APRIL—JUNI 2012
Evangelisasi dan Bersaksi
Pelajaran Ke-Empat Kwartal 2,
Evangelisasi dan Bersaksi:
Sebagai Gaya Hidup
21—28 April 2012
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah (Kisah 9:36)
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 2
Sabbath 21` April
Mat. 5:16
Pendahuluan Cahayaku ini Bersinarlah Tetap
Saya cukup malu. Ketika di ruangan yang penuh orang, terutama yang saya tidak kenal dengan baik, saya lebih memilih untuk hanya duduk, menonton, dan mendengarkan apa yang terjadi. Bila saya sedang mengadakan percakapan dengan seseorang, saya tidak akan memulai sebuah percakapan dengan orang lain. Bagi seseorang seperti saya, merupakan suatu tantangan bagiku untuk secara verbal berbagi iman dengan seseorang secara langsung kepada orang yagn saya tidak kenal. Bahkan, pikiran untuk mendatangi seseorang yang tidak ku kenal dan membagikan imanku merupakan suatu hal yang amat menakutkan! Tapi Allah tidak terima alasan kita. DIA meminta setiap kita untuk membagikan kabar baik kepada semua orang dan dunia, apakah kita pemalu atau tidak. Dunia terdiri sahabat dan keluarga, rekan kerja dan tetangga, atau siapapun yang kita temui. Dan walaupun DIA tidak memberikan talenta untuk semua orang untuk menemui seseorang dan mulai berbicara kepada mereka tentang Allah, kita mempunyai sesuatu yang dapat kita lakukan—bersaksi dengan hidup kita. Allah tidak terima alasan kita Saya bekerja di departemen fisika dari sebuah universitas negeri. Suatu lingkungan agak sekuler. Meskipun ada sedikit orang Kristen yang bekerja di departemen, masih saja merupakan lingkungan sekuler. Sebagian besar rekan-rekanku agnostik atau ateis. Mereka tahu saya seorang Kristen, dan mereka mengamati apa yang saya lakukan dan mendengar apa yang saya katakan. Mereka melihat bahwa saya tidak makan makanan yang sama yang mereka makan, minum minuman yang sama yang mereka minum, atau menggunakan bahasa yang sama yang banyak mereka gunakan. Saya menyadari bahwa kesaksian terbesarku bagi mereka adalah gaya hidup dan bagaimana saya memperlakukan orang lain. Sesekali, seseorang akan bertanya kenapa aku melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu, yang membuka pintu bagiku untuk berbagi dengan mereka apa yang saya percaya dan mengapa saya mempercayainya. Ya, gaya hidup kita adalah saksi yang hebat dan dapat menyebabkan kesempatan untuk membagikan iman kita dengan orang yang mungkin tidak merespon positif terhadap penginjilan secara langsung. Sementara anda mempelajari pelajaran pekan ini, pikirkan tentang siapa yang mungkin mengamati dan bagaimana anda bisa memperoleh kesempatan untuk berbicara dengan seseorang tentang Yesus karena melihat gaya hidupmu. Gary Case, Baton Rouge, Louisiana, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 3
Minggu 22 April
Bukti Gaya Hidupmu adalah Kesaksianmu
2 Kor. 5:15-20
Penginjilan mengacu memberitakan kabar baik keselamatan dalam Yesus Kristus dan memenangkan orang kepada-Nya. Bersaksi mencakup penyampaian langsung tetang apa yang telah dilakuka Kristus dalam hidupmu. Membuat orang lain tahu apa yang yang telah kita lihat, dengar, dan alami dalam persekutuan kita dengan Juruselamat. Gaya hidup seseorang melibatkan segala sesuatu yang dikatakan atau tidak dikatakan seseorang. Hal ini mencakup aspek publik dan pribadi seseorang yang menyimpulkan siap orang tersebut. Gaya hidup seseorang—kebiasaan seseorang, perilaku umum, dan perlakuan kepada orang lain, didasarkan pada nilai-nilai orang itu. Penginjilan dan kesaksian menjadi bagian utama hidupku ketika nilai-nilaiku didasarkan pada ajaran-ajaran Kristus. Akibatnya, apapun yang saya katakan atau tidak katakan, apapun yang saya lakukan atau tidak lakukan jelas akan mengungkapkan kasih Allah bagiku, kasihku kepada-Nya, dan kasihku kepada sesama manusia. Otentisitas menafikan kemunafikan dan ketidaktulusan Penginjilan dan kesaksian sebagai gaya hidup ditandai dengan penyerahan total kepada Kristus, konsistensi, dan keaslian. Tidak ada yang dapat diabaikan. Sebuah kata ceroboh yang sederhana, sebuah kelalaian yang tampaknya tidak berbahaya, satu menit ketidakpercayaan dapat menyebabkan jiwa hancur. Konsistensi menggarisbawahi pentingnya kontinuitas, daya tahan, dan prediktabilitas. Cinta seorang Kristen untuk orang berdosa dan upaya untuk memimpin orang berdosa kepada Allah harus tanpa syarat dan tanpa akhir. Otentisitas menafikan kemunafikan dan ketidaktulusan. Penginjilan dan kesaksian harus melibatkan pancaran jujur akan kasih karunia keselamatan Allah dan kasih dari kehidupan orang Kristen yang diubahkan. Dalam 2 Korintus 5:15-20, kelahiran baru kita dalam Kristus digambarkan sebagai dasar penginjilan dan kesaksian gaya hidup. Setelah mengalami kuasa transformasi dari Yesus Kristus dan menjadi sahabat Allah, orang Kristen diberi hak istimewa untuk membantu mendamaikan manusia lain dengan Allah, sehingga membantu mereka menjadi teman-Nya. Kesaksian seperti ini mengizinkan karya Kristus melalui setiap detail dari hidup saya, akibatnya mengundang orang lain untuk juga menjadi sahabat Allah. REAKSI: 1. Sampai sejauh mana gaya hidup seseorang bisa menjadi sarana memenangkan jiwa? 2. Apa aspek gaya hidup Anda yang mungkin membuat orang berpaling dari Allah? Apa yang dapat Anda lakukan tentang aspek itu? Francis G. Wokabi, Ruiru, Kenya
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 4
Senin 23 April
Matt. 9:36-38, Markus 5:1-19, Yohanes 17:11-19; 1 Kor. 9:20-23; 2 Kor. 3:2, 3
Logos Mengungkap Kesaksian
"Dalam Jalan" atau Dalam "Jalan"? (Markus 5:1-19) Orang-orang yang bertemu Yesus ketika Dia mendarat di pantai timur Galilea berasal dari gaya hidup yang sangat berbeda. Orang-orang yang kesurupan tak terkendali meneror pedesaan, ancaman konstan untuk dirinya sendiri dan kepada orang lain. Orang yang menggembalakan ternak dengan tenang melakukan pekerjaan mereka mencari nafkah. Namun semuanya ikut terkena, satu terang-terangan, yang lain diam-diam. Sementara bahkan setan dalam kerasukan setan mengakui siapa Yesus itu, para gembala dan penduduk desa yang datang melihat-Nya mengabaikan kesaksian di hadapan mereka dan meminta Juruselamat untuk pergi. Kehadiran-Nya tidak berarti apa-apa kepada mereka selain kehilangan keuntungan. Ketika Yesus pergi, dua jenis saksi tetap tinggal untuk mempengaruhi orang—orang Dekapolis. Keduanya berbicara tentang dampak Yesus pada kehidupan mereka. Keduanya berkontribusi pada hasil abadi orang lain. Hanya orang yang benar-benar menyerah kepada Yesus dapat membantu orang lain mengalami kasih, keselamatan Allah yang mengagumkan. Yesus meminta setiap kita untuk bekerja bagi-Nya dalam berbagai cara Masuk, Keluar, dan Ambil Semuanya (Mat. 9:36-38) Hanya satu orang yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Juruselamat (Matius 3). Dalam waktu dua tahun, 12 orang ditahbiskan untuk membantu membagikan pesan-Nya. Satu tahun lebih kemudian, mendekati waktu akhir pelayanan Yesus di dunia ini, kebutuhan akan pelayanan sedemikian besarnya sehingga diperlukan tambahan misionaris sebanyak tujuh puluh orang untuk bersaksi ke daerah yang akan dikunjungiNYA. (lihat Lukas 10:1-16.) Dengan semakin dekatnya kedatangan kedua kali Tuhan kita, dunia kita terus berkembang, tipuan Setan menjadi lebih sulit untuk dikenali dan lebih sukar untuk ditolak, dan orang-orang menjadi lebih banyak yang putus asa akan hari esok yang lebih baik. Allah membutuhkan lebih banyak saksi-saksi sekarang daripada waktu sebelumnya, orang-orang percaya yang hidupnya konsisten, dan berpengaruh positif. Kita perlu berselaras dengan Allah, keluar dari kepompong kita, dan bekerja untuk membagikan kesaksian tentang Juruselamat yang mengobahkan hidup kita dengan orang-orang yang kita temui. Ini Bukan "Semuanya kamu " (Yohanes 17:11-19) Yesus tahu kesulitan yang akan dihadapi murid-murid-Nya karena mereka tetap teguh bersaksi bagi-Nya. Sama seperti Dia telah terus-menerus mengandalkan pada kekuatan Bapa-Nya, Dia tahu murid-murid akan membutuhkan kuasa mendukung yang sama untuk tetap setia.
Yesus meminta setiap kita untuk bekerja bagi-Nya dalam berbagai cara, di beberapa tempat, di sini di bumi. Jika kita setia kepada panggilan kita, kita akan bekerja dengan tekun sampai tugas yang diberikan selesai. Tapi hal ini menciptakan sedikit masalah. Semakin
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 5
karakter kita menyerupai Kristus, semakin bertentangan kita dengan dunia dan Setan akan berusaha untuk mengendalikan kita. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, kita tidak akan memiliki kekuatan cukup dalam diri kita untuk memenangkan pertempuran itu. Hanya dengan melepaskan kekuasaan diri kita sendiri yang lemah kepada Allah dan mengijinkan Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup kita barulah kita bisa tetap di dunia tanpa dikalahkan. Adaptasi ≠ Kompromi (1 Kor. 9:20-23) Orang-orang yang melayani sebagai misionaris ke negara lain menyesuaikan cara hidup mereka sehingga orang lain akan lebih cenderung untuk mendengarkan Injil. Mereka belajar bahasa baru, merubah interaksi sosial mereka, memodifikasi pakaian mereka, dan menerima kondisi hidup yang berbeda. Namun Perintah kabar Injil (Mat. 28:19, 20) tidak hanya untuk misionaris ke negara asing. Bagaimana bangsamu, lingkunganmu? Di sekitar kita adalah orang-orang sama "asing"nya bagi kita seperti orang-orang di tempat-tempat yang jauh. Menggunakan "segala cara yang mungkin" (1 Kor 9:22,. NIV), kita perlu bertemu dengan mereka di mana mereka berada, kemudian menunjukkan kepada mereka di mana Kristus ada. Beberapa orang dewasa muda akan dijangkau dengan mengadakan Seminar Wahyu dalam lingkungan yang makmur. Orang yang terkungkung di rumah atau terbaring di tempat tidur tidak mungkin untuk menghadiri “gereja taman.” Kita tidak bisa berbagi kasih Yesus dengan para tunawisma melalui Hope Channel. Ikut tinggal dan mengunjungi setelah melayani makan di dapur umum lokal mungkin tidak akan menempatkan Anda dalam kontak dengan mereka yang jarang keluar dari lingkungan nyaman dan aman kelas menengah atas dunia mereka. Dan melayani mereka yang saat ini mengabaikan kebenaran yang pernah mereka sepenuhnya peluk sangat menantang. Sementara kita membahas bagaimana cara menjadi saksi bagi siapa pun dan semua orang, dimana saja dan kemana saja, kita harus selalu melindungi integritas dari Injil. Setiap kompromi dari kebenaran Allah merubah kesaksian kita—dari dan untuk DIA sampai ke melawan DIA. Ini Jelas untuk Semua (2 Kor 3:2,. 3) Anda tidak perlu mengumumkan kepada dunia bahwa anda adalah orang Kristen. Orang di sekitar Anda dapat mengetahui apakah Anda seorang Kristen dengan cara Anda bertindak seperti apa yang Anda katakan. "Dunia lebih membutuhkan orang Kristen yang sejati”. Perkataan seperti Kristus dimaksudkan bagi seluruh umat manusia. Hanya dengan demikian baru orang dapat memahami apa arti keKristenan, memahami kebenaran besarnya, dan belajar untuk mengasihi dan menuruti hukum Allah. "Setiap orang percaya dan setiap gereja harus haru menjadi surat dari Kristus kepada dunia. Penulis surat itu adalah Kristus. Tempat ditulisnya adalah hati setiap orang percaya, dan yang tertulis adalah hukum Allah, dan transkrip dari karakter-Nya "*. REAKSI 1. Jika "tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata," dapatkah seorang saksi yang setia tetap selamanya diam? Jelaskan jawaban Anda. 2. Apakah mungkin untuk "istirahat" dari menyaksikan tanpa benar-benar mengisolasi diri sendiri? 3. Mana yang lebih merusak karena Kristus: kata-kata negatif atau tindakan negatif? Mengapa? ____________ *The SDA Bible Commentary, vol. 6, pp. 843, 844. Dallas Estey, Firestone, Colorado, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 6
Selasa 24 April
Kesaksian Pengaruhmu adalah Kekuatan
Ef. 5:15-17
Sebelum Internet, e-mail, telepon selular, dan Facebook, orang-orang berkomunikasi dengan surat tulisan tangan dan mengirimkannya ke penerima melalui kantor pos. Butuh waktu sekitar seminggu untuk menerima surat atau kadang-kadang bahkan lebih lama. Surat yang hilang sudah umum. Namun teknologi telah benar-benar mengubah cara kita berkomunikasi. Satu hal, bagaimanapun, masih tetap—kita menulis dan membaca surat-surat dalam bentuk apapun datangnya. Pengaruh pribadi adalah kekuatan Seperti surat yang terbuka untuk diselidik pembaca yang dimaksudkan, kehidupan orang yang mengaku Kristen tunduk pada pengawasan dunia. Hidup kita harus seperti garam yang mengawetkan. "Garam harus berbaur dengan substansi yang ditambahkan, harus menembus, meresap, agar bisa mengawetkan. Jadi melalui kontak pribadi dan asosiasi orang dijangkau oleh kuasa keselamatan injil. Mereka tidak disimpan sebagai massa, tetapi sebagai individu. Pengaruh pribadi adalah kekuatan. Mesti bekerja dengan pengaruh Kristus, ditinggikan ketempat Kristus ditinggikan, memancarkan prinsip-prinsip yang benar, dan menghindarkan diri dari kemajuan korupsi dunia. Meresapkan kasih karunia yang hanya Kristus saja yang dapat memberikan. Hal ini untuk mengangkat, untuk mempermanis kehidupan dan karakter orang lain dengan kuasa teladan murni yang dipersatukan dengan iman yang sungguh-sungguh dan cinta "1. Kehadiran Allah dalam diri seseorang menanamkan karakter illahi yang mengubahkan dunia (Galatia 2:20;. Filipi 4:13). "Pelajaran terbesar untuk diberikan kepada orang muda adalah bahwa, sebagai penyembah Allah, mereka menghargai prinsip-prinsip Alkitab, dan membuat dunia sebagai yang kedua. Allah akan menginstruksikan semua tentang bagaimana mereka dapat melakukan pekerjaan Kristus, dan masuk melalui pintu gerbang ke dalam kota surgawi. Kita tidak boleh membiarkan dunia mengobahkan kita, kita mesti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengobahkan dunia. Kristus telah membuatnya menjadi hak istimewa dan kewajiban untuk berdiri baginya untuk semua keadaan"2. REAKSI 1. Apa yang membuat kehadiran Kristus begitu kuat, sehingga menyentuh dan mengubah hidup begitu banyak orang? 2. Bagaimana kita bisa mempengaruhi orang lain dalam cara yang akan menarik mereka kepada Kristus? ____________ 1. Prophets and Kings, p. 232. 2. Fundamentals of Christian Education, p. 470. Jared Bosire, Mombasa, Kenya
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 7
Rabu 25 April
2 Kor. 3:2, 3
Bagaimana Semuanya Dalam Surat!
Ketika Albin Schram pengacara Swiss meninggal pada 2005, ia meninggalkan sebuah koleksi surat yang ditulis oleh beberapa pemikir terbesar peradaban modern. Salah satu dari surat-surat ini adalah dari Albert Einstein yang ditujukan kepada teman masa kecilnya, Paul Habicht, yang sedang sakit. Surat itu tertanggal 5 Juli 1935. Dimulai dengan kata-kata, "Saya baru-baru mendengar bahwa Iblis—satu-satunya yang tidak pernah tidak punya kerja saat ini—cakarnya telah mencengkerammu dengan kuat." * bagaimana anda dapat menjadi sebuah surat yang efektif untuk bersaksi? Kata-kata ini sungguh-sungguh berlaku untuk semua umat manusia. Ketika Adam dan Hawa berdosa di Taman Eden, semua orang sejak itu dijual ke dalam dosa. Namun ada kabar baik dalam surat terbesar yang pernah ada, Alkitab. Dalam surat ini Allah menunjukkan kepada kita ada harapan bagi orang-orang yang menerima keselamatan melalui Anak-Nya. Keinginan Allah ialah seluruh umat manusia diselamatkan (Yohanes 3:16). Dan Dia sedang mencoba untuk menjangkau dunia dengan kabar baik melalui surat yang dapat dibaca oleh semua orang. Sedangkan bahasa manusia memiliki keterbatasan, bahasa kasih Allah dapat dipahami oleh semua. Keinginan Allah adalah agar umat-Nya dapat menjadi surat yang hidup, mengkomunikasikan kasih-Nya. Mengapa surat seperti itu dapat menjadi saksi yang efektif? Jawabannya adalah bahwa perubahan yang terjadi dalam dirimu ketika engkau menerima Kristus "ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup. . . ditulis pada tablet hati manusia "(2 Kor. 3:2, NIV). Pertanyaan besar adalah bagaimana anda dapat menjadi sebuah surat yang efektif untuk bersaksi? Anda harus tetap terhubung dengan Firman (Yohanes 15:4, 5). Tanpa dicangkokkan kepada Kristus, tidak akan ada pertumbuhan dan, karenanya, tidak akan ada kesaksian. Gaya hidup Anda harus mencerminkan Kristus (Filipi 2:5). Anda hanya dapat mencerminkan Kristus jika anda mengadopsi pola pikir-Nya. Orang-orang yang "membaca anda" akan tertarik kepada-Nya jika mereka melihat-Nya dalam hidupmu. Anda harus tetap relevan (1 Kor. 9:19, 20). Rasul Paulus menjadi seperti orang Yahudi ketika berada di antara orang Yahudi dan orang kafir ketika berada diantara orang-orang kafir agar dia bisa memenangkan banyak orang kepada Kristus. Namun, kita tidak harus bingung dengan tetap relevan dan kompromi. REAKSI 1. Mengapa Allah memilih untuk menggunakan manusia untuk penginjilan dan evangelisasi bukannya malaikat? 2. Bagaimana anda bisa menunjukkan relevansi dalam perjalanan Kristenmu tanpa mengkompromikan imanmu? ____________ *The Independent, “The Greatest Letters Ever Written,” Wednesday, 27 June, 2007, http://www .independent.co.uk/arts-entertainment/books/features/the-greatest-letters-ever-written-454857 .html (accessed April 18, 2011). Lawrence Kiage, Atlanta, Georgia, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 8
Kamis 26 April
Pendapat Saksi Yang Baik?
Matt. 9:36-38, Lukas 10:25-37; Rom. 13:8-11
"Aku akan terlambat," pikir pria itu saat ia bergegas menyusuri jalan tanah, jubahnya melambai di belakangnya. Apa yang akan terjadi bila ternak dengan tak terduga menyeberang dan pengemis buta yang meminta uangnya, perjalanannya telah berlangsung luar biasa lambat. Oh, dan juga janda yang menjual barang-barang tak-berharga di depan rumahnya telah menghambatnya juga. Tidak tahukan dia bahwa ini hari Sabat? "Dia butuh mendapatkan pekerjaan," pikirnya kesal. Dengan semua ketidaknyamanan, itu benar-benar sulit untuk mempertahankan suasana spiritualnya. Dan ia harus berkhotbah pagi ini! Untuk membantu mencerahkan suasana hatinya, ia mulai berdoa dengan suara keras. Tentu saja, dia berharap ini akan mencerahkan siapa pun yang mungkin mendengarnya ketika dia lewat. dia menyeberang jalan untuk menghindari kemungkinan kontak lebih lanjut dengan para bajingan Setengah jalan ke sinagog, ia melihat sesuatu di jalan di depannya. "Apa itu?" Pikirnya. Ada seorang pria, memar dan bekas dipukuli, mengerang pelan. Ini adalah bagian dari jalan di mana pencuri sering bersembunyi, menyergap wisatawan, mencuri harta benda mereka, dan sering meninggalkan mereka mati ditempat. Pendeta itu memandang ke sekitar dengan hati-hati, memegang jubahnya erat-erat membungkusnya. Pria ini pastilah ceroboh sedemikian rupa—memperlihatkan barang-barangnya, tidak memperhatikan lingkungannya. Kalau tidak begitu bagaimana dia bisa berada dalam kondisi seperti itu? Jadi dia menyeberang jalan untuk menghindari kemungkinan kontak lebih lanjut dengan para bajingan. Dia tiba di gereja tepat pada waktunya untuk lagu pembukaan. Musik sampai pada refrain saat ia melangkah ke mimbar. "Selamat Sabat!" Ucapnya dengan suara nyaring penuh dengan otoritas dan kenyamanan. "Selamat datang di rumah Tuhan. Saya minta maaf untuk keterlambatan saya. Aku bertemu dengan sedikit kesulitan di jalan pagi ini. Tapi tidak mengganggu betul. Mari kita mulai diskusi tentang pentingnya bersaksi. " REAKSI 1. Pernahkan anda ingat ketika kesaksianmu kurang dari optimal? 2. Bagaimana anda dapat melakukan hal-hal yang berbeda? 3. Jika Anda tidak bersaksi untuk Allah, untuk siapa anda bersaksi? Tanya L. Henry, Springfield, Massachusetts, U.S.A.
Evangelisasi dan Bersaksi Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) KwartalKEDUA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat
Elektronik Intra Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; sscq@googlegroups.com dan SSCQIndonesia
.; Editor Daniel Saputra, ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published
by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang
muda dan berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra - 9
Jum’at 27 April
Eksplorasi Garam dan Terang
Kisah 9:36
SIMPULAN Kehidupan sehari-hari kita memberikan kesempatan bagi Roh Kudus untuk menjangkau orang lain melalui kita. Sebuah kehidupan yang diubahkan oleh penyerahan kepada Kristus mempunyai banyak sifat yang secara alami menarik perhatian orang. Ketika kita mengijinkan Allah untuk mengubah dan membangun ulang kita, kita mengalami Kabar Baik untuk diri kita sendiri. Kemudian kita memiliki sesuatu yang layak untuk dibagikan. Dia membantu kita untuk mengkomunikasikan Injil dengan cara yang dapat dipahami oleh orang-orang di sekitar kita. PERTIMBANGKAN
Menulis kutipan berikut pada kartu catatan dan menempatkannya pada tempat yang dapat anda lihat sepanjang minggu: "Argumen terkuat yang mendukung Injil adalah seorang Kristen yang mencintai dan dicintai." (Ellen G. White, Ministry of Healing, p 470)..
Bacalah lirik "Suatu hati yang Rajin dan Bersyukur (The Seventh-day Adventist himnal, no. 639,. Atau "Say So" oleh Israel Houghton, http://www.chordie.com/chord.pere/www. Guitaretab. com/i/israel-houghton/97078.html). REnungkan kata-katanya dalam kontesk pelajaran minggu ini. Bagaimana fakta anda ditebus merobah hidupmu dan hubunganmu dengan orang lain?
Makan kentang panggang atau sayuran favorit lainnya tanpa garam. Apa bedanya? Bagaimana hal itu mirip dengan perbedaan yang dimaksudkan Yesus yang mesti dibuat orang Kristen kepada dunia (Matius 5:13)?
Duduk beberapa menit di ruang gelap, kemudian nyalakan lilin. Bagaimana penyalaan lilin merubah segalanya? Apakah ada perbedaan yang dihasilkan apabila lilin itu besar, kecil, penuh hiasan, atau mahal? Jika hidupmu seperti lilin di dunia yang gelap, bagaimana mungkin anda bisa memimpin orang lain kepada Kristus?
Bacalah 2 Korintus 3:3 dan tuliskan apa yang anda pikir yang diinginkan Allah engkau lakukan kepada orang-orang disekitarmu melalui hidup dan pengaruhmu.
Tanyai beberapa orang, "Bagaimana anda tahu jika salah satu teman anda sedang jatuh cinta?" Pikirkan tentang bagaimana jawaban mereka berhubungan dengan pelajaran pekan ini.
Buatlah gambar untuk mengilustrasikan apa arti "Evangelisasi gaya hidup" bagimu.
HUBUNGKAN Luke 6:43‒45; Galatians 5:22, 23 The Ministry of Healing, pp. 469, 470. Lifestyle Evangelism: Learning to Open Your Life to Those Around You, by J. Aldrich (Multnomah, 2006). Sharon Wright, Silver Spring, Maryland, U.S.A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar