Selasa, 08 Januari 2013

Real Time Faith-I-III-2013


Pelajaran 3
PARA REMAJA PADA SEBUAH MISI
Terinci, terinci, terinci
19 Januari 2013

1.   Persiapan
A.   Sumber
·           1 Timotius 4:11,12
·           Filipi 3:7-9
·           Roma 4: 19-21
·           Roma 8: 37-39
·           Kejadian 18:18,19
·           Yosua 24:14,15
·           1 Raja-raja 2:1-4
·           1 Korintus 16:15,16
·           Efesus 4:11-15
·           Yakobus 1:2-6
(Lihat ayat-ayat tambahan di pelajaran untuk murid)

B.    Apa yang dikatakan tentang “Para Remaja Pada Sebuah Misi”
Kebanyakan para remaja berhubungan dengan masa peralihan ketika pada saat yang sama mencoba untuk menentukan misi mereka di atas bumi. Tidak baik bagi para remaja untuk mencari tahu tanpa arahan yang jelas. Kebanyakan perjalanan para remaja adalah pencarian nilai-nilai, tujuan, dan sikap yang akan membentuk masa depan mereka.  

Pelajaran ini berusaha memberdayakan para remaja dengan memberikan kepada mereka alat untuk mengembangkan dan mengkalrifikasi pernyataan misi pribadi mereka sendiri yang memantulkan keyakinan terdalam mereka dan maksud tujuan yang dapat bertahan lama. Gereja Kristen selalu memegang pengharapan yang tinggi bagi para remaja dan potensi mereka untuk melakukan hal-hal yang besar bagi Allah. 

Di tengah-tengah membanjirnya gangguan dan serangan musuh yang berusaha untuk menjatuhkan mereka, para remaja dapat bertahan melewati kebingungan jika mereka mempunyai pengertian yang jelas, kuat, misi pribadi mereka dalam hidup. Tugas membentuk dan melewati semuanya itu seluruhnya adalah pilihan mereka, tetapi yang lain dapat melibatkan mereka dengan pertanyaan yang membuka pemikiran dan beberapa petunjuk yang menolong sehingga mereka dapat melewati kehidupan mereka dengan baik saat ini.  

C.   Apa Tujuan “Para Remaja Pada Sebuah Misi
Sebagai hasil dari pelajaran ini kami mau para siswa akan sanggup untuk:
1.        Membedakan nilai kehidupan melalui prinsip-prinsip yang baik.
2.        Mengembangkan sebuah pernyataan misi yang memantulkan nilai inti dan tujuan mereka.
3.        Mendorong orang lain untuk dituntun oleh tujuan yang memiliki hasil yang abadi.

D.   Benda-benda yang Dibutuhkan
       Permulaan:
       (Kegiatan A) kartu indeks atau secarik kertas, pena atau pensil;
       (Kegiatan B) dua botol air, dua gelas atau cangkir kecil yang tembus pandang, dua tumpukan pasir.

       Menghubungkan
       Alkitab, Pelajaran untuk murid, garis besar pelajaran halaman 38,39.

Penerapan
Kertas, pena, pensil.


2.   Jembatan
A.   Di Mana Kita Sebelumnya
       Beri 10 menit ketika siswa baru datang untuk:
1.      Tanyakan ayat mana yang mereka pilih untuk dipelajari dari bagian hari Rabu pelajaran mereka. Beri mereka kesempatan untuk menghafalkan ayat-ayat mereka.

2.      Beri kesempatan murid untuk membuat kutipan sendiri, menggunakan apa yang mereka tulis dalam pelajaran hari Senin. Pastikan untuk menjelaskan kepada mereka mengenai kutipan-kutipan yang mungkin tidak mencerminkan dengan tepat kehidupan Kristen. Namun, kutipan seperti ini tidak lazim terjadi pada setiap pelajaran.

3.      Melihat kembali berbagai tanggapan yang diberikan mereka dan orang lain terhadap skenario yang disajikan pada hari Minggu. Diskusikan berbagai tanggapan, berakhir dengan pokok-pokok pikiran dari Apa Yang Dikatakan Tentang … di penuntun guru.  Jika Anda memiliki kelompok yang sangat besar, pastikan ada beberapa orang dewasa yang bersedia melakukan bagian ini dengan kelompok murid yang lebih kecil.


B.    Komponen Sekolah Sabat Lainnya
·      Lagu Pujian pendahuluan
·      Penekanan Missi (dapatkan bahan Berita Missi Advent untuk Pemuda dan Dewasa di www.realtimefaith.net)
·      Laporan-laporan proyek pelayanan  


3.   Permulaan
Catatan untuk guru:
Susun program Anda sendiri dengan pilihan dari kategori di bawah ini—Pembukaan, Mengaitkan, Penerapan, dan Penutupan. Perlu diingat, bahwa murid perlu memiliki kesempatan untuk interaksi (berpartisipasi secara aktif satu sama lain) dan belajar dari Firman Allah. Pada saat tertentu Anda harus mengarahkan atau menarik perhatian mereka pada pelajaran mereka minggu ini.

A.   Aktivitas Permulaan
       Bersedia
Tujuan latihan ini adalah agar para murid melakukan usaha yang mereka dapat selesaikan dalam tugas mereka. Ada empat kelompok dan empat tugas:
         Bentuk dan latihlah tim sepak bola untuk anak-anak usia 10 tahun
         Menjual limun di pinggir jalan
         Lomba lari 1000 km untuk kereta luncur yang ditarik oleh anjing di Alaska
         Mengecat rumah seorang janda

Para murid menjual barang-barang yang nampaknya paling tidak bermanfaat untuk menyelesaikan tugas mereka. Mereka terus berdagang sampai masing-masing kelompok mempunyai cukup barang untuk menyelesaikan tugas mereka. (Catatan: ini bukanlah sebuah kompetisi atau monopoli.)

Siap-siap
Tulislah masing-masing barang berikut ini pada secarik kertas atau pada kartu indeks.
·           tiang
·           kotak limun
·           papan poster dan pena
·           peluit
·           ceret plastik
·           kursi
·           tanda berhati-hati
·           gula
·           10 to 20 kereta luncur Alaska
·           bola
·           es
·           perlengkapan kereta luncur anjing
·           pompa udara dan jarum
·           10 galon air
·           satu bulan persediaan makanan kering
·           obat-obatan P3K
·           cangkir kertas
·           pompa pemurni air
·           alat penunjuk global
·           makanan anjing
·           telepon genggam
·           kotak P3K
·           alat mengecat
·           10 gallon cat
·           Tape
·           terpal
·           tekanan mesin cuci
·           kotak uang
·           obeng
·           tongkat kayu datar 12 inchi
·           botol air dan jeruk
·           tanda masuk ke lading berumput
·           meja dan kursi yang dapat dipindahkan

Tulislah empat tugas pada masing-masing kartu yang terpisah dan tugaskan masing-masing kelompok sebuah tugas atau mintalah mereka secara acak menarik sebuah kartu. Terangkan petunjuk, dan kemudian mintalah masing-masing kelompok menarik delapan kartu dari tumpukan yang berisi daftar alat-alat yang diperlukan.

Lakukan
·           Setelah semua kartu telah dibagikan, masing-masing kelompok akan perlu untuk menukarkan barang-barang yang tidak berguna dengan barang yang berguan. Daftar di bawah adalah beberapa petunjuk untuk masing-masing kelompok.
·           Bentuklah dan latihlah sebuah tim sepakbola untuk anak-anak usia 10 tahun. Engkau perlu untuk mengingat bahwa engkau bertanggung jawab untuk keselamatan dan keadaan mereka selain mengajarkan mereka bagaimana bermain bola dengan suka cita.
·           Menjual limun di pinggir jalan. Merupakan tanggung jawabmu untuk mengumpulkan segala sesuatau yang engkau perlukan untuk menjual limun di pinggir jalan.
·           Mengadakan acara lari 1000km kereta luncur anjing di Alaska. Ketika banyak pilihan yang ideal, apakah yang engkau butuhkan untuk melengkapi acara itu dengan aman?
·           Mengecat rumah seorang janda. Ini bukanlah sebuah tugas yang mustahil, tetapi engkau perlu mendapatkan cat rumah untuk membuat keadaan yang lebih baik bagi rumah itu.

Tanya jawab
Tanyakan: penjualan atau Pertukaran apa yang jelas? Pertukaran apa yang nampak sebaliknya? Terangkan. Ketika melakukan pertukaran dengan kelompok lain, apakah engkau berpikir bahwa pertukaran itu sama-sama menguntungkan? Pilihan-pilihan apa yang kita harus buat tentang menghidupkan misi kehidupan diri kita sendiri? Lagu perbaktian apa atau hymne apa yang engkau pikir berbicara tentang isu ini membiarkan barang-barang tertentu pergi untuk mendapatkan barang-barang yang benar-benar diperlukan.


B.    Aktivitas Permulaan
Persiapan
Maksud dari latihan ini adalah untuk mendemonstrasikan prinsip yang telah dipikirkan tentang tujuan hidupmu.
Ada dua tujuan untuk kegiatan ini:
(1).    isilah sebuah gelas atau cangkir yang tembus pandang dengan air dan
(2).    simpanlah sebuah kastil pasir yang sederhana (pasir basah di dituangkan pada sebuah tempat dan tuangkan secukupnya)  basahi tanpa merusakkannya. Kedua tugas itu harus diselesaikan menggunakan botol semprot (dengan berbagai setelan arah jarum).

Siap-siap
·           Bagilah para murid ke dalam dua kelompok, ambillah satu sukarelawan dari masing-masing kelompok. Murid yang lain dapat mendukung wakil kelompoknya. Dua botol semprot harus nampak sama; namun, satu botol disetel memercik sementara botol yang lain disetel mengalir agak keras.
·           Mintalah sukarelawan untuk memilih botol yang memercik (tentu tanpa menggunakannya terlebih dahulu). Setelah mereka membuat pilihan mereka, informasikan bahwa mereka tidak dapat merusak atau mengubah botol semprot mereka selama kegiatan ini.
·           Namun, jika engkau ingin menekankan bagaimana kita perlu memperbaiki kehidupan kita untuk mencapai tujuan tertentu, ijinkan mereka memperbaiki setelan botol itu. Juga, rancang jarak yang tepat untuk masing-masing sukarelawan dengan tugas yang akan dilakukan.

Lakukan
·           Mulailah dengan tugas mengisi gelas. Sukarelawan dengan botol yang disetel mengalir dengan agak keras akan menyelesaikan tugasnya dengan lebih cepat, karena botol yang disetel memercik akan terbuang sebagian ke udara dan tidak mengalir langsung dengan deras untuk mengisi gelas.
·           Pesannya jelas bahwa air yang mengalir deras lebih efektif untuk mengisi gelas. Namun, perannya akan berbalik dengan kegiatan yang berikutnya. Botol yang disetel memercik akan sanggup untuk menjaga kelembaban kastil pasir tanpa merusakkannya, dimana, botol yang disetel mengalir keras akan menciptakan lubang kecil pada kastil pasir, sehingga merusakkan tepi kastil yang tertata baik.

Tanya jawab
Tanyakan:
·           Penyesuaian seperti apa yang dibutuhkan untuk mengisi gelas? membasahi kastil pasir? (putarlah jarum semprot) Dapatkah engkau memikirkan pendekatan yang berbeda untuk menjangkau orang lain yang memerlukan penyesuaian yang sama? (beberapa tuntutan memiliki pendekatan yang lebih lembut, yang lain agak lebih keras). 
·           Bagikan menurut kata-katamu sendiri: cara lain untuk menggambarkan perbedaan di antara secara acak dan disengaja adalah analogi tembak yang menggelegar dengan peluru yang kecil. Tembakan senapan yang besar menembakkan ratusan peluru kecil, menyebar ke arah yang jauh dan memenuhi area yang besar tetapi dengan sedikit dampak yang ada. Di sisi lain, hanya satu pistol peluru kecil, dapat mengenai sebuah target, membuat sebuah dampak dari jarak yang jauh.  


C.   Ilustrasi Permulaan
       Dengan kata-katamu sendiri, bagikan cerita berikut ini:
·           Cerita ini diceritakan oleh seorang penembak hebat yang menakut-nakuti sebuah kota kecil dengan target latihannya adalah mobil, bangunan, bangku, dan pohon-pohon besar sepanjang kota.
·           Setiap malam lusinan tembakan terdengar, dan pada pagi hari penduduk setempat menemukan target yang dicat merah di seluruh kota dengan sebuah lubang peluru di tengah target. Orang-orang sangat takut. Akhirnya FBI dipanggil untuk memeriksa dan menangkap si penembak. Namun, FBI bertanya-tanya. Bagaimana seseorang bisa sangat baik menembak? Setelah mengikuti beberapa petunjuk, mereka menangkap si pelaku dan ingin tahu betapa bertalentanya dia.
·           Ternyata si pelaku lebih baik dalam melukis daripada menjadi seorang penembak. Caranya adalah menembak sesuatu pada sebuah benda dan kemudian melukiskan sebuah target di sekitar lubang peluru itu.
·           Banyak orang menjalani hidup seperti “penembak jitu,” dengan tanpa ada arah dan tujuan. Ketika pendekatan ini nampaknya mudah, itu adalah cara yang hampa untuk hidup. Orang tanpa arah seringkali berpindah dari satu hal ke hal yang lain tanpa menyelesaikan atau meraih sebuah tujuan. Memiliki target yang jelas dan kemudian membuat setiap tujuan dengan baik betapa banyak orang akan memenuhi tujuannya.


Tanya Jawab
Tanyakan:
·           Mengapa engkau berpikir adalah penting untuk memiliki arah dan tujuan dalam hidupmu?
·           Apakah tujuanmu di dunia ini?
·           Tujuan apakah dalam hidupmu yang engkau telah tentukan?
·           Apakah arah dan tujuan Kristus?
·           Bagaimana Dia tetap fokus kepada tujuanNya?


4.   Hubungkan
A.   Hubungkan dengan Kerajaan
Dengan kata-katamu sendiri, bagikan hal berikut:
·           Setiap warga negara kerajaan Allah, pada satu titik atau lainnya, menemukan kebutuhan untuk mengklarifikasi tujuannya dalam hubungan dengan Sang Raja. Jika kita ingin menjadi warga negara kerajaan Allah yang sejati, kita perlu untuk mengetahui apa tempat dan tujuan kita.
·           Sementara ada beberapa tujuan dasar dari kehidupan Kristen, Allah telah menyanggupkan setiap orang percaya dengan potensi untuk tujuan yang telah dirancangnya. Sebagaimana yang telah kita lihat, mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin tidak membuat kita layak untuk kerajaan Allah. Sebagai faktanya, Alkitab menyinggung kebutuhan untuk membiarkan suatu hal tertentu untuk mencapai “tujuan” yang Kristus telah tetapkan untuk dilakukan. 
·           Mintalah seseorang membacakan ayat-ayat berikut dan menjawab beberapa pertanyaan: Apakah yang mereka lepaskan? Apakah yang mereka tetap pegang? Kisah Para Rasul 6:1-7; Markus 8:34-36; Matius 13:44-46.

Tanyakan:
Cerita lain apakah atau bagian apa dari Alkitab yang menggambarkan tema ini?

B.    Hubungan dengan Ilustrasi Pelajaran
       Sebelumnya mintalah seseorang untuk membaca atau menceritakan cerita dari pelajaran hari Sabat.
·           Mintalah seorang siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan cerita dan pentingnya berpikir secara hati-hati melalui tujuan dan keputusan.
·           Berikan kepada murid beberapa menit untuk memformulasikan beberapa jawaban sebelum mengarahkan perhatian mereka kembali kepada diskusi kelompok.

       Tanyakan:
       Sampai kepada tingkatan apa memberikan perhatian kepada hal yang detail adalah penting untuk menjadi seorang yang berfokus pada misi?


C.   Hubungan dengan Kehidupan
Ceritakan hal berikut dengan kata-katamu sendiri:
·           Setelah terkesan selama acara kebangunan rohani di akhir pekan untuk menjadi misionari ke luar negeri penuh waktu, Benyamin yang berusia 16 tahun membagikan keyakinannya kepada pendetanya. Ben begitu bersemangat sampai dia ingin berhenti bersekolah dan pergi ke luar negeri.
·           Pendetanya tidak ingin memadamkan semangat semangat Ben, tetapi apakah yang harus dikatakan oleh pendeta? Apakah ia harus menguatkannya? Bagaimana dia dapat menuntun Ben kepada misi yang nyata untuk hidupnya? Masing-masing kita perlu kejelasan tentang siapa kita dan apa yang harus kita lakukan bagi Allah. Biasanya, sebagai seorang remaja engkau diajar, apakah secara terbuka atau tersirat, bahwa panggilanmu atau misi dalam hidup sesuai dengan karirmu atau sesuatu yang engkau akan lakukan kemudian dalam hidup. Kebenarannya, dalam usia remajamu bahwa engkau membentuk nilaimu sendiri yang menuntun kepada arah hidupmu.
·           Sekarang adalah waktu untuk memulai pernyataan misimu! Bagaimana? Mulailah dengan melihat apa yang Allah katakana tentang kerinduannya untuk masa depanmu.

Perbanyak dan distribusikan garis besar pelajaran pada halaman 38 dan 39.

Katakan:
·           Kegiatan dan pertanyaan berikut dirancang untuk menolong engkau mengembangkan pernyataan misi pribadimu.
·           Dalam garis besar pelajaran ada sebuah daftar “engkau adalah” ayat-ayat dari Perjanjian Baru, menggambarkan apakah Allah memikirkanmu dan mengharapkanmu.
·           Jika Allah menuliskan pernyataan misimu, mungkin memiliki persamaan bahasa dengan ayat-ayat ini. Lihatlah pada ayat-ayat ini dan jawablah pertanyaan-pertanyaan pada akhir garis besar pelajaran.
·           Setelah para murid membagikan dengan yang lain mintalah mereka melaporkan kepada kelompok apa saja yang mereka telah dengar dan pelajari.
·           Sebelum memulai untuk menulis pernyataan misi yang actual, mintalah para murid melihat Apa Yang Mereka Coba Katakan? Bagian dari pelajaran untuk murid.

Tanyakan:
Pemahaman apa yang ada disana tentang seseorang dengan misi hidup yang jelas? Kutipan apa yang memberikan inspirasi bagimu untuk berpikir tentang tujuannya dalam dunia ini?

5.   Aplikasi
A.   Aktivitas Aplikasi
Bagikan ide-ide berikut dengan kata-katamu sendiri:
Dalam Kisah Para Rasul 2:42-47 dan 4:31-35 kita mengambil sekumpulan orang-orang percaya yang mati dalam sebuah misi. Bayangkan akan menjadi seperti apa para remaja di dalam gereja itu? Peran apa yang engkau pikirkan akan miliki? Seperti apakah gereja dalam Kisah Para Rasul saat ini?

Organisasi tidak hanya suatu badan dengan pernyataan misi. Kita sebagai individu dapat juga mengembangkan pernyataan misi untuk menuntun kita menjalani hidup. Dalam berpasangan atau kelompok pikirkan seseorang yang engkau tahu yang menghidupkan kehidupannya dengan tujuan yang jelas. Sementara engkau tidak tahu “pernyataan misi,” siapakah mereka dan apakah pernyataan misi mereka cukup baik didasarkan atas apa yang engkau lihat. 


Katakan:
Pernyataan misi pribadi memiliki tiga bagian.
·           Siapakah saya dan mau seperti apakah hidupku?
·           Apakah yang paling saya percaya dan apakah saya mau bertahan untuk itu?
·           Apa yang akan saya lakukan tentang apa yang saya percayai dan apakah saya mau mempertahankannya?

Gunakan Bagaimana Cara Kerjanya? Bagian dari pelajaran murid agar murid mulai menuliskan pendahuluan pernyataan misinya. Berikan kepada para murid kadang-kadang untuk menjawab pertanyaan, mengingatkan mereka bahwa ini hanyalah rancangan pertama. 

Sebagai guru, engkau dapat mengembangkan pernyataan misimu untuk berbagi dengan murid. Sebagai tambahan, engkau mungkin dapat meminta beberapa dari para murid yang setia untuk siap membagikan apa yang mereka miliki kepada kelompok, dengan satu harapan dapat menginspirasikan murid yang lainuntuk melengkapi pernyataan misi mereka sendiri.

Tanya Jawab
Tanyakan:
·           Apakah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sangat menolong?
·           Pernahkah engkau memikirkan topic ini sebelumnya, sampai sejauh mana?
·           Manakah yang engka pikir lebih sulit: menjadikan misi hidupmu jelas atau mengumpulkan keberanian untuk menghidupkannya setiap hari?
·           Haruskah pernyataan misi bersandarkan kepada idealisme atau hal yang nyata? Bagaimana pendapatmu? 


B.    Pertanyaan Aplikasi
1.        Mengapa engkau berpikir pernyataan misi dapat menolong pribadi-pribadi dalam gereja?
2.        Didasarkan pada informasi yang engkau miliki sejauh ini dengan menggunakan pernyataan misi, apakah yang engkau lakukan pekan ini untuk menghidupkan misimu?
3.        Jika engkau berdoa untuk apa saja pekan ini mengenai misimu sendiri, apakah itu: pemahaman/hikmat atau keyakinan/keberanian?
4.        Bagaimana teman dapat menolong satu dengan yang lain untuk menghidupkan misi itu?
5.        Temukan seorang partner di Sekolah Sabatmu atau teman sekelas di sekolahmu di mana engkau akan membagikan misimu dan yang akan menolongmu untuk tetap melakukannya?
6.        Apakah ada seseorang yang lebih tua yang engkau minta untuk menolongmu mengingat akan komitmen terhadap misimu? Mintalah mereka untuk mengingatkanmu setiap minggu dan berdoa untukmu.


6.    Penutupan
Kesimpulan
Dengan kata-katamu sendiri, buat kesimpulan dengan ide-ide berikut:
·           Beberapa orang menertawakan mereka yang fokus dan menulis sebuah pernyataan misi, tetapi setiap pebisnis, organisasi, atau pergerakan yang sukses mempunyai sesuatu yang dipikirkan dengan baik. Proses menanyakan pertanyaan-pertanyaan penting tentang siapa engkau sebenarnya dan apa saja yang paling penting dalam perjalananmu. Tetapi membuat suatu pernyataan yang jelas hanyalah separuh dari persamaan; menghidupkannya itulah bagian yang penting.  Dengarkan, temanku: Kita sangat memerlukan orang muda agar mereka jelas tentang panggilan apa yang Allah berikan kepada mereka dan apa yang harus dilakukan. Biarkan saya mengingatkanmu apa yang orang tua katakan, Paulus, kepada orang muda, Timotius (yang adalah orang muda ketika ia memulai pelayanannya bersama Paulus): “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1 Timotius 4:12 ITB)

·           Apakah muda atau tua, kita semua mempunyai kesanggupan untuk mengambil bagian secara aktif dalam kerajaan dan dalam gereja. Dengan menetapkan tujuan yang jelas dan mengikuti sebuah misi, masing-masing kita dapat membantu gereja dalam membawa orang kepada Kristus.


UNTUK PELAJARAN SATU:
LEMBAR KERJA INI ADALAH UNTUK MENGHUBUNGKAN KEPADA KEGIATAN YANG HIDUP
·           Matius 5:13





·           Matius 5:14




·           Matius 10:29-31




·           Yohanes 13:35




·           Yohanes 15:14,15




·           1 Korintus 3:16,17




·           1 Korintus 12: 27




·           2 Korintus 3:3




·           Galatia 3:26-28




·           Galatia 4:7




·           Efesus 2:19-22




·           1 Tesalonika 2:10,11




·           1 Petrus 2:9,10





LEMBAR KERJA UNTUK MENGHUBUNGKAN KEPADA KEGIATAN YANG HIDUP, LANJUTAN

Setelah melihat pada apa yang Allah pikirkan tentang engkau dan masa depanmu, secara hati-hati jawablah pertanyaan berikut dan bagikanlah dengan seorang partner.
1.             Ayat-ayat mana yang engkau rasa yakin benar-benar berbicara tentang dirimu?



2.             Ayat-ayat mana yang saya rasa berbicara tentang yang saya harapkan akan terjadi?



3.             Ayat-ayat mana yang sulit untuk dipercaya?



4.             Ayat-ayat mana yang penting bagi orang keristen untuk dipercayai?




Meskipun engkau mungkin tidak tahu dimana engkau akan berada dalam lima tahun atau akan melakukan apa, ambillah beberapa menit untuk memikirkan masa depanmu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Dalam lima tahun:
1.             Kualitas karakter apa yang saya ingin miliki?



2.             Pengalaman apa yang saya ingin alami?




3.             Saya ingin menjadi baik dalam hal apa?


4.      Apakah yang saya ingin teman katakan tentang saya?



5.      Pengalaman apa yang saya ingin hindari?




Sekarang engkau telah memikirkan masa depanmu, pertanyaan selanjutnya:
1.             Akankah arahku saat ini sedang menuju ke sana?






2.             Apakah yang perlu dirubah?







Pelajaran 3
PARA REMAJA PADA SEBUAH MISI
Terinci, terinci, terinci
19 Januari 2013

Terinci, Terinci, Terinci
(Apa kira-kira hubungan ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)

Pada tahun 1911, para penjelajah berusaha mengadakan perjalanan ke bagian terjauh dari dunia. Dua tim yang dikirim adalah yang pertama dalam sejarah mengadakan perjalanan ke kutub Selatan (Antartika). Perbedaan yang jelas di antara kedua tim itu adalah pendekatan dan persiapan untuk perjalanan itu, di mana pada akhirnya hal itu membuat semuanya berbeda di dunia.

Sebuah tim dipimpin oleh Roald Amundsen, yang mendalami metode perjalanan orang Eskimo dan yang lainnya ketika mengadakan perjalanan dalam iklim yang hampir sama. Setelah dengan hati-hati dan merenungkan dia menentukan cara yang terbaik untuk mencapai kutub selatan adalah dengan menggunakan kereta luncur yang ditarik oleh anjing. Kemudian dia memilih tim yang trampil menggunakan ski dan menentukan tujuan untuk setiap harinya, memastikan bahwa anjing ini memiliki banyak makanan dan istirahat. Perencanaannya yang hati-hati menyanggupkan tim mencapai tujuannya tanpa banyak hambatan yang berarti. Kenyataannya, satu-satunya hambatan yang ditemui oleh tim ini adalah adanya infeksi gigi yang harus dicabut. 

Sayangnya, tim yang lain, dipimpin oleh Robert Falcon Scott, memiliki pengalaman yang sangat berbeda. Scott, seorang anggota angkatan laut Inggris  yang pernah memimpin ekspedisi ke antartika sebelumnya, tidak memiliki perencanaan yang hati-hati terhadap ekspedisinya, sebagaimana ditunjukkan oleh pilihannya menggunakan kereta luncur mesin dan anjing-anjing pony untuk perjalanan tersebut.  Masalah segera dimulai setelah ekspedisi berjalan. Kendaraan mesin macet setelah lima hari, dan anjing-anjing pony, yang tidak pernah mengalami situasi yang demikian dingin, harus dibunuh di dasar pegunungan Transantartika. Setelah anjing itu tidaka ada lagi, tim Scott harus menarik kereta luncur yang berat dan menghabiskan energy mereka.

Yang membuat masalah makin buruk, pakaian mereka tidak layak untuk cuaca seperti itu, menyebabkan banyak anggota tim menderita kedinginan yang sangat. Sebagai tambahannya, tim ini dibutakan oleh salju karena kacamata yang digunakan tidak tepat dan kuranya pelindung mata.

Peristiwa ini lebih diperparah, dengan makanan dan air yang tinggal sedikit sebagai hasil dari perencanaan Scott yang kurang dan di saat-saat terakhir ketambahan lima orang dalam tim itu. Herannya, tim Scott sampai di kutub Selatan dengan selamat, tetapi dalam kondisi yang menyedihkan. Dan disana, sudah menunggu, bendera Norwegia. Amundsen, karena perencanaannya yang terinci, telah menyelesaikan tujuannya dan mencapai tujuan satu bulan lebih dahulu dari temannya itu.  

Membutuhkan perencanaan yang hati-hati sampai kepada hal yang rinci yang akan menolong kita menyelesaikan tujuan-tujuan kita.


Minggu, 13 Januari 2013
Yang Saya Pikirkan

Pernyataan misi dari pesawat ruang angkasa fiksi adalah seperti ini: “Ini adalah perjalanan pesawat ruang angkasa. Misinya yang berkelanjutan adalah meneliti dunia baru yang asing, mencari kehidupan baru dan peradaban baru, untuk pergi ke mana saja di mana belum seorang pun pernah ke sana.”

Jika engkau secara pribadi menggunakan struktur dari pernyataan itu, gambarkanlah tujuan hidupmu, apa yang akan engkau rubah, dan apakah hal itu dapat dipahami?

Jagalah susunan dasar dan tema dari pernyataan di atas, Apakah pernyataan misi gerejamu (atau gereja impianmu) dapat dipahami? Cobalah membuatnya 30 kata atau kurang seperti contoh di atas.

Kunjungi www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur. Katakanlah apa yang Anda pikirkan.






















Senin, 14 Januari 2013
Apa yang Mereka Ingin Katakan?

Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak. Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya? Setelah meninjau ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman. Tulislah pernyataan yang cocok dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah membuat “kutipan sendiri” di Sekolah Sabat.

·         “Ketakutan terbesar kita seharusnya bukanlah kegagalan, tetapi kesuksesan pada sesuatu yang sebenarnya kurang berarti.”—Misionaris kepada suku-suku baru (tidak dikenal), Eternal Perspectives Newsletter, Fall 2003, halaman 15.
·         “Tidak ada uap atau gas yang dapat menggerakkan sesuatu sampai itu dimasukkan dalam satu tempat. Tidak ada kehidupan yang bertumbuh besar sampai hal itu terfokus, didedikasikan, didisiplin.”—Harry Emerson Fosdick, Pendeta Amerika abad ke-20.
·         “Saya telah menemukan tujuanku, Saya harus mengambil Injil kepada orang-orang di ujung Timur (London).”—William Booth, Pendeta Methodis Inggris abad ke-19, pendiri Bala Keselamatan.
·         “Jika seseorang tidak menemukan sesuatu yang untuk itu dia mau untuk mati, dia tidak layak untuk hidup.”—Martin Luther King, Jr., Pendeta  Africa-Amerika abad ke-20, Pemenang penghargaan Perdamaian Nobel.
·         “Pertqma bangunlah tujuan yang tepat. Tujuan yang tepat akan membuatnya mudah, hampir otomatis, untuk membangunmu dengan tepat.”—Goethe, Pujangga Jerman abad ke-18 dan19, Pengarang, Pemikir.
·         “Tidak seorang pun dapat berbuat banyak dalam hidupnya yang tidak memiliki konsep yang pasti tentang untuk apa dia hidup.”—Henry Drummond, Evangelis Skotlandia abad k, Pe-19 Pendeta, Penulis, Professor Teologi.
·         “Jika engkau mengejar dua kelinci, keduanya akan lepas.”—Tidak dikenal.


Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya katakan adalah …









Selasa, 15 Januari 2013
LALU APA?

Kebanyaakan orang pada akhirnya terpaksa memfokuskan hidup mereka terhadap sesuatu yang merupakan suatu masalah serius, seperti kanker atau kesulitan keuangan. Pencobaan oleh api adalah satu pendekatan untuk menemukan sebuah focus dan tujuan; namun, itu bukanlah cara yang terbaik untuk menghabiskan waktu di muka bumi ini.

Cerita Bartimeus yang buta adalah contoh besar dari seseorang yang menderita namun mendapatkan tujuannya, dan melompat untuk mendapatkannya. Dalam Markus 10 seorang yang buta itu bernama Bartimeus duduk di pinggir jalan ketika ia mendengar bahwa Yesus sedang lewat. Dia menangis kepada Yesus, tetapi tertutupi oleh orang banyak. Berpikir bahwa dia tidak membiarkan kesempatan itu lewat, dia menangis lebih keras lagi, dan Yesus berhenti dan memanggilnya datang. Orang buta itu melepaskan jubahnya, melompat ke udara, dan mencari jalan menuju Yesus. Herannya. Tidak seorang pun menuntunnya menemukan tujuannya. Upahnya—Yesus menyembuhkannya dan mengajarkan kepada kita  sebuah pelajaran kehidupan tentang berfokus kepada apa yang kita inginkan dalam hidup.

Mengapa menunggu sampai engkau putus asa dan tidak memiliki pilihan lain? Mengapa tidak hidup dengan prinsip hari ini? Mengapa tidak digerakkan oleh misimu, tandai setiap keputusan yang didasarkan atas nilai-nilaimu? Mengapa tidak hidup setiap hari untuk sesuatu yang untuk itu engkau mau mati? Hal ini adalah sesederhana menunjukkan belas kasihan bagi orang lain yang tidak mendapatkannya, mengasihi sesame dengan rahmat yang nyata, membantu para misionari untuk memberitakan injil di India dengan bekerja beberapa jam setelah pulang sekolah.

Apapun misimu, jadilah seseorang yang dituntun oleh jarum kompas yang selalu ke utara. Ambillah tantangan dengan mengarahkan air masa-masa remajamudengan pengertian yang jelas tentang siapakah engkau dan kemanakah tujuanmu. 









Rabu, 16 Januari 2013
Tuhan berkata…
·         Amsal 21:21




·         Yeremia 29:13




·         Kisah Para Rasul 20:22-24




·         Roma 8:18,19




·         Filipi 2:1-2




·         Filipi 3:12-14




·         Kolose 2:2-3




(Ayat tambahan: 2 Timotius 1:8-12; Ibrani 6:9-12. )

Kamis, 17 Januari 2013
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?

Paulus adalah orang yang pandai dan rumit, namun ia menjaga misinya tetap sederhana: ”Tujuanku adalah bahwa mereka dapat terdorong dalam hati dan dipersatukan dalam kasih, sehingga mereka memiliki kepenuhan kekayaan pengertian yang lengkap, sehingga mereka dapat mengetahui misteri Allah, yaitu, Kristus, sebab di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kolose 2:2, 3, NIV).

Ketika kita bertumbuh semakin tua, misi kita dibentuk oleh ide dan pengalaman baru. Nampaknya jelas ketika kita membaca injil bahwa Yesus memanggil pengikutnya untuk melakukan sesuatu yang besar agar memperluas kerajaanNya. Namun suatu kebenaran yang lain adalah bahwa ia tidak membiarkan kita sendiri. Yesus berada di belakang kita, menolong kita menjadi segala sesuatu sebagaimana yang Ia inginkan.

Yesus mempercayaimu dan memberikanmu kuasa untuk membuat pilihan yang berani bagi Dia. Lebih dari yang lainnya, Ia ingin engkau, sebagai seorang anak dari kerajaanNya, mengalami suka cita yang berasal dari kemerdekaan dan melakukan sesuatu yang benar sebagaimana yang Allah inginkan terjadi dalam hidupmu. Apapun yang engkau ingin coba, tetaplah sesuatu yang sederhana, dan hidupkan pekan depan ini misi yang engkau telah tulis?

Perjalanan ini bukanlah untuk sesuatu yang membuat kita sempurna; ini adalah tentang memulai kehidupan yang sesuai dengan tujuan.













Jumat, 18 Januari 2013
Bagaimana Cara Kerjanya?

Tulislah sebuah pernyataan misimu sendiri  sehingga engkau akan sibuk menghidupkannya!

Sebuah pernyataan misi pribadi berkenaan dengan tiga pertanyaan ini:

1.        Seperti apakah hidupku nantinya?




2.        Apakah yang saya kejar?




3.        Tindakan apa yang saya ambil untuk menghidupkan seperti apakah hidupku nantinya dan apakah yang saya kejar?





Pernyataan misiku:










Tidak ada komentar:

Posting Komentar