Selasa, 15 Mei 2012

Real Time Faith-7-ll-2012-Siswa


Mendengarkan Dengan Seksama (19 Mei 2012)

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________



                   RAJA YANG MENCINTAI KARPET

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang tidak pernah menggunakan sepatu. Dia selalu membuat kakinya memar dan mengosok-gosok kakinya. Suatu hari, putus asa dengan masalah kakinya ini, dia berkata pada perdana menteri yang paling ia percaya dan memerintah: “Saya ingin engkau menaruh karpet di seluruh kerajaan pada keesokan pagi, atau saya potong kepalamu!”
            Perdana menteri yang malang itu terjaga malam itu dan berpikir mengenai tugas yang tidak mungkin ini, dan mengetahui dengan baik bahwa dia akan kehilangan kepalanya besok pagi. Tiba-tiba, sesaat ketika matahari mulai terbit, ketakutannya berubah menjadi sukacita. Dia memiliki sebuah ide. Terbangun dari tempat tidurnya, dia berlari ke ruang karpet kerajaan.
            Ketika raja terbangun keesokan paginya dia melompat dari tempat tidurnya dan cepat-cepat ke jendela istananya untuk melihat kerajaannya yang ditutupi oleh karpet. Ketika melihat tidak satu incipun karpet di kerajaannya, dia mulai berteriak memanggil perdana menterinya, meraung dengan serampangan, “Perdana menteri, di mana perdana menteriku? Aku mau kepalanya!”
            Tepat pada saat itu sang perdana menteri masuk di pintu kerajaan dengan menggenggam sepasang benda yang sangat aneh di tangannya. “Yang mulia, sudilah kiranya yang mulia mencoba ini dahulu” dia memohon. Sang raja setuju, dan dalam sekejab mata saja terpasang sepasang sandal karpet pertama di dunia di kaki raja.
            Seketika itu juga kemarahan raja berubah menjadi hal yang menggembirakan. Berjalan mengelilingi ruangan dengan kelembutan karpet terbaik di kerajaan itu di bawah kakinya, yang dapat ia lakukan adalah tersenyum di setiap langkah kakinya.


            Minggu
          Yang Saya Pikirkan
            Sheilah dan ibunya selalu bertengkar. Ibu Sheilah akan mengatakan sesuatu, dan Sheilah akan bereaksi dengan menggertaknya,”Engkau selalu ikut campur dalam masalahku.” Terkadang Sheilah akan memutar matanya dan mengembuskan napas panjang, atau tidak mempedulikan ibunya. Ibu Sheilah kadang menjawab dengan berkata,”Karena engkau tidak pernah mendengarkanku”. Lalu Sheilah akan mengertakan giginya atau pergi ke ruangannya. Keduanya frustasi. Apa yang dapat dilakukan masing-masing mereka untuk membuat hal-hal menjadi lebih baik diantara mereka?
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Hanya dengan mendengarkan engkau dapat belajar, dan saya tidak pernah ingin berhenti belajar.” – Drew Barrymore.
Ø “Jadi ketika engkau mendengarkan seseorang, sepenuhnya, penuh perhatian, kemudian engkau tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga perasaan yang disampaikan, secara keseluruhan, tidak hanya sebagian.” Jiddu Krishnamurti, Theosofis (orang yang mempelajari filsafat agama dan teori tentang Allah) dari India timur abad 20.
Ø “Lawan kata dari berbicara bukanlah mendengarkan. Lawan katanya dari berbicara adalah menunggu” – Fran Lebowtiz, pelawak dan penulis U.S saat ini.
Ø Pemikirannya sangat lamban. Kata-katanya sangat sedikit dan tidak pernah tersusun indah. Tetapi dia adalah sukacita bagi semua teman-temannya, engkau harus mendengarkannya MENDENGAR DENGAN SEKSAMA.’” Anonim.
Ø Keindahan alami adalah ketika memiliki lidah yang berbicara kepada kita tanpa berhenti…. Telinga yang menyimak yang dapat mendengarkan dan memahami komunikasi Allah melalui hal-hal yang alami.” -  Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis penginspirasi abad 19.
Ø Seekor burung hantu tua yang bijak duduk di pohon Ek.   Semakin lama dia duduk, semakin jarang ia berbicara. Semakin jarang ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak bisa menjadi seperti burung tua yang bijak itu?” – anonim.
Ø Pada saat seperti ini, ketika aku terjebak di ruangan kedap udara di mana tak ada udara dengan seorang dari Betelgeuse yang hampir mati karena sesak napas di dalam ruang itu, hal itu membuatku benar-benar mengharapkan betapa aku ingin mendengar apa yang ibuku katakan ketika aku masih kecil,” “mengapa, apa yang dia katakan kepadamu?” “Saya tidak tahu, saya kan tidak dengar!” – dari film The Hitchhiker’s guide to the galaxy.
Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Pernahkah engkau memperhatikan bahwa kita mengaplikasikan dua pelajaran ketika kita mendengarkan dengan seksama? Menurutmu mengapa?
Pikirkan hal ini: “Kita diberikan dua telinga tetapi satu mulut. Allah tahu bahwa mendengarkan dengan seksama lebih sulit dua kali lipat dibandingkan berbicara.” Mendengarkan itu sulit, tidak hanya itu, mendengarkan dengan seksama lebih sulit lagi – mungkin salah satu hal yang paling sulit yang kita pernah lakukan. Tetapi itu juga adalah salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan ketika kita menjadi dewasa dan bertumbuh.
Kemampuan yang sama kita gunakan dalam dunia nyata, kita membawa dunia rohani kita dalam perjalanan kita dengan Allah. Kita perlu untuk belajar mengesampingkan halangan-halangan dan ide-ide prasangka dan membiarkan Allah berbicara kepada kita lewah Alkitab, buku-buku yang baik dan musik (dan penuntun belajar alkitab ini), dan umat Allah. Kemampuan yang sama juga akan dibutuhkan ketika kita berusaha untuk memberitahu orang lain mengenai Allah. Pertama kita perlu mendengarkan apa yang mereka pikirkan. Kemudian kita bisa membingkai apa yang kita katakan agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Kemampuan mendengarkan dengan seksama mempengarhui setiap orang untuk hidup kekal.



Rabu
Tuhan berkata…

Ø Yakobus 1:19
Ø Amsal 10:19
Ø Amsal 17;19
Ø Amsal 12:13-23
Ø Amsal 18: 2-13
Ø Amsal 19:2-27
Ø Mazmur 141:3




 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pernahkah engkau mempertanyakan mengapa setiap percakapan dengan orangtuamu atau saudara kandungmu cenderung menjadi sebuah argumen? Itu bisa jadi karena engkau terlalu serius! Mainkan sebuah permainan dengan dirimu sendiri yaitu “apa yang mereka maksud sebenarnya”. Tulislah percakapan yang berjalan buruk pada beberapa hari yang lalu dan carilah cara bagaimana engkau dapat bereaksi untuk membuat situasi lebih baik. Pikirkan mengenai apa yang orang lain ingin katakan atau maksudkan tidak hanya melalui kata-kata mereka tetapi juga melalui nada suara dan ekspresi wajah. Inilah caranya engkau bermain.
Contoh 1.
Saudara perempuanmu (engkau berbagi kamar) berkata kepadammu sebelum tidur: “engkau seorang pemalas. Engkau selalu melempar baju-bajumu di lantai dan tidak pernah memungutnya. Tidak ada satu orangpun yang mau sekamar denganmu”.
Ketika bermain permainan ini, engkau bisa berkata: apa yang dia maksud sebenarnya adalah: ketika engkau melempar pakaianmu ke lantai setelah engkau pulang sekolah dan tidak mengambilnya lagi, saya merasa frustasi dan merasa bahwa saya adalah satu-satunya orang yang ingin menjaga ruangan ini tetap rapi. Ketika teman-temanku datang saya merasa malu atas keadaan ruangan kita”.
Contoh 2.
Saudara laki-lakimu berkata padamu: “engkau tidak pernah memperhatikanku. Engkau selalu bermain dengan teman-temanmu.”
Ketika bermain permainan ini, engkau bisa berkata: apa yang dia maksud sebenarnya adalah: “ketika engkau bermain catur bersama teman-temanmu setelah saya mengajakmu bermain bola bersamaku, saya merasa ditinggalkan. Saya merasa seperti engkau tidak ingin menghabiskan waktu bermain bersamaku lagi”

           
            Jumat
          Bagaimana Cara Kerjanya?

            Kembalilah ke pelajaran hari kamis untuk menyegarkan ingatanmu mengenai permainan “apa maksud mereka sebenarnya”.
Terus ikuti perkembangan usahamu untuk mendengarkan dengan seksama “diantara dua garis” dan dengarkan apa yang teman-temanmu dan atau keluargamu benar-benar katakan tengtangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar