Pelajaran
8
Mendengarkan
Dengan Seksama, Bagian 2
Androcles
dan Singa
26
Mei 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Yakobus
1:19,20
Matius
5:13-16
Kisah
Para Rasul 13:47
Roma
1:14-16
I
Korintus 9:19-22
Wahyu
2:7
(Lihat ayat-ayat
tambahan di materi siswa.)
B.
Perihal “Mendengarkan Dengan Seksama, Bagian 2”
Dalam pelajaran minggu lalu
kita telah mempelajari tentang mendengarkan dengan baik. Minggu ini kita akan
berbicara lebih lanjut tentang teknik mendengarkan dan betapa pentingnya itu
dalam menyebarkan Injil.
Kita akan kembali merujuk kepada para
profesional di bidang komunikasi
untuk menjelaskan pentingnya mendengarkan dengan baik. Dalam bidang
komunikasi, istilah untuk mendengarkan dengan baik adalah effective listening. Sedangkan dalam bidang psikologi, disebut active listening.
Effective listening adalah penting
bagi mereka yang ingin atau perlu memahami bagaimana memotivasi dan
mempengaruhi orang lain. Effective
listening juga:
1.
memungkinkan
kita mengontrol perasaan sementara berkonsentrasi untuk mendengarkan apa yang
mereka katakan.
2.
membantu
kita menghindari kesalahpahaman dan salah interpretasi mengenai apa yang orang
lain katakan dan menjelaskan apa yang sebenarnya disampaikan kepada kita.
3.
adalah
penting ketika orang lain memiliki ide atau pengetahuan yang tidak kita miliki.
4.
memungkinkan
kita untuk menangkap ide-ide dan pengetahuan, serta belajar cara-cara baru
dalam melakukan sesuatu.
5.
membantu
kita menyadari dan menghargai kontribusi yang dilakukan orang lain dalam mencapai
tujuan dan sasaran kita.
6.
adalah
penting ketika orang lain menyalahkan kita untuk sesuatu.
Active
listening
adalah penting ketika seseorang meminta saran kita. Active listening:
1.
mencegah kita untuk memberikan solusi yang
kurang tepat pada suatu masalah.
2.
membantu
kita untuk menghindari atau meminimalisasikan konflik.
3.
meyakinkan
kita dalam menyampaikan pendapat saat kita telah benar-benar paham pendapat
orang lain demi kepuasan mereka.
C. Apa Tujuan dari “Mendengarkan Dengan Seksama, Bagian 2”
Sebagai hasil dari
pelajaran ini, kami ingin agar para siswa dapat:
1. Mempelajari teknik active dan effective learning.
2. Mengerti dengan jelas tentang
perlunya mendengarkan sebelum berbicara.
3. Menjawab pertanyaan orang
lain dengan cara berbicara yang baik dan benar, atas hasil dari belajar menjadi
pendengar yang baik.
D.
Alat-Alat yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas
A) gulungan benang, pita, atau senar.
Hubungkan – Buku pegangan/ materi siswa
dan/atau Alkitab.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Menanyakan mereka ayat mana
yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Berikan kesempatan
untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa
untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang
mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun,
kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat
pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai
respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song
Service
Ø Cerita Mision
(cari tautan untuk Adventist Mission for
Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan proyek
pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan
semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi,
dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk
berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Mintalah
siswa untuk mengelompokkan diri lima
sampai tujuh orang.
Siap-siap
– Mengajukan
topik yang provokatif atau kontroversial atau, suatu masalah untuk diselesaikan
dalam diskusi kelas. (Boleh dalam bentuk pertanyaan). Berikan mereka waktu lima menit untuk membuat
daftar solusi.
Pergi
– Berikan
satu orang dalam setiap kelompok gulungan benang, pita, atau senar. Orang
pertama yang berbicara memegang gulungan tersebut dan akan mengopernya kepada orang
yang selanjutnya berbicara, dan seterusnya. Setelah mereka selesai, minta
mereka memeriksa pola benang yang tercipta oleh urutan orang-orang yang
berbicara.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apakah ada satu orang yang berbicara lebih dari yang lain?
Apakah ada orang yang tidak berbicara sama sekali? Mengapa hal ini bisa
terjadi?
(Ada yang
pemalu, orang yang sering berbicara tidak memberikan yang lain kesempatan, tidak
punya cukup waktu.) Akan seperti apakah
pola gulungan benang tersebut jika para pendengarlah yang mendapatkan gulungan
dan bukan pembicara? (Kami akan menggunakan lebih banyak / lebih sedikit
benang.) Apakah peran para pendengar,
jika ada? (Mereka secara diam-diam menyemangati pembicara. Mereka tidak
membantu sama sekali.) Bagaimanakah para
pendengar berhubungan dengan pembicara? (Mereka ditangguhkan kepada
pembicara. Mereka menyemangati pembicara melalui komunikasi nonverbal.) Bagaimanakah para pembicara berhubungan
dengan pendengar? (Mereka meyakinkan para pendengar.) Apa yang pola benang ini ungkapkan tentang diskusi dan bagaimana
kelompok kalian tiba pada solusinya? (Ini adalah / bukan upaya bersama.) Mari kita buka dan baca Yakobus 1:19, 20.
Bagaimanakah ayat tersebut berhubungan dengan kegiatan ini?
Katakan:
Hubungan
antara pendengar dan pembicara adalah sesuatu yang sensitif. Agar komunikasi menjadi
efektif, harus ada yang mendengarkan.
Tanyakan:
Apa yang dapat kamu lakukan untuk meyakinkan orang lain bahwa seseorang mendengarkan
hal yang mereka katakan, dan semua orang patut untuk didengarkan? (Ambillah peran
sebagai pendengar sesering mungkin)
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
–
Tempatkan siswa duduk dalam dua baris, saling menghadap satu sama lain.
Siap-siap
–
Mintalah satu baris siswa keluar dari ruangan dan katakan kepada siswa yang
tersisa untuk meniru apapun yang dilakukan oleh orang yang duduk di hadapan
mereka.
Pergi
–
Bawa masuk siswa yang di luar ruangan. Minta mereka untuk menjelaskan kepada
teman yang ada di hadapan mereka kejadian yang memalukan atau lucu yang terjadi
pada mereka atau seseorang yang mereka kenal.
Amati kelas seolah-olah tidak ada hal khusus yang terjadi. Harapkan ada yang tertawa dan / atau
kebingungan dari para siswa.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apa yang begitu lucu? Apa yang kamu rasakan saat orang meniru
segala yang kamu lakukan? (Lucu
dan aneh). Apa rasanya harus meniru
segala gerakan yang orang lain lakukan? (Sulit, karena harus memperhatikan
mereka dengan hati-hati. Kamu bahkan tidak bisa berpikir tentang dirimu
sendiri. Apa arti dari mirroring / meniru? (Memaksa kita
untuk fokus pada orang lain dan mencoba berpikir seperti yang mereka lakukan.) Jika ada, apakah kelemahan mirroring / meniru? (Orang-orang
yang sensitif akan berpikir bahwa kita sedang mengejek mereka). Bagaimana mirroring / meniru dapat digunakan sebagai keterampilan dalam
mendengarkan? (Kita menunjukkan bahwa kita tertarik dan ingin memahami apa
yang orang lain katakan. Kita mengulangi kembali apa yang mereka katakan). Bagaimanakah 1 Korintus 9:19-22 berhubungan
dengan aktifitas ini? Mintalah siswa untuk membuka dan membaca ayat
tersebut, lalu diskusikan.
Katakan:
Bagian
penting dalam mendengarkan adalah dengan menunjukkan bahwa kita tertarik dengan
apa yang mereka katakan, dengan cara menrefleksikan minat mereka kembali.
Tanyakan:
Cara-cara apakah yang telah kita lakukan dalam aktifitas ini? (membungkuk ke
depan, meniru ekspresi wajah orang lain).
Katakan:
Meskipun
dalam aktifitas ini kita menekankan apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan
bahwa kita ingin menjadi pendengar atas apa yang seseorang katakan, berikut
adalah beberapa hal yang harus kita lakukan. (Boleh dicatat di papan tulis.)
1.
Perhatikan
wajah orang itu dan pertahankan kontak mata.
2.
Menjaga
postur tubuh yang terbuka, jangan melipat lengan atau kaki.
3.
Bersandar
ke depan.
4.
Anggukkan
kepala Anda.
5.
Tanpa
menyela, ajukan pertanyaan atau kesimpulan untuk memperjelas apa yang kita
kurang mengerti.
6.
Abaikan
gangguan. Jangan melihat atau menjawab ponsel Anda.
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Ilustrasi 1. Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt
bosan melihat senyuman kosong dari orang banyak dan memutuskan untuk mencari
tahu apakah ada yang memperhatikan apa yang dikatakannya. Ketika orang-orang
datang kepadanya dengan mengulurkan tangan, ia tersenyum lebar dan berkata, “Saya
membunuh nenek saya pagi ini.”
Orang-orang akan secara otomatis menanggapi dengan komentar, “Bagus sekali!” atau
“Lanjutkan pekerjaan baik itu!” Tidak ada satupun yang memperhatikan apa yang
dia katakan, kecuali seorang diplomat asing. Ketika Presiden berkata, “Saya
membunuh nenek saya pagi ini", sang diplomat menyahut lembut, “Aku yakin
dia mengetahuinya." – Richard
Breusch, in Paul Lee Tan, Encyclopedia of 15,000 Illustrations: Sign of the
Times. Copyright © 1998 Paul Lee Tan. All rights reserved. Database © 1998
NavPress Software.
Ilustrasi
2. Ada
bentuk ketulian yang diketahui dokter di mana orang tersebut mampu mendengar
segala sesuatu kecuali kata-kata. Dalam kasus seperti ini, telinga, yang adalah
indera pendengaran, dapat mendengar begitu sempurna sehingga bunyi detik jam
atau nyanyian burung benar-benar dihargai. Namun karena adanya cedera lokal yang
lebih dalam daripada telinga, yaitu dalam otak itu sendiri, penderita tidak
dapat mengerti semua kata-kata yang diucapkan dalam bahasa ibu, seperti mereka
tidak dapat mengerti bahasa asing. "Beri dia buku untuk dibaca dan
dimengerti, tetapi setiap kata yang ditujukan kepadanya melalui telinga akan mencapai
kesadarannya hanya sebagai suara, tidak sebagai sebuah kata.” – W. H. Thomson, in Paul Lee Tan, Encyclopedia
of 15,000 Illustrations: Signs of the Times. Copyright © 1998 Paul Lee Tan. All
rights reserved. Database © 1998 NavPress Software.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Apa yang salah satu atau kedua ilustrasi ini katakan kepada
kita tentang mendengarkan secara efektif – tentang mendengarkan sedemikian rupa
sehingga kita dapat membuat perbedaan di dunia ini, khususnya sebagai wakil
Kerajaan Allah?
(Terima berbagai pendapat dari siswa Anda. Tunjukkan bahwa mendengarkan bukan
hanya masalah menggunakan telinga, juga bukan sesuatu yang kita bisa palsukan).
Minta siswa untuk membuka dan membaca Yakobus 1:19 bersama-sama.
4.
Hubungan
A.
Hubungan dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Wakil-wakil kerajaan Allah harus
bersedia untuk pergi ke mana orang lain takut untuk pergi karena mereka
mempunyai sebuah misi dari Tuhan. Matius 5:13-16 membandingkan orang percaya
dengan garam dan terang. Garam tidak melakukan apapun jika hanya tersimpan di
tempatnya. Garam harus dituang keluar untuk menjadi efektif. Garam memberikan
perubahan rasa pada apa pun yang akan menjadi bagian darinya. Tidak cukup garam,
membuat hambar; terlalu banyak garam membuat makanan tidak dapat dimakan. Jika garam
tidak asin, kita tidak punya alasan untuk membutuhkan garam.
Hal
yang sama, cahaya tidak berguna jika tertutup. Tetapi jika Anda meletakkan
cahaya di tempat gelap, cahaya itu mengusir kegelapan. Kegelapan tidak pernah mampu
mengatasi cahaya.
Orang-orang
Kristen perlu dilibatkan dalam kehidupan orang-orang yang tidak percaya pada
Tuhan, dan membagikan cahaya yang mereka terima atas hasil hidup dalam Roh-Nya.
B.
Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Mintalah
seseorang terlebih dahulu untuk membaca atau menceritakan bagian pelajaran hari
Sabat.
Tanyakan:
Apa hubungan cerita ini dengan mendengarkan? (Androcles harus mengalahkan
rasa takutnya pada singa sebelum ia dapat mendekati si singa dan memahami apa
yang singa itu butuhkan. Dengan cara yang sama kita harus mengatasi ketakutan
kita dan pemikiran yang sudah terbentuk sebelumnya untuk dapat mendengarkan dan
memahami orang lain.) Apa yang terjadi
setelah Androcles membantu singa? (Singa membawanya pulang dan memberinya
makan.) Bagaimana cerita ini berhubungan
dengan hubungan kita dengan orang lain? (Ketika kita mendengarkan orang
lain dan memperhatikan kebutuhan mereka, kita akan menjadi bagian dari dunia
mereka. Dari situlah kita bisa berbagi tentang dunia kita, yaitu Kerajaan
Allah, dengan mereka.)
Bagikan
konsep berikut dalam kata-kata Anda sendiri:
Menjadi pendengar
yang aktif berarti berpartisipasi penuh dalam proses komunikasi. Ini berarti mendengarkan
segala sesuatu yang orang lain harus dan ingin katakan. Hal ini juga berarti
mendengarkan diri sendiri. Kita harus peka terhadap sinyal atau tanda dari tubuh
kita sendiri. Kita harus menyadari dampak dari bahasa tubuh kita dalam proses
komunikasi. Mendengarkan secara aktif melibatkan perhatian pada pesan verbal
dan nonverbal yang Anda kirim ke orang lain.
Ingatkah, minggu
lalu kita telah mempelajari bahwa 93 persen dari komunikasi adalah komunikasi
non-verbal.
Postur tubuh dan perilaku Anda mencerminkan minat Anda. Hal ini dapat ditunjukkan
dalam beberapa cara.
Katakan: Duduk berhadapan satu sama lain lagi. Saya akan
memberikan beberapa perintah dan saya ingin mereka yang duduk di sebelah kanan
saya melakukan apa yang saya katakan. Sedangkan yang di sebelah kiri saya harus
melakukan hal yang sebaliknya:
1.
Duduk menghadap orang lain dengan tepat.
2.
Memperlihatkan postur tubuh terbuka.
3.
Bersandar ke depan sedikit ke arah orang lain.
4.
Lakukan kontak mata yang baik.
5.
Duduklah dengan nyaman dan santai.
Sekarang
beralih dan lakukan yang sebaliknya.
Tanya-jawab
• Tanyakan: Bagaimana rasanya bila seseorang terlihat tertarik dengan Anda secara
non-verbal?
Bagaimana rasanya bila seseorang sepertinya mendorong Anda menjauh secara non-verbal?
Katakan:
Cobalah untuk menunjukkan ketertarikan Anda pada orang lain dengan komunikasi
nonverbal. Sebagai rasul, Paulus berkata dalam Roma 1:14 dan 16, bahwa kita
"diwajibkan" bagi orang-orang yang tidak percaya. Mintalah siswa untuk
membuka dan membaca ayat-ayat tersebut.
C.
Hubungan dengan Kehidupan
CATATAN: Untuk skenario
berikut, gunakanlah deskripsi pakaian yang dianggap aneh di tempat sekitar Anda.
Katakan:
Seorang remaja yang mengenakan pakaian hitam dari atas sampai bawah dan
mempunyai beberapa tindikan, tato, dan rambut yang aneh berjalan di lapangan
sekolah Kristen Anda. Dia tidak tampak mabuk atau habis menggunakan obat
terlarang. Bagaimana Anda mendekatinya?
Jika remaja yang sama tampak mabuk, menggunakan obat terlarang, atau
tampak kasar, apa yang akan atau harus Anda lakukan?
Tanya-jawab •
Biarkan siswa mendiskusikan jawaban mereka atas setiap pertanyaan. (Katakanlah
"Hai." Tanyakan tentang tato atau tindikan atau rambutnya; tanyakan
apakah ia tinggal di lingkungan itu. Jika dia terlihat mabuk, atau habis
menggunakan obat terlarang, atau kasar, dengan cepat menjauh darinya dan
carilah tempat yang aman atau orang dewasa terdekat. Panggil polisi jika ia
tampak di luar kendali.)
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Ada tiga teknik dasar mendengarkan, tapi
hanya satu diantaranya yang benar-benar efektif.
1. Competitive Listening terjadi saat kita
lebih tertaik untuk mengutarakan sudut pandang kita daripada mencoba mengerti
dan mendalami sudut pandang orang lain. Kita akan entah mencari celah untuk
masuk dalam pembicaraan, atau mencari titik kelemahan mereka dimana kita akan
menyerang. Kita berpura-pura mendengar, padahal kita sedang menanti celah,
menyusun pendapat, dan merencanakan untuk menyerang argumen mereka. Banyak
percakapan Yesus dengan orang-orang Farisi adalah contoh dari competitive listening. Mari kita lihat
dalam Markus 2:23-3:6. (Biarkan
siswa membaca cerita tersebut. Diskusikan apa yang orang-orang Farisi katakan
atau lakukan yang menunjukkan bahwa mereka tidak mendengarkan dengan tulus apa
yang Yesus katakan.)
2. Dalam Passive Listening kita
benar-benar tertarik untuk mendengarkan dan mengerti sudut pandang orang lain.
Namun masalahnya adalah kita berasumsi bahwa kita mendengar dan mengerti apa
yang mereka katakan sebetulnya. Kita tidak mau menanyakan kembali kepada sang
pembicara. Salah satu contohnya adalah percakapan Yesus dengan Nikodemus dalam Yohanes 3:1-9. (Mintalah salah satu
siswa untuk membacanya). Nikodemus datang untuk berbicara dengan Yesus tengah
malam dengan dua alasan : karena dia benar-benar tertarik dengan apa yang Yesus
katakan, dan karena dia takut kepada apa yang pemimpin-pemimpin agama Yahudi
akan pikirkan tentang dia. Karena pergumulan hatinya antara jabatannya dengan
apa yang Yesus katakan, Nikodemus tidak langsung bertobat pada saat itu juga,
namun Alkitab mencatat bahwa dia bertobat setelahnya. (Lihat Yohanes 7:50-52 ;
19:38-42)
3. Active Listening adalah
satu-satunya teknik mendengarkan yang paling efektif. Dalam active listening kita ingin memahami apa
yang orang lain katakan, pikirkan, rasakan, dan perlukan. Kita memastikan bahwa
kita mengerti apa yang mereka maksud. Kita akan menjawab setelah kita
benar-benar mengerti, dan kita akan mengulangi apa yang mereka katakan agar
jelas bagi kedua pihak. Percakapan Yesus dengan wanita Samaria dalam Yohanes 4:7-26 contoh active
listening yang baik. Yesus tidak hanya menjawab kata-kata wanita itu,
tetapi juga pada hatinya. Sewaktu wanita Samaria
mencoba untuk mengganti topik pembicaraan, Yesus kembali menekankan bahwa
Dialah Mesias yang wanita itu nantikan.
Bagilah siswa
dalam tiga kelompok. Tugaskan mereka pada tiga metode mendengarkan yang telah
dibahas, dan minta mereka membuat drama singkat untuk mendemonstrasikannya.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Bagaimanakah rasanya menjadi orang yang terlibat pada
metode competitive atau passive listening? (Saya merasa
diserang, tidak didengarkan atau dimengerti) Bagaimana rasanya untuk berbuat seperti itu? (aneh, tidak seperti
saya yang biasa, baik-baik saja.) Pikirkan
suatu waktu dimana Anda berlaku seperti dalam competitive atau passive listening dengan keluarga atau
teman Anda. Apa yang terjadi? Bagaimana kita bisa melakukan hal yang berbeda di
lain waktu? Contoh lain apakah yang terdapat di dalam Alkitab tentang tiga
metode mendengarkan dalam percakapan dengan orang lain atau dengan Yesus?
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Mengapakah mendengarkan
orang-orang non-Kristen sangatlah penting?
2. Hal-hal apakah yang kita
pikirkan akan kita dengar saat berbicara dengan orang-orang non-Kristen?
3. Apakah kira-kira ada pesan
tersembunyi dalam kata-kata mereka?
4. Bahaya apakah, jika ada, yang
bisa timbul dalam pertemanan kita dengan orang-orang yang tidak percaya?
5. Kapankah terakhir kalinya
Anda melakukan percakapan ekstensif dengan orang non-Kristen? Apa yang kalian
bicarakan? Apakah iman Anda atau hubungan Anda dengan iman timbul dalam
pembicaraan? Jika tidak, bagaimanakah Anda dapat membawanya dalam pembicaraan
pada lain waktu?
6.
Penutup
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Perusahaan-perusahaan global seperti
Nike, Pepsi-Cola, Fila, 7-Eleven, BMW, dan Sony dapat berkembang besar karena
mereka memperhatikan pembeli mereka. Perusahaan-perusahaan tersebut
mengeluarkan produk yang cepat dikonsumsi, ketinggalan jaman, atau cepat
berganti dalam waktu yang singkat. Kita, mempunyai lebih banyak hal yang dapat ditawarkan
sebagai wakil-wakil Kerajaan Allah. Dan karena alasan inilah, kita harus
mendengarkan dengan seksama pada orang-orang di sekitar kita.
Pelajaran
Siswa
Mendengarkan
Dengan Seksama, Bagian 2
Androcles
dan Singa
26
Mei 2012
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Androcles dan Singa
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab di
halaman lain?)
Seorang budak bernama Androcles
kabur dari tuannya dan lari ke hutan. Saat dia sedang berjalan menelusuri
hutan, ia menemukan seekor singa terbaring sambil mendesah. Awalnya, dia
berbalik untuk pergi, tapi setelah diperhatikan bahwa singa itu tidak
mengejarnya, dia berbalik mendekati singa tersebut. Androcles melihat bahwa
cakar singa itu bengkak dan mengeluarkan banyak darah akibat tertusuk duri yang
besar dan menyebabkan kesakitan yang luar biasa. Androcles dengan segera
mencabut duri tersebut dan membalut cakar sang singa, yang setelah itu dapat
berdiri dan menjilat tangan Androcles seperti seekor anjing.
Singa itu kemudian membawa Androcles
menuju guanya, dan setiap hari membawakan daging sebagai makanan untuk bertahan
hidup. Namun tak lama kemudian, Androcles dan singa dua-duanya tertangkap, dan
Androcles mendapat hukuman dilemparkan dalam arena singa setelah singa itu
tidak diberi makan beberapa hari.
Seluruh kerajaan datang untuk
menyaksikan pertunjukkan dimana Androcles digiring ke dalam arena. Tak lama
kemudian, sang singa dilepaskan dan dengan cepat mengaum kepada calon
korbannya. Namun setelah ia mendekat, ia menyadari bahwa Androcles adalah
temannya, lalu si singa bersandar pada Androcles dan menjilat tangannya seperti
seekor anjing yang ramah. Sang raja, yang kaget melihat kejadian tersebut,
menanyakan cerita lengkap dari Androcles. Sang budak lalu diampuni dan dibebaskan,
dan si singa dilepaskan kembali di hutan. Rasa terima kasih adalah tanda dari
jiwa-jiwa yang mulia.
Sama seperti Androcles, kita harus
peka terhadap derita, kemarahan, dan kesakitan yang orang-orang tunjukkan untuk
kita perhatikan. Androcles yang harus mengalahkan ketakutannya terhadap singa,
begitupula kita harus mengalahkan ketakutan kita terhadap orang-orang “duniawi”
atau orang-orang yang berbeda dengan kita agar kita dapat mengerti apa yang
mereka butuhkan dan mengabarkan Injil itu kepada mereka. Androcles tidak pernah
membayangkan bahwa hanya dengan satu kebaikan kecil dapat menyelamatkan
hidupnya suatu hari nanti. Kita harus mendengarkan orang-orang yang tidak
percaya bukan untuk menyelamatkan hidup kita, namun untuk menyelamatkan hidup
mereka dalam Kerajaan Allah. Kehidupan yang ditawarkan pun adalah untuk
selama-lamanya.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Priyanth telah bersekolah di
sekolah Kristen sepanjang hidupnya. Dia tidak kenal siapapun yang berbeda
kepercayaan dengannya. Sekarang, dia harus masuk ke sekolah lanjutan umum. Dia
ingin membagikan imannya, namun dia takut orang lain akan menganggapnya aneh.
Saran apakah yang dapat Anda berikan padanya?
Masuk ke website www.guidemagazine.org/rtf untuk
mengirim respon Anda. Terbukalah dan jujur, katakan apa yang Anda pikirkan.
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Tugas awal untuk
mencintai adalah dengan mendengarkan.” – Paul Tillich, filsuf dan teolog
Protestan abad ke-20
Ø “Ketika saya bersiap-siap
untuk beragumen dengan seseorang, saya menggunakan sepertiga waktu saya untuk
memikirkan tentang diri saya dan apa yang akan saya katakan, dan dua pertiga
untuk memikirkan tentang dirinya dan apa yang akan dia katakan.” - Abraham
Lincoln (1809-1865), Presiden Amerika Serikat ke-16
Ø “Pendengar yang baik mencoba untuk mengerti
apa yang orang lain katakan. Pada akhirnya ia mungkin tidak setuju, tetapi
karena ia tidak setuju, ia ingin tahu dengan tepat hal apa yang tidak ia
setujui itu.” – Kenneth A. Wells
Ø “Anda tidak
benar-benar bisa mendengarkan orang lain sambil melakukan sesuatu secara
bersamaan.” – M. Scott Peck, psikiater Amerika abad ke-20
Ø “Berikan waktu
mendengarkan dan membaca Anda kira-kira 10 kali lebih dari waktu berbicara Anda.
Hal ini akan menjamin bahwa Anda berada di suatu program belajar dan perbaikan
diri yang berkelanjutan. "-Gerald McGinnis, pendeta di Amerika Serikat.
Ø “Ketahuilah cara
mendengarkan yang baik, dan Anda akan mendapat keuntungan bahkan dari mereka
yang berbicara buruk. "-Plutarch, biografer dan moralis Yunani abad
pertama.
Ø “Tidak ada orang
yang mau mendengarkan Anda berbicara jika ia tidak tahu bahwa giliran
berikutnya adalah untuk dia berbicara." -Edward W. Howe.
Ø “Untuk
memperhatikan membutuhkan usaha, mendengar saja tidak cukup. Bebek pun bisa mendengar
juga. "-Igor Stravinsky, komposer AS (kelahiran Rusia) abad ke-20.
Tuliskan
Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Selasa
APA?
Anda
mungkin bertanya-tanya, mengapa begitu penting untuk mendengarkan orang-orang
non-Kristen? Jika mereka ingin tahu segalanya, mereka bisa mendapatkan semua
info yang mereka butuhkan dari internet. Benar, mereka bisa mendapatkan
fakta-fakta, khotbah-khotbah, dan doktrin
dari situs web Kristen. Tapi mereka tidak bisa mendapatkan hati yang tulus,
persahabatan, atau bahkan pelukan dari dunia maya.
Meskipun
surat elektronik
dan situs web
adalah alat komunikasi yang sangat efektif, manusia sebagai makhluk sosial
perlu memiliki kontak wajah, telinga, dan mata dengan satu sama lain. Tidak
harus sesuatu yang berat pada awalnya. Cobalah bermain sepak bola atau bola
voli
di tempat di mana kebanyakan orang sering berkumpul. Kerjakan pekerjaan rumah
Anda di perpustakaan umum. Jadilah relawan di organisasi di komunitas Anda.
Ikutlah atau buatlah sebuah klub.
Yang
terpenting adalah untuk berada di tempat orang-orang itu berada, sehingga Anda
akan terbiasa dengan suara mereka dan lambat laun dapat masuk ke dalam
keinginan hati mereka yang tak terucap. Di saat itulah Anda dapat
memperkenalkan mereka kepada Sang Pencipta, yang hanya oleh Dia-lah
keinginan-keinginan hati tersebut dapat dipenuhi.
Rabu
Tuhan berkata…
Ø Yakobus
1:19-20
Ø Matius
5:13-16
Ø Kisah
Para Rasul 13:47
Ø I
Korintus 9:19-22
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Dalam beberapa tahun ke depan, Anda akan berada di
SMU dan lalu beranjak ke universitas. Anda mungkin akan mengambil kelas effective listening. Pelajaran
minggu ini dapat membantu Anda untuk membuat catatan yang lebih baik dalam
kelas dan menyimpan lebih banyak informasi untuk ujian.
Merupakan hal yang indah bahwa keterampilan untuk
mendengar ini dapat masuk ke dalam area lain dalam kehidupan kita, contohnya
hubungan kita dengan orang lain. Keterampilan yang kita punya, dapat membawa efek
jangka panjang bagi orang-orang yang kita temui.
Untuk mengartikan suatu ayat Alkitab: kecuali kita
menjadi pendengar yang baik pada kasih karunia Tuhan, baik kita maupun siapapun
yang tidak tahu atau tidak percaya kepada Tuhan dapat masuk ke dalam Kerajaan
surga. Hal ini bukan berarti Tuhan tidak bisa menyelamatkan orang-orang tanpa
bantuan kita. Tetapi Dia mengharapkan agar kita menggunakan keterampilan yang
telah Dia berikan untuk menggapai orang lain demi nama-Nya.
Ingat, Tuhan memberikan kita dua telinga untuk mendengar
dan satu mulut untuk berbicara. Ini menunujukkan hal mana yang lebih penting
untuk digunakan dalam membawa orang lain masuk Kerajaan surga. Seorang wakil
atau perantara dapat dinilai bagus dari keterampilan yang mereka miliki. Dan
apakah bagusnya keterampilan itu, jika tidak digunakan? Keterampilan
mendengarkan adalah alat yang sangat penting dalam membangun “kotak kerajaan
surga”.
Jumat
Bagaimana Cara Kerjanya?
Ambil
satu atau dua jam hari ini, pada saat Anda berada di tengah-tengah banyak
orang, buatlah usaha untuk memperjelas hal-hal yang orang lain katakan dengan
meniru apa yang mereka lakukan dan menyimpulkan apa yang mereka katakan.
Tulislah hasilnya – reaksi non-verbal mereka, apa yang Anda rasakan, apa yang
mereka katakan. Bersiap-siaplah untuk membagikan pengalamanmu pada hari Sabat.
Contoh
1:
“Hari ini saat saya berbicara dengan Juanita, dia sedih karena hewan
peliharaannya mati. Saya menunjukkan muka yang sedih pada saat mukanya terlihat
sedih. Saya katakan padanya, saya tahu sedihnya kehilangan hewan peliharaan.
Dia sedikit menangis (walaupun saya tidak) dan berterimakasih karena saya telah
mengambil waktu untuk berbicara padanya dan dia tersenyum. Saya merasa senang
melihat dia terlihat lebih baik setelah itu.”
Contoh
2:
“Manny sangat bangga menjadi pemenang dalam perlombaan kuis Geografi.
Awalnya saya tidak mau mengobrol dengannya karena banyak orang di sekitar kami.
Saya memberinya tos dan menanyakan bagaimana dia dapat melakukannya. Matanya
terbuka lebar saat saya menanyakan hal itu. Dia bercerita bahwa pamannya
membuatkan flash card peta untuk dia belajar di siang hari, dan
bagaimana pamannya melatihnya pada malam hari. Saya terus mengangguk,
mengajukan pertanyaan, dan dia terus bercerita. Semakin saya terlihat tertarik,
semakin dia bercerita. Saya pikir ini tidak akan ada habisnya. Walaupun begitu,
saya belajar banyak.”
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar