1. Persiapan
A. Sumber
Kejadian 1:27
Matius 28: 20
Yohanes 15:5
Kisah Para Rasul 2:1-4
(lihat ayat tambahan di materi siswa)
B. Perihal “Berjalan Bersama Allah, bagian 1”.
Kita diciptakan untuk berjalan bersama Allah, untuk memiliki hubungan intim setiap hari dengan-Nya. Pengalaman ini dirasakan oleh Adam dan Hawa di taman Eden. Tetapi dosa menghancurkan hubungan ini dan selanjutnya dari kisah sedih di dunia ini dipenuhi dengan usaha Allah untuk berhubungan kembali dengan umat-Nya. Dia mengarahkan umat-Nya untuk membangun bagi-Nya sebuah bangunan fisik di mana Dia bisa tinggal di antara mereka namun mereka menolak-Nya berulang kali. Usaha-usaha ini berakhir pada Yesus. Melalui kehidupan-Nya, kematian-Nya, dan pengorbanan-Nya karena dosa-dosa kita, Allah membuat sebuah cara untuk berhubungan kembali dengan umat-Nya selamanya.
Sebagai umat yang diciptakan untuk berhubungan dengan Allah, kita mencari tujuan sejati kita dalam hubungan tersebut. Kita sedang berada di tengah “jalan panjang menuju kebebasan” yang Allah rencanakan untuk membawa kita kembali pada-Nya. Sebagaimana kita menjalani hidup kita setiap hari, ada elemen yang tidak terselesaikan dalam hubungan kita dengan Allah, tetapi kita diberikan petunjuk bagaimana hubungan persahabatan yang mungkin terjadi. Kita mengambil langkah positif untuk menghabiskan waktu dengan Allah melalui belajar Alkitab dan berdoa, dan mencoba mengenal-Nya sekarang melalui Roh Kudus-Nya. Kita juga melihat jauh ke depan di mana dunia di ciptakan kembali dan Allah akan kembali tinggal bersama umat-Nya (Wahyu 21: 3).
C. Apa Tujuan “Berjalan Bersama Allah, bagian 1”
Sebagai hasil dari pelajaran ini kita ingin agar siswa dapat:
1. Menghargai peran menghabiskan waktu bersama sebagai bagian dari persahabatan dan terutama sebagai bagian dari persahabatan kita dengan Allah.
2. Belajar –atau diingatkan- beberapa sejarah akan usaha Allah untuk berhubungan kembali dengan umat-Nya.
3. Berkomitmen untuk menghabiskan waktu dengan Allah setiap dari dan selamanya.
D. Bahan-bahan yang diperlukan
Pendahuluan : (Aktivitas B) secarik kertas untuk setiap siswa, bolpen atau pensil dengan warna yang sama. (ilustrasi) sebuah tanaman/rumput di pot, lebih baik jika jenis tanaman yang jenis penyebarannya melalui akar sehingga menumbuhkan anak tanaman melalui akar; buku identifikasi tanaman.
Hubungan : bahan/materi siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi : Alkitab, pena/pensil, bahan/materi siswa.
2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Meminta mereka ayat mana yang mereka pilih untuk dipelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk melafalkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa untuk “memilih” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada bagian hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.
B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song Service
Ø Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan proyek pelayanan
3. Pendahuluan
Catatan untuk guru: Gabungkan programmu dengan pilihan-pilihan dari kategori-kategori berikut ini – Pendahuluan, Hubungan, Aplikasi, Penutupan. Ingatlah selalu bahwa siswa-siswa perlu untuk memiliki kesempatan untuk berinteraksi (secara aktif berpartisipasi dengan satu sama lain) dan untuk belajar dari Firman-Nya. Pada beberapa saat, engkau harus meminta perhatian mereka pada pelajaran mereka minggu ini.
A. Aktivitas Pendahuluan
Bersedia. Rencanakan untuk membawa siswa-siswa berjalan kaki selama 5 menit, biarkan mereka berbicara di antara mereka sementara mereka berjalan. Rencanakan pembelajaran yang aman untuk kegiatan ini, mungkin di sekitar gereja, atau ke taman terdekat atau tempat yang aman lainnya. Pastikan ada jumlah orang dewasa yang cukup untuk mengawasi kegiatan ini dengan cara yang tidak mencolok. Cobalah untuk menghindari gangguan bagi siswa-siswa atau kelas sekolah sabat yang lain. Ketika engkau kembali ke dalam kelas engkau akan mendiskusikan interaksi manusia yang biasa terjadi ketika berjalan bersama.
Siap. Katakan kepada siswa-siswa bahwa sebuah cara yang baik untuk memulai pelajaran minggu ini adalah berjalan bersama. Berikan tanggapan tentang betapa sehatnya dan untungnya dalam olahraga. Minta mereka untuk mengikuti pentunjukmu untuk tetap bersama dalam kelompok dan tetap menghargai kelas lain.
Maju. Arahkan kelompok-kelompok untuk berjalan sesuai dengan pelajaran yang telah kau rencanakan. Tetaplah mengawasi namun tetap santai. Biarkan siswa-siswa berinteraksi, berbicara, dan mengekspresikan diri mereka sendiri secara alamiah. Jangan mempercepat langkah tetapi cobalah untuk menghindari banyak waktu kelas yang terpakai pada aktivitas ini. Mintalah siswa kembali ke kelas atau suatu daerah dan duduk kembali.
Tanya jawab. Tanyakan. Siapakah yang menikmati kesempatan untuk pergi keluar dan sedikit berolahraga? (beberapa jawaban yang bervariasi diharapkan).
Apa yang engkau perhatikan saat dirimu dan siswa yang lain berinteraksi ketika berjalan? (anggota kelas akan bertindak dan berinteraksi secara berbeda, diskusikan perbedaan ini tetapi soroti interaksi alami yang terjadi).
Bagaimana engkau berinteraksi berbeda dari caramu berinteraksi di tempat yang lebih formal seperti ruang kelas? (lebih santai, lebih alami, lebih bersahabat, lebih seru).
B. Aktivitas Pendahuluan
Bersedia. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk melihat seberapa baik anggota kelompok mengenal satu sama lain dan untuk belajar mengenal satu sama lain lebih dalam.
Siap. Pilihlah tiga pertanyaan untuk ditanyakan kepada siswa. Sebagai contoh, sebutkan hewan, lagu, makanan, idola favorit mereka yang orang lain mungkin tidak tahu mengenai hal itu. Jika mungkin, mintalah siswa untuk duduk dalam lingkaran. Bagikan kertas dan bolpen.
Maju. Mintalah siswa untuk menulis nomor 1 sampai 3 pada selembar kertas mereka dan pada setiap nomor, jawablah pertanyaan yang engkau berikan. Mereka tidak boleh menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan identitas mereka pada kertas tersebut. Kumpulkan kertasnya, campurkan, dan bagikan secara acak. Kelilingilah lingkaran itu dan mintalah setiap siswa membacakan 3 jawaban pada kertas yang diberikan. Anggota kelompok yang lain mencoba untuk menembak jawaban siapa yang telah mereka baca. Putuskan bagaimana dan kapan mengungkap penulis yang sebenarnya.
Tanya jawab. Katakan.
Siapa yang belajar sesuatu yang baru dari temannya di dalam kelas ini? (biasanya ada sesuatu yang baru ditemukan yang belum diketahui oleh yang lain).
Seberapa baik atau seberapa buruk kita mengenal satu sama lain? (jawaban akan bervariasi tergantung pada seberapa mudah anggota kelas teridentifikasi).
Bagaimana kita dapat mengenal satu sama lain lebih baik? (habiskan waktu bersama, bagikan hal-hal yang menarik, tertariklah satu sama lain).
C. Ilustrasi pendahuluan
Bawalah tanaman atau rumput atau buku tanaman di dalam kelas. Tunjukkan foto-foto atau diagram bagaimana akar-akar berkerja di dalam tanah untuk mencari nutrisi. Jika mungkin identifikasi tanaman dan carilah beberapa fakta menarik untuk mengajarkan tentang sebuah tanaman dari daerah mereka. Tunjukkan bagaimana bagian tanaman yang berbeda mendukung dan memberi makan satu sama lain dan bagaimana tanaman mereproduksi dirinya.
Tanya jawab. Tanyakan. Bagaimana mungkin kita membandingkan kehidupan Kristen dengan sebuah tanaman? (berikan perumpamaan Yesus sebagai biji pohon ara (Mattius 13:31,32), anggur dan cabangnya (Yohanes 15: 1-8). Apa yang dikatakan oleh perumpamaan ini mengenai hubungan kita dengan Allah? (itu adalah sumber kehidupan, dia harus tumbuh, dia harus menghasilkan buah).
4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan kepada siswa:
Jelaskan bahwa ketika kita mencabut rumput-rumput, sangat menarik untuk menemukan bahwa tanaman-tanaman yang kelihatannya tidak berhubungan ternyata menjadi bagian dari satu jaringan akar yang sama. Di bawah halaman rumput, ada sejumlah besar hubungan yang terjadi pada setiap tanaman. Itulah kenyataan yang ada di bawah permukaan halaman rumput. Jaringan ini merupakan target utama ketika seseorang berusaha untuk untuk mencabut rumput-rumput itu. Sangatlah sedikit keuntungan yang didapatkan jika kita hanya memotong rumput pada permukaan; mereka akan terus tumbuh lagi. Sementara kelihatannya kurang menyenangkan jika kita membandingkan kerajaan Allah dengan sebuah jaringan rerumputan; namun sangat menarik untuk diingat bahwa seringkali Yesus menggunakan tanaman dalam perumpamaan-Nya. Sebagai pengikut Yesus, kita memilih untuk terhubung dengan jaringan bawah tanah yaitu kerajaan Allah. Yesus berkata, “Akulah pokok anggur, dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (Yohanes 15:5). Adalah suatu pilihan untuk tinggal di dalam Dia, untuk bersama-Nya; dalam kehidupan, perjalanan, percakapan yang terhubung kepada Allah sebagai sumber kehidupan.
Tunjukkanlah bahwa sebagai pengikut kristus, kita tinggal di dalam kerajaan yang tidak dapat sepenuhnya mengontrol dunia kita. Itulah kenyataannya, tetapi ada kerajaan lain yang menantang kesetiaan kita. Kita membuat pilihan untuk menjadi bagian dari kerajaan Allah. Kita menjadi bagian dari kerajaan tersebut dengan memilih untuk menerima tawaran Allah – menjadi mungkin melalui kematian Yesus untuk kita dari dosa kuta- untuk berhubungan kembali dengan-Nyaa.
Tanyakan: Gambaran yang bagaimanakah yang engkau pikirkan ketika engkau mendengar “kerajaan Allah”? (mungkin ada banyak jawaban yang bervariasi tetapi tuntunlah siswa untuk kembali ke kerajaan Allah sebagai tanaman yang hidup dan bertumbuh). Bagaimana kita bisa terhubung dengan kerajaan seperti tanaman-tanaman tersebut? (merupakan pilihan kita melalui pengaruh dan kuasa dari Roh Kudus. Bagaimana kita bisa “tinggal di dalam Yesus”? (melalui keputusan untuk berdoa, belajar alkitab, dan kegiatan yang dilakukan setiap hari kita dapat terus mengarahkan hidup dan jalan kita pada Allah).
B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Mintalah seseorang sebelumnya untuk membaca atau memberitahukan cerita dari pelajaran hari Sabat.
Katakan: melalui sejarah banyak orang telah memutuskan untuk mengorbankan hidup mereka demi mengembalikan sesuatu kembali pada cara yang mereka percaya seharusnya terjadi. Mungkin itu adalah sebuah ketidakadilan yang harus diperbaiki atau tantangan yang harus diselesaikan. Mereka adalah pahlawan dalam sejarah manusia. Cerita Nelson Mandela “jalan panjang untuk kebebasan” adalah sebuah contoh dari perjuangan ini dalam sejarah.
Tanyakan: Siapakah pahlawanmu? (jawaban yang bervariasi). Apa yang engkau lihat dalam diri seorang pahlawan? (seorang pemenang, seseorang yang mengalahkan orang jahat, kuat, seseorang yang akan menolong mereka yang membutuhkan, dan kemampuan-kemampuan lain).
Dengan kata-katamu sendiri, jelaskan bahwa sebagai pengikut Yesus dan anggota kerajaan Allah, kita tergabung dalam “jalan panjang untuk kebebasan”. Sejarah besar dari dunia telah membangun hubungan kita dengan Allah-untuk membuat yang salah menjadi benar.
Berikan ayat-ayat di materi/pelajaran siswa bagian “Allah Berkata…” kepada kelompok-kelompok atau anggota di dalam kelas dan meminta mereka menjawab beberapa pertanyaan sehubungan dengan ayat yang mereka dapat.
- Apa yang ayat ini katakan kepada kita mengenai perjuangan panjang untuk kebebasan?
- Bagaimana ayat ini menggambarkan Yesus sebagai pahlawan dari perjuangan ini?
- Apa yang ayat ini katakan kepada kita mengenai keingingan Allah untuk berhubungan kembali dengan kita?
Jika alkitab-alkitab tersedia, mintalah kepada siswa untuk menemukan ayat-ayat mereka dan membaca beberapa ayat sebelum dan sesudah tugas yang diberikan untuk mendapat pemahaman yang lebih dalam mengenai keadaan di mana ayat tersebut ditulis.
Mintalah setiap kelompok kecil untuk berbagi jawaban mereka di dalam kelompok yang lebih besar. Dukunglah setiap diskusi. Tanyakan: apakah Yesus sesuai dengan peran seorang pahlawan? (iya, bahkan sebelum manusia menjadi “tidak ada harapan”, Yesus memutuskan menjadi seorang manusia, dan memberikan hidupnya untuk mengalahkan kejahatan. Dan akhirnya, Ia akan kembali dalam kemenangan dan kita semua akan “hidup bahagia selamanya”).
C. Hubungkan dengan Kehidupan
Katakan: ketika seseorang memintamu untuk berjalan bersamanya, apa yang mereka harapkan? Apakah itu waktu bersama yang dihabiskan pada saat istirahat di sekolah, bermain bersama di rumah teman, pergi jalan-jalan di taman, atau pergi ke hutan terdekat untuk berjalan yang agak jauh, ada hubungan yang lebih dekat daripada hanya berjalan atau mengisi waktu kosong. Itulah saatnya untuk bersantai bersama, berhubungan, dan mendukung satu sama lain.
Jika mungkin, bagikan sebuah cerita dari pengalamanmu sendiri (atau mintalah seseorang untuk datang dan bercerita) ketika engkau bersahabat dengan seseorang atau merasa didukung melalui hal-hal ini. Tunjukkan bahwa ketika kita menikmati waktu bersama, kita selalu menginginkan lagi dan berencana untuk melakukannya lagi. Sebuah pengalaman yang dibagikan seperti ini dapat menjadi awal dari persahabatan yang dalam.
Tanyakan: apakah ada dari kalian yang berjalan atau hiking dengan teman agar dapat berbicara sesering mungkin? (ijinkan jawaban dan cerita yang bervariasi, jika siswa-siswa mau bercerita). sebutkan beberapa cara agar kita dapat “berjalan bersama Allah” hari ini? (menghabiskan waktu bersama Allah, belajar alkitab, berdoa, berbakti, melayani sesama).
Ingatkan siswa mengenai bacaan dari pelajaran siswa minggun ini yang menyarankan persahabatan yang intim dengan Allah: Kejadian 3:8; Keluaran 25:8; Wahyu 3:20; 21:3. Tanyakan: apa yang bacaan ini katakan kepada kita mengenai Allah? (Dia adalah Allah penuh kasih yang menginginkan untuk memiliki hubungan persahabatan yang sangat dekat dengan kita).
5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Sebagai sebuah kelompok (ini dapat dikerjakan sebagai kelompok yang besar secara keseluruhan atau kelompok-kelompok kecil yang dapat melaporkan pekerjaan mereka di kelompok yang lebih besar), kerjakan aktivitas grafik terlebih dahulu dalam bagian “Bagaimana Hal ini bekerja”. Sebagian besar ayat alkitab termasuk dalam bagian “Allah Berkata…”; gunakan alkitab untuk ayat-ayat yang belum termasuk dalam bagian ini.
Doronglah siswa untuk mempertimbangkan bagian tabel yang kosong antara poin-poin yang diberikan, yang cenderung menjadi poin penting dan peristiwa besar dari analisa sejarah dunia kita. Dalami pentingnya alur setiap kejadian dan bagaimana pengaruhnya terhadap hubungan antara Allah dengan kita. Mungkin ada beberapa interpretasi yang berbeda terhadap kejadian-kejadian tersebut, dan perbedaan ini dapat dijelaskan dan didiskusikan. Ketahui bahwa perbedaan ini bukanlah ukuran seberapa jauh kita dari Tuhan – Dia berjanji selalu bersama kita (Matius 28:20)— tapi perbedaan itu menjelaskan jarak yang dosa akibatkan dalam hubungan antara Allah dan kebaikannya yang sempurna dengan kita dan dosa-dosa kita. Dengan mengerjakan grafik ini, mintalah siswa untuk melengkapi grafik pribadi mereka selama satu minggu yang akan datang.
Tanya jawab. Tanyakan: Apa yang dapat kita pelajari dari grafik seperti ini? (kita dapat melihat bukti dari usaha Allah untuk berhubungan kembali dengan kita dan manusia meresponnya dengan mengulangi kesalahan). Seberapa penting pembaharuan hubungan antara Allah dengan manusia pada akhir dari sejarah dunia ini? (sangat penting—faktanya, itulah inti dari keseluruhan rencana keselamatan). Seberapa besar pilihan kita mempengaruhi sebuah grafik hubungan kita dengan Allah? (pilihan kita menentukan grafik kita dan lebih penting lagi, hubungan kita dengan Allah).
B. Pertanyaan-pertanyaan Aplikasi
1. Bagaimana sikap mengakui Allah sebagai pahlawan kita mempengaruhi bagaimana kita berhubungan dengan Allah?
2. Bagaimana sikap mengakui Allah sebagai teman mempengaruhi bagaimana kita berhubungan dengan Allah?
3. Apa yang dapat kita pelajari dari hubungan kita dengan orang lain mengenai hubungan kita dengan Allah?
4. Apakah penting untuk mengawasi hubungan kita dengan Allah dan seberapa dekat kita kepada-Nya?
5. Bagaimana kita mengawasi kedekatan kita dengan Allah?
6.Apa pengaruhnya terhadap hidup kita ketika kita menyadari bahwa sepanjang sejarah Allah ingin agar berjalan bersama umat-Nya?
6. Penutupan
Kesimpulan
Dalam kata-katamu sendiri, simpulkan gagasan berikut ini.
Allah ingin untuk bersahabat dengan kita. Melalui Alkitab, Dia berulang kali meminta umat-Nya akan sebuah tempat dan waktu di mana Dia bisa berbagi dengan mereka. Bahasa yang Allah gunakan hanyalah interaksi pribadi yang sangat sederhana: berbicara, berjalan bersama, menghabiskan waktu bersama, berbagi makanan. Yesus adalah contoh nyata ketika Ia hidup diantara manusia dan mati untuk membayar harga dosa kita dan menghilangkan jarak yang dosa telah ciptakan diantara Allah dan kita. Salah satu elemen penting dari penjelasan akan rumah abadi di surga adalah pernyataan bahwa sekarang Allah dapat tinggal diantara umat-Nya selamanya. Dia memberikan kita undangan untuk memulai berjalan bersamanya hari ini dan mulai menumbuhkan persahabatan yang luarbiasa yang tidak akan berakhir selamanya.
MATERI SISWA
Jalan Panjang untuk Kebebasan
(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)
Nelson Mandela adalah salah satu dari pahlawan sejati di abad 20. Dari pendidikannya di desa, ia berjuang untuk menjadi seorang pengacara dan tergabung dalam perjuangan untuk membersihkan rumahnya –Afrika Selatan- dari sistem Apartheid, sebuah sistem hukum yang memisahkan orang-orang berdasarkan warna kulit dan ras.
Mandela bekerja dengan Kongres Nasional Afrika dan kepemimpinannya dalam komunitas kulit hitam yang menarik perhatian dari sejumlah kecil pemerintah berkulit putih. Dia menghabiskan beberapa tahun untuk hidup dan berkelana secara diam-diam, mecoba untuk menghindar dari perhatian pemerintah.
Tak bisa dihindari, Mandela ditangkap karena dituduh mencoba berkhianat dan dihukum penjara seumur hidup. Mandela dipenjara dan harus bekerja keras di pulau Robben. Selama 27 tahun dia habiskan disana, Mandela masih menjadi pemimpin yang berkuasa dan simbol perjuangan akan persamaan dan kebebasan di Afrika Selatan.
Pada akhir 1980 Mandela memulai negosiasi rahasia dengan pemerintah Afrika Selatan berkulit putih – dengan resiko yang besar. Percakapan rahasia ini menuntun Mandala bebas dari penjara pada awal tahun 1990, pada saat reformasi sistem politik Afrika Selatan, dan pemilihan pertama dalam sejarah Afrika Selatan modern, Mandela terpilih sebagai presiden berkulit hitam pertama di Afrika Selatan.
Seperti semua cerita manusia, ada yang bahagia ada yang sedih, tetapi komitmen Mandela akan kemungkinan terjadinya transisi pemerintahan yang damai di Afrika Selatan adalah contoh yang menginspirasi dari perjuangan yang mulia melawan kesempatan yang kelihatannya luarbiasa. Itu adalah perjuangan untuk mengatakan bahwa Mandela dan orang-orangnya memikirkan hak mereka.
Ketika merefleksikan perjalanan hidupnya dalam autobiografinya, Mandela mengatakan,”Saya telah menjalanmi jalan panjang itu untuk kebebasan. Saya telah mencoba untuk tidak jatuh; saya terkadang salah melangkah sepanjang jalan. Tetapi saya telah menemukan rahasia setelah mendaki gunung yang tinggi itu, seseorang akan mendapati bahwa akan ada banyak gunung lagi yang perlu didaki. Saya telah mengambil beberapa waktu untuk beristirahat, untuk menikmati pemandangan kemenangan disekeliling saya, untuk melihat kembali sejauh mana saya telah berjalan. Tetapi saya hanya bisa beristirahat untuk sesaat, karena kebebasan datang dengan tanggung jawab, dan saya tidak berani bersantai-santai, karena perjalananku belum berakhir.”– Nelson Mandela, Long Walk to Freedom: the Autobiography of Nelson Mandela (London Little, Brown and Company, 1994), p.617.
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Sekelompok remaja dari gerejamu bertemu sebuah malam setiap minggu untuk belajar Alkitab dengan beberapa anggota gereja yang lebih tua. Engkau menikmati belajar Alkitab tersebut dan waktu yang dihabiskan bersama dengan orang-orang tua – yang engkau tidak kenal sebelumnya- dan merasa bahwa engkau belajar banyak, meskipun engkau menemukan bahwa pada awalnya belajar Alkitab merupakan hal yang membosankan. Tigadari remaja tersebut memberitahumu bahwa mereka tidak akan datang lagi karena mereka merasa bosan.
Ø Apa yang akan engkau katakan pada mereka?
Ø Apakah engkau memiliki saran yang mungkin membantu agar pertemuan itu lebih menarik buat semua orang?
Ø Mengapa belajar Alkitab dan waktu bersama Allah itu penting?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “kemanapun berjalanlah jika engkau memiliki waktu.” – Steven Wright, komedian dan pelawak U.S saat ini.
Ø “sebuah perjalanan bermil-mil jauhnya harus dimulai dengan satu langkah.” – Lao-tzu, filsuf Cina abad ke 6.
Ø “Saya tidak lahir dengan rasa lapar akan kebebasan. Saya dilahirkan dengan kebebasan.” – Nelson Mandela, pemenang Nobel Peace Prize, pemimpin moral Afrika Selatan saat ini.
Ø “Jangan berjalan di depankum, aku mungkin tidak akan mengikutimu, jangan berjalan di belakangku, aku mungkin tidak akan memimpinmu. Berjalanlah di sampingku dan jadilah temanku” – albert Camus, filsuf dan penulis dari Perancis abad 19.
Ø Satu-satunya sahabat yang bisa berjalan denganmu adalah seseorang yang dapat berbagi perasaanmu tanpa perlu membicarakannya.” – C. S. Lewis, pendidik dan penulis Kristen dari Inggris abad 20.
Ø Kita semua membutuhkan sahabat-sahabat yang dengan mereka kita dapat membicarakan minat kita yang terdalam, dan yang tidak takut untuk membicarakan kebenaran dalam kasih kepada kita.” –Margaret Guenther, penulis Kristen dari U.S saat ini.
Ø Salah satu keinginan terbesar manusia adalah menjadi dekat dengan seseroang.” – Kathleen R. Fischer dan Thomas N. hart, penulis Kristen dari U.S saat ini.
Ø “jalan menuju rumah seorang sahabat tidak pernah jauh”. – puisi Denmark.
Tuliskan Kutipanmu
Kutipan saya adalah …
Ø __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
LALU APA?
Ketika Tuhan menciptakan bumi kita dengan sempurna, Ia secara intim menghabiskan waktu bersama Adam dan Hawa, berjalan bersama mereka di Taman Eden. Ketika Adam dan Hawa berdosa, hubungan intim ini tidak bisa terjalin lagi – pada kenyataannya, mereka bersembunyi dari Tuhan ketika mereka mendengar Dia berjalan ke arah mereka (Keluaran 3:8).
Tetapi Tuhan sudah memiliki rencana untuk membangun kembali hubungan tersebut. Pertama-tama Dia bekerja melalui orang-orang Israel dan tinggal di tengah-tengah mereka, pertama kali di kemah suci dan kemudian di kaabah di Yerusalem. Namun, rencana ini tergenapi sepenuhnya di dalam Yesus, yang mana Tuhan sekali lagi berjalan bersama umat-Nya di jalan-jalan bumi kita. Dia adalah “Tuhan bersama kita” (Matius 1:23).
Dengan mati bagi kita, Yesus membayar harga kita dan membuat jalan untuk hubungan permanen kita dengan Tuhan. Dia berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus untuk tinggal bersama kita sebagai kehadiran Tuhan yang terus-menerus di tengah-tengah kita, dan Dia berjanji bahwa hubungan itu suatu hari nanti akan sepenuhnya dipulihkan seperti sedia kala kita dapat hidup dengan kehadiran nyata bersama Yuhan (Wahyu 21:3).
Rabu
Tuhan berkata…
Ø Kejadian 3:8
Ø Keluaran 25:8
Ø Matius 18:20
Ø Lukas 24: 15-27
Ø Yohanes 1:14
Ø Efesus 3:17
Ø Wahyu 3:20
Ø Wahyu 21:3
DAN…
Ø “Saya harus sadar kalau saya sedang berjalan bersama Allah. Saya harus tahu bahwa saya memahami misteri keilahian. Saya harus tahu bahwa kasih karunia Allah berada dalam hati saya sendiri, bahwa hidup saya sejalan dengan kehendak-Nya, bahwa saya sedang berjalan dalam jejak kaki-Nya. Kemudian perkataan dan perbuatan saya akan benar.” (testimonies, volume 2 hal. 618)
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Beberapa deskripsi Allah di Alkitab sangat banyak dan dapat menakutkan. Yang lain lebih menghibur, seperti seorang ayah atau ibu yang mengasihi. Semua ini penting dan membantu kita untuk memiliki gambaran seimbang atas Allah dan kasih-Nya. Namun mungkin yang paling menarik adalah bahwa Allah hanya menginginkan untuk bergaul dengan kita, untuk naik gunung, untuk makan bersama, dan untuk berbicara – terkadang secara serius, terkadang lebih dengan hati yang ringan. Dan akhirnya, untuk tinggal bersamamu selamanya. Bukankah luar biasa untuk menjadi sahabat Allah dan untuk beberapa saat – satu hari – kamu lupa bahwa Ia adalah Tuhan (bukan dengan ceroboh atau dengan asusila) yang mana kamu bersahabat dan Dia hanya seorang teman untukmu?
Jumat
Bagaimana Cara Kerjanya?
Mengawasi hubungan. Pada 2 tabel berikut, urutkan pertumbuhan hubungan antara Allah dan manusia. Pada tabel pertama, observasi arah sejarah manusia dan bagaimana hal tersebut mencerminkan perjalanan manusia dengan Tuhan, sebagaimana yang dicerminkan dalam ayat-ayat Alkitab pada bagian “Tuhan Berkata”…. Untuk setiap peristiwa yang terdaftar pada bagian kiri, tentukan bila hal ini adalah sebuah langkah bersama Tuhan, menjauh dari Tuhan, atau menuju Tuhan.
Pada tabel kedua, perhatikan perjalananmu bersama Tuhan. Catat poin penting dan tentukan arah yang kamu ingin buat dalam grafik yang dapat dilanjutkan di masa depan. Gunakan kolom kosong untuk menulis peristiwa penting di kehidupanmu dan berjalanlah bersama Allah. Catat beberapa pilihan di masa depan yang mungkin kamu harus buat. Di arah manakah kamu ingin keputusan tersebut menggerakkan kamu?
Tabel 1
Bersama Tuhan
|
Menjauh dari Tuhan
|
Menuju Tuhan
| |
Permulaan – Kejadian 1:27
| |||
Kejatuhan – Kejadian 3: 8-10
| |||
Air bah – Kejadian 6:1-13
| |||
Perjanjian Allah dengan Nuh – Kejadian 9:14-18
| |||
Kemah – Keluaran 25:8
| |||
Kaabah – 1 Raja-raja 6:13,14
| |||
Israel tetap berpaling dari Allah – (sisa buku Perjanjian Lama)
| |||
Yesus – Yohanes 1:14
| |||
Kebangkitan – Lukas 24:15,27
| |||
Roh Kudus – Kisah 2:1,2
| |||
Babilon dan kejatuhan sistem dunia – Wahyu 18:1-3
| |||
Selamanya – Wahyu 21:3
|
Tabel 2
Bersama Tuhan
|
Menjauh dari Tuhan
|
Menuju Tuhan
| |
Kelahiran – Mazmur 139:13-16
| |||
Sebuah pilihan – Wahyu 3:20
| |||
Bertambah dekat – Efesus 3:17
| |||
Perjalanan masa depanmu
| |||
Selamanya – Wahyu 21:3
| |||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar