Pelajaran
9
Emas
Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji
Kepunyaan Kaisar
2 Juni 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Perkembangan teknologi
manufaktur mikroelektronik telah memampukan para peneliti untuk menghasilkan
material-material dengan kadar kemurnian yang tinggi. Ketika emas dimurnikan dengan batas kemampuan
teknologi, emas memiliki penampilan kaca bening dan sangat transparan. Penemuan
menarik dan penuh tanya ini mengingatkan kita sebuah ayat Alkitab yang ditulis
sekitar 1900 tahun yang lalu: “dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan
kaca bening” (Wahyu 21:21). Sekarang diketahui bahwa warna kuning keemasan
bukanlah warna alami dari emas yang benar-benar murni, tapi merupakan hasil
dari ketidakmurnian.
Wahyu 21:18
Wahyu 21:21
Wahyu 3:14-18
Daniel 11:34
Roma 12:9
1 Timotius 3:8
2 Timotius 1:5
Lukas 12:1-3
2 Korintus 2:14,15
Mazmur
66:16-20
(Lihat ayat-ayat
tambahan di materi siswa.)
B.
Perihal “Emas Bagaikan Kaca”
Pelajaran mengenai keaslian
dan kemunafikan ini hanyalah mengenai masalah berpura-pura. Kata “munafik”
berarti seorang aktor memerankan sebuah bagian dalam suatu drama. Berpura-pura.
Pendapat yang menyatakan bahwa manusia dapat bersembunyi di balik topeng dan
berpura-pura bahwa bahkan Allah tidak dapat melihat melalui topeng mereka
adalah penyangkalan diri. Bagian pertama dari sesi-dua bagian keaslian akan
berfokus pada melepaskan topeng dan jujur dalam berhubungan dengan Allah
(vertikal). Bagian kedua akan berfokus pada bagaimana kita menjadi tulus
terhadap orang lain (horizontal). Sepertinya ketakutan mendukung kemauan
berpura-pura dan menahan pengungkapan sepenuhnya kepada Allah. Meskipun kita
berbicara mengenai kasih karunia Tuhan dan karakterNya yang penuh penerimaan,
mengalami kedekatan dengan Tuhan adalah hal yang sulit bagi para remaja (bahkan
bagi orang dewasa). Penting dalam pelajaran ini untuk mengungkapkan mitos-mitos
yang membuat kita bermain pura-pura terhadap Allah. Kasih karunia Allah yang
hampir tidak dapat dipercaya merupakan satu-satunya hal yang akan menyanggupkan
kita untuk benar-benar datang dengan siapa kita sebenarnya.
C.
Apa Tujuan “Emas Bagaikan Kaca”
Sebagai hasil dari
pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
- Menyingkapkan
bahwa adalah gagasan
bodoh untuk menyenangkan orang lain lebih penting
daripada menyenangkan Tuhan.
- Memeriksa
kualitas-kualitas yang membentuk orang-orang menjadi dirinya sendiri.
- Memiliki
kesempatan untuk memperdalam komitmen siapa mereka sebenarnya di hadapan
Tuhan.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas
A) kertas, pena atau pensil; (Aktivitas B) 3 botol air mineral, garam, gula,
beberapa crackers kering.
Hubungan
–
Pelajaran siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi
–
Alkitab ATAU foto copi dari Matius 23:1-36 dalam terjemahan baru.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan ayat mana yang
mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa
untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyakan siswa mengenai kutipan yang
mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun,
kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat
pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai
respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song
Service
Ø Laporan proyek
pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan
semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan
Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi
(berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan pelajaran siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Tujuan
dari latihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman apa artinya menjadi yang
sebenarnya dengan melihat sinonim dan antonim kata kunci. Para siswa akan
memerlukan kertas dan sesuatu untuk menulis. Mereka akan dibagi ke dalam
kelompok yang terdiri dari tiga atau empat orang, atau berpasangan (tergantung
pada jumlah siswa yang ada) untuk membuat sebuah daftar kata (sinonim dan
antonim) yang mendeskripsikan bagaimana “menjadi yang sebenarnya” (atau tidak)
terlihat dalam kehidupan sehari-hari (contoh yang faktual) lalu dibagikan ke
teman sekelas lainnya.
Siap-siap
– Bagi
para siswa. Beri setiap kelompok sebuah kata yang berbeda (tulus, asli, murni, otentik, munafik, pura-pura, palsu)
Pergi
– Katakan: Pertama-tama, apakah sinonim itu? (Kata lain yang menjelaskan
hal yang sama.) Bagus! Apakah antonim? (Kata
lain yang menunjukkan kebalikannya!)
Buatlah sebuah daftar sinonim dan antonim secepat dan sebenar yang kamu bisa. Setelah
mereka lelah berpikir, minta mereka membagikan daftar kepada teman sekelasnya.
Kemudian minta mereka untuk mempertimbangkan seberapa besar daftar mereka mirip
atau berbeda.
Katakan:
Ambil kata yang kamu buat dan pikirkan seseorang dari budaya popular, sejarah,
atau dari Alkitab yang menjadi contoh yang tepat dari kata yang kamu berikan.
Beri alasan mengapa kamu memilih orang tersebut.
Tanya
Jawab – Katakan: Tolong putuskan apakah kamu setuju atau tidak setuju dengan
pernyataan berikut: Kebanyakan orang adalah gabungan dari kemunafikan dan keaslian.
Gunakan
sebuah prosedur pemilihan yang dapat dilakukan di dalam kelompokmu. Sekarang, minta beberapa sukarelawan untuk
menjelaskan pilihan mereka.
B.
Aktivitas Permulaan (2)
Persiapan
– Tujuan
dari percobaan
ini adalah untuk memberikan siswa pengalaman kekecewaan terhadap air yang bukan seperti
kelihatannya, yang bercampur dengan kepuasan merasakan air tersebut.
Menggunakan tiga botol air mineral, masukkan garam kepada botol yang satu,
masukkan gula ke botol yang lain, dan biarkan yang satu lagi dengan air mineral.
Pastikan kamu mencampurkan gula dan garam ke dalam air hangat dulu sehingga
benar-benar seperti air mineral, kemudian taruh di dalam botol berlabel air
mineral.
Siap-siap
– Katakan
kepada siswa: Saya membutuhkan tiga
sukarelawan. Kalian baru saja menyelesaikan lari marathon dan kalian kehausan. (Berikan
mereka beberapa cracker kering untuk
menambah rasa haus.) Mulut kalian sangat
kering sehingga tidak sabar menunggu meminum air mineral.
Pergi
– Minta
setiap sukarelawan untuk duduk di depan satu botol air dan katakan, “Kamu boleh
minum sekarang.” Perhatikan ekspresi wajah mereka ketika minum.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Bagaimana rasanya kehausan dan merasakan air garam atau gula?
Bagaimana rasanya memiliki botol yang airnya sesuai dengan label? Menurut
pendapatmu, bagaimana hal ini diaplikasikan terhadap orang-orang yang memakai
nama Kristen? Dapatkah kamu memikirkan skenario yang mana berinteraksi dengan
seorang Kristen dapat mengecewakan? Atau menginspirasi?
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Seberapa baikkah Yesus
melihat “benda yang sebenarnya” dari kejauhan? Ketika murid-murid membawa Yesus
bertemu Natanael, Yesus mengatakan sesuatu yang aneh mengenai Natanael. Minta
siswa membuka dan membaca Yohanes 1:47.
Ayat tersebut berbunyi: “Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata
tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di
dalamnya!”
“Kepalsuan? Apa yang dimaksud dengan kepalsuan?” tanyamu.
Kepalsuan adalah kata yang biasanya digunakan untuk “umpan ikan”! Dengan kata
lain, “Betapa melegakan melihat seseorang yang tidak menipu orang lain dengan
menjadi seseorang yang bukanlah dirinya.” Sementara Natanael mungkin memiliki
kelemahan, ia adalah asli atau “true
blue”, seperti yang dikatakan oleh orang Australia. – Diambil dari Robertson’s Word Pictures in the New
Testament, Electronic Database. Copyright © 1997 by Biblesoft & Robertson’s
Word Pictures in the New Testament. Copyright © 1985 by Broadman Press.
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan
dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Kita akan membicarakan perihal
kemunafikan dan keaslian. Warga negara kerajaan Allah dipanggil untuk menjadi yang
sebenarnya. Beberapa orang berpikir bahwa hal ini berarti tidak bercacat, tapi
pada kenyataannya, kita semua mengetahui betapa tidak sempurnanya kita. Menjadi
diri sendiri atau asli lebih berkaitan dengan transparansi dibandingkan dengan
kesempurnaan. “Apa yang kamu lihat adalah apa yang kamu dapatkan” atau “hal
yang sebenarnya” adalah cara biasa untuk menjelaskan sesuatu yang asli.
Menutupi kelemahan kita dan berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah diri
kita adalah benar-benar akting. Kata lain yang digunakan di dalam Alkitab
adalah “munafik”. Menurut pendapatmu dalam bidang kehidupan gereja manakah mudah
untuk berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah diri kita sendiri? Mengetahui
apa yang kita tahu mengenai kasih dan penerimaan Allah terhadap kita, menurut
pendapatmu mengapa orang-orang (kita) sangat sering berpura-pura menjadi
seseorang yang bukanlah diri kita sendiri?
Katakan:
Pada pelajaran ini, kita berfokus pada hubungan dengan Allah. Pertimbangkan
apakah orang-orang benar-benar mempercayai mitos-mitos berikut adalah benar
atau hanya bersikap seolah-olah benar adanya.
Mitos-mitos:
- Tuhan
tidak dapat sepenuhnya mengetahui motif-motif saya. (Apakah orang-orang
benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)
- Tuhan
tidak memperhatikan setiap detik kehidupan saya. (Apakah orang-orang
benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)
- Tuhan
kecewa terhadap saya karena kegagalan-kegagalan yang saya lakukan. (Apakah
orang-orang benar-benar mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah
benar?)
- Tuhan
mengabaikan ketidaktulusan saya, berharap saya akan menjadi lebih asli
sementara saya terus bertumbuh. (Apakah orang-orang benar-benar
mempercayai hal ini atau bersikap seolah-olah benar?)
Katakan:
Sekarang mari kita lihat ayat-ayat pada pelajaran siswa dan berusaha untuk memutuskan
yang mana berhubungan langsung dengan mitos-mitos tersebut. Apa artinya
memiliki hubungan yang sebenarnya dengan Allah?
1.
Mazmur 139:1-4
2.
Ibrani 10:22
3.
1 Petrus 1:6-8
- 1 Timotius 1:5
Tanyakan:
Mengapa ketulusan merupakan fondasi hubungan kita dengan Allah? Bagaimana
kelihatannya umat Kristiani yang sebenarnya? Kedengarannya? Sikapnya? Kehidupannya?
Kapan nampaknya sulit untuk jujur terhadap Allah mengenai di mana kita dalam
perjalanan bersama-Nya?
B.
Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta
seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari
Sabat.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Dalam hal apakah menjadi informatif dan benar di hadapan
Allah akan mendapat upah? Bagaimana dengan kisah Ling? Bagaimana cerita ini
diaplikasikan menjadi sebuah bagian dari kerajaan Allah? Jelaskan bagaimana hal
ini dapat menjadi nyata: Menjadi asli/sebenarnya merupakan sebuah upah – tidak
ada permainan, tidak ada pura-pura, tidak ada topeng, tidak ada akting, tidak
ada yang menjilat atau munafik. Apa upah lain karena hidup dalam hubungan yang
sebenarnya dengan Tuhan?
C.
Hubungan dengan Kehidupan
Minta siswa membuka dan
menemukan Wahyu 3:14-18. Beritahukan
bahwa jemaat Laodikia (yaitu kita) digambarkan dalam ayat ini.
Katakan:
Ini adalah kesempatanmu untuk mendata
kepercayaan-kepercayaan dalam hidupmu. Berikut ini adalah beberapa skenario
yang perlu mengambil resiko. Mari menggunakan tiga kategori yang dituliskan
pada ayat yang baru kita baca untuk mengkategorikan respons-respons yang dapat
dibuat ke dalam skenario-skenario berikut: dingin, suam-suam kuku, atau panas.
Untuk setiap skenario, pikirkan
bagaimana kemungkinan respons yang dingin, suam-suam kuku, dan yang lebih
penting, tindakan panas apa yang membuktikan kamu akan menjadi yang sebenarnya.
Ingat: Dinginnya es, Suam-suam kuku, Panas membara. Berhenti dan
diskusikan kemungkinan respons terhadap setiap skenario.
- Seorang
teman yang baik bertanya
apakah mereka
bisa
melihat tugasmu. Mereka ada di belakang, dan lagipula
mereka tidak menggunakan kata “menyalin” atau ”menyontek”, kalian berdua
tahu apa yang sedang terjadi. Apa yang kamu lakukan?
- Dalam
sebuah kelompok pertemanan, percakapan mengarah menyerang
seseorang di belakang mereka. Pada saat lemah, kamu akan ikut memfitnah,
tapi sekarang kamu merasa ngeri. Kamu tahu bahwa hal ini salah dan tidak
seorang pun
layak diperlakukan seperti ini. Bagaimana kamu menanggapi temanmu dalam
terang ketulusan yang kamu rasakan? Bagaimana kamu bersikap terhadap orang
yang kalian bicarakan?
- Kamu
dan beberapa teman lain bermain ke rumah seorang teman dan
mereka melihat situs porno atau yang tidak pantas. Apa yang kamu katakan atau
lakukan agar menjadi benar terhadap apa yang kamu percayai?
- Kamu
tidak jujur terhadap orang tuamu mengenai apa yang kamu lakukan di
sekolah. Kamu berbohong untuk menghindari masalah, tapi kamu tahu bahwa
itu salah. Bagaimana kamu menghadapi masalah ini?
- Kamu
ingin bernyanyi karena kamu suka memuji Tuhan, tapi tidaklah “normal” bagi
orang seumur kamu untuk melakukan hal ini. Apa yang
kamu lakukan?
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Tanyakan: Apa yang
salah dengan memainkan permainan atau berpura-pura? Dibandingkan dengan
perzinahan atau pembunuhan atau pencurian, pastinya
kemunafikan tidaklah seburuk itu. Benar? Katakan: Lihatlah dirimu. Ada
orang-orang yang terperangkap dalam perzinahan yang mendapati belas kasihan
Yesus. Simon orang Zelot, salah satu murid Yesus, mungkin sangat tahu bagaimana
membunuh orang-orang Roma. Seorang pencuri di kayu salib mendapatkan
pengampunan yang sekejap pada detik terakhir.
Sekarang,
perhatikan bagaimana Yesus merespon orang-orang yang memainkan permainan,
memakai topeng, dan berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah diri mereka.
Minta semua siswa membuka Matius 23:1-36. (Kamu mungkin
mengambilnya dari terjemahan modern dan membagikannya kepada seluruh siswa.)
Minta mereka untuk membacanya dan menemukan tiga teguran yang menurut mereka
mengejutkan. Minta mereka menjelaskan mengapa mengejutkan. (Jika kamu membuat
salinan ulang ayat ini, minta siswa melingkari, highlight, atau menggarisbawahi tiga teguran yang mereka pilih.)
Sekarang, minta mereka untuk
membayangkan jika para pemimpin mau bertobat dan berubah sebagai hasil dari
setiap teguran. Tanyakan: Teguran mana,
jika tingkah laku berubah, akan membawa perubahan positif di gereja kita?
Mengapa?
Teguran mana yang berhubungan
denganmu?
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Mengapa berbicara dengan
Tuhan secara jujur sangatlah sulit dilakukan? Dalam bidang kehidupanmu yang
mana kamu menemukan kesulitan untuk menjadi asli atau terbuka terhadap Allah?
2. Siapa dalam Alkitab yang
sepertinya seasli penampilannya? Siapa yang kamu tahu hari ini yang tulus dalam
iman mereka kepada Tuhan? Kualitas atau pengalaman apa yang sepertinya membantu
mereka menjadi asli terhadap Tuhan?
3. Kapan dalam kehidupanmu kamu
merasa bahwa kamu tidak memakai sebuah topeng atau berpura-pura di hadapan
Tuhan?
4. Menurut pendapatmu apa yang
menyebabkan manusia berpura-pura atau mempunyai dua kehidupan (ketika bersama
orang lain dan ketika sendirian)?
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Tidak ada batas kebaikan atau
keburukan yang akan mengakibatkan Allah mengasihimu dengan lebih atau kurang.
Apakah kamu pernah memikirkan mengapa kita memalsukannya? Mengapa kita
berpura-pura atau memakai topeng? Allah bukannya tidak dapat melihat jauh
kedalaman motif kita. Allah selalu dapat mengampuni perilaku manusia yang
paling mengerikan. Pikirkan para pendosa yang paling buruk di Alkitab yang
berpaling dan menjadi agen-agen kerajaan Allah: Saul/Paulus, Maria Magdalena,
Daud dengan peristiwa Batsyeba, dll. Tuhan menyucikan kita seutuhnya ketika
kita datang sepenuh hati ke hadapan-Nya. Bagaimanapun, tangan-Nya diikat ketika
kita menolak untuk menyadari betapa besar kita membutuhkan-Nya dan betapa jauh
kita dari-Nya. Dalam hal apapun, kemunafikan tidaklah “mendapatkan” (memahami)
kasih karunia Allah. Keaslian adalah menjadi transparan terhadap Allah. Mungkin
dapat dikatakan bahwa Allah lebih nyaman dengan “apa adanya saya” daripada saya
yang biasanya.
Pelajaran
9
Emas
Bagaikan Kaca (Menjadi Yang Sebenarnya, Bagian 1)
Biji
Kepunyaan Kaisar
2
Juni 2012
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Biji Kepunyaan
Kaisar
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Suatu waktu, ada seorang kaisar di
Asia Timur yang semakin tua dan tahu bahwa waktu memilih penggantinya sudah
semakin dekat. Gantinya memilih salah satu anaknya, dia memutuskan untuk
melakukan hal berbeda. Dia memanggil semua pemuda di kerajaan pada suatu hari.
Dia berkata, “Sudah tiba saatnya saya turun dari takhta dan memilih kaisar
berikutnya. Saya telah memutuskan salah satu dari antara kalian.” Anak-anaknya
kaget! Namun kaisar melanjutkan. “Saya akan memberikan setiap orang sebuah biji
pada hari ini. Satu biji. Biji ini sangat spesial. Saya ingin kamu pergi ke
rumah, tanam biji ini, sirami, dan datang kembali ke tempat ini satu tahun dari
sekarang dengan apa yang telah kamu tumbuhkan dari satu biji ini. Saya akan
memeriksa tanaman yang kamu bawa, dan pemuda yang saya pilih akan menjadi
kaisar berikutnya di kerajaan!”
Ada seorang pemuda bernama Ling yang
berada di tempat itu pada hari itu, dan dia, seperti yang lain, menerima sebuah
biji. Dia pulang ke rumah dan dengan gembira menceritakan semuanya kepada ibunya. Ibunya membantu dia mendapatkan sebuah pot
dan tanah untuk bertanam, dan dia menanam biji dan menyiraminya dengan
hati-hati. Setiap hari dia akan menyirami dan memperhatikan jika mulai
bertumbuh. Setelah sekitar 3 minggu, beberapa pemuda mulai membicarakan biji
dan tanaman yang mulai bertumbuh. Ling tetap pulang ke rumah dan memeriksa
bijinya, tapi tidak bertumbuh. Pada saat itu pemuda lain membicarakan tanaman
mereka, tapi Ling tidak memiliki sebuah tanaman, dan dia merasa gagal.
Bagaimanapun, Ling tidak mengatakan apapun kepada temannya. Dia tetap menunggu
bijinya untuk bertumbuh.
Akhirnya setahun berlalu, dan semua
pemuda di kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling
mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak akan pergi membawa pot yang kosong.
Tapi ibunya mendukung dia untuk pergi dan jujur mengenai apa yang terjadi. Ling
merasa mual, tapi dia tahu ibunya benar. Dia membawa potnya yang kosong ke
istana.
Ketika Ling tiba, dia terkejut
melihat berbagai tanaman yang tumbuh milik pemuda yang lain. Tanamannya cantik-cantik
dalam bentuk dan ukurannya. Ketika kaisar tiba, dia memperhatikan ruangan dan
menyapa para pemuda. Ling berusaha bersembunyi di belakang. “Betapa indahnya
tanaman, pohon, dan bunga yang kalian tumbuhkan,” kata kaisar. “Hari ini satu
dari antara kalian akan menjadi kaisar berikutnya!”
Tiba-tiba kaisar melihat Ling di
belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Dia memerintahkan pengawalnya untuk
membawa dia ke depan. Ling ketakutan. “Kaisar tahu kegagalan saya! Mungkin dia
akan membunuh saya!” Ketika Ling tiba di depan, kaisar menanyakan namanya.
“Nama saya Ling,” jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan membuat lelucon
mengenai dirinya. Kaisar meminta setiap orang untuk diam. Dia melihat Ling dan
berbicara kepada kerumunan, “Lihat kaisar baru kalian! Namanya adalah Ling!”
Ling tidak dapat mempercayainya.
Bagaimana mungkin dia menjadi kaisar yang baru?
Kemudian kaisar berkata, “Setahun
yang lalu pada hari ini, saya memberikan setiap orang yang hadir satu biji.
Saya meminta kalian membawa biji tersebut, menanamnya, menyiraminya, dan
membawanya kembali kepada saya pada hari ini. Tapi saya memberikan kepada
kalian semua biji yang sudah direbus, yang tidak akan bertumbuh. Kalian semua,
kecuali Ling, telah membawa pohon dan tanaman dan bunga. Ketika kalian
mendapati bahwa biji tidak bertumbuh, kalian mengganti biji yang saya berikan
dengan biji yang lain. Ling adalah satu-satunya yang dengan berani dan jujur
membawa sebuah pot dengan biji saya di dalamnya. Karena itu, dia akan menjadi
kaisar yang baru!” – Diambil dari More
Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Hak cipta 1995 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan
izin oleh The Zondervan Corporation.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Kim menulis pertanyaan ini:
“Ketika saya berdoa kepada Tuhan, saya ingin terbuka dan jujur, tapi saya tidak
tahu mulai dari mana. Saya merasa meskipun banyak hal yang ingin dikatakan
kepada-Nya, saya merasa bodoh mengulangi apa yang Dia sudah ketahui dengan
jelas. Bagaimana kamu berbicara dengan seseorang yang tahu apa yang kamu akan
katakan? Saya telah membuat banyak janji kepada-Nya yang telah saya langgar.
Saya lelah meminta pengampunan kepada-Nya setiap waktu. Apa intinya? Adakah
cara yang lain? Saya benar-benar tipe orang yang terbuka terhadap saran.”
- Apa
yang akan kamu katakan kepada Kim?
- Adakah
sesuatu yang kamu alami yang dapat membantunya?
- Kapan
kamu merasakan hal yang sama? Bagaimana kamu melaluinya?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Dia yang tidak
percaya adalah dia yang tidak hidup berdasarkan apa yang dia percayai.” – Thomas
Fuller, penulis dan pendeta Inffris pada abad 17.
Ø “Betapa jarangnya
kita mengukur tetangga kita dengan ukuran yang sama kepada diri kita.” – Thomas
à Kempls, pendeta, biawaran, dan penulis Jerman pada abad ke-15.
Ø “Hidupkan
kebenaran ganti mengakuinya.” – Elbert Hubbart, penulis A.S. pada abad ke-19.
Ø “Cara terbaik
untuk hidup dengan kehormatan di dunia ini adalah dengan menjadi apa yang kita
perankan.” Sokrates, filsuf Yunani pada abad 5 SM.
Ø “Apa yang kamu
lakukan berbunyi sangat kuat sehingga saya tidak dapat mendengarkan apa yang
kamu katakan.” - Ralph Waldo Emerson,
penulis esai dan puisi A.S. pada abad ke-19.
Ø “Pada akhirnya,
apa yang akan kita ingat bukanlah kata-kata dari musuh kita, tapi keheningan
dari teman kita.” – Martin Luther King, Jr, pendeta A.S. pada abad ke-20.
Ø “Hal terbaik dari
kehidupan-kesederhanaan, kejujuran, kebenaran, kesucian, integritas-tidak dapat
dibeli atau dijual.” – Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif
abad 19.
Tuliskan
Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Memiliki
iman “yang kelihatan”
adalah apa yang Tuhan inginkan dari para orang muda. Apakah kamu memperhatikan
betapa sulitnya mempercayai orang berdasarkan apa yang mereka katakan mengenai
diri mereka pada saat ini? Manusia yang baik bisa menjadi pembunuh berantai.
Para politisi menuduh lawannya sebagi penipu. Para atlit mengatakan suatu hal
namun melakukan yang lain. Betapa menyenangkan jika menjadi yang “nyata”.
Alkitab
mengacu kepada iman kita sebagai “emas yang murni” (1 Petrus 1:6-8; Wahyu
3:14-18). Ketika emas benar-benar dimurnikan, maka emas menjadi
transparan-warna kuning pada emas berasal dari ketidakmurnian tetap melekat
pada logam. Ketika Yohanes menggambarkan jalan–jalan dari emas, mereka nampak
“bagaikan kaca”. Harapan Tuhan untukmu adalah agar kamu dapat dilihat.
Bukan
seolah-olah Tuhan tidak dapat membaca pikiran dan mengetahui pikiranmu. Dia
tidak menggaruk-garuk
kepalaNya dan mengira apa yang kamu pikirkan atau apakah kamu benar-benar
mengasihiNya. Dia tahu. Dia juga tahu bahwa sebuah hubungan adalah jalan dua
arah, dan meskipun tiketmu ke surga tidak didapat karena melakukan yang baik,
namun itu semua berhubungan
erat dengan mengenal
siapakah Tuhan. (Yohanes 17:3)
Satu
hal yang pasti: tidak seorangpun akan sembunyi-sembunyi masuk melalui pintu
gerbang mutiara dengan sebuah topeng dan berpura-pura menjadi seorang anak
Raja. Anak-anak Allah dengan bangga memperlihatkan warna mereka di bumi,
sebagaimana mereka bangga di surga nanti. Apakah warnamu jelas?
Rabu
Tuhan berkata…
Ø
Mazmur 139:1-4
Ø
1 Timotius 1:5
Ø
2 Korintus 6:2-10
Ø
2 Korintus 11:3
Ø
Ibrani 10:22
Ø
Yakobus 3:17
Ø
2 Timotius 3:1-5
Ø 1
Petrus 1:6,7
Kamis
Apa
Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Ketika
berbelanja dengan ayahnya, seorang anak laki-laki berusaha menakut-nakuti ayahnya dengan memakai sebuah
topeng dan mengikutinya diam-diam dari belakang. Dia memakai rupa makhluk yang aneh,
tapi ayahnya melihat rambut berwarna merah kekuningan anak laki-laki tersebut menyembul
keluar.
Sepatunya, yang telah dibelikan ayahnya seminggu yang lalu seperti biasanya
tidak terikat.
Tangan yang dibengkokkan menyerupai cakar mengerikan nampak tidak
asing baginya.
Sang
ayah telah memegang tangan tersebut ketika gemetar karena ketakutan ketika anak
laki-laki tersebut mendapat suntikan pertama dari dokter. Sang ayah telah
menempelkan pembalut luka yang tidak terhitung
banyaknya pada jari-jari selama 5 tahun belakangan. Suaranya, meskipun tidak
jelas karena bibir plastik dari topeng, sudah pasti tidak salah adalah suara
anaknya. Meskipun anaknya berpura-pura, ayah tidak dapat membayangkan anaknya,
betapa gila atau menakutkan kostumnya, menjadi sesesorang yang bukanlah seperti
anaknya.
Anak
laki-laki itu melepaskan topengnya dan berkata, “Ini aku!” Tuhan sedang
menunggu kamu untuk mengatakan hal yang sama. Mungkin tempat teraman untuk
melepaskan topeng adalah dengan bertelut di hadapan Yesus.
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Buatlah sebuah daftar dari 3 hal
yang kamu ingin doakan selama satu minggu ini untuk berlatih menjadi yang
sebenarnya.
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
________________________________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
________________________________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
________________________________________________________________________________