Selasa, 08 Mei 2012

Real Time Faith-6-II-2012-Guru


Pelajaran 6
Mengasingkan Diri Sebelum Menyerang
5 Menit Mengasingkan Diri
12 Mei 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Ratapan 3:22-26
Yesaya 33:2
Galatia 1:15-18
1 Raja-raja 19:11-13
Mazmur 23:1-3
Ratapan 3:25-29
Kebahagiaan Sejati            , hal. 105: “Bapa kita yang di surga menanti untuk mencurahkan kepada kita segala berkat-Nya. Hak kitalah mereguk sebanyak-banyaknya dari pancaran kasih yang tiada batasnya itu. Anehnya kita berdoa terlalu sedikit! Allah bersedia dan mau mendengar doa yang tulus dari anak-anak Allah yang rendah hati, namun dari antara kita masih banyak juga yang enggan menyatakan keperluan kita kepada Allah. Bagaimanakah anggapan-anggapan malaikat surga terhadap makhluk manusia yang lemah dan tidak berdaya, yang selalu dalam pencobaan, bila Allah yang mempunyai kasih yang tiada batasnya rindu dan siap memberikan lebih banyak dari yang dapat mereka minta atau pikirkan, namun mereka amat sedikit berdoa dan imannya begitu kerdil? Malaikat-malaikat surga gemar bersujud di hadapan Allah, mereka gemar dekat hadirat-Nya. Mereka menganggap hubungan dengan Allah sebagai kegembiraan yang paling tinggi; sedangkan anak-anak dunia, yang sangat memerlukan pertolongan yang hanya Allah sendiri dapat berikan, kelihatannya puas berjalan tanpa terang Roh Kudus, yaitu persekutuan dengan hadirat-Nya.”
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Mengasingkan Diri Sebelum Menyerang”
            Sementara dunia kita semakin sibuk, semakin bising, dan semakin menyita waktu luang kita, umat Kristiani perlu seutuhnya menetapkan waktu sendiri bersama Tuhan. Menyendiri mungkin bukanlah hal yang mudah secara alami bagi remaja untuk dilakukan. Dengan kata lain, menyendiri berlawanan dengan perilaku yang biasa diterima. Bergaul dengan teman ada dalam skala nilai teratas, sedangkan menyendiri adalah hal yang aneh. Tapi tidak ada yang lebih benar selain dari mengasingkan diri untuk diam dan sendiri hanya ada dirimu dan Allah. Beberapa mungkin melihat mencari waktu sendiri sebagai salah satu dari banyak pilihan, atau berhubungan dengan gaya hidup masing-masing. Tetapi Juruselamat, teladan kita, membutuhkan saat teduh untuk mengasingkan diri sebelum Dia melawan kembali kekuatan jahat. Pada umumnya, ide “mengasingkan diri” menunjukkan bahwa engkau kalah, atau menyerah dan engkau perlu untuk berpikir kembali apa yang sedang engkau lakukan. Tetapi, Kristus tidak kalah, atau menyerah. Dia membutuhkan kesunyian dari mengasingkan diri untuk mendatangkan kemenangan. Jadi, bagi anggota kerajaan Allah, teriakan “Mengasingkan diri!” datang sesaat sebelum teriakan kemenangan, “Serang!”.

C. Apa Tujuan “Mengasingkan Diri sebelum Engkau Mengalahkan”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
1.         Menghargai nilai menyendiri seperti digambarkan dalam Alkitab dan diperlukan oleh cara orang-orang menjalani hidupnya sekarang.
2.         Mempelajari cara berkomunikasi dengan Tuhan ketika mereka sedang sendirian.
3.         Menetapkan beberapa tujuan pribadi dari menyendiri.

D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas B) Secangkir air, penutup mata.
Hubungkan – Papan tulis atau flipchart.
Aplikasi – Papan tulis atau flipchart.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Meminta mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa “mengutip” untuk dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.

A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari latihan ini adalah untuk melihat jika siswa dapat mengalami “benar-benar diam”. Tidak dibutuhkan perlengkapan apapun.
Siap-siap – Katakan: Hari ini kita akan mulai bereksperimen dengan diam yang sebenarnya. Yang saya ingin kamu lakukan adalah untuk benar-benar diam. Tutup matamu dan jangan membuat suara apapun sampai saya mengatakan selesai.
Pergi – Setelah satu menit berdiam, minta mereka memperhatikan dan beritahukan berapa lama mereka telah berdiam.
Tanyakan: Apakah terasa seperti satu menit? Lebih lama atau lebih sebentar?Berikutnya, saya ngin kamu mendengarkan suara-suara yang biasanya kamu tidak dengar. Tetaplah tidak bergerak dan diam dan dengarkan suara-suara yang tidak pernah kamu perhatikan. Sekali lagi, saya akan beritahukan kapan kita selesai. (Sekarang saya sedang mendengarkan  dengungan komputer saya.)
Tanya Jawab – Tanyakan: mengapa kamu berpikir bahwa waktu ketika kita benar-benar diam sepertinya lebih lama daripada yang sebenarnya? Suara apa yang kamu telah dengar yang sebelumnya tidak pernah kamu perhatikan? Dari skala 1 sampai 5 (skala 1 untuk tidak pernah dan skala 5 untuk sangat perlu) yang menunjukkan seberapa besar kamu pikir remaja membutuhkan waktu menyendiri dan diam (bukan tidur) yang rutin untuk menumbuhkan kerohanian? Cobalah diskusikan.

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk menunjukkan bagaimana sulitnya untuk mengikuti instruksi jika semua orang berbicara pada waktu yang sama dan suara yang seharusnya kamu dengarkan tertutupi oleh banyak suara lain. Kamu butuh seorang sukarelawan. Dia akan menjadi pencari. Pencari akan memilih seorang teman menjadi seorang pembimbing, yang akan membantu membimbing pencari untuk berjalan dan meminum secangkir air yang ditempatkan secara strategis di dalam ruangan. Pencari akan meninggalkan ruangan supaya matanya ditutup. Maksud dari kegiatan ini adalah memberikan arah (membimbing) pencari menuju cangkir berisi air dan kemudian memberikan instruksi bagaimana mengambil dan meminum air tanpa menumpahkannya.

Siap-siap – Katakan: Siswa, tugas kalian adalah terus berbicara dengan volume yang sama dengan yang memberikan arah, juga memberikan arah lain untuk mengganggu pencari meminum air. Tugas kalian adalah mengacaukan arah – tidak berteriak; jaga volume suara kalian agar sama keras. Setelah beberapa detik keributan, saya akan mulai mendiamkan kalian dan ketika itu kalian harus tetap diam. Kepada pembimbing katakan: Kamu juga tidak boleh berteriak, tetaplah berusaha membimbing pencari langkah demi langkah.

Pergi – Bawa ke dalam pencari, dan sesegera mungkin ketika pembimbing mulai berbicara, siswa lain juga berbicara. Minta mereka diam satu per satu setelah beberapa saat sehingga pencari sedikit demi sedikit mulai mendengar suara pembimbing hingga satu-satunya yang berbicara adalah pembimbing.

Tanya Jawab – Tanya kepada pencari: bagaimana perasaanmu ketika kamu berusaha mendengarkan suara pembimbingmu? Apa hal-hal lain yang terdengar atau kamu pikir kamu dengar? Kapan kamu mulai mendapatkan instruksi lebih jelas? Apa yang kamu rasakan ketika dapat mendengarkan hanya suara pembimbing?
Tanya kepada pembimbing: Bagaimana perasaanmu sepanjang kegiatan ini? Bagaimana menurutmu perasaan Allah ketika berusaha berbicara kepada kita di atas kebisingan kehidupan kita sehari-hari?

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Teriakan orang banyak. Pada suatu sore hari yang sejuk di bulan Oktober tahun 1982, stadion sepak bola di Madison, Wisconsin, sudah penuh. Lebih dari 60.000 penggemar Universitas Wisconsin yang setia sedang menonton tim sepak bola mereka melawan Universitas Negeri Michigan (MSU: Michigan State University). Segera, terlihat jelas bahwa MSU adalah tim yang lebih baik. Bagaimanapun, ketika nilai menjadi berat sebelah, yang aneh adalah ledakan tepuk tangan dan sorak gembira dari penggemar Wisconsin. Meskipun tim mereka dikalahkan di lapangan oleh tim lawan, mereka masih tersenyum dan tos satu sama lain seolah-olah mereka menang bukannya kalah. Bagaimana ini dapat terjadi?
            Ternyata pada kejauhan 70 mil, Milwaukee Brewers mengalahkan St. Louis Cardinal pada babak ke 4 Piala Dunia tahun 1982. Banyak penggemar di kursi penonton sedang mendengarkan radio – dan merespon hal lain dibandingkan apa yang mereka lihat di lapangan.
            Ternyata mereka sedang mendengarkan suara lain. Bagaimana kamu tetap mendengarkan suara Tuhan? – Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh Wayne Rice. Diterbitkan tahun 1993 oleh Youth Specialties Inc. Digunakan dengan seizing The Zondervan Corporation.

Tanya Jawab – Tanyakan: Jika kita tetap mendengarkan kerajaan Allah, bagaimanakah kita serupa dengan penggemar Wisconsin? Apakah cara agar kita dapat tetap mendengarkan pertandingan yang tepat? Apakah mungkin untuk menemukan kesendirian dan fokus di tengah-tengah “stadium kehidupan yang padat”?

4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Sementara kita adalah bagian dari kerajaan Allah dan dalam banyak hal terikat kepada satu sama lain dalam sebuah komunitas, nilai dari seorang warga negara tidaklah semata-mata siapa mereka di dalam keramaian tapi siapa mereka ketika mereka sendirian. Ketika Raja berada di bumi, Dia meluangkan waktu untuk menyendiri.
            Minta siswa membaca ayat-ayat yang ada pada Tuhan Berkata… bagian dari pelajaran siswa dan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut (mereka akan membutuhkan Alkitab mereka untuk membaca konteks perikop yang dimaksud pada pelajaran siswa):
Ø Menurut pendapatmu, mengapa Dia mau menyendiri?
Ø Situasi apa yang membuat Dia diam-diam pergi menyendiri?
Ø Apa hasilnya?
Sekarang tulis pertanyaan berikut di papan tulis atau flipchart:
Ø Peristiwa besar apa yang terjadi pada kehidupan Rasul yang membawa mereka ke tempat di mana mereka memerlukan tempat yang sepi dan untuk menyendiri?
Ø Menurut pendapatmu, apa yang mereka lakukan ketika mereka menyendiri bersama Allah? (berdoa, bernyanyi, berbicara, mendengarkan, dll) Mengapa?
Ø Bagaimana menurut pendapatmu bahwa menyendiri memberikan dampak terhadap keefektifan dalam menyebarluaskan kerajaan Allah? (1= perbedaan besar; 5= tidak memberikan banyak perbedaan) Mengapa?
Diskusikan pengalaman Daud, ELia, dan Paulus untuk memberikan gambaran terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas. Minta siswa untuk menemukan dan membaca referensi-referensi berikut (beberapa terdapat pada bagian Sumber pada penuntun guru).
1.      Daud
Mazmur 23:1-3
1 Samuel 16:6-11
1 Samuel 17:34-49
1 Samuel 18:6-11
2.      Elia
1 Raja-raja 19:11-13
1 Raja-raja 17:2-7
1 Raja-raja 18:16-21
1 Raja-raja 18:22-38
1 Raja-raja 19:1-5
3.      Paulus
Galatia 1:15-18
Kisah Para Rasul 7:57-60 dan Kisah Para Rasul 8:1-3
Kisah Para Rasul 9:1-9
Kisah Para Rasul 22:4-19

B. Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Sebelumnya minta seseorang untuk membaca atau menceritakan kisah pada bagian hari Sabat.
Tanya Jawab – Tanyakan: Ketika kamu memikirkan keadaan Viktor Frankl bertahan dalam perkemahan kematian, apakah sulit untuk membayangkan seseorang “memerlukan” waktu untuk menyendiri? Bagaimana cerita Viktor Frankl menggarisbawahi pentingnya untuk menyendiri? Menurut pendapatmu mengapa waktu sangat berharga untuknya?
            Menurut pendapatmu apakah akan lebih sulit untuk dilakukan pada zaman ini: meluangkan waktu menyendiri bersama Allah atau membuat orang-orang merasakan perlunya sendiri bersama Allah? Apakah mungkin untuk sendiri bahkan jika kamu di tengah keramaian?
            Ke mana kamu akan pergi untuk menyendiri, hanya dirimu sendiri dan Allah? Apa tempat favoritmu? Lihat kutipan-kutipan dari bagian Apa Yang Ingin Mereka Katakan? Pada pelajaran siswa. Pernyataan mana yang benar-benar mengatakan kebutuhanmu untuk menyendiri? Untuk apa kamu membutuhkan waktu seperti ini? (damai, hening, bersekutu, doa, mendengarkan, berpikir, memilih)

C. Hubungkan dengan Kehidupan
Katakan: Cari pasangan di kelas dan ambil waktu 1 menit untuk mengulas jadwal harianmu pada hari Senin. Pikirkan empat pilihan selama satu hari yang dapat kamu pilih untuk mengasingkan diri/menyerang.
            Kapan kamu akan meluangkan beberapa menit?
            Ke mana kamu akan pergi untuk melakukannya?
            Menurut pendapatmu bagaimana kegiatan ini akan merubah langkahmu hari itu jika kamu mengambil waktu sendiri?
            Ketika setiap pasangan telah berdiskusi, minta sukarelawan untuk membagikan responsnya dalam kelompok yang lebih besar.

5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Setidaknya terdapat dua cara untuk mulai memikirkan saat teduh sendiri bersama Allah. Pertama adalah membuat jadwal atau menggunakan waktu senggang untuk memisahkan diri dan sendiri. Kamu dapat melakukan hal ini di manapun kamu dapat sendiri dan diam. Terkadang mengambil waktu untuk menuliskan posisi kamu ketika berjalan bersama Allah dapat membantu.
            Cara yang lain adalah mengambil waktu yang mana kamu mengosongkan hati dan pikiran dan mendengarkan Tuhan – waktu yang lebih singkat di mana kamu terbuka untuk berbicara dan mendengarkan Tuhan. Hal ini dapat terjadi dalam perjalanan ke sekolah, dalam perjalanan pulang ke rumah, atau bahkan ketika kamu sedang berbaris untuk makan siang.
Katakan: Keinginan untuk mempunyai saat teduh dengan Tuhan sudah ada di benak Jeff lebih dan lebih lagi pada tahun ini. Dia membuat beberapa pilihan mengenai hubungannya dengan Tuhan dan menginginkan komitmen ini berjalan baik. Ketika waktunya bersama Allah dalam doa atau membaca Alkitab, Jeff selalu lupa. Hal ini terjadi bukan karena dia tidak peduli, tapi dia tidak menumbuhkan kebiasaan kehidupan ibadah. Jadwalnya padat, yang membuat dia lebih sulit lagi untuk berbicara dengan Tuhan secara konsisten dan rutin. Jadi dia bertanya kepada beberapa orang yang dia tahu memiliki waktu berkualitas dengan Tuhan tentang apa yang harus dia lakukan. Berikut ini adalah saran yang diberikan:
Tulis saran berikut di papan tulis atau flipchart:
  1. Buat pengingat seperti catatan atau simbol-simbol yang secara berulang yang akan mengingatkan kamu bahwa Tuhan sedang menunggu untuk memiliki waktu bersamamu.
  2. Cari seorang teman yang ingin melakukan hal yang sama dan buat suatu cara harian untuk berkomunikasi dan mengingatkan satu sama lain tentang komitmennya.
  3. Luangkan waktu bersama TUhan hanya ketika kamu mengingatnya; tidak perlu membuatnya kaku. Ambillah waktu bersama TUhan ketika kamu menginginkannya.
Tanyakan: Apa saranmu? Saran apa lagi yang dapat diberikan untuk Jeff?
            Minta siswa secara sukarela untuk menambahkan daftar di papan tulis berdasarkan saran-saran yang diberikan oleh siswa.
Tanya Jawab – Tanyakan: Mana dari saran tersebut yang dapat kamu lakukan? Pimpin siswa dalam diskusi mengenai hal-hal yang akan mereka coba di minggu depan untuk melakukan waktu mengasingkan diri/ menyerang dengan baik.

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Menurut pendapatmu, apakah tantangan besar yang mencegah orang-orang meluangkan waktu untuk sendiri?
2.         Siapakah orang yang kamu tahu yang merupakan orang yang lebih baik dalam hal memiliki waktu sendiri bersama Tuhan secara rutin?
3.         Jika kamu merencanakan waktu untuk “mengasingkan diri / menyerang” dengan menyendiri, apa alasan yang membuat kamu mau melakukannya?
4.         Sampai sejauh mana menurutmu menyendiri membuat atau memisahkan perjalanan seseorang dengan TUhan?
5.         Dapatkah kita menghabiskan terlalu banyak waktu sendiri? Jelaskan.

6. Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Kewarganegaraan kita di dalam Kerajaan Allah berhubungan dengan hubungan kita dengan Raja. Menyelami saat berkomunikasi yang teduh dengan Allah adalah seperti bekerja dalam lubang sulfur dan kadang-kadang seperti mendaki gunung dan menghirup udara segar dan merasakan angim dari Roh Kudus di wajahmu. Tujuan dari menyendiri adalah mendapatkan saat teduh dengan waktu yang cukup lama sehingga Roh Kudus dapat berkomunikasi dengan “kamu yang sesungguhnya”. Pemikiran kamu yang paling penting dapat dikembangkan dan ditingkatkan oleh Roh Kudus. Tujuan yang Tuhan telah tempatkan di dalam hati kamu dapat tumbuh melebihi agenda kehidupan sehari-hari dari kerajaan “lain”. Di atas segalanya, menyendiri membawa kamu muka dengan muka bersama Tuhan dengan cara yang kamu tidak akan sesali. Setiap orang yang berhenti melakukannya tahu, ketika mereka selesai, betapa besar mereka membutuhkannya.



Pelajaran Siswa
Mengasingkan diri Sebelum Menyerang
5 Menit Mengasingkan Diri
12 Mei 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________

Oval: awal 

                   Mengasingkan diri

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada pelajaran hari Rabu?)

            Viktor Frankl secara ajaib bertahan dari waktu mengerikan di perkemahan mematikan Nazi ketika Perang Dunia ke-2. Salah satu kebutuhan dasarnya adalah mengalami saat teduh sendirian. Bahkan di bawah keadaan yang paling mengerikan dia dapat menemukan kebebasan dan kondisi pikiran yang menyenangkan untuk bertahan dari kesulitan dan ketakutan yang menghadangnya setiap hari. Viktor Frankl mengingat bisa menemukan kesempatan untuk menggunakan 5 menit sendirian untuk menenangkan diri dalam perjalanan menuju dan dari tugas-tugas di perkemahan. Dia bekerja di sebuah tempat di mana berlusin-lusin orang memadati sebuah tempat, sehingga jika ada kesempatan kesempatan dia harus mengasingkan diri di belakang gubuknya yang terbuat dari tanah liat. Di sana, dikelilingi oleh kawat berduri dan ditutupi terpal, mayat-mayat dibuang. Di tengah-tengah bau menyengat dari mayat yang membusuk dan yang tetap menjadi pengingat kematian, dia akan duduk sendiri dan memandang pinggiran kota Bavaria. Di dalam keheningan saat itu, dia akan meninggalkan rasa putus asa dari perkemahan kematian dan cukup diperbaharui untuk bertahan sampai datangnya kesempatan berikut untuk meluangkan 5 menit. Dia mengingat keadaan mengerikan dan pengingat kematian yang mengelilinginya. Sementara pemandangan dan bau mayat membusuk mungkin sulit untuk diacuhkan ketika ia menyendiri, yang lebih mengganggu dari hal lainnya adalah langkah kaki penjaga yang datang, menandai berakhirnya saat sendiri bersama Tuhan.




Oval: 1
 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Jenna adalah kelas delapan. Dia menulis:
            “Saya mengundang tetangga saya Cassandra untuk menghabiskan akhir pekan di rumah saya ketika orang tuanya pergi. Saya mengambil waktu untuk bermeditasi dan berdoa setiap malam sebelum tidur. Cassandra memperhatikan saya berdoa dan mengatakan bahwa ibunya melakukan hal yang sama karena mengikuti kelas yoga. “Apa yang kalian lakukan sama saja,” katanya. Saya tidak tahu apa yang dapat saya katakan. Saya tidak ingin dia berpikir kalau menghabiskan waktu bersama Tuhan adalah sama dengan yoga. Saya tidak ingin membuatnya tersinggung dengan membicarakan agama saya. Apa yang dapat saya katakan? Haruskah saya membiarkannya? Sepertinya sebuah kesempatan yang bagus untuk mengatakannya dan saya pikir saya melewatkannya.”
Masuk ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur. Katakan apa yang kamu pikirkan.

Oval: 2Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Ide terbaik didapatkan ketika menyendiri.” – Thomas A. Edison, penemu A.S. abad 19.
Ø “Semakin pikiran berkuasa dan orisinil, semakin pikiran menuju agama menyendiri.” - Aldous Huxley, kritikus dan penulis novel berkebangsaan Inggris abad 20.
Ø “Seseorang yang memiliki waktu sendiri biasanya memiliki kedalaman, keaslian dan persediaan untuk tenang.” – John Miller.
Ø “Bagaimanakah kita ketika sendiri? Beberapa orang ketika mereka sendiri, berhenti bertahan.” Eric Hoffer, penulis social A.S. abad 20.
Ø “Orang yang paling kuat di bumi adalah mereka yang dapat bertahan ketika sendiri.” -  Henrik Ibsen, dramawan dan penulis puisi Norwegia abad 19.
Ø “Ia yang tidak menikmati kesendirian tidak akan mencintai kebebasan.” – Arthur Schopenhauer, filsuf pesimis Jerman abad 19.
Ø “Tanda utama dari pikiran yang teratur adalah kemampuannya untuk tinggal di satu tempat dan berlama-lama dengan dirinya sendiri.” – Seneca, filsuf dan juru bicara Roma abad 1.
Ø “Semua yang berada di bawah pelatihan Tuhan membutuhkan waktu hening untuk berkomunikasi dengan hati mereka, alam, dan dengan Tuhan.” Ellen G. White, pendiri gereja dan penulis inspiratif abad 19.

 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Oval: 3Selasa
APA?
Sendiri dengan Tuhan adalah memulai sesuatu yang aneh. Tidak apa-apa bila merasa aneh, tapi setiap orang yang bertahan cukup lama segera mendapati ada sebuah sumur suka cita sejauh jangkauan tangan mereka yang menunggu datangnya keheningan.
Terlalu sibuk? Siapa yang tidak? Lihat betapa sibuknya Yesus dalam Markus 1. Seluruh pasal adalah menyelesaikan suatu kesibukan dengan langkah cepat di tengah malam. Tapi Dia bangun dari tidur sebelum matahari terbit karena selain dari tidur, Dia lebih perlu mengistirahatkan jiwa-Nya dalam tangan Bapa. Bagaimanapun Dia mendapatkan sebuah pesan dari Tuhan pada saat-saat tersebut dan agenda-Nya mengatakan, “Mari berjalan ke tempat berikutnya – kita mempunyai pekerjaan yang harus dikerjakan.”
Mari berani dan jujur – waktu bersama Allah adalah sebuah hak istimewa yang berharga. Apakah kamu mempercayai ide tersebut? Apa rintangannya? Beberapa menit menonton? Panggilan telepon yang membuat 5 menit lebih cepat? Sebuah e-mail? Seperti apakah gereja kita jika para remaja menyerah gantinya mengasingkan diri? Bayangkan satu generasi remaja menyerahkan diri kepada Yesus seutuhnya, mencuri waktu dari kehidupan yang sibuk untuk berhubungan dengan Seseorang yang membelikan mereka kehidupan kekal. Sekarang, itu bukan mengasingkan diri. Itulah serangan yang penuh !




Oval: 4Rabu
Tuhan berkata…

Ø Matius 14:13
Ø Markus 6:32
Ø Lukas 4:42
Ø Lukas 22:41-44
Ø Yohanes 7:53 - 8:1
Ø Yohanes 6:15
Ø Markus 6:30,31

DAN…
Ø “Menurut para Rabi, perihal agama selalu kegiatan yang sibuk. Mereka bergantung pada penampilan luar untuk menunjukkan kebaikan superior mereka. Karena itu mereka memisahkan diri dari Tuhan dan membangun diri dalam kemampuan diri sendiri. Bahaya yang sama masih ada. Sebagaimana aktivitas meningkat dan orang-orang menjadi sukses dalam melakukan setiap pekerjaan untuk Tuhan, ada bahaya mempercayai rencana dan metode manusia. Terdapat kecenderungan untuk jarang berdoa, dan iman yang lebih kecil. Seperti murid-murid, kita dalam bahaya kehilangan pandangan ketergantungan pada Tuhan, dan mencari penebus dari aktivitas kita. Kita perlu untuk melihat Yesus secara rutin, menyadari bahwa kuasa-Nya-lah yang melakukan setiap pekerjaan. Sementara kita bekerja dengan sepenuh hati untuk menyelamatkan yang hilang, kita harus mempunyai waktu meditasi, untuk berdoa, dan untuk mempelajari Friman Tuhan. Hanya pekerjaan yang selesai karena banyak berdoa, dan disucikan oleh kasih karunia Yesus, pada akhirnya akan terbukti efisien untuk kebaikan.” (Desire of Ages, page.362).
Ø (tambahan: Kebahagiaan Sejati, hal. 105).


Oval: 5
 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Gambaran Tuhan menunggu kita itu memiliki kuasa. Raja menunggu umat-Nya untuk mengenali-Nya. Beberapa orang berusaha keras melakukan ide penyembahan ini dan berusaha untuk tetap berkomunikasi secara rutin di luar rasa bersalah. Tuhan tidak tertarik dengan “penyembahan-penyembahan” sebesar ketertarikannya kepada “penyembahan”. Penyembahan-penyembahan memiliki sebuah awal dan sebuah akhir. Penyembahan adalah berkelanjutan.
Di dalam Alkitab, kita melihat jelas Yesus bergaul dengan orang-orang berdosa setiap waktu. Reputasinya ternoda dengan pernyataan seperti “Mengapa Dia makan dan minum dengan orang-orang berdosa?” Pemimpin-pemimpin agama mencibir Yesus, namun Bapa-Nya tersenyum. Yesus juga terus mencari cara untuk memiliki waktu menyendiri karena tidak seorangpun, bahkan Yesus pun tidak, dapat mengatasi pertandingan kehidupan tanpa saat teduh bersama Allah. Dan Allah tersenyum ketika kita menunjukkan cinta kita kepada-Nya meskipun hanya satu atau dua kali.
            Terkadang kita butuh waktu lebih lama, tapi ketahuilah bahwa sebagai seorang anak Allah kamu diundang untuk bersama dengan-Nya. Dia menunggu. Dia akan dengan sabar memperhatikan kamu. Ketika kami mendengar-Nya memanggil, berikan Dia beberapa saat. Minta Tuhan untuk mengingatkan kamu jika kamu perlu pertolongan. Dia lebih tertarik pada saat sendiri bersamamu daripada hal yang lain. Kamu akan kagum betapa besarnya yang Dia dapat melakukan bersamamu dan untukmu ketika Dia mendapatkan perhatianmu bahkan hanya dalam waktu sesaat.

           
Oval: 6            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?
            Buatlah jadwal atau secara spontan meluangkan beberapa menit mengasingkan diri dalam keheningan bersama Allah. Kamu mungkin ingin fokus pada satu hal dalam satu waktu dan mencatat beberapa pendapat dan pengalaman ketika kamu melaukannya sepanjang minggu.
            Telinga: Apa yang kamu dengar?
                 ________________________________________________________________________
                                     _________________________________________________________________________________________________________________________________________
     
Alkitab: Ayat-ayat apa yang muncul di benakmu / yang kamu baca?
_______________________________________________________________________      _____________________________________________________________________________________________________________________________________________


 
                                      Hati: Komunikasi jujur apa yang kamu miliki bersama Allah yang berasal dari hati?
                                    ________________________________________________________________________
                                     _____________________________________________________________________
                                      _____________________________________________________________________
         Simbol damai: Jelaskan apa yang kamu rasakan.
________________________________________________________________________
 _____________________________________________________________________
 _____________________________________________________________________

Mata: Apa yang kamu lihat dalam Allah, kamu atau orang lain ketika kamu menyendiri?
      _________________________________________________________
      _________________________________________________________
                                                                 _________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar