Pelajaran
4
KEKUDUSAN:
Hanya
Menjadi Lebih Baik
26 Januari 2013
1. Persiapan
A. Sumber
§
Keluaran 15:11
§
Mazmur 89:35
§
Yesaya 35:8
§
Roma 6:19
§
Efesus 4:24
§
Filipi 4:8
§
Ibrani 12:14
(Lihat ayat-ayat tambahan di pelajaran untuk murid)
B. Apa yang dikatakan tentang “Kekudusan”
Pelajaran pekan ini mempelajari konsep kekudusan dan bagimana
menghubungkannya ke dalam kehidupan kita dalam pengertian yang praktis. Kekudusan
adalah sesuatu yang pernah disinggung sebelumnya, topic ini adalah sebuah
pengulangan. Ada sebuah fokus
tertentu kepada penurutan sebagai hal yang berlawanan dengan kemenangan, dan
hikat yang berlawanan dengan kekuatan diri sendiri.
Allah telah memberikan keselamatan, dan tanggapan terhadap perbuatan-Nya adalah percaya dan mematuhi kehendak-Nya bagi kita. Penurutan adalah selalu merupakan reaksi dari rahmat-Nya yang menyelamatkan, bukan sebuah taktik untuk mendapatkan kebaikan.
Terlalu sering kita memasang beban di atas kuda ketika kita berbicara tentang
kehidupan yang kudus. Walaupun kita melakukan sesuatu, kita tidak dapat layak
menerima rahmat-Nya; malah, hal
itu adalah sebuah pemberian bagi untuk diterima dan dipercaya. Tanggapan kita
adalah, mengikuti kehendak Dia yang mengasihi kita.
Penghapusan dosa dalam kehidupan kita bukanlah sebuah fokus yang utama; namun, kita mencoba untuk mendorong kebiasaan
baik dari penurutan pada orang muda dengan siapa mereka bekerja. Ini akan
menolong kita untuk bekerja sampai pada akhir daripada menciptakan pengharapan
yang tidak nyata dalam kehidupan orang muda kita.
C. Apa Tujuan “Kekudusan”
Sebagai hasil dari pelajaran ini kami mau para siswa akan sanggup untuk:
1.
Mengerti konsep
yang lebih lengkap tentang mengejar kekudusan dalam kehidupan mereka.
2.
Memiliki beberapa
alat praktis untuk digunakan dalam pergumulan bagi kekudusan dalam hidup.
3.
Mengerti dengan
lebih baik proses perpindahan dari kebiasaan buruk dan menggantikannya dengan
kebiasaan baik.
D. Benda-benda yang Dibutuhkan
Permulaan:
§
(Kegiatan A)
Kotak musik atau alat putar
lagu yang lain, sebuah tembok;
§
(Kegiatan B) dua penutup mata, dua baris permen, musik seperti di
kegiatan A.
Menghubungkan:
Alkitab, pelajaran untuk murid.
Penerapan:
Kertas, pena, pensil.
2. Jembatan
A. Di Mana Kita Sebelumnya
Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.
Tanyakan ayat
mana yang mereka pilih untuk dipelajari dari bagian hari Rabu pelajaran mereka.
Beri
mereka kesempatan untuk menghafalkan ayat-ayat mereka.
2.
Beri kesempatan murid untuk membuat
kutipan sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis dalam pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menjelaskan kepada mereka mengenai
kutipan-kutipan yang mungkin tidak mencerminkan dengan tepat kehidupan Kristen.
Namun, kutipan seperti ini tidak lazim terjadi pada setiap pelajaran.
3.
Melihat kembali
berbagai tanggapan yang diberikan mereka dan orang lain terhadap skenario yang disajikan
pada hari Minggu. Diskusikan berbagai tanggapan, berakhir dengan pokok-pokok
pikiran dari Apa Yang Dikatakan Tentang … di penuntun guru. Jika Anda memiliki kelompok yang sangat
besar, pastikan ada beberapa orang dewasa yang bersedia melakukan bagian ini
dengan kelompok murid yang lebih kecil.
B. Komponen
Sekolah Sabat Lainnya
§
Lagu
Pujian pendahuluan
§ Penekanan Missi
(dapatkan bahan Berita Missi Advent untuk Pemuda dan Dewasa di www.realtimefaith.net)
§ Laporan-laporan proyek pelayanan
3. Permulaan
Catatan
untuk guru:
Susun
program Anda sendiri dengan pilihan dari kategori di bawah ini—Pembukaan,
Mengaitkan, Penerapan, dan Penutupan. Perlu diingat, bahwa murid perlu memiliki
kesempatan untuk interaksi (berpartisipasi secara aktif satu sama lain) dan
belajar dari Firman Allah. Pada saat tertentu Anda harus mengarahkan atau
menarik perhatian mereka pada pelajaran mereka minggu ini.
A. Aktivitas
Permulaan
Bersedia
Mainkanlah
musik ketika para murid masuk di kelas. Buatlah ruangan telah diatur dan mulai dengan ucapan
selamat datang yang hangat.
Siap-siap
Mintalah untuk satu atau lebih sukarelawan. Katakan
kepada mereka bahwa engkau akan meminta mereka melakukan sebuah tantangan yang
akan menguji kemampuan mereka untuk berhenti. Mintalah masing-masing mereka
untuk berdiri sekitar 10-15 kaki dari sebuah tembok di ruangan. Kemudian
mintalah mereka berlari secepat mungkin dan berhenti hanya beberapa sentimeter
dari tembok. Mereka harus memastikan untuk tidak menyentuh tembok itu.
Lakukan
Sekali para murid mencoba (tidak terelakkan beberapa dari
antara mereka menyentuh tembok), mintalah beberapa murid yang lain untuk
menentukan siapakah yang berlari paling cepat dan siapa yang paling dekat dengan
tembok.
Tanya jawab
Tanyakan:
§ Apa yang salah dengan permainan ini?
(Jawaban akan bervariasi, tetapi mungkin akan memantulkan
ketiksenangan karena sebagian mungkin akan menabrak tembok.)
§ Mengapa ini bukanlah permainan yang baik?
(Ini berbahaya. Engkau tidak dapat berlari ke tembok dan
mengharapkan berhenti tanpa bahaya apapun.)
§ Pikirkan hal itu; kita akan menggali sedikit lebih dalam
lagi nanti bagaimana kita sering memainkan permainan ini dalam kehidupan kita
sendiri.
B. Aktivitas Permulaan
Persiapan
Berikan waktu bagi sejumlah murid yang baik untuk datang
ke kelas. Lakukan kegiatan pendahuluan dan ketika sudah waktunya untuk memulai
pelajaran, mintalah dua sukarelawan.
Bersedia
§ Bawalah dua sekarelawan ke lorong ruangan atau suatu tempat di luar
ruangan, dan tinggalkan mereka di sana. Kemudian kembalilah ke ruangan untuk
memberikan instruksi. Katakan kepada seluruh siswa untuk memindahkan kursi
mereka menjadi sebuah lingkaran kemudian berdirilah di samping.
§ Sembunyikan dua potong permen ( atau sesuatu yang seperti itu) yang telah
dibuat tanda yang berbeda satu dengan yang lain namun dalam lingkaran itu(pada
tempat yang berbeda). Kemudian bagilah murid dalam dua tim dengan memberi nomor
kepada mereka.
§ Katakan kepada masing-masing tim permen yang mana yang adalah milik
“mereka.” Katakan kepada kelas bahwa ketika dua orang yang tertutup matanya
memasuki kelas mereka akan masing-masing dikatakan di mana tim mereka berdiri.
Merupakan tugas masing-masing tim untuk memanggil dan mengatakan kepada teman satu
timnya di mana permen tim mereka berada, dan bagaimana cara
terbaik untuk mendapatkannya. Kedua tim juga diijinkan untuk memanggil dan
mencoba untuk membingungkan tim lain yang sedang mencari permen. Tim yang
mendapatkan permen tersebut memenangkan permainan.
Lakukan
§ Ketika teman yang ditutup matanya memulai pencariannya, mainkan musik untuk
mengganggu para pemain. Dengan segala kebisingan dan keributan, akan susah
untuk mengatakan kepada yang mendengarkan. Khususnya ketika tim lain mencoba juga untuk meneriakkan perintah mereka.
Tanya Jawab
Tanyakan:
§ Apakah permainan ini sulit? Mengapa?
(Jawaban akan berbeda, tetapi temanya adalah sukar untuk
mendengar instruksi yang benar)
§ Kepada yang ditutupi matanya tanyakan: Bagaimana engkau
tahu siapa yang bisa dipercaya?
Apakah mudah untuk mengikuti arahan? Apakah musik lebih membingungkanmu? Jika engkau memiliki sebuah
kesempatan untuk melakukannya lagi, apakah, apa saja, yang akan engkau lakukan
secara berbeda?
C. Ilustrasi Permulaan
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Engkau bangun di pagi hari dan akhirnya menemukan waktu sendirian bersama
Allah. Engkau menggunakan waktu sepimu dengan bijaksana, dan engkau mencari
sebuah hari yang baik. Engkau bertanya kepada Allah untuk kemenangan atas dosa,
dan engkau benar-benar percaya bahwa Dia menginginkan engkau untuk menghidupkan
sebuah kehidupan yang lebih baik, sebuah kehidupan yang percaya dan menurut.
Ketika engkau menyelesaikan renunganmu, engkau bangun dan pergi mandi. Namun,
ketika engkau di sana engkau melihat saudarimu telah lebih dahulu berada di sana dan engkau
harus menunggu. “Tidak masalah,” engkau berkata kepada dirimu sendiri. Setelah
sekitar 20 menit engkau menjadi cemas. Engkau perlu bersiap ke sekolah dan
saudarimu tidak mempertimbangkannya. Setelah setengah jam engkau tidak hanya
tidak sabar, engkau kecewa. Setiap menit yang engkau lewati engkau dapat merasakan
termometer dalam dirimu semakin lama semakin panas. Ketika pada
akhirnya saudarimu keluar dari kamar mandi, engkau memastikan bahwa engkau akan
memberikan kepadanya serpihan pikiranmu.
Ketika engkau memasuki kamar mandi, engkau menemukan dirimu penuh dengan
penyesalan, mengetahui bahwa engkau telah kehilangan kendali dan jatuh ke dalam pencobaan. Pencobaan untuk marah dan
mengatakan perkataan yang kasar. Ketika engkau mempersiapkan diri untuk
sekolah, engkau menyadari bahwa semua waktu sepimu bersama dengan Yesus, dan
persiapanmu untuk hari itu hilang pada suatu waktu dalam kemarahan, dan engkau
berkata kepada dirimu sendiri, baiklah, mungkin besok saya akan menemukan
kemenangan atas kemarahan saya.
Tanya Jawab
Tanyakan:
§ Sudahkah hal ini terjadi kepadamu?
§ Berapa sering engkau menemukan dirimu dalam situasi ini?
§ Mengapa engkau tetap membuat suatu kesalahan yang sama
padahal engkau telah meminta Allah untuk membuatmu menang? Apakah Allah
benar-benar menolongmu?
4. Hubungkan
A. Hubungkan dengan Kerajaan
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
Sebagai agen dalam kerajaan Allah, ada sesuatu yang khusus yang kita perlu
lakukan untuk menjadi seperti Allah—atau menyerupai Kristus. Hal-hal apakah
itu? Seseorang ingin melakukan dosa sesedikit mungkin.
Sebagaimana yang kita telah lihat dalam ilustrasi
pembukaan, itu adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Ketika sebagai
manusia memiliki kecendrungan untuk berbuat dosa, dan setan sangat baik untuk
mencoba kita ke dalam dosa.
Sering kita berbicara tentang kemenangan atas dosa.
Namun, ini berarti bahwa kita bersandar pada kekuatan kita sendiri untuk menaklukkan
setan dan pencobaannya. Sebenarnya, kita yang melihat diri kita sebagai agen
Allah hanya perlu melihat pada satu hal, dan itu adalah kepatuhan terhadap
kehendak Allah dalam hidup kita.
Ketika kita mempelajari dan ketika kita berdoa, kita menemukan
semakin kita memantapkan kehendak Allah dalam hidup kita, semakin mudah bagi
kita untuk menurut. Ketika kita menurut, pencobaan akan semakin kurang dan
kurang berpengaruh dalam hidup kita. Pasti kita membuat kesalahan, itulah
sebabnya ada pengampunan dan rahmat.
Dapatkah kita menghapuskan dosa dari dalam hidup kita?
Tidak. Tetapi dapatkah kita secara berkelanjutan memantapkan kehendak Allah
dalam diri kita? Sudah pasti! Itulah artinya menghidupkan sebuah kehidupan
kerajaan!
B. Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
Sebelumnya mintalah seseorang untuk membaca atau menceritakan
cerita dari pelajaran hari Sabat.
Tanyakan:
§ Pernahkah di antaramu merasakan hal seperti ini?
§ Apakah ada di antara kalian mengetahui seseorang yang
melakukan hal ini?
§ Apakah yang salah dengan kehidupan Jim?
§ Apakah artinya hidup bereaksi terhadap rahmat Allah
Meskipun ada pengampunan dan rahmat, tidakkah seharusnya kita mencoba untuk
mengalahkan dosa kita? (merujuk kepada pemikiran dalam Menghubungkan kepada
Kerajaan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini.)
C. Hubungan dengan Kehidupan
Katakan:
Dalam Roma 6:19 menyatakan: “Aku mengatakan hal ini secara manusia karena
kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota
tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada
kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota
tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.” Ini
nampaknya seperti sebuah perintah yang tinggi. Bagaimana pekerjaan ini dapat
ditrapkan dalam hidupmu?
Sampaikan
ide-ide berikut dengan kata-katamu sendiri:
Mereka mengatakan butuh 21 hari untuk menciptakan sebuah
kebiasaan baru. Lihatlah kehidupanmu dan perhatikan berapa banyak kebiasaan
yang engkau miliki, apakah itu baik dan buruk. Apakah yang membuat kebiasaanmu
terhenti? Akan amanuntuk mengatakan bahwa membutuhkan paling sedikit 21 hari
untuk menghentikan satu kebiasaan jika sebegitu panjang untuk menciptakan
sesuatu yang baru. Konsep ini dengan mematuhi Allah dan melakukan kehendak-Nya
adalah sulit, dan juga kita perlu untuk dengan
sengaja menciptakan kebiasaan baru. Allah ingin kita untuk menghidupkan
kebenaran dan kekudusan. Cara yang kita lakukan yaitu dengan secara terus
menerus meminta kuasa Roh Suci dan mengingatkan diri kita akan rahmat Allah dan
belas kasihan Allah kepada kita. Hal ini menyanggupkan kita untuk mengatasi
kebiasaan buruk kita dan lebih menyerupai Kristus.
Bagian pelajaran hari Jumat ini memiliki apa yang disebut
dengan tantangan 21 hari. Ini bukanlah formula untuk mengatasi dosa. Jika
mengatasi dosa adalah mudah, seseorang dan bukan Yesus yang akan melakukannya
pada waktu dulu. Namun, kita dapat melakukan suatu langkah yang mudah dalam
pergumulan kita dengan dosa dan kebiasaan buruk dengan cara menjadi terbiasa
dengan mengatasi hal-hal yang menggoda kita. Mari kita memperhatikan tantangan
21 hari dan menerapkannya dalam kehidupan kita.
(Catatan: tantangan 21 hari bukanlah sesuatu di mana para
murid, jika mereka jujur, mungkin ingin membagikannya dengan siapa saja, jadi
pastikan engkau menggunakan pertanyaan yang berbeda, tetapi jangan terlalu
spesifik dengan pribadi seseorang atau kebiasaan buruk. Bersifat umumlah dan
ijinkan anak-anak untuk mengisi dirumah jika mereka ingin. Akan baik untuk
menandai di kalendermu mengikuti perkembangan 21 hari selanjutnya, berikan
dorongan dalam minggu-minggu yang berjalan untuk mendapatkan tanggung jawab
mereka dalam kegiatan ini.)
5. Aplikasi
A. Aktivitas Aplikasi
Bagilah murid ke dalam beberapa kelompok dari tiga sampai lima. Mintalah
mereka menggunakan waktu untuk mendiskusikan apa yang mereka pikir tiga
tantangan terbesar yang mereka hadapi dan orang muda di sekitar mereka untuk
mengejar kekudusan. Berikan waktu bagi mereka untuk membagikan daftar yang
mereka telah pikirkan dan kemudian lihatlah daftar yang cocok di antara
kelompok-kelompok itu.
Tanya Jawab
Tanyakan:
§ Bukankah sesuatu yang menarik di mana banyak kelompok
mempunyai jawaban yang sama? Apa artinya ini?
§ Apakah ada kecendrungan umum yang kita dapat tolong untuk
menolong satu dengan yang lainnya mengatasi hal ini?
§ Jika ada sebuah cara di mana kita dapat saling membantu
satu dengan yang lain?
§ Usulan-usulan praktis apakah yang engkau miliki untuk
mengatasi beberapa area ini?
B. Pertanyaan Aplikasi
1.
Isu utama apa yang engkau pikirkan tentang orang-orang
seusiamu ketika mereka menghadapi pencobaan dan kekudusan?
2.
Hal-hal praktis apa yang engkau dapat lakukan untuk
mengalihkan pencobaan (lihat Matius 4)?
3.
Apakah engkau berpikir teman-temanmu mau menolongmu untuk
mengejar kekudusan?
4.
Bagaimana engkau dapat bertanggung jawab kepada seseorang
atau sebuah kelompok yang menolongmu mengatasi dosa dalam hidupmu?
5.
Apakah ada hikmat yang orang tuamu miliki untuk hal
seperti ini?
6.
Jika engkau bertanya kepada Allah untuk menolongmu
mengatasi satu hal sekarang ini, apakah hal tersebut? (mintalah mereka menjawab
untuk diri mereka sendiri)
6. Penutupan
Kesimpulan
Periksalah untuk memastikan bahwa konsep kekudusan sebagai sebuah respon
kasih karunia telah menjadi yang pertama dan pelajaran yang paling penting bagi
para murid yang telah mereka pelajari sepanjang pekan ini.
Kemudian dengan
kata-katamu sendiri, ringkaskan ide berikut ini:
Kekudusan adalah sesuatu yang kita pergumulkan, tetapi
kita mendapatkannya hanya melalui rahmat Yesus Kristus.
Mengalahkan kebiasaan buruk adalah sebuah proses, dan
kita akan mempunyai kemenangan dan mengalahkannya dalam pengalama-pengalaman
berikutnya.
Doa untuk
berkomitmen
Mintalah para murid berbagi dalam kelompok dua atau tiga
dan berdoa untuk keinginan menjadi patuh kepada Allah. Dan kemudian mintalah
mereka datang bersama dan berdoa sebagai sebuah kelompok untuk berkomitmen
kepada kekudusan sebagai sebagai sebuah kelompok sekolah sabat. Ambillah
waktu untuk permintaan doa pribadi dalam hati.
Pelajaran
4
KEKUDUSAN:
Hanya
Menjadi Lebih Baik
26 Januari 2013
Hanya Menjadi Lebih Baik
(Apa kira-kira hubungan ilustrasi
berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)
Jim adalah seorang pria yang baik.
Faktanya, setiap orang berpikir bahwa Jim memiliki semuanya. Dia memimpin
puji-pujian di gereja, dia mendapatkan nilai yang baik, dan setiap orang
nampaknya menyukainya. Engkau dapat sering melihat Jim memimpin guru-guru atau
memastikan bahwa tidak seorang pun meninggalkan permainan di lapangan. Jim
adalah seorang yang mengetahui rahasia bagaimana untuk berbahagia. Dia tidak
pernah lemah atau depresi. Dia selalu tersenyum untuk siapa saja yang
membutuhkannya. Dia selalu mencoba menjadi lebih baik dan lebih baik dalam
hidupnya. Faktanya, beberapa orang berkata bahwa nampaknya Jim ini sempurna.
Ketika engkau melihat kehidupan di sekitarnya, engkau tidak dapat melihat
sesuatu yang Jim lakukan adalah sebuah kesalahan. Dia bahkan terlambat untuk
datang ke kelas kecuali dia sedang menolong orang lain.
Namun, apa yang orang tidak tahu tentang
Jim adalah bahwa Jim seorang penakut. Dia sangat takut bahwa apa yang
dilakukannya tidak cukup untuk diselamatkan oleh Yesus Kristus. Jim merasa jika
membuat kesalahan maka ia tidak akan masuk sorga. Segala sesuatu yang Jim
lakukan adalah supaya mendapatkan kebaikan dari Allah. Dia berpikir bahwa jika
dia dapat melakukan sesuatu dengan cukup baik maka Allah pasti
menyelamatkannya.
Kasihan Jim, dia tidak mengerti satu hal
yang penting. Kita diselamatkan melalui kasih karunia Yesus Kristus saja, dan
semua hal yang baik itu kita lakukan karena Yesus telah lebih dahulu
menyelamatkan kita. Perbuatan itu selalu merupakan sebuah tanggapan kasih
karunia yang telah diberikan kepada kita. Jim melakukan semua hal yang baik dan
menakjubkan ini, tetapi ia sangat takut di dalam hatinya karena dia tidak yakin
bahwa dia telah melakukan cukup untuk diselamatkan. Alangkah menakutkannya cara hidup yang demikian!
Minggu, 20 Januari 2013
Yang Saya Pikirkan
Johnny memiliki
kebiasaan yang buruk. Nampaknya apa pun yang ia lakukan, dia tetap jatuh dalam
hal yang sama berulang-ulang. Dia meminta Allah untuk menang, tetapi dia
nampaknya tidak dapat menghentikan apa yang dia lakukan.
Masalahnya adalah
bahwa dia tetap pergi ke tempat yang sama yang seharusnya dia tidak pergi ke
sana ketika ia sedaang melakukan pencarian di internet. Dia mengetahui bahwa ia
seharusnya tidak kesitu, tetapi dia telah melakukannya begitu sering, nampaknya
dia tidak dapat berhenti.
1.
Apa yang engkau pikir Johnny harus
lakukan?
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
Apakah perbedaan antara meminta
pertolongan Allah dan menuruti kehendakNya?
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
Bagaimana Johnny dapat menggunakan
masyarakatnya untuk menolong dia mengatasi masalahnya?
|
|
|
|
|
|
|
|
Kunjungi
www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur.
Katakanlah apa yang Anda pikirkan.
Senin, 21 Januari 2013
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili
pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak.
Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini
dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya?
Setelah meninjau ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman...., tulislah pernyataan yang cocok dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah
membuat “kutipan sendiri” di Sekolah Sabat.
§ “Kekudusan adalah
sebuah rencana arsitektur di mana Allah membangun kaabah-Nya yang hidup.”—Charles
Haddon Spurgeon, Pengkhotbah dan Pengarang popular Inggris abad ke-19.
§ “Ketika semuanya
berakhir, tidak ada kesalahan atau kemurtadan, tidak ada yang secara mendasar
menyerang agama, sebagai sebuah kehidupan yang jahat.”—John Tillotson, Uskup Agung
Canterbury abad ke-17.
§ “Semua dosa berasal
karena tidak menempatkan nilai tertinggi kepada kemuliaan Allah—ini adalah
intisari dosa.”—John Piper, Pengkhotbah dan Pengarang Amerika saat ini.
§ “Tidak satu pun
yang menyinggung soal kesalehan dan kekudusan sejati yang dapat dicapai tanpa
kasih karunia.”—Santo Augustine (354-430), Bapa Gereja Kristen.
§ “Saya menyebutnya
pemberani yang dapat mengalahkan keinginannya daripada mereka yang mengalahkan
musuh-musuhnya, karena kemenangan yang paling sulit adalah atas diri
sendiri.”—Aristoteles (384-322 B.C.), Filsuf Yunani.
§ “Dalam membaca
kehidupan orang-orang besar. Saya menemukan bahwa kemenangan pertama mereka
yang menang atas diri mereka . . . disiplin diri dengan semua dari mereka yang
datang pertama..”— Harry S. Truman (1884-1972), Presiden Amerika ke-33.
§ “Ada dosa dan ada
kebajikan. Ini hanyalah apa yang orang lakukan. Ini adalah bagian hal yang
sama. Dan beberapa kelompok yang lain melakukan sesuatu yang baik, dan beberapa
yang lain tidak, tetapi itu semua siapa saja berhak untuk mengatakannya.”—John
Ernst Steinbeck, penulis Amerika abad ke-20.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya
katakan adalah …
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa, 22 Januari 2013
LALU APA?
Mengapa kekudusan
penting? Itu adalah mandat dari Allah (lihat Ibrani 12:14). Namun, jangan
bingung. Kita tetap memiliki sifat dosa. Kita mengetahui bahwa kesempurnaan
total diterima hanya melalui rahmat Yesus Kristus dan saat kedatangan yang
kedua. Tetapi untuk apakah kita dipanggil adalah menurut kepada Kristus dan
kehendak-Nya bagi kita dalam setiap cara yang Ia nyatakan. Penurutan ini selalu
melibatkan sebuah keinginan untuk tidak berbuat dosa dan menyakiti sahabat
terbaik kita, dan untuk mengatasi pencobaan melalui kuasa rahmatNya.
Ketika kita melihat
apa yang Tuhan inginkan bagi kita, kita berlanjut untuk bertumbuh di dalam
rahmat-Nya. Kita tidak pernah lebih diselamatkan daripada ketika kita menerima
Dia, tetapi kita dapat terus bertumbuh dalam tindakan kita dan dalam respons
kita kepada kehendakNya. Hal ini menjadi sebuah kerinduan yang lebih berkuasa
dalam diri kita semakin kita mencari hati Allah. Sementara kita meninggalkan
pekerjaan penyempurnaan kepada Allah, kita berkonsentrasi pada berjalan lebih
dekat kepadaNya, dan pengertian yang lebih baik akan rahmat-Nya.
Ketika, Allah telah
berkata Dia ingin memberikan kepada kita kehidupan yang lebih berkelimpahan.
Itu adalah sebuah kehidupan tanpa penyesalan yang berasal dari menghidupkan
jalan kita ganti jalanNya. Kita ingin menjadi orang Kristen yang berjalan dalam
terang Allah dan melihat masa lalu dengan kebahagiaan, bukan dengan penyesalan.
Penurutan kepada Allah menolong kita dalam hal itu. Hal ini benar-benar
merupakan satu-satunya jaminan kehidupan yang luar biasa.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rabu, 23 Januari 2013
Tuhan berkata…
§ Keluaran 15:11
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Yesaya 35:8
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Roma 6:19
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Efesus 4:24
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Filipi 4:8
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Ibrani 12:14
|
|
|
|
|
|
|
|
Kamis, 24 Januari 2013
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
SEGALA SESUATU!
Engkau adalah
seseorang yang membuat pilihan-pilihan dalam hidupmu. Engkau mempunyai kuasa
untuk mengikuti kehendak Allah atau tidak menuruti-Nya. Engkau mempunyai kuasa
untuk berpindah dari arahan yang baik atau ke arah yang penuh dosa. Allah sedang
menunggumu untuk meminta pertolongan-Nya, dan untuk memberikannya kepadamu
dengan berkelimpahan.
Jadi pertanyaannya
menjadi, apa yang engkau akan lakukan dengan pengetahuan ini? Apakah engkau
akan melanjutkannya untuk mengejar kekudusan, atau apakah engkau akan
membiarkannya pergi? Masih banyak yang harus dilakukan karena engkau memutuskan
bagaimana engkau akan menghidupkan hidupmu. Lanjutkan dalam membuat keputusan
yang baik, dan didorong dengan kita semua bergumul dengan pergumulan yang sama.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumat, 25
Januari 2013
Bagaimana Cara Kerjanya?
Tantangan 21 hari
1.
Saya ingin mematuhi kehendak Allah dalam hidupku ketika pencobaan
itu datang:
(daftarkan pencobaan
yang engkau ingin Allah menolongmu untuk mengalahkannya)
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
Saya ingin diriku terlibat dalam aktivitas ini, atau
memikirkan pemikiran seperti ini ketika saya sedang:
§ Sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Bersama dengan teman
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Bersama keluarga
|
|
|
|
|
|
|
|
§ Lainnya
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
Saya memiliki teman yang tertarik menjadi partner-ku yang dapat bertanggung jawab.
Ya
|
|
Tidak
|
|
4.
Saya akan melakukan tiga minggu ke depan (21 hari) untuk
mengatasi satu dari kebiasaan buruk-ku.
Tanda tangan
|
|
|
(hari
& tanggal)
|
Ini ada beberapa
kata yang mendorong di mana Allah telah berkata untuk menolongmu melakukan
tantangan 21 hari:
§ Filipi 4:13
|
|
§ Roma 15:15
|
|
§ 2 Korintus 1:6
|
|
§ Efesus 4:29
|
|
§ Kolose 4:2
|
|
§ Filemon 20
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar