Pelajaran
6
Mengasingkan
Diri Sebelum Menyerang
5
Menit Mengasingkan Diri
12
Mei 2012
1.
Persiapan
A.
Sumber
Ratapan
3:22-26
Yesaya
33:2
Galatia
1:15-18
1
Raja-raja 19:11-13
Mazmur
23:1-3
Ratapan
3:25-29
Kebahagiaan
Sejati , hal. 105: “Bapa kita yang di
surga menanti untuk mencurahkan kepada kita segala berkat-Nya. Hak kitalah
mereguk sebanyak-banyaknya
dari pancaran kasih yang tiada batasnya itu. Anehnya kita berdoa terlalu
sedikit! Allah bersedia dan mau mendengar doa yang tulus dari anak-anak Allah
yang rendah hati, namun dari antara kita masih banyak juga yang enggan
menyatakan keperluan kita kepada Allah. Bagaimanakah anggapan-anggapan malaikat
surga terhadap makhluk manusia yang lemah dan tidak berdaya, yang selalu dalam
pencobaan, bila Allah yang mempunyai kasih yang tiada batasnya rindu dan siap
memberikan lebih banyak dari yang dapat mereka minta atau pikirkan, namun
mereka amat sedikit berdoa dan imannya begitu kerdil? Malaikat-malaikat surga
gemar bersujud di hadapan Allah, mereka gemar dekat hadirat-Nya. Mereka
menganggap hubungan dengan Allah sebagai kegembiraan yang paling tinggi;
sedangkan anak-anak dunia, yang sangat memerlukan pertolongan yang hanya Allah
sendiri dapat berikan, kelihatannya puas berjalan tanpa terang Roh Kudus, yaitu
persekutuan dengan hadirat-Nya.”
(Lihat ayat-ayat
tambahan di materi siswa.)
B. Perihal “Mengasingkan
Diri Sebelum Menyerang”
Sementara dunia kita semakin
sibuk, semakin bising, dan semakin menyita waktu luang kita, umat Kristiani
perlu seutuhnya menetapkan waktu sendiri bersama Tuhan. Menyendiri mungkin
bukanlah hal yang mudah secara alami bagi remaja untuk dilakukan. Dengan kata
lain, menyendiri berlawanan dengan perilaku yang biasa diterima. Bergaul
dengan teman ada dalam skala nilai teratas, sedangkan menyendiri adalah hal
yang aneh. Tapi tidak ada yang lebih benar selain dari mengasingkan diri untuk
diam dan sendiri hanya ada dirimu dan Allah. Beberapa mungkin melihat mencari
waktu sendiri sebagai salah satu dari banyak pilihan, atau berhubungan dengan
gaya hidup masing-masing. Tetapi Juruselamat, teladan kita, membutuhkan saat
teduh untuk mengasingkan diri sebelum Dia melawan kembali kekuatan jahat. Pada
umumnya, ide “mengasingkan diri” menunjukkan bahwa engkau kalah, atau menyerah
dan engkau perlu untuk berpikir kembali apa yang sedang engkau lakukan. Tetapi,
Kristus tidak kalah, atau menyerah. Dia membutuhkan kesunyian dari mengasingkan
diri untuk mendatangkan kemenangan. Jadi, bagi anggota kerajaan Allah, teriakan
“Mengasingkan diri!” datang sesaat sebelum teriakan kemenangan, “Serang!”.
C. Apa Tujuan “Mengasingkan Diri sebelum Engkau Mengalahkan”
Sebagai hasil dari
pelajaran ini, kita ingin agar para siswa dapat:
1. Menghargai nilai menyendiri
seperti digambarkan dalam Alkitab dan diperlukan oleh cara orang-orang
menjalani hidupnya sekarang.
2. Mempelajari cara
berkomunikasi dengan Tuhan ketika mereka sedang sendirian.
3. Menetapkan beberapa tujuan
pribadi dari menyendiri.
D.
Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan
– (Aktivitas
B) Secangkir air, penutup mata.
Hubungkan – Papan tulis atau flipchart.
Aplikasi
–
Papan tulis atau flipchart.
2.
Jembatan
A.
Di Mana Kita Sebelumnya
Beri
10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1. Meminta mereka ayat mana yang
mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Beri kesempatan untuk
menyebutkan ayat hafalannya.
2. Beri kesempatan kepada siswa
“mengutip” untuk dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada
pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang
mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun,
kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3. Ulas respon yang mereka buat
pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai
respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
Jika kamu memiliki kelompok yang
sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk
membentuk kelompok yang lebih kecil.
B.
Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø Song
Service
Ø Cerita Mision
(cari tautan untuk Adventist Mission for
Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø Laporan proyek
pelayanan
3.
Permulaan
Catatan
untuk guru: Gabungkan
semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungkan, Aplikasi, dan
Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk
berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan
dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan
tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.
A.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Tujuan
dari latihan ini adalah untuk melihat jika siswa dapat mengalami “benar-benar
diam”. Tidak dibutuhkan perlengkapan apapun.
Siap-siap
– Katakan: Hari ini kita akan mulai bereksperimen dengan diam yang sebenarnya.
Yang saya ingin kamu lakukan adalah untuk benar-benar diam. Tutup matamu dan
jangan membuat suara apapun sampai saya mengatakan selesai.
Pergi
– Setelah
satu menit berdiam, minta mereka memperhatikan dan beritahukan berapa lama
mereka telah berdiam.
Tanyakan:
Apakah terasa seperti satu menit? Lebih lama atau lebih sebentar?Berikutnya,
saya ngin kamu mendengarkan suara-suara yang biasanya kamu tidak dengar.
Tetaplah tidak bergerak dan diam dan dengarkan suara-suara yang tidak pernah
kamu perhatikan. Sekali lagi, saya akan beritahukan kapan kita selesai. (Sekarang saya
sedang mendengarkan dengungan komputer
saya.)
Tanya
Jawab – Tanyakan: mengapa kamu berpikir bahwa waktu ketika kita benar-benar
diam sepertinya lebih lama daripada yang sebenarnya? Suara apa yang kamu telah
dengar yang sebelumnya tidak pernah kamu perhatikan? Dari skala 1 sampai 5
(skala 1 untuk tidak pernah dan skala 5 untuk sangat perlu) yang menunjukkan
seberapa besar kamu pikir remaja membutuhkan waktu menyendiri dan diam (bukan
tidur) yang rutin untuk menumbuhkan kerohanian? Cobalah diskusikan.
B.
Aktivitas Permulaan
Persiapan
– Tujuan
dari aktivitas ini adalah untuk menunjukkan bagaimana sulitnya untuk mengikuti
instruksi jika semua orang berbicara pada waktu yang sama dan suara yang
seharusnya kamu dengarkan tertutupi oleh banyak suara lain. Kamu butuh seorang
sukarelawan. Dia akan menjadi pencari. Pencari akan memilih seorang teman
menjadi seorang pembimbing, yang akan membantu membimbing pencari untuk
berjalan dan meminum secangkir air yang ditempatkan secara strategis di dalam
ruangan. Pencari akan meninggalkan ruangan supaya matanya ditutup. Maksud dari
kegiatan ini adalah memberikan arah (membimbing) pencari menuju cangkir berisi
air dan kemudian memberikan instruksi bagaimana mengambil dan meminum air tanpa
menumpahkannya.
Siap-siap
– Katakan: Siswa, tugas kalian adalah terus berbicara dengan volume yang sama
dengan yang memberikan arah, juga memberikan arah lain untuk mengganggu pencari
meminum air. Tugas kalian adalah mengacaukan arah – tidak berteriak; jaga
volume suara kalian agar sama keras. Setelah beberapa detik keributan, saya
akan mulai mendiamkan kalian dan ketika itu kalian harus tetap diam. Kepada pembimbing
katakan: Kamu juga tidak boleh
berteriak, tetaplah berusaha membimbing pencari langkah demi langkah.
Pergi
– Bawa
ke dalam pencari, dan sesegera mungkin ketika pembimbing mulai berbicara, siswa
lain juga berbicara. Minta mereka diam satu per satu setelah beberapa saat sehingga
pencari sedikit demi sedikit mulai mendengar suara pembimbing hingga
satu-satunya yang berbicara adalah pembimbing.
Tanya
Jawab – Tanya kepada pencari: bagaimana perasaanmu ketika kamu berusaha
mendengarkan suara pembimbingmu? Apa hal-hal lain yang terdengar atau kamu
pikir kamu dengar? Kapan kamu mulai mendapatkan instruksi lebih jelas? Apa yang
kamu rasakan ketika dapat mendengarkan hanya suara pembimbing?
Tanya
kepada pembimbing: Bagaimana perasaanmu sepanjang kegiatan ini? Bagaimana
menurutmu perasaan Allah ketika berusaha berbicara kepada kita di atas
kebisingan kehidupan kita sehari-hari?
C.
Ilustrasi Permulaan
Bagikan
ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
Teriakan orang banyak. Pada suatu sore
hari yang sejuk di bulan Oktober tahun 1982, stadion sepak bola di Madison,
Wisconsin, sudah penuh. Lebih dari 60.000 penggemar Universitas Wisconsin yang
setia sedang menonton tim sepak bola mereka melawan Universitas Negeri Michigan
(MSU: Michigan State University).
Segera, terlihat jelas bahwa MSU adalah tim yang lebih baik. Bagaimanapun,
ketika nilai menjadi berat sebelah, yang aneh adalah ledakan tepuk tangan dan
sorak gembira dari penggemar Wisconsin. Meskipun tim mereka dikalahkan di
lapangan oleh tim lawan, mereka masih tersenyum dan tos satu sama lain
seolah-olah mereka menang bukannya kalah. Bagaimana ini dapat terjadi?
Ternyata pada kejauhan 70 mil,
Milwaukee Brewers mengalahkan St. Louis Cardinal pada babak ke 4 Piala Dunia
tahun 1982. Banyak penggemar di kursi penonton sedang mendengarkan radio – dan
merespon hal lain dibandingkan apa yang mereka lihat di lapangan.
Ternyata mereka sedang mendengarkan
suara lain. Bagaimana kamu tetap mendengarkan suara Tuhan? – Diambil dari More Hot Illustrations for Youth Talks oleh
Wayne Rice. Diterbitkan tahun 1993 oleh Youth
Specialties Inc. Digunakan dengan seizing The Zondervan Corporation.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Jika kita tetap mendengarkan kerajaan Allah, bagaimanakah
kita serupa dengan penggemar Wisconsin? Apakah cara agar kita dapat tetap mendengarkan
pertandingan yang tepat? Apakah mungkin untuk menemukan kesendirian dan fokus
di tengah-tengah “stadium kehidupan yang padat”?
4.
Hubungkan
A.
Hubungkan
dengan Kerajaan
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Sementara kita adalah bagian dari
kerajaan Allah dan dalam banyak hal terikat kepada satu sama lain dalam sebuah
komunitas, nilai dari seorang warga negara tidaklah semata-mata siapa mereka di
dalam keramaian tapi siapa mereka ketika mereka sendirian. Ketika Raja
berada di bumi, Dia meluangkan waktu untuk menyendiri.
Minta siswa membaca ayat-ayat yang
ada pada Tuhan Berkata… bagian dari pelajaran siswa dan jawab
pertanyaan-pertanyaan berikut (mereka akan membutuhkan Alkitab mereka untuk
membaca konteks perikop yang dimaksud pada pelajaran siswa):
Ø Menurut
pendapatmu, mengapa Dia mau menyendiri?
Ø Situasi apa yang
membuat Dia diam-diam
pergi menyendiri?
Ø Apa hasilnya?
Sekarang tulis pertanyaan berikut di papan tulis
atau flipchart:
Ø Peristiwa besar
apa yang terjadi pada kehidupan Rasul yang membawa mereka ke tempat di mana
mereka memerlukan tempat yang sepi dan untuk menyendiri?
Ø Menurut
pendapatmu, apa yang mereka lakukan ketika mereka menyendiri bersama Allah?
(berdoa, bernyanyi, berbicara, mendengarkan, dll) Mengapa?
Ø Bagaimana menurut
pendapatmu bahwa menyendiri memberikan dampak terhadap keefektifan dalam
menyebarluaskan kerajaan Allah? (1= perbedaan besar; 5= tidak memberikan banyak
perbedaan) Mengapa?
Diskusikan
pengalaman Daud, ELia, dan Paulus
untuk memberikan gambaran terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas. Minta siswa
untuk menemukan dan membaca referensi-referensi berikut (beberapa terdapat pada
bagian Sumber pada penuntun guru).
1.
Daud
Mazmur 23:1-3
1 Samuel 16:6-11
1 Samuel 17:34-49
1 Samuel 18:6-11
2.
Elia
1 Raja-raja 19:11-13
1 Raja-raja 17:2-7
1 Raja-raja 18:16-21
1 Raja-raja 18:22-38
1 Raja-raja 19:1-5
3.
Paulus
Galatia 1:15-18
Kisah Para Rasul 7:57-60 dan
Kisah Para Rasul 8:1-3
Kisah Para Rasul 9:1-9
Kisah Para Rasul 22:4-19
B.
Hubungkan dengan Ilustrasi Pelajaran
Sebelumnya minta seseorang
untuk membaca atau menceritakan
kisah
pada bagian hari Sabat.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Ketika kamu memikirkan keadaan Viktor Frankl bertahan dalam
perkemahan kematian, apakah sulit untuk membayangkan seseorang “memerlukan” waktu untuk menyendiri?
Bagaimana cerita Viktor Frankl menggarisbawahi
pentingnya untuk menyendiri?
Menurut pendapatmu mengapa waktu sangat berharga untuknya?
Menurut pendapatmu apakah akan lebih
sulit untuk dilakukan pada zaman ini: meluangkan waktu menyendiri bersama Allah
atau membuat orang-orang merasakan perlunya sendiri bersama Allah? Apakah
mungkin untuk sendiri bahkan jika kamu di tengah keramaian?
Ke mana kamu akan pergi untuk
menyendiri, hanya dirimu sendiri dan Allah? Apa tempat favoritmu? Lihat
kutipan-kutipan dari bagian Apa Yang Ingin Mereka Katakan? Pada pelajaran
siswa. Pernyataan mana yang benar-benar mengatakan kebutuhanmu untuk
menyendiri? Untuk apa kamu membutuhkan waktu seperti ini? (damai, hening,
bersekutu, doa, mendengarkan, berpikir, memilih)
C.
Hubungkan dengan Kehidupan
Katakan:
Cari pasangan di kelas dan ambil waktu 1 menit untuk mengulas jadwal harianmu
pada hari Senin. Pikirkan empat pilihan selama satu hari yang dapat kamu pilih
untuk mengasingkan diri/menyerang.
Kapan kamu akan meluangkan beberapa
menit?
Ke mana kamu akan pergi untuk
melakukannya?
Menurut pendapatmu bagaimana
kegiatan ini akan merubah langkahmu hari itu jika kamu mengambil waktu sendiri?
Ketika setiap pasangan telah
berdiskusi, minta sukarelawan untuk membagikan responsnya dalam kelompok yang
lebih besar.
5.
Aplikasi
A.
Aktivitas Aplikasi
Dengan
kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Setidaknya terdapat dua cara untuk
mulai memikirkan saat teduh sendiri bersama Allah. Pertama adalah membuat
jadwal atau menggunakan waktu senggang untuk memisahkan diri dan sendiri. Kamu
dapat melakukan hal ini di manapun kamu dapat sendiri dan diam. Terkadang
mengambil waktu untuk menuliskan posisi kamu ketika berjalan bersama Allah
dapat membantu.
Cara yang lain adalah mengambil
waktu yang mana kamu mengosongkan hati dan pikiran dan mendengarkan Tuhan – waktu
yang lebih singkat di mana kamu terbuka untuk berbicara dan mendengarkan Tuhan.
Hal ini dapat terjadi dalam perjalanan ke sekolah, dalam perjalanan pulang ke
rumah, atau bahkan ketika kamu sedang berbaris untuk makan siang.
Katakan:
Keinginan untuk mempunyai saat teduh dengan Tuhan sudah ada di benak Jeff lebih
dan lebih lagi pada tahun ini. Dia membuat beberapa pilihan mengenai
hubungannya dengan Tuhan dan menginginkan komitmen ini berjalan baik. Ketika
waktunya bersama Allah dalam doa atau membaca Alkitab, Jeff selalu lupa. Hal
ini terjadi bukan karena dia tidak peduli, tapi dia tidak menumbuhkan kebiasaan
kehidupan ibadah.
Jadwalnya padat, yang membuat
dia lebih sulit lagi untuk berbicara dengan Tuhan secara konsisten dan rutin.
Jadi dia bertanya kepada beberapa orang yang dia tahu memiliki waktu
berkualitas dengan Tuhan
tentang apa yang harus dia lakukan.
Berikut ini adalah saran yang diberikan:
Tulis
saran berikut di papan tulis atau flipchart:
- Buat pengingat seperti catatan atau simbol-simbol yang secara berulang yang akan mengingatkan kamu bahwa Tuhan sedang menunggu untuk memiliki waktu bersamamu.
- Cari seorang teman yang ingin melakukan hal yang sama dan buat suatu cara harian untuk berkomunikasi dan mengingatkan satu sama lain tentang komitmennya.
- Luangkan waktu bersama TUhan hanya ketika kamu mengingatnya; tidak perlu membuatnya kaku. Ambillah waktu bersama TUhan ketika kamu menginginkannya.
Tanyakan: Apa
saranmu? Saran apa lagi yang dapat diberikan untuk Jeff?
Minta siswa secara sukarela
untuk menambahkan daftar di papan tulis berdasarkan saran-saran yang diberikan
oleh siswa.
Tanya
Jawab – Tanyakan: Mana dari saran tersebut yang dapat kamu lakukan? Pimpin siswa dalam
diskusi mengenai hal-hal yang akan mereka coba di minggu depan untuk melakukan
waktu mengasingkan diri/ menyerang dengan baik.
B.
Pertanyaan Aplikasi
1. Menurut pendapatmu, apakah
tantangan besar
yang mencegah orang-orang meluangkan waktu untuk sendiri?
2. Siapakah orang yang kamu tahu
yang merupakan orang yang lebih baik dalam hal memiliki waktu sendiri bersama
Tuhan secara rutin?
3. Jika kamu merencanakan waktu
untuk “mengasingkan diri / menyerang” dengan menyendiri, apa alasan yang
membuat kamu mau melakukannya?
4. Sampai sejauh mana menurutmu
menyendiri membuat atau memisahkan perjalanan seseorang dengan TUhan?
5. Dapatkah kita menghabiskan
terlalu banyak waktu sendiri? Jelaskan.
6.
Penutupan
Kesimpulan
Dengan
kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
Kewarganegaraan kita di dalam
Kerajaan Allah berhubungan dengan hubungan kita dengan Raja. Menyelami saat
berkomunikasi yang teduh dengan Allah adalah seperti bekerja dalam lubang
sulfur dan kadang-kadang seperti mendaki gunung dan menghirup udara segar dan
merasakan angim dari Roh Kudus di wajahmu. Tujuan dari menyendiri adalah
mendapatkan saat teduh dengan waktu yang cukup lama sehingga Roh Kudus dapat
berkomunikasi dengan “kamu yang sesungguhnya”. Pemikiran kamu yang paling
penting dapat dikembangkan dan ditingkatkan oleh Roh Kudus. Tujuan yang Tuhan
telah tempatkan di dalam hati kamu dapat tumbuh melebihi agenda kehidupan
sehari-hari dari kerajaan “lain”. Di atas segalanya, menyendiri membawa kamu
muka dengan muka bersama Tuhan dengan cara yang kamu tidak akan sesali. Setiap
orang yang berhenti melakukannya tahu, ketika mereka selesai, betapa besar
mereka membutuhkannya.
Pelajaran
Siswa
Mengasingkan
diri Sebelum Menyerang
5
Menit Mengasingkan Diri
12
Mei 2012
Ø
Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran
hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Mengasingkan diri
(Menurut
pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab pada
pelajaran hari Rabu?)
Viktor Frankl secara ajaib bertahan
dari waktu mengerikan di perkemahan mematikan Nazi ketika Perang Dunia ke-2.
Salah satu kebutuhan dasarnya adalah mengalami saat teduh sendirian. Bahkan di
bawah keadaan yang paling mengerikan dia dapat menemukan kebebasan dan kondisi
pikiran yang menyenangkan untuk bertahan dari kesulitan dan ketakutan yang
menghadangnya setiap hari. Viktor Frankl mengingat bisa menemukan
kesempatan untuk menggunakan 5 menit sendirian untuk menenangkan diri dalam
perjalanan menuju dan dari
tugas-tugas di
perkemahan. Dia bekerja di sebuah tempat di mana berlusin-lusin orang memadati
sebuah tempat, sehingga jika ada kesempatan kesempatan dia
harus mengasingkan
diri di belakang gubuknya yang terbuat dari tanah liat. Di sana, dikelilingi
oleh kawat berduri dan ditutupi terpal, mayat-mayat dibuang. Di tengah-tengah
bau menyengat dari mayat yang membusuk dan yang tetap menjadi pengingat
kematian, dia akan duduk sendiri dan memandang pinggiran kota Bavaria. Di dalam
keheningan saat itu, dia akan meninggalkan rasa putus asa dari perkemahan
kematian dan cukup diperbaharui untuk bertahan sampai datangnya kesempatan
berikut untuk meluangkan 5 menit. Dia mengingat keadaan mengerikan dan
pengingat kematian yang mengelilinginya. Sementara pemandangan dan bau mayat
membusuk mungkin sulit untuk diacuhkan ketika ia menyendiri, yang lebih mengganggu dari
hal lainnya adalah langkah kaki penjaga yang datang, menandai berakhirnya saat
sendiri bersama Tuhan.
Minggu
Yang Saya Pikirkan
Jenna adalah kelas delapan.
Dia menulis:
“Saya mengundang tetangga saya
Cassandra untuk menghabiskan akhir pekan di rumah saya ketika orang tuanya
pergi. Saya mengambil waktu untuk bermeditasi dan berdoa setiap malam sebelum tidur.
Cassandra memperhatikan saya berdoa dan mengatakan bahwa ibunya melakukan hal
yang sama karena mengikuti kelas yoga. “Apa yang kalian lakukan sama saja,”
katanya. Saya tidak tahu apa yang dapat saya katakan. Saya tidak ingin
dia berpikir kalau menghabiskan waktu bersama Tuhan adalah sama dengan yoga. Saya
tidak ingin membuatnya tersinggung dengan membicarakan agama saya. Apa yang
dapat saya katakan? Haruskah saya membiarkannya? Sepertinya sebuah kesempatan
yang bagus untuk mengatakannya dan saya pikir saya melewatkannya.”
Masuk
ke www.guidemagazine.org/rtf untuk membagikan pendapatmu. Beranilah dan jujur.
Katakan apa yang kamu pikirkan.
Apa yang Mereka
Ingin Katakan?
Beda orang, beda
pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang
sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya?
Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam
firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…,
tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk
menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø “Ide terbaik didapatkan
ketika menyendiri.” – Thomas A. Edison, penemu A.S. abad 19.
Ø “Semakin pikiran
berkuasa dan orisinil, semakin pikiran menuju agama menyendiri.” - Aldous
Huxley, kritikus dan penulis novel berkebangsaan Inggris abad 20.
Ø “Seseorang yang
memiliki waktu sendiri biasanya memiliki kedalaman, keaslian dan persediaan
untuk tenang.” – John Miller.
Ø “Bagaimanakah kita
ketika sendiri? Beberapa orang ketika mereka sendiri, berhenti bertahan.” Eric
Hoffer, penulis social A.S. abad 20.
Ø “Orang yang paling
kuat di bumi adalah mereka yang dapat bertahan ketika sendiri.” - Henrik Ibsen, dramawan dan penulis puisi
Norwegia abad 19.
Ø “Ia yang tidak
menikmati kesendirian tidak akan mencintai kebebasan.” – Arthur Schopenhauer,
filsuf pesimis Jerman abad 19.
Ø “Tanda utama dari
pikiran yang teratur adalah kemampuannya untuk tinggal di satu tempat dan
berlama-lama dengan dirinya sendiri.” – Seneca, filsuf dan juru bicara Roma
abad 1.
Ø “Semua yang berada
di bawah pelatihan Tuhan membutuhkan waktu hening untuk berkomunikasi dengan
hati mereka, alam, dan dengan Tuhan.” Ellen G. White, pendiri gereja dan
penulis inspiratif abad 19.
Tuliskan
Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …
Ø ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
APA?
Sendiri
dengan Tuhan adalah memulai sesuatu yang aneh. Tidak apa-apa bila merasa aneh,
tapi setiap orang yang bertahan cukup lama segera mendapati ada sebuah sumur
suka cita sejauh jangkauan tangan mereka yang menunggu datangnya keheningan.
Terlalu
sibuk? Siapa yang tidak? Lihat betapa sibuknya Yesus dalam Markus 1. Seluruh
pasal adalah menyelesaikan suatu kesibukan dengan langkah cepat di tengah
malam. Tapi Dia bangun dari tidur sebelum matahari terbit karena selain dari
tidur, Dia lebih perlu mengistirahatkan jiwa-Nya dalam tangan Bapa.
Bagaimanapun Dia mendapatkan sebuah pesan dari Tuhan pada saat-saat tersebut
dan agenda-Nya
mengatakan, “Mari berjalan ke tempat berikutnya – kita mempunyai pekerjaan yang
harus dikerjakan.”
Mari
berani dan jujur – waktu bersama Allah adalah sebuah hak istimewa yang
berharga. Apakah kamu mempercayai ide tersebut? Apa rintangannya? Beberapa
menit menonton? Panggilan telepon yang membuat 5 menit lebih cepat? Sebuah e-mail? Seperti apakah gereja kita jika
para remaja menyerah gantinya mengasingkan diri? Bayangkan satu generasi remaja
menyerahkan diri kepada Yesus seutuhnya, mencuri waktu dari kehidupan yang sibuk
untuk berhubungan dengan
Seseorang yang membelikan mereka kehidupan kekal. Sekarang, itu bukan
mengasingkan diri. Itulah serangan yang penuh !
Tuhan berkata…
Ø Matius
14:13
Ø Markus
6:32
Ø Lukas
4:42
Ø Lukas
22:41-44
Ø Yohanes
7:53 - 8:1
Ø Yohanes
6:15
Ø Markus
6:30,31
DAN…
Ø “Menurut para Rabi,
perihal agama selalu kegiatan yang sibuk. Mereka bergantung pada penampilan
luar untuk menunjukkan kebaikan superior mereka. Karena itu mereka memisahkan
diri dari Tuhan dan membangun diri dalam kemampuan diri sendiri. Bahaya yang
sama masih ada. Sebagaimana aktivitas meningkat dan orang-orang menjadi sukses
dalam melakukan setiap pekerjaan untuk Tuhan,
ada bahaya mempercayai rencana dan metode manusia. Terdapat kecenderungan untuk
jarang berdoa, dan iman yang lebih kecil. Seperti murid-murid, kita dalam
bahaya kehilangan pandangan ketergantungan pada Tuhan, dan mencari penebus dari
aktivitas kita. Kita perlu untuk melihat Yesus secara rutin, menyadari bahwa
kuasa-Nya-lah yang melakukan setiap pekerjaan. Sementara kita bekerja dengan
sepenuh hati untuk menyelamatkan yang hilang, kita harus mempunyai waktu
meditasi, untuk berdoa, dan untuk mempelajari Friman Tuhan. Hanya pekerjaan
yang selesai karena banyak berdoa, dan disucikan oleh kasih karunia Yesus, pada
akhirnya akan terbukti efisien untuk kebaikan.” (Desire of Ages, page.362).
Ø (tambahan:
Kebahagiaan Sejati, hal. 105).
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Gambaran
Tuhan menunggu kita itu memiliki
kuasa. Raja menunggu umat-Nya untuk mengenali-Nya. Beberapa orang berusaha
keras melakukan ide penyembahan ini dan berusaha untuk tetap berkomunikasi
secara rutin di luar rasa bersalah. Tuhan tidak tertarik dengan
“penyembahan-penyembahan” sebesar ketertarikannya kepada “penyembahan”.
Penyembahan-penyembahan memiliki sebuah awal dan sebuah akhir. Penyembahan
adalah berkelanjutan.
Di dalam Alkitab, kita melihat jelas Yesus
bergaul dengan orang-orang berdosa setiap waktu. Reputasinya ternoda dengan
pernyataan seperti “Mengapa Dia makan dan minum dengan orang-orang berdosa?”
Pemimpin-pemimpin agama mencibir Yesus, namun Bapa-Nya tersenyum. Yesus juga
terus mencari cara untuk memiliki waktu menyendiri karena tidak seorangpun,
bahkan Yesus pun tidak, dapat mengatasi pertandingan kehidupan tanpa saat teduh
bersama Allah. Dan Allah tersenyum ketika kita menunjukkan cinta kita
kepada-Nya meskipun hanya satu atau dua kali.
Terkadang kita
butuh waktu lebih lama, tapi ketahuilah bahwa sebagai seorang anak Allah kamu
diundang untuk bersama dengan-Nya. Dia menunggu. Dia akan dengan sabar
memperhatikan kamu. Ketika kami mendengar-Nya memanggil, berikan Dia beberapa
saat. Minta Tuhan untuk mengingatkan kamu jika kamu perlu pertolongan. Dia
lebih tertarik pada saat sendiri bersamamu daripada hal yang lain. Kamu akan
kagum betapa besarnya yang Dia dapat melakukan bersamamu dan untukmu ketika Dia
mendapatkan perhatianmu bahkan hanya dalam waktu sesaat.
Bagaimana
Cara Kerjanya?
Buatlah jadwal atau secara spontan
meluangkan beberapa menit mengasingkan diri dalam keheningan bersama Allah.
Kamu mungkin ingin fokus pada satu hal dalam satu waktu dan mencatat beberapa
pendapat dan pengalaman ketika kamu melaukannya sepanjang minggu.
Telinga: Apa yang kamu dengar?
________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
Alkitab:
Ayat-ayat apa yang muncul di benakmu / yang kamu baca?
_______________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________
![]() |
Hati:
Komunikasi jujur apa yang kamu miliki bersama Allah yang berasal dari hati?
________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Simbol damai: Jelaskan apa yang kamu rasakan.
________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
Mata: Apa yang kamu lihat
dalam Allah, kamu atau orang lain ketika kamu menyendiri?
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________

Tidak ada komentar:
Posting Komentar