Evangelisasi dan
Bersaksi
Pelajaran Pertama
Kwartal 2,
Mendefinisikan Evangelisasi dan Bersaksi:
31 Maret—6
April 2012
Diterjemahkan
Oleh: Danny Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
|
Karena itu pergilah, jadikanlah
semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman." (Mat. 28:19, 20)
Sabbath
31 Maret
1 Pet. 3:15
|
Pendahuluan
Mulailah Dengan
Yang Kecil
|
Bahkan sebelum saya
kembali ke kabinku dengan gigi akhir “junior campers”ku sekarang bersih, saya
mendengar suara-suara yang merangkai ayat hafalan untuk minggu ini dengan
konselorku: “Tetapi kuduskanlah Kristus di
dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi
pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab
dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah
lembut dan hormat” (1Pet. 3:15). Pada
saat sebelum renungan pagi, kata-kata yang sama meluncur dari lidahku.
Dia telah mengambil langkah
pertama. Maukah anda ikut?
Sementara peserta camping lainnya
dan ko-konselor meluncur ke kapel, saya meluncur ke bukit ke kandang kuda. Ayat-ayatnya mengalir dikepalaku, melambat ke
langkah, dan akhirnya membenam ke pertanyaan utama. Apakah saya layak menjadi mentor untuk orang
muda, saksi bagi kasih dan pengaharapanNYA?
Apakah saya siap untuk menjawab dengan rendah hati dan bertanya-tanya
kesetiap orang yang akan bertanya kenapa saya mempunyai pengharapan ini? Bagaimana saya, seorang yang kecil, ke titik
individu ke pemenuhan kerinduannya bagi Kristus?
Kebenaran bukannya tidak mungkin,
bahkan bila tugasnya terlampau besar bagi imajinasi kita. Kristus mengatakan kepada kita untu “Lihatlah
sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk
dituai.” (Yoh. 4:35). Setiap hari kita
dikeliling orang yang perlu dijangkau, sementara musuh jiwa bekerja untuk
membalas setiap langkah kita. Kita
mungkin memandang dengan kecil hati, hati kita bimbang, sementara kita
memandang bahkan anggota keluar acuh saja dengan kasih Allah yang luar biasa.
Tetapi Petrus tidak mengatakan
kepada kita untuk pergi mengubahkan dunia dengan seketika. Dia mengatakan untuk menempatkan Kristus
dihati kita, untuk mencari DIA, untuk mengizinkan DIA memulaikan pekerjaan
itu. Kita mesti siap, rela, mau dibentuk
dalam tanganNYA. Kita mesti membagikan
pengharapan kita, kerinduan kita, kegembiraan kita dalam Tuhan. Kita mesti membagikan alasan untuk
pengharapan kita, dan kabar baik pengorbanan Kristus dan kasih Bapa. Kita mesti membagikan kesaksian kita dengan
setiap orang yang bertanya, kesetiap orang yang memperhatikan, ketiap orang
yang bertanya-tanya.
Saat ini anak-anak sedang tertawa
ria dijalanan untuk pelajaran menunggang kuda.
Rekan yang berjalan di samping kubikelmu. Teman yang memerlukan dukungan. Kristus telah menempatkan apiNYA dan
pengharapanNYA di dalam kita. Dan Dia
telah mengambil langkah pertama. Maukah
anda ikut?
Emily Knott, St. Johnsbury,
Vermont, U.S.A.
Minggu
1 April
Logos
Pekabaran Illahi, Jurukabar Manusia
|
Kej 12;
Kisah 1; 2; 4:33; 13; 22:2–21;
1 Pet. 3:15;
1 Yohn 1:3
|
Allah dapat berkomunikasi
dalam berbagai cara. Kadangkala dia
berbicara langsung dan terdengar ke banyak orang (Kel. 20:1). Atau DIA mungkin berbicara kepada individual
sendirian, seperti kasus Henokh (Kej. 5:22), para bapa (Kej. 12:1; 26:2;
28:10-13), dan Musa (Kel. 3:4). Tetapi
yang paling sering, tampakna, Allah berbicara melalui manusia. Mungkin anda tidak berpikir bahwa manusia
adalah medium terbaik untuk menyampaikan pekbaran illahi, dengan mengingat
ingatan kita yang lemah dan kecenderungan konsep yang tidak jelas. Tetapi Paulus menyarankanb ahwa Allah
berbicara melalui manusia secara pasti karena kita lemah dan dapat
dibentuk—“bejana tanah liat” katanya—kekuatan yang
melimpah-limpah itu berasal dari Allah (2Kor. 4:7).
Bersaksi
bukanlah suatu proyek ataupun suatu program melainkan suatu gaya hidup
Bagaimana Semuanya Bermula (Kej.
12:1-4).
Permainan kosmis
“telepone” merujuk ke zaman Abraham.
Dalam Kejadian 12 Allah memanggil Abraham (waktu itu Abram) keluar dari
kehidupan nyamannya di Mesopatamia tengan untuk mengikut Dia dalam suatu
perjalanan liar tanpa tujuan pasti.
Kenapa? Allah menerangkan: “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang
besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan
menjadi berkat.. . . . . . olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat
berkat."(ayat 2, 3). Keturunan
Abraham diberi tugas unik—menjadi berkat untuk semua keluarga di dunia. Mereka (yang tentu saja menjadi, orang
Yahudi, diantara yang lainnya) mempunyai tugas melalui mereka duani akan
menjadi sadar akan kasih karunia Illahi.
Allah akan berbicara kepada mereka, dan mereka akan berbicara kepada
dunia.
Gereja
Mengambil Obor (Kisah 1:1-8)
Perintah untuk
menjangkau dunia dirujuk ke Matius 28:19, 20.
Panggilan pada awalnya diberikan kepada Abraham dan keturunannya yang
berkembang untuk mengikutkan orang kafir.
Sekarang, di bagai ke duapuluh satu, kita mesti meneruskan apa yang
dimulaikan Abraham—menjadi berkat bagi dunia dengan mengabarkan pekabaran
Allah. Buku Kisah merupakan bukti
bagaimana gereja yang mula-mula melaksanakan tugas ini, dimulai di Yerusalem
(Kisah 2) dan berakhir sejauh Roma (Kisah 28).
Buku ini berisi khotbah
hebat dan kisah heroik para rasul menyembuhkan dan mengusi setan, tetapi
dibawah semuanya seseorang dapat merasakan hal yang lebih hebat dan berkuasa
sedang berlangsung. Ceritanya adalah
tentang orang berbicara kepada orang lain sewaktu mereka melakukan perjalanan
(8:26-39), berkumpul di rumah-rumah (10:24-48), bertemu ditepi sungai (16:13),
dan berfilosofi di ruang sidah hakim, legislatif dan pemerintahan
(17:16-34). Para pengikut JALAN (yang
disebut Kristen). Mereka mesti berbicara. Mereka akan bersaksi pada waktu yang aneh dan
tidak biasa, seperti segera setelah gempa bumi yang menggoncang pintu-pintu
penjara (16:25—32) dan bahkan (mengagumkan) di sesi pengadilan Roma (25; 26).
Kata kuncinya kerinduan. Karena apa yang mereka lihat kuasa Roh Kudus
yang menggugah mereka, orang Kristen mula-mula didorong untuk mengabarkan
pekabaran mereka dalam cara yang amat aneh sekali. Walaupun mereka pasti mempunyai kebebasan
memilih, kesan yang dirasakan orang dari membaca buku Kisah adalah Allah
mengambil orang dan mempekerjakan mereka sebagai alat untuk melakukan
misiNYA. Bersaksi bukanlah suatu proyek
ataupun suatu program melainkan suatu gaya hidup, proklamasi tanpa akhir akan
kebaikan Allah.
Bagaimana
Rasanya Ikut Serta (2Kor. 5:20; Efe. 4:1, 2; 6:20)
Alkitab mempunyai
beberapa motif yang mengungkapkan gaya hidup sebagai jurukabar Illahi. Salah satu motif yang paling umum dari Paulus
adalah perbudakan. Berulang-ulang dia
menguraikan dirinya sendir sebagai orang terpenjara, atau budak Yesus Kristus
(Rom. 1:1; Gal. 1:10; Fil. 1:1).
Gambaran ini menyarankan penyerahan total, pembenaman menyeluruh dalam
pekerjaan Allah. Seorang budak kehilangan
identitasnya ke titik keinginan tuannya dimana seorang tuan menjadi cara
bagaimana seorang budak dibentuk.
Sementara metafora kehidupan seorang Kristen adalah tidak sempurna,
karena budak-bidak amat jarang menyerahkan kebebasan memilih sementara orang
Kristen menyerahkannya dengan kesukaan, walaupun begitu membantu untuk
menyampaikan arahan sifat panggilan Kristus untuk bersaksi. Dalam cara yang paling masuk akal, seseorang
tidak dapat menjadi evangelis “paruh waktu”.
Kristus menuntut seluruh tenaga dan energi kita.
Budak .
. . . . Tetapi Dengan Cara Bangsawan (2Kor. 5:20; Efe. 6:20).
Sebagai sakti Kristus,
kita dalah budakNYA yang rendah. Tetapi
kita juga menjadi duta Bangsawannya dalam suatu misi kerajaan. Dalam 2Korintus 5:20 Paulus merujuk dirinya
sendiri dan pendampingnya sebagai “kami ini adalah utusan-utusan Kristus,
seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami” Citra Diplomasi Greco-Roman menempatkan
Paulus—dan selanjutna kekita semua—dalam suatu posisi tanggung jawab yang besar.
Peran seorang duta
adalah menjadi suara bagi raja atau gubernur yang diwakili. Duta berbicara semua apa dan hanya apa yang
dikatakan hukum. Tidak boleh ada
penyimpangan ataupun menambahi. Sama
seperti seorang budak kehilangan identitasnya karena mewakili tuannya, demikian
pula seorang duta kehilangan
identitasnya karena mengambil tempat tuannya. Apabila orang Kristen mengambil posisi ini,
tujuan mereka hanyalah memuliakan Kristus dengan cara menyampaikan pekabarannya
secara lengkap dan akurat.
REAKSI.
- Bagaiaman rasanya menjadi mulut Allah? Terhormat atau terkesima? Kenapa?
- Apakah anda sedemikan terikatnya dengan evangelisasi sehingga anda dapat dipanggil budak?
- Bila anda bersaksi dengan seorang non-Kriten, apakah anda berbicara tentang Allah atau bagi Allah?
Andy Blosser, Lansing, Michigan, U.S.A.
Senin
2 April
Yes. 43:12
|
Kesaksian
Agen yang Dipilih
|
“Pikiran mesti aktif untuk menemukan cara
terbaik dan jalan untuk menjangkau orang yang dekat dengan kita. . . . . . Kita
sering melewatkan kesempatan dalam jangkaun kita terlepas, agar dapat melakukan
suatu pekerjaan disuatu tempat yang jauh yang kurang menjanjikan, dan karenanya
waktu dan usaha kita akan hilang pada kedua tempat.”1
“Ada banyak jiwa yang rindu akan
terang yang tak terungkapkan, untuk kepastian dan kekuatan diluar apa yang
dapat mereka jangkau. Mereka perlu
dicari dan dikerjakan secara sabar, tanpa putus asa. Carilah Tuhan dengan doa yang sungguh-sungguh
untuk bantuan . . . . .Biarkan kasihNYA yang meleleh, kasih karuniaNYA yang
kaya, mengalir dari bibir manusia. Anda
tidak perlu menyajikan tentang doktrin kecuali ditanya. Tetapi ambil FIRMAN, dan dengan lemah lembut,
karih kerinduan untuk jiwa, tunjukan kepada mereka kebenaran Kristus yang tak
ternilai, kepada siapa anda dan mereka mesti datang untuk diselamatkan.”2
Marilah berbicara tentang iman,
dan kita akan mempunyai iman
“Kristus
tidak mengatakan kepada para muridNYa bahwa pekerjaan mereka akan mudah. Dia menunjukan kepada mereka konfederas setan
yang besar yang akan menyerang mereka . . . . Tetapi mereka tidak akan biarkan
bertempur sendirian. Dia meyakinkan
mereka bahwa Dia akan bersama mereka; dan jika mereka maju dalam iman, mereka
akan bergerak dibawah tameng Yang Maha Kuasa.
Dia mengmbil tanggung jawab pribadi untuk kesuksesannya. Sepanjang mereka taat akan FirmanNYA, dana
bekerja bersama dengan dia, mereka tidak akan gagal.“3
“Marilah
kita mengindahkan firmanNYA. Marilah
berbicara tentang iman, dan kita akan mempunyai iman. Jangan pernah memberikan suatu gambaran yang
mengecewakan dalam pekerjaan Allah.”4
“Bibit
yang baik mungkin saja terletak untuk sementara waktu di hati yang dingin,
duniawi, dan cinta diri, tanpa memperhatikan telah berakar . . . .Kita mesti
melakukan tugas kita, dang menunggu
hasilnya yang akan dikirimkan Allah.5
REAKSI
- Apa tanggapan anda tentang yang mesti dan dapat dilakukan untuk daerah “susah ditembus injil”?
- Siapa yang anda kenal, walaupun dia mungkin mengenal Allah, tetapi tidak mengenal kasihNYA? Langkah kecil apa yang dapat anda ambil untuk menunjukan kasihNYA kepada orang ini?
____________
1. Review and Herald, December 8, 1885.
2. Evangelism, p. 442.
3. The Acts of the Apostles, p. 29.
4. Evangelism, p. 633.
5. Ibid., p. 64.
Johanna Nielsen, Tacoma,
Washington, U.S.A.
Selasa
3 April
Bukti
Cerita Luarbiasa dari
Orang Biasa
|
Maz. 103:1
|
Tak
ada yang hebat tentang Petrus dan Yohanes.
Mereka adalah nelayan biasa, tidak dilatih khusus dalam seni argumentasi
hukum, tidak dikenal sebagai pembicara publik.
Tidak juga mereka menunjukan mempunyai keberanian yang besar. Pada waktu Yesus ditangkap, mereka melarikan
diri, dan Petrus bahkan menyangkal mengenal Dia. Tetapi setelah Yesus kembali ke sorga, kita
temukan orang-orang biasa ini berdiri di tangga kaabah, memproklamirkan pekabaran
Kristus.
Allah mengasihi kita dan
mempunyai rencana untuk menyelamatkan kita
Apa
yang telah terjadi dengan nelayan-nelayan ini yang membuat mereka memberikan
hidupnya mengkhotbahkan injil? Jawaban
yang mereka berikan kepada orang yang menanyakannya sederhana saja: “Sebab
tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami
lihat dan yang telah kami dengar." (Kisah 4:20). Petrus dan Yohanes mempunyai pengetahuan yang
sedemikian hebatnya sehingga mereka tidak tahan untuk tidak
memberitakannya. Kata evangelisasi dari dari kata Latin evangelium, berarti “kabar baik”, dan kabar yang mesti
dikatakan Petrus dan Yohanes benar-benar baik!
Allah mengasihi kita dan mempunyai rencana untuk menyelamatkan kita.
Evangelisasi bersandar
pada kesaksian.* Para murid amat ingin
untuk membagikan apa yang telah mereka lihat dan dengar. Kredibilitas pekabaran datang dari pengalaman
pribadi kita dengan apa yang kita bagikan.
Para murid dapat membagikan kabar baik tentang Kristus karena mereka
telah mengalami kasihNYA bagi mereka.
Kesukaan mereka sedemikian besarnya akan pengungkapan kasih Allah
sehingga mereka tidak dapat menyimpannya untuk diri mereka sendiri. Merupakan suatu keistimewaan bagi mereka
untuk membawakan kesukaan yang sama kepada orang lain dengan cara menceritkan
kepada mereka tentang apa yang telah Allah lakukan dan akan lakukan untuk
mereka. Saat ini, evangelisasi masih
tetap bersandar pada kesaksian. Masih
banyak orang yang belum menerima keselamatan Kristus, dan merupakan
keistimewaan bagi kita untuk menceritakan kepada mereka akan kasih Bapa dan
penebusan yang diberikanNYA kepada kita.
Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang
membawa kabar baik!" (Rom 10:15).
REAKSI
1.
Bagaimana lagi
yang dapat dilakukan untuk menyebarkan kabar baik injil? Pikirkan tentang program penjangkauan yang
dapat anda ikuti atau pelayanan masyarakat yang dapat anda lakukan.
2.
Inti evangelisasi
adalah membicarakan kesaksian pribadi.
Pikirkan bagaimana perasaanmu pada waktu anda pertama kali belajar
tentang Yesus dan apa yang telah dilakukanNYA untuk hidupmu sejak itu. Tanyalah Allah akan kesempatan untuk bersaksi
kepada seseorang.
____________
*A. B. Simpson, The Spirit-Filled Church in Action: The Dynamics of
Evangelism From the
Book of Acts (Camp Hill, Pa.: Christian Publications, 1996), pp. 49, 50.
Ashley Meyer, Altamont, New York,
U.S.A.
Rabu
4 April
Mark 16:15, 16;
Rom. 12:4–8;
1 Kor. 14:12
|
Bagaimana
Maju Terus—Evangelisasi dan Bersaksi
|
“Maju
terus,” “evangelisasi,” dan “bersaksi.”
Bila kata-kata ini disebutkan, gambaran seperti berdiri diatas kotak
sabun dan berkhotbah segera saja muncul.
Berkhotbah merupakan suatu bentuk penting evangelisasi. Tetapi, bukan satu-satunya cara untuk
bersaksi. Sama seperti pekerjaan yang
“nyata”, ada banyak bentuk yang dapat dipilih.
Melalui sekolah dan pengalaman praktis, kita dapat menyadari apa yang
menarik bagi kita dan dalam bentuk lingkungan bagaimana kita dapat
bekerja. Dalam cara yang sama, kita
dapat menermukan daerah evangelisasi yang cocok dengan kekuatan kita.
evangelisasi adalah belajar bagaimana bertindak
sedemikian rupa yang memampukanmu untuk menjangkau keluar
Seseorang
dapat bersaksi melalui nyanyian atau memimpin kelompok kecil Sekolah
Sabat. Saya bukan seorang pembicara
publik; tetapi, saya senang menyanyi.
Saya tahu melalui menyanyi, Allah menggunakan talentaku untuk menunjukan
kepada orang lain kebaikanNYA. Seseorang
dapat bersaksi melalui melayani. Menjadi
anggota masyarakat menjadi berkat bagimu dan masyarakat sekelilingmu pada waktu
anda menunjukan kasih Allah kepada mereka melalui tindakanmu. Tidak peduli apa yang anda lakukan untuk
bersaksi, tetaplah berdoa agar Allah menuntunmu ke jalan yang diinginkanNYA
untuk diikuti.
Satu
hal penting yang perlu ditemukan tentang evangelisasi adalah belajar bagaimana
bertindak sedemikian rupa yang memampukanmu untuk menjangkau keluar, walaupun
itu berarti meninggalkan zona nyamanmu.
Kita mesti mengabarkan kasih Allah melalui talenta yang telah
diberikanNYA kepada kita. Evangelisasi
mungkin pada awalnya sulit, tetapi adalah penting untuk bertahan, bahkan bila
terlihat sulit. Berikut adalah beberapa
langkah yang dapat anda ikuti untuk secara efektif berevangelisasi:
Langkah Pertama. Temukan karunia yang diberikan Allah kepadamu
Langkah Dua.
Gunakan karunia itu untuk bersaksi bagiNYA.
Langkah Tiga. Tetaplah fokus kepada Allah daripada
dirimu sendiri, karena kita tidak ada apa-apanya tanpa Dia.
Langkah Empat. Senantiasa terhubung dengan Allah dan
berdoalah agar Dia menggunakanmu setiap hari.
Ingatlah walaupun mungkin banyak hal menjadi sulit dan engkau akan
membuat kesalahan, adalah Allah dan pekabaranNYA yang teramat penting. Melalui Kristus, kita dapat menjangkau dunia
dan meyakinkan bahwa banyak yang akan bersiap untuk kedatanganNYA yang segera.
REAKSI
- Karunia apa yang diberikan Allah bagimu untuk bersaksi?
- Pikirkan suatu situasi ditempat yang anda percaya Allah secara efektif akan menggunakanmu sebagai saksiNYA. Apa yang dapat anda pelajari dari situasi itu?
Jasmine Doram, Roseville,
California, U.S.A.
Kamis
26 April
Pendapat
Benang (yang tak begitu) Kelihatan
|
Lukas 4:18, 19;
Kisah 1:8
|
Buku Kisah merupakan suatu
potongan kain dari cerita tentang pionir evangelisasi—orang-orang pertama yang
maju untuk mengisi “deskripsi lowongan pekerjaan sorga” yang diberikan oleh
Kristus (Mat. 28:19, 20). Satu bahan
untuk mengikat cerita ini bersama-sama.
Ini adalah selembar benang, yang jika dicabut, akan menyebabkan
keseluruhan “selimut” terlepas. Sebagai
penerima perintah Kristus, kita mesti mengidentifikasi bahan ini sehingga kita
dapat memenuhi panggilan menjadi saksiNYA.
Roh Kudus Allah akan
menyelesaikan pekerjaan Allah
Yesus
mengatakan kepada para muridNYA tentang benang yang tidak demikian kelihatan
ini pada saat sebelum Dia kembali ke sorga: “Tetapi kamu akan menerima kuasa,
kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku . . . . sampai ke ujung bumi." (Kisah
1:8). Itulah dia: dua kata yang
mengidentifikasi sumber kuasa untuk segala sesuatu yang kita lakukan dalam nama
Kristus—Roh Kudus. Adalah tidak mungkin untuk mempertimbangkan
topik bersaksi dan evangelisasi tanpa terlebih dahulu mengakui dari mana
berasalnya sumber kuasa kita. Roh Kudus
merupakan suatu hal vital dalam bersaksi sehingga Yesus mengatakan kepada
murid-muridNYA ntuk menunggu baptisan Roh Kudus sebelum memulaikan pekabaran
evangelisasi mereka (Kisah 1:4). Yesus
sendiri tidak memulaikan pelayanan resmi dunia yang dilakukanNYA sampai dia menerima
Roh Kudus yang turun kepadaNYA (Mat. 3:16, 17).
Kita juga mesti menerima baptisan Roh Kudus agar Kristus dapat
menggunakan kita sebagai saksi yang berkuasa bagiNYA.
Dennis
Smith menunjukan bahwa untuk bertahun-tahun, GMAHK telah mencurahkan waktu, dan
dana yang tak terhitung banyaknya untuk “rencana, program, dan metoda untuk
membawa Kristus kepada dunia.” Dia menulis, “Roh Kudus Allah akan menyelesaikan
pekerjaan Allah—Roh Allah, berbicara dan melayani melalui manusia yang dipenuhi
Roh.”*
Sementara
kita pelajari tentang evangelisasi dan bersaksi sepanjang kuartal ini, marilah
kita mengingat bahwa Roh Kuduslah yang memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus. Kita hanyalah bejana yang akan
memproklamirkan kabar baik keselamatan bagi jiwa yang sesat. Inilah misi kita, “deskripsi kerja”
kita. Kita hanya perlu menjangkau keluar
dan mengklaimnya dalam kuasa Roh Kudus.
REAKSI
- Pernahkah anda ikut dalam “rencana, progam, dan metoda” evangelisasi yang tidak mempunyai Roh Kudus? Bagaimana rasannya?
- Kenapa Roh Kudus merupakan bagian krusial dalam evangelisasi dan bersaksi?
____________
*Dennis Smith, 40 Days: Prayers and Devotions to
Prepare for the Second Coming (Hagerstown,
Md.: Review and Herald©, 2010), p.
65.
Jennifer Calhoun, Harpers Ferry, West Virginia,
U.S.A.
Jum’at
27
April
Eksplorasi
Dipanggil Ke Mimbar Saksi
|
Matt. 5:1–16
|
SIMPULAN
Sementara bersaksi bagi Yesus
dapat merupakan tindakan yang disengaja, cara bersaksi yang paling efektif dari
akibat hubungan dengan Allah daripada rencana sebelumnya yang ingin berbicara
kepadaNYA. Banyak orang Kristen mungkin
memasukan, telah merasakan gugup atau takut pada waktu berpikir tentang
bersaksi. Pikiran memproyeksikan diri
sendiri kepada orang lain, khususnya kepada orang asing, mungkin dapat membawa
kecemasan besar, yang dapat menuntuk ke menghindari. Kebenarannya, satu-satunya ketakutan yang
mesti kita takuti adalah ketakutan menjadi tidak berbeda kepada Allah yang
mengasihi kita dan PutraNYA. Jika kita
datang kepada Allah pada awal harian kita dan memulaikan suatu persekutuan
dalam suatu hubungan denganNYA, dan jika kita hidup dalam suatu kebiasaan yang
disadari akan kehadiranNYA dan kasihNYA, kita akan melihat dalam kejadian
setiap hari bagaima berkat Allah, menuntun dan menyelamatkan kita. Kemudia karena bagaimana kita hidup bersama
Allah, setiap hari menjadi suatu kesaksian maka kita dapat membagikannya dalam
hubungan alami dengan setiap orang yang kita temui. Beberapa orang dilahirkan untuk
berevangelisasi di publik, tetapi pada akhir hidup kita akan melihat bahwa kita
semuanya telah menjadi evangelistm, mungkin bahkan tanpa memperhatikan atau
mengatakan sepatah katapun.
PERTIMBANGKAN.
- Menggambar peta pengaruhmu. Susun berdasarkan nama kelompok, munkgin dalam lingkaran yang lebih besar, menggunakan berbagai waran untuk teman-teman, anggota keluarga, rekan kerja, teman kelas, kenalan, teman dari teman, dst. Disamping ingatanmu, rujuk ke jaringan persahabatan (Facebook, Twitter, dsb.) untuk mencari dan petakan jangkauan pengaruhmu.
- Tanyai lima teman yang dipercaya untuk mengkarakterissimu dalam terminologi karunia roh. Mungkin mengisi lembar isian sebagai panduannya. Katakn kepada mereka bahwa anda menginginkan kekuatan dan kelemahanyang mereka lihat dari diri anda agar anda dapat menjadi saksi terbaik bagi Yesus.
- Tuliskan cerita pendek apa yang telah dilakukan Yesus bagimu. Buat hanya dua halaman saja, dan tuliskan inti pengalaman pribadimu denganNYA. Simpanlah di tempa yang dapat anda review dan perbaiki sesering mungkin.
- Cintakan suatu daftar lagu-lagu iTunes yang mengungkapkan siapa Yesus dan apa yang telah dilakukanNYA kepada orang berdosa didunia ini. Carilah lirik dan pilih lagunya yang secara spesifik menginspirasi orang-orang akan pekabaran injil keselamatan melalui Kristus. Pilihlah judul untuk playlist yang mencerminkan kabar baik ini.
Hubungkan.
Matius 5:14–16.
Nasihat Bagi
Sidang bab. 7.
Tim Lale, Boise, Idaho, U.S.A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar