Selasa, 08 Januari 2013

Real Time Faith-I-III-2013-Murid


Pelajaran 3
PARA REMAJA PADA SEBUAH MISI
Terinci, terinci, terinci
19 Januari 2013

Terinci, Terinci, Terinci
(Apa kira-kira hubungan ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)

Pada tahun 1911, para penjelajah berusaha mengadakan perjalanan ke bagian terjauh dari dunia. Dua tim yang dikirim adalah yang pertama dalam sejarah mengadakan perjalanan ke kutub Selatan (Antartika). Perbedaan yang jelas di antara kedua tim itu adalah pendekatan dan persiapan untuk perjalanan itu, di mana pada akhirnya hal itu membuat semuanya berbeda di dunia.

Sebuah tim dipimpin oleh Roald Amundsen, yang mendalami metode perjalanan orang Eskimo dan yang lainnya ketika mengadakan perjalanan dalam iklim yang hampir sama. Setelah dengan hati-hati dan merenungkan dia menentukan cara yang terbaik untuk mencapai kutub selatan adalah dengan menggunakan kereta luncur yang ditarik oleh anjing. Kemudian dia memilih tim yang trampil menggunakan ski dan menentukan tujuan untuk setiap harinya, memastikan bahwa anjing ini memiliki banyak makanan dan istirahat. Perencanaannya yang hati-hati menyanggupkan tim mencapai tujuannya tanpa banyak hambatan yang berarti. Kenyataannya, satu-satunya hambatan yang ditemui oleh tim ini adalah adanya infeksi gigi yang harus dicabut. 

Sayangnya, tim yang lain, dipimpin oleh Robert Falcon Scott, memiliki pengalaman yang sangat berbeda. Scott, seorang anggota angkatan laut Inggris  yang pernah memimpin ekspedisi ke antartika sebelumnya, tidak memiliki perencanaan yang hati-hati terhadap ekspedisinya, sebagaimana ditunjukkan oleh pilihannya menggunakan kereta luncur mesin dan anjing-anjing pony untuk perjalanan tersebut.  Masalah segera dimulai setelah ekspedisi berjalan. Kendaraan mesin macet setelah lima hari, dan anjing-anjing pony, yang tidak pernah mengalami situasi yang demikian dingin, harus dibunuh di dasar pegunungan Transantartika. Setelah anjing itu tidaka ada lagi, tim Scott harus menarik kereta luncur yang berat dan menghabiskan energy mereka.

Yang membuat masalah makin buruk, pakaian mereka tidak layak untuk cuaca seperti itu, menyebabkan banyak anggota tim menderita kedinginan yang sangat. Sebagai tambahannya, tim ini dibutakan oleh salju karena kacamata yang digunakan tidak tepat dan kuranya pelindung mata.


Peristiwa ini lebih diperparah, dengan makanan dan air yang tinggal sedikit sebagai hasil dari perencanaan Scott yang kurang dan di saat-saat terakhir ketambahan lima orang dalam tim itu. Herannya, tim Scott sampai di kutub Selatan dengan selamat, tetapi dalam kondisi yang menyedihkan. Dan disana, sudah menunggu, bendera Norwegia. Amundsen, karena perencanaannya yang terinci, telah menyelesaikan tujuannya dan mencapai tujuan satu bulan lebih dahulu dari temannya itu.  

Membutuhkan perencanaan yang hati-hati sampai kepada hal yang rinci yang akan menolong kita menyelesaikan tujuan-tujuan kita.



Minggu, 13 Januari 2013
Yang Saya Pikirkan

Pernyataan misi dari pesawat ruang angkasa fiksi adalah seperti ini: “Ini adalah perjalanan pesawat ruang angkasa. Misinya yang berkelanjutan adalah meneliti dunia baru yang asing, mencari kehidupan baru dan peradaban baru, untuk pergi ke mana saja di mana belum seorang pun pernah ke sana.”

Jika engkau secara pribadi menggunakan struktur dari pernyataan itu, gambarkanlah tujuan hidupmu, apa yang akan engkau rubah, dan apakah hal itu dapat dipahami?

Jagalah susunan dasar dan tema dari pernyataan di atas, Apakah pernyataan misi gerejamu (atau gereja impianmu) dapat dipahami? Cobalah membuatnya 30 kata atau kurang seperti contoh di atas.

Kunjungi www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur. Katakanlah apa yang Anda pikirkan.























Senin, 14 Januari 2013
Apa yang Mereka Ingin Katakan?

Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak. Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya? Setelah meninjau ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman. Tulislah pernyataan yang cocok dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah membuat “kutipan sendiri” di Sekolah Sabat.

·         “Ketakutan terbesar kita seharusnya bukanlah kegagalan, tetapi kesuksesan pada sesuatu yang sebenarnya kurang berarti.”—Misionaris kepada suku-suku baru (tidak dikenal), Eternal Perspectives Newsletter, Fall 2003, halaman 15.
·         “Tidak ada uap atau gas yang dapat menggerakkan sesuatu sampai itu dimasukkan dalam satu tempat. Tidak ada kehidupan yang bertumbuh besar sampai hal itu terfokus, didedikasikan, didisiplin.”—Harry Emerson Fosdick, Pendeta Amerika abad ke-20.
·         “Saya telah menemukan tujuanku, Saya harus mengambil Injil kepada orang-orang di ujung Timur (London).”—William Booth, Pendeta Methodis Inggris abad ke-19, pendiri Bala Keselamatan.
·         “Jika seseorang tidak menemukan sesuatu yang untuk itu dia mau untuk mati, dia tidak layak untuk hidup.”—Martin Luther King, Jr., Pendeta  Africa-Amerika abad ke-20, Pemenang penghargaan Perdamaian Nobel.
·         “Pertqma bangunlah tujuan yang tepat. Tujuan yang tepat akan membuatnya mudah, hampir otomatis, untuk membangunmu dengan tepat.”—Goethe, Pujangga Jerman abad ke-18 dan19, Pengarang, Pemikir.
·         “Tidak seorang pun dapat berbuat banyak dalam hidupnya yang tidak memiliki konsep yang pasti tentang untuk apa dia hidup.”—Henry Drummond, Evangelis Skotlandia abad k, Pe-19 Pendeta, Penulis, Professor Teologi.
·         “Jika engkau mengejar dua kelinci, keduanya akan lepas.”—Tidak dikenal.


Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …










Selasa, 15 Januari 2013
LALU APA?

Kebanyaakan orang pada akhirnya terpaksa memfokuskan hidup mereka terhadap sesuatu yang merupakan suatu masalah serius, seperti kanker atau kesulitan keuangan. Pencobaan oleh api adalah satu pendekatan untuk menemukan sebuah focus dan tujuan; namun, itu bukanlah cara yang terbaik untuk menghabiskan waktu di muka bumi ini.

Cerita Bartimeus yang buta adalah contoh besar dari seseorang yang menderita namun mendapatkan tujuannya, dan melompat untuk mendapatkannya. Dalam Markus 10 seorang yang buta itu bernama Bartimeus duduk di pinggir jalan ketika ia mendengar bahwa Yesus sedang lewat. Dia menangis kepada Yesus, tetapi tertutupi oleh orang banyak. Berpikir bahwa dia tidak membiarkan kesempatan itu lewat, dia menangis lebih keras lagi, dan Yesus berhenti dan memanggilnya datang. Orang buta itu melepaskan jubahnya, melompat ke udara, dan mencari jalan menuju Yesus. Herannya. Tidak seorang pun menuntunnya menemukan tujuannya. Upahnya—Yesus menyembuhkannya dan mengajarkan kepada kita  sebuah pelajaran kehidupan tentang berfokus kepada apa yang kita inginkan dalam hidup.

Mengapa menunggu sampai engkau putus asa dan tidak memiliki pilihan lain? Mengapa tidak hidup dengan prinsip hari ini? Mengapa tidak digerakkan oleh misimu, tandai setiap keputusan yang didasarkan atas nilai-nilaimu? Mengapa tidak hidup setiap hari untuk sesuatu yang untuk itu engkau mau mati? Hal ini adalah sesederhana menunjukkan belas kasihan bagi orang lain yang tidak mendapatkannya, mengasihi sesame dengan rahmat yang nyata, membantu para misionari untuk memberitakan injil di India dengan bekerja beberapa jam setelah pulang sekolah.

Apapun misimu, jadilah seseorang yang dituntun oleh jarum kompas yang selalu ke utara. Ambillah tantangan dengan mengarahkan air masa-masa remajamudengan pengertian yang jelas tentang siapakah engkau dan kemanakah tujuanmu. 










Rabu, 16 Januari 2013
Tuhan berkata…
·         Amsal 21:21




·         Yeremia 29:13




·         Kisah Para Rasul 20:22-24




·         Roma 8:18,19




·         Filipi 2:1-2




·         Filipi 3:12-14




·         Kolose 2:2-3




(Ayat tambahan: 2 Timotius 1:8-12; Ibrani 6:9-12. )

Kamis, 17 Januari 2013
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?

Paulus adalah orang yang pandai dan rumit, namun ia menjaga misinya tetap sederhana: ”Tujuanku adalah bahwa mereka dapat terdorong dalam hati dan dipersatukan dalam kasih, sehingga mereka memiliki kepenuhan kekayaan pengertian yang lengkap, sehingga mereka dapat mengetahui misteri Allah, yaitu, Kristus, sebab di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kolose 2:2, 3, NIV).

Ketika kita bertumbuh semakin tua, misi kita dibentuk oleh ide dan pengalaman baru. Nampaknya jelas ketika kita membaca injil bahwa Yesus memanggil pengikutnya untuk melakukan sesuatu yang besar agar memperluas kerajaanNya. Namun suatu kebenaran yang lain adalah bahwa ia tidak membiarkan kita sendiri. Yesus berada di belakang kita, menolong kita menjadi segala sesuatu sebagaimana yang Ia inginkan.

Yesus mempercayaimu dan memberikanmu kuasa untuk membuat pilihan yang berani bagi Dia. Lebih dari yang lainnya, Ia ingin engkau, sebagai seorang anak dari kerajaanNya, mengalami suka cita yang berasal dari kemerdekaan dan melakukan sesuatu yang benar sebagaimana yang Allah inginkan terjadi dalam hidupmu. Apapun yang engkau ingin coba, tetaplah sesuatu yang sederhana, dan hidupkan pekan depan ini misi yang engkau telah tulis?

Perjalanan ini bukanlah untuk sesuatu yang membuat kita sempurna; ini adalah tentang memulai kehidupan yang sesuai dengan tujuan.














Jumat, 18 Januari 2013
Bagaimana Cara Kerjanya?

Tulislah sebuah pernyataan misimu sendiri  sehingga engkau akan sibuk menghidupkannya!

Sebuah pernyataan misi pribadi berkenaan dengan tiga pertanyaan ini:

1.        Seperti apakah hidupku nantinya?




2.        Apakah yang saya kejar?




3.        Tindakan apa yang saya ambil untuk menghidupkan seperti apakah hidupku nantinya dan apakah yang saya kejar?





Pernyataan misiku: