Mendengarkan
Dengan Seksama (19 Mei 2012)
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
RAJA YANG MENCINTAI
KARPET
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Pada zaman dahulu kala, hiduplah
seorang raja yang tidak pernah menggunakan sepatu. Dia selalu membuat kakinya
memar dan mengosok-gosok kakinya. Suatu hari, putus asa dengan masalah kakinya
ini, dia berkata pada perdana menteri yang paling ia percaya dan memerintah: “Saya ingin engkau
menaruh karpet di seluruh kerajaan pada keesokan pagi, atau saya potong
kepalamu!”
Perdana menteri yang malang itu
terjaga malam itu dan berpikir mengenai tugas yang tidak mungkin ini, dan
mengetahui dengan baik bahwa dia akan kehilangan kepalanya besok pagi.
Tiba-tiba, sesaat ketika matahari mulai terbit, ketakutannya berubah menjadi
sukacita. Dia memiliki sebuah ide. Terbangun dari tempat tidurnya, dia berlari
ke ruang karpet kerajaan.
Ketika raja terbangun keesokan
paginya dia melompat dari tempat tidurnya dan cepat-cepat ke jendela istananya
untuk melihat kerajaannya yang ditutupi oleh karpet. Ketika melihat tidak satu
incipun karpet di kerajaannya, dia mulai berteriak memanggil perdana
menterinya, meraung dengan serampangan, “Perdana menteri, di mana
perdana menteriku? Aku mau kepalanya!”
Tepat pada saat itu sang perdana
menteri masuk di pintu kerajaan dengan menggenggam sepasang benda yang sangat
aneh di tangannya. “Yang
mulia, sudilah kiranya yang mulia mencoba ini dahulu” dia memohon. Sang raja
setuju, dan dalam sekejab mata saja terpasang sepasang sandal karpet pertama di
dunia di kaki raja.
Seketika itu juga kemarahan raja
berubah menjadi hal yang menggembirakan. Berjalan mengelilingi ruangan dengan
kelembutan karpet terbaik di kerajaan itu di bawah kakinya, yang dapat ia
lakukan adalah tersenyum di setiap langkah kakinya.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Sheilah dan ibunya selalu
bertengkar. Ibu Sheilah akan mengatakan sesuatu, dan Sheilah akan bereaksi
dengan menggertaknya,”Engkau
selalu ikut campur dalam masalahku.” Terkadang Sheilah akan memutar matanya dan
mengembuskan napas panjang, atau tidak mempedulikan ibunya. Ibu Sheilah kadang
menjawab dengan berkata,”Karena engkau tidak pernah mendengarkanku”. Lalu
Sheilah akan mengertakan giginya atau pergi ke ruangannya. Keduanya frustasi.
Apa yang dapat dilakukan masing-masing mereka untuk membuat hal-hal menjadi
lebih baik diantara mereka?
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Senin
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Hanya dengan mendengarkan
engkau dapat belajar, dan saya tidak pernah ingin berhenti belajar.” – Drew
Barrymore.
Ø “Jadi ketika
engkau mendengarkan seseorang, sepenuhnya, penuh perhatian, kemudian engkau
tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga perasaan yang disampaikan,
secara keseluruhan, tidak hanya sebagian.” Jiddu Krishnamurti, Theosofis (orang yang mempelajari filsafat
agama dan teori tentang Allah) dari India timur abad 20.
Ø “Lawan kata dari
berbicara bukanlah mendengarkan. Lawan katanya dari berbicara adalah menunggu”
– Fran Lebowtiz, pelawak dan penulis U.S saat ini.
Ø “Pemikirannya sangat
lamban. Kata-katanya sangat sedikit dan tidak pernah tersusun indah. Tetapi dia
adalah sukacita bagi semua teman-temannya, engkau harus mendengarkannya
MENDENGAR DENGAN SEKSAMA.’” Anonim.
Ø “Keindahan alami
adalah ketika memiliki lidah yang berbicara kepada kita tanpa berhenti….
Telinga yang menyimak yang dapat mendengarkan dan memahami komunikasi Allah
melalui hal-hal yang alami.” - Ellen G.
White, pendiri gereja dan penulis penginspirasi abad 19.
Ø “Seekor burung hantu
tua yang bijak duduk di pohon Ek. Semakin lama dia
duduk, semakin jarang ia berbicara. Semakin jarang ia berbicara, semakin banyak
ia mendengar. Mengapa kita tidak bisa menjadi seperti burung tua yang bijak
itu?” – anonim.
Ø “Pada saat seperti
ini, ketika aku terjebak di ruangan kedap
udara di mana tak ada udara dengan seorang dari Betelgeuse yang hampir mati
karena sesak napas di dalam ruang itu, hal itu membuatku benar-benar
mengharapkan betapa aku ingin mendengar apa yang ibuku katakan ketika aku masih
kecil,” “mengapa, apa yang dia katakan kepadamu?” “Saya tidak tahu,
saya kan tidak dengar!” – dari film The
Hitchhiker’s guide to the galaxy.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Pernahkah
engkau memperhatikan bahwa kita mengaplikasikan dua pelajaran ketika kita
mendengarkan dengan seksama? Menurutmu mengapa?
Pikirkan
hal ini: “Kita diberikan dua telinga tetapi satu mulut. Allah tahu bahwa
mendengarkan dengan seksama lebih sulit dua kali lipat dibandingkan berbicara.”
Mendengarkan itu sulit, tidak hanya itu, mendengarkan dengan seksama lebih
sulit lagi – mungkin salah satu hal yang paling sulit yang kita pernah lakukan.
Tetapi itu juga adalah salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan ketika
kita menjadi dewasa dan bertumbuh.
Kemampuan
yang sama kita gunakan dalam dunia nyata, kita membawa dunia rohani kita dalam
perjalanan kita dengan Allah. Kita perlu untuk belajar mengesampingkan
halangan-halangan dan ide-ide prasangka dan membiarkan Allah berbicara kepada
kita lewah Alkitab, buku-buku yang baik dan musik (dan penuntun belajar alkitab
ini), dan umat Allah. Kemampuan yang sama juga akan dibutuhkan ketika kita
berusaha untuk memberitahu orang lain mengenai Allah. Pertama kita perlu
mendengarkan apa yang mereka pikirkan. Kemudian kita bisa membingkai apa yang
kita katakan agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Kemampuan mendengarkan
dengan seksama mempengarhui setiap orang untuk hidup kekal.
Rabu
Tuhan berkata…
Ø Yakobus
1:19
Ø Amsal
10:19
Ø Amsal
17;19
Ø Amsal
12:13-23
Ø Amsal
18: 2-13
Ø Amsal
19:2-27
Ø Mazmur
141:3
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pernahkah
engkau mempertanyakan mengapa setiap percakapan dengan orangtuamu atau saudara
kandungmu cenderung menjadi sebuah argumen? Itu bisa jadi karena engkau terlalu
serius! Mainkan sebuah permainan dengan dirimu sendiri yaitu “apa yang mereka
maksud sebenarnya”. Tulislah percakapan yang berjalan buruk pada beberapa hari
yang lalu dan carilah cara bagaimana engkau dapat bereaksi untuk membuat
situasi lebih baik. Pikirkan mengenai apa yang orang lain ingin katakan atau
maksudkan tidak hanya melalui kata-kata mereka tetapi juga melalui nada suara
dan ekspresi wajah. Inilah caranya engkau bermain.
Contoh
1.
Saudara
perempuanmu (engkau berbagi kamar) berkata kepadammu sebelum tidur: “engkau seorang
pemalas. Engkau selalu melempar baju-bajumu di lantai dan tidak pernah
memungutnya. Tidak ada satu orangpun yang mau sekamar denganmu”.
Ketika bermain permainan ini,
engkau bisa berkata: apa
yang dia maksud sebenarnya adalah: ketika engkau melempar pakaianmu ke lantai
setelah engkau pulang sekolah dan tidak mengambilnya lagi, saya merasa frustasi
dan merasa bahwa saya adalah satu-satunya orang yang ingin menjaga ruangan ini tetap
rapi. Ketika teman-temanku datang saya merasa malu atas keadaan ruangan kita”.
Contoh
2.
Saudara
laki-lakimu berkata padamu: “engkau tidak pernah memperhatikanku. Engkau selalu
bermain dengan teman-temanmu.”
Ketika bermain permainan ini,
engkau bisa berkata: apa
yang dia maksud sebenarnya adalah: “ketika engkau bermain catur bersama
teman-temanmu setelah saya mengajakmu bermain bola bersamaku, saya merasa
ditinggalkan. Saya merasa seperti engkau tidak ingin menghabiskan waktu bermain
bersamaku lagi”
Jumat
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Kembalilah ke pelajaran hari kamis
untuk menyegarkan ingatanmu mengenai permainan “apa maksud mereka sebenarnya”.
Terus
ikuti perkembangan usahamu untuk mendengarkan dengan seksama “diantara dua
garis” dan dengarkan apa yang teman-temanmu dan atau keluargamu benar-benar
katakan tengtangmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar