Pelajaran 5
“Akhir Zaman: Malaikat-malaikat yang Murah
Hati”
Dari Ladang Jagung ke Mimbar
12 Januari 2013
Dari Ladang Jagung
ke Mimbar
(Apa kira-kira
hubungan ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?)
“Apa yang harus
saya lakukan?” Petani Low Hampton, New York, bertanya-tanya.
Tidak masalah apa
yang dia lakukan akhir-akhir ini, dia tidak dapat menemukan kedamaian. Tidur tidak nyenyak dan bekerja tidak tenang.
Kemana saja dia berpaling, sebuah suara yang lembut namun jelas nampaknya
berkata,” Engkau harus mengatakan kepada dunia akan bahayanya!”
“Saya bukan seorang
pengkhotbah,” dia mengelak, melepaskan kuda-kuda dari membajak dan berdiri pada suatu hari yang panas Agustus 1831.
“Saya lambat berbicara dan tidak banyak belajar,” dia menyanggah, seperti ada
seseorang yang berdiri di sisinya. “Saya tidak layak untuk pekerjaan itu!”
“Pekerjaan itu”
membuat si petani mempelajari Alkitab. Itu aneh, selama masa permulaan hidupnya,
dia telah menolak bahwa Alkitab merupakan inspirasi ilahi. Dia juga sudah
menyatakan bahwa Allah tidak lagi terlibat dalam urusan-urusan dunia, telah
meninggalkannya untuk diatur oleh hukum alam setelah Ia menciptakannya.
Tetapi semuanya
berubah setelah Perang 1812. Miller tidak dapat mengerti bagaimana dia dan
prajurit Amerika yang lain sanggup mengalahkan prajurit Inggris yang terlatih
dan berjumlah tiga banding satu lebih banyak. Apakah Allah terlibat? Dia
bertanya-tanya.
Kembali kepada
Alkitab dia menemukan jawaban yang lebih dari pertanyaan ini. Dia menemukan
bahwa Alkitab adalah inspirasi Ilahi. Ini memimpinnya untuk menerima Yesus
sebagai Juruselamatnya dan bergabung dengan gereja Baptis setempat, di mana
kadang-kadang membaca khotbah yang dicetak ketika pendeta tidak ada.
Kemudian, pada
1818, tahun-tahun belajar Alkitabnya memimpin dia kepada satu penemuan yang
mengejutkan: Yesus akan datang sekitar 1843 dan menghancurkan dunia! Dunia
perlu diamarkan, dia berpikir. Tetapi dia yakin dia bukanlah orang yang
menyampaikan tugas ini, meskipun dia membagikan pandangannya dengan beberapa
penduduk Low Hampton.
Ketika 1843 semakin
dekat dan suara yang hamper terdengar mendorong dia untuk berkhotbah, dia mulai
mempertimbangkan. “Saya tahu apa yang akan saya lakukan,” sekarang dia berkata,
berjalan ke arah beberapa pohon.” Saya akan berdoa tentang hal itu.” Bertelut
pada batu karang, dia berjanji,” Tuhan, jika Engkau mengatakan kepadaku untuk
berkhotbah, Saya akan melakukannya jika saya mendapat undangan untuk
melakukannya.” Terbebas, dia bangkit, berpikir, hal itu tidak akan pernah
terjadi, karena saya bukan seorang pengkhotbah!
Setengah jam
kemudian, keponakannya datang, memintanya untuk berkhotbah pada hari minggu di
dekat Dresden karena pendetanya akan tidak hadir!
Dia menatap pohon
dengan marah. Dia tidak mau untuk berkhotbah! Dengan sabar, Allah mendengarkan keberatannya
tetapi tidak membuang keyakinanya.
Dengan takut,
William pergi ke Dresden. Tetapi jemaat tersebut menghargai pekabarannya dengan
sangat. Nyatanya, mereka memintanya untuk berkhotbah sepanjang minggu, dan
sebuah kebangunan(ketertarikan agama yang diperbaharui) dihasilkan! Ketika
pengkhotbah yang baru itu pulang, dia menemukan undangan tertulis memintanya
untuk menyampaikan pandangannya tentang kedatangan Kristus kepada jemaat-jemaat
lain.
Dengan jelas,
tangan Allah menuntun. William Miller, tadinya seorang petani, menguatkan hati
dan memulai sebuah karir yang menyiapkan ribuan orang bagi kedatangan Kristus,
pada jamannya dan jaman kita.
Minggu, 27 Januari 2013
Yang Saya Pikirkan
Tuan Runako
mengajar pada sebuah sekolah di pulau yang kecil di Indonesia. Suatu hari dia
terburu-buru pergi ke desa, mengamarkan bahwa sebuah angin ribut akan menerpa
pulau itu dalam 24 jam.
Dia memohon setiap
orang untuk meninggalkan daratan utama dengan segera. Kebanyakan penduduk desa
menolak, mereka mengatakan dapat mengatasi angin ribut ini seperti yang
lainnya. Perkataannya tidak menggoyahkan mereka. Dengan sedih, dia mengumpulkan
keluarganya dalam perahu yang kecil, meninggalkan pulau utama. Beberapa
keluarga, tidak percaya bahwa badai akan tiba, dengan santai mengumpulkan
perahu mereka dan memuat harta benda, tetapi monster angin rebut mengejutkan
mereka, menghancurkan banyak harta benda dan kematian.
Bagaimana cerita
ini memantulkan jaman badai kita? Mengapa tuan Runako tidak memaksa penduduk
desa untuk pergi? Seberapa besar tanggung jawab kita kepada hidup orang lain,
kemudian? Seberapa jauh kita mengamarkan orang lain akan bahaya yang ada?
Kunjungi
www.guidemagazine.org/rtf untuk posting tanggapan Anda. Terus terang dan jujur.
Katakanlah apa yang Anda pikirkan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Senin, 28 Januari 2013
Apa yang Mereka Ingin Katakan?
Beda orang, beda juga pendapat. Beberapa kutipan di bawah ini mewakili
pandangan dari warga negara sejati kerajaan Allah; mungkin yang lain tidak.
Bisakah anda membedakannya? Bagaimana pernyataan-pernyatakan di bawah ini
dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Firman-Nya? Setelah meninjau
ayat-ayat dalam bagian pelajaran Allah Berfirman. . ., tulislah pernyataan yang
cocok dengan keyakinan Anda. Bersiap-siaplah membuat “kutipan sendiri” di
Sekolah Sabat.
§
“Di antara sifat Allah, meskipun semuanya sama, kemurahan
hati bersinar lebih terang daripada keadilan.”—Miguel de Cervantes, Penulis
Novel dan drama abad ke-16.
§
“Biarlah keadilan dilakukan meskipun langit
runtuh.”—Puisi Roman.
§
“Dunia adalah tempat berbahaya untuk hidup, bukan karena
orang-orangnya jahat, tetapi karena orang-orang yang tidak melakukan sesuatu
apapun untuk diri mereka.” —Albert Einstein Ilmuwan Amerika Serikat kelahiran Jerman.
§
“Jika engkau membaca sejarah engkau akan menemukan bahwa
orang Kristen yang banyak berbuat saat ini adalah mereka yang memikirkan masa
depan. Itulah sebabnya orang Kristen kebanyakan berhenti berpikir tentang dunia
lain di mana mereka tidak terbiasa dengan hal ini.”—C. S. Lewis, Pengarang
Inggris abad ke-20.
§
“Seperti Reformasi besar abad ke enam belas, pergerakan Advent
nampak di berbagai negara Kristen pada waktu yang sama. Di Eropa dan Amerika
orang-orang yang mempunyai iman dan yang berdoa dipimpin mempelajari nubuatan,
dan, mempelajari catatan suci, mereka melihat bukti yang meyakinkan bahwa akhir
dari segala sesuatu sudah dekat. Di berbagai negeri ada orang-orang Kristen yang
terisolasi, hanya mempelajari Alkitab, tiba kepada satu kepercayaanbahwa
kedatangan juruselamat telah dekat.”—Ellen G. White, Pengarang yang
diinspirasikan dan Pendiri Gereja abad ke-19.
Tuliskan Kutipanmu
Apa yang saya
katakan adalah …
|
|
|
|
|
|
Selasa, 29 Januari 2013
LALU APA?
Seperti sebuah
fondasi di atas sebuah bangunan, demikian Pekabaran Tiga Malaikat dalam Wahyu 14:6-12
kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Kepercayaan yang unik yang kita
miliki sebagai sebuah gereja adalah semuanya
dihubungkan kepada pekabaran dari Allah.
Pada peringatan Malaikat
Pertama “waktu penghakiman [Allah] telah datang,” kita melihat penekanan Advent
pada orang-orang yang bertanggung jawab kepada Allah untuk tindakan mereka dan
pada hari penghakiman sebagai sebuah kenyataan saat ini, bukan hanya sebuah
peristiwa yang jauh. Juga, dengan mengabarkan “Sembahlah Dia yang menjadikan
langit, bumi, laut dan mata air.” (NIV), Kita mengerti bahwa kita menyembah
Allah pencipta (bukan evolusi), yang
meminta kita menyembah-Nya pada hari Ketujuh dalam ingatan ciptaan-Nya.
Pekabaran kedua
merujuk kepada komitmen kita kepada kebenaran Alkitab yang sedang kita percayai
dan peranan kita sebagai sebuah tempat bagi mereka yang mencari sebuah gereja
di mana kebenaran Alkitab diabaikan.
Pekabaran Malaikat Ketiga
mengingatkan kita akan komitmen kita kepada kerajaan Allah dan nilai-nilai
surgawinya dan penolakan kita kepada kerajaan setan dan nilai-nilai dunia.
Sebagai agen Allah,
tugas kita adalah menolong Dia menyelamatkan sebanyak mungkin orang dari
kematian kekal yang disiapkan bagi setan dan kerajaannya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rabu 30 Januari 2013
Tuhan berkata…
§ 2 Korintus 5:17,18
|
|
§ Wahyu 1:1
|
|
§ Ibrani 1:14
|
|
§ 2 Korintus 6:17,18
|
|
§ Yoel 2:1
|
|
§ Daniel 7:9-10
|
|
§ Wahyu 20:12
|
|
The Great
Controversy, hal. 36.
“Allah tidak
berdiri terhadap orang berdosa sebagai seorang penghukum terhadap pelanggaran
[dosa]; tetapi Dia membiarkan para penolak rahmat-Nya bagi mereka sendiri,
untuk menuai apa yang mereka tabur.”
(Ayat tambahan:
Matius 12:36, 37; Yohanes 5:22; Kisah 24:25; Roma 3:23; Roma 14:10; Efesus
5:25-27; Kolose 1:12-14; 1 Petrus 4:17.)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kamis, 31 Januari 2013
Apa Hubungan Semua Ini Dengan Aku?
Pekabaran Tiga Malaikat
menggambarkan sebuah perang antara dua kerajaan, masing-masing berkompetisi
untuk mendapatkan persekutuan kita. Malaikat Pertama ditujukan kepada
orang-orang yang hidup pada saat penemuan dan kemajuan yang besar.
Kecukupan diri dari
orang-orang kepada siapa Malaikat memberikan pekabarannya tidak memberikan
perhatian. Namun, Allah tidak tinggal diam. Dia mengirimkan Malaikat yang lain,
mengundang orang yang benar-benar ingin mengikuti kebenaran untuk meninggalkan
organisasi yang telah memilih untuk ditipu oleh setan.
Ketidakinginan Allah
jika merek mengikuti Setan karena ketidaktahuan mereka, Dia mengirimkan
peringatan Malaikat terakhir untuk mengamarkan mereka akan hukuman yang sedang
mereka pilih. Pilihan dari masing-masing orang adalah: Akankah saya memilih
Allah atau setan, hidup atau mati?
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumat, 1 Februari 2013
Bagaimana Cara Kerjanya?
Kadang-kadang para remaja tergoda untuk berpikir bahwa Allah dan agama
adalah untuk orang yang lebih tua, bukan untuk mereka. Mereka mengklaim bahwa
mereka akan memberikan hati mereka kepada Allah setelah mereka menjasi tua.
Pasangkan orang di kolom kiri dengan usia mereka di sebelah kanan.
Setelah engkau memasangkan mereka, catatlah perasaanmu pada sebuah jurnal.
|
Orang yang mengalami peristiwa
|
Umur orang itu saat peristiwa itu
terjadi
|
|
1.
Yesus memulai pelayanannya dengan mengajar para
pemimpin Yahudi di Kaabah.
|
a. 19
|
|
2.
Pada umur ini, anak perempuan misionaris J. N. Andrews,
Mary, berbicara bahasa Perancis seperti gadis Perancis dan dibuktikan oleh
publikasi Perancis.
|
b. 24
|
|
3.
Pionir pendidikan Advent Goodloe Harper Bell mulai
mengajar pada usia ini.
|
c. 17
|
|
4.
Pada umur ini, O. A. Olsen, yang nantinya menjadi Ketua
General Conference dibaptis
|
d. 7
|
|
5.
Allah
memanggil Ellen
Harmond (White) menjadi utusan-Nya, memberikan kepadanya penglihatan
pertamanya.
|
e. 16
|
|
Orang yang mengalami peristiwa
|
Umur orang itu saat peristiwa itu
terjadi
|
|
6.
Raja Yoas diangkat menjadi raja pada usia ini.
|
f. 12
|
|
7.
Ketua konferens selanjutnya, misionari, dan guru
Stephen N. Haskell memulai berkhotbah pada usia ini
|
g. 13
|
|
8.
Telah menjadi seorang dokter pada usia ini, J. H.
Kellogg menjadi Direktur Institusi Reformasi Kesehatan Battle Creek
|
h. 21
|
|
9.
Luther Warren pada usia ini membuat pertemuan
perkumpulan Pemuda Advent pertama di rumah gerejanya.
|
i. 20
|
|
10. G. W. Amadon yang
bekerja pada percetakan Review and Herald
selama 50 tahun, memulainya pada usia ini.
|
j. 14
|
Jawaban:
1 (f), 2 (e), 3 (a), 4 (g), 5 (c), 6
(d), 7 (i), 8 (b), 9 (j), 10 (h)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar