Evangelisasi dan
Bersaksi
Pelajaran Pertama
Kwartal 2,
Setiap Anggota adalah Pendeta
7—13 April
2012
Diterjemahkan
Oleh: Danny Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
|
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang
rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu
memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu
keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1Pet. 2:9)

Sabbath
7 April
Kisah 14: 27
|
Pendahuluan
Bersaksi Melalui
Ban Kempes
|
Suatu hari pada waktu
pulang kerja, dan waktu belok kiri, saya menyenggol trotoar beton, walaupun
saya merasa sudah terlepas. Saya berdoa,
“Oh Tidak Tuhan, kenapa saya? Saya mulai
menyetir secara perlahan, berharap ban ku tidak ada apa-apa. Kemudian seseorang memberi tanda untuk menepi
dan mengatakan bahwa ban ku kempes habis.
Karena saya sedang berada didaerah yang tidak begitu saya kenal, saya
tidak tahu dimana saya bisa menemukan pom bensin yang dapat membantuku. Saya juga tidak punya HP. Jadi saya hanya berdoa kepada Tuhan dan
melanjutkan perjalanan dengan hati-hati.
Tiba-tiba saya melihat pom bensi kira-kira 5 m dariku! Puji Tuhan.
Dunia perlu mengenal Yesus
sekarang dan selamanya
Perempuan muda yang
bekerja dikantornya amat bersahabat, dan sementara saya menunggu perbaikan,
kami memulaikan percakapan. Satu
pertanyaan menanjak ke lainnya, dan segera dia tahu bahwa saya seorang
Kristen. Kemudian saya mulai dapat
memberikan kesaksian kepadanya. Dia
mengatakan dia mencari Allah tetapi tidak tahu dimana menemukanNYA, jadi saya
mengundang dia untuk menghadiri pelajaran Alkitab bersamaku. Bukan hanya dia datang setiap minggu belajar,
jua juga mulai hadir setiap Sabat di gereja.
Hal yang hebat adalah sekarang dia telah menemukan pengharapan karena
telah diubahkan melalui Kristus. Melalui
kesaksian kitalah kita mampu untuk berbagi dengan orang lain di sekitar kita
sehingga kita yang dulunya hancur dapat disembuhkan melalui Yesus Kristus.
Dunia perlu mengenal Yesus
sekarang dan selamanya. Banyak sekali
kekecewaan dalam banyak kehidupan, dan banyak dari orang-orang ini pergi ke
berbagai tempat untuk mendapatkan kedamaian.
Kita perlu untuk mengarahkan mereka ke Pangeran Damai yang memberikan
kedamaian yang sebenarnya.
Minggu ini kita akan
mempelajari konsep “setiap orang adalah pendeta” dan bagaimana kita dapat
menjangkau setiap bangsa, suku, bahasa, dan kaum seperti yang diperintahkan
Allah kepada kita, menggunakan karunia yang diberikan kepada yang telah
diberkatiNYA bagi kita.
Cindy DeJesus, Providence, Rhode Island, U.S.A.
Minggu
8 April
Bukti
Evangelisasi untuk Semua dan Semua untuk Evangelisasi
|
1 Kor. 10: 31
|
Inti keKristenan dan
pekabaran yang kita bagikan adalah kepercayaan bahwa Allah menumpahkan kasihNYA
yang tak terbatas untuk semua umat manusia melalui kematian Yesus. Walaupun begitu, pekabaran ini sedemikian
konsistennya di Alkitab sehingga kadang kita menganggapnya sebagai biasa saja
(take for granted) setiap etiomologi dibalik frase yang merujuk kepada kematian
Yesus. Tetapi Frase ini mengatakan
kepada kita cerita tentang bagaimana orang Kristen pertama mengambilnya dan
mengenakannya untuk mendiseminasikan “kabar baik”.
Dosa mengkerangkeng kita dalam perhambaan.
Tetapi kematian Yesus membayar tebusan pembebasan kita.
Pada waktu kita membaca
kematian Yesus, kita temukan bahwa Yesus dirujuk sebagai “pelayan” Allah (Kisah
3:13). Kata ini meresonasi ke nubuatan
Ibrani akan hamba yang menanggung dosa (Yes. 53:11). Lebih lanjut, rasul Yohanes, dengan
membicarakan Yesus sebagai “anak domba Allah”
(Yoh. 1:29), mengingatkan pengorbanan anak domba pelayanan kaabah yang
mensimbolkan pengorbanan Juruselamat untuk dosa kita. Sebenarnya, Yesus adalah benar Hamba yang
menderita, yang dikorbankan untuk pelanggaran kita.
Walaupun begitu, dengan
menyebarnya orang Kristen keluar dari Israel dan Palestina, orang Kafir tidak
mengerti perbedaan jelas akan simbol Ibrani yang berhubungan dengan pekerjaan
Kristus di salib. Namun begitu, karena
Yesus “membuka pintu iman kepada orang Kafir” (Kisah 14:27) dan karena Dia
“mati untuk semua” (2Kor. 5:15), adalah penting bagi orang Kafir untuk mengerti
apa yang telah dilakukan Allah kepada mereka melalui Yesus.
Jadi para penulis Alkitab
yang diinspirasikan mulai menggunakan kata-kata yang merujuk kepada kematian
Yesus sehingga orang-orang Kafir mengerti.
Kata tebus (Markus 10:45)
merupakan salah satu contohnya. Dalam
dunia Greco-Roman Kuno, kata tebus
merujuk kepada harga yang dibayar untuk melepaskan seorang budak dari
perhambaan.* Dosa mengkerangkeng kita dalam perhambaan. Tetapi kematian Yesus membayar tebusan
pembebasan kita.
Dalam setiap usaha harian
kita untuk membagikan Firman Allah, kita mesti ingat bahwa Yesus mati untuk
semua umat manusia dan tidak akan pernah ada halangan yang terlampau besar bagi
Roh Kudus untuk membantu kita dalam peranan kita.
REAKSI
1. Penghalang apa
saja yang anda temui pada waktu bersaksi kepada orang dalam budayamu?
2. Kata-kata atau
benda apa dalam budayamu yang akan membantu orang mengerti apa yang telah
dilakukan Kristus bagi mereka?
____________
*Easton’s Bible Dictionary. s.v.
“Ransom.”
Guillermo Ronquillo, Providence, Rhode Island,
U.S.A.
Senin
9 April
Yohn 4:35–41;
2 Kor. 5:15–20;
Ep. 4:11, 12;
1 Tess. 1:5–8
|
Logos
Pemanen dan bulir siap panen
|
Masyarakat Menunggu (Yoh. 4:35).
Yohanes mengumpamakan
orang dengan bulir yang siap dipanen.
Dia melakukannya dengan amat jelas dalam ayat “Bukankah kamu mengatakan:
Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah
sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk
dituai” (Yoh. 4:35). Saya sering
mendengar orang mengeluh bahwa manusia sudah sesat, sudah sampai pada titik
yang tidak dapat kembali kepada Allah.
Tetapi dalam ayat ini Yesus mengatakan hal yang berbeda. Apakah mata kita terbuka atau tidak, ada banyak
orang yang haus dan lapar akan Firman, yang terbuka untuk itu, dan yang rela
belajar Firman. Tetapi, karena untuk
suatu alasan, kita kebanyakan melihat orang yang mengabaikan Allah, dan mereka
yang menentang pengajaran Yesus. Dan
mungkin lebih parah lagi, kita mencela mereka karena penyakit masyarakat.
Seberapa banyak jawaban yang benar untuk persamaan 2 + 2 = ?
Duta (2Kor. 5:15-20)
Dua Korintus 5:15-20
menguraikan kondisi transformasi; dalam Kristus kita ciptaan baru, dan mati
untuk diri kita sendiri. Juga
menggunakan terminologi yang menarik duta. Dikatakan dalam ayat 20, “Jadi kami ini
adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan
kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan
dengan Allah”. Diksionari
Merriam-Webster menguraikan kata duta
sebagai “seseorang yang diotorisasi mewakili atau juru bicara.” Kristus telah mengotorisasi kita sebagai perwakilanNYA. Tidakkah ini akan membuat kita lebih sadar
akan bagaiaman orang lain mencitrakan kita dan tindakan kita? Untuk mengklaim sebagai orang “Kristen”
secara otomatis mengkorelasikan kita sebagai duta.
Poinnya tidak dapat
terlampau ditekankan. Jika kita
menyatakan sebagai orang Kristen, jika kita menyatakan sebagai pengikut
Kristus, kita akan bekerja untuk keselamatan orang lain. Hal ini tidak berarti bahwa semua kita mesti
menjadi pendeta atau pegawai gereja. Hal
ini berarti bahwa apakah kita di sekolah, ditempat kerja, atau bahkan duduk di
bus bersebelahan dengan orang yang tidak kita kenal, kita dapat menjadi duta
bagi Tuhan melalui perkataan, tindakan, dan bahkan tindak tanduk kita.
Hidup atau Tidak Hidup (1Yoh.
5:12).
Sayangnya, kita hidup
dalam masa pada waktu dikatakan suatu gaya hidup sama baiknya dengan yang lain
(sepanjang anda tidak menyakiti orang lain), dan satu set kepercayaan sama
baiknya dengan yang lain. Dan walaupun
kita tidak dihakimi oleh hati orang atau motif, sebagai orang Kristen kita
mesti mempunyai suatu pandangan terhadap dunia yang hitam dan putih. Pikirkan akan perkataan Yohanes: “Barangsiapa
memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak
memiliki hidup” (1Yoh. 5:12). Perkataan
Yohanes amat gegas. Perkataan ini tidak
meninggalkan kita di tengah lapang atau zona abu-abu. Bersama Yesus dan hidup, atau tanpa Yesus dan
kematian.
Jika anda mempunyai
seorang sahabat yang anda tahu melakukan sesuatu yang akan mencederai atau
bahkan membunuh mereka, apa yang akan anda lakukan? Diam saja? Tidak menghakimi mereka?
Membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka mau tanpa sedikit usahapun untuk
menunjukan kepada mereka bahaya tindakan mereka? Teman apa anda ini, jika tinggal diam saja?
Hipokrit atau Penyelamat Nyawa
(Kisah 4:9—12).
Dalam pengertian situasi
kita sebagai orang Kristen. Dengan hanya
mengatakan nama “Kristen,” kita mengasumsikan kepercayaan dasar tertentu, dan
diantara mereka adalah kepercayaan bahwa keselamatan ditemukan hanya melalui
Yesus. Seberapapun picik ataupun yang preyudis yang mungkin terdengar bagi
banyak telinga, yaitu kebenaran. Kita
mesti mempercayainya, karena terdapat di dalam Alkitab. “jika kami sekarang harus diperiksa karena
suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah
orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat
Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu
salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa
oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh
tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu
penjuru. Dan keselamatan tidak ada di
dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini
tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan." (Kisah 4:9—12).
Mari kita lihat dengan
cara ini. Seberapa banyak jawaban yang
benar untuk persamaan 2 + 2 = ? Hanya
satu. Berapa banyak yang salah? Secara literal, tak terhingga. Ini adalah sesuatu yang semua orang yang
mengaku nama Yesus, yang dipanggil untuk menjadi dutaNYA, mesti secara serius
memikirkannya.
REAKSI
1. Seberapa besar tanggung jawab
yang anda rasa untuk bersaksi bagi mereka yang tidak kenal Tuhan?
2. Alkitab berkata, “Setiap orang
yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada
siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
(Lukas 12:48). Pikirkan berapa banyak
yang telah kita terima dari Yesus. Apa
yang dikatakan hal itu tentang berapa banyak juga dituntut dari kita?
3. Sementara kita mesti melakukan
apapun yang bisa kita lakukan untuk menjangkau orang lain, kenapa penting untuk
diingat bahwa pekerjaan Roh Kuduslah yang membawa orang datang?
Hannah Goldstein, Sykesville, Maryland, U.S.A.
Selasa
10 April
Bukti
Apakah
anda akan duduk diam saja?
|
Eph. 4:11, 12
|
Allah telahmemberikan
semua talenta yang berbeda-beda dan unik tidak untuk digunakan sebagai
keuntungan pribadi saja tetapi juga untuk digunakan bagi kemuliaan dan
kehormatanNYA.
“Terdapat banyak pekerjaan
yang mesti dilakukan pekerja dengan berbagai karunia. Beberapa mesti bekerja untuk dalam satu
jalan, beberapa dilainnya. Tuhan
merindukan bahwa kota-kota mesti dikerjakan dengan usaha bersatu pekerja dari
berbagai kemampuan. Semuanya mesti
memandang kepada Yesus untuk arah, tidak bergantung pada manusia ataupun
kebijaksanaan, atau mereka akan tersesat.
Sebagai pekerja bersama dengan Allah mereka mesti berusaha harmonis satu
sama lain. Mesti ada pertemua dewan yang
sering dan sungguh-sungguh, koperasi sepenuh hati. Tetapi semua mesti memandang kepada Yesus
untuk kebijaksanaan, tidak bergantung hanya kepada manusia untuk arah.”1
semua mesti memandang kepada Yesus untuk kebijaksanaan
Sementara kita bekerja di
adang Tuhan, kita mesti ingat bahwa talenta dan karunia hanya bisa mengantarkan
saja. Lebih lanjut, jika ktia tidak
selalu mengingat akan talenta dan karunia kita datang dari Allah, kita akan
bertemu dengan risiko melakukan lebih banyak kejahatan daripada kebaikan.
“Tuhan merindukan umatnya
untuk bangkit dan melakukan tugas mereka.
Tanggung jawab mengingatkan dunia bergantung bukan hanya pada pendeta
saja. Anggota awam gereja mesti bergai
tugas menyelamatkan jiwa. Dengan cara
kunjungan misionari dan distribusi bijaksana literatur kita, banyak yang tidak
pernah diperingatkan, mungkin dapat dijangkau.
Mari organisasikan kelompok-kelompok untuk mencari jiwa. Buat anggota gereja mengunjungi tetangga
mereka dan membuka Alkitab. Beberapa
mungkin bekerja di pinggir, dan karenanya, dengan perencanaan bijaksana,
kebenaran dapat dikhotbahkan disemua distrik.
Dengan panjang sabar dalam pekerjaan ini, talenta akan dibangkitkan, dan
banyak akan melihat buah pekerjaan mereka dalam penyelamatan jiwa. Orang yang ditobatkan ini, nantnya, akan
mengajar orang lain. Jadi benih akan ditanam
dibanyak tempat, dan kebenaran akan diproklamirkan kepada semua orang.”2
REAKSI
1. Kita tahu dari Alkitab bahwa
talenta/karunia kita mesti digunakan untuk mengabarkan injil. Apa yang dapat anda lakukan untuk memastikan
apa yang perlu dilakukan pada zaman akhir ini?
2. Apakah anda mempunyai
talenta/karunia yang tidak digunakan pada saat ini? Jika ya, kenapa tidak meletakannya ditangan
Allah dan bersiap kemanapun Dia memanggilmu?
__________
1. Testimonies for the Church,
vol. 9, p. 109.
2. The Advent Review and
Sabbath Herald, January 25, 1912.
Antonio DeJesus, Providence, Rhode Island, U.S.A
Rabu
11 April
Yohn 4:35–41
|
Bagaimana
Restorasi
|
Tubuh manusia amat
mengagumkan sebahagian karena semau sistemnya bekerja bersama. Bila satu sistem tidak berfungsi, sistem
lainnya dapat dipengaruhi, dan kita merasa tidak sinkron. Dalam cara yang sama, tubuh
Kristus—gereja—tidak dapat berfungsi tanpa bantuan semua anggotanya. Bagaimana Tubah Allah dapat mempertahankan
fungsi yang semestinya?
Allah telah berjanji akan bersama dengan kita dalam setiap langkah kita
Semua anggota mesti menggunakan talenta yang telah diterimanya dari
Allah. Sebagai anggota tubah Kritus,
kita juga mesti bekerja sama untuk menunjukan kepada orang lain yang masih
dalam kegelapan—Yesus Kristus. Allah
telah memberikan setiap anakNYA talenta yang mesti digunakan untuk mengobahkan
kehidupan anggota gereja dan kehidipan orang lain yang belum dalam
kandang. Beberapa diberi karunia
berkhotbah, menyanyi, berdoa, dan menyembuhkan, tetapi semua karunia ini
diminta Allah untuk digunakan agar namaNYA dapat dimuliakan. Bagaimana kita menggunakan karunia ini
sehingga gereja dapat secara tepat mewakili citra Allah kepada dunia?
Kita mesti bekerja dengan iman.
Allah telah berjanji akan bersama dengan kita dalam setiap langkah
kita. Tetapi agar Dia dapat bersama
kita, kita mesti mempunyai iman.
Perempuan Samaria percaya, dan melalui kesaksian dan imannya, banyak
orang lain percaya. Orang Samaria tidak
mempunyai keraguan karena mereka telah melihat kuasa Kristus dan kasihNYA
kepada umat manusia (Yon. 4:39-42). Kita
mesti mengizinkan Allah masuk ke hati kita agar kita dapat menyaksikan kepada
diri kita sendiri mujizat yang dapat dilakukanNYA dalam hidup kita. Kemudian kita dapat membagikan pengalaman itu
kepada orang lain sama seperti yang dilakukan perempuan Samaria.
Kita mesti menjadi teladan kasihNYA.
Agar kita dapat membagikan Firman Allah, kita pertama mesti menjadi
teladan kepada dunia. Melalui
kebersamaan Roh Kudus, kita mesti menghidupkan hidup kita sesuai
prinsip-prinsip kasih Allah seperti ditemukan dalam Hukum Sepuluh (Mat.
22:34-40). Orang yang belum meberikan
hidup mereka kepada Allah menonton mereka yang mengatakan mempunyai Allah. Karena itulah Allah mesti tinggal dalam hati kita. Disana Dia dapat berkembang dalam kehidupan
kita sehingga orang lain dalam melihat Dia dalam kita, karenya membuat kita
menjadi teladan kasihNYA.
REAKSI
- Dalam cara apa anda dapat mengembangkan talenta yang diberikan Allah kepada anda?
- Kita hidup dalam masyarakat yang secara perlahan telah melupana sifat Allah yang benar. Bagaimana anda dapat mengajarkan temanmu tentang Allah dan kasihnya?
Jenny Cruz, Providence, Rhode Island, U.S.A.
Kamis
12 April
Pendapat
Jangkauan Keluar: Inti Permasalahan
|
2 Cor. 5:15–20
|
Pernahkah
anda merasa tertekan untuk menjadi bagian dari jangkauan keluar? Mungkin tekanan dari orang lain, atau mungkin
tekanan dari dirimu sendiri. Apakah hal
itu membuat anda bertanya-tanya kenapa anda tidak segembira waktu menjangkau orang
lain?
Beberapa
tahun lalu saya memutuskan untuk mencoba sesuatu yang keluar dari zona
nyamanku—jangkauan masyarakat. Kami
merencanakan untuk berkunjung ke sekitar rumah, membagi tima berpasangan, dan
pergi ke setiap rumah untuk bertanya apakah ada sesuatu yang dapat kami
bantu—tidak ada syarat apapun. Walaupun
saya merasa ide itu hebat, saya merasa tidak semenarik atau sesenang orang
lain. Saya bertanya-tanya jika saya
lebih tertarik untuk melakukan tipe jangkauan yang berbeda.
bukanlah kita yang menciptakan
kerinduan untuk menjangkau orang lain;
Allah lah yang melakukannya
Tidak
lama setelah pengalaman ini saya menyadari saya semestinya tidak melakukan
jangkauan karena saya pikir itu adalah apa yang semestinya dilakukan oleh orang
Kristen; saya mesti melakukan jangkauan karena itu adalah kerinduan asli untuk
mendemonstrasikan kasih Kristus kepada orang lain. Tetapi bagaimana dan kapan kerinduan itu
dibangkitkan di dalam diri kita? Bagian
akhir dari 2 Kor. 5:20 mempunyai jawaban untuk pertanyaan itu: “dalam nama
Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan
Allah”(LAI). Kedengarannya sederhana,
bukan? Bila kita didamaikan dengan
Allah, kita membuat komitmen dengan sengaja untuk mempunyai hubungan pribadi
denganNYA, dan Dia akan memulaikan perubahan yang rumit didalam diri kita yang
akan mengobahkan kita menjadi ciptaan baru (2Kor. 5:17). Saya percaya ciptaan baru ini mencakup
ketertarikan, kerinduan, sudut pandang baru, dan yang paling penting hati yang
baru. Karenanya, bukanlah kita yang
menciptakan kerinduan untuk menjangkau orang lain; Allah lah yang melakukannya. Tetapi ini kiatnya. Dia tidak akan memaksakan perobahan kita
menjadi suatu ciptaan baru. Dia hanya
akan bekerja jika kita mengizinkanNYA untuk melakukan hal itu.
Jadi
jangan paksa diri anda untuk menjadi bagian dari jangkauan keluar dan
evangelisasi tampaknya tidak sekuat yang lainnya. Tetapi, pintalah tuhan untuk menempatkan
kerinduan itu didalam dirimu. Dalam cara
Allah yang misterius, dan dalam waktuNYA, Dia dapat dan akan menempatkan
didalam hati kita kerinduan untuk keluar dan memanen bulir jiwa yang telah
ditanam Kristus bagi kita.
REAKSI
1. Apa yang menghalangimu untuk
ingin melakukan jangkauan keluar dan evangelisasi?
2. Cari cara anda dapat
melakaukan jangkauan keluar dalam kehidupan harianmu.
3. Pintalah Tuhan untuk menempatkan suatu kerinduan dihatimu untuk
digunakan olehNYA.
Christina Zaiback, Silver Spring, Maryland, U.S.A.
Jum’at
13
April
Eksplorasi
Sekarang Engkau adalah Umat Allah
|
1 Pet. 2:9, 10
|
SIMPULAN
Dosa
mengkerangkeng kita, tetapi Yesus membebaskan kita. Sebagai balas, kita mesti membantu orang
lain. Ini artinyang kita adalah duta
Kristus, menjadikan DIA pedoman. Kita
mesti menggunakan talenta dan karunia roh yang telah diberikanNYA kepada
kita. Setiap kita mempunyai tugas yang
unik. Jika semua kita ikut serta, akan
lebih banyak orang yang dijangkau, yang, gantinya, akan menjangkau lebih banyak
orang lagi. Anda mesti mempunyai iman
untuk bekerja bersama Kristus. Izinkan
Dia menempatkan kerinduan untuk bersaksi kepada orang lain tentang
kasihNYA. Izinkan Dia untuk menuntunmu
kemana semestinya anda pergi, apa yang mesti dilakukan, dan apa yang mesti
dikatakan.
PERTIMBANGKAN
- Mengumpulkan data demografik tentang daerah disekeliling gereja dan rumah anggota gerejamu. Perhatikan persilangan data untuk membantu anggota gerejamu mempersiapkan bahan jangkauan.
- Menceritakan kepada seorang sahabat akan hubunganmu dengan Kristus, mengungkapkan apa artinya itu bagimu sebagai orang Kristen.
- Bergabung dengan kelompok pembelajar di gerejamu. Jika anda rasa mengenal semua anggota kelompokmu, bawa seorang teman bersamamu yang ingin belajar lebih banyak. Atau belajar bagaimana memberikan pelajaran Alkitab sehingga engkau dapat membagikan Kristus lebih efektif dengan teman-temanmu.
- Persiapkan makanan dari berbagai latar budaya dan undang teman non-Kristen atau tetangga. Undang seseorang dari budaya itu akan kebutuhan di negara mereka, dan minta mereka yang anda undang untuk mensponsori makanan untuk membantu proyek ADRA di negara itu.
- Berdoalah selama seminggu tentang apa yang Allah ingin engkau lakukan untuk melayani Dia dalam jangkauan keluar. Buat catatan bagaimana Allah menjawab doa-doamu. Kemudian ikuti panggilan Roh Kudus kepadamu.
- Latihlah musik dengan pendeta atapu pemimpin perbaktian dan orang dewasa muda lainnya di gerejamu untuk digunakan dalam program jangkauan keluar. Dedikasikan musikmu kepada Yesus melalui doa.
Hubungkan:
Matt. 18:19, 20;
John 14:12–14; Rom. 6:16–18, 22, 23.
Evangelism.
Monte Sahlin, Sharing
Our Faith With Friends Without Losing Either (Hagerstown, Md.: Review and
Herald®, 1990).
Jon Paulien, Present
Truth in the Real World: The Adventist Struggle to Keep and Share Faith in a
Secular Society (Nampa, Idaho: Pacific Press®, 1993).
Karin Wieczorek, Melbourne, Australia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar