Pelajaran
7
Mendengarkan
dengan Seksama, Bagian I
19
Mei 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Yakobus
1:19,20
Amsal
10:19
Amsal
12:13-23
Amsal
17:19
Amsal
18: 2-21
Amsal
19:2-27
Mazmur
141:3
Yakobus
3:8
(Lihat ayat-ayat
tambahan di materi siswa.)
B.
Perihal “Mendengarkan dengan Seksama, Bagian 1”
“Kita diberikan 2 telinga tetapi
hanya 1 mulut,” kata ahli negosiasi dan komunikasi Ed Brodow, dikutip oleh
anonim. “Ini karena Allah tahu
bahwa mendengarkan lebih sulit dua kali lipat daripada berbicara!” Dia melanjutkan,
“Kemampuan mendengarkan dengan baik adalah alat yang penting untuk mengerti
satu sama lain”. Pendengar yang baik mampu memahami dan merespon orang lain
lebih baik, menyelesaikan tugas-tugas dengan tepat, menyelesaikan masalah
sebelum bertambah rumit, dan membangun hubungan baik dengan orang-orang yang
bermasalah. Kita semua perlu untuk berusaha menjadi pendengar yang baik.
Seperti kebanyakan orang di
bidangnya, Brodow sedang menjual sebuah program, tetapi sebagai seorang Kristen
kita memiliki lebih daripada itu yang dapat kita tawarkan.
Mendengarkan dengan baik tidak hanya
penting untuk hubungan yang baik di antara keluarga dan teman, tetapi juga
membantu menentukan kesuksesanmu sebagai siswa di masa depan di dunia ataupun
selamanya. Pelajaran ini dan pelajaran yang akan datang akan memperkenalkan
kepada siswa-siswa, dan memberikan mereka kesempatan untuk berlatih, kemampuan
mendengarkan yang efektif yang dapat digunakan sebagai alat untuk pertumbuhan
pribadi dan untuk menyebarkan injil.
C. Apa Tujuan “Mendengarkan dengan Seksama, Bagian 1”
Sebagai hasil dari
pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
1. Memahami pentingnya
mendengarkan dalam setiap hubungan.
2. Mempelajari tehnik
mendengarkan dengan baik.
3. Berlatih tehnik-tehnik
tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas
A) selembar kertas berukuran 8 ½ “ x 11”, selembar untuk setiap siswa;
(Aktivitas B) kartu-kartu dengan nama-nama hewan atau gambar-gambar hewan, satu
untuk setiap siswa.
Hubungkan – materi siswa dan/atau
Alkitab.
Aplikasi
–
(Aktivitas B) materi “Apa maksud mereka sebenarnya”.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Meminta mereka ayat mana yang
mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa
untuk “memilih” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang
mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun,
kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat
pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai
respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song
Service
Ø Cerita Mision
(cari tautan untuk Adventist Mission for
Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan proyek
pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan
semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan
Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk
berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Bagikan
selembar kertas berukuran 8 1/2” x 11” kepada setiap siswa.
Siap-siap
– Mintalah
setiap siswa untuk duduk sehingga mereka tidak dapat melihat apa yang
dikerjakan oleh siswa yang lain.
Pergi
– Katakan: Saya ingin kalian mengikuti petunjuk saya dengan tepat tanpa
bertanya apapun pada saya ataupun teman-teman kalian. Tanpa melihat orang di
sebelahmu, lipatlah kertasmu menjadi setengah. Sekarang sobeklah sudut sebelah
kiri-bagian atas. Kemudian lipatlah kertas itu menjadi setengah bagian lagi dan
sobeklah sudut sebelah kanan-bagian bawah. Sekarang lipatlah kertas itu menjadi
setengah bagian lagi dan sobeklah sudut kiri bagian atas dan bawah. Yang
terakhir, bukalah lipatan kertas itu dan bandingkan dengan teman di sampingmu.
Tanya
Jawab – Tanyakan: bagaimana kertasmu jika dibandingkan dengan teman di
sampingmu? (berbeda)
Menurutmu mengapa kertas-kertas itu
terlihat berbeda atau sama? (kita mendengar hal yang sama dengan cara
berbeda, kita mengartikannya berbeda.) jika
ini adalah sebuah tes, siapakah yang akan disalahkan jika hasilnya sangat
berbeda? (kamu) apa yang harus saya
lakukan untuk membuat hal/tes ini menjadi mudah atau agar jawabannya menjadi
lebih seragam? (biarkan kami bertanya. Berikan instruksi yang lebih jelas).
Apa yang dapat engkau lakukan untuk
membuat hal/tes ini menjadi mudah? (tidak mempedulikan petunjuk untuk
bertanya sehingga kami tetap bertanya) mengapa
kalian tidak melakukannya? (engkau tidak memperbolehkan) apa yang hal ini maksudkan mengenai
komunikasi yang terjadi di antara kita? (sulit untuk
memahami maksud perkataanmu atau untuk benar-benar mengerti ketika engkau tidak
bisa mengklarifikasikannya.)
Katakan:
sangat sulit untuk mendengarkan dengan baik ketika engkau tidak dapat bertanya.
Memberikan dan menerima komentar, memberikan pertanyaan, dan mengklarifikasi
adalah bagian dari mendengarkan yang baik.
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Bagikan
kartu-kartu yang berisi nama-nama atau gambar-gambar hewan.
Siap-siap
– katakan: engkau memiliki sebuah kartu bergambar atau kartu yang ada nama
hewan. Mari kita membicarakan dalam beberapa menit ke depan bagaimana
hewan-hewan ini berkomunikasi berdasarkan karakter mereka. Sebagai contoh,
seekor kerbau mungkin sangat bersikap membela diri dalam percakapan; seekor
ular, cerdik dan tidak jujur, seekor merpati, diam dan pasif; seekor monyet,
terlalu banyak keceriaan dan mengoceh untuk mendengarkan orang lain. Mintalah
setiap siswa untuk mendiskusikan sifat dari hewan yang mereka dapat. (kemungkinan hewan
lain: koala, gorilla, kalkun, burung hantu, singa, kanguru, kura-kura, kakatua,
merak, burung onta, atau hewan lain yang unik).
Pergi
– katakan: sekarang kita akan berdiskusi dalam beberapa menit [masukkan sebuah
topik debat yang terkini dan berkaitan dengan komunitasmu]. Ketika kita membahas topic ini, gunakan
karakteristik dari setiap hewan pada kartumu. Berikan tanggapan terhadap
topik itu. Pimpinlah dan tanyakan pertanyaan jika mungkin untuk menjaga
percakapan terus berlanjut.
Tanya
Jawab – Tanyakan: bagaimana berbicara menggunakan karakteristik hewan dapat
menolong atau membatasi kemampuanmu untuk memberikan pendapat? (orang-orang tidak
mau mendengarkanku. Orang-orang ingin mendengarkan aku) kemampuanmu untuk mendengarkan maksud orang lain? (saya merasa
sepertinya saya sangat sibuk membela diri daripada mendengarkan yang lain. Saya
mengijinkan orang lain untuk menguasai percakapan.) bagaimana perasaanmu ketika menggunakan karakter hewan? (lebih
mudah dibandingkan ketika menjadi diriku sendiri. Sulit menjadi sangat
agresif.) dengan cara apakah engkau menemukan
atau tidak menemukan kesamaan atau perbedaan dengan karakter hewan yang engkau
dapat? (saya tidak kasar, baik, agresif, pasif, dll.) Pikirkan orang-orang yang gaya berbicaranya sesuai dengan beberapa karakter
hewan yang kita coba hari ini. Bagaimana perasaanmu dan orang-orang lain
terhadap orang-orang seperti itu? (didiamkan, tidak dianggap, baik,
didengarkan, diterima) Hewan manakah
yang menurutmu memiliki cara berkomunikasi yang paling baik dan mengapa? (jawaban
sangat bervariasi) apa yang hal ini
katakan mengenai gaya berkomunikasimu dan gaya mendengarmu? (saya perlu
merendahkan suara saya; lebih banyak mengeluarkan pendapat; lebih banyak
mendengarkan)
Katakan:
salah satu ayat Alkitab dari pelajaran minggu ini adalah di Yakobus 1:19. Mintalah seorang
sukarelawan untuk mencari dan membacanya dengan suara kencang. Hari ini kita akan mempelajari lebih dalam
mengenai bagaimana melakukan apa yang dikatakan dalam ayat ini.
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Ceritanya mengenai “seorang
petani yang ingin membeli kakatua. Dia pergi ke sebuah toko hewan peliharaan
dan mengatakan kepada penjualnya apa yang diinginkannya.
“Aku punya apa yang
engkau pikirkan” kata pemilik toko itu. Kemudian dia pergi ke bagian belakang
ruangan dan datang dengan seekor burung hantu. “Ini adalah seekor burung yang
bagus,” katanya.
“Burung hantu itu
duduk bertengger di sebatang kayu dan menatap, hanya menatap. “Tetapi apakah dia
akan belajar berbicara?” tanya pembeli yang terkesima.
“Tentu saja,’ kata
pemilik toko. ‘Engkau
hanya perlu bersabar dan terus berbicara kepadanya.’
“Jadi si petani
membeli burung hantu itu dan senang dengan pembeliannya. Beberapa minggu
kemudian kedua orang itu bertemu lagi dan pemilik toko itu bertanya, ‘Jadi bagaimana
dengan kakatuamu? Apakah dia sudah berbicara?”
“Tidak,” kata petani
itu, “Dia
tidak berbicara, tetapi dia sungguh mengerti bagaimana caranya mendengarkan”. –
pendeta Hermann
Wilmm, dalam Paul Lee Tan, Encylopedia of 15,000 illustrations: signs of the
times. Copyright © 1998 Paul Tan Lee. All rights reserved. Database © 1998
NavPress Software.
Tanya
Jawab – Tanyakan: dengan cara yang bagaimanakan burung hantu itu mendengarkan
dengan baik? (dia tidak
berbicara. Dia berdiam diri.) apakah
hanya dengan berdiam diri kita bisa mendengarkan dengan baik? (Tidak, engkau
harus memahami apa yang orang lain coba katakan. Terkadang engkau harus
mengatakan sesuatu—bertanya atau sesuatu) hubungan
yang bagaimanakah yang terbentuk antara burung hantu dan petani itu?(tidak
ada; orang itu bahkan tidak menyadari bahwa burung hantu itu bukanlah kakatua.)
Katakan:
Sangat jelas dapat kita lihat bahwa mendengar dengan seksama membutuhkan
sesuatu yang lebih dari hanya sekedar menutup mulut kita dan membiarkan orang
lain berbicara.
4.
Hubungkan
A.
Hubungan dengan Kerajaan
Tanyakan:
siapakah yang lebih mempengaruhimu dalam hidup ini? Orang-orang yang seringnya
banyak bicara atau mereka yang mendengarkanmu? (doronglah siswa untuk
membagikan contoh, pengalaman).
Katakan:
mendengarkan adalah satu dari kemampuan terbesar yang dapat dimiliki agen
kerajaan Allah. Mendengarkan dengan baik tidak dapat terjadi begitu saja. Itu
adalah kemampuan yang perlu dilatih dan diasah setiap waktu. Yakobus 1:19
mengatakan kepada kita untuk cepat mendengar dan lambat berbicara. (jika engkau belum
melakukannya, mintalah seorang sukarelawan untuk mencari dan membaca ayat itu
dengan suara yang keras). Tanyakan:
bagaimana kita menjadi cepat untuk mendengar? Berikut adalah beberapa saran
untuk digunakan ketika orang lain sedang berbicara (jadi kemampuan
mendengar kita akan lebih baik daripada si burung hantu).
Bagikan konsep di bawah ini dengan
kata-katamu sendiri. Ide-ide selalu diingat jika mereka ditulis juga
disebutkan. Tuliskan daftar ini di papan tulis ketika engkau menyebutkannya.
- Kesampingkan perasaanmu, prasangkamu, argumenmu, keinginan untuk mempengaruhi, dan ide-ide prasangka.
- Fokus. Jangan melamun, atau jangan biarkan pikiranmu berkelana, jangan berlatih apa yang yang akan engkau katakan nanti, jangan biarkan dirimu beralih perhatian atau melihat sebuah kesempatan untuk masuk ke dalam percakapan.
- Jangan menginterupsi – kecuali engkau butuh sebuah klarifikasi singkat atau engkau melihat ada api.
- Mendengarkan dan memperhatikan emosi yang muncul. 93% dari pesan tersampaikan lewat cara ini.
Tentu saja engkau harus tahu kapan melakukan
hal-hal ini. Hal-hal ini dapat dilakukan dengan latihan, tetapi yang lebih
penting lagi, mereka muncul dari mendengarkan –akan Roh Kudus. Sebelum engkau
mendengarkan manusia dengan baik, engkau harus terbuka terhadap Roh Kudus yang
mengungkap bagimu prasangka-prasangkamu, menolongmu tetap fokus, dan mengetahui
kapan mengklarifikasi dan bagaimana membaca emosi-emosi. Doa dan membaca Firman
Tuhan membuka hati kita dan pikiran untuk kebutuhan akan mereka disekeliling
kita. Hanya setelah engkau melakukan kedua hal ini engkau dapat “cepat untuk
mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah”
(Yakobus 1:19).
B.
Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Minta
seseorang sebelumnya untuk membaca atau mengatakan cerita pada bagian hari
Sabat.
Tanya
jawab- Tanyakan: apa yang perdana menteri itu lakukan? (dia benar-benar
mendengarkan penuh perhatian dan mengerti apa yang menjadi masalah sebenarnya
dari raja. Dia mengerti penderitaan dan sakit yang raja rasakan. Dia
menggunakan ancaman dari raja untuk memotivasi dirinya sendiri untuk menemukan
jalan keluar yang positif.) Mengapa ia
melakukan apa yang telah ia lakukan? (untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Dia ingin menyenangkan raja. Dia ingin menyelesaikan masalah yang serius). Bagaimana kita bisa menjadi seperti perdana
menteri terhadap teman-teman kita dan keluarga kita? (dengarkan apa yang mereka benar-benar
ingin katakan, jangan kecewa dengan bagaimana mereka mengatakannya, jangan
tersinggung dengan apa yang mereka katakan).
Katakan:
untuk mendengar dengan baik, kita harus mengesampingkan kemarahan dan keinginan
orang-orang untuk mendengarkan apa yang mereka benar-benar butuhkan.
C.
Hubungan dengan Kehidupan
Berikan
skenario ini:
Engkau sangat
ingin bersama dengan teman-temanmu, tetapi tidak ada satupun yang bisa
mengantarkanmu ke sekolah di mana setiap orang sedang berkumpul. Engkau
merengek, menangis, membuat keributan, bersungut-sungut, membanting pintu, dan
mencoba mendiamkan semua anggota keluarga, tetapi tak ada satupun
yang akan mengantarmu. Engkau mempersalahkan setiap orang karena membencimu dan
menghancurkan hidupmu. Beberapa saat kemudian kakak laki-lakimu berbisik dengan
kesal, “Diam,
papa dan mama kehilangan pekerjaan mereka hari ini.” Engkau merasa sangat jahat
karena telah bersikap seperti tadi. Pelajaran apa yang dapat engkau ambil dari
sini? (ciptakan sebuah diskusi).
Katakan:
Kitab Amsal memiliki banyak hal luar biasa yang
dikatakan sehubungan dengan respon kita terhadap hal-hal yang kelihatannya
tidak sesuai dengan rencana kita. Mari kita baca beberapa dari ayat-ayat tersebut.
Mintalah
siswa mencari dan membaca Amsal
12:13-16, 18, 23; 18:2, 6, 7, 13, 19-21; 19:2, 11, 20, 27.
Katakan:
kata-kata yang sulit bukan? Tidak ada satupun yang ingin dipanggil orang bodoh, tetapi
kita tidak perlu menjadi hamba terhadap perilaku kita yang bodoh (berdosa).
Allah telah menjanjikan kepada kita
bahwa Dia akan menolong kita mengatasi kecenderungan kita untuk bereaksi
daripada mengamati dan mendengarkan. Mari kita baca beberapa janji tersebut. Mintalah siswa
membaca Amsal 19:20 dan Mazmur 141:3.
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Bagilah siswa
berpasangan.
Katakan:
dengan pasanganmu saya ingin engkau membuat sebuah percakapan di mana salah
satu dari kalian berbicara dan yang lain mendengarkan. Yang berbicara boleh
mengatakan apapun yang ia pikirkan. Yang mendengarkan akan mendengar dan
mengamati yang berbicara. Perhatikan apa yang orang itu rasakan mengenai topik
pembicaraan, apakah mereka tertarik atau tidak tertarik, apakah mereka
benar-benar mengatakan apa yang mereka rasakan atau menyembunyikan sesuatu,apa
hasil yang mereka inginkan sehubungan dengan subjek percakapan, bahasa tubuh
yang bagaimana atau nada suara yang bagaimana yang mereka gunakan (tinggi,
rendah, gemetar, marah, panik). Engkau memililki sekitar 5 menit untuk berbicara.
Saya akan memberitahu kalian kapan kalian harus berhenti. Berikan siswa 3
sampai 5 menit untuk bergantian. (tulislah daftar hal-hal yang harus
diperhatikan oleh pengamat)
Katakan:
sekarang gantilah peran dan ulangi latihan ini.
Tanya
jawab – Tanyakan: apa yang engkau dengar yang dikatakan oleh temanmu? (tanyakan
temannya; apakah itu maksudmu?) bagaimana
perasaan temanmu mengenai topik ini? (gembira, bosan) bagaimana engkau mengetahuinya? (mata yang bersinar dan terbuka
lebar, tidak melihat kepada saya) bagaimanakah
suaranya terdengar? (gembira, nyaring, keras, bergumam) bagaimana ia duduk? (postur yang tegak,
di ujung kursi, membungkuk).
Tanyakan:
hal apa yang paling sulit ketika menjadi seorang yang berbicara? (memikirkan
sesuatu untuk dikatakan. Membiarkan orang lain mengetahui apa yang benar-benar
saya rasakan). Sebagai pendengar? (mencoba
untuk benar-benar tertarik dengan apa yang orang lain katakan. Tetap fokus.
Tidak tertawa). Hal-hal apa sajakah yang harus engkau lakukan agar tetap
tertarik dengan apa yang dikatakan temanmu? (tidak mempedulikan teman-teman
dan orang lain. Tidak memikirkan hal apapun. Berpura-pura tertarik. Melihat
orang yang berbicara).
Katakan:
seperti perdana menteri raja, terkadang engkau harus melewati/menyampingkan
kata-kata untuk memahami apa yang orang lain katakan. Hanya 7 % dari apa yang
dikatakan dikomunikasikan lewat kata-kata. Mendengarkan dengan baik berarti
membaca emosi, bahasa tubuh, dan nada suara untuk mendapatkan pesan yang
sebenarnya.
B.
Aktivitas Aplikasi
Bagikan materi
“apa maksud mereka sebenarnya”. Mintalah siswa bekerja dalam kelompok yang
terdiri dari 3 atau 4 orang dan bekerja sama untuk menyelesaikannya. Ketika
setiap orang telah selesai mintalah mereka melaporkannya di kelas.
Tanya
jawab – katakan: mendengarkan dengan baik sering dimulai dengan bagaimana kita
bereaksi terhadap orang lain. Ketika orang-orang sangat bergembira, berteriak,
dan mengerutkan kening, sebuah zat bernama adrenalin mengalir ke seluruh tubuh
mereka. Zat itu
mengubah seluruh atmosfer di sekeliling mereka. Mereka menjadi bagian dari apa
yang disebut “fight or flight syndrome”
(sindrom menyerang atau lari). Jika mereka tidak lari, mereka akan menjadi
siap untuk menyerang secara fisik atau verbal. Mereka tidak hanya mendapatkan
kekecewaan, mereka mungkin akan memberikan pengaruh yang sama terhadapmu. Cara
mereka bertindak akan mempengaruhi kemampuanmu untuk mendengarkan mereka. Dan
itulah mengapa Allah dalam kebijaksanaan-Nya berkata, “Cepat untuk
mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah”. Ketika
seseorang tidak dapat mengontrol dirinya, dengan karunia Allah kita dapat
menolong membentuk kedamaian melalui cara kita merespon mereka.
Pertanyaan
Aplikasi
1. Mengapa mendengarkan dengan
baik merupakan hal yang sangat penting?
2. Daftarkan tiga hal penting
yang engkau harus lakukan agar dapat mendengarkan dengan baik!
3. Apa hal yang tidak boleh
engkau lakukan ketika orang lain sedang berbicara?
4. Apa lagi yang perlu engkau
perhatikan selain kata-kata orang tersebut?
5. Gambarkan percakapanmu yang
baru terjadi yang berjalan dengan kurang baik dan katakan apa yang seharusnya
engkau bisa lakukan untuk menolong percakapan itu lebih baik?
6. Apakah cara terbaik untuk
memulai sebuah percakapan yang sulit? Berikan sebuah contoh!
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Sebuah peribahasa dari sebuah sumber
yang tidak diketahui berkata, “Kita
diberikan dua telinga tetapi hanya satu mulut.” Allah tahu bahwa mendengarkan
lebih sulit dua kali lipat daripada berbicara. Mendengarkan dengan seksama
mungkin adalah salah satu hal tersulit yang kita pernah lakukan, tetapi hal itu
juga merupakan hal terpenting yang bisa kita lakukan sebagai anggota keluarga
dan komunitas dan sebagai keluarga Allah.
Mendengarkan dengan seksama adalah
sebuah kemampuan yang, sebagaimana telah kita lihat hari ini, dapat dilatih.
Itu harus dilatih bagi kesuksesan kita di masa depan baik di sekolah maupun
karier. Bahkan yang lebih penting, kita harus berlatih mendengarkan dengan
baik, karena dunia sedang bergantung kepada anggota kerajaan Allah untuk
mendengarkan dan merespon kepada kebutuhan-kebutuhan mereka.
Untuk Pelajaran 7
Materi ini untuk
Aktivitas Aplikasi
|
Materi
Siswa
Mendengarkan
Dengan Seksama (19 Mei 2012)
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
RAJA YANG MENCINTAI
KARPET
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Pada zaman dahulu kala, hiduplah
seorang raja yang tidak pernah menggunakan sepatu. Dia selalu membuat kakinya
memar dan mengosok-gosok kakinya. Suatu hari, putus asa dengan masalah kakinya
ini, dia berkata pada perdana menteri yang paling ia percaya dan memerintah: “Saya ingin engkau menaruh
karpet di seluruh kerajaan pada keesokan pagi, atau saya potong kepalamu!”
Perdana menteri yang malang itu
terjaga malam itu dan berpikir mengenai tugas yang tidak mungkin ini, dan
mengetahui dengan baik bahwa dia akan kehilangan kepalanya besok pagi.
Tiba-tiba, sesaat ketika matahari mulai terbit, ketakutannya berubah menjadi
sukacita. Dia memiliki sebuah ide. Terbangun dari tempat tidurnya, dia berlari
ke ruang karpet kerajaan.
Ketika raja terbangun keesokan
paginya dia melompat dari tempat tidurnya dan cepat-cepat ke jendela istananya
untuk melihat kerajaannya yang ditutupi oleh karpet. Ketika melihat tidak satu
incipun karpet di kerajaannya, dia mulai berteriak memanggil perdana
menterinya, meraung dengan serampangan, “Perdana menteri, di mana
perdana menteriku? Aku mau kepalanya!”
Tepat pada saat itu sang perdana
menteri masuk di pintu kerajaan dengan menggenggam sepasang benda yang sangat
aneh di tangannya. “Yang
mulia, sudilah kiranya yang mulia mencoba ini dahulu” dia memohon. Sang raja
setuju, dan dalam sekejab mata saja terpasang sepasang sandal karpet pertama di
dunia di kaki raja.
Seketika itu juga kemarahan raja
berubah menjadi hal yang menggembirakan. Berjalan mengelilingi ruangan dengan
kelembutan karpet terbaik di kerajaan itu di bawah kakinya, yang dapat ia
lakukan adalah tersenyum di setiap langkah kakinya.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Sheilah dan ibunya selalu
bertengkar. Ibu Sheilah akan mengatakan sesuatu, dan Sheilah akan bereaksi
dengan menggertaknya,”Engkau
selalu ikut campur dalam masalahku.” Terkadang Sheilah akan memutar matanya dan
mengembuskan napas panjang, atau tidak mempedulikan ibunya. Ibu Sheilah kadang
menjawab dengan berkata,”Karena engkau tidak pernah mendengarkanku”. Lalu
Sheilah akan mengertakan giginya atau pergi ke ruangannya. Keduanya frustasi.
Apa yang dapat dilakukan masing-masing mereka untuk membuat hal-hal menjadi
lebih baik diantara mereka?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Hanya dengan mendengarkan
engkau dapat belajar, dan saya tidak pernah ingin berhenti belajar.” – Drew
Barrymore.
Ø “Jadi ketika
engkau mendengarkan seseorang, sepenuhnya, penuh perhatian, kemudian engkau
tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga perasaan yang disampaikan,
secara keseluruhan, tidak hanya sebagian.” Jiddu Krishnamurti, Theosofis (orang yang mempelajari filsafat
agama dan teori tentang Allah) dari India timur abad 20.
Ø “Lawan kata dari
berbicara bukanlah mendengarkan. Lawan katanya dari berbicara adalah menunggu”
– Fran Lebowtiz, pelawak dan penulis U.S saat ini.
Ø “Pemikirannya sangat
lamban. Kata-katanya sangat sedikit dan tidak pernah tersusun indah. Tetapi dia
adalah sukacita bagi semua teman-temannya, engkau harus mendengarkannya
MENDENGAR DENGAN SEKSAMA.’” Anonim.
Ø “Keindahan alami
adalah ketika memiliki lidah yang berbicara kepada kita tanpa berhenti….
Telinga yang menyimak yang dapat mendengarkan dan memahami komunikasi Allah
melalui hal-hal yang alami.” - Ellen G.
White, pendiri gereja dan penulis penginspirasi abad 19.
Ø “Seekor burung hantu
tua yang bijak duduk di pohon Ek. Semakin lama dia
duduk, semakin jarang ia berbicara. Semakin jarang ia berbicara, semakin banyak
ia mendengar. Mengapa kita tidak bisa menjadi seperti burung tua yang bijak
itu?” – anonim.
Ø “Pada saat seperti
ini, ketika aku terjebak di ruangan kedap
udara di mana tak ada udara dengan seorang dari Betelgeuse yang hampir mati
karena sesak napas di dalam ruang itu, hal itu membuatku benar-benar
mengharapkan betapa aku ingin mendengar apa yang ibuku katakan ketika aku masih
kecil,” “mengapa, apa yang dia katakan kepadamu?” “Saya tidak tahu,
saya kan tidak dengar!” – dari film The
Hitchhiker’s guide to the galaxy.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Pernahkah
engkau memperhatikan bahwa kita mengaplikasikan dua pelajaran ketika kita
mendengarkan dengan seksama? Menurutmu mengapa?
Pikirkan
hal ini: “Kita diberikan dua telinga tetapi satu mulut. Allah tahu bahwa
mendengarkan dengan seksama lebih sulit dua kali lipat dibandingkan berbicara.”
Mendengarkan itu sulit, tidak hanya itu, mendengarkan dengan seksama lebih
sulit lagi – mungkin salah satu hal yang paling sulit yang kita pernah lakukan.
Tetapi itu juga adalah salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan ketika
kita menjadi dewasa dan bertumbuh.
Kemampuan
yang sama kita gunakan dalam dunia nyata, kita membawa dunia rohani kita dalam
perjalanan kita dengan Allah. Kita perlu untuk belajar mengesampingkan
halangan-halangan dan ide-ide prasangka dan membiarkan Allah berbicara kepada
kita lewah Alkitab, buku-buku yang baik dan musik (dan penuntun belajar alkitab
ini), dan umat Allah. Kemampuan yang sama juga akan dibutuhkan ketika kita
berusaha untuk memberitahu orang lain mengenai Allah. Pertama kita perlu
mendengarkan apa yang mereka pikirkan. Kemudian kita bisa membingkai apa yang
kita katakan agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Kemampuan mendengarkan
dengan seksama mempengarhui setiap orang untuk hidup kekal.
Rabu
Tuhan berkata…
Ø Yakobus
1:19
Ø Amsal
10:19
Ø Amsal
17;19
Ø Amsal
12:13-23
Ø Amsal
18: 2-13
Ø Amsal
19:2-27
Ø Mazmur
141:3
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pernahkah
engkau mempertanyakan mengapa setiap percakapan dengan orangtuamu atau saudara
kandungmu cenderung menjadi sebuah argumen? Itu bisa jadi karena engkau terlalu
serius! Mainkan sebuah permainan dengan dirimu sendiri yaitu “apa yang mereka
maksud sebenarnya”. Tulislah percakapan yang berjalan buruk pada beberapa hari
yang lalu dan carilah cara bagaimana engkau dapat bereaksi untuk membuat
situasi lebih baik. Pikirkan mengenai apa yang orang lain ingin katakan atau
maksudkan tidak hanya melalui kata-kata mereka tetapi juga melalui nada suara
dan ekspresi wajah. Inilah caranya engkau bermain.
Contoh
1.
Saudara
perempuanmu (engkau berbagi kamar) berkata kepadammu sebelum tidur: “engkau seorang
pemalas. Engkau selalu melempar baju-bajumu di lantai dan tidak pernah
memungutnya. Tidak ada satu orangpun yang mau sekamar denganmu”.
Ketika bermain permainan ini,
engkau bisa berkata: apa
yang dia maksud sebenarnya adalah: ketika engkau melempar pakaianmu ke lantai
setelah engkau pulang sekolah dan tidak mengambilnya lagi, saya merasa frustasi
dan merasa bahwa saya adalah satu-satunya orang yang ingin menjaga ruangan ini tetap
rapi. Ketika teman-temanku datang saya merasa malu atas keadaan ruangan kita”.
Contoh
2.
Saudara
laki-lakimu berkata padamu: “engkau tidak pernah memperhatikanku. Engkau selalu
bermain dengan teman-temanmu.”
Ketika bermain permainan ini,
engkau bisa berkata: apa
yang dia maksud sebenarnya adalah: “ketika engkau bermain catur bersama
teman-temanmu setelah saya mengajakmu bermain bola bersamaku, saya merasa
ditinggalkan. Saya merasa seperti engkau tidak ingin menghabiskan waktu bermain
bersamaku lagi”
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Kembalilah ke pelajaran hari kamis
untuk menyegarkan ingatanmu mengenai permainan “apa maksud mereka sebenarnya”.
Terus
ikuti perkembangan usahamu untuk mendengarkan dengan seksama “diantara dua
garis” dan dengarkan apa yang teman-temanmu dan atau keluargamu benar-benar
katakan tengtangmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar