalah menakutkan dan membingungkan. Disinilah Allah menawarkan persahabatan sederhana – berjalan bersama, makan bersama, menghabiskan waktu bersama, dan pada akhirnya tinggal bersama – yang sangat penting.
            Menggunakan ayat-ayat pada bagian Tuhan Berkata… dari minggu ini dan minggu lalu dari materi siswa, minta siswa untuk bekerja dalam kelompok kecil untuk merencanakan satu hari penuh bersama dengan Allah. Diskusikan beragam kegiatan yang dapat disarankan (misalnya: meditasi, berdoa, belajar/membaca Alkitab; dan menggunakan waktu bersama dengan beribadah, berdoa, dan melayani orang lain). Dukung siswa untuk merencanakan menggunakan satu hari dengan kegiatan seperti yang dijelaskan dan ajak mereka menuju kegiatan Bagaimana Cara Kerjanya.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apakah hari seperti itu dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari? (Mungkin kadang-kadang, dan beberapa unsur dapat ditambahkan di hari biasa, tetapi mungkin tidak ada waktu tersedia untuk hari yang benar-benar terencana.) Bagaimana kita dapat lebih berjalan bersama Allah dalam kehidupan sehari-hari? (Terbukalah untuk berbagai pendapat, termasuk peristiwa yang sengaja atau tidak disengaja. Mungkin sarankan doa-doa pemicu (prayer triggers): setiap jam atau ketika menunggu pada saat-saat berbeda sepanjang hari atau ketika mereka melihat sesuatu yang mengingatkan mereka untuk kembali memikirkan Tuhan.) Dukung siswa untuk merencanakan waktu tetap dengan Tuhan di dalam perjalanan kehidupan mereka sehari-hari.



B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Apakah sepertinya orang lain memiliki hubungan yang lebih baik dengan Allah dibandingkan denganmu? Apakah kita perlu berpikir seperti itu? Bagaimana seharusnya kita bereaksi terhadap pikiran seperti itu?
2.         Apakah cerita Alkitab mengenai tokoh-tokoh besar mengintimidasi atau memberi semangat? Mengapa?
3.         Apakah ada nilai dari menyendiri, seperti di biara, untuk menghidupkan kehidupan yang lebih saleh?
4.         Apakah ada resiko bahwa berjalan bersama Allah dapat membuat kita tidak berguna bagi orang-orang sekitar kita dan kebutuhan di dunia? Jika iya, bagaimana kita menghindari resiko ini?
5.         Bagaimana kita, sebagai sebuah bagian berjalan bersama Allah, memiliki dampak yang lebih besar terhadap dunia? Tuliskan beberapa kemungkinan.
6.         Apakah kamu menghabiskan waktu yang cukup dengan Allah?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Berjalan bersama Allah adalah komitmen seumur hidup, mencakup semua aspek dan hari di sepanjang kehidupan kita. Kita dapat memilih untuk menjadi bagian kelompok sahabat Tuhan: Tuhan meminta kita untuk datang kepada-Nya. Alkitab dipenuhi dengan contoh-contoh orang biasa yang membuat pilihan tersebut dan dengan berhubungan dengan Tuhan membuat perbedaan positif di lingkungannya. Dengan cara yang sama, kita perlu memilih untuk berlomba dalam perlombaan dengan tekun dan membiarkan Tuhan menggunakan kita sebagai bagian dari Kerajaan-Nya di perjalanan kehidupan kita setiap hari.









Materi Siswa
Berjalan, Bagian 2 (28 April 2012)
Berlari

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________


                   Berlari

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Bagi kebanyakan siswa menengah atas, pertandingan tahunan sekolah antar negara bukanlah peristiwa inspiratif. Jurnalis olahraga Inggris Ian Stafford – mengakui dia tidak pernah gemar berlari karena memang harus berlari – untuk mengatakan pengalaman yang sama pada saat lomba lari sekolah antar negara. Kenyataannya, ada tahun tertentu di mana Stafford dan sekelompok temannya berusaha untuk membuat catatan waktu paling lambat di pertandingan sekolah antar-negara. Bagaimanapun, di akhir tahun sekolahnya dia memutuskan untuk mengetahui seberapa besar kemampuannya. Dia menetapkan sebuah rencana untuk memulai pertandingan secepat yang dia bisa – setidaknya dia dapat mengatakan dia telah memimpin pertandingan pada satu bagian – dan melihat apa yang akan terjadi. Ketika pertandingan berlanjut, Stafford tidak dapat mempertahankan kecepatannya, tapi butuh beberapa saat agar lawannya dapat menyusulnya. Akhirnya dia tersusul tapi dia sangat terkejut karena dapat menyelesaikan pertandingan di posisi kedelapan.
            Beberapa tahun kemudian, Stafford – masih bukan seorang penggemar olahraga lari – diminta oleh seorang teman untuk ikut Lomba Maraton Lambeth Half di London Selatan. Karena dia bukan pelari tetap, di formulir pendaftaran dia harus menebak waktu yang dia perlukan untuk suatu jarak. Ketika tiba di garis start, dia mendapati bahwa perkiraan waktunya membuat dia berada di bagian peserta tercepat, dan dia ditempatkan di garis awal tepat di depan 3000 peserta.
            Melihat situasi ini dan menyadari bahwa dia tidak memiliki harapan untuk serius bersaing pada posisi tersebut, Stafford memutuskan untuk menggunakan taktik “sukses” berlari ketika di sekolah. Ketika starter’s gun (tembakan tanda lomba dimulai) terdengar, dia berlari secepat mungkin. Hanya di kesempatan ini, pelari sebenarnya yang berada di sekitarnya dapat menyamai kecepatannya dan segera dia tertinggal di lintasan dan akhirnya menyelesaikan pertandingan sebagai yang ke-300.
            Beberapa bulan kemudian, Stafford tertawa karena dia mengambil sebuah buku baru, Fitness: Training Tips for Distance Runners (Fitnes: Tips Pelatihan untuk Pelari Jarak Jauh). “Ini adalah salah satu kasus penipuan yang paling jelas yang dapat saya pikirkan,” tulis Stafford, foto sampul depan adalah Lomba Maraton Lambeth Half, memperlihatkan dia memimpin para pelari meninggalkan garis start.
            Sebagaimana pelari manapun akan memberitahukan hal yang sama, permulaan sebuah pertandingan tidak memberitahukan cerita secara lengkap. Salah satu suka cita olahraga adalah ketidakpastian dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Sampai pertandingan selesai atau waktu habis, ada kesempatan untuk kecewa, kembali, permainan menit terakhir, atau beberapa kesempatan lainnya. Permulaan yang baik adalah penting, tapi fokus harus dipertahankan sampai pertandingan berakhir atau perlombaan dimenangkan.



 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Pada klimaks The Quest of the Holy Grail (Pencarian Kitab Suci)– salah satu dongeng abad pertengahan mengenai Raja Arthur dan ksatrianya – Tuan Galahad yang jujur adalah seorang ksatria yang mencapai akhir dari pencarian. Dia diberitahukan sekilas mengenai Tuhan (meskipun maknanya tidak jelas berdasarkan cerita) dan mendadak mati.
            Jika kamu memiliki kesempatan untuk melihat Tuhan muka dengan muka – dan semua keraguan dan pertanyaanmu secara langsung hilang karena kemuliaan-Nya – namun hal ini mengorbankan nyawamu, apakah kamu akan mengambil kesempatan tersebut?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Tidaklah benar bila orang baik selesai terakhir. Orang baik adalah para pemenang bahkan sebelum lomba dimulai.” – Addison Walker.
Ø “Berjalan adalah obat terbaik manusia.” Hippocrates, filsuf dan ahli fisika Yahudi abad 4 B.C.
Ø “Mustahil untuk berjalan dengan cepat dan tidak bahagia.” – Howard Murphy.
Ø “Tidak ada gunanya berkeliling untuk berkhotbah kecuali kehidupan kita adalah apa yang kita khotbahkan.’” St. Fransiskus Asisi (nama untuk sekelompok biarawan), biarawan Italia pada abad 13, pendiri kelompok Francis of Assisi.
Ø “Gereja tidak terdiri dari raksasa rohani; hanya orang yang hancur yang dapat memimpin orang lain meyeberang.’” -  David J. Bosch, teologia dan misiologis Afrika Selatan pada abad 20.
Ø “Lebih baik saya berjalan bersama Allah di dalam kegelapan daripada pergi sendiri di tempat terang.” Mary Gardiner Brainard, penyair A. S. pada abad 19.
Ø “Betapa jam-jam yang sangat damai yang saya pernah rasakan/ Betapa manisnya kenangan itu!/ Namun mereka telah meninggalkan pembatalan yang menyakitkan  / Dunia tidak akan pernah terisi.” William Cowper, penulis hymne dan penyair Inggris pada abad 18.
Ø “Kamu membereskan koper menuju tempat yang tidak pernah kami kunjungi/ Sebuah tempat yang diyakini akan tersingkap/ Kamu bisa saja terbang/ Seekor burung yang senang berkicau di kandang yang terbuka/ Kamu yang hanya akan terbang demi kebebasan/ Berjalanlah, Berjalan/ Apa yang kamu miliki tidak dapat mereka sangkal/ Mereka tidak dapat menjualnya, tidak dapat membelinya/ Berjalanlah, berjalan/ Semoga kamu aman malam ini.” Bono dan U2, “Walk On,” sebuah lagu yang didedikasikan untuk pemimpin demokrasi Burma Aung San Suu Kyi.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________



Selasa
APA?
Mempelajari orang-orang yang ceritanya dicatat dalam Alkitab adalah sebuah hal menakjubkan yang dapat dilakukan. Kita perlu untuk berhenti secara berkelanjutan untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa mereka adalah orang-orang nyata. Mereka memiliki harapan dan impian. Mereka kadang letih, takut, dan sedih. Tapi yang paling penting, mereka memilih untuk mengikut Tuhan dan menjadi sahabat yang lebih baik bersama-Nya.
Jadi cerita ini menantang kita dan bagaimana kita menghidupkan kehidupan kita: “Dalam mempelajari Alkitab, kita mulai sebagai lalat di tembok, melihat bagaimana Allah berhadapan dengan orang-orang di masa lampau, mendengarkan perkataan-Nya kepada mereka dan mereka kepada-Nya, memperhatikan hasil dari kehidupan yang beriman atau tidak beriman. Tapi kemudian kita menyadari bahwa Allah yang sedang kita tonton, sedang menonton kita, dan bahwa kita juga secara utuh berada dalam genggaman-Nya, dan kita tidak kurang dipanggil dan diklaim oleh-Nya dibandingkan karakter-karakter dalam Alkitab.” J.L. Packer, Kebenaran dan Kekuasaan: Posisi Alkitab di Kehidupan orang-orang Kristen Truth and Power: The Place of Scripture in the Christian Life / Illinois: Howard Shaw Publishers, 1996)], paragraf 141, 142.
Jadi orang-orang seperti Henokh, Nuh, Daniel, Petrus, Yohanes, Paulus, dan banyak lagi bukan hanya sekadar cerita untuk dipelajari untuk Kuis Alkitab atau ujian. Mereka adalah contoh nyata hubungan dengan Tuhan dapat terjalin. Mereka semua berbeda, dan pada waktu yang berbeda dalam kehidupan kita, kita mungkin dapat memahami lebih baik bagian-bagian cerita mereka. Tetapi Dia adalah Allah yang sama yang ingin berjalan bersama kita dan menjadi teman kita selamanya.

Rabu
Tuhan berkata

Ø Kejadian 5:24
Ø Kejadian 6:9
Ø Ulangan 10:12,13
Ø Daniel 6:4,5
Ø Mikha 6:8
Ø Matius 5:8
Ø Ibrani 11:5
Ø Ibrani 11:13,14
Ø 1 Yohanes 1:1-3
DAN
Ø “Di tengah-tengah kehidupan bekerja yang aktif, Henokh secara konsisten mempertahankan hubungannya dengan Tuhan. Semakin pekerjaannya lebih besar dan lebih membuatnya tertekan, semakin rutin dan sungguh-sungguh dia berdoa. Dia terus menerus memisahkan dirinya dari tengah-tengah masyarakat pada saat-saat tertentu. Setelah tinggal beberapa saat di tengah-tengah masyarakat, bekerja demi kebaikan mereka dengan memberikan instruksi dan contoh, dia akan menarik diri, untuk menghabiskan suatu waktu sendirian, karena lapar dan haus akan pengetahuan ilahi yang Tuhan sendiri dapat berikan.” (Gospel Workers, hal.52).
Ø (tambahan: Ibrani 11; Para Nabi dan Bapa, paragraf 80-88.)




 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Alkitab secara teratur menggunakan ide berlomba dalam perlombaan sebagai sebuah gambaran untuk menghidupkan kehidupan sebagai seorang Kristen. Kita diminta untuk “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.         “ (Ibrani 12:1). Paulus sering menggunakan gambaran ini untuk menggambarkan keKristenan secara umum dan pengalamannya: “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan Yesus kepadaku.” (Kisah Para Rasul 20:24).
Paulus menulis dengan yakin apa yang menjadi motivasinya dalam mengikuti pertandingan: “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, mengausai dirnya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.“ (1 Korintus 9:25). Bagi Paulus, cara kita berlomba dan bahkan hasil akhir bergantung pada pilihan – “           Karena itu berlarilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” tulisnya (ayat 24). Kita memilih permainannya; Tuhan memastikan hasilnya. Mereka yang menaruh kepercayaan kepada Allah “mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.“ (Yesaya 40:31).

           
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?
            Buatlah sebuah daftar berbagai cara berbeda yang dapat kamu lakukan untuk mempelajari Tuhan. Contohnya, belajar Alkitab, berbicara dengan orang lain, dan menghabiskan waktu di alam.
            Sepanjang minggu di depan, berusahalah untuk melakukan setiap hal dalam daftar yang kamu buat dan catat apa yang kamu pelajari mengenai Tuhan. Putuskan jika kegiatan tertentu membantu kamu lebih berhubungan dengan Allah dan rencanakan untuk melakukan kegiatan tersebut secara rutin untuk bulan depan. Tetaplah menulis hal-hal yang kamu pelajari, dan kamu akan mulai melihat bahwa kamu dan Tuhan menjadi sahabat yang lebih dekat.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar