Minggu, 27 Mei 2012

Real Time Faith-9-II-2012-Murid


Pelajaran 9
Emas Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji Kepunyaan Kaisar
2 Juni 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                   Biji Kepunyaan Kaisar

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Suatu waktu, ada seorang kaisar di Asia Timur yang semakin tua dan tahu bahwa waktu memilih penggantinya sudah semakin dekat. Gantinya memilih salah satu anaknya, dia memutuskan untuk melakukan hal berbeda. Dia memanggil semua pemuda di kerajaan pada suatu hari. Dia berkata, “Sudah tiba saatnya saya turun dari takhta dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan salah satu dari antara kalian.” Anak-anaknya kaget! Namun kaisar melanjutkan. “Saya akan memberikan setiap orang sebuah biji pada hari ini. Satu biji. Biji ini sangat spesial. Saya ingin kamu pergi ke rumah, tanam biji ini, sirami, dan datang kembali ke tempat ini satu tahun dari sekarang dengan apa yang telah kamu tumbuhkan dari satu biji ini. Saya akan memeriksa tanaman yang kamu bawa, dan pemuda yang saya pilih akan menjadi kaisar berikutnya di kerajaan!”
            Ada seorang pemuda bernama Ling yang berada di tempat itu pada hari itu, dan dia, seperti yang lain, menerima sebuah biji. Dia pulang ke rumah dan dengan gembira menceritakan semuanya kepada ibunya.  Ibunya membantu dia mendapatkan sebuah pot dan tanah untuk bertanam, dan dia menanam biji dan menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari dia akan menyirami dan memperhatikan jika mulai bertumbuh. Setelah sekitar 3 minggu, beberapa pemuda mulai membicarakan biji dan tanaman yang mulai bertumbuh. Ling tetap pulang ke rumah dan memeriksa bijinya, tapi tidak bertumbuh. Pada saat itu pemuda lain membicarakan tanaman mereka, tapi Ling tidak memiliki sebuah tanaman, dan dia merasa gagal. Bagaimanapun, Ling tidak mengatakan apapun kepada temannya. Dia tetap menunggu bijinya untuk bertumbuh.
            Akhirnya setahun berlalu, dan semua pemuda di kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak akan pergi membawa pot yang kosong. Tapi ibunya mendukung dia untuk pergi dan jujur mengenai apa yang terjadi. Ling merasa mual, tapi dia tahu ibunya benar. Dia membawa potnya yang kosong ke istana.
            Ketika Ling tiba, dia terkejut melihat berbagai tanaman yang tumbuh milik pemuda yang lain. Tanamannya cantik-cantik dalam bentuk dan ukurannya. Ketika kaisar tiba, dia memperhatikan ruangan dan menyapa para pemuda. Ling berusaha bersembunyi di belakang. “Betapa indahnya tanaman, pohon, dan bunga yang kalian tumbuhkan,” kata kaisar. “Hari ini satu dari antara kalian akan menjadi kaisar berikutnya!”
            Tiba-tiba kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Dia memerintahkan pengawalnya untuk membawa dia ke depan. Ling ketakutan. “Kaisar tahu kegagalan saya! Mungkin dia akan membunuh saya!” Ketika Ling tiba di depan, kaisar menanyakan namanya. “Nama saya Ling,” jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan membuat lelucon mengenai dirinya. Kaisar meminta setiap orang untuk diam. Dia melihat Ling dan berbicara kepada kerumunan, “Lihat kaisar baru kalian! Namanya adalah Ling!”
            Ling tidak dapat mempercayainya. Bagaimana mungkin dia menjadi kaisar yang baru?
            Kemudian kaisar berkata, “Setahun yang lalu pada hari ini, saya memberikan setiap orang yang hadir satu biji. Saya meminta kalian membawa biji tersebut, menanamnya, menyiraminya, dan membawanya kembali kepada saya pada hari ini. Tapi saya memberikan kepada kalian semua biji yang sudah direbus, yang tidak akan bertumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa pohon dan tanaman dan bunga. Ketika kalian mendapati bahwa biji tidak bertumbuh, kalian mengganti biji yang saya berikan dengan biji yang lain. Ling adalah satu-satunya yang dengan berani dan jujur membawa sebuah pot dengan biji saya di dalamnya. Karena itu, dia akan menjadi kaisar yang baru!” – Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan izin oleh The Zondervan Corporation.


 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Kim menulis pertanyaan ini: “Ketika saya berdoa kepada Tuhan, saya ingin terbuka dan jujur, tapi saya tidak tahu mulai dari mana. Saya merasa meskipun banyak hal yang ingin dikatakan kepada-Nya, saya merasa bodoh mengulangi apa yang Dia sudah ketahui dengan jelas. Bagaimana kamu berbicara dengan seseorang yang tahu apa yang kamu akan katakan? Saya telah membuat banyak janji kepada-Nya yang telah saya langgar. Saya lelah meminta pengampunan kepada-Nya setiap waktu. Apa intinya? Adakah cara yang lain? Saya benar-benar tipe orang yang terbuka terhadap saran.”
  • Apa yang akan kamu katakan kepada Kim?
  • Adakah sesuatu yang kamu alami yang dapat membantunya?
  • Kapan kamu merasakan hal yang sama? Bagaimana kamu melaluinya?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dia yang tidak percaya adalah dia yang tidak hidup berdasarkan apa yang dia percayai.” – Thomas Fuller, penulis dan pendeta Inffris pada abad 17.
Ø “Betapa jarangnya kita mengukur tetangga kita dengan ukuran yang sama kepada diri kita.” – Thomas à Kempls, pendeta, biawaran, dan penulis Jerman pada abad ke-15.
Ø “Hidupkan kebenaran ganti mengakuinya.” – Elbert Hubbart, penulis A.S. pada abad ke-19.
Ø “Cara terbaik untuk hidup dengan kehormatan di dunia ini adalah dengan menjadi apa yang kita perankan.” Sokrates, filsuf Yunani pada abad 5 SM.
Ø “Apa yang kamu lakukan berbunyi sangat kuat sehingga saya tidak dapat mendengarkan apa yang kamu katakan.” -  Ralph Waldo Emerson, penulis esai dan puisi A.S. pada abad ke-19.
Ø “Pada akhirnya, apa yang akan kita ingat bukanlah kata-kata dari musuh kita, tapi keheningan dari teman kita.” – Martin Luther King, Jr, pendeta A.S. pada abad ke-20.
Ø “Hal terbaik dari kehidupan-kesederhanaan, kejujuran, kebenaran, kesucian, integritas-tidak dapat dibeli atau dijual.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Memiliki iman “yang kelihatan” adalah apa yang Tuhan inginkan dari para orang muda. Apakah kamu memperhatikan betapa sulitnya mempercayai orang berdasarkan apa yang mereka katakan mengenai diri mereka pada saat ini? Manusia yang baik bisa menjadi pembunuh berantai. Para politisi menuduh lawannya sebagi penipu. Para atlit mengatakan suatu hal namun melakukan yang lain. Betapa menyenangkan jika menjadi yang “nyata”.
Alkitab mengacu kepada iman kita sebagai “emas yang murni” (1 Petrus 1:6-8; Wahyu 3:14-18). Ketika emas benar-benar dimurnikan, maka emas menjadi transparan-warna kuning pada emas berasal dari ketidakmurnian tetap melekat pada logam. Ketika Yohanes menggambarkan jalan–jalan dari emas, mereka nampak “bagaikan kaca”. Harapan Tuhan untukmu adalah agar kamu dapat dilihat.
Bukan seolah-olah Tuhan tidak dapat membaca pikiran dan mengetahui pikiranmu. Dia tidak menggaruk-garuk kepalaNya dan mengira apa yang kamu pikirkan atau apakah kamu benar-benar mengasihiNya. Dia tahu. Dia juga tahu bahwa sebuah hubungan adalah jalan dua arah, dan meskipun tiketmu ke surga tidak didapat karena melakukan yang baik, namun itu semua berhubungan erat dengan mengenal siapakah Tuhan. (Yohanes 17:3)
Satu hal yang pasti: tidak seorangpun akan sembunyi-sembunyi masuk melalui pintu gerbang mutiara dengan sebuah topeng dan berpura-pura menjadi seorang anak Raja. Anak-anak Allah dengan bangga memperlihatkan warna mereka di bumi, sebagaimana mereka bangga di surga nanti. Apakah warnamu jelas?

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Mazmur 139:1-4
Ø 1 Timotius 1:5
Ø 2 Korintus 6:2-10
Ø 2 Korintus 11:3
Ø Ibrani 10:22
Ø Yakobus 3:17
Ø 2 Timotius 3:1-5
Ø 1 Petrus 1:6,7

     Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Ketika berbelanja dengan ayahnya, seorang anak laki-laki berusaha menakut-nakuti ayahnya dengan memakai sebuah topeng dan mengikutinya diam-diam dari belakang. Dia memakai rupa makhluk yang aneh, tapi ayahnya melihat rambut berwarna merah kekuningan anak laki-laki tersebut menyembul keluar. Sepatunya, yang telah dibelikan ayahnya seminggu yang lalu seperti biasanya tidak terikat. Tangan yang dibengkokkan menyerupai cakar mengerikan nampak tidak asing baginya.
Sang ayah telah memegang tangan tersebut ketika gemetar karena ketakutan ketika anak laki-laki tersebut mendapat suntikan pertama dari dokter. Sang ayah telah menempelkan pembalut luka yang tidak terhitung banyaknya pada jari-jari selama 5 tahun belakangan. Suaranya, meskipun tidak jelas karena bibir plastik dari topeng, sudah pasti tidak salah adalah suara anaknya. Meskipun anaknya berpura-pura, ayah tidak dapat membayangkan anaknya, betapa gila atau menakutkan kostumnya, menjadi sesesorang yang bukanlah seperti anaknya.
Anak laki-laki itu melepaskan topengnya dan berkata, “Ini aku!” Tuhan sedang menunggu kamu untuk mengatakan hal yang sama. Mungkin tempat teraman untuk melepaskan topeng adalah dengan bertelut di hadapan Yesus.
           
            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Buatlah sebuah daftar dari 3 hal yang kamu ingin doakan selama satu minggu ini untuk berlatih menjadi yang sebenarnya.
     
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________

                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________

Real Time Faith-9-II-2012-Guru


Pelajaran 9
Emas Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji Kepunyaan Kaisar
2 Juni 2012

1. Persiapan
A. Sumber
            Perkembangan teknologi manufaktur mikroelektronik telah memampukan para peneliti untuk menghasilkan material-material dengan kadar kemurnian yang tinggi.  Ketika emas dimurnikan dengan batas kemampuan teknologi, emas memiliki penampilan kaca bening dan sangat transparan. Penemuan menarik dan penuh tanya ini mengingatkan kita sebuah ayat Alkitab yang ditulis sekitar 1900 tahun yang lalu: “dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening” (Wahyu 21:21). Sekarang diketahui bahwa warna kuning keemasan bukanlah warna alami dari emas yang benar-benar murni, tapi merupakan hasil dari ketidakmurnian.
Wahyu 21:18
Wahyu 21:21
Wahyu 3:14-18
Daniel 11:34
Roma 12:9
1 Timotius 3:8
2 Timotius 1:5
Lukas 12:1-3
2 Korintus 2:14,15
Mazmur 66:16-20
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Emas Bagaikan Kaca”
            Pelajaran mengenai keaslian dan kemunafikan ini hanyalah mengenai masalah berpura-pura. Kata “munafik” berarti seorang aktor memerankan sebuah bagian dalam suatu drama. Berpura-pura. Pendapat yang menyatakan bahwa manusia dapat bersembunyi di balik topeng dan berpura-pura bahwa bahkan Allah tidak dapat melihat melalui topeng mereka adalah penyangkalan diri. Bagian pertama dari sesi-dua bagian keaslian akan berfokus pada melepaskan topeng dan jujur dalam berhubungan dengan Allah (vertikal). Bagian kedua akan berfokus pada bagaimana kita menjadi tulus terhadap orang lain (horizontal). Sepertinya ketakutan mendukung kemauan berpura-pura dan menahan pengungkapan sepenuhnya kepada Allah. Meskipun kita berbicara mengenai kasih karunia Tuhan dan karakterNya yang penuh penerimaan, mengalami kedekatan dengan Tuhan adalah hal yang sulit bagi para remaja (bahkan bagi orang dewasa). Penting dalam pelajaran ini untuk mengungkapkan mitos-mitos yang membuat kita bermain pura-pura terhadap Allah. Kasih karunia Allah yang hampir tidak dapat dipercaya merupakan satu-satunya hal yang akan menyanggupkan kita untuk benar-benar datang dengan siapa kita sebenarnya.
C. Apa Tujuan “Emas Bagaikan Kaca”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
  1. Menyingkapkan bahwa adalah gagasan bodoh untuk menyenangkan orang lain lebih penting daripada menyenangkan Tuhan.
  2. Memeriksa kualitas-kualitas yang membentuk orang-orang menjadi dirinya sendiri.
  3. Memiliki kesempatan untuk memperdalam komitmen siapa mereka sebenarnya di hadapan Tuhan.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) kertas, pena atau pensil; (Aktivitas B) 3 botol air mineral, garam, gula, beberapa crackers kering.
Hubungan – Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi – Alkitab ATAU foto copi dari Matius 23:1-36 dalam terjemahan baru.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan 

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
           
A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman apa artinya menjadi yang sebenarnya dengan melihat sinonim dan antonim kata kunci. Para siswa akan memerlukan kertas dan sesuatu untuk menulis. Mereka akan dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari tiga atau empat orang, atau berpasangan (tergantung pada jumlah siswa yang ada) untuk membuat sebuah daftar kata (sinonim dan antonim) yang mendeskripsikan bagaimana “menjadi yang sebenarnya” (atau tidak) terlihat dalam kehidupan sehari-hari (contoh yang faktual) lalu dibagikan ke teman sekelas lainnya.
Siap-siap – Bagi para siswa. Beri setiap kelompok sebuah kata yang berbeda (tulus, asli, murni, otentik, munafik, pura-pura, palsu)
Pergi – Katakan: Pertama-tama, apakah sinonim itu? (Kata lain yang menjelaskan hal yang sama.) Bagus! Apakah antonim? (Kata lain yang menunjukkan kebalikannya!) Buatlah sebuah daftar sinonim dan antonim secepat dan sebenar yang kamu bisa. Setelah mereka lelah berpikir, minta mereka membagikan daftar kepada teman sekelasnya. Kemudian minta mereka untuk mempertimbangkan seberapa besar daftar mereka mirip atau berbeda.

Katakan: Ambil kata yang kamu buat dan pikirkan seseorang dari budaya popular, sejarah, atau dari Alkitab yang menjadi contoh yang tepat dari kata yang kamu berikan. Beri alasan mengapa kamu memilih orang tersebut.

Tanya Jawab – Katakan: Tolong putuskan apakah kamu setuju atau tidak setuju dengan pernyataan berikut: Kebanyakan orang adalah gabungan dari kemunafikan dan keaslian. Gunakan sebuah prosedur pemilihan yang dapat dilakukan di dalam kelompokmu. Sekarang, minta beberapa sukarelawan untuk menjelaskan pilihan mereka.

B. Aktivitas Permulaan (2)
Persiapan – Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memberikan siswa pengalaman kekecewaan terhadap air yang bukan seperti kelihatannya, yang bercampur dengan kepuasan merasakan air tersebut. Menggunakan tiga botol air mineral, masukkan garam kepada botol yang satu, masukkan gula ke botol yang lain, dan biarkan yang satu lagi dengan air mineral. Pastikan kamu mencampurkan gula dan garam ke dalam air hangat dulu sehingga benar-benar seperti air mineral, kemudian taruh di dalam botol berlabel air mineral.

Siap-siap – Katakan kepada siswa: Saya membutuhkan tiga sukarelawan. Kalian baru saja menyelesaikan lari marathon dan kalian kehausan. (Berikan mereka beberapa cracker kering untuk menambah rasa haus.) Mulut kalian sangat kering sehingga tidak sabar menunggu meminum air mineral.

Pergi – Minta setiap sukarelawan untuk duduk di depan satu botol air dan katakan, “Kamu boleh minum sekarang.” Perhatikan ekspresi wajah mereka ketika minum.

Tanya Jawab – Tanyakan: Bagaimana rasanya kehausan dan merasakan air garam atau gula? Bagaimana rasanya memiliki botol yang airnya sesuai dengan label? Menurut pendapatmu, bagaimana hal ini diaplikasikan terhadap orang-orang yang memakai nama Kristen? Dapatkah kamu memikirkan skenario yang mana berinteraksi dengan seorang Kristen dapat mengecewakan? Atau menginspirasi?

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Seberapa baikkah Yesus melihat “benda yang sebenarnya” dari kejauhan? Ketika murid-murid membawa Yesus bertemu Natanael, Yesus mengatakan sesuatu yang aneh mengenai Natanael. Minta siswa membuka dan membaca Yohanes 1:47. Ayat tersebut berbunyi: “Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”
            “Kepalsuan? Apa yang dimaksud dengan kepalsuan?” tanyamu. Kepalsuan adalah kata yang biasanya digunakan untuk “umpan ikan”! Dengan kata lain, “Betapa melegakan melihat seseorang yang tidak menipu orang lain dengan menjadi seseorang yang bukanlah dirinya.” Sementara Natanael mungkin memiliki kelemahan, ia adalah asli atau “true blue”, seperti yang dikatakan oleh orang Australia. – Diambil dari Robertson’s Word Pictures in the New Testament, Electronic Database. Copyright © 1997 by Biblesoft & Robertson’s Word Pictures in the New Testament. Copyright © 1985 by Broadman Press.

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Kita akan membicarakan perihal kemunafikan dan keaslian. Warga negara kerajaan Allah dipanggil untuk menjadi yang sebenarnya. Beberapa orang berpikir bahwa hal ini berarti tidak bercacat, tapi pada kenyataannya, kita semua mengetahui betapa tidak sempurnanya kita. Menjadi diri sendiri atau asli lebih berkaitan dengan transparansi dibandingkan dengan kesempurnaan. “Apa yang kamu lihat adalah apa yang kamu dapatkan” atau “hal yang sebenarnya” adalah cara biasa untuk menjelaskan sesuatu yang asli. Menutupi kelemahan kita dan berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah diri kita adalah benar-benar akting. Kata lain yang digunakan di dalam Alkitab adalah “munafik”. Menurut pendapatmu dalam bidang kehidupan gereja manakah mudah untuk berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah diri kita sendiri? Mengetahui apa yang kita tahu mengenai kasih dan penerimaan Allah terhadap kita, menurut pendapatmu mengapa orang-orang (kita) sangat sering berpura-pura menjadi seseorang yang bukanlah diri kita sendiri?

Katakan: Pada pelajaran ini, kita berfokus pada hubungan dengan Allah. Pertimbangkan apakah orang-orang benar-benar mempercayai mitos-mitos berikut adalah benar atau hanya bersikap seolah-olah benar adanya.

Mitos-mitos:
  1. Tuhan tidak dapat sepenuhnya mengetahui motif-motif saya. (Apakah orang-orang benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)
  2. Tuhan tidak memperhatikan setiap detik kehidupan saya. (Apakah orang-orang benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)
  3. Tuhan kecewa terhadap saya karena kegagalan-kegagalan yang saya lakukan. (Apakah orang-orang benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)
  4. Tuhan mengabaikan ketidaktulusan saya, berharap saya akan menjadi lebih asli sementara saya terus bertumbuh. (Apakah orang-orang benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)

Katakan: Sekarang mari kita lihat ayat-ayat pada pelajaran siswa dan berusaha untuk memutuskan yang mana berhubungan langsung dengan mitos-mitos tersebut. Apa artinya memiliki hubungan yang sebenarnya dengan Allah?
1.    Mazmur 139:1-4
2.    Ibrani 10:22
3.    1 Petrus 1:6-8
  1. 1 Timotius 1:5

Tanyakan: Mengapa ketulusan merupakan fondasi hubungan kita dengan Allah? Bagaimana kelihatannya umat Kristiani yang sebenarnya? Kedengarannya? Sikapnya? Kehidupannya? Kapan nampaknya sulit untuk jujur terhadap Allah mengenai di mana kita dalam perjalanan bersama-Nya?

B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.
Tanya Jawab – Tanyakan: Dalam hal apakah menjadi informatif dan benar di hadapan Allah akan mendapat upah? Bagaimana dengan kisah Ling? Bagaimana cerita ini diaplikasikan menjadi sebuah bagian dari kerajaan Allah? Jelaskan bagaimana hal ini dapat menjadi nyata: Menjadi asli/sebenarnya merupakan sebuah upah – tidak ada permainan, tidak ada pura-pura, tidak ada topeng, tidak ada akting, tidak ada yang menjilat atau munafik. Apa upah lain karena hidup dalam hubungan yang sebenarnya dengan Tuhan?

C. Hubungan dengan Kehidupan
            Minta siswa membuka dan menemukan Wahyu 3:14-18. Beritahukan bahwa jemaat Laodikia (yaitu kita) digambarkan dalam ayat ini.
Katakan: Ini adalah kesempatanmu untuk mendata kepercayaan-kepercayaan dalam hidupmu. Berikut ini adalah beberapa skenario yang perlu mengambil resiko. Mari menggunakan tiga kategori yang dituliskan pada ayat yang baru kita baca untuk mengkategorikan respons-respons yang dapat dibuat ke dalam skenario-skenario berikut: dingin, suam-suam kuku, atau panas.
            Untuk setiap skenario, pikirkan bagaimana kemungkinan respons yang dingin, suam-suam kuku, dan yang lebih penting, tindakan panas apa yang membuktikan kamu akan menjadi yang sebenarnya. Ingat: Dinginnya es, Suam-suam kuku, Panas membara. Berhenti dan diskusikan kemungkinan respons terhadap setiap skenario.
  1. Seorang teman yang baik bertanya apakah mereka bisa melihat tugasmu. Mereka ada di belakang, dan lagipula mereka tidak menggunakan kata “menyalin” atau ”menyontek”, kalian berdua tahu apa yang sedang terjadi. Apa yang kamu lakukan?
  2. Dalam sebuah kelompok pertemanan, percakapan mengarah menyerang seseorang di belakang mereka. Pada saat lemah, kamu akan ikut memfitnah, tapi sekarang kamu merasa ngeri. Kamu tahu bahwa hal ini salah dan tidak seorang pun layak diperlakukan seperti ini. Bagaimana kamu menanggapi temanmu dalam terang ketulusan yang kamu rasakan? Bagaimana kamu bersikap terhadap orang yang kalian bicarakan?
  3. Kamu dan beberapa teman lain bermain ke rumah seorang teman dan mereka melihat situs porno atau yang tidak pantas. Apa yang kamu katakan atau lakukan agar menjadi benar terhadap apa yang kamu percayai?
  4. Kamu tidak jujur terhadap orang tuamu mengenai apa yang kamu lakukan di sekolah. Kamu berbohong untuk menghindari masalah, tapi kamu tahu bahwa itu salah. Bagaimana kamu menghadapi masalah ini?
  5. Kamu ingin bernyanyi karena kamu suka memuji Tuhan, tapi tidaklah “normal” bagi orang seumur kamu untuk melakukan hal ini. Apa yang kamu lakukan?

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Tanyakan: Apa yang salah dengan memainkan permainan atau berpura-pura? Dibandingkan dengan perzinahan atau pembunuhan atau pencurian, pastinya kemunafikan tidaklah seburuk itu. Benar? Katakan: Lihatlah dirimu. Ada orang-orang yang terperangkap dalam perzinahan yang mendapati belas kasihan Yesus. Simon orang Zelot, salah satu murid Yesus, mungkin sangat tahu bagaimana membunuh orang-orang Roma. Seorang pencuri di kayu salib mendapatkan pengampunan yang sekejap pada detik terakhir.
            Sekarang, perhatikan bagaimana Yesus merespon orang-orang yang memainkan permainan, memakai topeng, dan berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah diri mereka.
            Minta semua siswa membuka Matius 23:1-36. (Kamu mungkin mengambilnya dari terjemahan modern dan membagikannya kepada seluruh siswa.) Minta mereka untuk membacanya dan menemukan tiga teguran yang menurut mereka mengejutkan. Minta mereka menjelaskan mengapa mengejutkan. (Jika kamu membuat salinan ulang ayat ini, minta siswa melingkari, highlight, atau menggarisbawahi tiga teguran yang mereka pilih.)
            Sekarang, minta mereka untuk membayangkan jika para pemimpin mau bertobat dan berubah sebagai hasil dari setiap teguran. Tanyakan: Teguran mana, jika tingkah laku berubah, akan membawa perubahan positif di gereja kita? Mengapa?
            Teguran mana yang berhubungan denganmu?

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Mengapa berbicara dengan Tuhan secara jujur sangatlah sulit dilakukan? Dalam bidang kehidupanmu yang mana kamu menemukan kesulitan untuk menjadi asli atau terbuka terhadap Allah?
2.         Siapa dalam Alkitab yang sepertinya seasli penampilannya? Siapa yang kamu tahu hari ini yang tulus dalam iman mereka kepada Tuhan? Kualitas atau pengalaman apa yang sepertinya membantu mereka menjadi asli terhadap Tuhan?
3.         Kapan dalam kehidupanmu kamu merasa bahwa kamu tidak memakai sebuah topeng atau berpura-pura di hadapan Tuhan?
4.         Menurut pendapatmu apa yang menyebabkan manusia berpura-pura atau mempunyai dua kehidupan (ketika bersama orang lain dan ketika sendirian)?

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Tidak ada batas kebaikan atau keburukan yang akan mengakibatkan Allah mengasihimu dengan lebih atau kurang. Apakah kamu pernah memikirkan mengapa kita memalsukannya? Mengapa kita berpura-pura atau memakai topeng? Allah bukannya tidak dapat melihat jauh kedalaman motif kita. Allah selalu dapat mengampuni perilaku manusia yang paling mengerikan. Pikirkan para pendosa yang paling buruk di Alkitab yang berpaling dan menjadi agen-agen kerajaan Allah: Saul/Paulus, Maria Magdalena, Daud dengan peristiwa Batsyeba, dll. Tuhan menyucikan kita seutuhnya ketika kita datang sepenuh hati ke hadapan-Nya. Bagaimanapun, tangan-Nya diikat ketika kita menolak untuk menyadari betapa besar kita membutuhkan-Nya dan betapa jauh kita dari-Nya. Dalam hal apapun, kemunafikan tidaklah “mendapatkan” (memahami) kasih karunia Allah. Keaslian adalah menjadi transparan terhadap Allah. Mungkin dapat dikatakan bahwa Allah lebih nyaman dengan “apa adanya saya” daripada saya yang biasanya.



Pelajaran 9
Emas Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji Kepunyaan Kaisar
2 Juni 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                   Biji Kepunyaan Kaisar

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Suatu waktu, ada seorang kaisar di Asia Timur yang semakin tua dan tahu bahwa waktu memilih penggantinya sudah semakin dekat. Gantinya memilih salah satu anaknya, dia memutuskan untuk melakukan hal berbeda. Dia memanggil semua pemuda di kerajaan pada suatu hari. Dia berkata, “Sudah tiba saatnya saya turun dari takhta dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan salah satu dari antara kalian.” Anak-anaknya kaget! Namun kaisar melanjutkan. “Saya akan memberikan setiap orang sebuah biji pada hari ini. Satu biji. Biji ini sangat spesial. Saya ingin kamu pergi ke rumah, tanam biji ini, sirami, dan datang kembali ke tempat ini satu tahun dari sekarang dengan apa yang telah kamu tumbuhkan dari satu biji ini. Saya akan memeriksa tanaman yang kamu bawa, dan pemuda yang saya pilih akan menjadi kaisar berikutnya di kerajaan!”
            Ada seorang pemuda bernama Ling yang berada di tempat itu pada hari itu, dan dia, seperti yang lain, menerima sebuah biji. Dia pulang ke rumah dan dengan gembira menceritakan semuanya kepada ibunya.  Ibunya membantu dia mendapatkan sebuah pot dan tanah untuk bertanam, dan dia menanam biji dan menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari dia akan menyirami dan memperhatikan jika mulai bertumbuh. Setelah sekitar 3 minggu, beberapa pemuda mulai membicarakan biji dan tanaman yang mulai bertumbuh. Ling tetap pulang ke rumah dan memeriksa bijinya, tapi tidak bertumbuh. Pada saat itu pemuda lain membicarakan tanaman mereka, tapi Ling tidak memiliki sebuah tanaman, dan dia merasa gagal. Bagaimanapun, Ling tidak mengatakan apapun kepada temannya. Dia tetap menunggu bijinya untuk bertumbuh.
            Akhirnya setahun berlalu, dan semua pemuda di kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak akan pergi membawa pot yang kosong. Tapi ibunya mendukung dia untuk pergi dan jujur mengenai apa yang terjadi. Ling merasa mual, tapi dia tahu ibunya benar. Dia membawa potnya yang kosong ke istana.
            Ketika Ling tiba, dia terkejut melihat berbagai tanaman yang tumbuh milik pemuda yang lain. Tanamannya cantik-cantik dalam bentuk dan ukurannya. Ketika kaisar tiba, dia memperhatikan ruangan dan menyapa para pemuda. Ling berusaha bersembunyi di belakang. “Betapa indahnya tanaman, pohon, dan bunga yang kalian tumbuhkan,” kata kaisar. “Hari ini satu dari antara kalian akan menjadi kaisar berikutnya!”
            Tiba-tiba kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Dia memerintahkan pengawalnya untuk membawa dia ke depan. Ling ketakutan. “Kaisar tahu kegagalan saya! Mungkin dia akan membunuh saya!” Ketika Ling tiba di depan, kaisar menanyakan namanya. “Nama saya Ling,” jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan membuat lelucon mengenai dirinya. Kaisar meminta setiap orang untuk diam. Dia melihat Ling dan berbicara kepada kerumunan, “Lihat kaisar baru kalian! Namanya adalah Ling!”
            Ling tidak dapat mempercayainya. Bagaimana mungkin dia menjadi kaisar yang baru?
            Kemudian kaisar berkata, “Setahun yang lalu pada hari ini, saya memberikan setiap orang yang hadir satu biji. Saya meminta kalian membawa biji tersebut, menanamnya, menyiraminya, dan membawanya kembali kepada saya pada hari ini. Tapi saya memberikan kepada kalian semua biji yang sudah direbus, yang tidak akan bertumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa pohon dan tanaman dan bunga. Ketika kalian mendapati bahwa biji tidak bertumbuh, kalian mengganti biji yang saya berikan dengan biji yang lain. Ling adalah satu-satunya yang dengan berani dan jujur membawa sebuah pot dengan biji saya di dalamnya. Karena itu, dia akan menjadi kaisar yang baru!” – Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan izin oleh The Zondervan Corporation.


 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Kim menulis pertanyaan ini: “Ketika saya berdoa kepada Tuhan, saya ingin terbuka dan jujur, tapi saya tidak tahu mulai dari mana. Saya merasa meskipun banyak hal yang ingin dikatakan kepada-Nya, saya merasa bodoh mengulangi apa yang Dia sudah ketahui dengan jelas. Bagaimana kamu berbicara dengan seseorang yang tahu apa yang kamu akan katakan? Saya telah membuat banyak janji kepada-Nya yang telah saya langgar. Saya lelah meminta pengampunan kepada-Nya setiap waktu. Apa intinya? Adakah cara yang lain? Saya benar-benar tipe orang yang terbuka terhadap saran.”
  • Apa yang akan kamu katakan kepada Kim?
  • Adakah sesuatu yang kamu alami yang dapat membantunya?
  • Kapan kamu merasakan hal yang sama? Bagaimana kamu melaluinya?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dia yang tidak percaya adalah dia yang tidak hidup berdasarkan apa yang dia percayai.” – Thomas Fuller, penulis dan pendeta Inffris pada abad 17.
Ø “Betapa jarangnya kita mengukur tetangga kita dengan ukuran yang sama kepada diri kita.” – Thomas à Kempls, pendeta, biawaran, dan penulis Jerman pada abad ke-15.
Ø “Hidupkan kebenaran ganti mengakuinya.” – Elbert Hubbart, penulis A.S. pada abad ke-19.
Ø “Cara terbaik untuk hidup dengan kehormatan di dunia ini adalah dengan menjadi apa yang kita perankan.” Sokrates, filsuf Yunani pada abad 5 SM.
Ø “Apa yang kamu lakukan berbunyi sangat kuat sehingga saya tidak dapat mendengarkan apa yang kamu katakan.” -  Ralph Waldo Emerson, penulis esai dan puisi A.S. pada abad ke-19.
Ø “Pada akhirnya, apa yang akan kita ingat bukanlah kata-kata dari musuh kita, tapi keheningan dari teman kita.” – Martin Luther King, Jr, pendeta A.S. pada abad ke-20.
Ø “Hal terbaik dari kehidupan-kesederhanaan, kejujuran, kebenaran, kesucian, integritas-tidak dapat dibeli atau dijual.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Memiliki iman “yang kelihatan” adalah apa yang Tuhan inginkan dari para orang muda. Apakah kamu memperhatikan betapa sulitnya mempercayai orang berdasarkan apa yang mereka katakan mengenai diri mereka pada saat ini? Manusia yang baik bisa menjadi pembunuh berantai. Para politisi menuduh lawannya sebagi penipu. Para atlit mengatakan suatu hal namun melakukan yang lain. Betapa menyenangkan jika menjadi yang “nyata”.
Alkitab mengacu kepada iman kita sebagai “emas yang murni” (1 Petrus 1:6-8; Wahyu 3:14-18). Ketika emas benar-benar dimurnikan, maka emas menjadi transparan-warna kuning pada emas berasal dari ketidakmurnian tetap melekat pada logam. Ketika Yohanes menggambarkan jalan–jalan dari emas, mereka nampak “bagaikan kaca”. Harapan Tuhan untukmu adalah agar kamu dapat dilihat.
Bukan seolah-olah Tuhan tidak dapat membaca pikiran dan mengetahui pikiranmu. Dia tidak menggaruk-garuk kepalaNya dan mengira apa yang kamu pikirkan atau apakah kamu benar-benar mengasihiNya. Dia tahu. Dia juga tahu bahwa sebuah hubungan adalah jalan dua arah, dan meskipun tiketmu ke surga tidak didapat karena melakukan yang baik, namun itu semua berhubungan erat dengan mengenal siapakah Tuhan. (Yohanes 17:3)
Satu hal yang pasti: tidak seorangpun akan sembunyi-sembunyi masuk melalui pintu gerbang mutiara dengan sebuah topeng dan berpura-pura menjadi seorang anak Raja. Anak-anak Allah dengan bangga memperlihatkan warna mereka di bumi, sebagaimana mereka bangga di surga nanti. Apakah warnamu jelas?

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Mazmur 139:1-4
Ø 1 Timotius 1:5
Ø 2 Korintus 6:2-10
Ø 2 Korintus 11:3
Ø Ibrani 10:22
Ø Yakobus 3:17
Ø 2 Timotius 3:1-5
Ø 1 Petrus 1:6,7

     Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Ketika berbelanja dengan ayahnya, seorang anak laki-laki berusaha menakut-nakuti ayahnya dengan memakai sebuah topeng dan mengikutinya diam-diam dari belakang. Dia memakai rupa makhluk yang aneh, tapi ayahnya melihat rambut berwarna merah kekuningan anak laki-laki tersebut menyembul keluar. Sepatunya, yang telah dibelikan ayahnya seminggu yang lalu seperti biasanya tidak terikat. Tangan yang dibengkokkan menyerupai cakar mengerikan nampak tidak asing baginya.
Sang ayah telah memegang tangan tersebut ketika gemetar karena ketakutan ketika anak laki-laki tersebut mendapat suntikan pertama dari dokter. Sang ayah telah menempelkan pembalut luka yang tidak terhitung banyaknya pada jari-jari selama 5 tahun belakangan. Suaranya, meskipun tidak jelas karena bibir plastik dari topeng, sudah pasti tidak salah adalah suara anaknya. Meskipun anaknya berpura-pura, ayah tidak dapat membayangkan anaknya, betapa gila atau menakutkan kostumnya, menjadi sesesorang yang bukanlah seperti anaknya.
Anak laki-laki itu melepaskan topengnya dan berkata, “Ini aku!” Tuhan sedang menunggu kamu untuk mengatakan hal yang sama. Mungkin tempat teraman untuk melepaskan topeng adalah dengan bertelut di hadapan Yesus.
           
            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Buatlah sebuah daftar dari 3 hal yang kamu ingin doakan selama satu minggu ini untuk berlatih menjadi yang sebenarnya.
     
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________

                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
                                      _________________________________________________________
________________________________________________________________________________