Pelajaran
4
KEKUDUSAN:
Hanya
Menjadi Lebih Baik
26 Januari 2013
Hanya Menjadi Lebih Baik
(Apa kira-kira hubungan ilustrasi
berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)
Jim adalah seorang pria yang baik.
Faktanya, setiap orang berpikir bahwa Jim memiliki semuanya. Dia memimpin puji-pujian
di gereja, dia mendapatkan nilai yang baik, dan setiap orang nampaknya
menyukainya. Engkau dapat sering melihat Jim memimpin guru-guru atau memastikan
bahwa tidak seorang pun meninggalkan permainan di lapangan. Jim adalah seorang
yang mengetahui rahasia bagaimana untuk berbahagia. Dia tidak pernah lemah atau
depresi. Dia selalu tersenyum untuk siapa saja yang membutuhkannya. Dia selalu
mencoba menjadi lebih baik dan lebih baik dalam hidupnya. Faktanya, beberapa
orang berkata bahwa nampaknya Jim ini sempurna. Ketika engkau melihat kehidupan
di sekitarnya, engkau tidak dapat melihat sesuatu yang Jim lakukan adalah
sebuah kesalahan. Dia bahkan terlambat untuk datang ke kelas kecuali dia sedang
menolong orang lain.
Namun, apa yang orang tidak tahu tentang
Jim adalah bahwa Jim seorang penakut. Dia sangat takut bahwa apa yang
dilakukannya tidak cukup untuk diselamatkan oleh Yesus Kristus. Jim merasa jika
membuat kesalahan maka ia tidak akan masuk sorga. Segala sesuatu yang Jim
lakukan adalah supaya mendapatkan kebaikan dari Allah. Dia berpikir bahwa jika
dia dapat melakukan sesuatu dengan cukup baik maka Allah pasti
menyelamatkannya.
Kasihan Jim, dia tidak mengerti satu hal
yang penting. Kita diselamatkan melalui kasih karunia Yesus Kristus saja, dan
semua hal yang baik itu kita lakukan karena Yesus telah lebih dahulu
menyelamatkan kita. Perbuatan itu selalu merupakan sebuah tanggapan kasih
karunia yang telah diberikan kepada kita. Jim melakukan semua hal yang baik dan
menakjubkan ini, tetapi ia sangat takut di dalam hatinya karena dia tidak yakin
bahwa dia telah melakukan cukup untuk diselamatkan. Alangkah menakutkannya cara hidup yang demikian!
Minggu, 20 Januari 2013
Yang Saya Pikirkan
Johnny memiliki
kebiasaan yang buruk. Nampaknya apa pun yang ia lakukan, dia tetap jatuh dalam
hal yang sama berulang-ulang. Dia meminta Allah untuk menang, tetapi dia
nampaknya tidak dapat menghentikan apa yang dia lakukan.
Masalahnya adalah
bahwa dia tetap pergi ke tempat yang sama yang seharusnya dia tidak pergi ke
sana ketika ia sedaang melakukan pencarian di internet. Dia mengetahui bahwa ia
seharusnya tidak kesitu, tetapi dia telah melakukannya begitu sering, nampaknya
dia tidak dapat berhenti.
1.
Apa yang engkau pikir Johnny harus
lakukan?
2.
Apakah perbedaan antara meminta
pertolongan Allah dan menuruti kehendakNya?
3.
Bagaimana Johnny dapat menggunakan
masyarakatnya untuk menolong dia mengatasi masalahnya?
Kunjungi
www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur.
Katakanlah apa yang Anda pikirkan.
Senin, 21 Januari 2013
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili
pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak.
Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini
dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya?
Setelah meninjau ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman...., tulislah pernyataan yang cocok dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah
membuat “kutipan sendiri” di Sekolah Sabat.
§ “Kekudusan adalah
sebuah rencana arsitektur di mana Allah membangun kaabah-Nya yang
hidup.”—Charles Haddon Spurgeon, Pengkhotbah dan Pengarang popular Inggris abad ke-19.
§ “Ketika semuanya
berakhir, tidak ada kesalahan atau kemurtadan, tidak ada yang secara mendasar
menyerang agama, sebagai sebuah kehidupan yang jahat.”—John Tillotson, Uskup Agung
Canterbury abad ke-17.
§ “Semua dosa berasal
karena tidak menempatkan nilai tertinggi kepada kemuliaan Allah—ini adalah
intisari dosa.”—John Piper, Pengkhotbah dan Pengarang Amerika saat ini.
§ “Tidak satu pun
yang menyinggung soal kesalehan dan kekudusan sejati yang dapat dicapai tanpa
kasih karunia.”—Santo Augustine (354-430), Bapa Gereja Kristen.
§ “Saya menyebutnya
pemberani yang dapat mengalahkan keinginannya daripada mereka yang mengalahkan
musuh-musuhnya, karena kemenangan yang paling sulit adalah atas diri
sendiri.”—Aristoteles (384-322 B.C.), Filsuf Yunani.
§ “Dalam membaca
kehidupan orang-orang besar. Saya menemukan bahwa kemenangan pertama mereka
yang menang atas diri mereka . . . disiplin diri dengan semua dari mereka yang
datang pertama..”— Harry S. Truman (1884-1972), Presiden Amerika ke-33.
§ “Ada dosa dan ada
kebajikan. Ini hanyalah apa yang orang lakukan. Ini adalah bagian hal yang
sama. Dan beberapa kelompok yang lain melakukan sesuatu yang baik, dan beberapa
yang lain tidak, tetapi itu semua siapa saja berhak untuk mengatakannya.”—John
Ernst Steinbeck, penulis Amerika abad ke-20.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya
katakan adalah …
Selasa, 22 Januari 2013
LALU APA?
Mengapa kekudusan
penting? Itu adalah mandat dari Allah (lihat Ibrani 12:14). Namun, jangan
bingung. Kita tetap memiliki sifat dosa. Kita mengetahui bahwa kesempurnaan
total diterima hanya melalui rahmat Yesus Kristus dan saat kedatangan yang
kedua. Tetapi untuk apakah kita dipanggil adalah menurut kepada Kristus dan
kehendak-Nya bagi kita dalam setiap cara yang Ia nyatakan. Penurutan ini selalu
melibatkan sebuah keinginan untuk tidak berbuat dosa dan menyakiti sahabat
terbaik kita, dan untuk mengatasi pencobaan melalui kuasa rahmatNya.
Ketika kita melihat
apa yang Tuhan inginkan bagi kita, kita berlanjut untuk bertumbuh di dalam
rahmat-Nya. Kita tidak pernah lebih diselamatkan daripada ketika kita menerima
Dia, tetapi kita dapat terus bertumbuh dalam tindakan kita dan dalam respons
kita kepada kehendakNya. Hal ini menjadi sebuah kerinduan yang lebih berkuasa
dalam diri kita semakin kita mencari hati Allah. Sementara kita meninggalkan
pekerjaan penyempurnaan kepada Allah, kita berkonsentrasi pada berjalan lebih
dekat kepadaNya, dan pengertian yang lebih baik akan rahmat-Nya.
Ketika, Allah telah
berkata Dia ingin memberikan kepada kita kehidupan yang lebih berkelimpahan.
Itu adalah sebuah kehidupan tanpa penyesalan yang berasal dari menghidupkan
jalan kita ganti jalanNya. Kita ingin menjadi orang Kristen yang berjalan dalam
terang Allah dan melihat masa lalu dengan kebahagiaan, bukan dengan penyesalan.
Penurutan kepada Allah menolong kita dalam hal itu. Hal ini benar-benar
merupakan satu-satunya jaminan kehidupan yang luar biasa.
Rabu, 23 Januari 2013
Tuhan berkata…
§ Keluaran 15:11
§ Yesaya 35:8
§ Roma 6:19
§ Efesus 4:24
§ Filipi 4:8
§ Ibrani 12:14
Kamis, 24 Januari 2013
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
SEGALA SESUATU!
Engkau adalah
seseorang yang membuat pilihan-pilihan dalam hidupmu. Engkau mempunyai kuasa
untuk mengikuti kehendak Allah atau tidak menuruti-Nya. Engkau mempunyai kuasa
untuk berpindah dari arahan yang baik atau ke arah yang penuh dosa. Allah
sedang menunggumu untuk meminta pertolongan-Nya, dan untuk memberikannya kepadamu
dengan berkelimpahan.
Jadi pertanyaannya
menjadi, apa yang engkau akan lakukan dengan pengetahuan ini? Apakah engkau
akan melanjutkannya untuk mengejar kekudusan, atau apakah engkau akan
membiarkannya pergi? Masih banyak yang harus dilakukan karena engkau memutuskan
bagaimana engkau akan menghidupkan hidupmu. Lanjutkan dalam membuat keputusan
yang baik, dan didorong dengan kita semua bergumul dengan pergumulan yang sama.
Jumat, 25 Januari 2013
Bagaimana Cara Kerjanya?
Tantangan 21 hari
1.
Saya ingin mematuhi kehendak Allah dalam hidupku ketika pencobaan
itu datang:
(daftarkan pencobaan
yang engkau ingin Allah menolongmu untuk mengalahkannya)
2.
Saya ingin diriku terlibat dalam aktivitas ini, atau
memikirkan pemikiran seperti ini ketika saya sedang:
§
Sendiri
§
Bersama dengan teman
§
Bersama keluarga
§
Lainnya
3.
Saya memiliki teman yang tertarik menjadi partner-ku yang dapat bertanggung jawab.
Ya
Tidak
4.
Saya akan melakukan tiga minggu ke depan (21 hari) untuk
mengatasi satu dari kebiasaan buruk-ku.
Tanda tangan
(hari &
tanggal)
|
Ini ada beberapa
kata yang mendorong di mana Allah telah berkata untuk menolongmu melakukan
tantangan 21 hari:
§ Filipi 4:13
§ Roma 15:15
§ 2 Korintus 1:6
§ Efesus 4:29
§ Kolose 4:2
§ Filemon 20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar