Selasa, 15 Mei 2012

Real Time Faith-7-ll-2012-Guru


Pelajaran 7
Mendengarkan dengan Seksama, Bagian I

19 Mei 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Yakobus 1:19,20
Amsal 10:19
Amsal 12:13-23
Amsal 17:19
Amsal 18: 2-21
Amsal 19:2-27
Mazmur 141:3
Yakobus 3:8

(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Mendengarkan dengan Seksama, Bagian 1”
            “Kita diberikan 2 telinga tetapi hanya 1 mulut,” kata ahli negosiasi dan komunikasi Ed Brodow, dikutip oleh anonim. “Ini karena Allah tahu bahwa mendengarkan lebih sulit dua kali lipat daripada berbicara!” Dia melanjutkan, “Kemampuan mendengarkan dengan baik adalah alat yang penting untuk mengerti satu sama lain”. Pendengar yang baik mampu memahami dan merespon orang lain lebih baik, menyelesaikan tugas-tugas dengan tepat, menyelesaikan masalah sebelum bertambah rumit, dan membangun hubungan baik dengan orang-orang yang bermasalah. Kita semua perlu untuk berusaha menjadi pendengar yang baik.
            Seperti kebanyakan orang di bidangnya, Brodow sedang menjual sebuah program, tetapi sebagai seorang Kristen kita memiliki lebih daripada itu yang dapat kita tawarkan.
            Mendengarkan dengan baik tidak hanya penting untuk hubungan yang baik di antara keluarga dan teman, tetapi juga membantu menentukan kesuksesanmu sebagai siswa di masa depan di dunia ataupun selamanya. Pelajaran ini dan pelajaran yang akan datang akan memperkenalkan kepada siswa-siswa, dan memberikan mereka kesempatan untuk berlatih, kemampuan mendengarkan yang efektif yang dapat digunakan sebagai alat untuk pertumbuhan pribadi dan untuk menyebarkan injil.
           
C. Apa Tujuan “Mendengarkan dengan Seksama, Bagian 1”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
1.         Memahami pentingnya mendengarkan dalam setiap hubungan.
2.         Mempelajari tehnik mendengarkan dengan baik.
3.         Berlatih tehnik-tehnik tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) selembar kertas berukuran 8 ½ “ x 11”, selembar untuk setiap siswa; (Aktivitas B) kartu-kartu dengan nama-nama hewan atau gambar-gambar hewan, satu untuk setiap siswa.
Hubungkan – materi siswa dan/atau Alkitab.
Aplikasi – (Aktivitas B) materi “Apa maksud mereka sebenarnya”.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Meminta mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “memilih” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.
A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Bagikan selembar kertas berukuran 8 1/2” x 11” kepada setiap siswa.
Siap-siap – Mintalah setiap siswa untuk duduk sehingga mereka tidak dapat melihat apa yang dikerjakan oleh siswa yang lain.
Pergi – Katakan: Saya ingin kalian mengikuti petunjuk saya dengan tepat tanpa bertanya apapun pada saya ataupun teman-teman kalian. Tanpa melihat orang di sebelahmu, lipatlah kertasmu menjadi setengah. Sekarang sobeklah sudut sebelah kiri-bagian atas. Kemudian lipatlah kertas itu menjadi setengah bagian lagi dan sobeklah sudut sebelah kanan-bagian bawah. Sekarang lipatlah kertas itu menjadi setengah bagian lagi dan sobeklah sudut kiri bagian atas dan bawah. Yang terakhir, bukalah lipatan kertas itu dan bandingkan dengan teman di sampingmu.
Tanya Jawab – Tanyakan: bagaimana kertasmu jika dibandingkan dengan teman di sampingmu? (berbeda) Menurutmu mengapa kertas-kertas itu terlihat berbeda atau sama? (kita mendengar hal yang sama dengan cara berbeda, kita mengartikannya berbeda.) jika ini adalah sebuah tes, siapakah yang akan disalahkan jika hasilnya sangat berbeda? (kamu) apa yang harus saya lakukan untuk membuat hal/tes ini menjadi mudah atau agar jawabannya menjadi lebih seragam? (biarkan kami bertanya. Berikan instruksi yang lebih jelas). Apa yang dapat engkau lakukan untuk membuat hal/tes ini menjadi mudah? (tidak mempedulikan petunjuk untuk bertanya sehingga kami tetap bertanya) mengapa kalian tidak melakukannya? (engkau tidak memperbolehkan) apa yang hal ini maksudkan mengenai komunikasi yang terjadi di antara kita? (sulit untuk memahami maksud perkataanmu atau untuk benar-benar mengerti ketika engkau tidak bisa mengklarifikasikannya.)
Katakan: sangat sulit untuk mendengarkan dengan baik ketika engkau tidak dapat bertanya. Memberikan dan menerima komentar, memberikan pertanyaan, dan mengklarifikasi adalah bagian dari mendengarkan yang baik.



B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Bagikan kartu-kartu yang berisi nama-nama atau gambar-gambar hewan.
Siap-siap – katakan: engkau memiliki sebuah kartu bergambar atau kartu yang ada nama hewan. Mari kita membicarakan dalam beberapa menit ke depan bagaimana hewan-hewan ini berkomunikasi berdasarkan karakter mereka. Sebagai contoh, seekor kerbau mungkin sangat bersikap membela diri dalam percakapan; seekor ular, cerdik dan tidak jujur, seekor merpati, diam dan pasif; seekor monyet, terlalu banyak keceriaan dan mengoceh untuk mendengarkan orang lain. Mintalah setiap siswa untuk mendiskusikan sifat dari hewan yang mereka dapat. (kemungkinan hewan lain: koala, gorilla, kalkun, burung hantu, singa, kanguru, kura-kura, kakatua, merak, burung onta, atau hewan lain yang unik).
Pergi – katakan: sekarang kita akan berdiskusi dalam beberapa menit [masukkan sebuah topik debat yang terkini dan berkaitan dengan komunitasmu]. Ketika kita membahas topic ini, gunakan karakteristik dari setiap hewan pada kartumu. Berikan tanggapan terhadap topik itu. Pimpinlah dan tanyakan pertanyaan jika mungkin untuk menjaga percakapan terus berlanjut.
Tanya Jawab – Tanyakan: bagaimana berbicara menggunakan karakteristik hewan dapat menolong atau membatasi kemampuanmu untuk memberikan pendapat? (orang-orang tidak mau mendengarkanku. Orang-orang ingin mendengarkan aku) kemampuanmu untuk mendengarkan maksud orang lain? (saya merasa sepertinya saya sangat sibuk membela diri daripada mendengarkan yang lain. Saya mengijinkan orang lain untuk menguasai percakapan.) bagaimana perasaanmu ketika menggunakan karakter hewan? (lebih mudah dibandingkan ketika menjadi diriku sendiri. Sulit menjadi sangat agresif.) dengan cara apakah engkau menemukan atau tidak menemukan kesamaan atau perbedaan dengan karakter hewan yang engkau dapat? (saya tidak kasar, baik, agresif, pasif, dll.) Pikirkan orang-orang yang gaya berbicaranya sesuai dengan beberapa karakter hewan yang kita coba hari ini. Bagaimana perasaanmu dan orang-orang lain terhadap orang-orang seperti itu? (didiamkan, tidak dianggap, baik, didengarkan, diterima) Hewan manakah yang menurutmu memiliki cara berkomunikasi yang paling baik dan mengapa? (jawaban sangat bervariasi) apa yang hal ini katakan mengenai gaya berkomunikasimu dan gaya mendengarmu? (saya perlu merendahkan suara saya; lebih banyak mengeluarkan pendapat; lebih banyak mendengarkan)
Katakan: salah satu ayat Alkitab dari pelajaran minggu ini adalah di Yakobus 1:19. Mintalah seorang sukarelawan untuk mencari dan membacanya dengan suara kencang. Hari ini kita akan mempelajari lebih dalam mengenai bagaimana melakukan apa yang dikatakan dalam ayat ini.

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Ceritanya mengenai “seorang petani yang ingin membeli kakatua. Dia pergi ke sebuah toko hewan peliharaan dan mengatakan kepada penjualnya apa yang diinginkannya.
Aku punya apa yang engkau pikirkan” kata pemilik toko itu. Kemudian dia pergi ke bagian belakang ruangan dan datang dengan seekor burung hantu. “Ini adalah seekor burung yang bagus,” katanya.
Burung hantu itu duduk bertengger di sebatang kayu dan menatap, hanya menatap. “Tetapi apakah dia akan belajar berbicara?” tanya pembeli yang terkesima.
Tentu saja,’ kata pemilik toko. ‘Engkau hanya perlu bersabar dan terus berbicara kepadanya.’
Jadi si petani membeli burung hantu itu dan senang dengan pembeliannya. Beberapa minggu kemudian kedua orang itu bertemu lagi dan pemilik toko itu bertanya, ‘Jadi bagaimana dengan kakatuamu? Apakah dia sudah berbicara?”
Tidak,” kata petani itu, “Dia tidak berbicara, tetapi dia sungguh mengerti bagaimana caranya mendengarkan”. – pendeta Hermann Wilmm, dalam Paul Lee Tan, Encylopedia of 15,000 illustrations: signs of the times. Copyright © 1998 Paul Tan Lee. All rights reserved. Database © 1998 NavPress Software.

Tanya Jawab – Tanyakan: dengan cara yang bagaimanakan burung hantu itu mendengarkan dengan baik?  (dia tidak berbicara. Dia berdiam diri.) apakah hanya dengan berdiam diri kita bisa mendengarkan dengan baik? (Tidak, engkau harus memahami apa yang orang lain coba katakan. Terkadang engkau harus mengatakan sesuatu—bertanya atau sesuatu) hubungan yang bagaimanakah yang terbentuk antara burung hantu dan petani itu?(tidak ada; orang itu bahkan tidak menyadari bahwa burung hantu itu bukanlah kakatua.)
Katakan: Sangat jelas dapat kita lihat bahwa mendengar dengan seksama membutuhkan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar menutup mulut kita dan membiarkan orang lain berbicara.

4. Hubungkan
A. Hubungan dengan Kerajaan

Tanyakan: siapakah yang lebih mempengaruhimu dalam hidup ini? Orang-orang yang seringnya banyak bicara atau mereka yang mendengarkanmu? (doronglah siswa untuk membagikan contoh, pengalaman).
Katakan: mendengarkan adalah satu dari kemampuan terbesar yang dapat dimiliki agen kerajaan Allah. Mendengarkan dengan baik tidak dapat terjadi begitu saja. Itu adalah kemampuan yang perlu dilatih dan diasah setiap waktu. Yakobus 1:19 mengatakan kepada kita untuk cepat mendengar dan lambat berbicara. (jika engkau belum melakukannya, mintalah seorang sukarelawan untuk mencari dan membaca ayat itu dengan suara yang keras). Tanyakan: bagaimana kita menjadi cepat untuk mendengar? Berikut adalah beberapa saran untuk digunakan ketika orang lain sedang berbicara (jadi kemampuan mendengar kita akan lebih baik daripada si burung hantu).
            Bagikan konsep di bawah ini dengan kata-katamu sendiri. Ide-ide selalu diingat jika mereka ditulis juga disebutkan. Tuliskan daftar ini di papan tulis ketika engkau menyebutkannya.
  1. Kesampingkan perasaanmu, prasangkamu, argumenmu, keinginan untuk mempengaruhi, dan ide-ide prasangka.
  2. Fokus. Jangan melamun, atau jangan biarkan pikiranmu berkelana, jangan berlatih apa yang yang akan engkau katakan nanti, jangan biarkan dirimu beralih perhatian atau melihat sebuah kesempatan untuk masuk ke dalam percakapan.
  3. Jangan menginterupsi – kecuali engkau butuh sebuah klarifikasi singkat atau engkau melihat ada api.
  4. Mendengarkan dan memperhatikan emosi yang muncul. 93% dari pesan tersampaikan lewat cara ini.
Tentu saja engkau harus tahu kapan melakukan hal-hal ini. Hal-hal ini dapat dilakukan dengan latihan, tetapi yang lebih penting lagi, mereka muncul dari mendengarkan –akan Roh Kudus. Sebelum engkau mendengarkan manusia dengan baik, engkau harus terbuka terhadap Roh Kudus yang mengungkap bagimu prasangka-prasangkamu, menolongmu tetap fokus, dan mengetahui kapan mengklarifikasi dan bagaimana membaca emosi-emosi. Doa dan membaca Firman Tuhan membuka hati kita dan pikiran untuk kebutuhan akan mereka disekeliling kita. Hanya setelah engkau melakukan kedua hal ini engkau dapat “cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (Yakobus 1:19).
  
B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari Sabat.
Tanya jawab- Tanyakan: apa yang perdana menteri itu lakukan? (dia benar-benar mendengarkan penuh perhatian dan mengerti apa yang menjadi masalah sebenarnya dari raja. Dia mengerti penderitaan dan sakit yang raja rasakan. Dia menggunakan ancaman dari raja untuk memotivasi dirinya sendiri untuk menemukan jalan keluar yang positif.) Mengapa ia melakukan apa yang telah ia lakukan? (untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Dia ingin menyenangkan raja. Dia ingin menyelesaikan masalah yang serius). Bagaimana kita bisa menjadi seperti perdana menteri terhadap teman-teman kita dan keluarga kita?  (dengarkan apa yang mereka benar-benar ingin katakan, jangan kecewa dengan bagaimana mereka mengatakannya, jangan tersinggung dengan apa yang mereka katakan).

Katakan: untuk mendengar dengan baik, kita harus mengesampingkan kemarahan dan keinginan orang-orang untuk mendengarkan apa yang mereka benar-benar butuhkan.
           
C. Hubungan dengan Kehidupan
Berikan skenario ini:
Engkau sangat ingin bersama dengan teman-temanmu, tetapi tidak ada satupun yang bisa mengantarkanmu ke sekolah di mana setiap orang sedang berkumpul. Engkau merengek, menangis, membuat keributan, bersungut-sungut, membanting pintu, dan mencoba mendiamkan semua anggota keluarga, tetapi tak ada satupun yang akan mengantarmu. Engkau mempersalahkan setiap orang karena membencimu dan menghancurkan hidupmu. Beberapa saat kemudian kakak laki-lakimu berbisik dengan kesal, “Diam, papa dan mama kehilangan pekerjaan mereka hari ini.” Engkau merasa sangat jahat karena telah bersikap seperti tadi. Pelajaran apa yang dapat engkau ambil dari sini? (ciptakan sebuah diskusi).
Katakan: Kitab Amsal memiliki banyak hal luar biasa yang dikatakan sehubungan dengan respon kita terhadap hal-hal yang kelihatannya tidak sesuai dengan rencana kita. Mari kita baca beberapa dari ayat-ayat tersebut. Mintalah siswa mencari dan membaca Amsal 12:13-16, 18, 23; 18:2, 6, 7, 13, 19-21; 19:2, 11, 20, 27.
Katakan: kata-kata yang sulit bukan? Tidak ada satupun yang ingin dipanggil orang bodoh, tetapi kita tidak perlu menjadi hamba terhadap perilaku kita yang bodoh (berdosa). Allah telah menjanjikan kepada kita bahwa Dia akan menolong kita mengatasi kecenderungan kita untuk bereaksi daripada mengamati dan mendengarkan. Mari kita baca beberapa janji tersebut. Mintalah siswa membaca Amsal 19:20 dan Mazmur 141:3.

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Bagilah siswa berpasangan.
Katakan: dengan pasanganmu saya ingin engkau membuat sebuah percakapan di mana salah satu dari kalian berbicara dan yang lain mendengarkan. Yang berbicara boleh mengatakan apapun yang ia pikirkan. Yang mendengarkan akan mendengar dan mengamati yang berbicara. Perhatikan apa yang orang itu rasakan mengenai topik pembicaraan, apakah mereka tertarik atau tidak tertarik, apakah mereka benar-benar mengatakan apa yang mereka rasakan atau menyembunyikan sesuatu,apa hasil yang mereka inginkan sehubungan dengan subjek percakapan, bahasa tubuh yang bagaimana atau nada suara yang bagaimana yang mereka gunakan (tinggi, rendah, gemetar, marah, panik). Engkau memililki sekitar 5 menit untuk berbicara. Saya akan memberitahu kalian kapan kalian harus berhenti. Berikan siswa 3 sampai 5 menit untuk bergantian. (tulislah daftar hal-hal yang harus diperhatikan oleh pengamat)
Katakan: sekarang gantilah peran dan ulangi latihan ini.
Tanya jawab – Tanyakan: apa yang engkau dengar yang dikatakan oleh temanmu? (tanyakan temannya; apakah itu maksudmu?) bagaimana perasaan temanmu mengenai topik ini? (gembira, bosan) bagaimana engkau mengetahuinya? (mata yang bersinar dan terbuka lebar, tidak melihat kepada saya) bagaimanakah suaranya terdengar? (gembira, nyaring, keras, bergumam) bagaimana ia duduk? (postur yang tegak, di ujung kursi, membungkuk).
Tanyakan: hal apa yang paling sulit ketika menjadi seorang yang berbicara? (memikirkan sesuatu untuk dikatakan. Membiarkan orang lain mengetahui apa yang benar-benar saya rasakan). Sebagai pendengar? (mencoba untuk benar-benar tertarik dengan apa yang orang lain katakan. Tetap fokus. Tidak tertawa). Hal-hal apa  sajakah yang harus engkau lakukan agar tetap tertarik dengan apa yang dikatakan temanmu? (tidak mempedulikan teman-teman dan orang lain. Tidak memikirkan hal apapun. Berpura-pura tertarik. Melihat orang yang berbicara).
Katakan: seperti perdana menteri raja, terkadang engkau harus melewati/menyampingkan kata-kata untuk memahami apa yang orang lain katakan. Hanya 7 % dari apa yang dikatakan dikomunikasikan lewat kata-kata. Mendengarkan dengan baik berarti membaca emosi, bahasa tubuh, dan nada suara untuk mendapatkan pesan yang sebenarnya.

B. Aktivitas Aplikasi

Bagikan materi “apa maksud mereka sebenarnya”. Mintalah siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3 atau 4 orang dan bekerja sama untuk menyelesaikannya. Ketika setiap orang telah selesai mintalah mereka melaporkannya di kelas.
Tanya jawab – katakan: mendengarkan dengan baik sering dimulai dengan bagaimana kita bereaksi terhadap orang lain. Ketika orang-orang sangat bergembira, berteriak, dan mengerutkan kening, sebuah zat bernama adrenalin mengalir ke seluruh tubuh mereka. Zat itu mengubah seluruh atmosfer di sekeliling mereka. Mereka menjadi bagian dari apa yang disebut “fight or flight syndrome” (sindrom menyerang atau lari). Jika mereka tidak lari, mereka akan menjadi siap untuk menyerang secara fisik atau verbal. Mereka tidak hanya mendapatkan kekecewaan, mereka mungkin akan memberikan pengaruh yang sama terhadapmu. Cara mereka bertindak akan mempengaruhi kemampuanmu untuk mendengarkan mereka. Dan itulah mengapa Allah dalam kebijaksanaan-Nya berkata, “Cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah”. Ketika seseorang tidak dapat mengontrol dirinya, dengan karunia Allah kita dapat menolong membentuk kedamaian melalui cara kita merespon mereka.
Pertanyaan Aplikasi
1.         Mengapa mendengarkan dengan baik merupakan hal yang sangat penting?
2.         Daftarkan tiga hal penting yang engkau harus lakukan agar dapat mendengarkan dengan baik!
3.         Apa hal yang tidak boleh engkau lakukan ketika orang lain sedang berbicara?
4.         Apa lagi yang perlu engkau perhatikan selain kata-kata orang tersebut?
5.         Gambarkan percakapanmu yang baru terjadi yang berjalan dengan kurang baik dan katakan apa yang seharusnya engkau bisa lakukan untuk menolong percakapan itu lebih baik?
6.         Apakah cara terbaik untuk memulai sebuah percakapan yang sulit? Berikan sebuah contoh!

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Sebuah peribahasa dari sebuah sumber yang tidak diketahui berkata, “Kita diberikan dua telinga tetapi hanya satu mulut.” Allah tahu bahwa mendengarkan lebih sulit dua kali lipat daripada berbicara. Mendengarkan dengan seksama mungkin adalah salah satu hal tersulit yang kita pernah lakukan, tetapi hal itu juga merupakan hal terpenting yang bisa kita lakukan sebagai anggota keluarga dan komunitas dan sebagai keluarga Allah.
            Mendengarkan dengan seksama adalah sebuah kemampuan yang, sebagaimana telah kita lihat hari ini, dapat dilatih. Itu harus dilatih bagi kesuksesan kita di masa depan baik di sekolah maupun karier. Bahkan yang lebih penting, kita harus berlatih mendengarkan dengan baik, karena dunia sedang bergantung kepada anggota kerajaan Allah untuk mendengarkan dan merespon kepada kebutuhan-kebutuhan mereka.



Untuk Pelajaran 7
Materi ini untuk Aktivitas Aplikasi

Apa Maksud Mereka Sebenarnya
Apa yang__________________katakan:_____________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Apa yang ___________________maksudkan adalah:_________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Apa yang__________________katakan:_____________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Apa yang ___________________maksudkan adalah:_________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Sekarang, tulislah bagaimana mendengarkan dengan cara ini telah mempengaruhi hubunganmu dengan seseorang.
Apa yang__________________katakan:_____________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Apa yang ___________________maksudkan adalah:_________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Apa yang saya katakan kepada: ________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
Bagaimana___________________ bereaksi: _________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
 
 




























Materi Siswa
Mendengarkan Dengan Seksama (19 Mei 2012)

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________


                   RAJA YANG MENCINTAI KARPET

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang tidak pernah menggunakan sepatu. Dia selalu membuat kakinya memar dan mengosok-gosok kakinya. Suatu hari, putus asa dengan masalah kakinya ini, dia berkata pada perdana menteri yang paling ia percaya dan memerintah: “Saya ingin engkau menaruh karpet di seluruh kerajaan pada keesokan pagi, atau saya potong kepalamu!”
            Perdana menteri yang malang itu terjaga malam itu dan berpikir mengenai tugas yang tidak mungkin ini, dan mengetahui dengan baik bahwa dia akan kehilangan kepalanya besok pagi. Tiba-tiba, sesaat ketika matahari mulai terbit, ketakutannya berubah menjadi sukacita. Dia memiliki sebuah ide. Terbangun dari tempat tidurnya, dia berlari ke ruang karpet kerajaan.
            Ketika raja terbangun keesokan paginya dia melompat dari tempat tidurnya dan cepat-cepat ke jendela istananya untuk melihat kerajaannya yang ditutupi oleh karpet. Ketika melihat tidak satu incipun karpet di kerajaannya, dia mulai berteriak memanggil perdana menterinya, meraung dengan serampangan, “Perdana menteri, di mana perdana menteriku? Aku mau kepalanya!”
            Tepat pada saat itu sang perdana menteri masuk di pintu kerajaan dengan menggenggam sepasang benda yang sangat aneh di tangannya. “Yang mulia, sudilah kiranya yang mulia mencoba ini dahulu” dia memohon. Sang raja setuju, dan dalam sekejab mata saja terpasang sepasang sandal karpet pertama di dunia di kaki raja.
            Seketika itu juga kemarahan raja berubah menjadi hal yang menggembirakan. Berjalan mengelilingi ruangan dengan kelembutan karpet terbaik di kerajaan itu di bawah kakinya, yang dapat ia lakukan adalah tersenyum di setiap langkah kakinya.


            Minggu
          Yang Saya Pikirkan
            Sheilah dan ibunya selalu bertengkar. Ibu Sheilah akan mengatakan sesuatu, dan Sheilah akan bereaksi dengan menggertaknya,”Engkau selalu ikut campur dalam masalahku.” Terkadang Sheilah akan memutar matanya dan mengembuskan napas panjang, atau tidak mempedulikan ibunya. Ibu Sheilah kadang menjawab dengan berkata,”Karena engkau tidak pernah mendengarkanku”. Lalu Sheilah akan mengertakan giginya atau pergi ke ruangannya. Keduanya frustasi. Apa yang dapat dilakukan masing-masing mereka untuk membuat hal-hal menjadi lebih baik diantara mereka?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Hanya dengan mendengarkan engkau dapat belajar, dan saya tidak pernah ingin berhenti belajar.” – Drew Barrymore.
Ø “Jadi ketika engkau mendengarkan seseorang, sepenuhnya, penuh perhatian, kemudian engkau tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga perasaan yang disampaikan, secara keseluruhan, tidak hanya sebagian.” Jiddu Krishnamurti, Theosofis (orang yang mempelajari filsafat agama dan teori tentang Allah) dari India timur abad 20.
Ø “Lawan kata dari berbicara bukanlah mendengarkan. Lawan katanya dari berbicara adalah menunggu” – Fran Lebowtiz, pelawak dan penulis U.S saat ini.
Ø Pemikirannya sangat lamban. Kata-katanya sangat sedikit dan tidak pernah tersusun indah. Tetapi dia adalah sukacita bagi semua teman-temannya, engkau harus mendengarkannya MENDENGAR DENGAN SEKSAMA.’” Anonim.
Ø Keindahan alami adalah ketika memiliki lidah yang berbicara kepada kita tanpa berhenti…. Telinga yang menyimak yang dapat mendengarkan dan memahami komunikasi Allah melalui hal-hal yang alami.” -  Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis penginspirasi abad 19.
Ø Seekor burung hantu tua yang bijak duduk di pohon Ek.   Semakin lama dia duduk, semakin jarang ia berbicara. Semakin jarang ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak bisa menjadi seperti burung tua yang bijak itu?” – anonim.
Ø Pada saat seperti ini, ketika aku terjebak di ruangan kedap udara di mana tak ada udara dengan seorang dari Betelgeuse yang hampir mati karena sesak napas di dalam ruang itu, hal itu membuatku benar-benar mengharapkan betapa aku ingin mendengar apa yang ibuku katakan ketika aku masih kecil,” “mengapa, apa yang dia katakan kepadamu?” “Saya tidak tahu, saya kan tidak dengar!” – dari film The Hitchhiker’s guide to the galaxy.
Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Pernahkah engkau memperhatikan bahwa kita mengaplikasikan dua pelajaran ketika kita mendengarkan dengan seksama? Menurutmu mengapa?
Pikirkan hal ini: “Kita diberikan dua telinga tetapi satu mulut. Allah tahu bahwa mendengarkan dengan seksama lebih sulit dua kali lipat dibandingkan berbicara.” Mendengarkan itu sulit, tidak hanya itu, mendengarkan dengan seksama lebih sulit lagi – mungkin salah satu hal yang paling sulit yang kita pernah lakukan. Tetapi itu juga adalah salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan ketika kita menjadi dewasa dan bertumbuh.
Kemampuan yang sama kita gunakan dalam dunia nyata, kita membawa dunia rohani kita dalam perjalanan kita dengan Allah. Kita perlu untuk belajar mengesampingkan halangan-halangan dan ide-ide prasangka dan membiarkan Allah berbicara kepada kita lewah Alkitab, buku-buku yang baik dan musik (dan penuntun belajar alkitab ini), dan umat Allah. Kemampuan yang sama juga akan dibutuhkan ketika kita berusaha untuk memberitahu orang lain mengenai Allah. Pertama kita perlu mendengarkan apa yang mereka pikirkan. Kemudian kita bisa membingkai apa yang kita katakan agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Kemampuan mendengarkan dengan seksama mempengarhui setiap orang untuk hidup kekal.



Rabu
Tuhan berkata…

Ø Yakobus 1:19
Ø Amsal 10:19
Ø Amsal 17;19
Ø Amsal 12:13-23
Ø Amsal 18: 2-13
Ø Amsal 19:2-27
Ø Mazmur 141:3



 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pernahkah engkau mempertanyakan mengapa setiap percakapan dengan orangtuamu atau saudara kandungmu cenderung menjadi sebuah argumen? Itu bisa jadi karena engkau terlalu serius! Mainkan sebuah permainan dengan dirimu sendiri yaitu “apa yang mereka maksud sebenarnya”. Tulislah percakapan yang berjalan buruk pada beberapa hari yang lalu dan carilah cara bagaimana engkau dapat bereaksi untuk membuat situasi lebih baik. Pikirkan mengenai apa yang orang lain ingin katakan atau maksudkan tidak hanya melalui kata-kata mereka tetapi juga melalui nada suara dan ekspresi wajah. Inilah caranya engkau bermain.
Contoh 1.
Saudara perempuanmu (engkau berbagi kamar) berkata kepadammu sebelum tidur: “engkau seorang pemalas. Engkau selalu melempar baju-bajumu di lantai dan tidak pernah memungutnya. Tidak ada satu orangpun yang mau sekamar denganmu”.
Ketika bermain permainan ini, engkau bisa berkata: apa yang dia maksud sebenarnya adalah: ketika engkau melempar pakaianmu ke lantai setelah engkau pulang sekolah dan tidak mengambilnya lagi, saya merasa frustasi dan merasa bahwa saya adalah satu-satunya orang yang ingin menjaga ruangan ini tetap rapi. Ketika teman-temanku datang saya merasa malu atas keadaan ruangan kita”.
Contoh 2.
Saudara laki-lakimu berkata padamu: “engkau tidak pernah memperhatikanku. Engkau selalu bermain dengan teman-temanmu.”
Ketika bermain permainan ini, engkau bisa berkata: apa yang dia maksud sebenarnya adalah: “ketika engkau bermain catur bersama teman-temanmu setelah saya mengajakmu bermain bola bersamaku, saya merasa ditinggalkan. Saya merasa seperti engkau tidak ingin menghabiskan waktu bermain bersamaku lagi”

           
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?

            Kembalilah ke pelajaran hari kamis untuk menyegarkan ingatanmu mengenai permainan “apa maksud mereka sebenarnya”.
Terus ikuti perkembangan usahamu untuk mendengarkan dengan seksama “diantara dua garis” dan dengarkan apa yang teman-temanmu dan atau keluargamu benar-benar katakan tengtangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar