Senin, 21 Mei 2012

Real Time Faith-8-II-2012-Murid


Pelajaran 8
Mendengarkan Dengan Seksama, Bagian 2
Androcles dan Singa
26 Mei 2012

1. Persiapan
A. Sumber
Yakobus 1:19,20
Matius 5:13-16
Kisah Para Rasul 13:47
Roma 1:14-16
I Korintus 9:19-22
Wahyu 2:7
(Lihat ayat-ayat tambahan di materi siswa.)

B. Perihal “Mendengarkan Dengan Seksama, Bagian 2”
            Dalam pelajaran minggu lalu kita telah mempelajari tentang mendengarkan dengan baik. Minggu ini kita akan berbicara lebih lanjut tentang teknik mendengarkan dan betapa pentingnya itu dalam menyebarkan Injil.
            Kita akan kembali merujuk kepada para profesional di bidang komunikasi untuk menjelaskan pentingnya mendengarkan dengan baik. Dalam bidang komunikasi, istilah untuk mendengarkan dengan baik adalah effective listening. Sedangkan dalam bidang psikologi, disebut active listening.
            Effective listening adalah penting bagi mereka yang ingin atau perlu memahami bagaimana memotivasi dan mempengaruhi orang lain. Effective listening juga:
1.      memungkinkan kita mengontrol perasaan sementara berkonsentrasi untuk mendengarkan apa yang mereka katakan.
2.      membantu kita menghindari kesalahpahaman dan salah interpretasi mengenai apa yang orang lain katakan dan menjelaskan apa yang sebenarnya disampaikan kepada kita.
3.      adalah penting ketika orang lain memiliki ide atau pengetahuan yang tidak kita miliki.
4.      memungkinkan kita untuk menangkap ide-ide dan pengetahuan, serta belajar cara-cara baru dalam melakukan sesuatu.
5.      membantu kita menyadari dan menghargai kontribusi yang dilakukan orang lain dalam mencapai tujuan dan sasaran kita.
6.      adalah penting ketika orang lain menyalahkan kita untuk sesuatu.
Active listening adalah penting ketika seseorang meminta saran kita. Active listening:
1.       mencegah kita untuk memberikan solusi yang kurang tepat pada suatu masalah.
2.      membantu kita untuk menghindari atau meminimalisasikan konflik.
3.      meyakinkan kita dalam menyampaikan pendapat saat kita telah benar-benar paham pendapat orang lain demi kepuasan mereka.

C. Apa Tujuan dari “Mendengarkan Dengan Seksama, Bagian 2”
Sebagai hasil dari pelajaran ini, kami ingin agar para siswa dapat:
1.         Mempelajari teknik active dan effective learning.
2.         Mengerti dengan jelas tentang perlunya mendengarkan sebelum berbicara.
3.         Menjawab pertanyaan orang lain dengan cara berbicara yang baik dan benar, atas hasil dari belajar menjadi pendengar yang baik.

D. Alat-Alat yang Dibutuhkan
Permulaan – (Aktivitas A) gulungan benang, pita, atau senar.
Hubungkan – Buku pegangan/ materi siswa dan/atau Alkitab.

2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.         Menanyakan mereka ayat mana yang mereka pilih untuk pelajari dari pelajaran hari Rabu. Berikan kesempatan untuk menyebutkan ayat hafalannya.
2.         Beri kesempatan kepada siswa untuk “mengutip” dirinya sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis pada pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menanyai siswa mengenai kutipan yang mungkin tidak mencerminkan kehidupan Kristen secara tepat. Bagaimanapun, kutipan-kutipan seperti ini tidak terjadi di setiap pelajaran.
3.         Ulas respon yang mereka buat pada skenario yang ditampilkan pada pelajaran hari Minggu. Diskusikan berbagai respon, akhiri dengan ide dari pelajaran minggu lalu dari bagian Perihal pada materi guru.
            Jika kamu memiliki kelompok yang sangat besar, minta orang dewasa yang bersedia untuk membantu sesi ini untuk membentuk kelompok yang lebih kecil.

B. Komponen Sekolah Sabat Lainnya
Ø  Song Service
Ø  Cerita Mision (cari tautan untuk Adventist Mission for Youth and Adults di www.realtimefaith.net)
Ø  Laporan proyek pelayanan

3. Permulaan
Catatan untuk guru: Gabungkan semua acara dengan pilihan kategori berikut – Permulaan, Hubungan, Aplikasi, dan Penutupan. Namun, perhatikan bahwa para siswa memerlukan kesempatan untuk berinteraksi (berpartisipasi secara aktif dan dengan satu sama lain) dan untuk mempelajari Firman Tuhan. Pada kesempatan tertentu, guru harus membagikan atau memperhatikan materi siswa minggu ini.
A. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Mintalah siswa untuk mengelompokkan diri lima sampai tujuh orang.
Siap-siap – Mengajukan topik yang provokatif atau kontroversial atau, suatu masalah untuk diselesaikan dalam diskusi kelas. (Boleh dalam bentuk pertanyaan). Berikan mereka waktu lima menit untuk membuat daftar solusi.
Pergi – Berikan satu orang dalam setiap kelompok gulungan benang, pita, atau senar. Orang pertama yang berbicara memegang gulungan tersebut dan akan mengopernya kepada orang yang selanjutnya berbicara, dan seterusnya. Setelah mereka selesai, minta mereka memeriksa pola benang yang tercipta oleh urutan orang-orang yang berbicara.
Tanya Jawab – Tanyakan: Apakah ada satu orang yang berbicara lebih dari yang lain? Apakah ada orang yang tidak berbicara sama sekali? Mengapa hal ini bisa terjadi? (Ada yang pemalu, orang yang sering berbicara tidak memberikan yang lain kesempatan, tidak punya cukup waktu.) Akan seperti apakah pola gulungan benang tersebut jika para pendengarlah yang mendapatkan gulungan dan bukan pembicara? (Kami akan menggunakan lebih banyak / lebih sedikit benang.) Apakah peran para pendengar, jika ada? (Mereka secara diam-diam menyemangati pembicara. Mereka tidak membantu sama sekali.) Bagaimanakah para pendengar berhubungan dengan pembicara? (Mereka ditangguhkan kepada pembicara. Mereka menyemangati pembicara melalui komunikasi nonverbal.) Bagaimanakah para pembicara berhubungan dengan pendengar? (Mereka meyakinkan para pendengar.) Apa yang pola benang ini ungkapkan tentang diskusi dan bagaimana kelompok kalian tiba pada solusinya? (Ini adalah / bukan upaya bersama.) Mari kita buka dan baca Yakobus 1:19, 20. Bagaimanakah ayat tersebut berhubungan dengan kegiatan ini?
Katakan: Hubungan antara pendengar dan pembicara adalah sesuatu yang sensitif. Agar komunikasi menjadi efektif, harus ada yang mendengarkan.
Tanyakan: Apa yang dapat kamu lakukan untuk meyakinkan orang lain bahwa seseorang mendengarkan hal yang mereka katakan, dan semua orang patut untuk didengarkan? (Ambillah peran sebagai pendengar sesering mungkin)

B. Aktivitas Permulaan
Persiapan – Tempatkan siswa duduk dalam dua baris, saling menghadap satu sama lain.
Siap-siap – Mintalah satu baris siswa keluar dari ruangan dan katakan kepada siswa yang tersisa untuk meniru apapun yang dilakukan oleh orang yang duduk di hadapan mereka.
Pergi – Bawa masuk siswa yang di luar ruangan. Minta mereka untuk menjelaskan kepada teman yang ada di hadapan mereka kejadian yang memalukan atau lucu yang terjadi pada mereka atau seseorang yang mereka kenal.  Amati kelas seolah-olah tidak ada hal khusus yang terjadi.  Harapkan ada yang tertawa dan / atau kebingungan dari para siswa.
Tanya Jawab – Tanyakan: Apa yang begitu lucu? Apa yang kamu rasakan saat orang meniru segala yang kamu lakukan? (Lucu dan aneh). Apa rasanya harus meniru segala gerakan yang orang lain lakukan? (Sulit, karena harus memperhatikan mereka dengan hati-hati. Kamu bahkan tidak bisa berpikir tentang dirimu sendiri. Apa arti dari mirroring / meniru? (Memaksa kita untuk fokus pada orang lain dan mencoba berpikir seperti yang mereka lakukan.) Jika ada, apakah kelemahan mirroring / meniru? (Orang-orang yang sensitif akan berpikir bahwa kita sedang mengejek mereka). Bagaimana mirroring / meniru dapat digunakan sebagai keterampilan dalam mendengarkan? (Kita menunjukkan bahwa kita tertarik dan ingin memahami apa yang orang lain katakan. Kita mengulangi kembali apa yang mereka katakan). Bagaimanakah 1 Korintus 9:19-22 berhubungan dengan aktifitas ini? Mintalah siswa untuk membuka dan membaca ayat tersebut, lalu diskusikan.
Katakan: Bagian penting dalam mendengarkan adalah dengan menunjukkan bahwa kita tertarik dengan apa yang mereka katakan, dengan cara menrefleksikan minat mereka kembali.
Tanyakan: Cara-cara apakah yang telah kita lakukan dalam aktifitas ini? (membungkuk ke depan, meniru ekspresi wajah orang lain).
Katakan: Meskipun dalam aktifitas ini kita menekankan apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita ingin menjadi pendengar atas apa yang seseorang katakan, berikut adalah beberapa hal yang harus kita lakukan. (Boleh dicatat di papan tulis.)
1.             Perhatikan wajah orang itu dan pertahankan kontak mata.
2.             Menjaga postur tubuh yang terbuka, jangan melipat lengan atau kaki.
3.             Bersandar ke depan.
4.             Anggukkan kepala Anda.
5.             Tanpa menyela, ajukan pertanyaan atau kesimpulan untuk memperjelas apa yang kita kurang mengerti.
6.             Abaikan gangguan. Jangan melihat atau menjawab ponsel Anda.

C. Ilustrasi Permulaan
Bagikan ilustrasi berikut dengan kata-katamu sendiri.
            Ilustrasi 1. Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt bosan melihat senyuman kosong dari orang banyak dan memutuskan untuk mencari tahu apakah ada yang memperhatikan apa yang dikatakannya. Ketika orang-orang datang kepadanya dengan mengulurkan tangan, ia tersenyum lebar dan berkata, “Saya membunuh nenek saya pagi ini. Orang-orang akan secara otomatis menanggapi dengan komentar, “Bagus sekali!” atau “Lanjutkan pekerjaan baik itu! embunuh nenek saya pagi ini “. ” Tidak ada satupun yang memperhatikan apa yang dia katakan, kecuali seorang diplomat asing. Ketika Presiden berkata, “Saya membunuh nenek saya pagi ini", sang diplomat menyahut lembut, “Aku yakin dia mengetahuinya." – Richard Breusch, in Paul Lee Tan, Encyclopedia of 15,000 Illustrations: Sign of the Times. Copyright © 1998 Paul Lee Tan. All rights reserved. Database © 1998 NavPress Software.
            Ilustrasi 2. Ada bentuk ketulian yang diketahui dokter di mana orang tersebut mampu mendengar segala sesuatu kecuali kata-kata. Dalam kasus seperti ini, telinga, yang adalah indera pendengaran, dapat mendengar begitu sempurna sehingga bunyi detik jam atau nyanyian burung benar-benar dihargai. Namun karena adanya cedera lokal yang lebih dalam daripada telinga, yaitu dalam otak itu sendiri, penderita tidak dapat mengerti semua kata-kata yang diucapkan dalam bahasa ibu, seperti mereka tidak dapat mengerti bahasa asing. "Beri dia buku untuk dibaca dan dimengerti, tetapi setiap kata yang ditujukan kepadanya melalui telinga akan mencapai kesadarannya hanya sebagai suara, tidak sebagai sebuah kata.” – W. H. Thomson, in Paul Lee Tan, Encyclopedia of 15,000 Illustrations: Signs of the Times. Copyright © 1998 Paul Lee Tan. All rights reserved. Database © 1998 NavPress Software.

Tanya Jawab – Tanyakan: Apa yang salah satu atau kedua ilustrasi ini katakan kepada kita tentang mendengarkan secara efektif – tentang mendengarkan sedemikian rupa sehingga kita dapat membuat perbedaan di dunia ini, khususnya sebagai wakil Kerajaan Allah? (Terima berbagai pendapat dari siswa Anda. Tunjukkan bahwa mendengarkan bukan hanya masalah menggunakan telinga, juga bukan sesuatu yang kita bisa palsukan). Minta siswa untuk membuka dan membaca Yakobus 1:19 bersama-sama.

4. Hubungan
A. Hubungan dengan Kerajaan

Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Wakil-wakil kerajaan Allah harus bersedia untuk pergi ke mana orang lain takut untuk pergi karena mereka mempunyai sebuah misi dari Tuhan. Matius 5:13-16 membandingkan orang percaya dengan garam dan terang. Garam tidak melakukan apapun jika hanya tersimpan di tempatnya. Garam harus dituang keluar untuk menjadi efektif. Garam memberikan perubahan rasa pada apa pun yang akan menjadi bagian darinya. Tidak cukup garam, membuat hambar; terlalu banyak garam membuat makanan tidak dapat dimakan. Jika garam tidak asin, kita tidak punya alasan untuk membutuhkan garam.
Hal yang sama, cahaya tidak berguna jika tertutup. Tetapi jika Anda meletakkan cahaya di tempat gelap, cahaya itu mengusir kegelapan. Kegelapan tidak pernah mampu mengatasi cahaya.
Orang-orang Kristen perlu dilibatkan dalam kehidupan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan, dan membagikan cahaya yang mereka terima atas hasil hidup dalam Roh-Nya.

B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Mintalah seseorang terlebih dahulu untuk membaca atau menceritakan bagian pelajaran hari Sabat.
Tanyakan: Apa hubungan cerita ini dengan mendengarkan? (Androcles harus mengalahkan rasa takutnya pada singa sebelum ia dapat mendekati si singa dan memahami apa yang singa itu butuhkan. Dengan cara yang sama kita harus mengatasi ketakutan kita dan pemikiran yang sudah terbentuk sebelumnya untuk dapat mendengarkan dan memahami orang lain.) Apa yang terjadi setelah Androcles membantu singa? (Singa membawanya pulang dan memberinya makan.) Bagaimana cerita ini berhubungan dengan hubungan kita dengan orang lain? (Ketika kita mendengarkan orang lain dan memperhatikan kebutuhan mereka, kita akan menjadi bagian dari dunia mereka. Dari situlah kita bisa berbagi tentang dunia kita, yaitu Kerajaan Allah, dengan mereka.)

Bagikan konsep berikut dalam kata-kata Anda sendiri:
Menjadi pendengar yang aktif berarti berpartisipasi penuh dalam proses komunikasi. Ini berarti mendengarkan segala sesuatu yang orang lain harus dan ingin katakan. Hal ini juga berarti mendengarkan diri sendiri. Kita harus peka terhadap sinyal atau tanda dari tubuh kita sendiri. Kita harus menyadari dampak dari bahasa tubuh kita dalam proses komunikasi. Mendengarkan secara aktif melibatkan perhatian pada pesan verbal dan nonverbal yang Anda kirim ke orang lain.
Ingatkah, minggu lalu kita telah mempelajari bahwa 93 persen dari komunikasi adalah komunikasi non-verbal. Postur tubuh dan perilaku Anda mencerminkan minat Anda. Hal ini dapat ditunjukkan dalam beberapa cara.
Katakan: Duduk berhadapan satu sama lain lagi. Saya akan memberikan beberapa perintah dan saya ingin mereka yang duduk di sebelah kanan saya melakukan apa yang saya katakan. Sedangkan yang di sebelah kiri saya harus melakukan hal yang sebaliknya:
1. Duduk menghadap orang lain dengan tepat.
2. Memperlihatkan postur tubuh terbuka.
3. Bersandar ke depan sedikit ke arah orang lain.
4. Lakukan kontak mata yang baik.
5. Duduklah dengan nyaman dan santai.
Sekarang beralih dan lakukan yang sebaliknya.

Tanya-jawab • Tanyakan: Bagaimana rasanya bila seseorang terlihat tertarik dengan Anda secara non-verbal? Bagaimana rasanya bila seseorang sepertinya mendorong Anda menjauh secara non-verbal?
Katakan: Cobalah untuk menunjukkan ketertarikan Anda pada orang lain dengan komunikasi nonverbal. Sebagai rasul, Paulus berkata dalam Roma 1:14 dan 16, bahwa kita "diwajibkan" bagi orang-orang yang tidak percaya. Mintalah siswa untuk membuka dan membaca ayat-ayat tersebut.

C. Hubungan dengan Kehidupan

CATATAN: Untuk skenario berikut, gunakanlah deskripsi pakaian yang dianggap aneh di tempat sekitar Anda.

Katakan: Seorang remaja yang mengenakan pakaian hitam dari atas sampai bawah dan mempunyai beberapa tindikan, tato, dan rambut yang aneh berjalan di lapangan sekolah Kristen Anda. Dia tidak tampak mabuk atau habis menggunakan obat terlarang. Bagaimana Anda mendekatinya?  Jika remaja yang sama tampak mabuk, menggunakan obat terlarang, atau tampak kasar, apa yang akan atau harus Anda lakukan?
Tanya-jawab • Biarkan siswa mendiskusikan jawaban mereka atas setiap pertanyaan. (Katakanlah "Hai." Tanyakan tentang tato atau tindikan atau rambutnya; tanyakan apakah ia tinggal di lingkungan itu. Jika dia terlihat mabuk, atau habis menggunakan obat terlarang, atau kasar, dengan cepat menjauh darinya dan carilah tempat yang aman atau orang dewasa terdekat. Panggil polisi jika ia tampak di luar kendali.)
5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
            Ada tiga teknik dasar mendengarkan, tapi hanya satu diantaranya yang benar-benar efektif.
1.         Competitive Listening terjadi saat kita lebih tertaik untuk mengutarakan sudut pandang kita daripada mencoba mengerti dan mendalami sudut pandang orang lain. Kita akan entah mencari celah untuk masuk dalam pembicaraan, atau mencari titik kelemahan mereka dimana kita akan menyerang. Kita berpura-pura mendengar, padahal kita sedang menanti celah, menyusun pendapat, dan merencanakan untuk menyerang argumen mereka. Banyak percakapan Yesus dengan orang-orang Farisi adalah contoh dari competitive listening. Mari kita lihat dalam Markus 2:23-3:6. (Biarkan siswa membaca cerita tersebut. Diskusikan apa yang orang-orang Farisi katakan atau lakukan yang menunjukkan bahwa mereka tidak mendengarkan dengan tulus apa yang Yesus katakan.)
2.         Dalam Passive Listening kita benar-benar tertarik untuk mendengarkan dan mengerti sudut pandang orang lain. Namun masalahnya adalah kita berasumsi bahwa kita mendengar dan mengerti apa yang mereka katakan sebetulnya. Kita tidak mau menanyakan kembali kepada sang pembicara. Salah satu contohnya adalah percakapan Yesus dengan Nikodemus dalam Yohanes 3:1-9. (Mintalah salah satu siswa untuk membacanya). Nikodemus datang untuk berbicara dengan Yesus tengah malam dengan dua alasan : karena dia benar-benar tertarik dengan apa yang Yesus katakan, dan karena dia takut kepada apa yang pemimpin-pemimpin agama Yahudi akan pikirkan tentang dia. Karena pergumulan hatinya antara jabatannya dengan apa yang Yesus katakan, Nikodemus tidak langsung bertobat pada saat itu juga, namun Alkitab mencatat bahwa dia bertobat setelahnya. (Lihat Yohanes 7:50-52 ; 19:38-42)
3.         Active Listening adalah satu-satunya teknik mendengarkan yang paling efektif. Dalam active listening kita ingin memahami apa yang orang lain katakan, pikirkan, rasakan, dan perlukan. Kita memastikan bahwa kita mengerti apa yang mereka maksud. Kita akan menjawab setelah kita benar-benar mengerti, dan kita akan mengulangi apa yang mereka katakan agar jelas bagi kedua pihak. Percakapan Yesus dengan wanita Samaria dalam Yohanes 4:7-26 contoh active listening yang baik. Yesus tidak hanya menjawab kata-kata wanita itu, tetapi juga pada hatinya. Sewaktu wanita Samaria mencoba untuk mengganti topik pembicaraan, Yesus kembali menekankan bahwa Dialah Mesias yang wanita itu nantikan.
Bagilah siswa dalam tiga kelompok. Tugaskan mereka pada tiga metode mendengarkan yang telah dibahas, dan minta mereka membuat drama singkat untuk mendemonstrasikannya.

Tanya Jawab – Tanyakan: Bagaimanakah rasanya menjadi orang yang terlibat pada metode  competitive atau  passive listening? (Saya merasa diserang, tidak didengarkan atau dimengerti) Bagaimana rasanya untuk berbuat seperti itu? (aneh, tidak seperti saya yang biasa, baik-baik saja.) Pikirkan suatu waktu dimana Anda berlaku seperti dalam competitive atau  passive listening dengan keluarga atau teman Anda. Apa yang terjadi? Bagaimana kita bisa melakukan hal yang berbeda di lain waktu? Contoh lain apakah yang terdapat di dalam Alkitab tentang tiga metode mendengarkan dalam percakapan dengan orang lain atau dengan Yesus?

B. Pertanyaan Aplikasi
1.         Mengapakah mendengarkan orang-orang non-Kristen sangatlah penting?
2.         Hal-hal apakah yang kita pikirkan akan kita dengar saat berbicara dengan orang-orang non-Kristen?
3.         Apakah kira-kira ada pesan tersembunyi dalam kata-kata mereka?
4.         Bahaya apakah, jika ada, yang bisa timbul dalam pertemanan kita dengan orang-orang yang tidak percaya?
5.         Kapankah terakhir kalinya Anda melakukan percakapan ekstensif dengan orang non-Kristen? Apa yang kalian bicarakan? Apakah iman Anda atau hubungan Anda dengan iman timbul dalam pembicaraan? Jika tidak, bagaimanakah Anda dapat membawanya dalam pembicaraan pada lain waktu?
6. Penutup
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
            Perusahaan-perusahaan global seperti Nike, Pepsi-Cola, Fila, 7-Eleven, BMW, dan Sony dapat berkembang besar karena mereka memperhatikan pembeli mereka. Perusahaan-perusahaan tersebut mengeluarkan produk yang cepat dikonsumsi, ketinggalan jaman, atau cepat berganti dalam waktu yang singkat. Kita, mempunyai lebih banyak hal yang dapat ditawarkan sebagai wakil-wakil Kerajaan Allah. Dan karena alasan inilah, kita harus mendengarkan dengan seksama pada orang-orang di sekitar kita.


Pelajaran Siswa
Mendengarkan Dengan Seksama, Bagian 2
Androcles dan Singa
26 Mei 2012

Ø Ayat hafalan: Pilih salah satu ayat dari pelajaran hari Rabu. Tulis di bawah ini dan hafalkan pada minggu ini.
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________


                   Androcles dan Singa

(Menurut pendapatmu, apa hubungan antara ilustrasi berikut dengan ayat Alkitab di halaman lain?)

            Seorang budak bernama Androcles kabur dari tuannya dan lari ke hutan. Saat dia sedang berjalan menelusuri hutan, ia menemukan seekor singa terbaring sambil mendesah. Awalnya, dia berbalik untuk pergi, tapi setelah diperhatikan bahwa singa itu tidak mengejarnya, dia berbalik mendekati singa tersebut. Androcles melihat bahwa cakar singa itu bengkak dan mengeluarkan banyak darah akibat tertusuk duri yang besar dan menyebabkan kesakitan yang luar biasa. Androcles dengan segera mencabut duri tersebut dan membalut cakar sang singa, yang setelah itu dapat berdiri dan menjilat tangan Androcles seperti seekor anjing.
            Singa itu kemudian membawa Androcles menuju guanya, dan setiap hari membawakan daging sebagai makanan untuk bertahan hidup. Namun tak lama kemudian, Androcles dan singa dua-duanya tertangkap, dan Androcles mendapat hukuman dilemparkan dalam arena singa setelah singa itu tidak diberi makan beberapa hari.
            Seluruh kerajaan datang untuk menyaksikan pertunjukkan dimana Androcles digiring ke dalam arena. Tak lama kemudian, sang singa dilepaskan dan dengan cepat mengaum kepada calon korbannya. Namun setelah ia mendekat, ia menyadari bahwa Androcles adalah temannya, lalu si singa bersandar pada Androcles dan menjilat tangannya seperti seekor anjing yang ramah. Sang raja, yang kaget melihat kejadian tersebut, menanyakan cerita lengkap dari Androcles. Sang budak lalu diampuni dan dibebaskan, dan si singa dilepaskan kembali di hutan. Rasa terima kasih adalah tanda dari jiwa-jiwa yang mulia.
            Sama seperti Androcles, kita harus peka terhadap derita, kemarahan, dan kesakitan yang orang-orang tunjukkan untuk kita perhatikan. Androcles yang harus mengalahkan ketakutannya terhadap singa, begitupula kita harus mengalahkan ketakutan kita terhadap orang-orang “duniawi” atau orang-orang yang berbeda dengan kita agar kita dapat mengerti apa yang mereka butuhkan dan mengabarkan Injil itu kepada mereka. Androcles tidak pernah membayangkan bahwa hanya dengan satu kebaikan kecil dapat menyelamatkan hidupnya suatu hari nanti. Kita harus mendengarkan orang-orang yang tidak percaya bukan untuk menyelamatkan hidup kita, namun untuk menyelamatkan hidup mereka dalam Kerajaan Allah. Kehidupan yang ditawarkan pun adalah untuk selama-lamanya.



 
            Minggu
            Yang Saya Pikirkan
            Priyanth telah bersekolah di sekolah Kristen sepanjang hidupnya. Dia tidak kenal siapapun yang berbeda kepercayaan dengannya. Sekarang, dia harus masuk ke sekolah lanjutan umum. Dia ingin membagikan imannya, namun dia takut orang lain akan menganggapnya aneh. Saran apakah yang dapat Anda berikan padanya?
            Masuk ke website www.guidemagazine.org/rtf untuk mengirim respon Anda. Terbukalah dan jujur, katakan apa yang Anda pikirkan.

Senin
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan warga kerajaan yang sebenarnya; yang lain mungkin tidak. Apakah kamu dapat menyatakan perbedaannya? Bagaimana pernyataan ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam firman-Nya? Setelah mengkaji ayat-ayat pada bagian pelajaran Tuhan Berkata…, tulislah sebuah pernyataan yang menunjukkan kepercayaanmu. Bersiaplah untuk menyatakan pendapatmu pada Kelas Sekolah Sabat.
Ø  “Tugas awal untuk mencintai adalah dengan mendengarkan.” – Paul Tillich, filsuf dan teolog Protestan abad ke-20
Ø  “Ketika saya bersiap-siap untuk beragumen dengan seseorang, saya menggunakan sepertiga waktu saya untuk memikirkan tentang diri saya dan apa yang akan saya katakan, dan dua pertiga untuk memikirkan tentang dirinya dan apa yang akan dia katakan.” - Abraham Lincoln (1809-1865), Presiden Amerika Serikat ke-16
Ø   “Pendengar yang baik mencoba untuk mengerti apa yang orang lain katakan. Pada akhirnya ia mungkin tidak setuju, tetapi karena ia tidak setuju, ia ingin tahu dengan tepat hal apa yang tidak ia setujui itu.” – Kenneth A. Wells
Ø  “Anda tidak benar-benar bisa mendengarkan orang lain sambil melakukan sesuatu secara bersamaan.” – M. Scott Peck, psikiater Amerika abad ke-20
Ø  “Berikan waktu mendengarkan dan membaca Anda kira-kira 10 kali lebih dari waktu berbicara Anda. Hal ini akan menjamin bahwa Anda berada di suatu program belajar dan perbaikan diri yang berkelanjutan. "-Gerald McGinnis, pendeta di Amerika Serikat.
Ø  “Ketahuilah cara mendengarkan yang baik, dan Anda akan mendapat keuntungan bahkan dari mereka yang berbicara buruk. "-Plutarch, biografer dan moralis Yunani abad pertama.
Ø  “Tidak ada orang yang mau mendengarkan Anda berbicara jika ia tidak tahu bahwa giliran berikutnya adalah untuk dia berbicara." -Edward W. Howe.
Ø  “Untuk memperhatikan membutuhkan usaha, mendengar saja tidak cukup. Bebek pun bisa mendengar juga. "-Igor Stravinsky, komposer AS (kelahiran Rusia) abad ke-20.
 Tuliskan Kutipanmu
 Apa yang saya katakan adalah …
Ø  _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Selasa
APA?
Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa begitu penting untuk mendengarkan orang-orang non-Kristen? Jika mereka ingin tahu segalanya, mereka bisa mendapatkan semua info yang mereka butuhkan dari internet. Benar, mereka bisa mendapatkan fakta-fakta, khotbah-khotbah, dan doktrin dari situs web Kristen. Tapi mereka tidak bisa mendapatkan hati yang tulus, persahabatan, atau bahkan pelukan dari dunia maya.
Meskipun surat elektronik dan situs web adalah alat komunikasi yang sangat efektif, manusia sebagai makhluk sosial perlu memiliki kontak wajah, telinga, dan mata dengan satu sama lain. Tidak harus sesuatu yang berat pada awalnya. Cobalah bermain sepak bola atau bola voli di tempat di mana kebanyakan orang sering berkumpul. Kerjakan pekerjaan rumah Anda di perpustakaan umum. Jadilah relawan di organisasi di komunitas Anda. Ikutlah atau buatlah sebuah klub.
Yang terpenting adalah untuk berada di tempat orang-orang itu berada, sehingga Anda akan terbiasa dengan suara mereka dan lambat laun dapat masuk ke dalam keinginan hati mereka yang tak terucap. Di saat itulah Anda dapat memperkenalkan mereka kepada Sang Pencipta, yang hanya oleh Dia-lah keinginan-keinginan hati tersebut dapat dipenuhi.

Rabu
Tuhan berkata…

Ø Yakobus 1:19-20
Ø Matius 5:13-16
Ø Kisah Para Rasul 13:47
Ø I Korintus 9:19-22



 
Kamis
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?

Dalam beberapa tahun ke depan, Anda akan berada di SMU dan lalu beranjak ke universitas. Anda mungkin akan mengambil kelas effective listening. Pelajaran minggu ini dapat membantu Anda untuk membuat catatan yang lebih baik dalam kelas dan menyimpan lebih banyak informasi untuk ujian.
Merupakan hal yang indah bahwa keterampilan untuk mendengar ini dapat masuk ke dalam area lain dalam kehidupan kita, contohnya hubungan kita dengan orang lain. Keterampilan yang kita punya, dapat membawa efek jangka panjang bagi orang-orang yang kita temui.
Untuk mengartikan suatu ayat Alkitab: kecuali kita menjadi pendengar yang baik pada kasih karunia Tuhan, baik kita maupun siapapun yang tidak tahu atau tidak percaya kepada Tuhan dapat masuk ke dalam Kerajaan surga. Hal ini bukan berarti Tuhan tidak bisa menyelamatkan orang-orang tanpa bantuan kita. Tetapi Dia mengharapkan agar kita menggunakan keterampilan yang telah Dia berikan untuk menggapai orang lain demi nama-Nya.
Ingat, Tuhan memberikan kita dua telinga untuk mendengar dan satu mulut untuk berbicara. Ini menunujukkan hal mana yang lebih penting untuk digunakan dalam membawa orang lain masuk Kerajaan surga. Seorang wakil atau perantara dapat dinilai bagus dari keterampilan yang mereka miliki. Dan apakah bagusnya keterampilan itu, jika tidak digunakan? Keterampilan mendengarkan adalah alat yang sangat penting dalam membangun “kotak kerajaan surga”.





     


            Jumat
            Bagaimana Cara Kerjanya?

            Ambil satu atau dua jam hari ini, pada saat Anda berada di tengah-tengah banyak orang, buatlah usaha untuk memperjelas hal-hal yang orang lain katakan dengan meniru apa yang mereka lakukan dan menyimpulkan apa yang mereka katakan. Tulislah hasilnya – reaksi non-verbal mereka, apa yang Anda rasakan, apa yang mereka katakan. Bersiap-siaplah untuk membagikan pengalamanmu pada hari Sabat.

Contoh 1:
“Hari ini saat saya berbicara dengan Juanita, dia sedih karena hewan peliharaannya mati. Saya menunjukkan muka yang sedih pada saat mukanya terlihat sedih. Saya katakan padanya, saya tahu sedihnya kehilangan hewan peliharaan. Dia sedikit menangis (walaupun saya tidak) dan berterimakasih karena saya telah mengambil waktu untuk berbicara padanya dan dia tersenyum. Saya merasa senang melihat dia terlihat lebih baik setelah itu.”

Contoh 2:
“Manny sangat bangga menjadi pemenang dalam perlombaan kuis Geografi. Awalnya saya tidak mau mengobrol dengannya karena banyak orang di sekitar kami. Saya memberinya tos dan menanyakan bagaimana dia dapat melakukannya. Matanya terbuka lebar saat saya menanyakan hal itu. Dia bercerita bahwa pamannya membuatkan flash card peta untuk dia belajar di siang hari, dan bagaimana pamannya melatihnya pada malam hari. Saya terus mengangguk, mengajukan pertanyaan, dan dia terus bercerita. Semakin saya terlihat tertarik, semakin dia bercerita. Saya pikir ini tidak akan ada habisnya. Walaupun begitu, saya belajar banyak.”


________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar