Pelajaran 3
PARA
REMAJA PADA SEBUAH MISI
Terinci,
terinci, terinci
19 Januari 2013
Terinci, Terinci,
Terinci
(Apa kira-kira
hubungan ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)
Pada tahun 1911,
para penjelajah berusaha mengadakan perjalanan ke bagian terjauh dari dunia.
Dua tim yang dikirim adalah yang pertama dalam sejarah mengadakan perjalanan ke
kutub Selatan (Antartika). Perbedaan yang jelas di antara kedua tim itu adalah
pendekatan dan persiapan untuk perjalanan itu, di mana pada akhirnya hal itu
membuat semuanya berbeda di dunia.
Sebuah tim dipimpin
oleh Roald Amundsen, yang mendalami metode perjalanan orang Eskimo dan yang
lainnya ketika mengadakan perjalanan dalam iklim yang hampir sama. Setelah
dengan hati-hati dan merenungkan dia menentukan cara yang terbaik untuk
mencapai kutub selatan adalah dengan menggunakan kereta luncur yang ditarik
oleh anjing. Kemudian dia memilih tim yang trampil menggunakan ski dan
menentukan tujuan untuk setiap harinya, memastikan bahwa anjing ini memiliki
banyak makanan dan istirahat. Perencanaannya yang hati-hati menyanggupkan tim
mencapai tujuannya tanpa banyak hambatan yang berarti. Kenyataannya,
satu-satunya hambatan yang ditemui oleh tim ini adalah adanya infeksi gigi yang
harus dicabut.
Sayangnya, tim yang
lain, dipimpin oleh Robert Falcon Scott, memiliki pengalaman yang sangat
berbeda. Scott, seorang anggota angkatan laut Inggris yang pernah memimpin ekspedisi ke antartika
sebelumnya, tidak memiliki perencanaan yang hati-hati terhadap ekspedisinya,
sebagaimana ditunjukkan oleh pilihannya menggunakan kereta luncur mesin dan
anjing-anjing pony untuk perjalanan tersebut.
Masalah segera dimulai setelah ekspedisi berjalan. Kendaraan mesin macet
setelah lima hari, dan anjing-anjing pony, yang tidak pernah mengalami situasi
yang demikian dingin, harus dibunuh di dasar pegunungan Transantartika. Setelah
anjing itu tidaka ada lagi, tim Scott harus menarik kereta luncur yang berat
dan menghabiskan energy mereka.
Yang membuat
masalah makin buruk, pakaian mereka tidak layak untuk cuaca seperti itu,
menyebabkan banyak anggota tim menderita kedinginan yang sangat. Sebagai
tambahannya, tim ini dibutakan oleh salju karena kacamata yang digunakan tidak
tepat dan kuranya pelindung mata.
Peristiwa ini lebih
diperparah, dengan makanan dan air yang tinggal sedikit sebagai hasil dari
perencanaan Scott yang kurang dan di saat-saat terakhir ketambahan lima orang
dalam tim itu. Herannya, tim Scott sampai di kutub Selatan dengan selamat,
tetapi dalam kondisi yang menyedihkan. Dan disana, sudah menunggu, bendera
Norwegia. Amundsen, karena perencanaannya yang terinci, telah menyelesaikan
tujuannya dan mencapai tujuan satu bulan lebih dahulu dari temannya itu.
Membutuhkan
perencanaan yang hati-hati sampai kepada hal yang rinci yang akan menolong kita
menyelesaikan tujuan-tujuan kita.
Minggu, 13 Januari 2013
Yang Saya Pikirkan
Pernyataan misi
dari pesawat ruang angkasa fiksi adalah seperti ini: “Ini adalah perjalanan
pesawat ruang angkasa. Misinya yang berkelanjutan adalah meneliti dunia baru
yang asing, mencari kehidupan baru dan peradaban baru, untuk pergi ke mana saja
di mana belum seorang pun pernah ke sana.”
Jika engkau secara
pribadi menggunakan struktur dari pernyataan itu, gambarkanlah tujuan hidupmu,
apa yang akan engkau rubah, dan apakah hal itu dapat dipahami?
Jagalah susunan
dasar dan tema dari pernyataan di atas, Apakah pernyataan misi gerejamu (atau
gereja impianmu) dapat dipahami? Cobalah membuatnya 30 kata atau kurang seperti
contoh di atas.
Kunjungi
www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur.
Katakanlah apa yang Anda pikirkan.
Senin, 14 Januari 2013
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili
pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak.
Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini
dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya? Setelah meninjau
ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman. Tulislah pernyataan yang cocok
dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah membuat “kutipan sendiri” di Sekolah
Sabat.
·
“Ketakutan terbesar kita seharusnya bukanlah kegagalan,
tetapi kesuksesan pada sesuatu yang sebenarnya kurang berarti.”—Misionaris kepada
suku-suku baru (tidak dikenal), Eternal Perspectives Newsletter, Fall 2003,
halaman 15.
·
“Tidak ada uap atau gas yang dapat menggerakkan sesuatu
sampai itu dimasukkan dalam satu tempat. Tidak ada kehidupan yang bertumbuh
besar sampai hal itu terfokus, didedikasikan, didisiplin.”—Harry Emerson
Fosdick, Pendeta Amerika abad ke-20.
·
“Saya telah menemukan tujuanku, Saya harus mengambil Injil
kepada orang-orang di ujung Timur (London).”—William Booth, Pendeta Methodis
Inggris abad ke-19, pendiri Bala Keselamatan.
·
“Jika seseorang tidak menemukan sesuatu yang untuk itu
dia mau untuk mati, dia tidak layak untuk hidup.”—Martin Luther King, Jr.,
Pendeta Africa-Amerika abad ke-20,
Pemenang penghargaan Perdamaian Nobel.
·
“Pertqma bangunlah tujuan yang tepat. Tujuan yang tepat
akan membuatnya mudah, hampir otomatis, untuk membangunmu dengan
tepat.”—Goethe, Pujangga Jerman abad ke-18 dan19, Pengarang, Pemikir.
·
“Tidak seorang pun dapat berbuat banyak dalam hidupnya
yang tidak memiliki konsep yang pasti tentang untuk apa dia hidup.”—Henry
Drummond, Evangelis Skotlandia abad k, Pe-19 Pendeta, Penulis, Professor Teologi.
·
“Jika engkau mengejar dua kelinci, keduanya akan
lepas.”—Tidak dikenal.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya
katakan adalah …
Selasa, 15 Januari 2013
LALU APA?
Kebanyaakan orang
pada akhirnya terpaksa memfokuskan hidup mereka terhadap sesuatu yang merupakan
suatu masalah serius, seperti kanker atau kesulitan keuangan. Pencobaan oleh api
adalah satu pendekatan untuk menemukan sebuah focus dan tujuan; namun, itu
bukanlah cara yang terbaik untuk menghabiskan waktu di muka bumi ini.
Cerita Bartimeus
yang buta adalah contoh besar dari seseorang yang menderita namun mendapatkan
tujuannya, dan melompat untuk mendapatkannya. Dalam Markus 10 seorang yang buta
itu bernama Bartimeus duduk di pinggir jalan ketika ia mendengar bahwa Yesus
sedang lewat. Dia menangis kepada Yesus, tetapi tertutupi oleh orang banyak.
Berpikir bahwa dia tidak membiarkan kesempatan itu lewat, dia menangis lebih
keras lagi, dan Yesus berhenti dan memanggilnya datang. Orang buta itu
melepaskan jubahnya, melompat ke udara, dan mencari jalan menuju Yesus.
Herannya. Tidak seorang pun menuntunnya menemukan tujuannya. Upahnya—Yesus
menyembuhkannya dan mengajarkan kepada kita
sebuah pelajaran kehidupan tentang berfokus kepada apa yang kita
inginkan dalam hidup.
Mengapa menunggu
sampai engkau putus asa dan tidak memiliki pilihan lain? Mengapa tidak hidup
dengan prinsip hari ini? Mengapa tidak digerakkan oleh misimu, tandai setiap
keputusan yang didasarkan atas nilai-nilaimu? Mengapa tidak hidup setiap hari
untuk sesuatu yang untuk itu engkau mau mati? Hal ini adalah sesederhana
menunjukkan belas kasihan bagi orang lain yang tidak mendapatkannya, mengasihi
sesame dengan rahmat yang nyata, membantu para misionari untuk memberitakan
injil di India dengan bekerja beberapa jam setelah pulang sekolah.
Apapun misimu,
jadilah seseorang yang dituntun oleh jarum kompas yang selalu ke utara.
Ambillah tantangan dengan mengarahkan air masa-masa remajamudengan pengertian
yang jelas tentang siapakah engkau dan kemanakah tujuanmu.
Rabu, 16 Januari 2013
Tuhan berkata…
·
Amsal 21:21
·
Yeremia 29:13
·
Kisah Para Rasul 20:22-24
·
Roma 8:18,19
·
Filipi 2:1-2
·
Filipi 3:12-14
·
Kolose 2:2-3
(Ayat tambahan: 2
Timotius 1:8-12; Ibrani 6:9-12. )
Kamis, 17 Januari 2013
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Paulus adalah orang
yang pandai dan rumit, namun ia menjaga misinya tetap sederhana: ”Tujuanku
adalah bahwa mereka dapat terdorong dalam hati dan dipersatukan dalam kasih,
sehingga mereka memiliki kepenuhan kekayaan pengertian yang lengkap, sehingga
mereka dapat mengetahui misteri Allah, yaitu, Kristus, sebab di dalam Dia
tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kolose 2:2, 3, NIV).
Ketika kita
bertumbuh semakin tua, misi kita dibentuk oleh ide dan pengalaman baru.
Nampaknya jelas ketika kita membaca injil bahwa Yesus memanggil pengikutnya
untuk melakukan sesuatu yang besar agar memperluas kerajaanNya. Namun suatu
kebenaran yang lain adalah bahwa ia tidak membiarkan kita sendiri. Yesus berada
di belakang kita, menolong kita menjadi segala sesuatu sebagaimana yang Ia
inginkan.
Yesus mempercayaimu
dan memberikanmu kuasa untuk membuat pilihan yang berani bagi Dia. Lebih dari
yang lainnya, Ia ingin engkau, sebagai seorang anak dari kerajaanNya, mengalami
suka cita yang berasal dari kemerdekaan dan melakukan sesuatu yang benar
sebagaimana yang Allah inginkan terjadi dalam hidupmu. Apapun yang engkau ingin
coba, tetaplah sesuatu yang sederhana, dan hidupkan pekan depan ini misi yang
engkau telah tulis?
Perjalanan ini
bukanlah untuk sesuatu yang membuat kita sempurna; ini adalah tentang memulai
kehidupan yang sesuai dengan tujuan.
Jumat, 18 Januari 2013
Bagaimana Cara Kerjanya?
Tulislah sebuah
pernyataan misimu sendiri sehingga
engkau akan sibuk menghidupkannya!
Sebuah pernyataan
misi pribadi berkenaan dengan tiga pertanyaan ini:
1.
Seperti apakah hidupku nantinya?
2.
Apakah yang saya kejar?
3.
Tindakan apa yang saya ambil untuk menghidupkan seperti
apakah hidupku nantinya dan apakah yang saya kejar?
Pernyataan misiku: